All posts by Adi Wibowo

About Adi Wibowo

Hobi oprak-oprek hardware komputer (entah untuk service atau hanya sekedar penasaran dengan jeroan pc atau laptop yang dibongkar), sedikit pemrograman aplikasi (vb & php, namun hanya syntax dengan algoritma dasar karena belajar otodidak), handheld gaming dan hanya yang ber-genre RPG, sedikit fotografi, dan independent budget travel (aka backpacking).

Tugas 13 – BI103Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Anda sudah diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai tata cara penulisan karya ilmiah dan dapat membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis non-ilmiah

Anda diharapkan juga nantinya memiliki kemampuan dan kemauan menulis dan menulis karya ilmiah. Untuk itu sudah siapkah Anda memulai menulis sesuatu dalam bentuk tulisan ragam ilmiah? (Dengan mengambil topik dan tema yang Anda sukai dan Anda kuasai, dalam bentuk jurnal, makalah, artikel dll).

Jawablah pertanyaan berikut ini :

  1. Apakah Anda siap menulis? Jika jawaban Anda “SIAP” silakan lanjut ke pertanyaan nomor dua.  Jika Anda  “Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap?
  2. Jika Anda siap untuk memulai menulis, karya tulis apa yang akan Anda buat? Apa topik, tema dan judulnya karya tulis yang akan Anda buat tersebut. Kapan Anda akan memulai dan menyelesaikan karya tulisnya.

Buatlah jawaban dan postingkan di iMe (perlu kejujuran dan komitmen dari diri sendiri untuk menjawab pertanyaan ini). Postingan Anda di iMe akan menjadi “Saksi Hidup” keberhasilan Anda dalam menyelesaikan studi melalui perkuliahan kelas iLearningPlus ini.

Selamat memulai untuk menulis……………yang bermanfaat.


Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Bukti


1. SIAP.

2. Jenis karya tulis yang akan saya buat adalah Karya Tulis Ilmiah dengan topik, tema dan judul sebagai berikut:

  • Tema : Teknologi jaringan data terenkripsi.
  • Topik : Penggunaan teknologi VPN untuk menggantikan VSAT pada komunikasi data radar.
  • Judul : Teknologi VPN untuk Komunikasi Data Radar.

Topik ini saya pilih sebagai bahan karya tulis ilmiah saya karena masih adanya perdebatan terkait penggunaan jaringan Virtual Private Network (VPN) untuk menggantikan jaringan Very Small Aperture Terminal (VSAT) yang saat ini digunakan oleh jaringan komunikasi data radar di Indonesia, baik dari segi biaya, reabilitas, maupun keamanan. Kemungkinan karya tulis ilmiah ini baru bisa saya mulai setelah selesainya pembahasan hasil tahapan uji coba penggunaan jaringan VPN di Kantor Pusat Perum LPPNPI akhir Juli ini. Penyelesaian karya tulis ilmiah ini kemungkinan menghabiskan waktu 1 bulan.

Tugas 12 – BI103Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Selamat mencari dan membaca karya tulis ilmiah orang lain sebagai pembanding dan motivasi diri untuk mulai menulis dan menulis sesuatu agar kita terbiasa…..


Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Bukti


1. Karya Tulis Bidang Teknologi Informatika dan Komputer

2. Karya Tulis Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

3. Karya Tulis Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

 

Tugas 9 – BI103Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Pertanyaan

I. Berikan penjelasan :

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

  1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
  2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
  3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
  4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
  5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
  6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
  7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi
  8. Berkaitan dengan masalah bidang Kesenian
  9. Berkaitan dengan masalah bidang Kebudayaan
  10. Berkaitan dengan masalah bidang Pertahanan dan Keamanan

Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Jawaban


I. Penjelasan

1.  Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen, puisi, novel, karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema.
Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.
Secara etimologis, kata “tema” berasal dari bahasa Yunani yaitu tithenai yang berarti “sesuatu yang telah diuraikan”. Ini berarti topik merupakan sesuatu yang sudah ditentukan dan dibatasi. Tema berarti pokok pemikiran. Pokok pemikiran tertentu yang akan disampaikan oleh penulis dalam karangannya disebut tema karangan.
Penetapan tema sebelum mulai mengarang sangatlah penting untuk menjamin penyampaian ide secara teratur dan jelas sehingga isi karangan akan dapat dipahami oleh pembaca dengan mudah. Tema hendaknya harus diungkapkan secara eksplisit agar dapat membantu memudahkan penulis dalam menulis sebuah kerangka karangan.

2. Topik (bahasa Yunani: topoi) adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas.
Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.
Topik biasa terdiri dari satu satu dua kata yang singkat, dan memiliki persamaan serta perbedaan dengan tema karangan. Persamaannya adalah baik topik maupun tema keduanya sama-sama dapat dijadikan sebagai judul karangan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum,sementara tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan.

3. Judul merupakan perincian atau jabaran dari topik yang diberikan untuk bahasan atau karangan. Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi atau maksud dari buku tersebut.
Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Judul berfungsi sebagai slogan promosi untuk menarik minat pembaca dan sebagai gambaran isi karangan. Ada yang mendefinisikan judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniaturisi bahasan. Judul lebih spesifik dan sering menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas.

II. Contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis

  1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
    • Tema : Teknologi jaringan data terenkripsi.
    • Topik : Penggunaan teknologi VPN untuk menggantikan VSAT pada komunikasi data radar.
    • Judul : Teknologi VPN untuk Komunikasi Data Radar.
  2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
    • Tema : Manajemen kepemimpinan.
    • Topik : Kemampuan bernegosiasi di organisasi.
    • Judul : Tata Cara Bernegosiasi yang Tepat.
  3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
    • Tema : Efek antibiotika terhadap bakteri.
    • Topik : Bagaimana bakteri menjadi resisten terhadap antobiotik.
    • Judul : Pentingnya Mengkonsumsi Antibiotik dengan Benar.
  4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
    • Tema : Pemanasan global.
    • Topik : Pengertian pemanasan global, dampak, penyebab, proses terjadi, dan cara mengatasinya.
    • Judul : Efek Jangka Panjang Pemanasan Global Bagi Kehidupan di Bumi.
  5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
    • Tema : Hak atas kekayaan intelektual.
    • Topik : Sistem perlindungan hak kekayaan intelektual di Indonesia.
    • Judul : Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia dan Inovasi Tingkatkan daya Saing Industri.
  6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
    • Tema : Media Sosial.
    • Topik : Dampak positif dan dampak negatif dari media sosial bagi para pelajar.
    • Judul : Pengaruh Medsos Bagi Pelajar.
  7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi
    • Tema : Teknologi produksi batu bara.
    • Topik : Usaha peningkatan produksi batu bara di Umbilin dengan menggunakan alat-alat yang modern dan sistem kerja yang efisien.
    • Judul : Modernisasi Produksi Batu Bara di Umbilin.
  8. Berkaitan dengan masalah bidang Kesenian
    • Tema : Kesenian adat Indonesia.
    • Topik : Sejarah kesenian Reog Ponorogo.
    • Judul : Reog Ponorogo: Identitas Kota Ponorogo.
  9. Berkaitan dengan masalah bidang Kebudayaan
    • Tema : Batik di Indonesia.
    • Topik : Sejarah dan perkembangan batik Pekalongan di Indonesia.
    • Judul : Pasang Surut Perkembangan Batik Pekalongan.
  10. Berkaitan dengan masalah bidang Pertahanan dan Keamanan
    • Tema : Alat utama sistem persenjataan (Alutsista).
    • Topik : Penerapan teknologi  terbaru untuk peralatan alutsista di Indonesia.
    • Judul : Penggunaan Kekuatan Tri Marta Terpadu Guna Menjaga Kedaulatan NKRI.

Pertemuan 8 – BI103Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Pertanyaan

  1. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  3. Berikan  penjelasan yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  4. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  5. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Jawaban


1.  Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh:

  • Api

Api berkobar di perumahan kencana hingga meluluh – lantakan seluruh harta benda warga. (Api berarti api)

Ani dan Budi sedang mesra-mesranya karena sedang terbakar api asmara. (Api asmara berarti rasa cinta)

  • Bulan

Budi dan keluarganya akan pergi umroh pada bulan Januari. (Bulan berarti bulan kalender)

Bulan malam ini terlihat sangat cantik sekali. (Bulan berarti bulan di langit)

Pacarku sedang marah kepadaku karena efek dari datang bulan. (Bulan berarti haid)

 

2. Sinonim adalah kosa kata yang memiliki perbedaan bentuk namun memiliki makna arti yang sama. Pada penerapannya pemilihan penggunaan kata hanya disesuaikan dengan kalimatnya. Sinonim dapat juga dikatakan sebagai persamaan kata ataupun padanan kata.

Contoh:

Dinding = Tembok
Kursi = Bangku
Ganteng = Tampan
Jelek = Buruk

 

3. Hiponim atau kata khusus adalah kata atau frase yang terdapat di dalam cakupan kata umum. Cakupan dari hiponim dapat dikatakan lebih sempit dan objektif. Seperti misalnya kata “apel, jeruk, anggur, semangka”, kata-kata tersebut memiliki kata umum “Buah” yang artinya semua kata apel, jeruk, anggur dan semangka merupakan bagian dari buah. Dengan kata lain, jika kata umum adalah kata yang mewakili berarti hiponim atau kata khusus adalah kata atau frase yang terwakili.

Contoh:

  • Hiponim dari Burung : Burung Camar, Burung Elang, Burung Kutilang, Burung Kakak Tua, Burung Love bird
  • Hiponim dari Pohon : Pohon Beringin, Pohon Akasia, Pohon Mangga, Pohon Durian, Pohon Cemara

 

4. Majas atau gaya bahasa merupakan pemanfaatan kekayaan bahasa dalam menggunakan kata-kata baik kata benda, kata sifat dan sebagainya, pemakaian ragam tertentu tersebut bertujuan untuk memperdalam makna yang diutarakan. Dengan kata lain, majas adalah bahasa kiasan yang digunakan penutur untuk mempertajam maksud yang diutarakan. Majas banyak digunakan dalam karya sastra antara lain seperti puisi dan prosa.

