Pertemuan 13

 

imagesbuku

 BAHASA BAGIAN ISI KARYA ILMIAH (MAIN BODY)

A.  Bahasa dalam Bagian Pendahuluan

  1. Bahasa dalam Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah berisi pendeskripsian masalah tentang permasalahan umum dari topik yang akan diteliti. Latar belakang dimulai dari hal-hal yang bersifat umum menuju hal yang berhubungan dengan topik yang dibahas. Tuliskan juga alasan apa yang melatarbelakangi Anda eneliti topik tersebut. kemudian, isi terakhir dari latar belakang masalah adalah penyebutan judul tugas akhir atau skripsi yang akan kita ajukan.

  1. Bahasa dalam Ruang Lingkup

Ruang lingkup adalah batasan masalah yang akan dikerjakan dalam penulisan skripsi. Ruang lingkup dilakukan dengan tujuan agar pokok permasalahan yang diteliti lebih fokus pada masalah yang diteliti.

Contoh kalimat ruang lingkup:

Adapun ruang lingkup yang akan dibahas dalam penelitian ini dibatasi hanya pada masalah sistem informasi radiologi untuk rekanan yang mencakup poliklinik radiologi, pendaftaran, pemeriksaan, daftar ulang, hasil dibaca oleh dokter, hasil dibagikan berdasarkan pendaftaran.

  1. Bahasa dalam Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah pokok/inti  permasalahan yang akan kita bahasa atau pertanyaan-pertanyaan berupa pokok permasalahan yang akan dibahasa dalam karangan ilmiah. Oleh karena itu, kalimat yang akan kita buat dalam rumusan masalah adalah kalimat tanya (interrogative) Contoh bahasa dalam rumusan masalah:

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah,
penulis akan mengajukan rumusan masalah sebagai berikut:

1.      Bagaimana sistem pengolahan data informasi radiologi untuk medical check up yang
berjalan saat ini?

2.    Apakah sistem pengolahan data informasi radiologi medical check up yang berjalan saat ini sudah mampu berjalan efektif dan efisien?

3.   Bagaimana merancang sebuah sistem yang dapat mengolah data pasien radiologi dan dapat mengatasi kesalahan dalam pengolahan data hasil pemeriksaan agar dapat
menghasilkan informasi terintegrasi dan up date?

 

4.   Bahasa dalam Tujuan dan Manfaat Penelitian 

Tujuan penelitin adalah point-point yang hendak dicapai. Tujuan penelitian harus dinyatakan eksplisit, sejalan, dan selaras dengan permasalahan penelitian. Kalimat tujuan penelitian berupa pernyataan atau kalimat berita (declarative). Manfaat penelitian adalah hal-hal yang terjadi apabila tujuan tercapai. Berikut contoh kalimat dalam tujuan dan manfaat penelitian:

1.4 Tujuan dan Manfaat

1.4.1  Tujuan Penelitian

Berdasarkan  rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah

1.      Mengetahui
sistem pengolahan data informasi radiologi untuk medical check up yang berjalan saat ini.

2.   Mengetahui apakah sistem pengolahan data informasi radiologi untuk medical check up yang berjalan saat ini sudah mampu berjalan efektif dan efisien.

3.      Merancang sebuah sistem yang dapat mengolah data pasien radiologi dan dapat mengatasi kesalahan dalam pengolahan data hasil pemeriksaan agar dapat menghasilkan informasi terintegrasi dan up date.

1.4.2  Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dalam penulisan penelitian ini sebagai berikut:

1.  Memberikan solusi kepada perusahaan dalam mengelolah sistem informasi radiologi untuk medical check up.

2.      Mengusulkan sistem pengolahan data informasi radiologi untuk medical check up yang berjalan saat ini sudah mampu berjalan efektif dan efisien.

3.    Menciptakan sebuah sistem yang dapat mengolah data pasien radiologi yang dapat mengatasi kesalahan dalam pengolahan data hasil pemeriksaan yang terintegrasi dan up date.

