All posts by rahman330

Tugas 8

Pertanyaan:

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!
  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Status : Tercapai
Keterangan : sudah mengerjakan
Pembuktian :

  1. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).contoh :
    • Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
    • Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santai karena masih mengantuk.
    • Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
    • Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
    • Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
    • Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
    • Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.
  2. Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek dan predikat. contoh klausa dibawah ini :
    1. Kondisinya sudah membaik.
    2. Rumah itu sangat mewah.
    3. Mobil itu sangat baru.
    4. Sudah baik keadaanya.
    5. Sangat mewah rumah itu.
    6. lapar sekali hari ini.
    7. keadaan akan baik-baik saja.
    8. bekerja sambil berjalan-jalan.
    9. berlibur itu sangat menyenangkan.
    10. makan makanan mewah.
  1. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Contoh istilah dalam teknologi informasi dan komunikasi:
    1) File merupakan identitas dari data yang disimpan di dalam computer yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
    2) Operating system merupakan seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak .
    3) Internet adalah system global dari seluruh jarigan komputer yang saling terhubung menggunakan standar.
  2. Pengertian Polisemi

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh Kalimat Polisemi

Darah:

    • Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)
    • Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)
  1. Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.

contoh :

Cerdas = Pintar = Pandai
Dani adalah anak yang cerdas.
Riki adalah anak yang pintar.
Shinta adalah anak yang pandai.

  1. Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim. Contoh :
    Hipernim = Sepatu
    Hiponim = High Heels, Wedges, Stilleto, Sneakers, Boot, Skate
    • Hipernim = Mobil
    Hiponim = Sedan, Chooper, SUV, Jeep, Minibus, Bus
  2. Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis. Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan; contoh:

  • Semangatnya keras bagaikan baja. (Asosiasi)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur (Metafora)
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut. (Personifikasi)
  • Melati, lambang kesucian. (Alegori)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api) (Metonimia)
  • Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Sinekdok)
  • Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. (Simile)

2). Majas Pertentangan;contoh:

  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. (Antitesis)
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. (Paradoks)
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa. (Hiperbola)
  • Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
    ini? (Litotes)

3). Majas Sindiran;contoh:

  • Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca. (Ironi)
  • Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu. (Sinisme)
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! (Sarkasme)

4). Majas Penegasan;contoh:

  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. (Pleonasme)
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. (Repetisi)
  • Cinta adalah pengertian (Pararelisme)
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja. (Tautologi)
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak. (Klimaks)
  • Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu. (Antiklimaks)
  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja? (Retorik)
  1. Homofon adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

    Contoh homofon antara lain:

    “buku” (bahan bacaan) dan “buku” (bagian di antara dua ruas)
    “rok” (pakaian) dan “rock” (aliran musik)
    “massa” (dalam perkataan media massa) dan “masa” (waktu)
    “bank” (tempat menyimpan uang) dan “bang” (panggilan untuk kakak)
    “tank” (kendaraan perang) dan “tang” (alat pekakas)

Tugas 3

Instructions

Silakan kerjakan

Soal Essay :

  1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
  2. Bagaimanakahciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
  3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
  4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
  5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku

Postingkan jawaban Anda di bl103.ilearning.me

Jawab dan submit dengan standar jawaban iDu

Status : Tercapai
Keterangan : Sudah mengerjakan
Pembuktian :

  • 1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
    a. menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten,
    b. menggunakan imbuhan secara lengkap,
    c. menggunakan kata ganti resmi,
    d. menggunakan kata baku,
    e. menggunakan EYD,
    f. menghindari unsur kedaerahan.
  • 2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
    a. bahasa Indonesia ragam baku,
    b. penggunaan kalimat efektif,
    c. menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda,
    d. penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna luas,
    e. menghindari penonjolan pesona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan,
    f. adanya keselarasan dan keruntuhan antar proposisi dan antar alinea.
  • 3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar” ?       1. Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi penakainannya.
    2. Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.
  • 4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa ?
    Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai.
    Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.
    Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.
  • 5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku.
    A. Ragam bahasa baku menggunakan kaidah bahasa yang lebih lengkap dibandingkan dengan ragam tidak baku. Seringkali digunakan dalam bentuk tulisan dan jarang sekali digunakan dalam percakapan. Adapun ciri ragam baku adalah sebagai berikut.

    1. Memiliki sifat kemantapan dinamis. Bahasa baku harus memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes. Bahasa baku tidak dapat berubah setiap saat.
    2. Kecendekiaan. Kecendekiaan berarti bahwa bahasa baku sanggup mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di pelbagai ilmu dan teknologi, dan bahasa baku dapat mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis dan masuk akal.
    3. Keseragaman kaidah. Keseragaman kaidah adalah keseragaman aturan atau norma. Tetapi, keseragaman bukan berarti penyamaan ragam bahasa atau penyeragaman variasi bahasa (Depdikbud 1988).

    B. Sedangkan ragam bahasa tidak baku sering digunakan dalam percakapan, dan jarang sekali digunakan dalam bentuk tertulis. Banyak mengandung unsur-unsur dialek dan bahasa daerah sehingga terlampau banyak sekali variasinya. Selain dialek, ragam bahasa tidak baku juga bervariasi dalam hal lafal atau pengucapan, kosa kata, struktur kalimat dan sebagainya. Untuk mengatasi keanekaragaman pemakaian bahasa yang merupakan variasi dari bahasa tidak baku maka diperlukan bahasa bahasa baku atau bahasa standar.
    Contoh Bahasa baku dan tidak baku :
    Kata Baku – Tidak Baku 

    1. Abjad – abjat
    2. Aktif – aktip 
    3. Aktivitas – aktifitas 
    4. Andal – handal
    5. Analisis – analisa 
    6. Andal – handal 
    7. Antre – antri 
    8. Asas – azas
    9. Apotek – apotik 
    10. Atlet – atlit