All posts by melinda

Tugas 14 BL103 – Melinda

Instructions

Ini tugas terakhir  mata kuliah Bahasa Indonesia yang diperuntukkan bagi mahasiswa di perguruan tinggi.

Anda sudah diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai tata cara penulisan karya ilmiah

Anda sudah dapat membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis non-ilmiah

Anda diharapkan juga nantinya memiliki kemampuan dan kemauan menulis dan menulis karya ilmiah dalam berbagai bentuk ragam ilmiah

  1. Untuk itu sudah siapkah Anda untuk memulai menulis sesuatu dalam bentuk tulisan ragam ilmiah? (Dengan mengambil topik dan tema yang Anda sukai dan Anda kuasai, dalam bentuk jurnal, makalah, artikel dll)
  2. Jika jawaban Anda “SIAP” kapan Anda akan memulainya? Begitu juga jika Anda menjawab ” Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap?
  3. Buatlah jawaban dan postingkan di iMe (perlu kejujuran dan komitmen dari diri sendiri untuk menjawab pertanyaan ini). Postingan Anda di iMe akan menjadi “Saksi Hidup” akan keberhasilan Anda dalam menyelesaikan studi melalui perkuliahan kelas iLearningPlus ini.

Tugas 12 BL103 – Melinda

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Jawaban:

  • Jurnal yang berhubungan dengan Teknologi Informatika dan Komputer

Nama Penulis : Erma Susanti, Muhammad Sholeh

Judul Jurnal : Rancang BangunAplikasi E-Learning

Jurnal tersebut dapat dilihat pada LINK

  • Jurnal yang berhubungan dengan Pembelajaran Bhs Indonesia di Perguruan tinggi Tinggi  

Nama Penulis : I Nengah Suandi

Judul Jurnal : Analisis Pemakaian Bahasa Indonesia Pada laporan Penelitian Dosen

Di Lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha

Jurnal tersebut dapat dilihat pada LINK

  •  Jurnal yang berhubungan dengan meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis dikalangan pelajar dan mahasiswa

Nama Penulis : Atika

Judul Jurnal : Meningkatkan Minat Baca Siswa Atau Mahasiswa Di Era Globalisasi

Jurnal tersebut dapat dilihat pada LINK

Tugas 10 BL103 – Melinda

Untuk membuat karya tulis yang baik dan benar diperlukan daya kreasi/imajinasi dan penalaran.

Kita sudah mempelajari materi bahan ajar yang membahas perihal penalaran dalam konteks membuat karya tulis.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan memahami materi tersebut, kerjakan tugas berikut ini :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

Jawaban No 1:

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Definisi Penalaran Menurut Para Ahli:

Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk, yang menuju kepada suatu kesimpulan.

Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa penalaran atau reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.

Suria Sumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa  pengetahuan.

Jawaban No 2:

Tujuan dari penalaran ialah dengan maksud menemukan sebuah kebenaran atau fakta, penalaran sendiri bertolak dengan ilmu pengetahuan yang telah kita miliki dimana kita memang tau sesuatu yang benar dan yang salah.

Jawaban No 3:

Silogisme adalah suatu argumen yang bersifat deduktif yang mengandung tiga proporsi kategori yakni dua premis dan satu kesimpulan. Masing-masing premis itu yakni premis mayor (premis umum) biasanya disingkat PU dan premis minor (premis khusus) bisanya disingkat PK.

Kriteria silogisme sebagai barikut :
Premis Umum (PU) : Menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B)
Permis KhusuS (PK) : Menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (=C) adalah golongan tertentu itu (=A)
Kesimpulan (K) : Menyatakan bahwa sesuatu atau sesorang itu (=C) memiliki sifat atau hal tersebut pada B (=B)

Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika dirumuskan sebagai berikut :
PU : A = B
PK : C = A
K : C = B
A = semua anggota golongan tertentu
B = sifat yang ada pada A
C = sesorang atau sesuatu anggota A

Contoh :
Silogisme salah yaitu silogisme yang salah satu premisnya salah atau mungkin penalarannya salah, maka kesimpulannyapun tentu akan salah sehingga penarikan kesimpulannya sering tidak logis dan tidak dapat dipercaya kebenarannya.

Contoh :
PU : Prasetyo pelajar teladan
PK : Prasetyo putra seorang guru
K : Putra seorang guru pasti pelajar teladan

Jawaban No 4:

Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang bermula dari peristiwa umum, yang telah diketahui dan diyakini kebenarannya, dan menghasilkan kesimpulan baru yang bersifat lebih khusus. Bentuk sederhana dari penalaran adalah silogisme, yaitu proses penalaran dimana dari dua pernyataan ditarik dalam satu pernyataa baru yang disebut konklusi.

Contoh :

Premis 1 : Jika matahari terik, maka jemuran akan kering

Premis 2 : Sekarang jemuran kering

Konklusi : Maka matahari terik

Penalaran Induktif adalah proses menarik kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus.

Dalam penalaran induktif pun masih terdiri dari 3 bentuk penalaran :

  1. Generalisasi

Adalah proses penalaran yang tidak sesuai dengan peristiwa individual dalam menuju kesimpulan umumnya.

Contoh :

–          Bunga mawar terlihat cantik, dan baunya harum.

–          Bunga melati bunga yang cantik dan baunya harum.

Jawaban No 5:

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Jenis Paragraf Induktif
Paragraf Induktif sendiri dibagi menjadi 3jenis yakni :
1. Paragraf Induktif generalisasi adalah suatu pola pengembangan paragraf yang bertolak dari sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju sebuah kesimpulan. Kesimpulan generalisasi didahului dengan penalaran generalisasi. Penalaran generalisasi pun dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf. caranya penulis lebih dulu menyajikan sejumlah peristiwa khusus dalam bentuk kalimat.Kemudian pada bagian akhir paragraf itu diakhiri dengan kalimat yang berisi generalisasi dari peristiwa khusus yang telah disebutkan pada bagian awal. Kalimat terakhir biasanya berisi gagasan utama paragraf.
2. Paragraf Induktif Analogi merupakan pola penyusunan paragraf berupa perbandingan dari dua hal yang mempunyai sifat sama.Pengembangan paragraf secara analogi ini didasarkan adanya anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam hal yang lain.
3. Paragraf Induktif Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan beberapa fakta yang mempunyai pola hubungan sebab-akibat.
Contoh Paragraf Induktif
Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertentu. Selanjutnya, tampillah trotoar tersebut sebagai etalase khusus. Bahkan, banyak barang khas trotoar terkenal di Jakarta yang tidak bisa dijumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilanya yang khas.
Paragraf Dedukatif adalah bagian suatu karangan yang mengandung satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas.Bedasarkan letak kalimat utama dan penjelasnya paragraf dibagi menjadi paragraf deduktif dan paragraf induktif.
Pengertian paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat kalimat penjelas.
Contoh paragraf deduktif 1:
 
Pemuda warga desa Tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk duduk di pinggir jalan pada saat jam jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi orang tua dan memberi pengertian pentingnya belajar bagi anak anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul – kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan dan diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul18.00 sampai pukul 20.00.Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah kalimat yang pertama  yaitu , Pemuda warga desa tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib.
Contoh Paragraf deduktif  2 :
Tikus adalah musuh petani yang sangat merugikan. Berpuluh-puluh hektar lebih sawah di berbagai daerah mengalami gagal panen disebabkan padinya dimakan tikus.Tanaman lain seperti singkong pun tak luput menjadi korbannya, bahkan buah petai cina yang sudah tua juga habis digerogoti binatang ini. Tak hanya itu saja bahkan binatang ternak seperti ayam dan bebek pun juga diserang tikus.

 

 

 

Tugas 9 BL103 – Melinda

Karya ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi suatu permasalahan yang diungkapkan dengan metode ilmiah (Soeparno, 1997:51); karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Arifin, 2003:1).

Sekarang kita akan segarkan kembali wawasan kita dengan hal-hal  yang berhubungan dengan syarat penulisan karya ilmiah, jawablah pertanyaan berikut dan postingkan dalam iMe. Update SKUP nya.