B.  Bahasa dalam Landasan Teori

1.   Isi Landasan Teori

BAB II, landasan teori, berisi pendekatan-pendekatan atau teori-teori  yang relevan dengan judul dan rumusan masalah yang akan digunakan untuk mengupas, menganalisis, dan menjelaskan variabel yang akan kita teliti. Pendektan atau teori yang akan digunakan dikutip dari pendapat para ahli di bidangnya dari beberapa sumber bacaa yang telah teruji kebenarannya. Pendapat para ahli tersebut berfungsi untuk menguatkan argumentasi kita dalam menganalisis masalah yang kita kaji.

Dalam mengutip, masalah yang sering terjadi adalah ketika karangan hanya berisi kutipan dari beberapa pendapat yang dijadikan acuan. Meski secara eksplisit disampaikan bahwa teks yang ditulis tersebut merupakan kutipan dari berbagai sumber, tetapi yang mengkhawatirkan karya tersebut seperti karya seorang anak sekolah dasar yang diminta seorang guru untuk tugas membuat kliping dari majalah ataupun koran. Hal itu, disebabkan kutipan tersebut tidak diikuti oleh interpretasi penulis terhadap kutipan atau dengan kata lain penulis tidak mengomentari, menanggapi, atau menyinkronkan gagasan yang terdapat dalam kutipan dengan idenya sendiri.

Dari fenomena di atas, pada dasarnya kutipan adalah sebagai pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang yang terdapat dalam buku, majalah, surat kabar, skripsi, tesis, disertasi, maupun website di internet.

2.   Jenis-jenis Kutipan

Keraf (1994: 179) menggolongkan kutipan menjadi dua jenis, kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Menurut Suwarna (2012: 82) kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli. Adapun kutipan tidak langsung adalah pinjaman pendapat yang mengambil inti sarinya saja atau parafrase.

Dapat dikatakan bahwa  kutipan langsung dan kutipan tidak langsung memiliki karakteristik cara pengutipan yang berbeda. Kutipan langsung, secara utuh mengutip teks yang akan dijadikan rujukan, sedangkan kutipan tidak langsung hanya mengambil pokok pikiran atau inti  sarinya saja.

3.  Teknik Mengutip Berdasarkan Bentuknya

  •  Kutipan Langsung

Kutipan langsung memiliki dua pola penulisan yang ditentukan oleh banyaknya teks yang dikutip. Untuk kutipan langsung pendek (teks yang tidak lebih dari empat baris), maka langkah-langkah penulisannya mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Kutipan terinteggrasi dengan teks/ menyatu dalam teks;
  • Kutipan diawali dan diakhiri oleh tanda petik (‘’);
  • Jika teks uama ditulis dengan 1.5 atau 2 spasi, maka kutipan pun ditulis 1.5 atau 2 spasi;
  • Mencantumkan sumber referensi.

Berikut ini adalah contoh kutipan langsung pendek

Istilah database banyak memiliki definisi. Budi Raharjo (2011: 3) berpendapat, “Database diartikan sebagai kumpulan data yang terintegrasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan diakhiri secara cepat,”

Adapun kutipan langsung panjang (kutipan yang lebih dari empat baris) memiliki cara penulisan sebagai berikut:

  • Kutipan dipisahkan dari teks utama;
  • Kutipan tidak diwalali dengan tanda petik;
  • Tulisan ditulis satu spasi walaupun teks utama 1.5 atau 2 spasi.

Berikut ini contoh kutipan langsung panjang

Budi Raharjo (2011: 15) mengatakan bahwa secara umum, aplikasi database tersusun atas dua komponen, yaitu

Komponen database dan user-interface. Database adalah komponen yang berada di belakang layar, sering disebut sebagai back-end; sedangkan user-interface adalah komponen yang digunakan untuk menampilkan data ke hadapan user dan untuk memudahkan user dalam memanipulasi data yang terdapat di dalam database. User-interface sering disebut sebagai front-end.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengutipan langsung adalah bahwa ketika mengutip langsung, apapun yang terdapat dalam teks harus ditulis apa adanya walaupun dalam teks sumber tersebut terdapat kesalahan. Untuk menyiasatinyaagar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai mana yang salah, maka setelah kesahan tersebut ditandai tulisan [sic!].  perhatikan contoh di bawah ini:

Beberapa acara[sic!] yang dapat Anda pilih untuk menghidupkan server MySQL (dalam sistem operasi Microsoft Window), diantaranya dalah melalui service.

