All posts by prisilia24

Tugas 13

Pertanyaan :

Anda sudah diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai tata cara penulisan karya ilmiah dan dapat membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis non-ilmiah

Anda diharapkan juga nantinya memiliki kemampuan dan kemauan menulis dan menulis karya ilmiah. Untuk itu sudah siapkah Anda memulai menulis sesuatu dalam bentuk tulisan ragam ilmiah? (Dengan mengambil topik dan tema yang Anda sukai dan Anda kuasai, dalam bentuk jurnal, makalah, artikel dll).

Jawablah pertanyaan berikut ini :

  • Apakah Anda siap menulis? Jika jawaban Anda “SIAP” kapan Anda akan memulainya? Begitu juga jika Anda menjawab  “Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap? Buatlah jawaban dan postingkan di iMe (perlu kejujuran dan komitmen dari diri sendiri untuk menjawab pertanyaan ini). Postingan Anda di iMe akan menjadi “Saksi Hidup” akan keberhasilan Anda dalam menyelesaikan studi melalui perkuliahan kelas iLearningPlus ini.

Selamat memulai untuk menulis……………yang bermanfaat.

Status : Tercapai

Keterangan : Saya telah mengerjakan assignment ini

Jawab :

Belum Siap

saya sulit menentukan topik dan tema yang akan saya tulis dan membedakan ilmiah dan non ilmiah.

TUGAS 12

Pertanyaan :

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Selamat belajar…….

Status : Tercapai 100%

Keterangan : Saya telah mengerjakan assignment ini

Bukti :

  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Karya Ilmiah “Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa”

Prisilia Santoro Pangestu 🙂

“JADIKAN MENULIS SEBAGAI TRADISI MAHASISWA”

 

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapakan rasa syukur kepada Allah SWT. Atas rahmat dan ridha Allah SWT sehingga penulis dapat menyusun karya tulis ilmiah ini yang berjudul “ jadikan menulis sebagai tradisi mahasiswa

Tujuan pembuatan makalah karya ilmiah ini untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah dalam acara die natualis ulang tahun kampus yang ke 45 institut seni Indonesia padangpanjang

Semoga makalah ini dapat menjadi bahan belajar bagi penulis dan semua orang, “Amin” dan apabila ada kesalahan di makalah ini kepada pembaca mahon diperbaikai, baik dari segi tulisan, kalimat maupun maknanya.

Wassalam

Tangerang, 19 Mei 2017

 

Prisilia S. P.

DAFTAR ISI

Kata pengantar…………………………………………………………………1

Daftar isi………………………………………………………………………..2

Pendahuluan……………………………………………………………………3

Latar belakang…………………………………………………………………3

Maksud dan tujuan……………………………………………………………4

a.a.  Maksud……………………………………………………………4

a.b. Tujuan……………………………………………………………..5

  1. Tinjauan Pustaka……………………………………………………5

Data, Fakta dan Analisa……………………………………………….……….6

  1. Data…………………………………………………………….….…6
  2. Fakta dan Analisa………………………………………..….….….7

Rencana Pemngembangan…………………………………….………….……9

Penutup……………………………………………………….…………………10

  1. Kesimpulan…………………………………………………………10
  2. Saran…………………………………………………………………11

Daftar pustaka…………………………………………………………………..12

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menulis adalah bagian dari media berekspresi. Seseorang menulis karena ingin menuangkan ide yang telah menumpuk dalam pikirannya. Banyak orang tertarik dalam bidang tulis menulis salah satunya ingin menjadi seseorang yang dikenal. Terlepas dari hal itu, menulis adalah suatu kegiatan positif yang mendayagunakan kata-kata. Seseorang yang tidak dapat menuangkan ide-ide secara lisan dapat mengungkapkannya melalui tulisan.

Mahasiswa sebagai generasi bangsa yang dihadapkan dengan ilmu pengetahuan yang berlimpah bisa menjadi modal dalam membudayakan  bangsa menulis. Setelah tersaji  pengetahuan yang tanpa batas tinggal bagaimana para mahasiswa menyikapinya. Jadi membudayakan menulis sekaligus pencerdasan bangsa.

Mahasiswa pada saat sekarang ini, banyak yang tidak mampu menulis. Yang dimaksudkan menulis disini adalah menulis karya ilmiah, karya tulis ilmiah dan menulis karya lainya. Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan-kegiatan organisasi dan kegiatan lainya, sehingga kebanyakan mahasiswa dididik hanya mampu berbicara saja.  Sedang apa yang dibicarakanya tidak mampu untuk dituliskanya, dan tidak mampu menyampaikan pengetahuannya malalui tulisan. Hanya sebagian kecil mahasiswa yang mampu menyampaikan pengetahuan dan apresiasinya melalui tulisan.

Setiap universitas dan perguruan tinggi selalu menuntut mahasiswa agar mampu untuk menulis. Seperti kegiatan belajar mengajar dalam kuliah, dosen sering memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat makalah. Begitu juga dengan tugas akhir mahasiswa selalu dipertanggung jawabkan dengan karya tulis yang berupa skripsi. tapi mahasiswa sering bermalas-malasan untuk menulis, bukan mahasiswa tidak mempunyai kemampuan tapi mereka tidak mempunyai kemauan menulis.

Banyak faktor yang menyebabkan banyak mahasiswa tidak suka dengan menulis. Salah satunya yaitu phobia menulis. Tidak jarang mahasiswa merasa khawatir  bila nanti tulisan-tulisan yang dibuatnya dinilai jelek oleh pembacanya. Itu sama sekali bukanlah masalah yang besar. Semuanya butuh proses, tinggal bagaimana kemauan dari mahasiswanya itu sendiri.

Menulis itu tidaklah sesulit yang sebagian orang bayangkan. Ketika ada orang yang berkata “saya tidak bisa menulis” itu adalah kesalahan pertama yang menjadikan dirinya semakin tidak mau untuk menulis. Selama dirinya masih bisa bertutur (ngobrol) tentu menulis pun pasti bisa, karena menulis itu sendiri tak ubahnya bertutur.

Dari permasalahan mahasiswa diatas dalam bidang menulis. supaya meningkatnya motivasi menulis bagi mahasiwa, sehingga disini penulis membuat sebuah karya tulis ilmiah dengan judul “jadikan menulis sebagai tradisi mahasiswa”  yang sesuai dengan tema “ kecintaan menulis menumbuhkan minat baca bagi mahasiswa.

Maksud dan tujuan

  1. Maksud

Mengingat banyaknya manfaat kegiatan menulis. Budaya menulis tentu perlu ditumbuh kembangkan, terutama di kalangan mahasiswa. Dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:

  1. Kegiatan menulis sejatinya adalah tradisi intelektual bagi mahasiswa. Karena dengan membiasakan diri untuk menulis akan sangat baik untuk melatih daya ingat. Menulis adalah berguna untuk mengikat wawasan dan ilmu yang kita dapatkan agar tidak lepas begitu saja. Lebih sering kita menulis a­kan lebih banyak ilmu dan wawasan yang kita ikat.
  2. Dengan adanya kecintaan menulis pada diri mahasiswa maka dapat menumbuhkan minat baca bagi mahasiswa
  3. Supaya timbulnya pada diri mahasiswa kegemaran untuk menulis
  4. Mahasiswa tidak hanya mempunyai kemampuan untuk berbicara saja tapi mampu juga membuktikan kebenaranya dengan tulisan
  5. Dengan adanya kecintaan mahasiswa menulis maka semakin banyak serjana nantinya yang menjadi penulis-penulis dan sastrawan, sehingga bukan hanya sastrawan yang bisa menulis dan menciptakan karya tulis. Tapi, serjana lainya juga mampu menulis menciptakan karya seni
  6. Ada banyak alasan mengapa mahasiswa harus mau menulis. Diantaranya dari tulisan-tulisan yang telah dibuat biasanya akan dapat merepresentasikan bagaiaman pola pikir dari si penulisnya. Apa wacana yang dibawa oleh si penulis terlihat dari bentuk-bentuk tulisannya sehingga menunjukan wawasan dan dinamika yang dimiliki si penulis.
  1. Tujuan

Ø  Meningkatkan motivasi untuk menulis dan membaca

Ø  Meningkatkan kemampuan menulis karya tulis ilmiah

Ø  Mendorong pada diri pribadi untuk mencintai menulis dan mencintai tulisan pribadi

Ø  Meningkatkan kemampuan untuk memperbanyak kosa kata

Ø  Meningkatkan budaya menulis dalam kehidupan sehari-hari dan dijadikan sebagai tradisi dalam kehipan

Ø  Memberi motivasi kepada mahasiswa untuk mencintai menulis dan meningkatan motivasi membaca

Tinjauan pustaka

            Atmazaki. 2006. Kiat-Kiat Mengarang dan Menyunting. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia. Buku ini penulis pergunakan untuk pedoman langkah-langkah pembuatan karya tulis ilmiah, pedoman untuk penggunaan tanda baca dan ejaan dalam kata dan kalimat, dan pedoman kiat-kiat mengarang dan menyuting isi tulisan.