Pada dasarnya majas dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan pemanfaatan kekayaan bahasanya antara lain majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan, dan majas perulangan.
1.   Majas Perbandingan
 
Majas perbandingan merupakan gaya bahasa yang membandingkan antara satu benda dengan benda yang lain. Baik itu perbandingan yang nampak jelas atau eksplisit yang menggunakan konjungsi pembanding seperti, bagaikan, seumpama, bak, dan sebagainya maupun perbandingan yang tidak begitu jelas atau samar atau implisit yang ditandai dengan tak adanya penggunaan konjungsi pembanding. Majas perbandingan dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:

A.   Personifikasi

Personifikasi adalah gaya bahasa yang membandingkan benda yang tidak bernyawa seolah-olah menjadi bernyawa atau hidup.

Contoh: “Kemacetan di Jakarta membuat jutaan kendaraan yang terjebak macet bagaikan semut yang sedang berbaris.”

B.   Metafora

Metafora adalah majas yang membandingkan antara dua benda tanpa menggunakan kata penghubung.

Contoh: “Lidah adalah pedang yang paling tajam.”

C.   Simile

Simile adalah majas atau gaya bahasa yang membandingkan antara dua hal atau benda dengan menggunakan kata penghubung.

Contoh: “Pipi gadis itu memerah bak udang rebus ketika ia dipuji kekasihnya.”

2.   Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah gaya bahasa yang menyatakan pertentangan terhadap maksud yang sebenarnya oleh pembicara atau penulis yang bertujuan untuk membuat pendengar ataupun pembaca seakan terheran-heran dengan ucapannya. Majas pertentangan dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:
A.   Hiperbola
Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang pengungkapannya terlalu dilebih-lebihkan sehingga membuat pendengar seakan terheran-heran.
Contoh: “Kekayaan Pak Andri tak akan habis tujuh turunan.”
B.   Litotes
Majas litotes adalah gaya bahasa yang penuturannya dengan cara merendahkan diri sendiri agar membuat orang seakan-akan merasa simpati.

Contoh: “Jika nanti ada waktu, mari mampir sejenak ke gubukku!”

C.   Ironi
Majas Ironi adalah gaya bahasa yang penuturannya merupakan sindiran dengan menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan fakta yang sesungguhnya.

Contoh: “Cerdas sekali kamu, bahkan dari sepuluh soal ujian matematika kamu hanya salah sembilan soal.”

D.   Oksimoron
Oksimoron adalah majas pertentangan yang mempertentangkan bagian demi bagian yang diungkapkan.

Contoh: “Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda.”

3.   Majas Pertautan
Majas Pertautan adalah gaya bahasa yang bertautan atau berasosiasi dengan gagasan atau ide pokok, ingatan maupun aktifitas panca indra pembicara atau penulisnya. Perbedaan asosiasnya atau pertautannya membuat majas pertautan dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:
A.   Metonimia

Majas yang dalam penuturannya terdapat asosiasi antara kata yang diungkapkan dengan merek atau benda yang memiliki kesamaan yang sama.

Contoh: “Belikan ayah Aqua di warung depan rumah!”

B.   Sinekdoke
Yaitu majas yang mengungkapkan sebagian untuk keseluruhan (pars pro toto) atau keseluruhan untuk sebagian (totem pro part).

Contoh: “Rakyat berpesta menyambut Jokowi yang akan datang pada pagi ini.”  (pars pro toto)
“Aku melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri.” (totem pro part)

C.   Alusio
Majas alusio adalah majas yang pengungkapannya menautkan peribahasa di dalamnya.

Contoh: “Jadilah orang yang banyak bicara karena biasanya orang yang banyak bicara itu adalah orang bodoh seperti tong kosong nyaring bunyinya.”

D.   Inversi
Majas inversi adalah gaya bahasa yang penngungkapannya dengan cara  mengubah susunan kalimat.

Contoh: “Hancurlah hatinya menyaksikan kekasihnya jatuh ke pelukan lelaki lain.”

4.   Majas Perulangan

Majas perulangan dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:

A.   Aliterasi
Majas aliterasi adalah gaya bahasa yang penuturannya dengan mengulang konsonan yang sama.

Contoh: “Malam kelam suram, hatiku semakin muram.”

B.   Antanaklaris
Majas antanaklaris adalah majas yang pengungkapannya menggunakan dan mengulang kata yang sama namun dengan arti yang berbeda.

Contoh: “Buah hatinya menjadi buah bibir tetangga-tentangganya.”

C.   Repetisi
Majas repetisi adalah gaya bahasa yang mengulang-ulang kata, frasa, ataupun klausa yang dipentingkan.

Contoh: “Di taman inilah aku bertemu dengan dia, di taman ini lah dua tahun yang lalu aku menyatakan cinta kepadanya dan di taman inilah satu tahun yang lalu hari terakhir aku bertemu dengan dirinya.”

D.   Paralelisme
Majas paralelisme adalah majas yang secara terus menerus mengulang kata yang sama dengan makna yang sama bertujuan untuk memperkuat makna.

