All posts by ulfah hidayatika 93780

Essay: Assignment 13

Instructions

Anda sudah diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai tata cara penulisan karya ilmiah dan dapat membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis non-ilmiah

Anda diharapkan juga nantinya memiliki kemampuan dan kemauan menulis dan menulis karya ilmiah. Untuk itu sudah siapkah Anda memulai menulis sesuatu dalam bentuk tulisan ragam ilmiah? (Dengan mengambil topik dan tema yang Anda sukai dan Anda kuasai, dalam bentuk jurnal, makalah, artikel dll).

Jawablah pertanyaan berikut ini :

  • Apakah Anda siap menulis? Jika jawaban Anda “SIAP” kapan Anda akan memulainya? Begitu juga jika Anda menjawab  “Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap? Buatlah jawaban dan postingkan di iMe (perlu kejujuran dan komitmen dari diri sendiri untuk menjawab pertanyaan ini). Postingan Anda di iMe akan menjadi “Saksi Hidup” akan keberhasilan Anda dalam menyelesaikan studi melalui perkuliahan kelas iLearningPlus ini.

Keterangan :

Saya sudah menyelesaikan Tugas 13

Status :

Tercapai 100 %

Bukti :

Saya “SIAP” untuk menulis, karena sudah mempelajari materi-materi yang di berikan.

Essay: Tugas 12

Instructions

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Keterangan :

Saya sudah menyelesaikan Tugas 12

Status :

Tercapai 100 %

Bukti :

1. Teknologi Informatika dan komputer

Judul : MAKALAH PENGANTAR TELEMATIKA TEKNOLOGI INFORMATIKA

Penulis : FIRZA ALFI, KHOLIDAH NASTA’IN, JAMALUDDIN NASUTION, JAKA SATRIA, JULIO CAESAR

Sumber : http://nastaui.blogspot.co.id/2015/10/makalah-teknologi-informatika-softskill.html

2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi

Judul : BAHASA INDONESIA SEBAGAI MATAKUIAH WAJIB DI PERGURUAN TINGGI

Penulis : LINDAWATI

Sumber : http://lindawati11083.blogspot.co.id/2013/11/bahasa-indonesia-sebagai-matakuiah.html

3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Judul : PENTINGNYA BUDAYA MENULIS BAGI MAHASISWA

Penulis : RAHMI RUSNAF

Sumber : http://rahmirusnaf0.blogspot.co.id/2015/02/makalah-pentingnya-budaya-menulis-bagi.html

Essay: Tugas 10

1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

Penalaran adalah proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk dari suatu kegiatan pengamatan untuk menuju suatu kesimpulan yang sistematik dan logis. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman atau pendapat para ahli (otoritas).

2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan

Tujuan dari penalaran ialah seseorang dapat menemukan sebuah kebenaran atau fakta, penalaran sendiri bertolak dengan ilmu pengetahuan yang telah kita miliki dimana kita memang tau sesuatu yang benar dan yang salah. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.

3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

Premis umum : Berupa pernyataan yang menyatakan sebuah kelompok atau kumpulan tertentu yang memiliki ciri atau sifat tertentu.
Premis khusus : Berupa pernyataan yang menyatakan salah satu anggota dari suatu kelompok tersebut.
Kesimpulan : Kesimpulan yang menyatakan bahwa salah satu anggota kelompok memiliki ciri atau sifat pada kelompok tersebut.

1. Silogisme kategorial

Silogisme kategorial yaitu silogisme yang premis mayornya berupa kategorial dan menjadi predikat. Sedangkan premis minornya menjadi subjek.

Contoh :

  • Semua calon mahasiswa iLearning mengikuti pelatihan iPad.
  • Dila mahasiswa iLearning.
  • Dila mengikuti pelatihan iPad.

2. Silogisme Hipotetik

Silogisme Hipotetik yaitu silogisme yang premis mayornya berupa argument atau pendapat.