I. Berikan penjelasan Anda

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

  1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
  2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
  3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
  4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
  5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
  6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
  7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Jawaban I :

Tema adalah pokok permasalahan sebuah cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita. Istilah tema sering disamakan pengertiannya dengan topik, padahal kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda. Topik dalam suatu karya adalah pokok pembicaraan, sedangkan tema adalah gagasan sentral, yakni sesuatu yang hendak diperjuangkan dalam dan melalui suatu karya. Tema suatu cerita biasanya bersifat tersirat (tersembunyi) dan dapat dipahami setelah membaca keseluruhan cerita.

Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.

Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan.

Jawaban II :

Karya tulis yang Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer :

Topic : teknologi
Tema : perkembangan teknologi dari waktu ke waktu
Tujuan : untuk mengetahui perkembangan teknologi

Karya tulis yang Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan :

Tema : Pendidikan
Judul : Wajib Belajar 12 Tahun
1. Pengertian
      1.1 Hak untuk mendapatkan pendidikan bagi seluruh warga negara Indonesia
      1.2 Program wajib belajar 12 tahun
      1.3 Pengertian wajib belajar 12 tahun
2. Pentingnya Wajib Belajar 12 Tahun
      2.1 Manfaat belajar 12 tahun
      2.2 Manfaat belajar untuk generasi masa depan
      2.3 Manfaat belajar untuk menciptakan jiwa pengusaha
3. Kendala Wajib Belajar 12 Tahun
         3.1 Kurang kesadaran masyarakat melanjutkan pendidikan
            3.1.1 Banyak siswa SD yang tak melanjutkan ke jenjang SMP
            3.1.2 Banyak siswa SMP yang tak melanjutkan ke jenjang SMA
         3.2 Kurangnya tenaga pengejar berpengalaman
            3.2.1 Jumlah tenaga pengajar di daerah terpencil tak mencukupi
4. Bantuan Wajib Belajar 12 Tahun
      4.1 Bantuan Pemerintah
         4.1.1 Kartu Indonesia Pintar
         4.1.2 Fasilitas sekolah
         4.1.2 Gedung sekolah
         4.1.3 Perpustakaan sekolah
         4.1.4 Bus sekolah
5. Manfaat Pendidikan Bagi Bangsa Indonesia
        5.1 Menciptakan generasi muda yang berkualitas
        5.2 Menciptakan generasi muda yang kompeten
           5.2.1 Mampu bersaing di dunia kerja
           5.2.2 Mampu menciptakan lapangan pekerjaan
        5.3 Mengharumkan nama bangsa di dunia

 

Karya tulis yang Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan:

  1. Tema    : Kesehatan
    Judul    : Manfaat Tidur Cukup Bagi Kesehatan

    2. Definisi

    2.1 Pengertian tidur cukup

    3. Dampak Kurang tidur

    3.1 Kurang tidur dapat menyebabkan tergangunya konsentarsi
    3.2 Kurang tidur mudah terserang penyakit
    3.3 Kurang tidur dapat mempengaruhi emosi

    4. Manfaat tidur cukup

    4.1 Meningkatkan konsentrasi
    4.2 Meningkatkan daya tahan tubuh
    4.3 Meningkatkan energi

    5. Tips agar tidur nyenyak

    5.1 Berolahraga
    5.2 Membuat jadwal tidur
    5.3 Jangan mengkonsumsi makanan berat sebelum tidur

Karya tulis yang Berkaitan dengan masalah Lingkungan Hidup :

Topik : Banjir.
Tujuan : Untuk mengetahui penyebab dan dampak banjir.
Tema : Banjir di Indonesia.

1. Banjir yang terjadi di Indonesia

  • 1.1. Banjir di Pulau Jawa
  • 1.1.1. Banjir di DKI Jakarta
  • 1.1.2. Banjir di Surabaya
  • 1.2. Banjir di luar Pulau Jawa
  • 1.2.1. Banjir di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam
  • 1.2.2. Banjir di Papua

2. Penyebab Banjir di Indonesia

  • 2.1. Faktor Alam
  • 2.1.1 Cuaca yang Extrim
  • 2.1.2 Banjir Kiriman
  • 2.2. Kelalaian Manusia
  • 2.2.1 Penebangan Hutan
  • 2.2.2 Membuang Sampah Sembarang
  • 2.2.3 Tanah Resapan Air Berkurang
  • 2.2.4 Pendangkalan Sungai

3. Dampak yang timbul akibat Banjir

  • 3.1. Timbulnya Penyakit
  • 3.2. Mematikan Usaha
  • 3.3. Kerugian Administrasi
  • 3.4. Kembali ke Titik Nol

4. Menanggulangi Dampak Banjir

    • 4.1 Penjagaan Area Resapan Air
    • 4.2 Proyek Pengerukan Sungai

4.3 Reboisasi Hutan Gundul

Karya tulis yang Berkaitan dengan masalah Hukum :

Tema   : Bank

Judul   : Perbankan Syariah

Tujuan : Perbankan Syariah di Indonesia

  1. Pengertian

1.1. Pengertian Bank Syariah

  1. Sejarah

2.2. Sejarah Bank Syariah di Indonesia

  1. Prinsip – Prinsip

3.3. Prinsip – Prinsip Perbankan Syariah

  1. Pengelolahan dan Pengawasan

4.1. Pengelolahan Bank Syariah

4.2. Pengawasan Bank Syariah

  1. Penutup

5..1 Kesimpulan

Karya tulis yang Berkaitan dengan masalah bidang Sosial :

Topik : Media Sosial

Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia

  1. Pengantar Mengenai Media Sosial
    • 1. Pengertian Media Sosial
    • 2. Klasifikasi Media Sosial
      • 2.1. Proyek Kolaborasi
      • 2.2. Blog dan Microblog
      • 2.3. Konten
      • 2.4. Situs Jejaring Sosial
      • 2.5. Virtual Game World
      • 2.6. Virtual Social World
    • 3. Ciri-ciri Media Sosial
  2. Perkembangan Media Sosial
    • 1. Di Dunia
    • 2. Di Indonesia
  3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia
    • 1. Di pulau Sumatera
    • 2. Di pulau Jawa
    • 3. Di pulau Papua
  4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia
    • 1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial
    • 2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial

Karya tulis yang Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi :

Topik : Perdagangan Elektronik (E-Commerce)
Tema : Jual Beli Melalui Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia

1. Pengertian Perdagangan Elektronik
1.1 Sejarah Perkembangan Perdagangan Elektronik
1.2 Klasifikasi Perdagangan Elektronik
1.2.1 Business to Business (B2B)
1.2.2 Business to Consumer (B2C)
1.2.3 Consumer to Consumer (C2C)
1.2.4 Consumer to Business (C2B)
1.2.5 Non Business E-Commerce
1.2.6 Intrabusiness (Organizational) E-Commerce
2. Contoh Situs Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia
2.1 Toko Bagus
2.2 Lazada
2.3 Berniaga
2.4 Bhinneka
2.5 Tokopedia
3. Berbelanja Online Melalui Situs E-Commerce
3.1 Produk-produk yang dijual di Situs E-Commerce
3.2 Sistem Pembayaran dan Pengiriman Produk
3.3 Kelebihan dan Kekurangan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.1 Kelebihan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.2 Kekurangan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.2.1 Beberapa Risiko Jika Berbelanja Melalui E-Commerce
4. Mengatasi Penipuan yang Marak Terjadi di Situs E-Commerce
4.1 Memilih Cara Pembayaran/Transaksi yang Aman
4.2 Tips-tips Menghindari Penipuan Ketika Berbelanja Melalui E-Commerce

 

 

 

 

 

 

Tugas 8 BL103 – Melinda

Untuk membuat karya tulis yang baik, kita perlu menentukan tema, judul dan topik terlebih dahulu.

Tugas Anda sekarang adalah :

  1. Carilah jawaban apa yang dimaksud dengan Tema – Judul – Topik tersebut. Setelah Anda menemukan jawaban dan memahami pengertian dari tema, judul dan topik, buatlah sebuah kerangka tulisan dengan terlebih dahulu menyiapkan tema, membuat judul dan menentukan topiknya.
  2. Buatlah minimal  5 kerangka tulisan dengan tema, judul dan topik yang berbedA.