Gary Provost. 1999. Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis. Semarang: Dahara Prize. Buku ini dipergunakan untuk pedoman memperbaiki tulisan, pedoman membentuk kalimat dan paragraf, pedoman mengembangkan paragraf, dan buku ini dipergunakan podoman untuk langkah-langkah pembuatan karya tulis ilmiah

DATA, FAKTA DAN ANALISA

Data-data

Data yang dari Prof. Dr. H. Imam Soeprayogo, Rektor UIN Maliki Malang

Menulis adalah kegiatan yang memberdayakan diri sendiri dan orang lain. Karena ide, pemikiran, hal baru, sejarah, ataupun cerita dapat disampaikan kepada orang lain secara lebih luas melalui media tulisan.  Kesempatan besar untuk menyebarkan ide dan pemikiran perlu didukung dengan kemampuan menuliskan dan menyampaikan dalam bentuk tulisan secara baik.

Mahasiswa selayaknya terlatih untuk menulis sejak sekolah dasar dan menengah. Bekal itu berguna di bangku kuliah ketika mereka dituntut melakukan analisis, dan berpikir kritis. Hasil pengamatan dan analisis kemudian dituangkan dalam tulisan yang bersifat ilmiah. Memang ada jenis tulisan yang tidak ilmiah, tetapi dalam kerangka akademik, mahasiswa diberdayakan untuk menulis karya tulis ilmiah.

Data yang diperoleh dari dodi faedllullaoh. Seringkali kita dengar bahwasanya mahasiswa adalah orang-orang yang mempunyai nalar kritis yang luar biasa. Sejarahpun mencatat bahwa gerakan-gerakan mahasiswa mampu menjadi pelopor dalam setiap aksi membela rakyat.Bahkan salah satu rezim otoritarian pernah berhasil diruntuhkan oleh gerakan mahasiswa.

Sebagai calon pemimpin patutlah memiliki kemampuan-kemampuan yang mumpuni. Retorika-retorika yang sering sekali diteriakan bisa menjadi salah satunya. Namun itu tidak cukup. Ada hal yang juga harus menjadi standar kemampuan para mahasiswa selain kepandain dan kemampuan mereka dalam berbicara yakni menulis.

Memang tidak seperti aksi-aksi demonstrasi, menulis masih menjadi suatu kegiatan yang miskin peminatnya. Kegiatan menulis tidak terlalu membumi dikalangan mahasiswa. Adapun menulis menjadi suatu pilihan terpaksa bilamana ada tugas-tugas kuliah yang mesti dikerjakan. Itupun belum jaminan mahasiswa akan menulis. Dewasa ini, dengan merebaknya serangan teknologi semacam internet, tidak sedikit dari mahasiswa yang lebih memilih jalan instan, semuanya cukup dengan copy-paste .

Dengan menulis kita sebenarnya bisa mengembangkan apa yang ada dalam benak dan hati kita yang kemudian dituangkan dalam media dengan rangkaian kata-kata. Diksi yang diambil tak perlulah berat namun tetap harus informatif. Karena menulis memang bukan ajang gaya-gayaan agar terlihat intelek. Menulis bisa menjadi media penyalur aspirasi atau luapan perasaan si penulis dengan begitu orang lain bisa menjadi tahu apa yang ada dalam persaan kita.

Fakta-fakta dan Analisa

Dalam sejarah pendidikan menerangkan bahwa bangsa Parsi Kuno dahulu, dikenal menjadi maju ilmu pengetahuannya tatkala berhasil menggerakkan bangsanya dalam tulis menulis. Ukuran kecerdasan seseorang di negeri itu dilihat dari kemampuannya dalam menulis atau mengarang. Sehingga untuk menguji para siswanya dilakukan dengan cara memberikan tugas untuk membuat karangan. Dalam ujian akhir suatu jenjang pendidikan, para siwa dimasukkan ke ruang yang telah disiapkan, kemudian mereka ditugasi untuk membuat karangan.

Begitulah pentingnya budaya menulis bagi generasi bangsa. Suatu bangsa tidak bakalan maju apabila para penulis tidak ada lagi di dalam bangsa atau Negara tersebut.  Di  Indonesia pada kenyataanya saat sekarang ini, dalam dunia pendidikan terutama di SMP dan SMA sangat jarang diajarkan budaya untuk menulis terutama karya tulis ilmiah, para siswa dihadapkan dengan soal-soal latihan sesuai kurikulum, diberi ujian pilihan ganda, sangat jarang seorang guru memberi tugas berbentuk karangan. kecerdasan siswa tidak dididik dengan menulis tapi dididik dengan berfikir saja.

Begitu juga dengan mahasiswa pada saat sekarang ini, mahasiswa lebih banyak ditekankan untuk berbicara daripada menulis. Sebenarnya keduanya sangat berkaitan dengan adanya  kecintaan menulis maka timbul juga kecintaan membaca, sehingga pengetahuan lebih luas dan berbicara didepan umum bisa lebih baik dan sesuai dengan fakta dan bisa dipertanggung jawabkan melalui bacaan dan tulisan.

Menulis itu tidaklah sesulit yang sebagian orang bayangkan. Ketika ada orang yang berkata “saya tidak bisa menulis” itu adalah kesalahan pertama yang menjadikan dirinya semakin tidak mau untuk menulis. Selama dirinya masih bisa bertutur (ngobrol) tentu menulis pun pasti bisa, karena menulis itu sendiri tak ubahnya bertutur.

Mengingat banyaknya manfaat kegiatan menulis, budaya menulis tentu perlu ditumbuhkembangkan. Namun untuk menumbuhkan kebudayaan tersebut hal yang pertama kali yang harus dimiliki yaitu menumbuhkan dulu kecintaan dan kebiasaan kita dalam hal membaca. Sebab dibutuhkan kemampuan ataupun kecerdasan bahasa guna mengungkapakan pemikiran agar ketika menulis, seorang penulis dapat dengan mudah dalam hal pemilihan kata yang tepat didalam tulisannya. Dan membaca merupakan solusinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak juga kata-kata yang bisa diproduksi.

Suatu fenomena yang terjadi saat ini adalah, menulis ibarat sebuah momok yang menakutkan. Padahal dalam menempuh pendidikan, kita tidak dapat melepaskan aktivitas kita dari kegiatan membaca dan menulis. Seringkali kita menemukan, banyaknya jumlah mahasiswa yang harus tertunda kelulusannya karena terkendala dalam tugas akhirnya dalam penulisan skripsi.

Ada satu kejadian menarik yang pernah dialami oleh penulis. Ketika dikelas, seorang dosen bertanya tentang suatu hal yang terkait dengan mata kuliah namun tak ada satu-pun yang mampu menjawab. Pada akhirnya sang dosen tersebut menyuruh para mahasiswa-nya untuk menulis jawabannya di selembar kertas saja. Ternyata pasca suruhan tersebut, walau hanya untuk satu pertanyaan saja para mahasiswa menuliskan jawaban dikertasnya masing-masing dengan jawaban yang bisa dikatakan panjang, sekitar hampir satu halaman kertas terisi. Penulis berpikir ini terjadi karena memang tidak semua kata bisa diucapkan, maka dengan lewat menulislah bisa dijadikan alternatif saat terjadi kebisuan lisan menimpa kita.

RENCANA PENGEMBANGAN

Menulis juga ibarat sedang mengukir sejarah. Bisa jadi apa yang telah kita tuangkan dalam tulisan akan menjadi bukti sejarah. Suatu hari nanti para penerus kita menemukan tulisan-tulisan yang telah kita buat dan dijadikan referensi dalam menatap jejak kejadian-kejadian yang terjadi dimasa lalu dalam tulisan kita. Tulisan membuat kita akan dikenang oleh zaman dan juga bisa bisa mewariskan cita-cita dan perjuangan kita kepada generasi penerus.

Mengapa mahasiswa harus menulis? Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Bangsa menuntut mahasiswa untuk menulis, karena apabila para penulis sudah tidak ada lagi siapakah yang akan penggantinya. Yang pasti salah satunya adalah mahasiswa. Karena tulisan-tulisan yang dihasilkan mahasiswa mempunyai intelektual yang tinggi dan sangat bermafaat bagi perkembangan suatu bangsa dan negara.

Di sini mahasiswa dituntut menulis bukanya hanya diwaktu kuliah saja, dan bukan hanya menulis sesuia bidang dengan akademiknya. Tetapi bangsa dan negara menuntut mahasiswa setelah selesai kulyah bisa menghasilkan tulisan-tulisan, baik itu buku, majalah, berita di Koran, dan sebagainya yang sesuai dengan keahliannya. Yang dapat bemanfaat bagi kehidupan bangsa dan negra.

Yang bertanggung jawab terhadap terhadap tulisan, sejarah, peristiwa dan juga bahasa dan sastra bukan hanya hanya sejarahwan, sastrawan, ahli bahasa dan sebagainya. Tetapi, yang bertanggung jawab terhadap menulis adalah semua ong yang termasuk didalamnya adalah mahasiswa. Jadi kepada mahasiswa tingkatkanlah budaya menulis. Supaya nanti apabila tidak ada lagi penulis di dunia ini kata dapat menggantikannya sebagai penerus bangsa.