Contoh:

  • Saya akan membeli laptop baru jika punya uang.
  • Saya memiliki uang banyak.
  • Saya membeli laptop.

3. Silogisme alternative

Silogisme alternative yaitu silogisme yang premis umumnya merupakan sebuah pilihan.

Contoh:

  • Dila menggunakan mobil atau jalan kaki.
  • Dila menggunakan mobil.
  • Dila tidak berjalan kaki.

4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

1. Penalaran Metode Deduktif adalah metode cara berfikir yang di mulai dari menarik kesimpulan dari hal yang umum yang mengarah kepada kesimpulan yang khusus dengan cara menghubungkan data-datanya.

Contoh :

  • Semua mahluk hidup adalah ciptaan Tuhan
  • Manusia adalah mahluk hidup
  • Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan.

2. Penalaran induktif adalah peristiwa-peristiwa khusus yang menuju pada suatu kesimpulan umum berdasarkan dengan hal-hal khusus yang ada sebelumnya.

Contoh :

  • Kerbau punya mata.
  • Kucing punya mata.
  • Setiap hewan punya mata.

5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

1. Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing – masing.

2. Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.

Essay: Tugas 9

I. Berikan penjelasan Anda

1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?

Tema adalah sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.

2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?

Topik adalah pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.

3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

Judul adalah nama yang dipakai untuk nama buku atau bab dalam buku yang dapay menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku dalam bab itu.

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer

Tema : T.I dan Komputer

Topik : Apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Judul : Audit Teknologi Infomasi

2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan

Tema : Pendidikan

Topik : Melalui kompetensi yang dimiliki guru maka kualitas pendidikan akan terlihat dari hasil prestasi peserta didik, sehingga memudahkan untuk mengajak bekerja sama dengan orang tua, dan juga pemerintah minimal pemerintahan setempat mengingat ketika satu sekolah mampu mencetak peserta didik yang memiliki kualitas maka sekolah itu akan favorit di masyarakat, di sini menujukan bahwa prestasi kerja guru dan kepiawaian guru dalam pendidik sangat berpengaruh untuk menumbuhkan kepercayaan baik dari pemerintah, masyarakat serta di dalam intern sekolah.

Judul : Pelayanan Pendidikan yang Berkualitas Dapat Mengembangkan Potensi Peserta Didik Secara Maksimal

3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan

Tema : Kesehatan

Topik : Bahwa orang yang melihat bunga di rumah, terutama di pagi hari, akan mengalami peningkatan energi yang lebih tinggi ketimbang pada siang hari. Sifat ‘menenangkan’ menatap keindahan bunga akan membantu orang untuk merevitalisasi. Dan kita akan selalu bersemangat sepanjang hari.

Judul : Manfaat menaruh bunga dalam rumah

4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup

Tema : Apakah sebab-sebab terjadinya banjir dan bagaimanakah cara mengatasi akibat banjir tersebut.

Topik :  Banjir di Bandung Selatan.

Judul : Penanggulangan Akibat Banjir di Bandung Selatan.

5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum

Tema : Hukum

Topik : Hukum yang ada di Indonesia lebih dari cukup, tapi mengapa banyak yang tidak dijalankan? Apakah karena pasal-pasalnya tidak realistis? Kekurangan aparat penegak hukum? Tidak adanya teladan dari pemimpun? Bagaimana negara-negara lain menerapkan hukum yang dibuatnya?

Judul : Bagaimana membuat hukum dipatuhi dan dijalankan

6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial

Tema :  Sosial

Topik : Bagaimana keadaan fasilitas umum di lingkungan anda? Apakah dalam keadaan baik atau rusak? Apa yang anda lakukan jika melihat fasilitas umum dalam keadaan rusak?

Judul : Rusaknya atau buruknya fasilitas umum

7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Tema : Ekonomi

Topik :Apa seharusnya strategi dari masing-masing daerah ? Apa keunggulan suatu daerah yang tak dimiliki daerah lain ?