Atau

User-interface adalah komponen yang digunakan untuk menampilkan data kehadapan [sic!] user dan untuk memudahkan user dalam memanipulasi data yang terdapat di dalam database. User-interface sering disebut sebagai front-end.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam pengutipan langsung adalah teknik menghilangkan bagian yang tidak perlu.  Dalam kutipan seringkali gagasan yang ingin dikutip terletak di akhir atau bahkan di tengah.  Menulis semua teks tentunya akan mengganggu konsentrasi pembaca dan membuat halaman lebih banyak. Oleh karena itu, untuk menyiasatinya dengan memberikan titik elipsis atau tiga titik […] pada bagian yang dihilangkan.

  • Kutipan Tidak Langsung

Karakteristik kutipan tidak langsung berbeda dengan kutipan langsung. Hal ini dapat dilihat dari teknis penulisan sebagai berikut:

  • Terintegrasi dengan teks utama;
  • Tidak diapit oleh tanda kutip;
  • Teks kutipan sesuai dengan teks utama;
  • Mencantumkan sumber kutipan.

Untuk memahami teknis tersebut, perhatikan contoh berikut:

Sistem menurut  Jerry Fitzgrald dalam Lilis Puspitawati dan Sri Dewi (2011: 2) adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Jika dibandingkan dengan kutipan langsung, maka terlihat perbedaannya sebagai berikut.

Jerry Fitzgrald dalam Lilis Puspitawati dan Sri Dewi (2011: 2) menagatakan bahwa “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.”

4.  Teknik Mengutip Berdasarkan Penulisan Sumbernya

Baik kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung, keduanya harus disertai dengan sumber rujukannya. Dalam mencantumkan sumber rujukan terdapat dua variasi, yaitu catatan tubuh (body note atau innote) dan catatan kaki (foot note). Pencantuman sumber kutipan pada sebuah tulisan bertujuan untuk membedakan antara gagasan penulis dengan gagasan orang lain. Selain itu, menurut Keraf (1994: 194) penyampaian sumber rujukan berfungsi untuk menyusun pembuktiaan atau menyatakan utang budi, sedangkan untuk catatan kaki dapat dijadikan sebagai keterangan tambahan ataupun untuk merujuk bagian lain dari teks.

  • Catatan dalam Tubuh (Innote/Body Note)

Dalam body note terdiri dari tiga unsur, yaitu nama pengarang, tahun terbit, dan halaman. Untuk nama pengarang cukup ditulis nama akhirnya saja dan ditulis tanpa gelar. Untuk tahun terbit yang ditulis adalah tahun terbit yang ada pada katalog buku yang lazim ada pada awal sebuah buku. Adapun halaman yang ditulis adalah halaman teks yang kita jadikan rujukan bukan halaman karangan kita sendiri.

Cara penulisan body note selalu menggunakan tanda kurung dan tahun serta halaman yang dipisah dengan titik dua. Sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan. Jika ditulis sebelum teks kutipan, nama akhir pengarang masuk ke dalam teks, diikuti dengan tahun terbitan di antara tanda kurung. Jika ditulis sesudah teks kutipan, rujukan ditulis di antara tanda kurung, dimulai dengan nama akhir, titik tahun terbit titik dua diakhiri halaman. Perhatikan contoh berikut:

Agus Sujanto (1993: 143) mengatakan bahwa di dalam dunia pendidikan pembinaan akhlak dititikberatkan pada pembentukan mental anak agar tidak mengalami ‘juvenile deliquency’ karena pembinaan akhlak berarti juga anak dituntut agar belajar bertanggung jawab.
Selanjutnya, pendidikan agama dalam keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian anak dan akan menjadi kenangan hidupnya (Zuhairini dkk., 1993: 32).

