All posts by Bimo Prakoso

About Bimo Prakoso

Hello ! I'm a new student here. Let's try harder ! And smarter !

Assignment 14

Pertanyaan

Ini Assignment 13 yang harus dikerjakan…….dengan sepenuh hati……….

Silakan submit Quisioner dosen berikut ini

QUIZ DOSEN

https://docs.google.com/a/raharja.info/forms/d/184XQPxigRA2TZRmjBslnFYf8PfpplpUjwJe_KB7X7wU/viewform

Status – 100% tercapai

Keterangan – sudah mengerjakan assigment 14 dan submit form kuesioner

Pembuktian

Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/05/22/assignment-14-bp/

Link SKUP – bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

Assignment 13

Pertanyaan

Anda sudah diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai tata cara penulisan karya ilmiah dan dapat membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis non-ilmiah

Anda diharapkan juga nantinya memiliki kemampuan dan kemauan menulis dan menulis karya ilmiah. Untuk itu sudah siapkah Anda memulai menulis sesuatu dalam bentuk tulisan ragam ilmiah? (Dengan mengambil topik dan tema yang Anda sukai dan Anda kuasai, dalam bentuk jurnal, makalah, artikel dll).

Jawablah pertanyaan berikut ini :

Apakah Anda siap menulis? Jika jawaban Anda “SIAP” kapan Anda akan memulainya? Begitu juga jika Anda menjawab “Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap? Buatlah jawaban dan postingkan di iMe (perlu kejujuran dan komitmen dari diri sendiri untuk menjawab pertanyaan ini). Postingan Anda di iMe akan menjadi “Saksi Hidup” akan keberhasilan Anda dalam menyelesaikan studi melalui perkuliahan kelas iLearningPlus ini.
Selamat memulai untuk menulis……………yang bermanfaat.

Status – 100% tercapai
Keterangan – sudah mengerjakan assignment 13

Pembuktian
Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/05/15/assignment-13-bp/
Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

Saya siap untuk menulis karya tulis, karena disamping sudah dibekali oleh materi perkuliahan di kampus Raharja, sudah membaca dan memahami contoh-contoh karya tulis baik dengan cara browsing internet dan mencari hard copy di perpustakaan umum.

Tugas 12

Pertanyaan

#

Status – 100% tercapai
Keterangan – sudah mengerjakan assignment 12

Pembuktian
Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/05/15/tugas-12-bp/
Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

1. Teknologi Informatika dan komputer

Judul : Cyber Law dan Cyber Crime

Penulis : M Sarifal , Try Nurdiani, Seni Kurniasari, Dede Ruhimat, Annisa Rosyidah

Sumber : https://karyatulisilmiah.com/makalah-cyber-law-cyber-crime/

 

2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi

Judul : Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Penulis : Elviana

Sumber : http://elvianapbsi.blogspot.co.id/2013/10/pentingnya-bahasa-indonesia-di.html

 

3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Judul : MENINGKATKAN MINA BACA MAHASISWA DI ERA GLOBALISASI

Penulis : GIOFANNY BELLACYANE (1621490928)

Sumber : http://rijp.ilearning.me/2016/05/13/tugas-makalah-meningkatkan-kemampuan-dan-kemauan-menulis-di-kalangan-pelajar-dan-mahasiswa-bl103f/

Essay: Tugas 10

Pertanyaan

#

Status – 100% tercapai
Keterangan – sudah mengerjakan assignment 10

Pembuktian
Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/05/04/essay-tugas-10-bp/
Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

Penalaran adalah proses mempertimbangkan tentang baik dan buruknya dari suatu keadaan atau pengambilan keputusan. Umumnya sering dikaitkan dengan berpikiran logis / realis dimana banyak terdapat situasi yang mengharuskan penalaran dilakukan terlebih dahulu. Penalaran yang dimaksud adalah menggabungkan dan menghubungkan fakta-fakta yang terkumpul dari suatu kegiatan pengamatan sampai tercapai suatu kesimpulan, sebagai bahan untuk referensi pengambilan keputusan.

2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan

Penalaran akan sangat membantu manusia dalam membedakan mana baik dan buruk, mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam prosesnya, penalaran tidak boleh terpengaruh oleh emosi dan perasaan atau keyakinan, tapi harus didasari dengan fakta-fakta yang ada, agar bisa menghadapi semua kondisi.