Judul : Strategi Memacu Pertumbuhan Ekonomi Suatu Daerah

Essay: Tugas 8

1. FRASE

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).

Frasa dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Frasa menurut distribusi unsur pembentuknya.
  2. Frasa menurut kedudukan unsur-unsurnya.
  3. Frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusat.

1. Distribusi unsur pembentuknya
Frasa menurut distribusi unsur pembentuknya ada 2 macam, yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris. Frasa endosentris terdapat 3 macam, yaitu : koordinatif, atributif, dan apositif. Frasa Eksosentri terdapat 2 macam, yaitu : proposional dan nondirektif

Frasa endosentris

1. Frasa endosentris koordinatif : frasa endosentris yang terdiri atas konstituen-konstituen yang setara. Kesetaraannya dapat dibuktikan dengan adanya kemungkinan konstituen itu dihubungkan dengan penghubung dan /atau.

contoh : Laki-laki dan permpuan itu berjalan di jalan

2. Frasa endosentris atributif : frasa endosentris yang terdiri atas konstituen-konstituen tidak setara. Konstituen-konstituen itu tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung danatau atau.
contoh : Gadis manisitu berjalan di jalan.

3. Frasa endosentris apositif : frasa yang mirip dengan frasa endosentris koordinatif dalam masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan.
contoh : Andi, laki-laki berjilbabitu berjalan di jalan.

Frasa eksosentris

Frasa eksosentris : frasa yang jika salah satu komponennya dihilangkan, akan menyebabkan frasa tersebut tidak baik

  • Budi makan di.
  • Budi makan dapur.

1. Frasa eksosentris proporsional : komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke,dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina.
contoh : Avin pergi ke pasar.

2. Frasa eksosentris nondirektif : frasa eksosentris yang konstituen perangkainya berupa artikula, sedangkan konstituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva.
contoh : Para hadirindipersilahkan untuk memakan hidangan yang telah disediakan.

2. Kedudukan unsur-unsurnya
Frasa menurut kedudukan unsur-unsurnya dibedakan menjadi 2, yaitu setara dan bertingkat.

1. Setara

– Kata benda – kata benda.
– Kata sifat – kata sifat.
– Kata kerja – kata kerja.
contoh :
=> Kata benda – kata benda :
– Hutan pinus.
– meja kayu.
– Sandal karet.
– Air sungai.
– dll
=> Kata sifat – kata sifat :
– Cantik jelita.
– Tumbuh kembang.
– Putih bersih.
– Terang benderang.
– dll
=> Kata kerja – kata kerja :
– Maju mundur.
– Maju jalan.
– Naik turun.
– Jatuh bangun.
– dll

2. Bertingkat

– Kata benda – kata kerja.
– Kata benda – kata sifat.
– Kata kerja – kata sifat.
contoh :
=> Kata benda – kata kerja :
– Gunung meletus.
– Bunga mekar.
– Jalan kaki.
– dll
=> Kata benda – kata sifat :
– Meja kotak.
– Kaca bersih.
– Kursi besar.
– dll
=> Kata kerja – kata sifat :
– Duduk manis.
– Jalan cepat.
– Lari kecil.
– dll

3. Kategori kata yang menjadi unsur pusat
Frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusat terdapat 7 macam, yaitu :

  1. Frasa nominal (kata benda).
  2. Frasa verbal (kata kerja).
  3. Frasa bilangan (numeral).
  4. Frasa adjektiva (kata sifat).
  5. Frasa preposisi (kata depan).
  6. Frasa adverbial (keterangan).
  7. Frasa pronominal (kata ganti).

contoh :

  1. Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
  2. Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santaikarena masih mengantuk.
  3. Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
  4. Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
  5. Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
  6. Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
  7. Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.

