All posts by btr22

Tugas 13 Betari Ayu

Pertanyaan:

  • Apakah Anda siap menulis? Jika jawaban Anda “SIAP” kapan Anda akan memulainya? Begitu juga jika Anda menjawab  “Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap? Buatlah jawaban dan postingkan di iMe (perlu kejujuran dan komitmen dari diri sendiri untuk menjawab pertanyaan ini). Postingan Anda di iMe akan menjadi “Saksi Hidup” akan keberhasilan Anda dalam menyelesaikan studi melalui perkuliahan kelas iLearningPlus ini.

Status: Done

Pernyataan: Saya sudah mengerjakan

Pembuktian:

Dengan ini saya menyatakan saya siap membuat sebuah hasil karya tulis saya sendiri karena selama ini saya telah dibekali dengan banyak ilmu dan pengetahuan mengenai cara menulis dan sudah merupakan kewajiban saya juga untuk menerapkannya.

Tugas 12 Betari Ayu

Pertanyaan:

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Status: Done

Pernyataan: Saya sudah mengerjakan

Pembuktian:

Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

Karya ilmiah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaannya.

Dalam penulisan karya ilmiah ini saya mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam penyusunan ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal kepada mereka amin yaa rabbal alamin.

Weleri, 24 Maret 2013

Penyusun

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR ………………………………………………………

DAFTAR ISI …………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ………………………………………………………
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………..
  3. Tujuan Penulisan ……………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN

  1.  Pengertian TIK ………………………………………………………
  2.  Perkembangan TIK Dalam bidang Pendidikan ………………………
  3. Peranan TIK dalam Pendidikan ……………………………………..
  4. Dampak Positif dan Negatif TIK dalam Pendidikan ………………..
  5. Cara Mencegah dampak Negatif dalam Pendidikan ………………..

BAB III PENUTUPAN

  1. Kesimpulan ………………………………………………………….
  2. Saran …………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………..

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di masyarakat. Umumnya Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur gunak menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.

Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan.Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian buku, guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun, TIK juga memiliki banyak kekurangan. TIK tidak hanya memberikan dapak positif, namun juga memiliki dampak negative terhadap kehidupan, salah satunya yang menonjol adalah di bidang pendidikan.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang akan diidentifikasi dalam makalah ini yaitu :

  1. Apa Teknologi Informasi dan Komunikasi itu?
  2. Bagaimana perkembangan TIK dalam bidang pendidikan?
  3. Bagaimana peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan?
  4. Apa saja dampak positif dan negatif TIK dalam bidang pendidikan
  5. Bagaimana cara mencegah dampak negatif dari TIK dalam bidang pendidikan?
  1.  Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata Pelajaran TIK, yaitu:

  1. Untuk meningkatkan pengetahuan dalam memahami peranan, dampak positif dan dampak negatif TIK dalam bidang pendidikan
  2. Untuk mengatahui solusi yang tepat dalam mengangani dampak negatif TIK dalam bidang pendidikan

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian TIK

Terdapat banyak pengertian mengenai TIK atau Teknologi informasi dan komunikasi, namun jika dapat disimpulkan dari berbagai sumber Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang  segala kegiatan  yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media

Namun, ada pula yang mengartikan bahwa, TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta, dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.

  1. Perkembangan TIK dalam bidang pendidikan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata.

Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.

Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Dalam pengaksesan dan pemanfaatan metode ini, peran internet sangatlah diperlukan, karena melalui internet seseorang dapat mengirim file atau meng-upload file yang ingin dipublikasikan dan melalui internet juga seseorang dapat mengakses file yang ingin dicari. Selain metode distance learning, masih banyak metode-metode lain yang sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, diantaranya dengan adanya modul-modul pembelajaran gratis yang tersedia, portal pembelajaran online,dan lain-lain.

Jika kita melihat ke negara lain, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia bisa dibilang cukup tertinggal. Peran pemerintah sangat diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat menyamaratakan perkembangan teknologi informasi disemua daerah di negara ini. Pemerintah diharapkan dapat membantu daerah-daerah yang penyampaian proses informasinya masih minim dan tidak hanya fokus pada daerah atau kota-kota besar saja seperti yang terjadi pada saat sekarang ini, karena pada kenyataannya peran daerah dalam mendukung perkembangan teknologi informasi dan perkembangan pendidikan di Indonesia sangatlah penting.

Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan sektor yang paling dominan.

  1. Peranan TIK dalam Pendidikan

Terdapat 6 Peranan TIK dalam bidang pendidikan, antara lain :

  1. TIK sebagai skill dan kompetensi
  • Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya  TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.
  1. TIK sebagai infratruktur pembelajaran
  • Tersedianya bahan ajar dalam format digital
  • The network is the school
  • Belajar dimana saja dan kapan saja
  1. TIK sebagai sumber bahan belajar
  • Ilmu berkembang dengan cepat
  • Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
  • Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
  • Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran
  • Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama
  1. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
  • Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
  • Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
  • Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
  • Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
  • Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas
  1. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran
  • Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
  • Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
  • Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
  • Orang merupakan sumber daya yang bernilai
  1. TIK sebagai sistem pendukung keputusan
  • Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
  • Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
  • Profil institusi  pendidikan diketahui oleh pemerintah.
  1. Dampak Positif dan Negatif TIK dalam Pendidikan

Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan:

  1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
  2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
  3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
  4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

Tidak diragukan lagi, transformasi informasi ini memiliki banyak manfaat positif, namun sayangnya juga membawa berbagai dampak negatif diantaranya:

  1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
  2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
  3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention)
  1. Cara Mencegah dampak Negatif dalam Pendidikan

Dampak negatif TIK diatas dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  1. Menegakkan fungsi hukum yang berlaku, misalnya pembentukan chiber task yang bertugas untuk menentukan standar operasi pengendalian dalam penerapan teknologi informasi di instansi pemerintah. Hal ini meliputi keamanan teknologi, system rekap data, serta fungsi pusat penanganan bencana.
  2. Menghindari penggunaan telepon seluler berfitur canggih oleh anak-anak dibawah umur dan lebih mengawasi pemakaian ponsel.
  3. Televisi:
  • Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan, dan tayangan mistis.
  • Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang tengah ditayangkan.
  • Mengaktifkan penggunaan fasilitas Parental Lock pada TV kabel dan satelit.
  • Menghindari penempatan TV pribadi di dalam kamar.
  1. Komputer dan internet:
  • Mewaspadai muatan pornografi digital (online maupun offline).
  • Mewaspadai kekerasan pada game.
  • Cek history browser pada computer anak untuk melihat apa saja yang sudah dilihatnya.
  • Menggunakan program filtering dan Parental Control.
  • Meletakkan computer pada tempat yang dapat diawasi, hindari penempatan computer di dalam kamar.
  • Jika terpaksa meletakkan computer dalam kamar anak, jangan melengkapinya dengan fasilitas internet.
  1. Perbanyak buku yang bersifat edukatif di rumah.

Disamping Teknologi informasi memiliki manfaat yang sangat banyak. Tapi, selain itu masih banyak kendala dalam penerapan aplikasi teknologi informasi itu sendiri. Diantaranya :

  1. Kurangnya ketersediaan sumber daya manusia
  2. Belum memadainya infrastruktur telekomunikasi
  3. Belum memadainya perangkat hukum yang mengaturnya
  4. Memerlukan biaya yang cukup tinggi
  5. Belum meratanya jaringan di seluruh Indonesia

 

BAB III

KESIMPULAN

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi elektronika. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan.

Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Akan tetapi semua itu tidak terlepas dari sisi negatifnya. Menyikapi keadaan ini, maka peran pendidikan sangat penting untuk mengembangkan dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.

Saran :

Menurut pendapat para pakar informasi, dampak negative dari berbagai fasilitas komunikasi, termasuk internet, sama sekali tidak dapat dipandang sebelah mata, karena dampak negatif tersebut sangat mempengaruhi aktivitas penggunanya. Maka dari itu dalam hal ini peranan orang tua pun sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Dapat juga melakukan beberapa contoh solusi dibawah ini dalam menanggulangi beberapa dampak negative Teknologi Komunikasih yaitu;

  1. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur.
  2. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran.
  3. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
  4. Perlu ada kesadaran peran dan kerjasama antara seluruh pengguna layanan TIK.
  5. Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak.
  6. letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak.
  7. Untuk mencegah kecanduan, orang tua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer.
  8. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya.

                                                                 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://tinifeehily.wordpress.com/2012/09/05/cara-atau-solusi-untuk-menanggulangi-dampak-negatif-dalam-teknologi-informasi/

http://iinsetiyaningsih.wordpress.com/2009/01/13/pengertian-tik-2/

http://whitewishes.wordpress.com/2010/02/23/peranan-tik-dalam-bidang-pendidikan/

http://www.dedeyahya.com/2011/10/perkembangan-tik-di-bidang-pendidikan.html

http://umilestari67.wordpress.com/2011/04/03/makalah-dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-terhadap-aktivitas-pendidikan/

http://dianidah.wordpress.com/2012/06/07/makalah-tik-dalam-bidang-pendidikan/

Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bahasa merupakan media yang digunakan anggota suatu kelompok social untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan sebagai identitas diri. Bahasa dapat menggiring kita menembus ruang dan waktu. Melalui bahasa, kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan, sejarah, maupun adat istiadat suatu bangsa dalam masa tertentu. Bahasa mampu merekam berbagai hal tersebut dalam bentuk lisan maupun tulisan. Semua itu merupakan fungsi bahasa yang telah lama diemban oleh bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharihari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang dikrarkan sejak 28 Oktober 1928 oleh para pejuang bangsa sampai dengan saat ini masih tetap eksis. Bahasa Indonesia sampai dengan saat ini masih dirasakan perannya dalam berbagai sendi kehidupan, antara lain sebagai alat komunikasi antarwarga dan antarmasyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia masih tetap memegang peranan penting dan masih tetap merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia masih lebih dominan digunakan di dalam berbagai kegiatan, seperti rapat-rapat, siaran radio, TV,  pidato kenegaraan, pidato politik, pelaksanaan administrasi kedinasan, dan bahasa pennngantar pada setiap level pendidikan.  Bahkan saat ini, sebagian besar komunikasi tidak resmi antarwarga pun sudah sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa daerah masing-masing. Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi bahasa kedua setelah bahasa daerah (bahasa ibu), kini justru bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa pertama, sedangkan bahasa daerah telah menjadi bahasa kedua bahkan telah menjadi bahasa ketiga (bahasa asing) bagi pemilikinya.

Bahasa Indonesia merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi lisan dan tulis, tetapi juga secara objektif berfungsi sebagai: (1) alat pemersatu, (2) pemberi kekhasan, (3) pembawa kewibawaan, dan (4) kerangka acuan (Alwi 2000:15; HP Ahmad dan A. Alek;  Muslich,  2010; Pateda dan Yennie P. Pulubuhu. 2007; Rahayu,  2007;Sugono, 2009; dan Widjono, 2010).   Di samping itu Mendiknas (Bambang Sudibyo dalam Nurjamal dan  Sumirat,  2010: 209), mengatakan bahwa Bahasa Indonesia tak hanya digunakan dan dipelajari di tanah air, tetapi juga telah tersebar dan telah dipelajari di berbagai perguruan tinggi mancanegara. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia di samping dipelajari oleh penutur asing yang ada di Indonesia yang dikenal dengan BIPA, juga telah menjadi salah satu mata kuliah wajib di beberapa negara, antara lain Australia. Dalam hal ini bahasa Indonesia telah menjadi mata kuliah yang diminati. Masalahnya adalah bagaimana dengan kita bangsa Indonesia sebagai pemilik bahasa ini?

Sebagai pemersatu, bahasa Indonesia berfungsi menghubungkan antarsesama penutur berbagai dialek bahasa Indonesia. Sebagai pemberi kekhasan, bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Melayu Malaysia, bahasa Melayu Singapura, bahasa Melayu Brunai Darussalam, atau bahkan bahasa bahasa Indonesia sudah jauh berbeda dari bahasa Melayu Riau/Johor sebagai induk bahasa Indonesia. Sebagai fungsi kewibawaan perkembangan bahasa Indonesia dapat dijadikan teladan bagi bangsa-bangsa lain, seperti di Asia Tenggara atupun mungkin juga di negara-negara di Afrika, yang juga memiliki bahasa-bahasa yang moderen karna penutur bahasa Indonesia yang baik dan benar akan memperoleh kewibawaan di mata orang lain. Sebagai fungsi kerangka acuan, bahasa Indonesia akan selalu berkembang. Perkembangan itu selalu disepakati melalui hasil keputusan pertemuan-pertemuan khusus untuk membicarakan tentang bahasa Indonesia atau melalui kongres Bahasa Indonesia. Keputusan-keputusan yang telah disepakati di masarakatkan secara resmi, baik melalui media maupun melalui pembelajaran pada setiap jenjang sekolah.

Untuk memelihara, melindungi, dan mewujudkan bahasa Indonesia agar tetap dicintai dan digunakan oleh bangsa Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang sistem pendidikan Nasional (SISDIKNAS) menetapkan bahasa Indonesia sebagai  pengantar dalam setiap tingkatan pendidikan nasional. Hal itu tercantum dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, BAB VII, Psl 33 ayat 1 yang berbunyi ’’Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan nasional’’. Sebagai implementasi dari UU SISDIKNAS tersebut, pemerintah menetapkan kurikulum Nasional dan Garis-Garis Besar Prorgram Pengajaran Bahasa Indonesia untuk setiap tingkatan sekolah yang ada di Indonesia.

Untuk melihat sejauh mana realisasi kecintaan, kesetiaan, dan kebanggan bangsa Indonesia sebagai pemilik terhadap  bahasa Indonesia, maka pihak-pihak yang terkait (teutama yang bergerak dalam bidang pendidikan) telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/MA/SMK  dan sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian di  PT yang wajib dicantumkan dalam kurikulum pada seluruh  Jurusan/Prodi/Fakultas dan wajib diambil/diprogramkan oleh seluruh mahasiswa sampai lulus. Selanjutnya, bahasa Indonesia ditetapkan pula sebagai mata pelajaran/mata kuliah yang diujikan secara nasional (UAN/UN).

Masalahnya sekarang adalah apakah prospek penggunaan bahasa Indonesia oleh masyarakat Indonesia di era globalisasi ini masih sesuai dengan harapan sebagaimana yang dipaparkan sebelumnya? Pertanyaan ini perlu dilontarkan, sebab dengan diberlakukanya perdagangan bebas antar negara, batas teritorial secara geografis menjadi tidak penting. Sekat-sekat teritorial tersebut selama ini mulai berangsur-angsur hilang dengan masuknya informasi secara bebas ke seluruh sudut ruangan yang ada di seluruh penjuru dunia. Menghadapi permasalahan ini mampukah bangsa Indonesia  mempertahankan dan mengembagkan bahasa Indonesia di tengah pesatnya teknologi informasi dewsa ini? Agar bahasa  Indonesia tetap eksis dipergunakan oleh masyarakat Indonesia perlu adanya upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi muda (mahasiswa).

