Pertemuan 14

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Lengkap

BAHASA BAGIAN PENUTUP KARYA ILMIAH (REFERENCE MATTER)

 A.  Pengertian Daftar Pustaka (Bibliography)

Dalam penulisan karya ilmiah membutuhkan referensi atau buku rujukan yang terkait oleh tulisan yang dibuatnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu tempat yang dinamakan daftar pustaka atau bibliografi untuk mengumpulkan semua sumber bacaan, baik berupa buku, majalah, surat kabar, maupun jurnal-jurnal ilmiah lainnya. Hal ini senada dengan pendapat Niknik M. Kuntarto (2010: 195) bahwa “Daftar pustaka adalah salah satu teknik notasi ilmiah yang merupakan kumpulan sumber bacaan atau sumber referensi saat menulis karya ilmiah. Penulisan daftar pustaka bertujuan agar pembaca atau dosen pembimbing dan penguji dapat mengetahui sumber bacaan apa saja yang dijadikan patokan dalam menulis karya ilmiah. Selain itu, mereka dapat mengukur kedalaman pembahasan masalah.

B. Cara Penulisan Daftar Pustaka 

Penulisan daftar pustaka banyak ragamnya tergantung style atau gaya penulisan yang diberlakukan oleh sebuah perguruan tinggi. Berikut adalah cara penulisan daftar pustaka yang lazim digunakan dalam penulisan karya ilmiah.

  1. Tulis tajuk daftar pustaka dengan menggunakan huruf kapital di bagian tengah atas.
  2. Gunakan alinea menggantung atau menonjol.
  3. Jarak spasi setiap baris dalam satu sumber adalah satu spasi, sedangkan jarak antara sumber bacaan yang satu dengan yang lainnya adalah satu setengah spasi.
  4. Urutkan susunan daftar pustaka berdasarkan urutan abjad nama belakang atau nama lembaga yang menerbitkan sumber bacaan.
  5. Gelar tidak dicantumkan.

 C.  Unsur-unsur Daftar Pustaka

Berikut susunan penulisan daftar pustaka yang bersumber dari buku, artikel, surat kabar, majalah, ontologi, website, makalah, laporan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi.

DAFTAR PUSTAKA

 

Penulis. Tahun. Judul Buku. Tempat: Penerbit.

Penulis. Tahun. “Judul Artikel”. Nama Surat kabar. Tanggal. Tempat.

Penulis. Tahun. “Judul Artikel”. Nama Majalah. Edisi/Nomor (Angka Romawi) Tanggal. Tempat.

Penulis. Tahun. “Judul Artikel”. Alamat Website.

Penulis. Tahun. “Judul Artikel”. Data Publikasil. Tempat.

Penulis. Tahun. “Judul Makalah”. Data Publikasi. Tempat.

Penulis. Tahun. “Judul Laporan Tugas Akhir”. Laporan. Tempat: Nama Perguruan Tinggi.

Penulis. Tahun. “Judul Skripsi/Tesis/Disertasi”. Bentuk Karangan. Tempat: Nama Perguruan Tinggi.

D.   Keterangan Lain tentang Daftar Pustaka

Ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka.

1.  Penulis

Jika sebuah sumber bacaan ditulis oleh pengarang yang memiliki nama tiga unsur, seperti Daud Bayu Muharram, cara mencantumkan dalam daftar pustaka:

Muharram, Daud Bayu

Terkadang sebuah buku tidak mencantumkan nama penulisnya. Jika itu terhjadi cantumkan nama lembaga yang menerbitkan buku tersebut. Sebagai contoh sumber rujukan diambil dari buku yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dengan judul Kamus Istilah Ekonomi pada 2005 di Jakarta. Cara penulisan dalam daftar pustaka sebagai berikut:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa . 2006. Kamus Istilah Ekonomi. Jakarta.

JIka mengambil dari surat kabar atau majalah, cara penulisannya:

DAFTAR PUSTAKA

 

Kompas. 2006.” Pesona Negeri Singa di Penghujung Tahun”. 8 November. Jakarta.

Femina. 1999.”Manakah Tipe Cinta Anda”. Nomor 18/XXVII, Mei. Jakarta.

Jika mengambil sumber bacaan dari beberapa buku dan pengarang yang sama, buatlah garis di bagian nama penulis.

DAFTAR PUSTAKA

 

Keraf, Gorys. 1980. Komposisi, Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah.

—————–.1981. Diksi dan Gaya Bahasa. Ende: Nusa Indah.

—————–1985. Eksposisi dan Deskripsi. Ende: Nusa Indah.

—————-.2003. Argumentasi dan Narasi. Endah: Nusa Indah.

 

 atau tiga orang, cara pencantuman dalam daftar pustaka yaitu nama pengarang pertama dibalik dan diikuti lambang ‘&’ (dan) diikuti nama pengarang yang kedua dan ketiga tanpa membalik namanya. Jika nama pengarang lebih dari tiga orang, tulislah dkk. (dan kawan-kawan) di belakang nama penulis pertama. Contoh:

DAFTAR PUSTAKA

 

Arifin, Zaenal dan S Amran Tasai. 2011. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika                      Pressindo.
Luxemburg, Jan Van dkk.. 1989. Tentang Sastra. Terjemahan Achadiati Ikram. Jakarta:

             Intermasa. 

2.  Tahun

Penulisan tahun terbit dicantumkan setelah nama penulis dan diakhiri tanda titik. masalah yang timbul biasanya ketika mengambil beberapa sumberbacaan dari pengarang dan tahun yang sama tulislah huruf (a) di belakang tahun terbitnya terlebih dahulu dan tulislah huruf (b), (c) dan seterusnya di belakang tahun yang terbit terakhir. Pencantuman huruf di belakang tahun berfungsi untuk memudahkan perujukan dalam innote. Perhatikan contoh berikut:

1.4  Pendekatan  Penelitian

       Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra. Menurut Sapardi Djoko Damono (1987a: 1), sosiologi sastra adalah ilmu yang membahas hubungan antara pengarang, masyarakat, dan karya sastra. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa melalui  sosiologi sastra kita dapat menganalisis ‘Apakah latar belakang sosial pengarang menentukan isi karangan? Aakah dalam karya-karyanya pengarang mewakili golongannya? Apakah … (Damono, 1987b: 14)’

Ketika akan mengetahui secara lengkap sumber bacaan yang digunakan pada kutipan tersebut, kita akan mengalami kesulitan jika tidak tercantum huruf a dan b. Apakah kedua kutpan tersebut berasal dari buku yang sama atau berbeda. Untuk lebih jelasnya, kita dapat melihat di dalam daftar pustaka.

 

Damono, Sapardi Djoko. 1987a. Sosiologi Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat

              Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

————————-. 1987b. “Catatan Kecil tentang Aspek Rekreatif sastra Populer”.

              Makalah. Yogyakarta.

Jika sebuah sumber bacaan tidak mencantumkan tahun terbit, tulislah frase tanpa tahun dan diakhiri dengan tanda titik. Perhatikan contoh berikut ini:

Hertatianto, Indra. Tanpa Tahun. Bangkitnya Wanita Perkasa dalam Perempuan di Titik Nol.

              Bandung: Karina Widya Loka.

Mulyana, Adang. Tanpa Tahun. Perempuan  Biasa. Surabaya: Atiek Jaya.

Leave a Reply