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari paparan diatas menjadi jelas bahwa sekarang tak ada alasan lagi untuk tidak menulis karena menulis sudah menjadi suatu keharusan. Mari membudayakan menulis dalam kehidupan kita, jadikan ini sebagai tradisi mahasiswa si calon pemimpin bangsa. Ada banyak media yang bisa dijadikan tempat  publikasi tulisan-tulisan kita. Saat ini teknologi berkembang pesat, taruh saja tulisan kita dalam fasilitas note di akun facebook kita atau yang sudah menjadi life style banyak orang semacam blog pribadi. Dengan begitu sebenarnya kita bisa lebih independen dan leluasa dalam menulis.

Para mahasiswa yang sudah berlatih untuk membiasakan diri menulis, maka sebenarnya yang bersangkutan sudah berlatih banyak hal terkait dengan intelektualnya, sosialnya, dan bahkan juga emosionalnya. Saya seringkali mengatakan bahwa, kehebatan seseorang, terutama di bidang ilmu-ilmu sosial, maka sebenarnya bisa diketahui dari dua hal, yaitu pertama, bagaimana hasil tulisannya selama itu. Dan kedua, dari bagaimana cara berbicaranya. Seseorang yang tidak pernah menulis dan berbicara dengan baik, maka ia tidak bisa diketahui sejauh mana kemampuan intelektualnya.

Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap menulis hal yang pertama kali yang harus dimiliki yaitu menumbuhkan dulu kecintaan dan kebiasaan kita dalam hal membaca. Sebab dibutuhkan kemampuan ataupun kecerdasan bahasa guna mengungkapakan pemikiran agar ketika menulis, seorang penulis dapat dengan mudah dalam hal pemilihan kata yang tepat didalam tulisannya. Membaca merupakan solusinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak juga kata-kata yang bisa diproduksi.

Dipenghujung tulisan ini, sekali lagi penulis mengingatkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin kepandaian beretorika tidaklah cukup, harus ada sinergi dengan kemampuan dalam menulis. Menulis itu sama sekali tidak sulit, asal ada kemauan dan motivasi untuk menulis, itu saja. Akhir kata sebagai penutup dari penulis, ada satu ajakan untuk semua mahasiswa diseluruh penjuru negeri ini, “Mari jadikan menulis sebagai tradisi mahasiswa!”

  1. Saran-saran

Ø  Mahasiswa yang cerdas bukan hanya mempunyai kemampuan untuk berbicara, tapi juga mempunyai kemampuan untuk menulis,

Ø  Bagi seluruh mahasiswa tingkatkanlah budaya menulis dan jadikanlah menulis sebagai terdisi dan kebisaan sehari hari,

Ø  Jangan pernah ragu untuk menulis, karena seburuk apapun tulisan kita itu adalah karya kita sendiri

Daftar Pustaka

Atmazaki. 2006. Kiat-Kiat Mengarang dan Menyunting. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia
Gary Provost. 1999. Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis. Semarang: Dahara Prize
http://muda.kompasiana.com/2010/11/09/menjadikan-menulis-sebagai-tradisi-mahasiswa/
http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&view=article&id=456:mengapa-kita-perlu-menulis-&catid=25:seni-budaya&Itemid=313
http://chandrasilaen.wordpress.com/2010/07/24/budaya-menulis/

Karya Ilmiah “Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi”

Prisilia Santoro Pangestu 🙂

“Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bahasa merupakan media yang digunakan anggota suatu kelompok social untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan sebagai identitas diri. Bahasa dapat menggiring kita menembus ruang dan waktu. Melalui bahasa, kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan, sejarah, maupun adat istiadat suatu bangsa dalam masa tertentu. Bahasa mampu merekam berbagai hal tersebut dalam bentuk lisan maupun tulisan. Semua itu merupakan fungsi bahasa yang telah lama diemban oleh bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharihari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang dikrarkan sejak 28 Oktober 1928 oleh para pejuang bangsa sampai dengan saat ini masih tetap eksis. Bahasa Indonesia sampai dengan saat ini masih dirasakan perannya dalam berbagai sendi kehidupan, antara lain sebagai alat komunikasi antarwarga dan antarmasyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia masih tetap memegang peranan penting dan masih tetap merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia masih lebih dominan digunakan di dalam berbagai kegiatan, seperti rapat-rapat, siaran radio, TV,  pidato kenegaraan, pidato politik, pelaksanaan administrasi kedinasan, dan bahasa pennngantar pada setiap level pendidikan.  Bahkan saat ini, sebagian besar komunikasi tidak resmi antarwarga pun sudah sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa daerah masing-masing. Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi bahasa kedua setelah bahasa daerah (bahasa ibu), kini justru bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa pertama, sedangkan bahasa daerah telah menjadi bahasa kedua bahkan telah menjadi bahasa ketiga (bahasa asing) bagi pemilikinya.

Bahasa Indonesia merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi lisan dan tulis, tetapi juga secara objektif berfungsi sebagai: (1) alat pemersatu, (2) pemberi kekhasan, (3) pembawa kewibawaan, dan (4) kerangka acuan (Alwi 2000:15; HP Ahmad dan A. Alek;  Muslich,  2010; Pateda dan Yennie P. Pulubuhu. 2007; Rahayu,  2007;Sugono, 2009; dan Widjono, 2010).   Di samping itu Mendiknas (Bambang Sudibyo dalam Nurjamal dan  Sumirat,  2010: 209), mengatakan bahwa Bahasa Indonesia tak hanya digunakan dan dipelajari di tanah air, tetapi juga telah tersebar dan telah dipelajari di berbagai perguruan tinggi mancanegara. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia di samping dipelajari oleh penutur asing yang ada di Indonesia yang dikenal dengan BIPA, juga telah menjadi salah satu mata kuliah wajib di beberapa negara, antara lain Australia. Dalam hal ini bahasa Indonesia telah menjadi mata kuliah yang diminati. Masalahnya adalah bagaimana dengan kita bangsa Indonesia sebagai pemilik bahasa ini?

Sebagai pemersatu, bahasa Indonesia berfungsi menghubungkan antarsesama penutur berbagai dialek bahasa Indonesia. Sebagai pemberi kekhasan, bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Melayu Malaysia, bahasa Melayu Singapura, bahasa Melayu Brunai Darussalam, atau bahkan bahasa bahasa Indonesia sudah jauh berbeda dari bahasa Melayu Riau/Johor sebagai induk bahasa Indonesia. Sebagai fungsi kewibawaan perkembangan bahasa Indonesia dapat dijadikan teladan bagi bangsa-bangsa lain, seperti di Asia Tenggara atupun mungkin juga di negara-negara di Afrika, yang juga memiliki bahasa-bahasa yang moderen karna penutur bahasa Indonesia yang baik dan benar akan memperoleh kewibawaan di mata orang lain. Sebagai fungsi kerangka acuan, bahasa Indonesia akan selalu berkembang. Perkembangan itu selalu disepakati melalui hasil keputusan pertemuan-pertemuan khusus untuk membicarakan tentang bahasa Indonesia atau melalui kongres Bahasa Indonesia. Keputusan-keputusan yang telah disepakati di masarakatkan secara resmi, baik melalui media maupun melalui pembelajaran pada setiap jenjang sekolah.

Untuk memelihara, melindungi, dan mewujudkan bahasa Indonesia agar tetap dicintai dan digunakan oleh bangsa Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang sistem pendidikan Nasional (SISDIKNAS) menetapkan bahasa Indonesia sebagai  pengantar dalam setiap tingkatan pendidikan nasional. Hal itu tercantum dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, BAB VII, Psl 33 ayat 1 yang berbunyi ’’Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan nasional’’. Sebagai implementasi dari UU SISDIKNAS tersebut, pemerintah menetapkan kurikulum Nasional dan Garis-Garis Besar Prorgram Pengajaran Bahasa Indonesia untuk setiap tingkatan sekolah yang ada di Indonesia.

Untuk melihat sejauh mana realisasi kecintaan, kesetiaan, dan kebanggan bangsa Indonesia sebagai pemilik terhadap  bahasa Indonesia, maka pihak-pihak yang terkait (teutama yang bergerak dalam bidang pendidikan) telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/MA/SMK  dan sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian di  PT yang wajib dicantumkan dalam kurikulum pada seluruh  Jurusan/Prodi/Fakultas dan wajib diambil/diprogramkan oleh seluruh mahasiswa sampai lulus. Selanjutnya, bahasa Indonesia ditetapkan pula sebagai mata pelajaran/mata kuliah yang diujikan secara nasional (UAN/UN).

