Pertemuan 1

bukuMAKALAH

A. Pengertian Makalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2000), makalah adalah (1) tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan sering disusun untuk diterbitkan; atau (2) karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi. Menurut Parera (1982) seperti dikutip dalam Syihabudin (2006), makalah adalah karya tulis yang memerlukan studi baik secara langsung seperti melalui observasi lapangan, maupun tidak langsung (studi kepustakaan).
Makalah memuat dang mengkaji suatu masalah dengan menggunakan kaidah keilmiahan, metode ilmiah, bahasa baku dan tata tulis ilmiah, dan bersifat objektif-sistematis-lugas-jelas-konsisten-logis-empiris (berdasarkan fakta). Menurut Finoza dalam Alamsyah (2008), seperti tulisan ilmiah lainnya (skripsi, tesis, disertasi), penulisan makalah harus mengikuti aturan baku (formal) dan memiliki sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Akan tetapi, berbeda dengan tulisan ilmiah lainnya, makalah tidak harus selalu ditujukan kepada kalangan akademisi tertentu.

B. Karakteristik

Makalah memiliki karakteristik tersendiri, penyusunan dan penyajian makalah didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah yang didahului oleh studi pustaka dan lapangan (Azwardi, 2008: 4). Masalah dan topik dibahasa dan disajikan berdasarkan data di lapangan. Data yang digunakan tersebut bersifat empiris dan objektif. Pembahasan dipaparkan secara ilmiah, logis, dan sistematis kepada para pembaca dengan menggunakan metode penulisan yang baik dan benar guna mencari jawaban mengenai sesuatu dan guna membuktikan kebenaran sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Oleh karena itu, melalui makalah kemampuan mahasiswa dalam memahami isi dari berbagai sumber yang digunakan serta kemampuan dalam merangkai berbagai sumber informasi sebagai satu kesatuan sintesis yang utuh dapat diperlihatkan.
Ruang lingkup makalah umumnya berkisar pada cakupan permasalahan dalam suatu bidang ilmu. Tema yang diangkat seputar hal-hal baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Jika sudah pernah ditulis dengan tema yang sama oleh orang lain, tujuannya sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Upaya ini disebut penelitian lanjutan.

C. Jenis-jenis Makalah

Berdasarkan jenisnya, makalah terdiri atas tiga jenis :

1. Makalah Studi
Makalah studi adalah makalah yang bersumber dari hasil penelitian yang ditujukan bagi siswa atau mahasiswa sebagai tugas pada mata kuliah yang dipelajari. Panjang makalah ini minimal 15 halaman. Makalah ilmiah ditulis sebagai suatu sarana pemecahan masalah secara ilmiah. Peneliti mengumpulkan bahan-bahan, lalu diolah kembali dengan analisis, sintesis, dan interpretasi yang baru. Selain itu, ada pula makalah studi yang dibangun berdasarkan pengetahuan baru dan menjadi informasi bagi setiap orang. Sebelumnya penulis mencari informasi-informasi yang diolahnya kembali dengan analisis, sintesis, dan interpretasi yang baru, diikuti dengan pengumpulan data empiris di lapangan.
Ada dua macam makalah studi menurut pendekatannya, yaitu makalah yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Makalah studi yang menggunakan pendekatan kuantitatif ditulis menurut pendekatan deduktif-induktif. Dalam pendekatan ini, secara deduktif penulis merumuskan dugaan-dugaan sementara (hipotesis) setelah didukung oleh penelitian praktis, yaitu pada saat melaksanakan kajian pustaka. Hipotesis melibatkan variabel-variabel yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Hipotesis itu lalu diuji secara empiris dengan bantuan prosedur statisti.
Makalah studi dengan pendekatan kualitatif digunakan terutama untuk memahami persoalan sosial dengam membangun gambaran keadaan kompleks dan holistik dalam bentuk narasi. Di dalam narasi, pandangan responden dilaporkan dengan rinci. Demikian pula latar alamiah tempat data diperoleh. Makalah studi kualitatif dikembangkan secara induktif.

2. Makalah Kerja
Makalah kerja adalah makalah yang disusun untuk dibentangkan dalam suatu seminar atau lokakarya.makalah kerja menurut pendekatannya terdiri atas makalah kuantitatif dan kualitatif. Perbedaannya dengan makalah studi terletak pada tujuann penulis. Jika dibuat untuk kepentingan studi atau akademik, karya ilmiah termasuk ke kategori makalah studi, tetapi jika ditujukan sebagai bahan untuk diskusi dalam suatu forum, karya ilmiah dikategorikan makalah kerja.
Makalah kerja yang telah didiskusikan dapat menjadi artikel ilmiah jika dipublikasikan di dalam media cetak. Demikian juga makalah studi dapat dikatakan sebagai artikel ilmiah setelah dilakukan perubahan sesuai dengan format artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah.