Jawaban:

Tema adalah pokok permasalahan sebuah cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita. Istilah tema sering disamakan pengertiannya dengan topik, padahal kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda. Topik dalam suatu karya adalah pokok pembicaraan, sedangkan tema adalah gagasan sentral, yakni sesuatu yang hendak diperjuangkan dalam dan melalui suatu karya. Tema suatu cerita biasanya bersifat tersirat (tersembunyi) dan dapat dipahami setelah membaca keseluruhan cerita.

Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.

Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan.

5 kerangka tulisan dengan tema, judul dan topik yang berbeda:

contoh 1:

Topik : Perdagangan Elektronik (E-Commerce)
Tema : Jual Beli Melalui Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia

1. Pengertian Perdagangan Elektronik
1.1 Sejarah Perkembangan Perdagangan Elektronik
1.2 Klasifikasi Perdagangan Elektronik
1.2.1 Business to Business (B2B)
1.2.2 Business to Consumer (B2C)
1.2.3 Consumer to Consumer (C2C)
1.2.4 Consumer to Business (C2B)
1.2.5 Non Business E-Commerce
1.2.6 Intrabusiness (Organizational) E-Commerce
2. Contoh Situs Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia
2.1 Toko Bagus
2.2 Lazada
2.3 Berniaga
2.4 Bhinneka
2.5 Tokopedia
3. Berbelanja Online Melalui Situs E-Commerce
3.1 Produk-produk yang dijual di Situs E-Commerce
3.2 Sistem Pembayaran dan Pengiriman Produk
3.3 Kelebihan dan Kekurangan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.1 Kelebihan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.2 Kekurangan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.2.1 Beberapa Risiko Jika Berbelanja Melalui E-Commerce
4. Mengatasi Penipuan yang Marak Terjadi di Situs E-Commerce
4.1 Memilih Cara Pembayaran/Transaksi yang Aman
4.2 Tips-tips Menghindari Penipuan Ketika Berbelanja Melalui E-Commerce

Contoh 2 :

Topik : Media Sosial
Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia

1. Pengantar Mengenai Media Sosial
1.1. Pengertian Media Sosial
1.2. Klasifikasi Media Sosial
1.2.1. Proyek Kolaborasi
1.2.2. Blog dan Microblog
1.2.3. Konten
1.2.4. Situs Jejaring Sosial
1.2.5. Virtual Game World
1.2.6. Virtual Social World
1.3. Ciri-ciri Media Sosial
2. Perkembangan Media Sosial
2.1. Di Dunia
2.2. Di Indonesia
3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia
3.1. Di pulau Sumatera
3.2. Di pulau Jawa
3.3. Di pulau Papua
4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia
4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial
4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial

Contoh 3 :

Tema : Air
Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih
1. Manfaat
1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih
2. Akibat Kekurangan Mengonsumsi Air Putih
2.1 Dehidrasi
2.2 Hilangnya Konsentrasi
2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal
3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air
3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori.
3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga.
3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air.
3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda.
3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan.
4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih.
4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan.
4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya.
4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan.
4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau
4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori.

Contoh 4 :

Topik : Banjir.
Tujuan : Untuk mengetahui penyebab dan dampak banjir.
Tema : Banjir di Indonesia.

1. Banjir yang terjadi di Indonesia

  • 1.1. Banjir di Pulau Jawa
  • 1.1.1. Banjir di DKI Jakarta
  • 1.1.2. Banjir di Surabaya
  • 1.2. Banjir di luar Pulau Jawa
  • 1.2.1. Banjir di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam
  • 1.2.2. Banjir di Papua

2. Penyebab Banjir di Indonesia

  • 2.1. Faktor Alam
  • 2.1.1 Cuaca yang Extrim
  • 2.1.2 Banjir Kiriman
  • 2.2. Kelalaian Manusia
  • 2.2.1 Penebangan Hutan
  • 2.2.2 Membuang Sampah Sembarang
  • 2.2.3 Tanah Resapan Air Berkurang
  • 2.2.4 Pendangkalan Sungai

3. Dampak yang timbul akibat Banjir

  • 3.1. Timbulnya Penyakit
  • 3.2. Mematikan Usaha
  • 3.3. Kerugian Administrasi
  • 3.4. Kembali ke Titik Nol

4. Menanggulangi Dampak Banjir

  • 4.1 Penjagaan Area Resapan Air
  • 4.2 Proyek Pengerukan Sungai
  • 4.3 Reboisasi Hutan Gundul

Contoh 5 :

Tema : Pendidikan
Judul : Wajib Belajar 12 Tahun
1. Pengertian
      1.1 Hak untuk mendapatkan pendidikan bagi seluruh warga negara Indonesia
      1.2 Program wajib belajar 12 tahun
      1.3 Pengertian wajib belajar 12 tahun
2. Pentingnya Wajib Belajar 12 Tahun
      2.1 Manfaat belajar 12 tahun
      2.2 Manfaat belajar untuk generasi masa depan
      2.3 Manfaat belajar untuk menciptakan jiwa pengusaha
 
3. Kendala Wajib Belajar 12 Tahun
         3.1 Kurang kesadaran masyarakat melanjutkan pendidikan
            3.1.1 Banyak siswa SD yang tak melanjutkan ke jenjang SMP
            3.1.2 Banyak siswa SMP yang tak melanjutkan ke jenjang SMA
         3.2 Kurangnya tenaga pengejar berpengalaman
            3.2.1 Jumlah tenaga pengajar di daerah terpencil tak mencukupi
      
4. Bantuan Wajib Belajar 12 Tahun 
      4.1 Bantuan Pemerintah
         4.1.1 Kartu Indonesia Pintar
         4.1.2 Fasilitas sekolah
         4.1.2 Gedung sekolah
         4.1.3 Perpustakaan sekolah
         4.1.4 Bus sekolah
5. Manfaat Pendidikan Bagi Bangsa Indonesia
        5.1 Menciptakan generasi muda yang berkualitas
        5.2 Menciptakan generasi muda yang kompeten
           5.2.1 Mampu bersaing di dunia kerja
           5.2.2 Mampu menciptakan lapangan pekerjaan
        5.3 Mengharumkan nama bangsa di dunia

 

 

Tugas 6 BL103 – Melinda

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
  3. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
  4. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
  5. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Buatkan jawabannya dengan standar iDu

Jawaban:

  1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang disusun mengikuti pola penalaran deduktif. Paragraf jenis deduktif ini disusun dengan cara menuliskan kalimat utama berisi kesimpulan bersifat umum pada awal paragraf, untuk dilanjutkan atau dilengkapi dengan kalimat penjelas berisi uraian tentang bukti, fakta, dan data sekaligus berfungsi memberikan alasan terhadap pernyataan penulis dalam kalimat kesimpulan tersebut. Berdasarkan sifat kalimat penjelasnya, paragraf deduktif dapat divariasikan menjadi 3 jenis yaitu; paragraf deduktif pola contoh, paragraf deduktif pola rincian, dan paragraf deduktif pola alasan. Contoh paragraf dedukatif pola:

    Paragraf ini disusun dengan cara menyajikan kalimat utama berisi kesimpulan untuk diuraikan dalam kalimat penjelas berisi contoh, penggambaran, atau ilustrasi sebagai pembuktiannya. Berikut ini contoh paragraf deduktif pola contoh:
    Olahraga termasuk kegiatan penting yang perlu dilakukan untuk menjaga kualitas hidup manusia. Guru besar Unair Surabaya, Prof. Dr. Martin Setiabudi, Ph.D., mengatakan bahwa orang yang jarang atau tidak pernah berolahraga, kapasitas cadangan tubuhnya akan menurun drastis. Padahal, kapasitas cadangan tubuh dibutuhkan ketika beraktivitas berat. Ia mencontohkan seorang yang jarang berolahraga ketika muda, “Pada usia 30 saja, seseorang akan tampak seperti orang berusia 50 tahun. Misalnya saat naik tangga atau berjalan jauh, mereka sangat capek dan ngos-ngosan. Sebaliknya, meskipun sudah berusia 50 tahun, orang yang rajin latihan bisa melakukan aktivitas layaknya orang berusia 30 tahun.”