1.2  Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini adalah “Apa Manfaat Mempelajari Mata Kuliah Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi?”

1.3  Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar pembaca dan penulis dapat mengetahui apa sebenarnya manfaat mempelajari mata kuliah bahasa Indonesia bagi kita khususnya mahasiswa perguruan tinggi.

1.4  Manfaat

Setelah pembaca makalah ini, maka setidaknya pembaca akan memahami arti penting dari mata kuliah bahasa Indonesia, sehingga mata kuliah tersebut masih terus diajarkan bahkan sampai perguruan tinggi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 .Pengertian Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Sifat bahasa: (a) sistemis yaitu terdiri atas pola-pola yang beraturan dan saling berkaitan; (b) arbitrer yaitubentuk dan makna bersifat manasuka sesuai dengan masyarakat pemakainya; (c) konvensional yaitu bentuk dan makna ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakai; (d) dinamis yaitu bentuk dan makna berkembang/berubah sesuai perkembangan.

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

2.2 Mata Kuliah Bahasa Indonesia Bagi Mahasiswa

Bahasa Indonesia merupakan produk bahasa yang lahir di bangsa Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia tidak lahir begitu saja, namun juga melalui proses yang panjang. Bahkan hingga sekarang, bahasa Indonesia masih terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, setiap saat bahasa Indonesia dapat bertambah kosa katanya. Perkembangan zaman yang cepat terutama di era globalisasi ini menuntut bahasa Indonesia untuk selalu berbenah sehingga dapat menampung berbagai macam istilah-istilah baru yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.

Bahasa ini digunakan untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang setiap suku tersebut memiliki bahasa daerah masing-masing. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk menyatukan bahasa-bahasa tersebut ialah melalui bahasa Indonesia

Berbagai macam fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yang telah disebutkan di atas yaitu sebagai pemersatu bangsa. Selain itu ada beberapa fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yaitu sebagai bahasa baku dalam penulisan karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah dianjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun juga perlu diketahui, penulisan karya ilmiah tingkat internsional harus menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Meskipun demikian, karya ilmiah tersebut hendaknya juga ditulis dalam bahasa Indonesia agar anak negeri juga dapat mempelajari karya tersebut. Masih banyak lagi fungsi dari bahasa Indonesia, seperti menumbuhkan sikap nasionalisme, cinta produk sendiri (produk-produk Indonesia dan lain-lain), bahasa dalam forum formal, bahasa dalam kegiatan belajar mengajar, dan lain sebagainya.

Melihat dari berbagai fungsi di atas, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar.

Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diaku sebagai karyanya.

Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan unegunegmanusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

Gairah tulis menulis bagi mahasiswa Indonesia masih tergolong rendah. Dan adapun tulisan-tulisan yang dikaryakannya pun masih mengalami kerancuan bahasa yang menyimpang dari kaidah EYD. Untuk itulah perlu adanya mata kuliah bahasa Indonesia bagi mahasiswa.

Akan tetapi sudah tentunya mahasiswa yang telah melewati jenjang SD hingga SMA telah menerima pelajaran bahasa Indonesia dari A sampai Z. Dan apakah di perguruan tinggi ini hanya mengulangi materi yang teah disampaikan layaknya di sekolah-sekolah? Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada umumnya dosen mengajarkan kembali  materi mata kuliah sebagai mana yang telah disampaikan para guru bahasa Indonesia di SD hingga SMA. Para dosen kembali mengajarkan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Pedoman Umum  Ejaan yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Tidak jarang mahasiswa diperlakukan seperti mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di Fakultas Sastra dan Bahasa. Seolah-olah mereka dididik menjadi calon ahli bahasa atau calon sarjana Bahasa Indonesia. Oleh karena materi yang sama telah mereka peroleh sebelumnya, maka banyak mahasiswa baru yang mengikuti kuliah Bahasa Indonesia dengan setengah hati atau merasa sangat terpaksa, demi nilai atau indeks prestasi belaka. Sehingga tidak diherankan jika mahasiswa mengalami kejenuhan dalam belajar bahasa Indonesia. Akan tetapi apakah para mahasiswa telah mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik yang berupa tuliasan maupun lisan? Banyak riset yang memaparkan sebagaimana yang disampaikan oleh S. Sahala Tua Saragih dalam tulisannya “mahasiswa dan bahasai Indonesia” bahwa sebagian besar mahasiswa belum mampu menggunakan bahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan dengan baik dan benar.

Untuk itu, mahasiswa non bahasa perlu dilatih secara intensif berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dan hal tersebut sudah menjadi konskwensi para dosen, baik dosen pengampu bahasa Indonesia maupun yang lain. Artinya, setiap dosen baik pengampu mata kuliah bahasa Indonesia maupun yang lain harus mampu mendidik para mahasiswa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam konteks ilmu atau program studi masing-masing. Dengan kata lain, setiap dosen harus mampu menjadi dosen Bahasa Indonesia. Selain itu para mahasiswa pun perlu mendapatkan pelatihan jurnalistik maupun berkarya ilmiah serta mendapatkan wadah untuk berkreasi mengeluarkan segala kreativitasnya. Sehingga nantinya dalam penulisan karya ilmiah, mahasiswa mampu membuat karya ilmiah dengan penuturan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa adanya copy paste maupun plagiasi.

2.3 Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dituntut supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Selain itu bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari–hari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Dalam perguruan tinggi, kita akan sering membuat karya ilmiah. Bukan hanya karya ilmiah yang akan kita buat melainkan laporan praktikum, skripsi, thesis dan karya tulis lainnya. Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dilakukan supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Di dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, kita pasti mempelajari dan memahami arti pentingnya tata bahasa dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam pembuatan karya ilmiah dan sejenisnya. Setelah kita bisa memahami EYD dengan baik dan benar, kita akan bisa mengetahui konsep penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Sebagai seorang mahasiswa, selayaknya kita menambah kosakata yang sesuai dengan keilmuan yang kita tekuni di perguruan tinggi. Kita harus bisa menggunakan diksi-diksi yang baik dan kalimat-kalimat yang efektif sesuai jenjang pendidikan, bukan seperti anak SMA dan SMP lagi.

Dalam suatu karya ilmiah, penggunaan bahasa memiliki arti yang sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Untuk penggunaan bahasa dalam suatu karya ilmiah berarti menitikberatkan suatu bahasa sebagai alat komunikasi berupa tulisan. Karena itu, penggunaan bahasa dalam karya ilmiah sangatlah penting. Pengertian dari karya ilmiah sendiri adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Nah, untuk di tingkatan perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Selain itu karena alasan di atas, terdapat beberapa hal lain yang membuat bahasa indonesia harus dijadikan mata kuliah di perguruan tinggi.

Dengan demikian, sangat penting untuk mengadakan mata kuliah Bahasa Indonesia di setiap perguruan tinggi selain karena bahasa indonesia merupakan bahasa negara kita sendiri dan sebagai bahasa pemersatu dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga negara itu sendiri.