Contoh: “Hidup adalah perjuangan, hidup adalah persaingan, hidup adalah kemenangan.”

5. Homofon adalah ragam bahasa indonesia yang semakin memperkaya kekayaan dalam Bahasa Indonesia. Homofon merupakan kata-kata yang dalam pelafalannya sama namun dalam penulisan serta makna berbeda. Kata homofon dapat dikenali hanya dengan melihat bentuk penulisannya namun jika hanya mendengarkan seseorang yang menuturkannya, kata homofon sulit untuk dimaknai.
Contoh :
Bank = Bang
  1. Aku tadi pagi pergi ke bank untuk menabung.
  2. Bang Andi adalah orang yang selalu ada buatku.
Pada kalimat pertama makna bank berarti tempat menabung, meminjam uang, mengirim uang dan sebagainya.
Pada kalimat kedua makna bang adalah kakak atau mas.
Rok = Rock
  1. Indah menggunakan rok yang sangat indah sekali.
  2. Band rock asal India itu bersiap mengguncang Senayan akhir pekan ini.
Pada kalimat pertama makna rok berarti pakaian bawahan wanita.
Pada kalimat kedua rock berarti genre atau aliran musik.
Homograf adalah keragaman sastra Bahasa Indonesia yang terdapat pada kata yang memiliki kesamaan dalam penulisan namun perbedaan makna dan perbedaan bunyi. Kata homograf sulit dibedakan maknanya apabila hanya berbentuk kata. Namun jika disandingkan dengan kalimat makna tersebut baru bisa terlihat dan mudah untuk dimengerti maksudnya.
Contoh :
  • Ketika disandingkan cowok tampan itu, wajah bunga langsung memerah. (e pada merah)
  • Pak Usup setiap pagi selalu memerah sapi untuk dijual ke pedagang. (e pada emas)
  • Sebelum masuk rumah gunakan keset untuk membersihkan kotoran pada kakimu. (e pada merah)
  • Kaca itu terlihat sangat bersih dan keset jika dipegang. (e pada emas)
  • Kenapa pagi ini budi tidak datang apel? (e pada merah)
  • Buah apel sangat kaya akan Vitamin C di dalamnya. (e pada emas)

Tugas 3 – BI103Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Anda sudah memiliki karya tulis hasil searching  dari berbagai sumber, dua tulisan dalam bentuk Laporan Tahunan, satu tulisan dalam bentuk tulisan Jurnal Ilmiah. Dari ke tiga contoh tulisan tersebut, tugas Anda minggu ke tiga ini adalah :

  1. Buat uraian/penjelasannya minimal 3 paragraf. Apa manfaat dibuatnya Laporan Tahunan tersebut ditinjau dari kepentingan si pembuat (perusahaan/lembaga/kementerian dll.) dan kepentingan kita (masyarakat) yang membacanya, berikan uraian/penjelasannya. Pendapat dan jawaban  boleh Anda cari dari berbagai sumber.
  2. Apa perbedaan dan persamaan antara Laporan Tahunan dengan Jurnal Ilmiah? Silakan Anda gali dan analisis perbedaan dan persamaannya sebanyak yang Anda ketahui.
  3. Dari ketiga karya tulis yang sudah Anda dapatkan tersebut, buatlah ringkasannya (Sebelum Anda membuat ringkasan sebaiknya Anda baca dan pelajari cara membuat ringkasan di file berikut :  /files/2298583/Membuat_Ringkasan.docx   dan Link I N I

OK Dear. Selamat mengerjakan tugas………semangat terus n enjoy.


Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Jawaban


1.   Laporan Tahunan merupakan laporan perkembangan dan pencapaian yang diraih oleh organisasi dalam satu tahun. Data yang akurat merupakan dasar dalam penyusunan laporan tahunan. Secara umum, laporan tahunan merangkum laporan keuangan dan prestasi yang dicapai oleh organisasi dalam periode satu tahun. Laporan Tahunan juga memuat laporan keuangan dasar dan analisa manajemen atas operasi tahun lalu dan prospek organisasi di masa depan.

Terdapat dua jenis informasi yang diberikan dalam laporan tahunan ini, yaitu :

  • Bagian verbal yang seringkali disajikan sebagai surat dari direktur utama/pejabat berwenang yang menjelaskan hasil aktivitas organisasi di tahun lalu. Dilanjutkan dengan membahas perkembangan baru yang akan mempengaruhi aktivitas organisasi di masa yang akan datang. Penjelasan mengenai program-program kerja yang sudah dilaksanakan dan proyeksi di masa yang akan datang juga disampaikan secara verbal pada Laporan Tahunan.
  • Bagian kuantitatif yang menyajikan laporan keuangan dasar, seperti : Neraca (balance sheet), laporan Laba Rugi (income statement), Laporan Perubahan Modal, dan Laporan arus kas.