    Contoh Paragraf Deduktif Pola Rincian

    Paragraf ini disusun dengan cara menyajikan kalimat utama berisi kesimpulan untuk diuraikan dalam kalimat penjelas berupa definisi, batasan, atau data statistiknya. Berikut ini contoh paragraf deduktif pola rincian
    Orang yang pernah mengalami serangan jantung dan langsung kembali bekerja, berisiko mengalami ketegangan psikis. Hasil ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan dr. Chantal Brisson dari Universitas Laval di Quebec, Kanada. Sekitar 50 persen pria dan wanita mengalami ketegangan psikologis tinggi pascaserangan jantung. Brisson dan timnya melibatkan 990 pria dan wanita berusia kurang dari 60 tahun yang bekerja beberapa bulan setelah serangan jantung. Semua responden diwawancarai setelah bekerja selama 4 minggu. Hasilnya, pengidap serangan jantung rentan gejala depresif, gelisah, marah, dan gangguan mental lain. Ketegangan psikologis meningkatkan resiko serangan jantung ulang, bahkan dapat memicu kematian.

    Contoh Paragraf Deduktif Pola Alasan

    Paragraf ini disusun dengan cara menyajikan kalimat utama berisi kesimpulan untuk diuraikan dalam kalimat penjelas berupa latar belakang terjadinya sesuatu (penyebab secara umum). Berikut ini contoh paragraf deduktif pola alasan
    Peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan atau disebut masa pancaroba merupakan awal munculnya berbagai bibit penyakit. Pada masa ini hujan turun belum merata, pada suatu tempat sudah hujan, sedangkan pada tempat lain masih panas dan berdebu. Tidak meratanya angin di kawasan hujan akan mudah menerbangkan debu atau berbagai kotoran. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan terkena penyakit karena sistem pertahanannya tidak sebaik orang dewasa. Jalan infeksi paling mudah ialah inhalasi (terhirup) sehingga penyakit yang muncul meliputi batuk, pilek, bersin, hingga sesak napas. Penyakit lain yang juga harus diwaspadai yaitu kemungkinan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) dan diare.
    2. Paragraf induktif adalah paragraf yang berpola dari khusus ke umum, artinya paragraf yang diawali dengan beberapa kalimat penjelas kemudian ditarik kesimpulan yang berupa umum. Sehingga kalimat utamanya terdapat di akhir paragraf.
    Contoh Paragraf Induktif 1
    Penyair akan membuat sebuah puisi dengan cara menuangkan imajinasinya, barulah tercermin sebuah puisi. Pengarang novel merangkai ceritanya dengan pengembangan imajinasi. Demikian juga seniman akan menggoreskan lukisan didahului dengan imajinasinya ke arah yang sebenarnya. Memang benar imajinasi diperlukan dalam menciptakan suatu karya.
    Contoh 2
    Oleh sebab itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.
    Contoh 3
    Penampilannya unik, dalam 1 daun ada dua warna atau lebih. Kelangkaannya membuat ia diburu para kolektor. Harganya menyamai karya seni, meroket ratusan kali lipat. Hanya satu yang diinginkan para kolektor, yaitu keeksklusifannya. Bayangkan saja, peluang satu berbanding satu juta kelahiran. Itulah taman variegate.
    Contoh 4
    Demam yang tinggi yang terjadi selama beberapa hari dapat dicurigai sebagai demam berdarah. Seseorang yang menderita demam berdarah juga mengalami pendarahan dari lubang hidung atau biasa disebut mimisan. Selain itu, muncul bintik-bintik merah pada tubuh. Semua gejala tersebut hendaknya diperhatikan sehingga jika terjadi gejala-gejala tersebut, penderita bisa ditolong dan ditangani dokter.
    3. Paragraf Pengembang yaitu paragraf yang berfungsi menerangkan atau menguraikan gagasan pokok karangan.Fungsi paragraf pengembang adalah:

    • Menguraikan, mendeskripsikan, membandingkan, menghubungkan, menjelaskan, atau menerangkan

    Kata-kata yang lazim digunakan: mengidentifikasi, menganalisis, detail, fungsi, dll.

    • Menolak konsep: alasan, argumentasi, contoh, fakta, rincian, menyajikan dukungan.

    Kata-kata yang lazim digunakan: bertentangan dengan, berbeda dengan, tidak sejalan dengan, dll.

    • Mendukung konsep: argumen, argumentasi, fakta, rincian.

    Kata-kata yang lazim digunakan: tambahan pula, lebih jauh, sejalan dengan hal itu, dll.

    Pengembangan paragraph terdiri atas:

    1. Pengembangan Alamiah
    2. Pengembangan Deduksi- Induksi
    3. Pengembangan Analogi
    4. Pengembangan klasifikasi
    5. Pengembangan Komparatif dan Kontrstif
    6. Pengembangan Sebab Akibat
    7. Pengembangan Klimaks- Antiklimaks
    1. Pengembangan Alamiah

    Pengembangan paragraf secara alamiah adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan urutan waktu yang bersifat kronologis. Pengembangan ini dilakukan dengan menjelaskan pikiran utama dengan urutan ruang atau urutan waktu. Pengembangan dengan urutan ruang bisa dilakukan dengan menjelaskan ruang dari yang paling dekat hingga yang paling jauh atau sebaliknya. Pengembangan dengan urutan waktu bisa dimulai dari yang paling awal hingga akhir atau sebaliknya. Paragraf dengan pola pengembangan alamiah biasanya digunakan pada paragraf naratif atau prosedural.

    Contoh:

    Paragraf yang dikembangkan dengan urutan ruang

    Fasilitas produksi pabrik itu berada pada lokasi yang strategis. Sekitar dua kilometer di sebelah barat adalah gudang milik pemasok bahan baku. Di sebelah timur, terdapat aliran sungai bersih yang menjadi sumber air untuk proses pengolahan. Dan yang terpenting, akses menuju jalan tol yang berada sekitar dua kilometer di sebelah selatan pabrik.

    Pargraf yang dikembangkan dengan urutan waktu

    Seluruh aktivitas penelitian akan diselesaikan dalam tahun 2012. Tahap penyusunan rencana penelitian akan selesai pada akhir bulan Januari. Tahap pengumpulan data dari sampel membutuhkan waktu tiga bulan dan akan selesai pada pertengahan bulan April. Tahap analisa data membutuhkan waktu lima bulan. Tahap ini akan selesai pada bulan Oktober. Tahap akhir penelitian adalah penulisan laporan. Tahap tersebut akan diselesaikan pada bulan Desember.

    1. Pengembangan Deduksi- Induksi
    1. Pola Pengembangan Deduksi

    Paragraph deduktif adalah paragraph yang diawali dengan hal-hal yang bersifat umum dan diperjelas dengan hal-hal yang bersifat khusus. Kalimat utama berada di awal paragraph.

    Contoh:

    Beberapa tips menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakn”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Mencocokkannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari dibuku.

    1. Pola Pengembangan Induksi

    Paragraph induktif adalah paragraph yang dikembangkan mulai dengan hal-hal yang khusus ke hal-hal yang umum. Kalimat utama berada di akhir paragraph.

    Pola pengembangan paragraph induksi dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

    1. Generalisasi, yaitu paragraph yang dikembangkan dengan pola hubungan dari khusus ke umum.

    Contoh:

    Gelombang Cinta merupakan salah satu jenis anthurium yang mempunyai harga mahal. Jenmani juga merupakan anthurium yang banyak dicari karena harganya yang fantastis. Selain karena harganya, Jenmani dicari penggemar tanaman hias karena keindahan daunnya. Tidak hanya Jenmani dan Gelombang Cinta yang dicari penggemar tanaman hias, namun semua jenis anthurium ikut diburu penggemar tanaman hias karena memiliki harga yang tinggi.

    1. Analogi, yaitu paragraph yang dikembangkan dengan membandingkan dua atau lebih benda yang dianggap memiliki kesamaan kemudian menarik kesimpulan.

    Contoh:

    Gelombang Cinta dapat dilihat dari gelombang daunnya. Indahnya Gelombang Cinta sama seperti gelombang air. Semakin banyak gelombang yang dihasilkan daunnya, semakin indah pula Gelombang Cinta. Begitu juga dengan gelombang air, semakin bergelombang air semakin indah untuk dinikmati. Dengan demikian, indahnya Gelombang Cinta dan air terletak pada gelombang yang dihasilkan.

