All posts by nizar

Tugas 13 [M. Nizar Ayubi]

Pertanyaan  :

  1. Apakah Anda siap menulis? Jika jawaban Anda “SIAP” silakan lanjut ke pertanyaan nomor dua.  Jika Anda  “Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap?
  2. Jika Anda siap untuk memulai menulis, karya tulis apa yang akan Anda buat? Apa topik, tema dan judulnya karya tulis yang akan Anda buat tersebut. Kapan Anda akan memulai dan menyelesaikan karya tulisnya.

Status              : 100 %

Keterangan   : Sudah dikerjakan

Pembuktian  :

  1. Siap

2. Topik : Musik

Tema : Genre Musik

Judul : Perubahan genre musik di Indonesia.

Saya akan mengerjakan tugas dengan baik pada saat assignment diberikan, dan akan diselesaikan secepatnya.

Tugas 12 [M. Nizar Ayubi]

Instructions

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan computer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Selamat mencari dan membaca karya tulis ilmiah orang lain sebagai pembanding dan motivasi diri untuk mulai menulis dan menulis sesuatu agar kita terbiasa…..

Status : 100%

Keterangan : Sudah dikerjakan

Pembuktian:

  1. Teknologi Informatika dan komputer

Judul : MAKALAH PENGANTAR TELEMATIKA TEKNOLOGI INFORMATIKA

Penulis : FIRZA ALFI, KHOLIDAH NASTA’IN, JAMALUDDIN NASUTION, JAKA SATRIA, JULIO CAESAR

Sumber : LINK

 

  1. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi

Judul : BAHASA INDONESIA SEBAGAI MATAKUIAH WAJIB DI PERGURUAN TINGGI

Penulis : LINDAWATI

Sumber : LINK

 

  1. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Judul : PENTINGNYA BUDAYA MENULIS BAGI MAHASISWA

Penulis : RAHMI RUSNAF

Sumber : LINK

Tugas 10 [M.Nizar Ayubi]

Pertanyaan :

Untuk membuat karya tulis yang baik dan benar diperlukan daya kreasi/imajinasi dan penalaran.

Kita sudah mempelajari materi bahan ajar yang membahas perihal penalaran dalam konteks membuat karya tulis.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan memahami materi tersebut, kerjakan tugas berikut ini :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

Status : 100%

Keterangan : Sudah dikerjakan

Pembuktian :

Penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Definisi Penalaran Menurut Para Ahli:

Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk, yang menuju kepada suatu kesimpulan.

Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa penalaran atau reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.

Suria Sumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa  pengetahuan.

 

Tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)?

Tujuan dari penalaran ialah dengan maksud menemukan sebuah kebenaran atau fakta, penalaran sendiri bertolak dengan ilmu pengetahuan yang telah kita miliki dimana kita memang tau sesuatu yang benar dan yang salah.

 

Beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya

Silogisme adalah suatu argumen yang bersifat deduktif yang mengandung tiga proporsi kategori yakni dua premis dan satu kesimpulan. Masing-masing premis itu yakni premis mayor (premis umum) biasanya disingkat PU dan premis minor (premis khusus) bisanya disingkat PK.

Kriteria silogisme sebagai barikut :
Premis Umum (PU) : Menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B)
Permis KhusuS (PK) : Menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (=C) adalah golongan tertentu itu (=A)
Kesimpulan (K) : Menyatakan bahwa sesuatu atau sesorang itu (=C) memiliki sifat atau hal tersebut pada B (=B)

Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika dirumuskan sebagai berikut :
PU : A = B
PK : C = A
K : C = B
A = semua anggota golongan tertentu
B = sifat yang ada pada A
C = sesorang atau sesuatu anggota A

Contoh :
Silogisme salah yaitu silogisme yang salah satu premisnya salah atau mungkin penalarannya salah, maka kesimpulannyapun tentu akan salah sehingga penarikan kesimpulannya sering tidak logis dan tidak dapat dipercaya kebenarannya.