Masalahnya sekarang adalah apakah prospek penggunaan bahasa Indonesia oleh masyarakat Indonesia di era globalisasi ini masih sesuai dengan harapan sebagaimana yang dipaparkan sebelumnya? Pertanyaan ini perlu dilontarkan, sebab dengan diberlakukanya perdagangan bebas antar negara, batas teritorial secara geografis menjadi tidak penting. Sekat-sekat teritorial tersebut selama ini mulai berangsur-angsur hilang dengan masuknya informasi secara bebas ke seluruh sudut ruangan yang ada di seluruh penjuru dunia. Menghadapi permasalahan ini mampukah bangsa Indonesia  mempertahankan dan mengembagkan bahasa Indonesia di tengah pesatnya teknologi informasi dewsa ini? Agar bahasa  Indonesia tetap eksis dipergunakan oleh masyarakat Indonesia perlu adanya upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi muda (mahasiswa).

1.2  Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini adalah “Apa Manfaat Mempelajari Mata Kuliah Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi?”

1.3  Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar pembaca dan penulis dapat mengetahui apa sebenarnya manfaat mempelajari mata kuliah bahasa Indonesia bagi kita khususnya mahasiswa perguruan tinggi.

1.4  Manfaat

Setelah pembaca makalah ini, maka setidaknya pembaca akan memahami arti penting dari mata kuliah bahasa Indonesia, sehingga mata kuliah tersebut masih terus diajarkan bahkan sampai perguruan tinggi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 .Pengertian Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Sifat bahasa: (a) sistemis yaitu terdiri atas pola-pola yang beraturan dan saling berkaitan; (b) arbitrer yaitubentuk dan makna bersifat manasuka sesuai dengan masyarakat pemakainya; (c) konvensional yaitu bentuk dan makna ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakai; (d) dinamis yaitu bentuk dan makna berkembang/berubah sesuai perkembangan.

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

2.2 Mata Kuliah Bahasa Indonesia Bagi Mahasiswa

Bahasa Indonesia merupakan produk bahasa yang lahir di bangsa Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia tidak lahir begitu saja, namun juga melalui proses yang panjang. Bahkan hingga sekarang, bahasa Indonesia masih terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, setiap saat bahasa Indonesia dapat bertambah kosa katanya. Perkembangan zaman yang cepat terutama di era globalisasi ini menuntut bahasa Indonesia untuk selalu berbenah sehingga dapat menampung berbagai macam istilah-istilah baru yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.

Bahasa ini digunakan untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang setiap suku tersebut memiliki bahasa daerah masing-masing. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk menyatukan bahasa-bahasa tersebut ialah melalui bahasa Indonesia

Berbagai macam fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yang telah disebutkan di atas yaitu sebagai pemersatu bangsa. Selain itu ada beberapa fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yaitu sebagai bahasa baku dalam penulisan karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah dianjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun juga perlu diketahui, penulisan karya ilmiah tingkat internsional harus menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Meskipun demikian, karya ilmiah tersebut hendaknya juga ditulis dalam bahasa Indonesia agar anak negeri juga dapat mempelajari karya tersebut. Masih banyak lagi fungsi dari bahasa Indonesia, seperti menumbuhkan sikap nasionalisme, cinta produk sendiri (produk-produk Indonesia dan lain-lain), bahasa dalam forum formal, bahasa dalam kegiatan belajar mengajar, dan lain sebagainya.

Melihat dari berbagai fungsi di atas, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar.

Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diaku sebagai karyanya.

Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan unegunegmanusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

Gairah tulis menulis bagi mahasiswa Indonesia masih tergolong rendah. Dan adapun tulisan-tulisan yang dikaryakannya pun masih mengalami kerancuan bahasa yang menyimpang dari kaidah EYD. Untuk itulah perlu adanya mata kuliah bahasa Indonesia bagi mahasiswa.

Akan tetapi sudah tentunya mahasiswa yang telah melewati jenjang SD hingga SMA telah menerima pelajaran bahasa Indonesia dari A sampai Z. Dan apakah di perguruan tinggi ini hanya mengulangi materi yang teah disampaikan layaknya di sekolah-sekolah? Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada umumnya dosen mengajarkan kembali  materi mata kuliah sebagai mana yang telah disampaikan para guru bahasa Indonesia di SD hingga SMA. Para dosen kembali mengajarkan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Pedoman Umum  Ejaan yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Tidak jarang mahasiswa diperlakukan seperti mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di Fakultas Sastra dan Bahasa. Seolah-olah mereka dididik menjadi calon ahli bahasa atau calon sarjana Bahasa Indonesia. Oleh karena materi yang sama telah mereka peroleh sebelumnya, maka banyak mahasiswa baru yang mengikuti kuliah Bahasa Indonesia dengan setengah hati atau merasa sangat terpaksa, demi nilai atau indeks prestasi belaka. Sehingga tidak diherankan jika mahasiswa mengalami kejenuhan dalam belajar bahasa Indonesia. Akan tetapi apakah para mahasiswa telah mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik yang berupa tuliasan maupun lisan? Banyak riset yang memaparkan sebagaimana yang disampaikan oleh S. Sahala Tua Saragih dalam tulisannya “mahasiswa dan bahasai Indonesia” bahwa sebagian besar mahasiswa belum mampu menggunakan bahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan dengan baik dan benar.

Untuk itu, mahasiswa non bahasa perlu dilatih secara intensif berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dan hal tersebut sudah menjadi konskwensi para dosen, baik dosen pengampu bahasa Indonesia maupun yang lain. Artinya, setiap dosen baik pengampu mata kuliah bahasa Indonesia maupun yang lain harus mampu mendidik para mahasiswa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam konteks ilmu atau program studi masing-masing. Dengan kata lain, setiap dosen harus mampu menjadi dosen Bahasa Indonesia. Selain itu para mahasiswa pun perlu mendapatkan pelatihan jurnalistik maupun berkarya ilmiah serta mendapatkan wadah untuk berkreasi mengeluarkan segala kreativitasnya. Sehingga nantinya dalam penulisan karya ilmiah, mahasiswa mampu membuat karya ilmiah dengan penuturan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa adanya copy paste maupun plagiasi.

2.3 Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dituntut supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Selain itu bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari–hari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Dalam perguruan tinggi, kita akan sering membuat karya ilmiah. Bukan hanya karya ilmiah yang akan kita buat melainkan laporan praktikum, skripsi, thesis dan karya tulis lainnya. Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dilakukan supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Di dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, kita pasti mempelajari dan memahami arti pentingnya tata bahasa dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam pembuatan karya ilmiah dan sejenisnya. Setelah kita bisa memahami EYD dengan baik dan benar, kita akan bisa mengetahui konsep penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Sebagai seorang mahasiswa, selayaknya kita menambah kosakata yang sesuai dengan keilmuan yang kita tekuni di perguruan tinggi. Kita harus bisa menggunakan diksi-diksi yang baik dan kalimat-kalimat yang efektif sesuai jenjang pendidikan, bukan seperti anak SMA dan SMP lagi.

Dalam suatu karya ilmiah, penggunaan bahasa memiliki arti yang sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Untuk penggunaan bahasa dalam suatu karya ilmiah berarti menitikberatkan suatu bahasa sebagai alat komunikasi berupa tulisan. Karena itu, penggunaan bahasa dalam karya ilmiah sangatlah penting. Pengertian dari karya ilmiah sendiri adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Nah, untuk di tingkatan perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Selain itu karena alasan di atas, terdapat beberapa hal lain yang membuat bahasa indonesia harus dijadikan mata kuliah di perguruan tinggi.

Dengan demikian, sangat penting untuk mengadakan mata kuliah Bahasa Indonesia di setiap perguruan tinggi selain karena bahasa indonesia merupakan bahasa negara kita sendiri dan sebagai bahasa pemersatu dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga negara itu sendiri.

2.4.Tujuan dan Manfaat Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Diajarkannya mata kuliah Bahasa Indonesia di berbagai universitas dan perguruan tinggi memiliki tujuan umum yang meliputi:

  1. Menumbuhkan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat mendorong mahasiswa memelihara bahasa Indonesia.
  2. Menumbuhkan kebanggan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan mampu mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambing identitas bangsa.
  3. Menumbuhkan dan memelihara kesadaran akan adanya norma bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan agar mahasiswa terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

Selain tujuan umum, Mata kuliah Bahasa Indonesia ini juga memiliki tujuan khusus. Secara khusus mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa, calon sarjana, terampil dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik apakah itu secara lisan, ataupun tertulis, sebagai pengungkapan gagasan ilmiah.

Jika dilihat dari tujuan diberikannya mata kuliah ini sebenarnya cukup jelas apalagi di zaman seperti ini khususnya anak muda generasi penerus Bangsa saat ini kurang sadar akan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kurang merasa bangga dengan bahasa nasional, contohnya adanya bahasa gaul yang malah lebih sering digunakan sehari-hari sampai diterbitkan pula kamus bahasa gaul, apakah ini berarti bahasa Indonesia sudah dilupakan? Maka dari itu dengan adanya mata kuliah bahasa Indonesia ini setidaknya mempunyai harapan untuk para penerus bangsa agar tidak pernah melupakan bahasa Ibu mereka, yaitu bahasa Indonesia.