 Penulisan body note berasal dari dua buku dengan nama dan tahun yang sama sebagai berikut:

Menurut Abbas Salim (1994a: 2) pengertian pelayaran niaga adalah usaha jasa dalam bidang penyediaan ruangan pada angkutan air atau angkatan laut untuk kepentingan mengangkut muatan
penumpang dan barang dagangan dari satu tempat ke tempat yang lain. Usaha pelayaran niaga dalam bahasa Inggris disebut shipping businnes atau commercial company, sedangkan perusahaan pelayaran yang mengusahakan kapal disebut shipping company. Pada sumber lain, Abbas Salim (1994b: 90) berpendapat bahwa fungsi angkutan laut ialah pengoperasian pelayaran dalam negeri dan luar negeri dengan menaikkan kualitas pelayanan jasa-jasa angkutan….

 

  •  Catatan Kaki (Foot Note)

Catatan kaki sering  digunakan dalam tugas-tugas perkuliahan seperti pembuatan makalah, skripsi, tesis, maupun disertasi.  Pencatuman catatan kaki pada karya ilmiah sebagai pendukung keabsahan pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain. Perhatikan unsur-unsur yang terdapat pada catatan kaki :

1.  Nomor penunjuk

Nomor penunjuk diletakkan di awal dengan bentuk angka arab yang menggantung di atas dan berurutan secara berkesinambungan, dalam perurutan ini ada dua cara, ada yang mengabaikan bab sehingga nomor penunjuk berurutan dari bab I sampai bab terakhir. Ada pula yang nomor penunjukknya setiap berganti bab dimulai dari nomor satu.

2.  Nama pengarang

  • Nama pengarang ditulis seperti biasa tidak dibalik dan gelar tidak dicantumkan.

3.  Judul karangan

Judul jika bersumber dari buku, maka judul dicetak miring dan jika judul bersumber dari majalah, koran, internet maka diapit dengan tanda petik (“).

4.  Data kepustakaan

Data kepustakaan meliputi kota terbit, penerbit dan tahun terbit.

5.  Halaman

Halaman ditulis di akhir catatan kaki. Ada yang menyingkat halaman ini dengan hal. atau hlm. yang  kemudian diikuti halaman referensi yang dirujuk. Stelah itu, diakhiri oleh tanda titik

Catatan kaki dicantumkan pada kaki halaman karangan atau di setiap akhir bab karangan. Jika menggunakan komputer tekanlah tombol insert-reference lalu pilihlah footnote/endnote. Gunakan alinea menjorok, penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggunakan angka Arab (1,2, dst.) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit, beri spasi tanpa memberikan tanda baca apapun.

Penyusunan catatan kaki dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1 Nama Penulis, Judul Buku, (Tempat: Penerbit, Tahun), halaman..

2Nama Penulis, “Judul Artikel”, Nama Surat Kabar, Tanggal, Bulan, danTahun, Halaman.

Nama Penulis, “Judul Artikel”, Nama Majalah, Edisi/Nommor, Halaman, tempat.

4Nama Penulis, “Judul Artikel”, Nama Antologi dan Penulis (Tempat: Penerbit, Tahun), Halaman.

Nama Penulis, “Judul Laporan Tugas Akhir”, (Tempat: Nama Perguruan Tinggi, Tahun), Halaman.

Nama Penulis, :Judul Skripsi/Tesisi/Disertasi”, (Tempat: Nama Perguruan Tinggi, Tahun), Halaman.

Nama Penulis, “Judul Artikel”, Alamat Website Internet.

Dalam catatan kaki, seringkali kita tidak hanya mengutip sekali dari satu sumber bacaan, tetapi bisa dua, tiga, atau lebih mengambil dari sumber bacaan tersebut. Cara praktis yang dapat kita terapkan adalah pencantuman catatan kaki singkat. Adapun tiga istilah dalam catatan kaki singkat, yaitu

  • Ibid.

Ibid. singkatan dari ibidem yang artinya pada tempat yang sama atau sama dengan di atas. Penulisan ibid. dilakukan jika kutipan yang telah dikutip berasal dari sumber rujukan yang sama tanpa dijeda oleh kutipan lain. Perhatikan contoh berikut ini:

Pembelajaran kooperatif menurut Slavin dalah salah satu metode pengajaran di mana siswa bekerja di dalam kelompok-kelompok kecil sehingga mereka saling membantu antara satu dengan yang lainnya dalam mempelajari suatu poko bahasan.1 Selanjutnya Slavin menyatakan bahwa kelompok tersebut memiliki latar yang heterogen.2

 Maka dalam catatan kaki akan tertulis seperti:

_________________

1Isjoni, Cooperative Learning (USA: A Simon & Schuster Company, 1995) hlm. 2

2 Ibid. hlm. 5

  • Op. cit.

op.cit. singkatan dari opere citati yang memiliki arti pada karya yang telah dikutip. op.cit. dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi halaman berbeda dan telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Penulisannya : nama penulis, op.cit., hlm.