Contoh :
PU : Prasetyo pelajar teladan
PK : Prasetyo putra seorang guru
K : Putra seorang guru pasti pelajar teladan

 

Penjelasan tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang bermula dari peristiwa umum, yang telah diketahui dan diyakini kebenarannya, dan menghasilkan kesimpulan baru yang bersifat lebih khusus. Bentuk sederhana dari penalaran adalah silogisme, yaitu proses penalaran dimana dari dua pernyataan ditarik dalam satu pernyataa baru yang disebut konklusi.

Contoh :

Premis 1 : Jika matahari terik, maka jemuran akan kering

Premis 2 : Sekarang jemuran kering

Konklusi : Maka matahari terik

Penalaran Induktif adalah proses menarik kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus.

Dalam penalaran induktif pun masih terdiri dari 3 bentuk penalaran :

  1. Generalisasi

Adalah proses penalaran yang tidak sesuai dengan peristiwa individual dalam menuju kesimpulan umumnya.

Contoh :

–          Bunga mawar terlihat cantik, dan baunya harum.

–          Bunga melati bunga yang cantik dan baunya harum.

 

Contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif
a. Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Jenis Paragraf Induktif
Paragraf Induktif sendiri dibagi menjadi 3jenis yakni :
1. Paragraf Induktif generalisasi adalah suatu pola pengembangan paragraf yang bertolak dari sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju sebuah kesimpulan. Kesimpulan generalisasi didahului dengan penalaran generalisasi. Penalaran generalisasi pun dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf. caranya penulis lebih dulu menyajikan sejumlah peristiwa khusus dalam bentuk kalimat.Kemudian pada bagian akhir paragraf itu diakhiri dengan kalimat yang berisi generalisasi dari peristiwa khusus yang telah disebutkan pada bagian awal. Kalimat terakhir biasanya berisi gagasan utama paragraf.
2. Paragraf Induktif Analogi merupakan pola penyusunan paragraf berupa perbandingan dari dua hal yang mempunyai sifat sama.Pengembangan paragraf secara analogi ini didasarkan adanya anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam hal yang lain.
3. Paragraf Induktif Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan beberapa fakta yang mempunyai pola hubungan sebab-akibat.
Contoh Paragraf Induktif 1
Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertentu. Selanjutnya, tampillah trotoar tersebut sebagai etalase khusus. Bahkan, banyak barang khas trotoar terkenal di Jakarta yang tidak bisa dijumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilanya yang khas.
Contoh Paragraf Induktif 1
Di buku ada banyak ilmu yang dapat kita pelajari. Dengan membaca buku, kita dapat menguasai ilmu pengetahuan. Kita bisa tahu banyak informasi di bidang apa pun dari buku. Jadi, memang tak salah jika buku dijuluki sebagai gudang ilmu.
b. Paragraf Dedukatif adalah bagian suatu karangan yang mengandung satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas.Bedasarkan letak kalimat utama dan penjelasnya paragraf dibagi menjadi paragraf deduktif dan paragraf induktif.
Pengertian paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat kalimat penjelas.
Contoh paragraf deduktif 1:
 
Pemuda warga desa Tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk duduk di pinggir jalan pada saat jam jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi orang tua dan memberi pengertian pentingnya belajar bagi anak anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul – kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan dan diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul18.00 sampai pukul 20.00.Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah kalimat yang pertama  yaitu , Pemuda warga desa tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib.
Contoh Paragraf deduktif  2 :
Tikus adalah musuh petani yang sangat merugikan. Berpuluh-puluh hektar lebih sawah di berbagai daerah mengalami gagal panen disebabkan padinya dimakan tikus.Tanaman lain seperti singkong pun tak luput menjadi korbannya, bahkan buah petai cina yang sudah tua juga habis digerogoti binatang ini. Tak hanya itu saja bahkan binatang ternak seperti ayam dan bebek pun juga diserang tikus.

Tugas 8 [M. Nizar Ayubi]

Instructions

Silakan pelajari tuntas lesson 8 yang berhubungan dengan pembahasan Diksi atau Pilihan Kata. Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[rujukan?] Arti kedua, arti “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya..