Manfaat Mempelajari Bahasa Indonesia secara umum ini dilakukan untuk:

  1. Menumbuhkan sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Indonesia;
  2. Menjadi bahasa pemersatu dari berbagai bahasa dari tiap daerah di Indonesia;
  3. Kebanggaan terhadap bangsa Indonesia;
  4. Kesetiaan akan bahasa Indonesia;
  5. Meningkatkan kesadaran akan adanya norma dalam berbahasa dan secara khusus bertujuan untuk terampil berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

BAB III

PENUTUP

3.1        SIMPULAN

bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu, karena di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar, bahasa Indonesia-pun penting untuk dilestarikan oleh penutur aslinya.

Melihat dari berbagai fungsi, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diakuI sebagai karyanya. Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan uneguneg manusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

3.2     Saran

Diharapkan makalah ini dapat mengingatkan pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya bahwa bahasa Indonesia perlu dipelajari, karena dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. Siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga Indonesia itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Subro, seno.1998. Seri Bahasa Indonesia. Semarang: CV Aneka ilmu

Muslich, Masnur. 2010. Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedududkan, Fungsi, Pembinaan, dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara

Rahayu, Mnto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Jakarta: PT Grasindo

Karya ilmiah ” Teknologi Informasi dan Komunikasi”

KARYA ILMIAH

“Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Remaja”

KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam kami ucapkan ke hadirat Allah SWT. karena berkat rahmat-Nyalah tugas karya ilmiah ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam karya kami ini, membahas mengenai “Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Remaja”, suatu permasalahan yang selalu dialami oleh remaja yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk mengakses suatu informasi.

Karya ilmiah  ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk memperdalam pemahan dalam pembuatan karya ilmiah maupun makalah, selain itu karya ilmiah ini adalah salah satu persyaratan untuk mengikuti Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).

Dalam proses penyusunan karya ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu rasa terima kasih kami khususkan kepada yang terhormat  Bapak Moh. Arief Harianto S.pd selaku guru bahasa indonesia di SMK Nurul Jadid yang telah membimbing kami dalam proses penyelesain karya ilmiah ini.

Kami menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan sehingga hanya yang demikian sajalah yang dapat kami buat.

Demikian karya kami ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

 

Tangerang, 19 Mei 2017

 

Prisilia S. P.

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

1.2           Rumusan Masalah

1.3           Tujuan Penulisan

1.4           Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1      Pengertian Teknologi Komunikasi

2.2      Dampak Positif Kemajuan Teknologi Komunikasi

2.3      Negatif Kemajuan Teknologi Komunikasi

2.4      Tindakan yang Dilakukan untuk Menghindari Penyalahgunaan

Teknologi Komunikasi

BAB III PENUTUP

3.1      Kesimpulan

3.2      Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehidupan manusia yang bermula dari kesederhanaan kini menjadi kehidupan yang bisa dikategorikan sangat modern. Di era sekarang, segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang praktis. Hal ini merupakan dampak yang timbul dari hadirnya teknologi. Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan manusia.

Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi. Penggunaan teknologi oleh masyarakat menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih. Komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya, kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak.

Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat ini, pepatah yang menyatakan bahwa“Dunia tak selebar daun kelor” sepantasnya berubah menjadi “Dunia seakan selebar daun kelor”. Hal ini disebabkan karena semakin cepatnya akses informasi dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di daerah lain atau bahkan di negara lain, misalnya Amerika Serikat walaupun kita berada di Indonesia.

Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Teknologi lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin canggih seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi penambahan fungsi teknologi yang semakin memanjakan kehidupan manusia. Salah satu contoh fasilitas canggih saat ini adalah handphone.

Di awal kemunculannya, handphone hanya dimiliki oleh kalangan tertentu yang benar-benar membutuhkannya demi kelancaran pekerjaan mereka. Namun, seiring perkembangan zaman, handphone telah dimiliki oleh semua kalangan baik yang benar-benar membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan tak terkecuali para remaja.

Kini handphone bukan lagi sekadar alat berkomunikasi, tetapi handphone juga merupakan alat untuk mencipta dan menghibur dengan suara, tulisan, gambar, dan video. Para remaja sekarang berlomba-lomba untuk memiliki handphone karena handphone bukan hanya merupakan alat berkomunikasi, namun juga di kalangan remaja handphone sekaligus sebagai gaya hidup, tren, dan lain-lain.

Selain itu, perkembangan pesat beberapa teknologi komunikasi lainnya seperti Internet berhasil memengaruhi para remaja. Sekarang internet tidak hanya sekadar teknologi untuk berbagi data via e-mail, ftp, dan lain-lain. Namun, internet juga menawarkan berbagai situs yang menyediakan berbagai hal seperti jejaring sosial yang sangat populer di kalangan remaja. Jejaring social ini memungkinkan remaja untuk berkomunikasi dengan orang lain di daerah lain atau di negara lain.

Di kalangan remaja, menggunakan teknologi komunikasi, seperti handphone dan internet sebagai alat multifungsi karena multifungsinya tersebut para remaja dapat menggunakan teknologi ini secara positif ataupun negatif tergantung setiap individu. Contoh positif dari penggunaan teknologi komunikasi adalah memanfaatkan teknologi ini untuk membantu mereka dalam proses pembelajaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu dikhawatirkan dalam pemanfaatan teknologi komunikasi oleh para remaja seperti penggunaan tidak sesuai kondisi. Mislanya, menggunakan handphone dalam proses belajar mengajar untuk sms-an dengan pacar atau menggunakan fasilitas internet untuk mengakses situs-situs porno, dan lain-lain.

Berdasarkan argumentasi di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang pengaruh kemajuan teknologi komunikasi di kalangan remaja.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam tulisan ini adalah :

  1. Apa pengertian teknologi komunikasi ?
  2. Bagaimana dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi ?
  3. Bagaimana dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi ?
  4. Apa tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi ?

 

1.3 Tujuan Penulisan

Tulisan ini bertujuan untuk :

  1. Untuk mengetahui pengertian dari teknologi komunikasi.
  2. Untuk mengetahui dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi.
  3. Untuk mengetahui dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi.
  4. Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi

.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat tulisan ini antara lain :

  1. Dapat menambah wawasan penulis dan khalayak tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengaruh kemajuan teknologi komunikasi terhadap remaja.
  2. Sebagai bahan referensi untuk pembaca.
  3. Dapat melatih siswa pada umumnya dan penulis khususnya dalam mengembangkan wawasan diri untuk menyusun buah pikiran secara sistematis dalam bentuk makalah.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1     Pengertian Teknologi Komunikasi

Teknologi merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani technología ‐ TECHNE, ‘kerajinan’ dan‐Logia, studi tentang sesuatu, atau cabang pengetahuan dari suatu disiplin. Teknologi juga dapat diartikan benda‐benda yang berguna bagi manusia, seperti mesin, tetapi dapat juga mencakup hal yang lebih luas, termasuk sistem, metode organisasi, dan teknik. Istilah ini dapat diterapkan secara umum atau spesifik: contoh‐contoh mencakup “teknologi konstruksi”, “teknologi medis”, atau “state‐of‐the‐art teknologi”.

Jadi, pengertian teknologi adalah alat-alat yang dibuat atau dirancang oleh manusia yang bertujuan untuk memudahkan kegiatan-kegiatan manusia.

Sementara, pengertian dari komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi(pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan pengertian teknologi komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video’ electronic data interchange and e-mail. Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan perangkat keras, struktur organisasi, dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan, memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan individu lain (Rogers, 1986).

 

2.2     Dampak Positif dari Kemajuan Teknologi Komunikasi

Saat ini teknologi komunikasi berkembang sangat pesat. Beberapa contoh hasil dari perkembangan teknologi komunikasi adalah hadirnya internet, handphone, televisi, dan lain-lain. Hal ini menyebabkan akses informasi menjadi semakin cepat dan tentunya alat-alat tersenut menjadi sumber informasi baik informasi positif maupun negatif. Sebuah informasi dikatakan bernilai positif jika informasi tersebut memberikan manfaat bagi penelitian.

Berikut ini akan dijelaskan dampak-dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi.

  1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
  2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
  3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
  4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).
  5. Mempermudah proses pembelajaran, layanan online dalam pendidikan pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (siswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi guru dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat didownload oleh siswa.
  6. Mempermudah komunikasi untuk menyambung silaturahmi, seperti pada telepon genggam yang dilengkapi dengan fitur pesanan dan telepon yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang di daerah lain ataupun di negara lain. Bahkan sekarang telepon genggam telah menganut sistem berbasis 3G dimana seseorang dapat berkomunikasi via telepon sekaligus melihat wajah lawan bicaranya.
  7. Sarana untuk hiburan. Beberapa perangkat hasil dari teknologi komunikasi menyediakan fasilitas game, audio, dan video.
  8. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
  9. Siswa tidak gagap teknologi, siswa dapat mengikuti perkembangan era teknologisasi dunia dan siswa dapat lebih produktif, efektif dan efisien dalam waktu, energi dan biaya karena ada sarana komunikasi yang memudahkan urusannya.

