Pertemuan 5

QNA_Kalimat_1732_25102010-360x190

KALIMAT EFEKTIF

A.   Pengertian Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh ( Zainal Arifin dan Amran Tasai, 2012: 98) Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut disela jeda dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanya atau seru. Sekurang-kurangnya kalimat memiliki subjek (S) dan predikat (P).

  1. Unsur-unsur Kalimat
  • Subjek

Subjek (S) adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, atau suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek biasanya diisi oleh jenis kata/frasa benda (nominal), klausa, atau frasa verbal. Ciri-ciri subjek yaitu jawaban apa atau siapa, disertai kata petunjuk, memiliki keterangan pembahas yang, didahului kata bahwa, dan tidak didahului oleh kata depan.

Contoh :

Leonardo da Vinci adalah seorang pelukis yang terkenal.

                S

Lukisan yang terkenal itu bernama Monalisa.

              S

Bahwa Leonardo da Vinci merupakan pelukis yang terkenal diakui oleh dunia.

             S

  • Predikat

Predikat merupakan bagian  kalimat yang  berfungsi memberitahu atau menerangkan tindakan atau melakukan perbuatan subjek (S) dalam sebuah kalimat. Berfungsi juga untuk menyatakan sifat atau keadaan subjek, termasyk pernyataan jumlah sesuatu yang dmiliki oleh subjek. Predikat dapat berupa sifat, situasi, status ciri, atau jatidiri subjek. Ciri-ciri predikat yaitu berupa kata kerja; bukan berupa kata kerja; disertai aspek bahasa; disertai kata adalah, yaitu, dan merupakan; dapat diingkarkan.

Contoh:

Leonardo da Vinci adalah seorang pelukis yang terkenal.

                                                             P

Lukisan yang terkenal itubernama Monalisa.

                                                                    P

Di samping bakat melukis Leonardo da Vincimemiliki pengetahuan di berbagai bidang.

                                                                                                       P

Leonardo da Vinci menguasai pengetahuan tentang cara membuat senapan, kincir angin, dan   pesawat terbang.

  •  Objek dan Pelengkap

Objek (O) dan pelengkap (Pel) adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat. Ciri-cirinya berada di belakang predikat; objek bisa menjadi subjek pada kalimat pasif; pelengkap tak bisa menjadi subjek pada kalimat pasif.

Contoh:

Lukisan yang terkenal itubernama Monalisa.

                                                                                Pel

Leonardo da Vinci menguasai pengetahuan tentang cara membuat senapan, kincir angin, dan       pesawat terbang.

  • Keterangan

Keterangan adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian yang lainnya. ciri-ciri keterangan yaitu berupa kata, frasa, dan klausa, didahului kata depan, dan tidak terikat posisi.

Contoh:

Di samping bakat melukis Leonardo da Vincimemiliki pengetahuan di berbagai bidang.

K

Monalisa, lukisan yang terkenal, telah mengantarkan Leonardo da Vinci menjadi tokoh besar di zaman Renaisance.

 B.   Jenis kalimat Menurut Strukturnya

1.   Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat.

2.   Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih. Kalimat ini dikelompokkan menjadi empat jenis:

  • Kalimat majemuk setara penjumlahan, yaitu kalimat majemuk setara yang terdiri atas dua kalimat atau lebih yang dihubungkan oleh kata dan atau serta.

Contoh:

Kami membaca

Kami menulis

Kami  membaca dan menulis.

  • Kalimat majemuk setara pertentangan, yaitu dua kalimat tunggal atau lebih yang dihubungkan oleh kata tetapi, sedangkan, atau melainkan. Contoh:

Amerika tergolong negara maju

Indonesia tergolong negara berkembang.

Amerika tergolong negara maju, tetapi Indonesia tergolong negara berkembang.

  • Kalimat majemuk setara perurutan, adalah dua kalimat tunggal atau lebih yang dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian.

Contoh:

Upacara serah terima pengurus koperasi sudah selesai, lalu Pak ustaz membacakan doa selamat.

  • Kalimat majemuk setara pemilihan, yaitu dua kalimat tunggal atau lebih yang dihubungkan oleh kata atau.

Contoh:

Mereka di perpustakaan sedang belajar atau sedang berpacaran.