    1. Sebab-akibat, yaitu paragraph yang dikembangkan berdasarkan hubungan sebab akibat. Dalam paragraph ini, akibat bertindak sebagai gagasan pokok atau kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan sebab bertindak sebagai gagasan penjelas atau perincian yang bersifat khusus.

    Gelombang Cinta memiliki daun yang bergelombang, harga Gelombang Cinta juga tinggi. Tidak hanya itu, kepopuleran Gelombang Cinta membuat orang ingin memilikinya. Tidak heran banyak orang ingin membudidayakan Gelombang Cinta.

    1. Akibat-sebab, yaitu paragraph yang dikembangkan berdasarkan hubungan akibat sebab. Sebab bertindak sebagai gagasan pokok atau kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan akibat bertindak sebagai gagasan penjelas atau perincian yang bersifat khusus.

    Contoh:

    Para pembeli Gelombang Cinta terpaksa berdesak-desakkan di luar toko. Mereka juga berdesak-desakkan di dalam toko. Mereka ada yang duduk, ada yang berdiri, ada pula yang antre. Bahkan, ada yang duduk beralaskan koran. Mereka rela mengantre karena harga Gelombang Cinta di toko itu sangat murah.

    1. Pola Pengembangan Deduksi-Induksi (Campuran)

    Paragraph campuran adalah paragraph yang kalimat utamanya terletak di awal dan akhir paragraph. Dalam paragraph ini terdapat dua kalimat utama. Kalimat terakhir umumnya mengulangi gagasa yang dinyatakan kalimat pertama dengan sedikit penekanan dan variasi.

    Contoh:

    Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab kumpulan soal-soal di buku kumpula soal. Mencocokkannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.

    1. Pengembangan Analogi

    Analogi menunjukkan ketidaksamaan (perbedaan) yang sisitematis antara dua barang atau hal yang berlainan kelasnya. Lain halnya dengan perbandingan dan pertentangan yang memberikan sejumlah ketidaksamaan antara dua hal. Bila seseorang mengatakan “awan dari sebuah atom itu membentuk sebuah cendawan raksasa”, maka perbandingan antara awan ledakan atom dan cendawa merupakan sebuah analogi, sebab sebuah hal itu sangat berbeda kelasnya, kecuali kesmaan bentuknya.

    Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang tidak atau kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal baik oleh umum, untuk menjelaskan hal yang kurang umum. Perhatikan contoh berikut:

    “Pencabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih, serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan dengan pencabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu batang pohon tadi mengeluarkan ranting-ranting yang baru. Demikian seterusnya. Begitu pula pencabangan pada bahasa.

    Tetapi harus diingat bahwa antara pencabangan bahasa dan pencabangan sebatang pohon terdapat suatu perbedaan. Setelah sebuah bahasa bercabang, maka antara bahasa-bahasa yang baru itu masih terdapat kontak timbal-balik, masih terjalin pengaruh mempengaruhi antara kedua bahasa itu. Lain halnya dengan cabang sebuah pohon atau ranting yang terpisah, ia tidak menghiraukan lagi nasib cabang atau ranting-ranting lainnya.”

    1. Pengembangan Klasifikasi

    Dalam pengembangan karangan kadang-kadang diperlukan pengelompokan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokan ini bekerja kedua arah yang berlawanan, yaitu pertama mempersatukan satuan-satuan ke dalam satu kelompok, dan kedua, memisahkan satuan-satuan tadi dari kelompok yang lain (Keraf dalam Mudlofar 2002: 103).

    Pola Paragraf Klasifikasi merupakan suatu pengembangan paragraf melalui pembentukan kelompok yang berdasar atas sifat-sifat tertentu. Kata atau ungkapan yang biasanya digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.

    Contoh Pola Pengembangan Paragraf Klasifikasi :

    1. Contoh 1:

    Pengklasifikasian pada tumbuhan memiliki tujuan dan manfaat. Klasifikasi tumbuhan merupakan suatu cara sebagai pembentukan kelas-kelas, kelompok, atau unit melalui pencarian keseragaman dalam keanekaragaman tumbuhan. Pengklasifikasian tumbuhan memiliki tujuan untuk menyederhanakan ruang lingkup obyek studi yang akan diteliti. Klasifikasi tumbuhan dapat membantu dalam mengetahui jenis-jenis tumbuhan, mengetahui hubungan antar tumbuhan dan mengetahui kekerabatan antar tumbuhan yang beraneka ragam. Perbedaan dasar yang digunakan dalam mengadakan klasifikasi tumbuhan tentu saja memberikan hasil klasifikasi yang berbeda-beda, yang dari waktu ke waktu menyebabkan lahirnya Sistem Klasifikasi yang berbeda. Namun pada prinsipnya, kesamaan-kesamaan atau keseragaman itulah yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi, misalnya klasifikasi berdasarkan lingkungan hidupnya, seperti tumbuhan air, tumbuhan darat, tumbuhan dataran tinggi, tumbuhan dataran rendah, atau berdasarkan kegunaannya seperti tumbuhan sandang, obat-obatan, hias, dan lain sebagainya.

    1. Contoh 2:

    Dewasa ini ada berbagai sumber yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Sumber-sumber itu selain berupa tenaga air dan, tenaga matahari, dapat pula berupa tenaga panas bumi dan tenaga nuklir. Sebagai pembangkit listrik, nuklir telah dimanfaatkan hampir di seluruh dunia.

    1. Paragraph sebab akibat

    Paragraph sebab akibat adalah paragraph yang dimulai dengan mengemukakan atau embeberkan fakta khusus yang menjadi sebab dan samai pada kesimpulan yang menjadi akibat. Pengembangan paragraph ini seing menggunakan kata-kata padahal, akibatnya, oleh karena itu, dan karena. Paragraph sebab akibat ini dikembangkan dengan proses berfikir kausatif. Proses berfikir ini menyatakan bahwa suatu sebab pasti akan menimbulkan akibat. Sebb menjadi ide pokok sedangkan akibat menjadi ide penjelas.

    Contoh paragraph sebab akibat:

    Sekarang banyak sekali orang yang tidak sadar akan kebersihan lingkungannya. Mereka membuang sampah seenaknya sendiri tanpa rasa bersalah. Akibatnya jika pada musim hujan tiba seperti sekarang ini, terjadi banjir dimana mana. Banyak orang menyalahkan pemerintah karena berbagai alasan tanpa mereka sadari kalau banjir itu akibat ulahnya sendiri yang tidak menjaga kebersihan lingkungannya.

    1. Pengembangan Paragraf komparatif dan kontrastif

    Sebuah paragraf dalam karangan ilmiah juga dapat dikembangkan dengan cara diperbandingkan dimensi-dimensi kesamaanya. Kesamaan itu bisa cirinya, karakternya, tujuanya, bentuknya, dan seterusnya. Perbandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi kesamaan untuk mengembangkan paragraf yang demikian ini dapat disebut dengan model pengembangan komparatif. Sebaliknya, perbandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi perbedaannya dapat disebut dengan perbandingan kontrastif.

    Kesimpulan:

    “Pengembangan komparatif melakukan perbadingan dimensi dimensi yang sama. Sedangkan pengembangan konstrastif melakukan perbandingan”.

    4. Paragraf pembuka merupakan pembuka atau pengantar untuk sampai pada isi suatu pembicaraan yang akan dipaparkan kemudian di dalam karangan. Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Paragraf pembuka bertujuan untuk menutarakan sauatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan.

    Paragraf pembuka memiliki peran sebagai pengantar bagi pembaca untuk sampai pada masalah yang akan diuraikan oleh penulis. Karena itu, paragraf pembuka hendaknya menarik minat dan perhatian pembaca serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan berikutnya serta sanggup mempersiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Salah satu cara untuk menarik perhatian adalah dengan mengutip pernyataan atau pendapat yang merangsang dari para ahli atau orang yang terkenal di bidangnya. Usahakan paragraf pembuka ini tidak terlalu panjang agar pembaca tidak merasa bosan. Di samping untuk menarik perhatian pembaca, paragraf pembuka juga berfungsi untuk menjelaskan tujuan dari penulisan itu. Tiap jenis karangan akan mempunyai paragraf yang membuka atau menghantar karangan itu, atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Sebab itu sifat dari paragraf semacam itu harus menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan. Paragraf yang pendek jauh lebih baik, karena paragraf-paragraf yang panjang hanya akan meimbulkan kebosanan pembaca.