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih luas lagi yang berhubungan dengan lesson 8 ini silakan kerjakan tugas berikut ini

Postingkan jawaban Anda di iMe Class

Buatkan jawaban sesuai standard idu

Pertanyaan :

  1. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  3. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  4. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  5. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Jawaban dapat dicari/diambil dari berbagai sumber (internet)

Selamat belajar dan mengerjakan tugas

Keterangan : 100%

Status : Sudah dikerjakan

Pembuktian:

  1. POLISEMI

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh Kalimat Polisemi

Darah:

Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)

Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)

 

  1. SINONIM

Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata.

Contoh :

Cerdas = Pintar = Pandai

Dani adalah anak yang cerdas.

Riki adalah anak yang pintar.

Shinta adalah anak yang pandai.

 

  1. HIPONIM

Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim.

Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.

Contoh :

Hipernim = Sepatu

Hiponim = High Heels, Wedges, Stilleto, Sneakers, Boot, Skate

Hipernim = Mobil

Hiponim = Sedan, Chooper, SUV, Jeep, Minibus, Bus

 

  1. MAJAS

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan

  • Semangatnya keras bagaikan baja. (Asosiasi)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur (Metafora)
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut. (Personifikasi)
  • Melati, lambang kesucian. (Alegori)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api) (Metonimia)
  • Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Sinekdok)
  • Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. (Simile)

 

2). Majas Pertentangan

  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. (Antitesis)
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. (Paradoks)
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa. (Hiperbola)
  • Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
    ini? (Litotes)

 

3). Majas Sindiran

  • Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca. (Ironi)
  • Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu. (Sinisme)
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! (Sarkasme)

 

4). Majas Penegasan

  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. (Pleonasme)
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. (Repetisi)
  • Cinta adalah pengertian (Pararelisme)
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja. (Tautologi)
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak. (Klimaks)
  • Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu. (Antiklimaks)
  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja? (Retorik)

 

  1. HOMOFON dan HOMOGRAF

Homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda.

Contoh:

  • Aku bertemu Bang Indra di pasar kemarin.
  • Aku pergi ke Bank BRI kemarin.

Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.

Contoh:

  • Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.
  • Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.

Tugas 6 [M. Nizar Ayubi]

Instruksi :

Kita telah mempelajari dan mengenal paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan kalimat. Penggabungan kalimat tersebut membicarakan suatu gagasan atau topik. Seluruh kalimat memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah tersebut. Sebuah paragraf ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua sentimeter. Selain itu, dapat menambahkan tanda sebuah paragraf dengan memberikan jarak agak renggang dari paragraf sebelumnya. Dengan demikian, memudahkan para pembaca dalam melihat permulaan  tiap paragraf.

Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda mengenai paragraf silakan kerjakan tugas ke 6 ini dengan sebaik-baiknya.

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
  3. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
  4. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
  5. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutup

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Buatkan jawabannya dengan standar iDu

Selamat belajar

Keterangan : 100%

Status : Sudah dikerjakan

Pembuktian:

  1. Paragraf Deduktif

Paragraf Deduktif adalah Paragraf yang letaknya selalu diawal dari suatu paragraf dan berfungsi untuk menuntun atau pengantaran

Contoh :

Merk smartphone sekarang banyak sekali pilihannya seiring bertambahnya perusahaan teknologi yang berdiri. Ada beberapa merk smartphone yang terkenal di antara kita contohnya Samsung, Apple, Xiaomi dan Oppo. Meskipun begitu janganlah menghamburkan uang untuk membeli smartphone yang tidak kita butuhkan, belilah sebagai kebutuhan.

 

  1. Paragraf Induktif

Paragraf ini perlawanan dengan paragraf deduktif berarti dia berada di akhir paragraf. Paragraf induktif berarti penalaran dari pertanyaan khusus ke pertanyaan umum.

Contoh :

Kita dapat melakukan penanaman hidroponik dengan cara apa saja. Tanaman hidroponik juga tidak terlalu membutuhkan banyak air. Selain itu, pemupukan pada tanaman hidroponik tidak akan membuat pencemaran pada tanah. Itulah berbagai kelebihan dan kekurangan dari sistem tanam hidroponik.