2. KLAUSA

Klausa adalah kelompok kat yang memiliki unsur subjek dan predikat. Beriku beberapa contoh klausa :

  1. Budi sedang sibuk
  2. Budi sedang mengantuk

3. ISTILAH

Istilah ialah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat khas dalam bidang tertentu.

Contohnya ; Para siswa sekolah jurusan komputer umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi tentang pembelajaran Teknologi informasi dan komunikasi.

4. POLISEMI

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh ;

  • Kemarin sore wanita itu tergelincir dari anak tangga. (anak tangga berarti tangga)
  • Kapal itu memiliki cukup banyak anak buah kapal. (anak buah kapal berarti ABK)
 5. SINONIM
Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh ;
Gembira = Senang
Hari ini Shinta terlihat gembira.
Hari ini Shinta terlihat senang.
6. HIPONIM

Hiponim adalah kata atau frase yang terdapat di dalam cakupan hipernim. Cakupan dari hiponim dapat dikatakan lebih sempit dan objektif. Seperti misalnya kata “apel, jeruk, anggur, semangka”, kata-kata tersebut memiliki hipernim “Buah” yang artinya semuah kata apel, jeruk, anggur dan semangka merupakan bagian dari buah. Dengan kata lain, jika hipernim adalah kata yang mewakili berarti hiponim adalah kata atau frase yang terwakili.

Contoh ;

  • kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan

7. MAJAS

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Macam – macam majas

Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan maupun kelompok.

Majas terdiri atas ;

  • Majas Perbandingan
  • Majas Pertentangan
  • Majas Sindiran
  • Majas Penegasan.
8. homofon dan homograf

Homofon

Istilah homofon berasal dari kata homo yang berarti ‘sama’ dan foni yang berarti ‘bunyi’ atau ‘suara’. Sehingga jika merujuk pada pengertian etimologinya, maka homofon didefinisikan sebagai kata atau istilah yang memiliki pelafalan yang sama namun, ejaan (cara penulisan) serta arti yang terkandung di dalamnya berbeda. KBBI juga mengartikan istilah homofon serupa, yakni sebagai kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya.

Contoh;

  1. Bank (lembaga keuangan) – Bang (panggilan kakak laki – laki)
  • Ayah menabung di bank.
  • Pagi tadi aku berangkat diantar oleh ayah karena bank tempat ayah bekerja sejalur dengan sekolahku.
  • Salah satu faktor yang menyebabkan pertanian on farm  sulit berkembang karena sulitnya petani mendapatkan pinjaman modal dari lembaga keuangan seperti bank.

Homograf

Istilah homograf berasal dari kata homo yang berarti ‘sama’ dan graf atau graph yang berarti ‘tulisan’. Sehingga secara etimologi, istilah homograf dapat diartikan sebagai kata atau istilah yang memiliki cara penulisan atau ejaan sama namun berbeda pengucapan atau pelafalannya.

contoh;

  1. Apel
  • Ibu membeli apel dua kilogram sebagai oleh – oleh ketika berkunjung ke rumah bibi. (buah)
  • Apel anak asrama PPKU Institut Pertanian Bogor dimulai tepat pukul 06.00 WIB. (upacara)

Essay: Tugas 6

  1. Paragraf deduktif

Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf ini diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus.

Contoh :

Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Kota Jakarta. Kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain. Pertama, jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan. Kedua, Kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna jalan raya. Ketiga, Kemunculan tempat-tempat yang menganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Yang terakhir, Ketidak tegasna aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggar lalu lintas.

2. Paragraf Induktif

Kalimat utama Paragraf induktf terletak pada bagian akhir Paragraf. Paragraf ini diawali dengan kalimat-kalimat penjelas yang berupa fakta, contoh-contoh, rincian khusus maupun  bukti-bukti yang kemudia disimpulkan atau digeneralisasikan ke dalam satu kalimat pada akhir Paragraf. Paragraf Induktif dikembangkan dari pola khusus ke umum.

Contoh :

Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra karenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyaknya pikiran yang mengagngu. Itulah mengapa dikatakan belajar di waktu tua seperti melukis di atas air.