    Fungsi paragraf pembuka:

    • Mengantar pokok pembicaraan
    • Menarik minat dan perhatian pembaca
    • Menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.
    • Menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan selanjutnya. contoh paragraf pembuka adalah: Cara Pertama: Mulailah dengan mengungkapkan sesuatu yang sudah diketahui oleh publik.
      Contoh:
      Pemilu baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancar seperti yang diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bisa tidur dan tidak mau makan.

      Cara Kedua: Mulailah dengan mengajukan pertanyaan retoris, yaitu pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban karena jawabannya sudah jelas.
      Contoh:
      Adakah orang yang tidak menginginkan kehidupan yang aman dan damai? Kehidupan yang aman dan damai selalu menjadi dambaan orang. Apa artinya kesejahteraan, kekayaan yang melimpah, jika tidak ada rasa aman dan rasa damai? Kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan fisik, tetapi lebih dari itu, kebahagiaan sangat ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan psikis.

      Cara Ketiga: Mulailah dengan mengutip slogan, peribahasa, atau pendapat seorang ahli dalam bidang yang sesuai dengan topik karangan.
      Contoh:
      Mabes Polri seharusnya tak hanya menahan pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, dalam kasus dugaan suap dan pemerasan. Polisi seharusnya juga menahan dua kakak beradik, Anggodo Widjojo dan Anggoro Widjojo.

    5. Paragraf penutup bertugas mengakhiri sebuah tulisan atau karangan. Semua karangan pasti diakhiri dengan paragraf penutup untuk menjamin bahwa permasalahan yang dipaparkan pada awal paragraf karangan itu terjawab secara jelas tegas dan tuntas di dalam paragraf-paragraf pengembang, dan disimpulkan atau ditegaskan kembali di dalam paragraf penutup.

    Jadi, isi paragraf itu dapat berupa simpulan atau penegasan kembali pemaparan yang telah disajikan sebelumnya. Atau, adakalanya pula sebuah paragraf penutup berisi rangkuman dari perincian-perincian jabaran yang telah dilakukan sebelumnya di dalam bagian isi karangan atau tulisan.

    Paragraf penutup dalam karangan ilmiah juga bertugas untuk meninggalkan bahan-bahan perenungan yang bisa disajikan didalam bentuk kalimat tanya refleksi dan retoris. Bukanlah maksud dari pertanyaan itu untuk mengundang jawaban yang baru di dalam paragraf itu, tetapi dengan pertanyaan itu, segala persoalan dan jawaban yang telah disampaikan di dalam tulisan atau karangan itu dipersilahkan untuk dibatinkan di kedalaman hati para pembaca. contoh paragraf penutup adalah:

    Contoh Paragraf Penutup Essay

    Paragraf penutup essay pendidikan

    Berdasarkan poin – poin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ujian nasional melalui sistem online bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada saat ini karena pada kenyataannya malah menimbulkan permasalahan baru seperti ketidaksiapan sekolah – sekolah, kekurangan fasilistas, dan menimbulkan kemungkinan kebocoran yang lebih mudah. Oleh karena itu, pelaksanaan ujian nasional online ini harus direvisi kembali agar dunia pendidikan kita menjadi lebih baik.

    Paragraf penutup essay ekonomi

    Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi mikro sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di suatu Negara. Hal ini dikarenakan ekonomi mikro akan mempercepat laju peredaran uang, menghasilkan devisa Negara, dan mengangkat pendapatan perkapita penduduk di dalam suatu Negara. Jadi, jika pertumbuhan ekonomi masyarakatnya baik, maka tidak diragukan lagi pertumbuhan ekonomi suatu Negara juga akan membaik.

    Paragraf penutup essay budaya

    Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa budaya akan mempengaruhi perilaku manusia dalam bersosialisasi di masyarakat. Budaya dapat membentuk karakter seseorang, mengarahkan kehidupan seseorang dan menciptakan suatu kebiasaan. Oleh karena itu, peran budaya tidak bisa lepas dalam membentuk suatu kehidupan bermasyarakat baik hal yang buruk maupun baik.

    Paragraf penutup essay kesehatan

    Tak diragukan lagi bahwa merokok bisa mengakhiri hidup para pengkonsumsinya karena di dalam rokok terkandung zat – zat berbahaya seperti nikotin, tar, Co, dan ammoniac yang sangat mematikan. Oleh karena itu, rokok adalah pembunuh masal yang berdarah dingin bagi manusia.

Tugas 5 BL103Z – Melinda

Pengertian kalimat efektif: adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Buat contoh kalimat efektif masing-masing 4 kalimat dengan kriteria (jadi ada 24 contoh kalimat yang harus dibuat)

  1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa
  2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
  3. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
  4. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
  5. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
  6. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.

Postingkan jawaban di iMe

Lengkapi jawaban dengan standar iDu

Jawaban No.1 contoh kalimat efektif kesepadanan:

  • Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.
  • Soal itu bagi saya kurang jelas.
  • Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
  • Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.

Jawaban No.2 contoh kalimat efektif kecermatan:

  • Mahasiswi yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah.
  • Melinda yang bersekolah mendapatkan ranking 1 di sekolah dan mendapat piala.
  • Guru yang baru pergi ke ruang guru.
  • Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.

Jawaban No.3 contoh kalimat efektif kehematan:

  • Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku.
  • Dia sudah menunggumu sejak pagi.
  • Kamu sudah menggoreng ikan itu.
  • Aku menghapus data di komputer.

Jawaban No.4 contoh kalimat efektif kelogisan:

  • Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini.
  • Bapak penceramah, saya persilahkan untuk naik ke podium.
  • Bapak kepala sekolah kami persilahkan!
  • Waktu kami serahkan kepada bapak kepla sekolah.

Jawaban No.5 contoh kalimat efektif kesatuan/kepaduan:

  • Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan.
  • Makalah ini membahas teknologi fiber optik.
  • Kami saling menyayangi.
  • Surat itu sudah saya baca.
  • Saran yang dikemukakan akan kami pertimbangkan.

Jawaban No.6 contoh kalimat efektif keparalelan/kesejajaran:

  • Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.
  • Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
  • Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes.
  • Pisang itu dimakan adik setelah kulitnya dikupas.

Tugas 3 BL103Z – Melinda

Soal Essay :

  1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
  2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
  3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
  4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
  5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku

Postingkan jawaban Anda di bl103.ilearning.me

Jawab dan submit dengan standar jawaban iDu.

Jawaban:

  1. Ciri-ciri ragam bahasa resmi :

    1)      Menggunakan unsur  gramatikal secara eksplisit dan konsisten

    2)      Menggunakan imbuhan secara lengkap

    3)      Menggunakan kata ganti resmi

    4)      Menggunakan kata baku

    5)      Menggunakan EYD

    6)      Menghindari unsur kedaerahan

  2. Ragam Bahasa Ilmiah

    Ragam ilmiah ialah ragam bahasa keilmuan, yaitu corak dan ciri bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Ragam bahasa ilmiah harus dapat  menjadi wahana  pemikiran ilmiah yang tertuang dalam teks karya ilmiah. Pengertian ragam bahasa ilmiah dan karakteristik ragam ilmiah dalam bahasa Indonesia diuraikan berikut ini.

    1. Pengertian Ragam Ilmiah

    Ilmiah itu merupakan kualitas dari tulisan yang membahas persoalan-persoalan dalam bahasa Indonesia bidang ilmu tertentu. Kualitas keilmuan itu didukung juga oleh pemakaian bahasa dalam ragam ilmiah. Jadi, ragam bahasa ilmiah itu mempunyai sumbangan yang tidak kecil terhadap kualitas tulisan ilmiah. Ragam ilmiah merupakan pemakaian bahasa yang mewadahi dan mencerminkan sifat keilmuan dari karya ilmiah. Sebagai wadah, ragam ilmiah harus menjadi ungkapan yang tepat bagi kerumitan (sofistifikasi) pemikiran dalam karya ilmiah. Dari pemakaian ragam itu juga bukan saja tercermin sikap ilmiah, melainkan juga kehati-hatian, kecendekiaan, kecermatan,  ke   bijaksanaan (wisdom), dan kecerdasan  dari penulisnya.