2.4.Tujuan dan Manfaat Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Diajarkannya mata kuliah Bahasa Indonesia di berbagai universitas dan perguruan tinggi memiliki tujuan umum yang meliputi:

  1. Menumbuhkan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat mendorong mahasiswa memelihara bahasa Indonesia.
  2. Menumbuhkan kebanggan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan mampu mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambing identitas bangsa.
  3. Menumbuhkan dan memelihara kesadaran akan adanya norma bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan agar mahasiswa terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

Selain tujuan umum, Mata kuliah Bahasa Indonesia ini juga memiliki tujuan khusus. Secara khusus mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa, calon sarjana, terampil dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik apakah itu secara lisan, ataupun tertulis, sebagai pengungkapan gagasan ilmiah.

Jika dilihat dari tujuan diberikannya mata kuliah ini sebenarnya cukup jelas apalagi di zaman seperti ini khususnya anak muda generasi penerus Bangsa saat ini kurang sadar akan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kurang merasa bangga dengan bahasa nasional, contohnya adanya bahasa gaul yang malah lebih sering digunakan sehari-hari sampai diterbitkan pula kamus bahasa gaul, apakah ini berarti bahasa Indonesia sudah dilupakan? Maka dari itu dengan adanya mata kuliah bahasa Indonesia ini setidaknya mempunyai harapan untuk para penerus bangsa agar tidak pernah melupakan bahasa Ibu mereka, yaitu bahasa Indonesia.

Manfaat Mempelajari Bahasa Indonesia secara umum ini dilakukan untuk:

  1. Menumbuhkan sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Indonesia;
  2. Menjadi bahasa pemersatu dari berbagai bahasa dari tiap daerah di Indonesia;
  3. Kebanggaan terhadap bangsa Indonesia;
  4. Kesetiaan akan bahasa Indonesia;
  5. Meningkatkan kesadaran akan adanya norma dalam berbahasa dan secara khusus bertujuan untuk terampil berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

BAB III

PENUTUP

3.1        SIMPULAN

bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu, karena di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar, bahasa Indonesia-pun penting untuk dilestarikan oleh penutur aslinya.

Melihat dari berbagai fungsi, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diakuI sebagai karyanya. Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan uneguneg manusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

3.2     Saran

Diharapkan makalah ini dapat mengingatkan pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya bahwa bahasa Indonesia perlu dipelajari, karena dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. Siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga Indonesia itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Subro, seno.1998. Seri Bahasa Indonesia. Semarang: CV Aneka ilmu

Muslich, Masnur. 2010. Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedududkan, Fungsi, Pembinaan, dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara

Rahayu, Mnto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Jakarta: PT Grasindo

RENDAHNYA MINAT MENULIS DI KALANGAN MAHASISWA

(FAKTOR PENYEBAB, DAMPAK, DAN SOLUSI)

DISUSUN OLEH:

Muhaimin Anashir Nasuha (D0112060)

ILMU ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2012

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ………………………………………………………………………………  i

Daftar Isi …………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………………………. ……….. 3
  3. Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………………… 4

BAB II PEMBAHASAN

  1. Faktor penyebab ………………………………………………………………………………. 5
  2. Dampak yang ditimbulkan ………………………………………………………………..  8
  3. Solusi mengatasinya …………………………………………………………………………  9

BAB II PENUTUP

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………. 12
  2. Saran …………………………………………………………………………………………….. 13

Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………… 14

Lampiran ……………………………………………………………………………………….. 16

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Menulis merupakan kegiatan yang tidak asing lagi bagi manusia. Bahkan kegiatan menuilis sudah diajarkan oleh orang tua kita semenjak kita kecil. Menulis juga dapat diartikan sebagai menuangkan ide atau gagasan yang ada di pikiran kita. Kegiatan menulis juga diterangkan dalam kitab suci Al-Qur’an yaitu pada QS. Al Qamar: 53

 

  1. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.

Ayat diatas menerangkan bahwa kegiatan menulis sangat penting kegunaanya. Namun sekarang, menulis seakan-akan menjadi kegiatan yang membosankan bagi berbagai kalangan, termasuk bagi kalangan mahasiswa. Kegiatan menulis bagi sebagian mahasiswa merupakan kegiatan yang membosankan, bahkan menulis juga dianggap kegiatan yang membuang waktu. Menulis bagi kalangan mahasiswa hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, misalnya pada saat ujian serta hanya untuk menggugurkan kewajiban yakni pada saat mahasiswa diberi tugas oleh dosennya seperti mengerjakan tugas akhir semester dan sebagainya.

Menurut Kepala Balai Bahasa Bandung, Abdul Khak (2011) rendahnya minat menulis membaca juga dipengaruhi oleh rendahnya minat membaca seseorang. Ia juga mengatakan bahwa membaca merupakan kegiatan untuk mencari referensi bagi kegiatan menulis. Jika kegiatan tersebut tidak dilakukan oleh seseorang atau mahasiswa maka untuk menulis pun tidak akan berhasil. Ia juga menegengeluhkan tentang rendahnya minat dan kualitas mahasiswa dalam menulis, “Kualitas dan kemampuan menulis mahasiswa saat ini cenderung rendah. Ini juga membuktikan bahwa, minat membaca mahasiswa sekalipun rendah,” ujar Abdul.

Rendahnya minat menulis berdampak pada jumlah publikasi karya imliah yang masih kalah dengan negara-negara lain. Jumlah karya ilmiah Indonesia bahkan hanya sepertujuh dari negara tetangga yaitu Malaysia (Dirjen Dikti. 2012). Demikian pula jika dilihat dari jumlah penduduknya pertumbuhan karya tulis Indonesia sejak tahun 1996 hingga 2010 masih dibawah negara-negara lain.

 

Menulis penting bagi mahasiswa, yaitu sebagai sarana untuk menghilangkan stress dan untuk menyegakan pikiran (Kompasiana.com). Selain itu menulis juga berfungsi untuk melatih kekritisan mahasiswa yang tidak ada waktu untuk turun ke jalan terhadap suatu hal yang menjadi suatu permasalahan di masyarakat. Kita semua tahu mahasiswa disebut-sebut sebagai “agent of change” atau agen perubahan yang memilki kekritisan terhadap ketidakadilan di masyarakat atau di lingkungan di mana dia berada. Terkadang menulis dapat dijadikan sebagai senjata atau sarana yang paling efektif untuk menciptakan perubahan di masyarakat.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa saja faktor yang menyebabkan rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa?
  3. Apa saja dampak yang timbulkan akibat rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa?
  4. Bagaimana upaya atau solusi untuk mengatasi rendanya minat menulis di kalangan mahasiswa?
  1. Tujuan Penulisan
  2. Mengidentifikasi faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa.
  3. Mendeskripsikan dampak apa saja yang ditimbulkan oleh rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa.
  4. Mendeskripsikan upaya atau solusi untuk mengatasi rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Faktor Penyebab Rendahnya Minat Menulis di Kalangan Mahasiswa

Menulis merupakan kegiatan menuangkan pikiran atau gagasan, atau fakta dalam bentuk tulisan (Sumarwati & Suryanto 2008:15). Menulis dan Mahasiswa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain sebagai kegiatan dalam mengerjakan tugas-tugas mereka, menulis juga dapat digunakan dalam mengkritisi suatu ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat sebagaimana mahasiswa juga berfungsi sebagai “agent of change”. Rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa perlu mendapat perhatian khusus baik oleh para dosen, orang tua serta bagi mahasiswa itu sendiri. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa adalah sebagai berikut:

  1. Menulis merupakan kegiatan “aktif” sehingga kurang diminati

Tidak dapat dipungkiri penyebab rendanya minat mahasiswa dalam menulis adalah kegiatan menulis merupakan kegiatan yang aktif sehingga memerlukan energi, ruang, dan waktu serta akhirnya menimbulkan kesan di pikiran mahasiswa bahwa menulis merupakan kegiatan yang membosankan. Berbeda dengan membaca, membaca merupakan kegiatanya yang pasif sehingga dapat dilakukan di mana saja. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Balai Bahasa Bandung, Abdul Khak (2011),  “Kalau menulis itu orang butuh energi yang lebih ketimbang membaca karena kegiatan aktif. Kalau membaca bisa dilakukan di mana saja, bisa di rumah sambil santai atau dalam angkutan umum ketika dalam perjalanan,”.