3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

A. Silogisme Kategorial

Adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis (premis mayor bersifat umum dan premis minor bersifat khusus) dan satu proposisi merupakan simpulan (terdapat subjek dan predikat). Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan term mayor.

Contoh:

Semua siswa harus giat belajar. (premis mayor)

Irwan adalah seorang siswa. (premis minor)

Jadi, Irwan harus giat belajar. (simpulan)

B. Silogisme Hipotesis

Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang mempunyai proposisi kondisional hipotesis (bersyarat).
Jika premis minornya membenarkan anteseden (sebab), simpulannya membenarkan konsekuen (akibat).
Jika premis minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh:
Premis mayor : Jika air dipanaskan, air akan menguap.
Premis minor : Air dipanaskan
Simpulan : Jadi, Air menguap

Premis mayor : Jika air dipanaskan, air akan menguap.
Premis minor : Air dipanaskan
Simpulan : Jadi, Air tidak menguap

C. Silogisme Alternatif

Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif . jika premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :
Premis mayor : Dia mengendarai motor atau mobil.
Premis minor : Dia mengendarai motor
Simpulan : Jadi, dia bukan mengendarai mobil.

Premis mayor : Dia mengendarai motor atau mobil.
Premis minor : Dia mengendarai mobil
Simpulan : Jadi, dia bukan mengendarai motor.

D. Entinem

Adalah silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayo tersebut sudah dikenaal secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh:
Premis mayor : semua mahasiswa menggunakan iLearning.
Premis minor : Indra adalah seorang mahasiswa.
Simpulan : Jadi, Indra menggunakan ilearning.

Dari silogisme ini dapat ditarik satu entinem yaitu “Indra adalah seorang mahasiswa karena menggunakan iLearning”.

4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

Penalaran induktif adalah penalaran yang awalnya adalah fakta-fakta umum, lalu diakhiri dengan kalimat simpulan.

penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Paragraf deduktif

Masyarakat Indonesia cenderung konsumtif dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan dan kegiatan imitasi dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.

Paragraf Induktif

Pada saat ini remaja lebih menyukai kebudayaan dari jepang seperti cosplay, harajuku style, maid cafe dan lain sebagainya. Begitu pula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai j-rock, j-metal, maupun refferensi tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren jepang. Penerimaan terhadap budaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

Banyak sekali orang yang terkena penyakit sebagai akibat dari kurangya kesadaran menjaga kebersihan baik itu dari makanan, pakaian yang kita gunakan maupun lingkungan tempat kita tinggal padahal hampir semua dari kita sudah tau bahwa kebersihan itu sangat penting untuk kesehatan.

Essay: Tugas 9

Pertanyaan

I. Berikan penjelasan Anda

Apa yang dimaksud dengan TEMA?
Apa yang dimaksud dengan TOPIK?
Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul untuk karya tulis yang…….

Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Status – 100% tercapai

Keterangan – sudah mengerjakan assignment 9

Pembuktian

Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/04/28/essay-tugas-9-bp/

Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

Pengertian Tema

1. Tema adalah gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra yang terkandung di dalam teks sebagai stuktur semantis dan menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan (Hartoko & Rahmanto, 1986;142.
2. Tema adalah makna keseluruhan yang mendukung sebuah cerita.
3. Tema adalah makna sebuah cerita yang secara khusus menerangkan sebagaian besar unsurnya dengan cara yang sederhana.Tema menurutnya kurang lebih dapat bersinonim dengan ide utama (central idea) dan tujuan utama (central purpose).(Stanton, 1965;21).
4. Tema adalah subyek wacana, topik umum, atau masalah utama yang dituangkan ke dalam sebuah cerita (Shipley, 1962;417)

C. Penggolongan tema

1. Tema Mayor
Tema mayor adalah makna pokok cerita yang menjadi dasar atau gagasan dasar umum karya tersebut, atau bisa juga disebut tema yang paling utama.

2. Tema Minor
Tema minor adalah makna yang terdapat pada bagaian cerita atau bisa disebut sebagai tema sebagian. Dengan demikian banyak sedikitnya tema minor tergantung pada banyak sedikitnya makna tambahan yang dapat ditafsirkan dari sebuah cerita novel.