3. Paragraf Pengembang

  1. Berdasarkan Tehnik :

1.Secara Alamiah

Dalam teknik ini penulis sekedar menggunakan pola yang sudah ada pada objek/kejadian yang dibicarakan. Susunan logis ini mengenal dua macam urutan, yaitu:

2.Urutan ruang (spasial)

Membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah ruang. Misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari luar ke dalam, dari bawah ke atas, dari kanan ke kiri dan sebagainya.

Contoh:

Fasilitas produksi pabrik itu berada pada lokasi yang strategis. Sekitar dua kilometer di sebelah barat adalah gudang milik pemasok bahan baku. Di sebelah timur, terdapat aliran sungai bersih yang menjadi sumber air untuk proses pengolahan. Dan yang terpenting, akses menuju jalan tol yang berada sekitar dua kilometer di sebelah selatan pabrik.

3.Urutan waktu (kronologis)

Menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan, atau tindakan.

Contoh:

Menurut prasasti Calcuta, Airlangga adalah putra Udayana dengan putri Mahendradatta. Pada tahun 1016 Airlangga datang ke Jawa untuk melangsungkan perkawinannya dengan putri Dharmawangsa, namun pada saat itu Kerajaan Dharmawangsa diserang oleh Kerajaan Wurawari. Pada tahun 1041 Airlangga mengundurkan diri sebagai raja, kemudian atas saran Empu Bharada kerajaan dibagi menjadi dua yaitu Janggala dan Panjalu. Pada tahun 1049 Airlangga wafat dan di makamkan di Tirtha (Candi Belahan) yang diwujudkan dalam bentuk arca Wisnu yang sedang menaiki Garuda.

4.Klimaks dan Antiklimaks

Gagasan utama mula-mula dirinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga gagasan yang paling tinggi kedudukan/kepentingannya.

Contoh:

Akhir-akhir ini banyak terjadi perampokan di berbagai tempat di Jakarta terutama pada toko swalayan seperti indomaret maupun alfamart. Dari kejadian perampokan tersebut pihak toko sangatlah merugi. Tetapi mulai sekarang pada setiap tempat maupun toko yang menurutnya rawan perampokan akan diberi petugas keamanaan seperti satpam.

5.Umum – Khusus & Khusus – Umum (deduktif & induktif)

Cara pengungkapan paragraf yang paling banyak digunakan adalah cara deduktif dan induktif.

Contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara deduktif :

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik  yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas Negara.

Contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara induktif :

Biasakan membaca dalam kelompok-kelompok kata. Hindari membaca kata demi kata. Jika ini kebiasaan kalian, ubahlah cara membaca itu dengan melihat satuan kalimat yang lebih tinggi dari pada kata, misalnya melihat frase demi frase. Jangan mengulang-ulang kalimat yang terlah dibaca. Itu semua adalah cara meningkatkan kecepatan membaca.

 

  1. Berdasarkan Isi :

1.Perbandingan dan Pertentangan

Untuk menambah kejelsan sebuah paragraf, kadang penulis berusaha untuk membandingkan atau mempertentangkan. Dalam membandingkan tentu saja penulis menunjukkan persamaan dan perbedaanya.

Contoh:

Pemakaian batubara di Indonesia sampai saat ini masih terbatas, belum mampu dimanfaatkan sepenuhnya. Di Negara maju batubara sudah bisa diolah menjadi sumber energi. Di samping itu, dengan teknologi tinggi batubara sudah bisa menghasilkan bahan baku industry kimia berupa gas sintetis.

2.Analogi

Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal umum dengan yang tidak atau kurang dikenal umum. Berguna untuk menjelasakn sesuatu yang kurang dikenal tersebut.