3.   Kalimat Majemuk Setara Rapatan

Kalimat majemuk setara rapatan adalah suatu bentuk yang merapatkan dua atau lebih kalimat tunggal. Yang dirapatkan adalah unsur subjek yang sama. Dalam hal seperti ini, unsur yang sama cukup disebutkan satu kali.

Contoh:

  • Kami berlatih.
  • Kami bertanding.
  • Kami berhasil.
  • Kami berlatih, kami bertanding, dan kami berhasil.
  • Kami berlatih, bertanding, dan berhasil.

4.  Kalimat Majemuk Tidak Setara/Bertingkat

Kalimat majemuk tidak setara terbagi dalam bentuk anak kalimat dan induk kalimat. Induk kalimat adalah inti gagasan, sedangkan anak kalimat adalah pertalian gagasan dengan hal-hal lain. Penanda anak kalimat adalah kata walaupun,meskipun, sungguhpun, karena, apabila, jika, kalau, sebab, agar, supaya, ketika, sehingga, setelah, sesudah, bahwa, dan sebagainya. Contoh:

  • Komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.
  • Mereka masih dapat mengacaukan data komputer itu.
  • Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, mereka masih dapat mengacaukan data komputer itu.

Latihan 1

Tunjukkan induk kalimat dan anak kalimat pada kalimat majemuk bertingkat berikut!

  1. Karena komputer bekerja cepat dalam mengolah data, produksi dapat segera disesuaikan dengan laju permintaan.
    1. Induk kalimat …
    2. Anak kalimat …
    3. Predikat induk kalimat adalah …
    4. Subjek induk kalimat adalah …
    5. Predikat anak kalimat adalah …
  2. Suatu perhitungan akan lebih mudah dipahami jika disajikan dalam bentuk grafik.
    1. Induk kalimat …
    2. Anak kalimat …
    3. Predikat induk kalimat adalah …
    4. Subjek induk kalimat adalah …
    5. Predikat anak kalimat adalah …

C.   Kalimat Efektif

1.  Pengertian Kalimat Efektif

Keraf (1973: 34) mendefinisikan kalimat efektif sebagai kalimat yang mempersoalkan bagaimana ia dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulisannya; bagaimana ia dapat mewakilinya secara segar dan sanggup menarik perhatian pembacanya terhadap apa yang dibicarakan.

Menurut Fuad (2009: 58) kalimat efektif adalah kalimat yang disusun secara sadar untuk mencapai daya informasi yang diinginkan oleh penulis terhadap pembacanya. Lebih jauh Dalman (2012: 61) menyatakan bahwa kalimat efektif merupakan kalimat yang mampu membuat isi dan maksud yan disampaikannya itu tergambag lengkap dalam pikiran isi penerima (pembaca) persis seperti yang disampaikan. Senada dengan Dalman, Akhadiah (1997: 116) mengatakan bahwa kalimat juga memiliki kemampuan atau tenaga untuk menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca identik dengan apa yang dipikirkan pembicara atau penulis.

Berdasarkan uraian di atas, sebuah kalimat dapat dikatakan efektif  apabila gagasan yang disampaikan oleh penulis dari kalimat tersebut dapat diterima secara utuh dan tepat oleh pembaca. Kalimat efektif merupakan kalimat yang tidak berlebih-lebihan dalam penulisannya. Artinya kalimat tersebut lugas, hemat, dan apa adanya.

2.  Syarat-syarat Kalimat Efektif

Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri khas, yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, dan kelogisan bahasa

  1. Kesepadanan Struktur

Kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. beberapa ciri kesepadanan sebagai berikut:

  • Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat yang jelas

Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan cara menghindari pemakaian kata depan ‘ di, bagi, dalam, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut’ di depan subjek. Contoh:

Semua karyawan PT Merpati Buana harus mentaati peraturan perusahaan. (Benar)

Bagi semua karyawan PT Merpati Buana harus mentaati peraturan perusahaan. (Salah)

  • Dalam kalimat itu tidak terdapat subjek yang ganda

Subjek yang ganda akan memunculkan kalimat yang tidak terfokus. Contoh:

Penyusunan karya ilmiah itu saya dibantu oleh dosen pembimbing. (Salah)

Dalam penyusunan karya ilmiah itu, saya dibantu oleh dosen pembimbing. (Benar)

  • Kata penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal

Kata hubung dipakai untuk membangun sebuah kalimat majemuk. Oleh sebab itu, kata hubung atau kata sambung tidak diperkenankan ada di dalam kalimat tunggal.