2.3     Dampak Negatif dari Kemajuan Teknologi Komunikasi

Kemajuan teknologi, adalah hal yang patut disyukuri. Sebab dengan sentuhan teknologi, berbagai pemenuhan kebutuhan hidup manusia menjadi lebih mudah. Pada dasarnya, teknologi membawa implikasi positif dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan, kemajuan teknologi menjadi bukti perkembangan kemampuan manusia untuk menggunakan nalar dan pikirannya dalam mengelola alam dan potensi diri manusia itu sendiri. Akan tetapi, jika hasil capaian teknologi kemudian disalahgunakan, maka yang muncul adalah beragam dampak buruk. Tidak hanya tujuan utama dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tercapai, namun penyalahgunaan rekayasa teknologi itu sendiri akan membuat hidup manusia semakin sulit. Tidak terkendali. Menjadi linglung. Bahkan menjadi ambigu.

Berikut ini adalah dampak-dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi.

  • Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

  • Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

  • Penipuan

Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

  • Carding

Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

  • Perjudian

Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya. Dan yang lebih mengkhawatirkan jika situs perjudian tersebut dikunjungi oleh remaja-remaja yang masih labil sehingga sangat rentan merusak moral mereka.

  • Mengurangi sifat sosial

Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).

  • Kecanduan

Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.

  • Mengganggu aktivitas siswa

Penggunaan tidak sesuai kondisi, Misalnya, menggunakan handphone pada saat proses belajar mengajar berlangsung untuk sms-an dengan teman atau pacar atau membuka situs jejaring sosial (facebook, twitter, plurk, yahoo koprol, dll) pada saat belajar.

 

2.4   Tindakan yang Dilakukan untuk Mengindari

PenyalahgunaanTeknologi Komunikasi

Tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi, antara lain:

  1. Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau sosial media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
  2. Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas positif yang sering melakukan pertemuan di dunia nyata atau biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi anda karena komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan anda.
  3. Menolak ajakan teman untuk menyimpan maupun melihat hal-hal yang meyangkut pornoaksi dan pornografi.
  4. Tidak membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone saat pelajaran berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
  5. Ketika berada dirumah sebaiknya mengatur waktu sebaik-baiknya antara belajar dan memanfaatkan teknologi komunikasi, seperti handphone, internet, dan lain-lain.
  6. Menghindari mengakses situs porno atau mendownload konten-konten porno.
  7. Memanfaatkan teknologi komunikasi seperlunya.

Dalam hal ini pengawasan dari orang tua juga sangat penting. Mengingat kenakalan remaja dilakukan mayoritas dilakukan oleh para remaja yang kurang mendapat perhatian dari orang tua.

BAB III

PENUTUP

3.1            Kesimpulan

  1. Teknologi adalah alat-alat yang dibuat atau dirancang oleh manusia yang bertujuan untuk memudahkan kegiatan-kegiatan manusia. Sementara, pengertian dari komunuikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.

 

  1. Pengertian Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi memfasilitasi komunikasi atar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telepon, telex, fax, radio, televisi, e-mail, dan lain-lain.

 

 

  1. Dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi, antara lain :

o   Internet sebagai media komunikasi

o   Media pertukaran data

o   Media untuk mencari informasi atau data

o   Fungsi komunitas

o   Mempermudah proses pembelajaran

o   Mempermudah komunikasi untu menyambung silaturahmi

o   Sarana untuk hiburan

o   Kebutuhan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan.

o   Siswa tidak gagap teknologi

  1. Dampak negatif kemajuan teknologi komunikasi adalah pornografi, violence and gore, penipuan, carding, perjudian, mengurangi sifat social manusia, bisa membuat seseorang kecanduan, dan penggunaan tidak sesuai kondisi.

 

  1. Tindakan yang dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi adalah dengan menggunakan teknologi komunikasi seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi.

 

3.1     Saran

  1. Diharapkan untuk para remaja untuk tidak perlu terpengaruh dengan kemajuan teknologi sekarang ini, karena dapat memberikan pengaruh yang buruk terhadap perkembangan remaja itu sendiri.
  2. Sebagai remaja yang tidak bisa lepas dari pengaruh kemajuan teknologi agar bisa membedakan hal-hal yang merupakan pengaruh yang baik dari kemajuan teknologi dan pengaruh yang buruk dari kemajuan teknologi.
  3. Kepada seluruh pembaca kiranya memberikan kritik yang bersifat membangun sehingga apa yang kita harapkan dari isi tulisan ringkasan ini dapat berguna bagi pembangunan pendidikan.

 

sumber : Contoh Karya Ilmiah tentang Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Remaja – See more at: http://pbsstainmetro.blogspot.co.id/2015/05/contoh-karya-ilmiah-tentang-pengaruh.html#.dpuf

TUGAS 10

Pertanyaan :

Untuk membuat karya tulis yang baik dan benar diperlukan daya kreasi/imajinasi dan penalaran.

Kita sudah mempelajari materi bahan ajar yang membahas perihal penalaran dalam konteks membuat karya tulis.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan memahami materi tersebut, kerjakan tugas berikut ini :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

status : Tercapai 100%

Keterangan : saya telah mengerjakan assigment ini

Bukti :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

    “suatu pola pemikiran manusia untuk menjelaskan fakta dan informasi yang diketahui dengan memanfaatkan panca indra yang dimiliki manusia dengan mengklarifikasi suatu hal untuk mencapai kesimpulan”

  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan

    Tujuan dari penalaran ialah dengan maksud menemukan sebuah kebenaran atau fakta, penalaran sendiri bertolak dengan ilmu pengetahuan yang telah kita miliki dimana kita memang tau sesuatu yang benar dan yang salah.

  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

    Jenis-jenis Silogisme

    Berdasarkan bentuknya, silogisme terdiri dari :

    Silogisme kategorik
    Silogisme kategorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

    Contoh:
    Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
    Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
    ∴ Akasia membutuhkan air (Konklusi)

    Hukum-hukum Silogisme Katagorik

    “Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga”.

    Contoh:
    Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
    Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
    ∴ Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).

    “Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga”.

    Contoh:
    Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
    Sebagian pejabat korupsi (minor).
    ∴ Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).

    “Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan”.

    Contoh:
    Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
    Bambang adalah politikus (premis 2).

    Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).

    “Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan”.

    Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.

    Contoh:
    Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
    Kucing bukan bunga mawar (premis 2).

    Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan

    “Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan”.

    Contoh:
    semua ikan berdarah dingin.
    Binatang ini berdarah dingin.
    Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.

    “Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya”.

    Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.

    Contoh:

    Kerbau adalah binatang.(premis 1)
    Kambing bukan kerbau.(premis 2)
    ∴ Kambing bukan binatang ?

    Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif

    “Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor”.

    Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.

    Contoh:

    Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
    Januari adalah bulan.(minor)
    ∴ Januari bersinar dilangit?

    Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.

    Contoh:
    Kucing adalah binatang.(premis 1)
    Domba adalah binatang.(premis 2)|
    Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
    Sawo adalah tumbuhan.(premis4)

    Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya

    Silogisme Hipotetik

    Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent”.

    Contoh:
    Jika hujan saya naik becak.(mayor)
    Sekarang hujan.(minor)
    ∴ Saya naik becak (konklusi).

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya”.

    Contoh:
    Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
    Sekarang bumi telah basah (minor).
    ∴ Hujan telah turun (konklusi)

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent”.

    Contoh:
    Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
    Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
    ∴ Kegelisahan tidak akan timbul.

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya”.

    Contoh:
    Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
    Pihak penguasa tidak gelisah.
    ∴ Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
    Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:

    * Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
    * Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
    * Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
    * Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

    Silogisme Alternatif

    Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

    Contoh:
    Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
    Nenek Sumi berada di Bandung.
    ∴ Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

    Entimen

    Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
    Contoh entimen:

    * Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
    * Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

    Silogisme Disjungtif

    Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu:

    Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif.

    Contoh:
    Heri jujur atau berbohong.(premis1)
    Ternyata Heri berbohong.(premis2)
    ∴ Ia tidak jujur (konklusi).

    Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif.

    Contoh:
    Hasan di rumah atau di pasar .(premis1)
    Ternyata tidak di rumah.(premis2)
    ∴ Hasan di pasar (konklusi).

    Hukum-hukum Silogisme Disjungtif

    Silogisme disjungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid.

    Contoh:
    Hasan berbaju putih atau tidak putih.
    Ternyata Hasan berbaju putih.
    ∴ Hasan bukan tidak berbaju putih.

    Silogisme disjungtif dalam arti luas, kebenaran konklusinya adalah

    *Bila premis minor mengakui salah satu alternatif, maka konklusinya sah (benar).

    Contoh:
    Budi menjadi guru atau pelaut.
    Budi adalah guru.
    ∴ Maka Budi bukan pelaut.

    *Bila premis minor mengingkari salah satu alternatif, maka konklusinya tidak sah (salah).

    Contoh:
    Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogyakarta.
    Ternyata tidak lari ke Yogyakarta
    ∴ Dia lari ke Solo?

    Konklusi yang salah karena bisa jadi dia lari ke kota lain.