 

  1. Contoh Paragraf Pengembang

Indonesia memiliki hewan dan tumbuhan endemik yang sangat banyak, terdiri dari burung, hewan berkaki empat ataupun hewan berkaki dua, Tumbuhannya juga sangat menarik dan indah, tak kalah indah dengan bunga sakura . hewan endemik Indonesia seperti, harimau sumatra,  Orang utan, Badak bercula satu, siamang, burung endemik Indonesia seperti, Burung Cencrawasih, Burung kakatua putih, dan sebagainya. flora endemik Indonesia seperti, bunga bangkai, bunga kangtong semar, Matoa, dan sebagainya.

 

  1. Contoh Paragraf Pembuka

Siapa yang tidak mengenal kota Yogyakarta. Kota gudeg ini memiliki sejumlah tempat wisata yang sudah dianggap iconic oleh wisatawan. Tempat tempat tersebut antara lain Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, dan Mallioboro. Kota yang dipimpin oleh Sultan Hamengku X ini kini mempunyai sejumlah tempat wisata baru yang patut dikunjungi. Tempat-tempat wisata tersebut beberapa diantaranya dapat dijumpai di pusat kota Yogyakarta.

 

  1. Contoh Paragraf Penutup

Berdasarkan daftar-daftar di atas, kita bisa mengetahui bahwa Yogyakarta kini mempunyai sejumlah tempat wisata yang baru. Tempat-tempat itu sendiri terdiri atas Puncak Kosakora, De Mata Trick Eye Museum, dan Upside Down Wold Yogyakarta.

Tugas 5 [M. Nizar Ayubi]

Pertanyaan :

Silakan kerjakan tugas ini sesuai tengat waktu yang diberikan

Pengertian kalimat efektif: adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Buat contoh kalimat efektif masing-masing 3 kalimat dengan kriteria (jadi ada 18 contoh kalimat yang harus dibuat)

  1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa
  2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
  3. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
  4. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
  5. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
  6. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.

Postingkan jawaban di iMe

Lengkapi jawaban dengan standar iDu

Keterangan :

Sudah dikerjakan

Pembuktian:

Contoh kalimat efektif kesepadanan :
  1. Para peserta rapat dipersilahkan keluar
  2. Dalam tugas itu, saya dibantu Paman
  3. Semua mahasiswa STMIK Raharja mengikuti kegiatan Study Tour
Contoh kalimat kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan kata :
  1. Amatilah Teleskop yang tersedia
  2. Budi menggendong adiknya yang masih kecil
  3. Dosen yang baru pergi ke ruang Dosen
Contoh kalimat kehematan :
  1. Saya tidak suka buah melon dan semangka
  2. Dia sangat cantik dan anggun
  3. Dik, ambilkan apel!
Contoh kalimat kelogisan :
  1. Untuk mengefisienkan waktu, rapat kita mulai.
  2. Kakaknya Budi masih muda.
  3. Bapak Rektor kami persilahkan!
Contoh kalimat kesatuan atau kepaduan :
  1. Dalam membangun kampus ini, kami dibantu oleh stakeholder.
  2. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, penganalisisan data, dan penyimpulan hasil analisis.
  3. Tahapan penelitian meliputi mengumpulkan data, menganalis data, dan menyimpulkan hasil analisis.
Contoh kalimat Keparalelan atau kesejajaran :
  1. Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat efektif.
  2. Sebagai mahasiswa, tugas kita adalah belajar, berkarya, dan berprestasi.
  3. Kebutuhan yang harus disiapkan adalah buku, penggaris, dan penghapus.

Tugas 2 [M. Nizar Ayubi]

Pertanyaan :

Silakan jawab pertanyaan soal ini :

Jelaskan apa yang dimaksud dengan makalah!

Berikan penjelasan sistematika penulisan makalah!

Buat contoh topik dan tujuannya untuk karya tulis yang akan Anda tulis! Minimal 3 Topik Bahasan.

Cari contoh karya tulis :

A). Laporan tahunan perusahaan (swasta atau BUMN);

B) Laporan tahunan kementerian/lembaga negara;

C). Makalah/artikel yang berkaitan dengan Teknologi Informatika dan Komputer.

masing-masing satu karya tulis (Boleh diambil/dicari dari berbagai sumber) lampirkan filenya dalam format doc atau PDF

Status :

100%

Keterangan :

Sudah dikerjakan

Pembuktian:
Pengertian Makalah

Makalah adalah suatu karya tulis ilmiah yang membahas tema tertentu yang mencakup dalam ruang lingkup permasalahan. Makalah dapat didefenisikan sebagai karya tulis yang membahas suatu permasalahan sebagai hasil dari kajian pustaka atau di lapangan. Makalah umumnya slalu membahas mengenai permasalahan dengan analisis yang sangat objektif, dan biasanya makalah slalu dibuat oleh para pelajar atau mahasiswa.