Contoh :

Bunga mawar adalah bunga yang eksotik. Memberikan keindahan dan keharuman. Banyak kumbang yang ingin hinggap di bunga itu. Namun, tidaklah mudah. Banyak duri tajam di sekelilingnya.Ibarat gadis nan elok rupawan, banyak nian rintangan untuk mempersunting ke pelaminan.

3.Berisi Contoh-contoh

Sebuah generalisasi yang terlalu umum, untuk bisa memberikan penjelasan kepada pembaca, kadang memerlukan contoh-contoh yang konkret.

Contoh :

Betapa sulitnya seorang pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Seberapa mahal pun harga rokok mereke tetap akan membelinya. Misalnya di Malaysia, harga 20 batang rokok menghabiskan uang untuk membeli rokok lebih banyak daripada yang dipakai untuk membeli gandum, daging, dan buah-buahan sebagai kebutuhan utama mereka.

4.Sebab – Akibat

Hubungan kalimat dalam sebuah paragraph  dapat berbentuk sebab akibat. Dalam hal ini sebab dapat berfungsi sebagai pikiran utama, dan akibat sebagai pikiran penjelas; atau sebaliknya.

Contoh:

Sudah beberapa hari ibunya Andi sakit. Ayahnya yang dinanti-nanti dari Samarinda untuk menjaga ibunya belum datang. Adik-adiknya yang masih kecil belum bisa menjaga ibunya. Terpaksa ia tidak masuk sekolah untuk menjaga ibunya.

5.Definisi Luas

Untuk memberikan batasan tentang sesuatu, penulis kadang harus menguraikan dengan beberapa kalimat, bahkan beberapa alinea.

Contoh :

Istilah Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

6. Klasifikasi

Dalam mengembangkan karangan, kadang penulis mengelompokkan hal-hal yang memiliki kesamaan atau perbedaan. Bahkan pengelompokkan ini bisa diperinci lagi ke dalam kelompok-kelompok yag lebih kecil.

Contoh :

Pada dunia hewan pengelompokan berdasarkan ada tidak adanya tulang belakang (Vertebrae),yaitu hewan bertulang belakang (Vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata). Hewan bertulang belakang digolongkan menjadi Ikan (Pisces), Hewan dua alam (Amfibi), Hewan melata (Reptil), Burung (Aves), dan Hewan menyusui (Mamalia). Sedangkan Hewan tak bertulang belakang (Avertebrata) digolongkan menjadi hewan bersel satu, hewan berpori, hewan berongga, hewan berkulit duri, cacing, hewan lunak, hewan berbuku-buku.

4. Paragraf Pembuka

Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.

Contoh:

Ditengah hutan terdapat sebuah rumah tua. Di rumah itu ada seorang nenek penghuni rumah tua tersebut, nenek itu kira-kira berumur 75 tahun. Setiap malam ia selalu melihat seorang wanita di rumah tersebut, mungkin itu setan. Tetapi nenek itu sudah terbiasa dengan hal-hal aneh semacam itu.

5. Paragraf Penutup

Paragraf  penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.

Contoh :

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi  padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Essay: Tugas 5

Pengertian kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.

  1. Di kampung kami diadakan lomba tarik tambang.
  2. Ember itu berisi minyak tanah.
  3. Dinda berangkat ke tangerang, kemudian ke stasiun.
  4. Kue besar itu terjatuh.

Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)

  1. Ibu membeli sayur bayam di pasar.
  2. Ayah membaca Koran di ruang tamu.
  3. Dinda tidak bisa hadir hari ini.
  4. Dinda menggigit jarinya hingga berdarah

Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

  1. Semua mahasiswa boleh ikut ujian kecuali yang belum melunasi pembayaran.
  2. Dinda sudah menunggumu sejak pagi.
  3. Kita harus rajin belajar agar lulus Ujian Nasional.
  4. Para tamu datang dari Jakarta kemari.

Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

  1. Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini.
  2. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
  3. Sejak pagi dia bermenung.
  4. Hati-Hati, Sering Terjadi Kecelakaan

 

Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.