3. Tema Tradisional
Tema tradisional adalah hal-hal yang daianggap otomatis terjadi sendiri di masyarakat. Pernyataan-pernyataan tema yang dapat dipandang sebagai bersifat itu misalnya berbunyi, “ Kebenaran dan keadilan mengalahkan kejaahatan, tindak kebenaran dan masing-masing akan memetik hasilnya (Jawa; becik ketitik ala ketara), atau (seperti pepatah- pantun) berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, setelah menderita, orang baru mengingat Tuhan ”, dsb. Tema tradisional walau banyak variasinya, boleh dikatakan selalu ada kaitanya dengan masalah kebenaran dan kejahatan (Maredith & fizgerald, 1972;66.

4. Tema non tradisional
Tema non tradisional adalah tema yang menyangkut sesuatu yang tidak lazim/non tradisional. Karena sifatnya yang non tradisional, tema yang demikian mungkin tidak sesuai dengan harapan pembaca, juga bersifat melawan arus, mengejutkan, bahkan boleh jadi mengesalkan, mengecewakan, atau berbagai reaksi afektif yang lain.

D. Tingkatan Tema Menurut Shipley

Tingkat pertama
Tema tingkat fisik, manusia sebagai (atau: dalam tingkat kejiwaan) molekul. Tema karya sastra pada tingkat ini lebih banyak menyaran dan ditunjukkan oleh banyaknya aktivitas fisik daripada kejiwaannya. Ia lebih menekankan mobilitas fisik dari pada kejiwaannya.

Tingkat kedua
Tema tingkat organik, manusia sebagai (atau: dalam tingkat kejiwaanya) protoplasma. Tema karya sastra tingkat ini lebih banyak menyangkut dan mempersoalkan masalah seksualitas. Suatu aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh makhluk hidup.

Tingkat ketiga
Tema tingkat sosial, manusia sebagai makhluk sosial. Kehidupan bermasyarakat yang merupakan tempat aksi-interaksinya manusia dengan sesama dan lingkungan alam, mengandung banyak permasalahan, konflik, dan lain-lain yang menjadi objek pencarian tema.

Tingkat keempat
Tema tingkat egoik, manusia sebagai individu. Disamping sebagai makhluk sosial, manusia sekaligus juga sebagai makhluk individu yang senantiasa “menuntut” pengakuan atas hak individualitasnya.

Tingkat kelima
Tema tingkat divine, manusia sebagai makhluk tingkat tinggi, yang belum tentu setiap manusia mengalami dan atau mencapainya. Masalah yang menonjol dalam tema tingkat ini adalah masalah hubungan manusia dengan sang pencipta, masalah religiositas, atau berbagai masalah yang bersifat filosofis lainnya seperti pandangan hidup, visi, dan keyakinan.

Tema dalam sebuah karya sastra selalu berkaitan dengan makna atau pengalaman kehidupan, melalui karyanya. Pengarang menawarkan makna tentang kehidupan, mengajak pembaca melihat, merasakan dan menghayati makna kehidupan tersebut dengan cara memandang permasalahan tersebut sebagaimana ia memandangnya. Tema dapat dipandang sebagai dasar cerita, gagasan dasar umum, sebuah karya novel. Gagasan umum inilah yang tentunya telah ditentukan sebelumya oleh pengarang yang dipergunakan untuk mengembangkan sebuah cerita.

Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.

Menurut Sabarti Akhadiah (1994: 211), ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik:
1. Ada manfaatnya untuk perkembangan ilmu atau profesi.
2. Cukup menarik untuk dibahas.
3. Dikenal dengan baik.
4. Bahannya mudah diperoleh.
5. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.

Keraf (1979: 113) merumuskan kiat pembatasan topik adalah dengan langkah sebagai berikut:
Pertama, tetapkan topik yang ingin dibahas dalam suatu kedudukan sentral.
Kedua, ajukanlah pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat diperinci lebih lanjut atau tidak. Bila dapat, tempatkanlah perincian itu di sekitar lingkaran topik pertama tadi.
Ketiga, tetapkanlah yang mana dari perincian tadi yang akan dipilih.
Keempat, ajukanlah pertanyaan apakah sektor tadi masih perlu diperinci lebih lanjut atau tidak.
Demikian dilakukan berulang sampai diperoleh topik yang sangat khusus.