Materi kuantitatif dan verbal memiliki arti penting yang sama. Laporan kuantitatif melaporkan apa yang sebenarnya terjadi pada aset, laba dan deviden selama beberapa tahun terakhir. Sedangkan laporan verbal mencoba untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu terjadi dan apa kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Dari kepentingan pembuat, Laporan Tahunan adalah bentuk pertanggungjawaban dan juga sebagai evaluasi terhadap program-program kerja yang telah dilaksanakan oleh organisasi. Informasi yang terkandung dalam Laporan Tahunan diharapkan dapat digunakan untuk membantu meramalkan laba dan deviden di masa depan.

Sedangkan dari kepentingan kita (masyarakat), dengan adanya laporan tahunan kita bisa melihat informasi atas pencapaian kinerja organisasi dalam pencapaian visi, misi dan tujuan dari organisasi tersebut. Untuk laporan tahunan perusahaan, kita juga dapat mengetahui  seberapa besar kelangsungan hidup perusahaan serta prospek yang dialami oleh perusahaan tersebut.

2.   Perbedaan antara Laporan Tahunan dengan Jurnal Ilmiah:

  • Laporan Tahunan berisi tentang laporan perkembangan dan pencapaian yang diraih oleh sebuah organisasi, sedangkan Jurnal Ilmiah berisi artikel-artikel ilmiah yang berhubungan dengan pengetahuan dan penelitian atau temuan baru.
  • Laporan Tahunan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh pemangku kepentingan suatu organisasi, sedangkan Jurnal Ilmiah disusun untuk menyebarkan pengetahuan  kepada masyarakat utamanya kalangan profesional.
  • Isi dari Laporan Tahunan disusun oleh organisasi yang membuat Laporan, sedangkan artikel  isi pada Jurnal Ilmiah berasal dari penulis-penulis yang berbeda-beda (tidak dalam satu organisasi).

      Persamaan antara Laporan Tahunan dengan Jurnal Ilmiah:

  • Laporan Tahunan dan Jurnal Ilmiah sama-sama diterbitkan secara teratur pada interval tertentu.
  • Sama-sama disusun dalam bentuk dokumentasi tertulis.
  • Sama-sama bersifat Obyektif, berarti data dan informasi sesuai dengan fakta kebenarannya.

3.   Ringkasan Karya Tulis:

A. Laporan Tahunan Bank Mandiri – 2006;

Pada Laporan Tahunan Bank Mandiri – 2006, Bank Mandiri menyampaikan hasil-hasil kemajuan dalam perjalanan transformasinya yang dimulai pada pertengahan 2005. Untuk mewujudkan aspirasi Bank Mandiri untuk menjadi pelaku utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank, Bank Mandiri melakukan perbaikan tata kelola perusahaan
(corporate governance), manajemen risiko dan kualitas aktiva.

Pada tahun 2006 ini, Bank Mandiri membukukan peningkatan laba bersih sebesar 301%, bersamaan dengan membaiknya kualitas aktiva produktif dan meningkatnya kualitas pelayanan Bank Mandiri kepada nasabah.  Bank Mandiri tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank dalam memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance. Bank Mandiri juga tetap berusaha untuk merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang diambilnya.

Di tahun 2006 ini Bank Mandiri fokus pada efektivitas penerapan GCG. Kemajuan dalam implementasinya telah mengundang penghargaan dari masyarakat internasional. Empat Komite di Bank Mandiri yang bertanggung jawab atas Corporate Governance, Kebijakan Risiko, Audit dan Nominasi dan Remunerasi memastikan agar prinsip-prinsip good corporate governance diterapkan secara komprehensif, manajemen risiko dijalankan secara efektif dan efisien serta pengembangan manajemen dan sistem sumber daya manusia yang menunjang terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dalam pengembangan profesionalisme, baik untuk kepentingan karyawan maupun Bank Mandiri itu sendiri, dapat terlaksana dengan baik.

Bank Mandiri juga berupaya untuk memastikan bahwa manajemen risiko diterapkan
dengan efektif dan efisien dengan mengkaji risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional secara periodik serta memantau efektivitas pengawasan internal untuk menekan fraud.

B. Laporan Tahunan Ristekdikti – 2016;

Laporan Tahunan Ristekdikti – 2016 menyampaikan pencapaian yang diperoleh setelah peleburan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kementerian
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Proses transformasi dan sinergi antar kedua lembaga telah berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari pencapaian-pencapaian Kemenristekdikti sebagai akomodator kepentingan penelitian, kemajuan teknologi, dan perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Beberapa di antara capaian tersebut antara lain adanya peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK), akses beasiswa pendidikan tinggi bagi masyarakat yang semakin luas, terselesaikannya peraturan- peraturan strategis terkait riset dan pendidikan tinggi di Indonesia dan berbagai kegiatan untuk mendorong munculnya produk-produk inovasi di Indonesia.