  1. Takut jika tulisannya dinilai jelek

Hal ini timbul karena ketidakpercayaan seseorang atau mahasiswa terhadap kemampuannya dalam menulis. Mereka selalu menganggap bahwa kemampuannya di bawah orang lain. Ketakutan yang diakibatkan ketidakpercayaan seseorang terhadap tulisannya akan menghambat daya kreatfitas dan kekritisan. Serta ketidakpercayaan seseorang terhadap hasil karyanya akan menimbulkan tindakan yang tercela yaitu plagiarisme yang merugikan dirinya dan orang lain.

  1. Kesulitan dalam mencari ide karya tulis

Ada kalanya seseorang memiliki hasrat atau keinginan untuk menulis, namun belum atau tidak memiliki ide. Hal ini dapat terjadi jika seseorang tidak/kurang memilki informasi tentang hal yang ingin dia kaji.

  1. Kesulitan dalam memulai suatu penulisan

Hal ini dapat terjadi dikarenakan seseorang atau mahasiswa dalam hal ini tidak mengetahui langkah-langkah atau kerangka dalam penulisan. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana kerangka penulisan yang baik akan menyebabkan alur dalam suatu karya saling tumpang tindih sehingga menyebabkan suatu karya menyebabkan bingung bagi seseorang yang hendak membacanya.

  1. Malas Membaca

Malas membaca merupakan suatu “penyakit” bagi seluruh manusia termasuk mahasiswa itu sendiri.  Menurut Abdul (2011), mustahil seseorang bisa menulis kalau yang bersangkutan tidak suka membaca karena kedua kegiatan saling beriringan. Sejauh ini, kata dia, pihaknya memang belum mengantongi data pasti terkait rendahnya minat membaca serta menulis. Namun, kecenderungan tersebut sudah dapat diidentifikasi dari jumlah pengunjung perpustakaan per hari dan frekuensi kunjungan.
“Perpustakaan menjadi indikator kecenderungan tersebut, selain toko buku tentunya. Karena tidak ada alasan bagi yang haus membaca, sekalipun tidak ada uang. Dia bisa datang ke perpustakaan misalnya,” katanya. Selain itu rendahnya minat (malas) dalam membaca juga dapat membuat seseorang tidak memiliki wawasan sehingga karya tulis yang dimiliki kurang disenangi oleh pembaca.

  1. Pembelajaran yang dilakukan oleh dosen

Rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa juga dipengaruhi oleh faktor pembelajaran yang dilakukan oleh dosen. Kita akui tingkat proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen akan berpengaruh langsung pada kualitas dan minat menulis mahasiswa. Ada beberapa kebiasaan yang harus diubah oleh dosen (Tatang:2012), antara lain:

  1. a) Proses pengajaran yang dilakukan oleh kebanyakan guru/dosen hanya terbatas pada memberikan
  2. b) Kompetensi/tujuan pengajaran kebanyakan masih terbatas pada ranah kognitif dan psikomotor tingkat rendah,  kurang menekankan pada aspek kognitif  tingkat  tinggi, seperti ketajaman analisis dan evaluasi,
  3. c) Kurang menumbuhkembangkan kreativitas, kemandirian belajar, dan berkembangnya aspek-aspek afektif pelajar.
  4. d) Materi pengajaran  kurang  berorientasi pada bidang ilmu, hasil penelitian lapangan, dan kebutuhan jangka panjang.
  5. e) Guru/dosen menggunakan pola pembelajaran yang cenderung sama dari tahun ke tahun. Perubahan kurikulum tidak memberikan dampak pada perubahan materi ajar, metode, dan strategi pembelajaran.
  1. Dampak Yang Ditimbulkan Akibat Rendahnya Minat Menulis di Kalangan Mahasiswa

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan akibat rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa. Beberapa dampak yang dihasilkan dampat berpengaruh bagi pihak-pihak luar. Adapun dampak yang ditimbulkan antara lain:

  1. Menurunnya tingkat kreatifitas dan kekritisan mahasiswa

Rendahnya minat mahasiswa akan membuat kreatifitas dan kekritisan pada mahasiswa menurun. Hal ini akan membuat mahasiswa tidak dapat mengkaji dan menganalisis suatu ketidakadilan yang terjadi di masyarakat, sehingga mahasiswa tidak lagi dianggap sebagai “agen of change”.

  1. Berpengaruh terhadap peringkat universitas

Kita tahu bahwa jumlah publikasi karya ilmiah atau karya tulis yang dimiliki oleh suatu universitas akan berpengaruh terhadap peringkat suatu universitas itu sendiri. Seperti pada tabel diatas ( ) terlihat jelas bahwa Indonesia masih rendah dalam publikasi karya ilmiah dibanding negara-negara lain, bahkan kita masih kalah dengan Malaysia. Hal ini pun juga akan berdampak pada pandangan negara lain terhadap tingkat kecerdasan negara kita.

  1. Fungsi mahasiswa sebagai pengawal kebijakan pemerintah akan semakin hilang/kabur

Berbicara tentang Pemerintah tentu akan ada kaitannya dengan mahasiswa. Ya, mahasiswa selain sebagai civitas akademika juga sebagai pengawal suatu kebijakan yang akan diimplementsikan oleh Pemerintah. Selain turun ke jalan, menulis merupakan salah satu cara yang efektif untuk menyampaikan pendapat. Jika tingkat menulis mahasiswa dalam menulis rendah, maka yang terjadi adalah tidak adanya “social control” kepada kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.  Kita tahu sendiri bahwa “Mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat”.

  1. Solusi Mengatasi Rendahnya Minat Menulis di Kalangan Mahasiswa
  2. Mengubah paradigma mahasiswa bahwa menulis itu menyenangkan

Paradigma yang melekat di benak mahasiwa tentang menulis kebanyakan adalah membosankan. Oleh karena itu diperlukan suatu kebijakan yang dapat merubah paradigma atau “image” mahasiswa terhadap menulis. Oleh karena itu sebenarnya Balai Bahasa Pusat beserta cabang-cabangnya di seluruh Indonesia telah giat dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan minat menulis. Kegiatan tersebut mengarah pada kolaborasi kegiatan membaca dan menulis, seperti menceritakan kembali isi buku  melalui tulisan, dan menanggapi pemberitaan di surat kabar dengan menuliskannya ke dalam bentuk surat.

  1. Memotivasi mahasiswa agar percaya diri kepada hasil karyanya

Hal ini perlu dilakukan agar para mahasiswa terus terpacu untuk menulis. Karena jika tidak didorong dengan suatu motivasi maka kegiatan menulis hanya berjalan di tempat dan tidak mengalami perkembangan dan perbaikan. Dengan adanya semangat dari mahasiswa dalam menulis kita dapat mengetahui bagaimana dan sejauh mana mereka dapat menyerap pembelajaran yang diberikan oleh para dosen.