Pembatasan topik sekurang-kurangnya dapat membantu pengarang dalam beberapa hal:
• Memungkinkan penulis penuh dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar diketahuinya.
• Memungkinkan penulis mengadakan penelitian lebih intensif mengenai masalahnya

Judul adalah perincian atau jabaran dari topik yang diberikan untuk bahasan atau karangan. Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi atau maksud dari buku tersebut. Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Judul berfungsi sebagai slogan promosi untuk menarik minat pembaca dan sebagai gambaran isi karangan. Ada yang mendefinisikan judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniaturisi bahasan. Judul lebih spesifik dan sering menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas.

Fungsi Judul

Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.
Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membaca isinya.
Gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya.

Syarat Judul yang baik, yaitu :
a. Asli
Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.

b. Relevan
Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda ( harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.

c. Provokatif
Hindari judul yang terlalu sederhana, sehingga pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, jika pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi. Namun sekarang ini juga terdapat banyak judul karangan yang sangat sederhana namun menjadi best seller.

d. Singkat
Judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.

e. Harus bebentuk frasa.

f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi.

g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan.

h. Menarik perhatian.

i. Logis.

j. Sesuai dengan isi.

Judul Dibagi Menjadi Dua, Yaitu:

1. Judul langsung.
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.

2. Judul tak langsung.
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

————–

Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer

Tema : Cloud Computing
Topik : Penerapan Komputasi Awan
Judul : Cloud Computing Dan Ragam Pengertiannya Di Masyarakat

Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan

Tema : Kurikulum
Topik : Pengkinian Kurikulum
Judul : Kurikulum Statis atau Dinamis untuk masa depan Indonesia ?

Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan

Tema : Fasilitas Kesehatan
Topik : Puskesmas Keliling
Judul : Puskesmas Keliling Untuk Akses Kesehatan Merata Nusantara

Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup

Tema : Pengolahan Sampah
Topik : Pemilahan Jenis Sampah
Judul : Tipe sampah yang Harus Dibuang Terpisah

Berkaitan dengan masalah bidang Hukum

Tema : Alur Persidangan
Topik : Penjelasan Tentang Persidangan
Judul : Dari Tersangka Sampai Bebas, Ketahui Status Anda

Berkaitan dengan masalah bidang Sosial

Tema : Bahasa Komunikasi
Topik : Perbedaan dan Persamaan Lingustik
Judul : Semua Bahasa Sama, Yang Membedakan Hanya Kata

Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Tema : Upah Pekerja
Topik : Batas Minimum Gaji
Judul : Hidup Mewah Hanya Dengan Tiga Juta Sebulan

Essay: Tugas 8

Pertanyaan

#

Status – 100% tercapai

Keterangan – sudah mengerjakan assignment 8

Pembuktian

Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/04/21/essay-tugas-8-bp/

Link SKUP – bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!

Frasa atau frase adalah sebuah makna linguistik. Lebih tepatnya, frasa merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata dan lebih kecil dari klausa dan kalimat. Frasa adalah kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frasa tidak memiliki predikat dalam strukturnya. Itu yang membedakan frasa dari klausa dan kalimat.

 

1. Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
2. Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santai karena masih mengantuk.
3. Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
4. Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
5. Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
6. Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
7. Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu satunya.

Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!

Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek dan predikat walau dalam beberapa bahasa dan beberapa jenis klausa, subjek dari klausa mungkin tidak tampak secara eksplisit dan hal ini khususnya umum dalam Bahasa bersubyek nol. Sebuah kalimat paling sederhana terdiri dari satu klausa sedangkan kalimat yang lebih rumit terdiri dari beberapa klausa dan satu klausa juga terdiri dari beberapa klausa.

Klausa sering kali di kontraskan dengan frasa. Sebuah kumpulan kata dikatakan sebagai klausa apabila ia mempunyai Kata kerja finit dan subjeknya sementara sebuah frasa berisi kata kerja finit namun tanpa subjeknya Frasa kata kerja, atau tidak berisi kata kerja. Sebagai contoh kalimat “Aku tidak tahu kalau kamu membuat lukisan itu”, “kamu membuat lukisan itu” adalah klausa dan sebuah kalimat penuh, sedangkan “lukisan itu” dan “membuat lukisan itu” adalah sebuah frasa.

Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.

Contoh : komputasi awan, menyimpan file, copy-paste dokumen
Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!

Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.

Contoh : Saya masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Rani. (darah=kesaudaraan)

Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur tiang listrik. (darah=yang berada dalam tubuh)

Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!

Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin dapat juga disebut sebagai persamaan kata atau padanan kata.  Contoh binatang = fauna , tanaman = flora , bohong = dusta

Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!

Hiponim atau kata khusus adalah sebuah kata atau frasa yang gugus semantiknya atau artinya tercakup di dalam kata lain yaitu hipernimnya atau kata umumnya. Dengan kata lain, suatu hiponim merupakan jenis dari suatu hipernim.
Sebagai contoh, merpati, gagak, elang, dan camar seluruhnya adalah hiponim dari hipernim burung, yang pada gilirannya merupakan hiponim dari kata hewan. Beberapa hiponim yang memiliki hipernim yang sama disebut dengan kohiponim.

Contoh hiperonim, hiponim serta kohiponim antara lain:

kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan
hewan adalah hipernim dari kucing, serangga, dan merpati
serangga dan merpati adalah kohiponim dari kucing sebagai hewan

Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!

Majas perbandingan

Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
Contoh: Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.

Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, dll.
Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.
Contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri.

Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

Sinestesia: Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.

Contoh: Dengan telaten, Ibu mengendus setiap mangga dalam keranjang dan memilih yang berbau manis. (Bau: indera penciuman, Manis: indera pengecapan)

Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.

Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.

Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh: Karena sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru.(Rokok merek Djarum)

Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.

Contoh: Lama Otok hanya memandangi ikatan bunga biji mata itu, yang membuat Otok kian terkesima.

Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.
Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.

Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
Contoh: Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.

Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.
Contoh: Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku.

Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.

Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
Contoh:Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.

Totem pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh: Indonesia bertanding voli melawan Thailand.

Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
Contoh: Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?

Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
Contoh: Apa kabar, Roni? (Padahal, ia sedang bicara kepada bapaknya sendiri)

Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
Contoh: Kucing itu berpikir keras, bagaimana cara terbaik untuk menyantap tikus di depannya.

Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.

Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.

Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
Contoh: Kita bermain ke Ina. (Dalam hal ini, ‘Ina’ menjadi perwakilan dari lokasi ‘rumah milik Ina’.)

Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.

Contoh: Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.

Majas sindiran

Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.

Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
Contoh : Kamu tidak dapat mengerjakan soal yang semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!

Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?

Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.

Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

Majas penegasan

Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.

Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh: Saya naik tangga ke atas.

Repetisi: Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
Contoh : Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini.

Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
Contoh: Dengar daku. Dadaku disapu.

Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar.
Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.
Contoh: Kutulis surat ini kala hujan gerimis. (Salah satu kutipan puisi W.S. Rendra)

Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
Contoh: Baik rakyat kecil, kalangan menengah, maupun kalangan atas berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak suara mereka.

Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
Contoh: Dikejar oleh Anna kupu-kupu itu dengan begitu gembira.

Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
Eksklamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.
Contoh: Perlu saya ingatkan, Kakek saya itu peramah dan juga pemarah.

Majas pertentangan
Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
Oksimoron: Paradoks dalam satu frasa.
Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.

 

Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Homofon adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

Contoh homofon antara lain:

“buku” (bahan bacaan) dan “buku” (bagian di antara dua ruas)
“rok” (pakaian) dan “rock” (aliran musik)
“massa” (dalam perkataan media massa) dan “masa” (waktu)
“bank” (tempat menyimpan uang) dan “bang” (panggilan untuk kakak)
“tank” (kendaraan perang) dan “tang” (alat pekakas)

 

Homograf, homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan. Jadi, homograf adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya. Dalam bahasa Indonesia, contoh homograf antara lain :

“teras” (inti kayu atau bagian rumah)
“apel” (buah atau kumpul)
“serang” (perang atau nama tempat)
“tahu” (makanan atau situasi)
“memerah” (berubah warna atau memeras susu sapi)
“keset” (bersih atau pembersih/pengelap kaki)

Quiz: Tugas 7 Pre Test UTS

Pertanyaan

Quiz: Tugas 7 Pre Test UTS

Status – 100% tercapai

Keterangan – Sudah mengerjakan Quiz: Tugas 7 Pre Test UTS

Pembuktian

Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/03/26/quiz-tugas-7-bp/

Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

 

Jawaban

Instructions

Silakan kerjakan

Answers

Here are your latest answers:

Question 1

Berikut ini bentuk karya tulis yang termasuk makalah. KECUALI :

Response: Kumpulan Kutipan

Correct answer: Kumpulan Kutipan

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 2

Perhatikan paragraf berikut ini :
Minggu yang lalu saya pergi ke Bogor sama teman. Tujuannya nengok nenek yang sedang sakit. Kami naik taxi agar cepat sampai. Betapa senang hati nenek dengan kedatangan kami.
Kata tidak baku dalam paragraf tersebut adalah ….