  1. Saya sudah menonton film itu hingga tamat.
  2. Makalah ini membahas teknologi fiber optik.
  3. Remaja mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan.
  4. Dinda diperbolehkan membawa mobil, ataupun memilih untuk membawa motor.

Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.

  1. Sesudah dipahami dan dihayati, Pancasila harus diamalkan.
  2. Dia berpukul-pukulan dengan temannya.
  3. Kegiatannya meliputi pembelian buku, membuat catalog, dan mengatur peminjaman buku.
  4. Meja  itu harus segera dirapikan, dibereskan, dan dibersihkan.

 

 

 

Essay: Tugas 3

Pertanyaan :

  1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
  2. Bagaimanakahciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
  3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
  4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
  5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku.

Keterangan :

Saya sudah menyelesaikan Tugas 3

Status :

Tercapai 100 %

Bukti :

1.Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!

  1. Menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten;
  2. Menggunakan imbukan secara lengkap;
  3. Menggunakan kata ganti resmi;
  4. Menggunakan kata baku;
  5. Menggunakan EYD;
  6. Menggunakan unsur kedaerahan.

2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?

  1. struktur kalimat jelas
  2. wacana bersifat formal
  3. singkat, berisi analisis dan pembuktian
  4. menggunakan istilah khusus yang bersifat teknis dalam bidang ilmu tertentu
  5. objektif dan dapat diukur kebenarannya

 

3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?

  • Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya;
  • Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.

4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakain yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan (Depdikbud, 1991: 809).

5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku

  • Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan, Atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata.

Contoh :

Misalnya seperti: aktif, pasif, apotek, efektif, karena, foto, biosfer, bus, objek, november, praktik, negeri, teknik, daftar, nasihat dan lain-lain.

Kalimatnya: Mereka saling mengejek.

  • Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.

Contoh :

Misalnya seperti: aktip, pasip, apotik, efektip, karna, poto, biosfir, bis, obyek, nopember, praktek, negri, tekhnik, nasehat dan lain-lain.

Kalimatnya: Mereka saling ejek-mengejek.

 

 

Essay: Tugas 2

Instructions

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan makalah!
  2. Sebutkan beberapa jenis makalah dan berikan contoh setiap jenis makalah tersebut!
  3. Berikan penjelasan sistematika penulisan makalah!
  4. Sebutkan tahapan-tahapan menyusun makalah!
  5. Buat satu contoh topik dan tujuannya untuk sebuah karya tulis yang akan Anda tulis!

Keterangan :

Saya sudah menyelesaikan Essay: Tugas 2

Status :

Tercapai 100 %

Bukti :

 

1.Jelaskan apa yang dimaksud dengan makalah!

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu.

2. Sebutkan beberapa jenis makalah dan berikan contoh setiap jenis makalah tersebut!

  • Makalah Deduktif yaitu makalah yang didasarkan pada kajian teoritis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas.
  • Makalah Induktif adalah makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat objektif berdasarkan apa yang diperoleh dari lapangan namun tetap relevan dengan pembahasan.
  • Makalah Campuran yaitu makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan kajian toritis dan data empiris. artinya makalah campuran ini adalah penggabungan antara makalah deduktif dan makalah induktif.
  1. Makalah ilmiah – makalah ini biasanya membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah dan jenis makalah ini tidak berdasarkan pendapat atau opini dari penulis yang bersifat subyektif
  2. Makalah kerja – biasanya makalah ini diperoleh dari hasil sebuah penelitian dan memungkinkan seorang penulis makalah tersebut berargumentasi dari permasalahan yang dibahas yang didapatkan dari sebuah proses penelitian dan itu artinya opini yang bersifat subyektif dari penulis lebih memungkinkan pada makalah jenis ini
  3. Makalah kajian – isi dari makalah ini biasanya sebagai sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial
  4. Makalah posisi – istilah ini digunakan untuk karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan masalah yang kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan secara ilmiah
  5. Makalah analisis – sifat dari makalah ini adalah obyektif-empiris
  6. Makalah tanggapan – biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah bagi mahasiswa yang isinya merupakan reaksi terhadap suatu bacaan