Contoh:

  • Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti kuliah umum. (Salah)

Kalimat tersebut dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama, mengubah kalimat itu menjadi kalimat majemuk. Cara kedua, mengganti ungkapan penghubung antarkalimat menjadi ungkapan penghubung antarkalimat, seperti berikut:

Kami datang agak terlambatsehinggatidak dapat mengikuti kuliah umum.

Atau

Kami datang agak terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti kuliah umum

  • Predikat kalimat tidak didahului oleh kaya ‘yang’

Contoh:

Kampus STMIK Raharja yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Cikokol Tangerang.

  1. Keparalelan Bentuk

Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya kalau bentuk pertama menggunakan nomina (kata benda), bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan verba (kata kerja), bentuk kedua juga menggunakan verba.

Contoh:

  1. Namanya ditulis dengan jelas di kertas segel atau pencantumannya di kertas khusus.
  2. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasangpenerangan,pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
  1. Ketegasan Makna

Ketegasan atau penekanan adalah suatu perlakuan penonjolan pada ide pada ide pokok kalimat. Adapun cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat sebagai berikut:

  • Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan kalimat

Contoh:

Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Menjadi

Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya.

  • Membuat urutan kata yang bertahap

Contoh:

Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.

Seharusnya

Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.

  • Melakukan pengulangan kata (repetisi)

Repetisi adalah pengulangan sebuah kata yang dianggap penting dalam sebuah kalimat.

Contoh:

Kemajuannya menyangkut kemajuan di segala bidang, kemajuan kesadaran politk, kesadaran bermasyarakat, kesadaran berekonomi, kesadaran berkebudayaan, dan kesadaran beragama.

  • Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan

Contoh:

Anak itu bukan rajin dan jujur, tetapi curang dan licik.

 

  • Mempergunakan partikel penekanan (penegasan)

Di dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa partikel diantaranya lah, kah, pun (imbuhan) yang berfungsi untuk menonjolkan sebuah kata atau ide dalam sebuah kalimat.

Contoh:

Saudaralah yang harys bertanggung jawab dalam soal itu.

  1. Kehematan Kata

Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak diperlukan, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Penghematan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Menghilangkan pengulangan subjek

Karena dia tidak diundang, dia tidak datang ke acara perpisahan. (Salah)

Karena tidak diundang, dia tidak datang ke acara perpisahan. (Benar)

  1. Menghindarkan pemakaian suborordinat pada hiponimi kata

Contoh:

Pada hari Kamis tanggal 5 Juni 2014 Direktur PT Angsana yang berbendera warna merah, hijau, dan putih meresmikan berdirinya perusahaan yang memproduksi lampu neon.

  • Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat

Contoh :

Menurut hasil penelitian seputar manajemen waktu mengemukakan bahwa menerima panggilan telepon saat mengendarai mobil adalah merupakan gangguan yang dapat membuyarkan konsentrasi sehingga dengandemikian akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja.

  • Tidak menjamakkan kata-kata yang sudah berbentuk jamak

Contohnya :

Lembaga pendidikan yang sedang berkembang itu memerlukan berbagai para ahli seperti misalnya ahli hukum, komputer, ekonomi, dan lain-lain.

Seharusnya :

Lembaga pendidikan yang sedang berkembang itu memerlukan berbagai seperti ahli hukum, komputer, ekonomi.

Atau

Lembaga pendidikan yang sedang berkembang itu memerlukan ahli  hukum, komputer, ekonomi, dan lain-lain.

  1. Kecermatan Penalaran

Kecermatan adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata. Contohnya:

Istri Wakil Direktur Rumah Sakit Pertamina Pusat yang baru itu akan meluncurkan buku yang berjudul Melawan Stigma Negatif Seorang Sekretaris.

Kalimat tersebut memiliki makna ganda, yaitu siapa yang baru? Istri wakil direktur atau pak wakil direkturnya yang baru.

  1. Kelogisan Bahasa.

Kelogisan adalah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Perhatikan kalimat di bawah ini.

  • Kalimat yang salah nalar
    • Waktu dan tempat kami persilakan.
    • Untuk mempersingkat waktu, kita teruskan acara ini.
  • Kalimat yang bernalar
    • Bapak Bupati kami persilakan
    • Untuk menghemat waktu, kita teruskan acara ini

 

Leave a Reply