Response: sama, nengok, taxi

Correct answer: sama, nengok, taxi

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 3

Perhatikan pernyataan berikut ini :
Judul tulisan harus mampu mencerminkan isi, menunjukkan fokus serta permasalahan pokok masalah.
Pernyataan tersebut benar atau salah?

Response: True

Correct answer: True

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 4

Bunyi Pasal 36 Bab XV dalam UUD RI 1945, menyatakan bahwa Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai :

Response: Bahasa Negara

Correct answer: Bahasa Negara

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 5

Sebagai identitas nasional, alat pemersatu, alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah, merupakan bagian dari fungsi Bahasa Indonesia sebagai :

Response: Bahasa Nasional

Correct answer: Bahasa Nasional

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 6

Berikut ini ciri-ciri ragam bahasa lisan, KECUALI :

Response: Memperhatikan tanda baca

Correct answer: Memperhatikan tanda baca

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 7

Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri khas, yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, dan kelogisan bahasa.
Apakah pernyataan ini benar atau salah?

Response: True

Correct answer: True

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 8

Makalah ilmiah yang ditulis sebagai suatu sarana pemecahan masalah secara ilmiah dengan cara mengumpulkan bahan-bahan, lalu diolah kembali dan dianalisis serta membentuk sintesis, dan interpretasi yang baru, jenis makalah ini termasuk makalah………

Response: Kajian

Correct answer: Studi

Score: 0 out of 0.8 No

Question 9

Kata yang tidak termasuk kategori kata ilmiah adalah……

Response: semaput

Correct answer: semaput

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 10

Makalah yang disusun dan ditulis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dan tujuannya untuk kepentingan seminar atau lokakarya, termasuk dalam jenis makalah……….

Response: Kerja

Correct answer: Kerja

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 11

Tulisan yang menggambarkan latar belakang, tujuan, metode, hasil dan simpulan ditulis tidak lebih 150 – 200 kata dengan tujuan agar pembaca dapat tertarik untuk membacanya dikenal dengan istilah………

Response: Abstrak

Correct answer: Abstrak

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 12

Perhatikan pernyataan berikut ini
Bahasa resmi atau formal adalah bahasa yang digunakan dalam situasi resmi, seperti urusan surat-menyurat, bertutur dengan orang yang tidak kita kenal dekat atau lebih tinggi status dan pangkatnya.
Pernyataan tersebut benar atau salah?

Response: True

Correct answer: True

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 13

Yang dimaksud dengan simpulan adalah tulisan/pemikiran yang berisi hasil bahasan dan mengacu pada permasalahan bukan hasil ringkasan isi makalah.
Pernyataan tersebut benar atau salah?

Response: True

Correct answer: True

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 14

Berikut ini penulisan kata ”di” yang benar, KECUALIi pada kalimat :

Response: Jawaban tugas mandiri harus dikumpulkan pada hari Senin

Correct answer: Rumah Ali di buat dari kayu.

Score: 0 out of 0.8 No

Question 15

Imbuhan ”pra…..” yang mengandung arti ”sebelum” terdapat pada kalimat :

Response: Temuan fosil dan prasasti merupakan bagian dari kehidupan masa prasejarah

Correct answer: Temuan fosil dan prasasti merupakan bagian dari kehidupan masa prasejarah

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 16

Contoh kata tidak baku dalam bahasa Indonesia adalah……………

Response: kenapa

Correct answer: kenapa

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 17

Kumpulan kata baku yang benar adalah…………….

Response: taksi; sistem; teknik; sentral

Correct answer: taksi; sistem; teknik; sentral

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 18

Perhatikan pernyataan berikut ini :
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting dalam membentuk persatuan dan kesatuan di Indonesia. Bukti nyatanya terletak pada butir ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjungjung bahasa persatuan bahasa Indonesia”.
Pernyataan ini benar atau salah?