  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

    Deduktif
    *Menarik simpulan secara langsung
    *Menarik simpulan tidak langsung

    Induktif
    *Generalisasi
    *Analogi
    *Hubungan kausal


    Penalaran deduktif
    Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

    Contoh :
    Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

    Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :

    Silogisme
    Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

    Entimen
    Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

    Ciri-ciri paragraf berpola deduktif :

    1) Letak kalimat utama di awal paragraph
    2) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
    3) Diakhiri dengan penjelasan

    Penalaran Induktif
    Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

    Contoh paragraf Induktif:
    Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

    Macam-macam penalaran induktif diantaranya :

    Generalisasi
    Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.

    Contoh generalisasi
    Jika ada udara, manusia akan hidup
    Jika ada udara, hewan akan hidup.
    Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
    ∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

    Macam-macam generalisasi:

    Generalisasi sempurna
    Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.

    Generalisasi tidak sempurna
    Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.

    Ciri-ciri paragraf berpola induktif:
    1) Letak kalimat utama di akhir paragraph
    2) Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum
    3) Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan

    Analogi
    Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra karenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyaknya pikiran yang mengagngu. Itulah mengapa dikatakan belajar di waktu tua seperti melukis di atas air.

    Sebab-Akibat
    Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan. Banyak sampah yang menumpuk akibat kita erring membuang sampah sembarangan. Terlebih lagi, mendangkalnya permukaan saat ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan banjir selalu datang setiap hari.

    Perbandingan
    Andi suka menolong setiap orang. Dia selalu ramah kepada siapapun. Tidak seperti adiknya Anto yang suka menjahili orang. Anto terkanal karena kenakalannya daripada prestasinya. Itulah mengapa kedua saudara ini mendapat perlakuan beda dari teman-temanya.

  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

    Contoh paragraf deduktif :

    (a) Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.

    (b) Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli.  Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena hanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk.

    Contoh paragraf induktif  :

    (a) Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih  maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.

    (b) Dalam APBD 2016, terungkap dana tersebut  mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan terhadap dua ribu orang. Namun, sampai sekarang  dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.

Tugas 9

Pertanyaan :

Kita sudah mempelajari bahan ajar ke 9 yang membahas tentang makalah, dengan segala pengertian dan syarat-syarat penulisannya yang berhubungan dengan karya tulis ilmiah..

Karya ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi suatu permasalahan yang diungkapkan dengan metode ilmiah (Soeparno, 1997:51); karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Arifin, 2003:1).

Sekarang kita akan segarkan kembali wawasan kita dengan hal-hal  yang berhubungan dengan syarat penulisan karya ilmiah, jawablah pertanyaan berikut dan postingkan dalam iMe. Update SKUP nya.

I. Berikan penjelasan Anda

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

  1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
  2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
  3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
  4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
  5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
  6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
  7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Selamat belajar……dan tetap semangat……….

Status : Tercapai
Keterangan : Saya telah mengerjakan assignment ini
Bukti :

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?Tema adalah sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.
    Tema merupakan pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu  yang akan disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Tema juga merupakan dasar cerita (yang dipercakapkan dsb), yang dipakai sebagai dasar mengarang, mengubah sajak,dsb.
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?Pengertian topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
    Topik merupakan pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb. Topik juga merupakan ide sentral yang mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi).
    Judul merupakan kepala karangan (cerita, drama, dsb) atau perincian atau penjabaran dari topik dan judul dapat juga merupakan nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi buku atau bab.

Continue reading Tugas 9

TM pertemuan 8

Pertanyaan :

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!
  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Status : Tercapai
Keterangan : Saya telah mengerjakan assignment ini
Bukti :

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!Frase adalah kelompok kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.Macam-macam Frase :

    Frase terbagi menjadi dua, yaitu :

    1) Frase Endosentrik (bertingkat) : frase yang terdiri dari inti dan tambahan.
    Contoh :
    -Rumah Indah (Rumah = Inti Frase, Indah = Tambahan)
    -Tabrakan Beruntun (Tabrakan = Inti Frase, Beruntun = Tambahan)

    2) Frase Ekosentrik (setara) : frase yang terdiri dari inti saja dan dua-duanya tidak penting.
    Contoh :
    – Tua muda
    – Merah putih

    Ciri-ciri Frase

    – Frase setara : dapat dihubungkan dengan kata penghubung (dan, atau) semua unsurnya merupakan kata pokok.
    – Frase bertingkat : tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung (dan, atau) tetapi bisa disisipi kata penghubung (yang, untuk, milik). Contoh : Murid pandai.

    Bentuk Frase Endosentrik (Bertingkat)

    1) Frase Nomina (kata benda)
    contoh : Gedung Bertingkat
    2) Frase Verba (kata kerja)
    contoh : Sedang belajar
    3) Frase Adjektiva (kata sifat)
    contoh : Pintar sekali
    4) Frase Pronomina (kata ganti)
    contoh : Saya sendiri
    5) Frase Adverbia (kata keterangan)
    contoh : Kemarin sore
    6) Frase Numeralia (petunjuk bilangan)
    contoh : Hanya satu
    7) Frase idiomatik (kata ungkapan; frase yang bukan arti sebenarnya)
    contoh : Ringan tangan, anak emas, hidung belang.

  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!Klausa adalah kalimat yang tidak sempurna yang disusun dan memiliki setidaknya satu subjek dan satu predikat.
    Ciri-Ciri Klausa
    -Dalam sebuah klausa hanya terdapat satu predikat saja dan tidak lebih.
    -Klausa dapat berubah menjadi sebuah kalimat jika diimbuhi intonasi akhir.
    -Klausa merupakan bagian dari sebuah kalimat jika kalimat itu adalah kalimat plural.
    -Klausa bersifat meluas jika ditambahkan dengan atribut-atribut khusus yang belum terdapat pada klausa tersebut.

    Jenis-Jenis Klausa
    Berdasarkan jenisnya klausa dapat dibagi menjadi 4 jenis yakni :
    1) Berdasarkan kelengkapan unsurnya : Klausa tidak lengkap dan klausa lengkap
    2) Berdasarkan sifat predikat : Klausa positif dan klausa negatif
    3) Berdasarkan kategori predikat : Klausa verbal dan klausa non-verbal
    4) Berdasarkan kemapanannya : Klausa mandiri dan Klausa Tergabung

    Contoh Klausa :
    1. Kondisinya sudah membaik.
    2. Rumah itu sangat mewah.
    3. Mobil itu sangat baru.

  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!“ Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu”
    Istilah yang maknanya terbatas pada bidang tertentu saja adalah istilah khusus sedangkan istilah yang dipakai secara luas, menjadi unsur kosakata umum adalah istilah umum
    Contoh istilah dalam teknologi informasi dan komunikasi
    1) File merupakan identitas dari data yang disimpan di dalam computer yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
    2) Operating system merupakan seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak .
    3) Internet adalah system global dari seluruh jarigan komputer yang saling terhubung menggunakan standar
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu.Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna.

    Contoh Kalimat Polisemi

    1) Darah
    Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)
    Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)

    2) Anak
    Budi merupakan salah satu anak dari motivator kondang yang tidak diakui. (Anak berarti anak)
    Kemarin sore wanita itu tergelincir dari anak tangga. (anak tangga berarti tangga)
    Kapal itu memiliki cukup banyak anak buah kapal. (anak buah kapal berarti ABK)

     

    3) Api
    Api berkobar di perumahan kencana hingga meluluh – lantakan seluruh harta benda warga. (Api berarti api)
    Ani dan Budi sedang mesra-mesranya karena sedang terbakar api asmara. (Api asmara berarti rasa cinta)

  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip.Sinomin dapat juga disebut sebagai persamaan kata atau padanan kata.

    Contohnya :
    binatang = fauna
    tanaman = flora
    bohong = dusta
    haus = dahaga
    pakaian = baju
    bertemu = berjumpa

  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohnya!
    hiponim adalah kata atau frase yang terdapat di dalam cakupan hipernim.Hipernim adalah kata atau frase yang mewakilkan banyak kata yang termasuk di dalamnya. Cakupan dari hiponim dapat dikatakan lebih sempit dan objektif. Seperti misalnya kata “apel, jeruk, anggur, semangka”, kata-kata tersebut memiliki hipernim “Buah” yang artinya semuah kata apel, jeruk, anggur dan semangka merupakan bagian dari buah. Dengan kata lain, jika hipernim adalah kata yang mewakili berarti hiponim adalah kata atau frase yang terwakili.Contoh Hipernim dan Hiponim

    Hipernim: Handphone
    Ibu dan Adik membeli handphone dengan harga yang sangat murah
    Hiponim : Samsung, Nokia, Blackberry, Sony, LG, Xiaomi, Google Nexus
    Ibu dan Adik membeli Blackberry dengan harga yang sangat murah

    Hipernim: Burung
    Hiponim : Burung Camar, Burung Elang, Burung Kutilang, Burung Kakak Tua, Burung Love bird
    Hipernim: Pohon
    Hiponim : Pohon Beringin, Pohon Akasia, Pohon Mangga, Pohon Durian, Pohon Cemara
    Hipernim: Ikan
    Hiponim : Ikan Nila, Ikan Mas, Ikan Tuna, Ikan Lele, Ikan Hiu, Ikan Lumba – lumba
    Hipernim: Gunung
    Hiponim : Gunung Semeru, Gunung Krakatau, Gunung Rinjani, Gunung Kerinci,

  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!