3. Makalah Kajian
Makalah kajian atau makalah kritis adalah makalah yang disusun untuk memecahkan masalah yang kontroversial, bukan untuk dibicarakan dalam seminar. Makalah ini disebut kontroversial karena makalah ini mengkritisi atau mengevaluasi sebuah karya. Tidak selamanya pencipta karya dan pendukungnya dapat menerima evaluasi yang kurang menyenangkan. Oleh karena itu, untuk menghindari kontroversi yang tidak sehat ini penulis harus jujur secara intelektual, menghindari ungkapan-ungkapan yang emosional, tidak menyampaikan informasi yang kurang diyakininya. Umumnya makalah ini dimuat di media massa sehingga istilah makalah ini juga dikenal dengan istilah artikel ilmiah populer.

D. Sistematika

Secara garis besar, sistematika penulisan makalah terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi (batang tubuh), dan penutup. Pendahuluan memuat persoalan yang akan dibahas meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penulisan.Bagian isi memuat kemampuan penulis untuk menjawab masalah penelitian. Bagian isi boleh terdiri atas lebih dari satu bagian sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Bagian penutup memuat kesimpulan sebagai pemaknaan penulis terhadap diskusi atau pembahasan masalah berdasarkan kriteria dan sumber-sumber literatur atau data lapangan. Simpulan mengacu pada hasil pembahasan permasalahan bukan hasil ringkasan isi makalah. Bagian-bagian makalah yang disemiarkan dapat berupa makalah hasil penelitian dan makalah bukan hasil penelitian (konseptual).

Berikut adalah sistematika hasil penelitian :

  1. Judul :  mencerminkan isi, menunjukkan fokus serta permasalahan pokok masalah. Judul yang terlalu panjang dapat dipecah menjadi judul utama dan subjudul.
  2. Kata Pengantar : berisi tentang sekilas latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ucapan terima kasih, ungkapan harapan penulis, dan sebagainya.
  3. Daftar Isi : memuat daftar judul dan subjudul beserta halamannya. Fungsinya memudahkan pembaca mencari bagian yang akan dibacanya.
  4. Abstrak : intisari makalah yang ditulis 150-200 kata dalam satu paragraf dan berjarak spasi satu. Tujuan penulisan abstrak untuk menarik minat pembaca terhadap isi makalah dan menjadi putusan bagi pembaca apakah akan membaca lebih lanjut seluruh makalah atau tidak. Umumnya abstrak terdiri atas latar belakang, tujuan, metode, hasil dan simpulan (Kaludjernih, 2010).
  5. Pendahuluan : berisi tentang latar belakang penulisan makalah, rumusan, dan tujuan. Dalam bagian ini, penulis perlu menunjukkan pentingnya masalah atau topik makalah dibahas sehingga menimbulkan masalah. Selain itu, pada akhir pendahuluan dikemukan tujun penulisan yang mengarah pada kegiatan yang harus dilakukan selanjutnya dalam menulis makalah atau memberi informasi mengenai hal-hal yang disampaikan dalam makalah (Nasucha dkk, 2009).
  6. Kajian Literatur : berisi kutipan (langsung atau tidak langsung) mengenai teori-teori yang relevan dengan topik makalah dan kajian atas penelitian yang terdahulu yang serupa.
  7. Metode: apabila makalah merupakan hasil penelitian di lapangan diperlukan bagian metode untuk menjelaskan prosedur pelaksanaan penelitian. Prosedur tersebut diuraikan secara rinci, seperti siapa subjek atau responden penelitian, kapan waktu dan di mana penelitian dilakukan, serta bagaimana mengumpulkan dan menganalisis datanya.
  8. Hasil dan Analisis : bagian ini merupakan inti makalah. Hasil atau temuan dapat dikemukakan dalam bagian tersendiri, terpisah dari analisis. Hasil berisi jawaban atas masalah-masalah penelitian. Untuk memperkuat analisis digunakan teori, data, pandangan ahli, dan hasil penelitian terdahulu.
  9. Simpulan dan Saran
  10. Daftar Rujukan/Acuan : sumber-sumber tulisan yang diacu dalam makalah ditulis di dalam daftar pustaka sesuai dengan gaya yang te;ah ditetapkan.
  11. Lampiran (jika ada)
E. Tahap Penyusunan Makalah

Penulisan makalah melalui tahap-tahap berikut:

  1. Memilih topik : topik ditentukan yang tidak luas dan tidak pula sempit, akan menuntun penulis untuk fokus. Sebagai contoh topik tentang mahasiswa (masih luas/ sangat umum). Jika tujuan penulisan memberi gambaran umum, topik tersebut sudah tepat. Namun, jika tujuannya menganalisis, topik itu perlu dipersempit menjadi mahasiswa berprestasi.
  2. Menentukan tujuan
  3. Membuat kerangka (outline)
    Tujuannya meletakan ide-ide tentang topik dalam format yang terorganisasi.

 

Leave a Reply