Response: True

Correct answer: True

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 19

Perhatikan paragraf berikut ini
Awalnya saya nggak tertarik dengan kegiatan ini. Karena temen deket yang ngajak, saya tidak dapat menolaknya. Meskipun keluar duit, saya tidak nyesel. Ternyata , kegiatan ini berkesan banget.
Jumlah kata tak baku dalam paragraf tersebut……

Response: ada 8

Correct answer: ada 7

Score: 0 out of 0.8 No

Question 20

Perhatikan kata berikut ini : 1). Kiper, 2). Parlemen, 3). Konstruksi, 4) Fase, 5). Timbang.
Kata yang termasuk diserap dari bahasa asing adalah :

Response: (1, 2, 3, 4)

Correct answer: (1, 2, 3, 4)

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 21

Contoh kata dasar berikut ini merupakan kata baku. KECUALI……

Response: dekoratip

Correct answer: dekoratip

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 22

Kalimat yang urutannya benar adalah………..

Response: Ingin saya ajukan

Correct answer: Ingin saya ajukan

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 23

Penulisan kata yang salah terdapat dalam kata……

Response: hutang; hisap

Correct answer: hutang; hisap

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 24

Berikut ini fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional hasil rumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada 25-28 Februari 1975. KECUALI…….

Response: Alat komunikasi internasional

Correct answer: Alat komunikasi internasional

Score: 0.8 out of 0.8 Yes

Question 25

Kedudukan bahasa Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu sebagai………….

Response: bahasa nasional dan bahasa negara.

Correct answer: bahasa nasional dan bahasa negara.

Score: 0.8 out of 0.8

Essay: Tugas 6

Pertanyaan

Kita telah mempelajari dan mengenal paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan kalimat. Penggabungan kalimat tersebut membicarakan suatu gagasan atau topik. Seluruh kalimat memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah tersebut. Sebuah paragraf ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua sentimeter. Selain itu, dapat menambahkan tanda sebuah paragraf dengan memberikan jarak agak renggang dari paragraf sebelumnya. Dengan demikian, memudahkan para pembaca dalam melihat permulaan tiap paragraf.

Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda mengenai paragraf silakan kerjakan tugas ke 6 ini dengan sebaik-baiknya.

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
2. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
3. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
4. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
5. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Buatkan jawabannya dengan standar iDu

Selamat belajar
Status – Tercapai 100%

Keterangan – Sudah mengerjakan tugas 6

Pembuktian

1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang mengemukakan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang lebih khusus.

Contoh : Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli. Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena haanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk.

2. Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis, yaitu paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh : Padalah DPRD Surabaya sudah memproduksi banyak perda. Bila dihitung dari awal 2012, jumlah perda yang di sahkan DPRD mencapai belasan aturan. Namun, sampai kini tak pernak ada proses pengenalan kepada masyarakat.

3. Contoh paragraf pengembang : “Walaupun demikian, batasan di atas masih belum mencakup tentang misi dari pesan yang dibawa oleh surat secara keseluruhan. Dalam pengertian sehari-hari, surat umumnya hanya dikenal sebagai alat untuk menyampaikan berita secara tertulis. Pengertian tersebut adalah pengertian sempit dari anggapan masyarakat. Surat mengandung aspek yang lebih luas meliputi informasi tertulis berupa rekaman kegiatan secara tertulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu.”

4. Contoh paragraf pembuka : “Secara umum dapat dikatakan bahwa surat adalah alat untuk menyampaikan maksud atau pesan secara tertulis. Batasan itu mengandung pengertian yang sangat luas karena banyak sekali maksud atau pesan yang dapat dituangkan secara secara tertulis, misalnya karang berbentuk artikel, makalah, skripsi, dan buku. Oleh sebab itu, batasan tersebut perlu dipertegas lagi dengan penekanan bahwa maksud atau pesan yang disampaikan melalui surat dapat berupa permintaan, penolakan, dan sebagainya.”

5. Contoh Paragraf Penutup : “Berdasarkan uraian atau penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya surat adalah informasi tertulis yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi tulisan yang dibuat dengan persyaratan tertentu yang khususnya berlaku untuk kegiatan surat-menyurat.”