    MAJAS ( klil disini )

  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya
    Homofon

    Ragam bahasa homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda.
    Sedikit berbeda dengan homonim, kata – kata yang berhomofon bisa kita identifikasi maknanya dengan melihat bentuk tulisannya. Namun, jika berbentuk lisan kita harus mendengarnya dalam sebuah kalimat utuh.

    Apabila kita mendengar kata bank, ada dua makna yang memungkinkan, yaitu apakah itu sebuah tempat atau panggilan untuk orang yang lebih tua. Oleh karena itu, kita harus mendengarnya dalam bentuk kalimat yang utuh.

    Perhatikan kalimat berikut!

    Aku bertemu Bang Indra di pasar kemarin.
    Aku pergi ke Bank BRI kemarin.

    Jika kita mendengar kata bang pada kalimat pertama, maka maknanya adalah panggilan untuk laki – laki yang lebih tua. Jika kita mendengar kalimat kedua, maka maknanya adalah tempat penyimpanan uang.

    Contoh – Contoh Kalimat Berhomofon
    a) Penyanyi rock legendaris itu memakai rok ketika beraksi di atas panggung.
    b) Sultan Abdurahman Syah telah sah menjadi suami Nur Khalisa kemarin.
    c) Syarat yang diajukan oleh Angga sarat akan kecurangan.

    Homograf

    Ragam bahasa yang terakhir adalah homograf. Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda. Homograf merupakan kebalikan dari homofon. Oleh karena itu, kita tidak bisa mengidentifikasi makna kata – kata yang berhomograf jika kita tidak mendengar atau membacanya dalam sebuah kalimat utuh.

    Apabila kita melihat kata keset, maka ada dua hal yang terlintas di otak kita, apakah itu kata sifat ataukah kata benda.

    Perhatikan kalimat berikut!

    Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.
    Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.

    Kata keset pada kalimat pertama berarti alat untuk membersihkan kaki atau sepatu dari kotoran. Sedangkan kata keset pada kalimat ke dua adalah keadaan tangan yang tidak halus.

    Contoh – Contoh Kalimat Berhomograf

    a) Anak yang sakit mental itu tersambar sepeda motor dan mental sejauh 3 meter.
    b) Para pejabat teras sedang melakukan rapat di teras rumah Budi.
    c) “Serang dan ambil alih kota serang dari tanggan Belanda,” perintah Komandan kepada anak buahnya.
    d) Setelah apel pagi kami memakan buah apel.

 

 

 

 

Majas

MAJAS

Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.
Macam Macam Majas :

  1. Majas Perbandingan

    Majas Perbandingan  ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca.

    a) Asosiasi atau Perumpamaan = perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama
    Contoh :
    Semangatnya keras bagaikan baja.
    Mukanya pucat bagai mayat.
    Wajahnya kuning bersinar bagaikan bulan purnama

    b) Metafora= majas yang memberikan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Contoh:
    Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
    Harta karunku (sangat berharga)

    c) Personifikasi = majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
    Contoh:
    Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
    Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
    Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

    d) Alegori = Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
    Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
    Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
    Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
    Contoh:
    Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

    e) Simbolik = majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
    Contoh:
    Ia terkenal sebagai buaya darat.
    Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
    Ia adalah seorang bunga desa
    Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
    Melati, lambang kesucian
    Teratai, lambang pengabdian

    f) Metonimia = majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.
    Contoh:
    Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
    Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
    Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

    g) Sinekdok = majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya.
    Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk :
    -Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan
    Contoh:
    (a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
    (b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
    -Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
    (a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
    (b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
    h) Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”.
    Contoh:
    Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

  2. Majas Pertentangan

    Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”.

    Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

    1) Antitesis = majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
    Contoh:
    a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
    b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

    2) Paradoks =  majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
    Contoh:
    a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
    b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

    3) Hiperbola =  majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
    Contoh:
    a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
    b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

    4) Litotes = majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
    Contoh:
    a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
    b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?

  3. Majas Penegasan

    Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

    Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

    1) Pleonasme = majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

    Contoh:
    a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
    b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

    2) Repetisi = majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

    Contoh:
    a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
    b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

    3) Paralelisme = majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
    Contoh:
    a) Cinta adalah pengertian
    b) Cinta adalah kesetiaan
    c) Cinta adalah rela berkorban

    4) Tautologi = majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan

    Contoh:
    a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
    b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

    5) Klimaks = majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

    Contoh:
    a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
    b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

    6) Antiklimaks =  majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.
    contoh :
    a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
    b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

    7) Retorik = majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

    Contoh:
    a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
    b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?

  4. Majas Sindiran

    Majas Perbandingan  ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

    Majas sindirian dibagi menjadi:
    1)Ironi = majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.
    Contoh:
    a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
    b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.

    2) Sinisme = majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain
    Contoh :
    a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.
    b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.

    3) Sarkasme =  majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
    Contoh:
    a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
    b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

Tugas 6

Pertanyaan :

Kita telah mempelajari dan mengenal paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan kalimat. Penggabungan kalimat tersebut membicarakan suatu gagasan atau topik. Seluruh kalimat memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah tersebut. Sebuah paragraf ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua sentimeter. Selain itu, dapat menambahkan tanda sebuah paragraf dengan memberikan jarak agak renggang dari paragraf sebelumnya. Dengan demikian, memudahkan para pembaca dalam melihat permulaan  tiap paragraf.

Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda mengenai paragraf silakan kerjakan tugas ke 6 ini dengan sebaik-baiknya.

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
  3. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
  4. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
  5. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Status : Tercapai 100%

Keterangan : saya telah mengerjakan assignment ini

Bukti :

Kita telah mempelajari dan mengenal paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan kalimat. Penggabungan kalimat tersebut membicarakan suatu gagasan atau topik. Seluruh kalimat memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah tersebut. Sebuah paragraf ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua sentimeter. Selain itu, dapat menambahkan tanda sebuah paragraf dengan memberikan jarak agak renggang dari paragraf sebelumnya. Dengan demikian, memudahkan para pembaca dalam melihat permulaan  tiap paragraf.

Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda mengenai paragraf silakan kerjakan tugas ke 6 ini dengan sebaik-baiknya.

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
    • Paragraf deduktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi, yaitu memaparkan hal umum terlebih dahulu kemudian menjabarkan hal – hal khusus. Dengan kata lain paragraf ini meletakkan gagasan utamanya pada kalimat utama di awal paragraf.
    • Contoh :
      Manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, seperti lahir, tumbuh, bahkan mati pun kita masih membutuhkan orang lain. Ketergantungan manusia dengan orang lain ini akan sangat menyulitkan jika tidak ada manusia lainnya, kita bisa mati tanpa adanya manusia lain. Bahkan tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa hidup sendiri. Meskipun mereka memiliki harta yang sangat banyak, mereka tetap membutuhkan makanan atau barang yang dijual oleh orang lain. Tentunya hal ini dikarenakan uang tidak bisa dimakan.
  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
    • Paragraf induktif adalah suatu paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi, yaitu dengan cara menjabarkan hal – hal khusus terlebih dahulu dan kemudian disimpukan menjadi suatu hal yang umum. Dengan kata lain, paragraf deduksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pola paragraf ini biasanya dipakai dalam paragraf generalisasi, sebab – akibat, akibat – sebab, dan analogi.
    • Contoh : Anton sangat menyukai pelajaran matematika. Dia selalu belajar dengan sangat tekun dan senang. Sangking senangnya dengan pelajaran matematika, Anton tidak pernah melewatkan satu hari pun pelajaran ini di sekolah. Jika dia tidak mengetahui suatu permasalahan, Anton tidak segan untuk bertanya baik kepada guru maupun temannya. Sedangkan jika dia sudah mengetahui tentang materi tersebut, dia akan terus berlatih. Oleh sebab itu, Anton sangat pintar dalam pelajaran matematika.
  1. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
    • Tiba-tiba dari kamar dekat dapur terdengar suara tangisan seorang wanita, semua anak muda itu pun kaget. Kobil dan Jamal berniat untuk menyelidikinya. Sesampainya di depan kamar dekat dapur itu, suaranya semakin keras terdengar. Tiba-tiba nenek penghuni rumah tua itu muncul di belakang mereka dan tangisan seorang cewek itu pun menghilang.
  2. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
    • Ditengah hutan terdapat sebuah rumah tua. Di rumah itu ada seorang nenek penghuni rumah tua tersebut, nenek itu kira-kira berumur 75 tahun. Setiap malam ia selalu melihat seorang wanita di rumah tersebut, mungkin itu setan. Tetapi nenek itu sudah terbiasa dengan hal-hal aneh semacam itu.
  3. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi
    • Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi  padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Buatkan jawabannya dengan standar iDu

Selamat belajar