 

Penjelasan sistematika penulisan makalah

1.COVER (Sampul)

Pada bagian ini biasanya terdiri dari judul, logo (logo perusahaan, sekolah atau kampus) data penulis, jurusan, fakultas, kota perusahaan atau kampus dan tahun dibutnya makalah tersebut.

2. KATA PENGANTAR

Pada bagian ini biasanya diawali dengan kalimat puji-pujian kepada Tuhan atau Allah SWT. Kata pengantar dapat berupa gambaran sedikit mengenai makalah, ungkapan rasa terimakasih kepada berbagai pihak dan biasanya diakhiri harapan penulis mengenai makalah yang ditulisnya.

3. DAFTAR ISI

Pada bagian ini merupakan daftar halaman judul-judul atau bab-bab pada makalah.

4. BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini umumnya berisi tentang pendahluan tentang gambaran secara umum makalah yang ditulis, mengenai permasalahan yang dibahas, serta latar yang membelakangi mengapa mengambil atau menentukan tema tersebut. Umumnya pada BAB I PENDAHULUAN ini memiliki struktur sebagai berikut:

Latar belakang, yaitu merupakan latar yang membelakangi kenapa mengambil tema tersebut yang dimulai dari pembahasan umum hingga ke pembahasan khusus.

Rumusan masalah, yaitu rumusan-rumusan mengenai masalah apa yang dibahas pada makalah yang disusun.

Maksud dan Tujuan, yaitu maksud maupun tujuan mengapa makalah tersebut disusun.

5. BAB II PEMBAHASAN

Lalu pada bagian ini penulis harus membahas permasalahan secara tuntas seperti yang ditulis pada BAB I PENDAHULUAN. Dapat dibilang pada bagian ini merupakan isi yang sebenarnya dari makalah. Dalam pembahasannya harus memperkuat dengan fakta-fakta sehingga tulisan pada makalah dapat dipercaya kebenarannya. Dilengkapi juga dengan teori maupun kajian dari refrensi para penulis buku, junal dll. yang nantinya dapat mendukung gagasan yang disampaikan dalam isi makalah.

6. BAB III PENUTUP

Sedangkan pada bagian ini biasanya penulis akan membuat kesimpulan dari isi atau pembahasan yang sudah dilakukan pada bagian BAB II PEMBAHASAN dan biasanya juga dilengkapi dengan saran.

7. DAFTAR PUSTAKA

Bagian ini berisi daftar sumber bacaan atau refrensi yang diambil oleh penulis untuk menyusun makalahnya. Biasanya refrensi tersebut diambil dari buku, jurnal, internet dan lain-lain. Tentunya cara penulisan dafar pustaka tidak sembarangan tapi ada aturannya.

8. LAMPIRAN

Dan bagian terakhir yaitu lampiran, merupakan lampiran data-data pendukung dalam menyusun makalah. Dapat berupa hasil bimbingan, foto kegiatan di lapangan dan lain-lain. Bagian ini tidak selalu diwajibkan untuk dicantumkan.

 

Contoh topik dan tujuannya untuk karya tulis yang akan ditulis
  • Topik : Produksi Musik di Era Digital

Tujuan : Pembaca mengetahui mudahnya memproduksi musik pada zaman digital ini.

  • Topik : Efektifitas Digital Music Store pada Era Digital.

Tujuan : Pembaca dapat mengetahui di era digital seperti sekarang, berjualan music (lagu) di Toko Musik Digital lebih efektif dibanding dengan hard copy (Audio CD, Piringan Hitam, dll)

  • Topik : Pengaruh Logo Pada Perusahaan.

Tujuan : Pembaca dapat mengetahui bahwa logo memiliki peranan yang cukup penting dalam menggambarkan sebuah perusahaan.

 

Contoh Karya Tulis