 
Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/03/13/essay-tugas-6-bp/

Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Essay: Tugas 5

Pertanyaan

Silakan kerjakan tugas ini sesuai tengat waktu yang diberikan

Pengertian kalimat efektif: adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Buat contoh kalimat efektif masing-masing 4 kalimat dengan kriteria (jadi ada 24 contoh kalimat yang harus dibuat)

1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa
2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
3. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
4. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
5. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
6. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.
Postingkan jawaban di iMe

Lengkapi jawaban dengan standar iDu
Status – Tercapai 100%

Keterangan – Sudah mengerjakan tugas 5

Pembuktian

1.
– Semua pilot harus mengikuti kegiatan pelatihan penerbangan.
– Semua staff diharapkan hadir tepat waktu.
– Dalam menyusun proposal itu, kami dibantu oleh team design.
– Dia pergi meninggalkan saya.

2.
– Dia demam sehingga tidak dapat masuk sekolah.
– Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa.
– Saat itu bagi saya kurang jelas
– Aminah pergi ke sekolah, kemudian ia ke rumah temannya untuk belajar.

3.
– Karena tidak diajak, ia tidak ikut belajar bersama di rumahku.
– Saya tidak suka buah apel dan durian.
– Saya hanya memiliki 3 buah buku.
– Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.

4.
– Bapak kepala sekolah kami persilahkan!
– Saya sedang membuat nasi goreng.
– Selanjutnya, saya akan menjelaskan pentingnya air bagi kehidupan.
– Untuk menghemat waktu, mari kita lanjutkan acara ini.

5.
– Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan.
– Budi membicarakan pengalaman liburannya.
– Surat itu sudah saya baca.
– Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat.

6.
– Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes.
– Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
– Hal yang mesti diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan mengolahnya.
– Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat efektif.

 

Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/03/13/essay-tugas-5-bp/

Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Essay: Tugas 3

Pertanyaan

Soal Essay :

  1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
  2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
  3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
  4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
  5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku

Postingkan jawaban Anda di bl103.ilearning.me

Jawab dan submit dengan standar jawaban iDu.

Status – 100% Tercapai

Keterangan – Sudah mengerjakan Assignment 3

Pembuktian

1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
a. menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten,
b. menggunakan imbuhan secara lengkap,
c. menggunakan kata ganti resmi,
d. menggunakan kata baku,
e. menggunakan EYD,
f. menghindari unsur kedaerahan.

2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
a. bahasa Indonesia ragam baku,
b. penggunaan kalimat efektif,
c. menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda,
d. penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna luas,
e. menghindari penonjolan pesona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan,
f. adanya keselarasan dan keruntuhan antar proposisi dan antar alinea.

3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar” ?

– Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi penakainannya.
– Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.

4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa ?

Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai.
Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.
Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku.

Ragam bahasa baku menggunakan kaidah bahasa yang lebih lengkap dibandingkan dengan ragam tidak baku. Seringkali digunakan dalam bentuk tulisan dan jarang sekali digunakan dalam percakapan. Adapun ciri ragam baku adalah sebagai berikut.

– Memiliki sifat kemantapan dinamis. Bahasa baku harus memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes. Bahasa baku tidak dapat berubah setiap saat.
– Kecendekiaan. Kecendekiaan berarti bahwa bahasa baku sanggup mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di pelbagai ilmu dan teknologi, dan bahasa baku dapat mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis dan masuk akal.
– Keseragaman kaidah. Keseragaman kaidah adalah keseragaman aturan atau norma. Tetapi, keseragaman bukan berarti penyamaan ragam bahasa atau penyeragaman variasi bahasa (Depdikbud 1988).

Sedangkan ragam bahasa tidak baku sering digunakan dalam percakapan, dan jarang sekali digunakan dalam bentuk tertulis. Banyak mengandung unsur-unsur dialek dan bahasa daerah sehingga terlampau banyak sekali variasinya. Selain dialek, ragam bahasa tidak baku juga bervariasi dalam hal lafal atau pengucapan, kosa kata, struktur kalimat dan sebagainya. Untuk mengatasi keanekaragaman pemakaian bahasa yang merupakan variasi dari bahasa tidak baku maka diperlukan bahasa bahasa baku atau bahasa standar.

Contoh

Baku dan Tidak Baku
Datang dan Dateng / Sampe
Menghampiri dan Nyamperin / Maranin
Kesana dan Kesono
Dzuhur dan Lohor
Kamis dan Kemis
Televisi dan Tipi

 

Link IMe  – http://bl103.ilearning.me/2017/02/26/essay-tugas-3-bp/
Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/