  1. Mencari informasi serta pengalaman

Mencari informasi terhadap  suatu peristiwa atau permasalahan yang ada akan merangsang mahasiswa berpikir tentang ide yang akan dituangkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Serta terjun ke masyarakat akan lebih memudahkan mahasiswa dalam mencari ide yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah. Karena secara langsung dan tidak langsung kita pun akan merasakan bagaimana menjadi bagian dari masyarakat dan permasalahannya. Dengan berawal dari pengamatan atau bacaan itulah biasaanya ide penulisan muncul dengan mudah.

  1. Membuat kerangka tulisan

Membuat kerangka tulisan akan lebih mempermudah kita dalam menulis. Karena di dalamnya terdapat langkah-langkah yang akan memudahkan kita dalam menulis serta membuat tulisan kita lebih tersusun dengan baik. Berikut ini adalah contoh langkah-langkah menulis (PUSTEKKOM:2005):

  1. Menentukan topik
  2. Mengumpulkan bahan sesuai topik
  3. Menuangkan ide yang berhubungan dengan topik dalam bentuk kerangka besarnya
  4. Mengembangkan kerangka menjadi uraian kalimat yang lengkap
  5. Membaca kembali tulisan sekaligus membetulkan dan merapikan urutan sajian secara logis dan berurutan.
  6. Mendorong mahasiswa untuk giat membaca

Saya rasa tidak ada jalan lain untuk memperoleh ilmu tanpa membaca. Untuk itulah membaca merupakan elemen penting dalam peningkatan minat menulis bagi mahasiswa. Tidak mudah memang untuk mendorong seseorang untuk membaca selain karena faktor lingkungan yang kurang mendukung kegiatan tersebut, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memungkinkan seseorang untuk mengakses hal-hal yang tidak penting namun hal ini (mendorong mahasiswa untuk membaca) harus dilakukan demi terciptanya generasi yang lebih baik lagi.

  1. Memperbaiki model pembelajaran (Tatang:2012)

Memperbaiki proses pembelajaran menulis untuk meningkatkan kualitas

karya tulis pelajar, pada era sekarang ini, merupakan langkah yang tepat dan strategis.  Alasannya, upaya ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan Nasional RI No.17 tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat di Perguruan Tinggi, dan  Peraturan Dirjen Dikti No.152/E/T tahun 2012 tentang  kebijakan publikasi ilmiah pada jurnal ilmiah  bagi  pelajar  calon sarjana (persyaratan kelulusan). Guru/dosen harus mau memperbaiki mindset-nya.  Guru/dosen harus mau berkolaborasi dan mau  sharing  dengan guru/dosen lain serta terbuka menerima berbagai  perbaikan  untuk meningkatkan kulaitas pembelajarannya.  Diantara  upaya yang disarankan untuk memperbaiki masalah di atas adalah dengan mengimplementasikan Lesson Study  dalam pembelajaran. Lesson Study  sudah diakui banyak pihak dapat merubah budaya  pembelajaran  yang dilakukan  guru/dosen, dan meningkatkan keprofesionalannya,  yang pada akhirnya akan meningkatnya kemampuan belajar siswa/pelajar.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Beberapa faktor penyebab rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa antara lain:
  3. Menulis merupakan kegiatan “aktif” sehingga kurang diminati
  4. Takut jika tulisannya dinilai jelek
  5. Kesulitan dalam mencari ide karya tulis
  6. Kesulitan dalam memulai suatu penulisan
  7. Malas Membaca
  8. Pembelajaran yang dilakukan oleh dosen
  9. Beberapa dampak yang ditimbulkan akibat rendahnya minat mahasiswa dalam menulis antara lain:
  10. Menurunnya tingkat kreatifitas dan kekritisan mahasiswa
  11. Berpengaruh terhadap peringkat universitas
  12. Fungsi mahasiswa sebagai pengawal kebijakan pemerintah akan semakin hilang/kabur
  13. Beberapa solusi untuk mengatasi rendahnya minat mahasiswa dalam menulis antara lain:
  14. Mengubah paradigma bahwa menulis itu menyenangkan
  15. Memotivasi Mahasiswa agar percaya diri kepada hasil karyanya
  16. Mencari informasi serta pengalaman
  17. Membuat kerangka tulisan
  18. Mendorong mahasiswa untuk giat membaca
  19. Memperbaiki model pembelajaran (Tatang:2012)
  1. Saran
  2. Bagi kalangan mahasiswa

Mahasiswa harus menyadari posisinya sangat kompleks selain sebagai insan akademik juga sebagai “penyambung lidah” bagi rakyat ke pemerintah. Dalam mengontrol suatu kekuasaan atau kebijakan tidak harus dengan cara yang anarkis. Kita dapat melakukannya dengan menulis. Untuk itu diperlukan keseriusan dan niat yang tulus untuk mengubah negara ini meskipun “hanya” lewat goresan tinta pada suatu event-evemt seperti LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah), Essay, PKM (Progam Kreatifitas Mahasiswa) dan lain-lain. Namun itu semua kembali kepada keseriusan masing-masing pribadi mahasiswa dalam menyikapi hal yang ada.

  1. Bagi para dosen

Hendaknya jadilah dosen yang dapat memotivasi mahasiswanya dalam memperoleh prestasi. Serta didukung proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga mahasiswa dalam belajar dan minat menulis semakin bersemangat pula.

DAFTAR PUSTAKA

Wedhaswary, I.D. (2011). Tradisi Menulis Lebih Rendah Daripada Minat Baca. Diperoleh pada 21 Desember 2012, dari http://www.kompas.com

Pustekkom (Pusat Teknologi dan Komunikasi). 2005. Menulis Itu Mudah. Diperoleh pada21 Desember 2012, dari http://soerya.surabaya.go.id

Pratama, K.S. (2012). Kurangnya Minat Mahasiswa Dalam Menulis. Diperoleh pada 21 Desember 2012, darihttp://akuhanya-inginmenulis.blogspot.com

Sayyari, R. (2012). Rendahnya Minat Baca Dan Tulis di Kalangan Mahasiswa. Diperoleh pada 3 Desember 2012 dari http://kompasiana.com

Tatang.2011. Perkembangan Keterampilan Menulis pada Anak Usia Dini. Jurnal Bahasa dan Sastra. ISSN 1412-0712 Vol. 11 No.2 Oktober 2011.

Kementrian Pendidikan Nasional. (2012). Panduan Program Perluasan Lesson Study Untuk Penguatan LPTK Bach V tahun 2012.Diperoleh pada 25 November 2012 dari http://www.dikti.go.id

Kementrian Pendidikan Nasional. (2012). Presentasi Sosialisasi Kebijakan Publikasi Ilmiah Pada Mahasiswa. Diunduh tanggal 15 Mei 2012, dari  http://www.dikti.go.id

Sifilia, A.A. (2011).  Meningkatkan Keterampilan Menulis di Kalangan Pelajar. Diperoleh pada 3 Desember 2012, dari http://ambar-sifilia.blogspot.com

Suryanto, E & Sumarwati. 2008. Modul Praktik Bahasa Indonesia. Surakarta

Sukarmin, Y dkk. (2011). Peningkatan  Kemampuan Menulis Ilmiah Populer bagi  Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar (PPM Universitas Negeri Yogyakarta). Diperoleh pada 25 Desember 2012, pada http://staff.uny.ac.id

Al-Qur’an. QS. Al Qamar: 53

Tugas 10 Betari Ayu

Pertanyaan:

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Status: Done

Pernyataan: Saya telah mengerjakan tugas tersebut

Pembuktian:

  1. Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
  2. Tujuan Penalaran:
    1. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat,  dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari  kekeliruan.
    2. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran.
    3. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai    prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.
  3. Silogisme Kategoris

    Silogisme kategoris merupakan silogisme yang terdiri dari tiga proposisi “premis” kategoris.