Sepanjang tahun 2016, program-program unggulan Kemenristekdikti yang terangkum
dalam 7+1 bidang fokus terbukti menunjukkan hasil yang positif. Hal ini dapat terlihat dalam beberapa hal, pertama, saat ini hasil penelitian dan inovasi tidak hanya menjadi milik para peneliti maupun inovator saja, akan tetapi para pelaku bisnis dan masyarakat luas sudah dapat ikut merasakan manfaatnya. Pencapaian tersebut diraih melalui strategi hilirisasi penelitian dan inovasi oleh Kemenristekdikti. Dampaknya, masyarakat saat ini dapat lebih menikmati produk-produk yang memiliki manfaat untuk meningkatkan potensi ekonomi mereka. Kedua, telah terjadi perbaikan akses dan kualitas pendidikan tinggi. Masyarakat kini memiliki peluang yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan tinggi. Hal ini dapat terwujud dengan terus ditingkatkannya jumlah alokasi beasiswa dari Pemerintah kepada masyarakat
melalui penambahan jumlah kuota penerimaan atau dengan dibukanya beberapa program beasiswa baru. Ketiga, adanya peningkatan sumber daya pendidikan
tinggi melalui langkah-langkah revitalisasi institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

C. Pengembangan ADSB untuk Keselamatan Penerbangan.

Artikel ilmiah mengenai Pengembangan ADSB untuk Keselamatan Penerbangan ini dibuat sebagai tinjauan terhadap sistem navigasi yang ada di bandar udara serta memadukan terhadap sistem navigasi penerbangan yang telah dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi untuk dapat diaplikasikan pada bandar udara di Indonesia.

Automatic Dependant Surveilance Broadcast (ADS-B) merupakan sistem yang didesain untuk menggantikan fungsi radar dalam pengelolaan ruang udara bagi transportasi sipil, dapat berfungsi sebagai pengganti atau untuk suplemen surveillance tradisional pesawat terbang berbasis radar. Penggunaan ADS-B telah mendapat rekomendasi dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada Mei 2006. Dengan menggunakan ADS-B, maka deteksi akan lebih baik dan akurat dibanding apabila menggunakan sistem radar di mana sistem radar yang ada tidak dapat mendeteksi pesawat yang terhalang awan. Penggunaan sistem ADS-B di Indonesia dimulai sejak tahun 2006, dalam suatu kemitraan dengan SITA dan Thales. Secara umum kedua sistem pemantauan penerbangan sangat membantu operator APP (Approach and departure control) dalam hal memberikan gambaran kondisi lalu lintas penerbangan di sekitar bandara.

Dari total 295 bandar udara yang ada, sekitar 255 bandar udara nonradar di antaranya berpotensi membutuhkan perangkat ADS-B untuk Mini ATC dan Surface Movement Monitoring, serta penambahan Ground Station di lokasi lain. Merencanakan penerbangan dalam kaitannya terhadap sumber daya perusahaan yang efektif dan efisen diperlukan agar perusahaan tetap dapat bertahan dalam industri penerbangan. Perlunya peningkatan inovasi teknologi dalam navigasi penerbangan dengan disadari bahwa peran navigasi sangat diperlukan terutama bandar udara yang frekuensi lalu lintasnya cukup tinggi, dengan mengembangkan investasi bidang teknologi navigasi, mengembangkan kerja sama dan pemanfaatan dengan lembaga penelitian, dan meningkatkan peran swasta dalam dunia penerbangan.


Tugas 2 – Makalah & Karya Tulis; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Tugas 2

Silakan jawab pertanyaan soal ini :

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan makalah!
  2. Berikan penjelasan sistematika penulisan makalah!
  3. Buat contoh topik dan tujuannya untuk karya tulis yang akan Anda tulis! Minimal 3 Topik Bahasan.
  4. Cari contoh karya tulis :

A). Laporan tahunan perusahaan (swasta atau BUMN);
B) Laporan tahunan kementerian/lembaga negara;
C). Makalah/artikel yang berkaitan dengan Teknologi Informatika dan Komputer. masing-masing satu karya tulis (Boleh diambil/dicari dari berbagai sumber) lampirkan filenya dalam format doc atau PDF


Keterangan


Sudah dikerjakan


Status


100%


Jawaban


1.     Pengertian Makalah

Yang dimaksud dengan makalah ialah suatu karya tulis ilmiah yang membahas tema tertentu yang mencakup dalam ruang lingkup permasalahan. Makalah juga dapat didefinisikan sebagai karya tulis yang membahas suatu permasalahan sebagai hasil dari kajian pustaka atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan. Makalah umumnya selalu membahas mengenai permasalahan dengan analisis yang objektif.

2.     Sistematika Penulisan Makalah

Secara garis besar penyusunan makalah berisi tiga pokok pembahasan, yaitu:

A. Pendahuluan
Memuat tentang persoalan yang akan dibahas meliputi:

1) Latar Belakang, yaitu memberi penjelasan tentang manfaat dan pentingnya judul atau topik untuk dibahas.

 2) Ruang Lingkup, yaitu memberi penjelasan tentang ruang lingkup permasalahan yang menjadi batasan masalah.

 3) Maksud dan Tujuan Penulisan, yaitu memberi penjelasan tentang maksud penulisan makalah dan tujuan berisi tentang hal yang diinginkan sesuai dengan konteks permasalahan yang akan dibahas.