    Bahasa Indonesia ragam ilmiah merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Sebagai bahasa yang digunakan untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempatnya, bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk komunikasi ilmiah, baik secara tertulis maupun lisan.

    1. Karakteristik Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah

    Karakteristik ragam bahasa ilmiah ialah: (1) mencerminkan sikap ilmiah, (2) transparan, (3) lugas, (4) menggunakan paparan (eksposisi) sebagai bentuk karangan yang utama, (5) membatasi pemakaian majas (figures of speech), (6) penulis menyebut diri sendiri sebagai orang ketiga (penulis, peneliti), (7) sering menggunakan definisi, klasifikasi, dan analisis, (8) bahasanya ringkas tetapi padat,  (9) menggunakan tata cara penulisan, dan format karya ilmiah secara konsisten (misalnya dalam merujuk sumber dan menyusun daftar pustaka), (10) dan menggunakan bahasa Indonesia baku.

    Sikap ilmiah yang harus tercermin dalam ragam ilmiah ialah sikap objektif, jujur, hati-hati, dan saksam. Ragam ilmiah bersifat cendekia (intelektual), artinya bahasa Indonesia ragam ilmiah itu dapat digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yaitu mampu membentuk pernyataan yang tepat dan saksama.

    Ragam ilmiah  bersifat transparan dalam arti kata-kata itu membawa pembaca langsung ke maknanya; kata-kata yang digunakan hendaknya tidak bermakna ganda (ambigu). Kata-kata yang dipilih hendaknya kata-kata yang denotatif bukan konotatif.

    Bahasa ragam ilmiah bersifat lugas, dalam arti menggambarkan keadaan atau fakta sebagaimana  adanya. Ragam ilmiah tidak berbunga-bunga penuh ornamen seperti ragam bahasa sastra. Ragam ilmiah tidak berputar-putar dalam menuju ke satu tujuan, bahasa ragam ilmiah langsung menuju ke sasaran, langsung ke pokok masalah.

    Bentuk karangan  utama yang digunakan dalam tulisan ilmiah ialah paparan atau eksposisi, dan dapat diselingi deskripsi,  argumentasi, narasi. Dalam tulisan ilmiah ada sesuatu yang perlu dideskripsikan, kadang diceritakan, atau beberapa definisi diperbandingkan dan dibahas secara lebih tepat. Seperti yang sudah disebutkan, dalam paparan banyak digunakan definisi, klasifikasi atau analisis.

    Berbeda dengan tulisan ragam sastra, dalam ragam ilmiah pemakaian majas dibatasi. Majas itu sebenarnya juga menjelaskan, tetapi lebih mengacu pada imajinasi daripada realitas. Dalam ragam sastra, majas dapat menumbuhkan “keremang-remangan” suatu hal yang kadang memang diupayakan dalam karya sastra yang berbentuk puisi. Mengapa majas hanya dibatasi dan tidak disingkirkan? Karena dalam ragam bahasa ilmiah terdapat kata atau istilah yang sebenarnya semula berupa majas, misalnya mewatasi, melahirkan, membuahkan.

    Dalam ragam ilmiah, penyebutan penulis bukan aku atau saya melainkan penulis atau dalam hal laporan hasil penelitian, peneliti, atau kalimat-kalimatnya menggunakan bentuk pasif, sehingga penyebutan penulis dapat dilesapkan.

    Ragam bahasa ilmiah bersifat ringkas berpusat pada pokok permasalahan. Kalimat-kalimatnya harus hemat, tidak terdapat kata-kata yang mubazir. Namun kalimat-kalimatnya  harus lengkap, bukan penggalan kalimat.

    Ragam bahasa ilmiah harus mengikuti tata tulis karya ilmiah yang standar. Misalnya penggunaan salah satu sistem penulisan rujukan atau catatan kaki  diterapkan secara konsisten, demikian pula dalam menyusun daftar pustaka.

    Pemakaian bahasa dalam tulisan ilmiah termasuk pemakaian bahasa dalam situasi resmi. Pemilihan kata (diksi) harus memenuhi beberapa prinsip, yaitu ketepatan, kebakuan, keindonesiaan, dan kelaziman. Dalam prinsip ketepatan, kata yang dipilih secara tepat sesuai dengan yang dimaksudkan. Prinsip kebakuan menekankan pemakaian kata baku. Prinsip keindonesiaan menyarankan penggunaan kata-kata bahasa Indonesia. Prinsip kelaziman, menyarankan penggunaan kata-kata yang sudah umum.

  3. Menurut Anton M. Moeliono (dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia, 1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebaliknya, mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
    Bahasa yang baik dan benar itu memiliki empat fungi :
    (1) fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-batas kedaerahan;(2) fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan dengan bangsa lain;

    (3) fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan
    (4) fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian bahasa.

    Keempat fungsi bahasa yang baik dan benar itu bertalian erat dengan tiga macam batin penutur bahasa sebagai berikut :

    (1) fungsinya sebagai pemersatu dan sebagai penanda kepribadian bangsa membangkitkan kesetiaan orang terhadap bahasa itu;
    (2) fungsinya pembawa kewibawaan berkaitan dengan sikap kebangsaan orang karena mampu beragam bahasa itu; dan
    (3) fungsi sebagai kerangka acuan berhubungan dengan kesadaran orang akan adanya aturan yang baku layak diatuhi agar ia jangan terkena sanksi sosial.

    Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan, berbahasa Indonesia dengan baik dan benar adalah menggunakan bahasa Indonesia yang memenuhi norma baik dan benar bahasa Indonesia. Norma yang dimaksud adalah “ketentuan” bahasa Indonesia, misalnya tata bahasa, ejaan, kalimat, dsb.

  4. Ragam bahasa adalah variasi pemakaian bahasa. Bachman (1990, dalam Angriawan, 2011:1), menyatakan bahwa ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik  yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Dengan kata lain, ragam bahasa adalah variasi bahasa yang berbeda-beda yang disebabkan karena berbagai faktor yang terdapat dalam masyarakat, seperti usia, pendidikan, agama, bidang kegiatan dan profesi, latar belakang budaya daerah, dan sebagainya.

    Akibat berbagai faktor yang disebutkan di atas, maka Bahasa Indonesia pun mempunyai ragam bahasa. Chaer (2006:3) membagi ragam Bahasa Indonesia menjadi tujuh ragam bahasa.

    Pertama, ragam bahasa yang bersifat perseorangan. Ragam bahasa ini disebut dengan istilah idiolek. Idiolek adalah variasi bahasa yang menjadi ciri khas individu atau seseorang pada saat berbahasa tertentu.

    Kedua, ragam bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat dari wilayah tertentu, yang biasanya disebut dengan istilah dialek. Misalnya, ragam Bahasa Indonesia dialek Bali berbeda dengan dialek Yogyakarta.

    Ketiga, ragam bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat dari golongan sosial tertentu, biasanya disebut sosiolek. Misalnya ragam bahasa masyarakat umum ataupun golongan buruh kasar tidak sama dengan ragam bahasa golongan terdidik.

    Keempat, ragam bahasa yang digunakan dalam kegiatan suatu bidang tertentu, seperti kegiatan ilmiah, sastra, dan hukum. Ragam ini disebut juga dengan istilah fungsiolek, contohnya ragam bahasa sastra dan ragam bahasa ilmiah. Ragam bahasa sastra biasanya penuh dengan ungkapan atau kiasan, sedangkan ragam bahasa ilmiah biasanya bersifat logis dan eksak.

    Kelima, ragam bahasa yang biasa digunakan dalam situasi formal atau situasi resmi. Biasa disebut dengan istilah bahasa baku atau bahasa standar. Bahasa baku atau bahasa standar adalah ragam bahasa yang dijadikan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Bahasa baku biasanya dipakai dalam situasi resmi, seperti dalam perundang-undangan, surat menyurat dan rapat resmi, serta tidak dipakai untuk segala keperluan tetapi hanya untuk komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan umum, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati. Di luar itu biasanya dipakai ragam tak baku.