    Contoh:

    • Semua manusia ialah makhluk berakal budi “premis mayor”.
    • Afdan ialah manusia “premis minor”.
    • Jadi, afdan ialah makhluk berakal budi “kesimpulan”.
    Silogisme Hipotesis

    Silogisme hipotesis ialah silogisme yang premis mayornya berupa keputusan hipotesis dan premis minornya merupakan pernyataan kategoris.

    Contoh:

    • Jika hari ini tidak hujan, saya akan ke rumah paman “premis mayor”.
    • Hari ini tidak hujan “premis minor”.
    • Maka, saya akan kerumah paman “kesimpulan”.
    Silogisme Alternatif

    Silogisme alternatif ialah silogisme yang premis mayornya premis alternatif, premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya dan kesimpulannya menolak alternatif yang lain.

    Contoh:

    • Kakek berada di Bantaeng atau Makassar “premis mayor”.
    • Kakek berada di Bantaeng “premis minor”.
    • Jadi, kakek tidak berada di Makassar “kesimpulan”.
  4. Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. 

    Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

    1. Contoh paragraf deduktif :Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
    2. Contoh paragraf Induktif:Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

Tugas 9 Betari Ayu

I. Berikan penjelasan Anda

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA? -Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat.
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK? -Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan.
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL? -Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

  1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
    TEMA : Teknologi
    TOPIK : Perkembangan teknologi sejak abad ke-19 hingga saat ini
    JUDUL : Sejarah Perkembangan Teknologi
  2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
    TEMA : Pendidikan
    TOPIK : Wajib belajar 12 tahun bagi masyarakat
    JUDUL : Pentingnya Belajar 12 Tahun Bagi Generasi Muda
  3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
    TEMA : Kesehatan
    TOPIK : Tidur cukup untuk kesehatam
    JUDUL :  Manfaat Tidur Cukup Bagi Kesehatan
  4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup

    TEMA : Bencana Alam
    TOPIK : Banjir
    JUDUL : Penanggulangan Akibat Banjir di Jakarta Selatan

  5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
    TEMA : Nasionalisme dan Patriotisme
    TOPIK : Sumpah Pemuda
    JUDUL : Mengenal Sumpah Pemuda Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia
  6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
    TEMA : Globalisasi
    TOPIK : Sikap individualistis para remaja
    JUDUL : Dampak Sikap Remaja Saat Ini dalam Era Globalisasi
  7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi
    TEMA : Peningkatan harga BBM
    TOPIK : Dampak peningkatan harga BBM dalan 1 tahun
    JUDUL : Pengaruh Kenaikan BBM terhadap Kelangsungan Hidup Masyarakat.

Tugas 8 Betari Ayu

Pertanyaan:

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!
  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Status: Done

Pernyataan: Saya telah mengerjakan tugas tersebut

Pembuktian:

  1. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).contoh :
    • Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
    • Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santai karena masih mengantuk.
    • Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
    • Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
    • Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
    • Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
    • Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.
  2. Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek dan predikat. contoh klausa dibawah ini :
    1. Kondisinya sudah membaik.
    2. Rumah itu sangat mewah.
    3. Mobil itu sangat baru.
    4. Sudah baik keadaanya.
    5. Sangat mewah rumah itu.
    6. lapar sekali hari ini.
    7. keadaan akan baik-baik saja.
    8. bekerja sambil berjalan-jalan.
    9. berlibur itu sangat menyenangkan.
    10. makan makanan mewah.
  1. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Contoh istilah dalam teknologi informasi dan komunikasi:
    1) File merupakan identitas dari data yang disimpan di dalam computer yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
    2) Operating system merupakan seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak .
    3) Internet adalah system global dari seluruh jarigan komputer yang saling terhubung menggunakan standar.
  2. Pengertian Polisemi

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh Kalimat Polisemi

Darah:

    • Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)
    • Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)
  1. Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.

contoh :

Cerdas = Pintar = Pandai
Dani adalah anak yang cerdas.
Riki adalah anak yang pintar.
Shinta adalah anak yang pandai.

  1. Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim. Contoh :
    Hipernim = Sepatu
    Hiponim = High Heels, Wedges, Stilleto, Sneakers, Boot, Skate
    • Hipernim = Mobil
    Hiponim = Sedan, Chooper, SUV, Jeep, Minibus, Bus
  2. Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis. Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan; contoh:

  • Semangatnya keras bagaikan baja. (Asosiasi)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur (Metafora)
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut. (Personifikasi)
  • Melati, lambang kesucian. (Alegori)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api) (Metonimia)
  • Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Sinekdok)
  • Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. (Simile)

2). Majas Pertentangan;contoh:

  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. (Antitesis)
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. (Paradoks)
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa. (Hiperbola)
  • Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
    ini? (Litotes)

3). Majas Sindiran;contoh:

  • Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca. (Ironi)
  • Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu. (Sinisme)
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! (Sarkasme)

4). Majas Penegasan;contoh:

  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. (Pleonasme)
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. (Repetisi)
  • Cinta adalah pengertian (Pararelisme)
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja. (Tautologi)
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak. (Klimaks)
  • Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu. (Antiklimaks)
  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja? (Retorik)
  1. Homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda. contoh:

Aku bertemu Bang Indra di pasar kemarin.

Aku pergi ke Bank BRI kemarin. 

Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda. Contoh:

Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.

Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.

Tugas 6 Betari Ayu

  • Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
Pengertian paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat kalimat penjelas.
Contoh paragraf deduktif :

      Pemuda warga desa Tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk duduk di pinggir jalan pada saat jam jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi orang tua dan memberi pengertian pentingnya belajar bagi anak anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul – kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan dan diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul18.00 sampai pukul 20.00.Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah kalimat yang pertama  yaitu , Pemuda warga desa tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib.

  • Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
Pengertian Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Contoh Paragraf Induktif
      Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertentu. Selanjutnya, tampillah trotoar tersebut sebagai etalase khusus. Bahkan, banyak barang khas trotoar terkenal di Jakarta yang tidak bisa dijumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilanya yang khas.
  • Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang

Indonesia memiliki hewan dan tumbuhan endemik yang sangat banyak, terdiri dari burung, hewan berkaki empat ataupun hewan berkaki dua, Tumbuhannya juga sangat menarik dan indah, tak kalah indah dengan bunga sakura . hewan endemik Indonesia seperti, harimau sumatra,  Orang utan, Badak bercula satu, siamang, burung endemik Indonesia seperti, Burung Cencrawasih, Burung kakatua putih, dan sebagainya. flora endemik Indonesia seperti, bunga bangkai, bunga kangtong semar, Matoa, dan sebagainya.

  • Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka

Contoh Paragraf pembuka dengan Pertanyaan:
Untuk apa latihan menulis? Memangnya bisa kaya? begitulah kata Bapak ketika aku menjawab tanya beliau.

  • Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi

Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi mikro sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di suatu Negara. Hal ini dikarenakan ekonomi mikro akan mempercepat laju peredaran uang, menghasilkan devisa Negara, dan mengangkat pendapatan perkapita penduduk di dalam suatu Negara. Jadi, jika pertumbuhan ekonomi masyarakatnya baik, maka tidak diragukan lagi pertumbuhan ekonomi suatu Negara juga akan membaik.