B. Pembahasan makalah
     Berupa uraian yang relevan dengan ruang lingkup masalah, yang meliputi:

1)  Membahas singkat teori pendukung berdasarkan kajian pustaka atau bahan referensi yang resmi.

2)  Pada dasarnya uraian adalah untuk membahas permasalahan dengan alternatif pemecahan masalah yang dikaji yang dapat dibantu dengan faktor pendukung dan penghambat.

C. Penutup
     Merupakan bab terakhir berisi penegasan inti makalah yang dirumuskan dengan jelas, singkat, dan tegas yang meliputi:

1)  Kesimpulan yang berisi jawaban dan permasalahan dalam bentuk ikhtisar permasalahan.

2)  Saran yang merupakan usul atau pendapat dari penulis yang mengacu pada materi pembahasan.

Selain tiga pokok utama tersebut, terdapat juga penunjang dalam pembuatan makalah, yaitu:

  • Lembar Judul
  • Lembar Pengesahan
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Daftar Gambar; tabel (jika ada)
  • Daftar Pustaka
  • Lampiran-lampiran

3.     Contoh Topik dan Tujuan Karya Tulis

  • Topik : Konsol permainan genggam setelah era gamewatch.
  • Tujuan : Pembaca mengetahui perkembangan teknologi konsol permainan genggam dari era populernya game watch (1980-1991) hingga kini.
  • Topik : Monitoring dan Evaluasi untuk pengendalian pelaksanaan program investasi perusahaan.
  • Tujuan : Pembaca dapat mengetahui mekanisme dan fungsi Monitoring dan Evaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program investasi yang diimplementasikan oleh perusahaan.
  • Topik : Sistem pembelajaran online untuk perkuliahan.
  • Tujuan : Pembaca dapat mengetahui metode-metode pemanfaatan jaringan internet untuk pembelajaran secara online di perkuliahan.

4.     Contoh Karya Tulis

A. Laporan Tahunan Bank Mandiri – 2006;

B. Laporan Tahunan Ristekdikti – 2016;

C. Pengembangan ADSB untuk Keselamatan Penerbangan.


 

Agreement iLP BI103Z – Bahasa Indonesia; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Thanks for filling out Agreement iLearning Plus
Here’s what we got from you:

Agreement iLearning Plus

Surat ini tertuang dalam SK nomor : xxx

KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan :

Calon mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja adalah lulusan pendidikan menengah atas atau sederajat yang mengikuti Ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Raharja. Mahasiswa Baru adalah mereka yang lulus Ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Raharja dan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja dengan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan. Pribadi Raharja Card adalah kartu identitas diri yang diberikan kepada mahasiswa baru yang telah memenuhi semua persyaratan sebagai mahasiswa. Registrasi adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) dengan bimbingan Kepala Jurusan, dan pembayaran uang kuliah yang terdiri dari biaya pokok perkuliahan (BPP), biaya SKS, biaya kemahasiswaan dan pencetakan Paket Orientasi Mahasiswa (POM). Kartu Studi Tetap (KST) adalah kartu yang diberikan kepada mahasiswa setiap semester setelah mahasiswa melakukan registrasi.Selain nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), KST berisi pula daftar nama mata kuliah yang berhak diikuti oleh mahasiswa pada semester yang bersangkutan.
Semester adalah waktu kegiatan perkuliahan yang terdiri atas 16 (enam belas) minggu kuliah yang telah di jadwalkan, yang terdiri dari semester ganjil dan genap.

Semester Pendek adalah satuan waktu kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik. Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa dalam satu semester. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah nilai rata-rata terakhir yang diperoleh mahasiswa selama menempuh perkuliahan. Mahasiswa aktif adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti seluruh kegiatan akademik.
Cuti kuliah adalah masa dimana mahasiswa secara resmi menghentikan studinya untuk sementara waktu.
Sivitas akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen, staf dan mahasiswa. Dosen adalah tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Mahasiswa Pribadi Raharja adalah mahasiswa yang terdaftar dan telah memenuhi persyaratan sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Raharja. Alumni adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan program diploma atau sarjana sesuai kurikulum yang berlaku di program studinya dan dinyatakan lulus diploma, sarjana dan pasca sarjana pada sidang komprehensif.

KETENTUAN KHUSUS
Pasal 2

Beberapa istilah yang digunakan dalam konteks penyelenggaraan Model Pembelajaran iLP sebagai berikut :
Program iLP merupakan program yang menerapkan proses pembelajaran secara jarak jauh melalui penggunaan 10 Pillar IT iLearning
Materi Ajar iLP adalah bahan ajar yang dikembangkan dan dikemas dalam beragam bentuk menggunakan 10 Pillar IT iLearning yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Belajar mandiri adalah proses belajar yang didasarkan pada inisiatif mahasiswa dengan bantuan minimal dari pihak lain. Bantuan Belajar adalah segala bentuk kegiatan pendukung yang dilaksanakan oleh pengelola iLP untuk membantu kelancaran proses belajar mahasiswa berupa pelayanan akademik dan administrasi, maupun pribadi menggunakan 10 Pillar IT iLearning. Tutorial adalah bentuk bantuan belajar akademik yang dapat dilaksanakan secara tatap muka maupun melalui pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning. Evaluasi hasil belajar mahasiswa adalah penilaian yang dilakukan terhadap hasil proses belajar mahasiswa dalam bentuk tatap muka (onsite class) dan diluar kelas (offsite class).