    Keenam, ragam bahasa yang biasa digunakan dalam situasi informal atau tidak resmi yang biasa disebut dengan istilah ragam nonbaku atau nonstandar. Dalam ragam ini kaidah-kaidah tata bahasa seringkali dilanggar.

    Ketujuh, ragam bahasa yang digunakan secara lisan yang biasa disebut bahasa lisan. Bahasa lisan sering dibantu dengan mimik, gerak anggota tubuh, dan intonasi. Sedangkan lawannya, ragam bahasa tulis tidak bisa dibantu dengan hal-hal di atas. Oleh karena itu, dalam ragam bahasa tulis harus diupayakan sedemikian rupa agar pembaca dapat menangkap dengan baik bahasa tulis tersebut.

    Selain itu, Moeliono (1988, dalam Abidin, 2010:1) juga membagi ragam bahasa menurut sarananya menjadi ragam lisan dan  ragam tulis. Ragam lisan yaitu ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan yang terikat oleh kondisi, ruang dan waktu sehingga situasi saat pengungkapan dapat membantu pemahaman pendengar. Sedangkan ragam tulis adalah ragam bahasa yang dipergunakan melalui media tulis, yang tidak terikat oleh ruang dan waktu.

    Penggunaan kedua ragam bahasa ini juga umumnya berbeda. Penggunaan ragam bahasa lisan mempunyai keuntungan, yaitu karena ragam bahasa lisan digunakan dengan hadirnya lawan bicara, serta sering dibantu dengan mimik, gerak gerik anggota tubuh, dan intonasi ucapan. Sedangkan dalam bahasa tulis, mimik, gerak gerik anggota tubuh, dan intonasi tidak mungkin diwujudkan.

  5. Ragam bahasa baku adalah ragam bahasa yang sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia dalam hal ejaan yang si sempurnakan (EYD), di gunakan pada forum-forum resmi.
    Sedangkan Ragam bahasa tidak baku yaitu ragam yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

    Ciri-Ciri Kata baku

    1. Tidak di pengaruhi bahasa daerah.
    2. Tidak di pengaruhi bahasa bahasa asing.
    3. Bukan rerupakan ragam percakapan.
    4. Pemakaian imbuhan secara eksplisit
    5. Pemakaian kata yang sesuai dengan konteks kalimat

    6. Tidak rancu ( tidak terkontaminasi ),
    7. Tidak mengandung pleonasme,
    8. Tidak mengandung Hiperkorek,

    Contoh :

    No   Ciri-ciri kata baku   Ragam Baku (Benar)   Ragam Tidak Baku (Salah)  
    1  Tidak di pengaruhi bahasa daerah  – saya
    – ibu
    – bertemu
     – gue
    – nyokap
    – ketemu
    2  Tidak di pengaruhi bahasa bahasa
    asing
     – kesempatan lain
    – kantor tempat
     – lain kesempatan
    – kantor di mana
    3  Bukan rerupakan ragam percakapan  – dengan
    – memberi
     – sama
    – kasih
    4  Pemakaian imbuhan secara eksplisit  – ayah bekerja keras
    – ia menendang musuhnya
     – ayah kerja keras
    – ia tendang musuhnya
    5  Pemakaian kata yang sesuai dengan
    konteks kalimat
     – suka akan
    – desebabkan oleh
     – suka dengan
    – disebabkan karena
    6  Tidak rancu ( tidak terkontaminasi )  – berkali-kali
    – mengesampingkan
     – berulangkali
    – mengenyampingkan
    7  Tidak mengandung pleonasme  – para tamu
    – hadirin
     – para tamu-tamu
    – para hadirin
    8  Tidak mengandung Hiperkorek  – insaf
    – sah
    – syukur
    – berkali-kali
    – Surga
    – Pihak
    – mengesampingkan
    – anggota
    – teladan
    – sentosa
    – Saraf
    – Disahkan
    – asas
    – hak asasi
    – batin
    – hadir
    – pasal
    – ijazah
     – insyaf
    – syah
    – sukur
    – berulang kali
    – Syurga
    – Fihak
    – mengenyampingkan
    – anggauta
    – tauladan
    – sentausa
    – Syaraf
    – Disyahkan
    – azas
    – hak azazi
    – bathin
    – hadlir
    – fatsal
    – izazah, ijasah

Tugas 2 BI103Z -Melinda

Silakan jawab pertanyaan soal ini :

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan makalah!
  2. Sebutkan beberapa jenis makalah dan berikan contoh setiap jenis makalah tersebut!
  3. Berikan penjelasan sistematika penulisan makalah!
  4. Sebutkan tahapan-tahapan menyusun makalah!
  5. Buat satu contoh topik dan tujuannya untuk sebuah karya tulis yang akan Anda tulis!

jawaban menggunakan standard iDu

jawaban dipostingkan di bi103.ilearning.me

Jawaban:

  1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu. makalah juga dapat diartikan sebagai karya akademis yang biasanya diterbitkan atau dipublikasikan pada jurnal yang bersifat ilmiah. namun menurut pengertian dari beberapa ahli dintaranya menurut tanjung dan Ardial makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai secara analisis yang logis dan objektif, sedangkan menurut surakhmad  makalah adalah  segala jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tertentu suatu pokok permasalahan.
  2. Dari sifatnya makalah dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu: 1. Makalah Deduktif –> yaitu makalah yang didasarkan pada kajian teoritas yang relevan dengan permasalahn yang dibahas. 2. Makalah Induktif –> yaitu makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat objektif berdasarkan apa yang diperoleh dari lapangan namun tetap relevan dalam pembahasan. 3. Makalah Campuran –> yaitu makalah yang disusun/ditulis berdasarkan kajian toritis dan data empiris, artinya makalah campuran ini adalah penggabungan antara makalah deduktif dan makalah induktif.  Makalah Campuran ini terbagi lagi menjadi 6 jenis yaitu 1. makalah ilmiah, 2. makalah kerja, 3. makalah kajian, 4. makalah posisi, 5. makalah analisis, 6.makalah tanggapan.
  3. Sistematika Penulisan Makalah–> pada umumnya makalah terdiri atas 3 bagian yaitu: bagian Pembuka terdiri dari sampul, kata pengantar, daftar isi, tubuh tulisan terdiri dari bab 1 (pendahuluan), latar belakang, rumusan permasalahan, tujuan penulisan makalah, metode penelitian, sistematika penulisan, tinjauan pustaka, bab 2 (pembahasan materi), bab 3 (hasil pembahasan), bab 4 (simpuan dan saran), bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.
  4. Tahap-tahap penyusunan makalah sebagai berikut: 1. Mempelajari/menganalisa topik yang akan ditulis, 2. Menyusun pola pikir, meliputi: pokok masalah dalam topik, menentukan tujuan dan ruang lingkup, 3. Pengumpulan bahan-bahan materi (referensi), 4. Menulis/Menyusun makalah dituntut: penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, susunan kalimat yang mudah dipahami, rangkaian uraian yang berkaitan, singkat, padat, tegas, dan jelas dalam uraian, menulis/menyusun makalah secara “tidak bombastis” banyak/panjang kalimatnya tanpa isi yang jelas.
  5. Contok topik makalahnya tentang: “Sekteratiatan” Tujuannya adalah–> menjelaskan tentang kesektariatan kepada para pembaca agar dalam dunia nyata dan langsung terjun ke lapangan, pembaca tidak kebingungan dan telah memiliki bekal dalam menghadapi langsung tantangan dalam bekerja sebagai profesi kesekertariatan dalam dunia usaha, lembaga maupun perkantoran, dimana dalam penjelasan itu menerangkan tentang cara kerja seorang sekretaris, etika, syarat-syarat, ciri-ciri, ketentuan-ketentuan, efesiensi, efektifitas, serta keharmonisan seorang sekretaris dengan pimpinannyadalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab serta mawas diri dalam menghadapi segala tantangan yang dihadapi seorang sekretaris.