Tugas 5 Betari Ayu

  1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa. Cth:
    • Musyawarah itu menghasilkan lima keputusan.
    • Sekolah kami mengadakan lomba baca puisi.
    • Dalam penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen.
    • swandi berangkat ke sekolah, kemudian ke perpustakaan.
  2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
    • Guru yang baru pergi ke ruang guru. 
    • Hana yang bersekolah mendapatkan ranking 1 di sekolah dan mendapat piala .
    • Mahasiswa perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah.
    • Sebagian  toko  tertutup  sehingga  para  korban  gempa mengkonsumsi makanan sesuai dengan ketersediaan  yang ada.
  3. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
    • Lukisan itu akan saya beli karena indah.
    • Mulai hari Kamis  ini  Top Skor akan mulai terbit dan dijual dengan harga eceran    Rp2.500,00.
    • Tim  ini memiliki waktu selama sepekan (terhitung kemarin) untuk  menentukan  detail  pelaksanaan  format  dua  wilayah seperti jumlah peserta, kontrak pemain, dan lain-lain.
    • Beberapa negara-negara Asean mengikuti konfrensi…. Banyak para peninjau yang menyatakan bahwa perang yang sedang  berlangsung    itu  merupa kan  Perang  Dunia  Timur Tengah.
  4. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
    • Mayat wanita  yang  di temukan  itu  sebelumnya  sering mondar-mandir di  daerah tersebut.
    • Kepada Pak Lurah, kami persilakan untuk menyampaikan pidatonya.
    • Untuk menghemat waktu, mari kita mulai acara ini.
    • Semua yang hadir dalam rapat kali ini harus membuat laporan.
  5. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
    • Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak keluar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab.
    • Surat itu sudah saya baca.
    • Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat.
    • Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
  6. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.
    • Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes.
    • Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
    • Apabila pelaksanaan pembangunan  lima  tahun kita  jadikan  titik tolak,  maka  menonjollah  beberapa  masalah  pokok  yang  minta perhatian  dan  pemecahan. 
    • Masalah pokok lain  yang  menonjol  ialah  penghentian  pemborosan  dan penyelewengan.

Tugas 3 Betari Ayu

PERTANYAAN

  1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
  2. Bagaimanakahciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
  3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
  4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
  5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku

JAWABAN

1. Ciri-ciri ragam bahasa resmi:

  • Digunakan dalam situasi resmi
  • Nada bicara yang cenderung datar
  • Kalimat yang digunakan kalimat lengkap

2. Ciri-ciri ragam bahasa ilmiah:

  • Menggunakan kata atau istilah yang non figurative
  • Menggunakan kalimat-kalimat efektif
  • Menghindari bentuk personal atau pengakuan dengan tujuan untuk menjaga objektivitas
  • Mengutamakan keterpaduan dan keruntutan isi.

3. Jadi, terkadang kita menggunakan bahasa bahasa yang baik, artinya tepat, tetapi tidak termasuk bahasa yang benar. Sebaliknya, terkadang pula mungkin kita menggunakan bahasa yang benar yang penerapannya tidak baik karena situasi mensyaratkan ragam bahasa yang baku. Maka anjuran agar kita “berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “ bahasa Indonesia yang baik dan benar”, sebaliknya, mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Kriteria bahasa Indonesia yang baik dan benar itu :

  • Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya;
  • Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.

4. Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.

5. Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui sebagian besar warga masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya. Contoh: Direktur perusahaan itu pergi ke luar negeri.

Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku. Contoh: Direktur perusahaan itu ke luar negeri.

 

Tugas 2 Betari Ayu

PERTANYAAN

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan makalah!
  2. Sebutkan beberapa jenis makalah dan berikan contoh setiap jenis makalah tersebut!
  3. Berikan penjelasan sistematika penulisan makalah!
  4. Sebutkan tahapan-tahapan menyusun makalah!
  5. Buat satu contoh topik dan tujuannya untuk sebuah karya tulis yang akan Anda tulis!

JAWABAN

  1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu. Makalah juga dapat diartikan sebagai karya akademis yang biasanya diterbitkan atau dipublikasikan pada jurnal yang bersifat ilmiah namun menurut pengertian dari beberapa ahli diantaranya menurut Tanjung dan Ardial mengartikan makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai analisis yang logis dan objektif sedangkan menurut Surakhmad makalah adalah segala jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang suatu pokok permasalahan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa makalah adalah suatu karya tulis yang membahas permasalahan tertentu dengan analisis yang logis dan objektif dan ditulis dengan sistematis.
  2. Dari sifatnya makalah dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu
    1. Makalah Deduktif yaitu makalah yang didasarkan pada kajian teoritis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas
    2. Makalah Induktif adalah makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat objektif berdasarkan apa yang diperoleh dari lapangan namun tetap relevan dengan pembahasan
    3. Makalah Campuran yaitu makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan kajian toritis dan data empiris. artinya makalah campuran ini adalah penggabungan antara makalah deduktif dan makalah induktif.

    Makalah campuran  terbagi lagi menjadi 6 jenis yaitu

    1. Makalah ilmiah – makalah ini biasanya membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah dan jenis makalah ini tidak berdasarkan pendapat atau opini dari penulis yang bersifat subyektif
    2. Makalah kerja – biasanya makalah ini diperoleh dari hasil sebuah penelitian dan memungkinkan seorang penulis makalah tersebut berargumentasi dari permasalahan yang dibahas yang didapatkan dari sebuah proses penelitian dan itu artinya opini yang bersifat subyektif dari penulis lebih memungkinkan pada makalah jenis ini
    3. Makalah kajian – isi dari makalah ini biasanya sebagai sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial
    4. Makalah posisi – istilah ini digunakan untuk karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan masalah yang kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan secara ilmiah
    5. Makalah analisis – sifat dari makalah ini adalah obyektif-empiris
    6. Makalah tanggapan – biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah bagi mahasiswa yang isinya merupakan reaksi terhadap suatu bacaan
  3. Bagian Pembukaa)      Sampulb)      Kata pengantarc)       Daftar isi

    Tubuh Tulisan

    a)      BAB 1 (Pendahuluan)

    1.1)  Latar belakang

    1.2)  Rumusan permasalahan

    1.3)  Tujuan penulisan makalah

    1.4)  Metode ilmiah

    1.5)  Sistematika penulisan

    1.6)  Tinjauan pustaka

    b)      BAB 2 (Pembahasan materi)

    c)       BAB 3 (Hasil dan pembahasan)

    d)      BAB 4 (Simpulan dan saran)

    Bagian Akhir

    a)      Daftar pustaka

    b)      Lampiran

  4. 1) Mempelajari/ menganalisa topik yang akan ditulis2) Menyusun pola pikir, meliputi :
    1. a)Pokok masalah dalam topik.
    2. b)Menentukan tujuan dan ruang lingkup.

    3) Pengumpulan bahan-bahan materi (referensi)

    4) Menulis/ menyusun makalah dituntut :

    1. Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    2. Susunan kalimat yang mudah dipahami.
    3. b)Rangkaian uraian yang berkaitan.
    4. c)Singkat, padat, tegas, dan jelas dalam uraian.
    5. d)Menulis/ menyusun makalah secara “tidak bombastis”, banyak atau panjangkalimatnya tanpa isi yang jelas
  5. Contoh: Makalah Manajemen Pengendalian Mutu Sekolah Di Kabupaten Boyolali