  • Loc. cit.

loc.cit. adalah singkatan dari loco citati, artinya tempat yang telah dikutip. Loc.cit. digunakan untuk pencantuman sumber bacaan yang sama, tetapi sudah diselingi oleh sumber bacaan yang lain. Cara penulisannya: nama penulis, loc.cit. (tanpa nomor halaman)

perhatikan contoh berikut:

__________________

1Slavin, Cooperative Learning Efektifitas Pembelajaran kelompok, (Bandung: Alfabeta, 2009) hlm. 17

2 Kiranawati, “Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)” diunduh dari http://gurupkn.worpress.com pada tanggal 10 Januari 200.

3 Isjoni, op.cit., hlm. 19

4 Kiranawati, loc.cit.

5.  Kiat-kiat Mengutip

Karangan yang baik adalah ketika seorang penulis mengutip suatu pendapat ahli mengenai suatu hal kemudian kutipan tersebut diinterpretasikan berdasarkan  cara pandangnya. Dengan demikian, seperti ada semacam dialog intelektual antar sumber rujukan dengan penulis. Berikut kiat-kiat dalam mengutip:

1.  Menerangkan Kutipan (Deskripsi)

Dalam menerangkan kutipan, penulis dituntut untuk membahas kembali kutipan yang telah ia kutip dengan pandangannya atau dengan mengaitkan antara kutipan dengan pembahasan yang dibahasnya. Perhatikan contoh berikut:

 Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005: 1), memberikan pengertian memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. Dari pendapat ini, jelas bahwa bahasa merupakan alat komunikasi primer yang ditandai dengan bunyi dan itu hanya dihasilkan oleh alat ucap manusia, bukan hewan. Adapun bunyi itu bersifat arbitrer. Artinya, tidak ada hubungan antara bahasa dengan benda yang disimbolkannya.

 2.  Memperkuat Gagasan dengan Kutipan (Argumentasi)

Kutipan diletakan setelah pendapat penulis untuk memperkuat gagasan sehingga kutipan tersebut seakan-akan menjadi dalil pembenaran atas pendapat penulis.

Contoh :

Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Manusia akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi tanpa adanya bahasa. Dapat dilihat bagi mereka yang tunarungu dan wicara. Mereka hanya bisa menggerakkan tangan untuk memberikan bahasanya. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan alat primer untuk berkomunikasi. Hal ini, senada dengan pendapat Keraf dalam Smarapradhipa (2005: 1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer

 3.  Menyimpulkan Beberapa Kutipan (Sintesis)

Syarat utamanya adalah kutipan-kutipan tersebut harus satu konsep atau sederajat. Hal ini terjadi pada penjabaran mengenai definisi yang biasanya tidak cukup dengan satu kutipan.

Contoh:

 Pengertian bahasa menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005: 1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. Adapun menurut Santosa (1990: 1), bahasa adalah “Rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar. Dari sini dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat dengan menggunakan alat ucap manusia yang dilakukan secara sadar dengan simbol-simbol yang bersifat arbitrer.

 4.  Membandingkan Beberapa Kutipan

Syarat utamanya adalah kutipan-kutipan tersebut harus satu konsep atau sederajat. Yang dibandingkan adalah persamaan dan perbedaan yang ada antara satu kutipan dengan kutipan lain.

Contoh:

Pengertian bahasa menurut Santoso (1990: 1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar. Hal ini sedikit berbeda dengan yang disampaikan oleh Wibowo (2001: 3), yang menyampaikan definisi bahasa sebagai sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusi untuk melahirkan perasaan da pikiran.

Pendapat Wibowo senada dengan Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1) yang memberikan dua pengertianBahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. Adapun menurut Santosa (1990: 1), bahasa adalah “Rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.

Leave a Reply