3. Berikan penjelasan sistematika penulisan makalah!

Sistematika penulisan makalah adalah sebagai berikut:

1.Lembar Judul

  • a) Judul Makalah
  • Nama, NIM
  • Nama dan Tempat Perguruan Tinggi
  • Tahun

2. Lembar Pengesahan

3. Kata Pengantar

4. Daftar Isi

5. Daftar Gambar

6. Daftar Tabel

7. Batang Tubuh Makalah, terdiri dari :

  • Pendahuluan

Pendahuluan berisi pengantar ke permasalahan pokok yang memberikan gambaran tentang batasan dan tujuan penulisan.

Isi pendahuluan + 15 %.

Bab ini dibagi dalam 3 Sub Bab sebagai berikut :

  1. Latar Belakang
    Memberikan penjelasan tentang manfaat/ pentingnya timbulnya Judul/Topik untuk dibahas.
  2. Ruang Lingkup
    Memberikan penjelasan tentang ruang lingkup permasalahan yangrnenjadi batasan pembahasan.
  3. Maksud dan Tujuan Penulisan
    Memberikan penjelasan tentang maksud penulisan makalah dan tujuanberisi tentang hal yang diinginkan pada penulisan makalah, sesuaidengan konteks permasalahan yang akan dibahas.
  • Pembahasan (ditulis topiknya)

Pembahasan merupakan isi dari makalah, berupa uraian yang relevandengan ruang lingkup.
Isi pembahasan +75%, dengan pembagian meliputi :
1. Uraian yang membahas pemecahan masalah sesuai dengan lsi topik.
2. Dalam menguraikan pembahasan ini dapat menggunakan bahan referensi yang resmi.
3. Bila mungkin dapat memuat f aktor-faktor penentu (faktor pendukung dan f aktor penghambat).
4. Pada dasarnya uraian tersebut adalah untuk menjawab permasalahan dengan alternatif pemecahan masalah.

  • Penutup

Pada bab yang terakhir ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang pada dasarnya merupakan penegasan inti makalah yang dirumuskan denganjelas, singkat, dan tegas.
Isi penutup + 10%.

  1. Kesimpulan
    Berisi jawaban dan permasalahan dalam bentuk resume atau ikhtisardari permasalahan.
  2. Saran
    Saran yang dim aksud di sini, merupakan usul atau pendapat dari penulis yang mengacu pada materi pembahasan. Hendaknya dikemukakan secara jelas dan kemungkinan dapat dilaksanakan.
  • Daftar Pustaka

Merupakan acuan dalam penulisan makalah baik dari buku, surat kabar,internet, dan sumber tertulis lainnya.
Contoh penulisan daftar pustaka : Sunarto, Perpajakan, BPFE Universitas Taman Siswa Yogyakarta dan Air printing, Yogyakarta: 2OO2.

  • Lampiran-lampiran

4. Sebutkan tahapan-tahapan menyusun makalah!

  1. Mempelajari/ menganalisa topik yang akan ditulis.
  2. Menyusun pola pikir, meliputi :
    – Pokok masalah dalam topik.
    – Menentukan tujuan dan ruang lingkup.
  3. Pengumpulan bahan-bahan materi (referensi)
  4. Menulis/ menyusun makalah dituntut :
    – Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    – Susunan kalimat yang mudah dipahami.
    – Rangkaian uraian yang berkaitan.
    – Singkat, padat, tegas, dan jelas dalam uraian.
    – Menulis/ menyusun makalah secara “tidak bombastis”, banyak atau panjangkalimatnya tanpa isi yang jelas

5. Buat satu contoh topik dan tujuannya untuk sebuah karya tulis yang akan Anda tulis!