Evaluasi hasil belajar secara tatap muka (offsite class) adalah bentuk evaluasi yang dilakukan dengan pengawasan langsung.
Evaluasi hasil belajar secara offsite class adalah evaluasi dengan atau tanpa pengawasan langsung terhadap tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa secara mandiri menggunakan 10 Pillar IT iLearning. Praktik adalah pelatihan keterampilan penerapan teori dengan pengawasan langsung menggunakan sarana dan prasarana yang memenuhi standar minimum. Praktikum adalah tugas terstruktur dan berhubungan dengan validasi fakta atau hubungan antar fakta, yang mendukung capaian pembelajaran (iLearning Outcome) secara utuh sesuai dengan yang disyaratkan dalam kurikulum. 3P adalah 3 unsur yang harus terdapat didalam sebuah tulisan iMe, yang terdiri dari Penelitian, Pandangan, dan Pengalaman. Assignment adalah bentuk tugas mandiri atau kelompok yang diberikan kepada mahasiswa yang memilki batas akhir penyelesaian tugas. Pengalaman lapangan adalah tugas yang dilakukan dalam lingkungan kerja sesuai dengan yang diisyaratkan dalam kurikulum serta dilaksanakan dengan pengawasan langsung. Sistem pendidikan tinggi tatap muka (onsite class) adalah pendidikan tinggi yang menyelenggarakan melalui pertemuan langsung antara tenaga pendidik dengan mahasiswa.

iLearning adalah proses belajar dan pembelajaran yang memanfaatkan paket informasi elektronik untuk kepentingan pembelajaran dan pendidikan yang diakses oleh mahasiswa, kapan saja dan dimana saja menggunakan 10 Pillar IT iLearning.
PAP (Penilaian Acuan Patokan) merupakan penilaian yang membandingkan hasil belajar mahasiswa terhadap suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian ini menunjukkan bahwa sebelum usaha penilaian dilakukan, terlebih dahulu ditetapkan patokan yang akan dipakai untuk membandingkan angka-angka hasil pengukuran agar hasil itu mempunyai arti tertentu. 10 Pillar IT iLearning adalah Sistem Arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari 10 (sepuluh) pilar IT iLearning, meliputi: Rinfo, iDu, iRan, iDuHelp!, Widuri, Rooster, MagicsChannel, iMe dan iSur. Rinfo (Email Raharja.info) adalah layanan komunikasi email (Why Rinfo) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk semua Pribadi Raharja, alat komunikasi utama dan paling vital untuk para Pribadi Raharja. Setiap user Rinfo diberikan kapasitas unlimited. Selain itu juga banyak tersedia aplikasi canggih seperti RinfoH (Why RinfoH). Semua kegiatan yang dilakukan akan mustahil tanpa adanya Rinfo ini. Selain itu, bisa juga dikatakan bahwa Rinfo terintegrasi semua pillar-pillar yang ada.

iDu (iLearning Education) (Why iDu?) merupakan sistem pembelajaran yang baru di kembangkan oleh perguruan tinggi raharja secara online untuk memudahkan civitas kampus dan mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan. iDU bukan merupakan website lokal, tetapi iDU dapat diakses dimanapun dan kapanpun.

iRan (iLearning Raharja Ask & News) (Why iRan) adalah media aplikasi yang dirancang untuk memberikan layanan informasi, kejadian, pengetahuan atau peristiwa umum, maupun khusus di Perguruan Tinggi Raharja. News biasanya berkaitan dengan pekerjaan Wartawan, Wartawan adalah orang yang bekerja memburu, meliput, kemudian menuliskan berita (News). Raharja News yang merupakan bagian dari Kumpulan aplikasi iRaharja.

iDuHelp! adalah pelayanan (Why iDuHelp!) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk melayani kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada Pribadi Raharja yang meliputi, menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan informasi, dan penanganan keluhan-keluhan yang berhubungan dengan TPi ataupun kegiatan kampus yang sesuai dengan ruang lingkup.

Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning) adalah media sharing dan kolaborasi (Why Widuri) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja yang bisa digunakan oleh seluruh Pribadi Raharja. Widuri bisa digunakan untuk membuat laporan penelitian, CV, dan keperluan lainnya yang nantinya bisa menjadi sarana kolaborasi.

Rooster (Role Online System Ticketing Raharja) merupakan sebuah sistem pelayanan informasi dengan menggunakan tiket online (Why Rooster) yang akan diberikan kepada pihak yang terkait, agar dapat memberikan informasi yang cepat, tepar dan akurat. ROOSTER ini telah digunakan pada perguruan Tinggi Raharja yang bertujuan untuk menunjang sistem pelayanan chat online dan offline yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, salah satu contohnya adalah pelayanan iDuHelp! yang sedang berjalan saat ini.

Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) magics adalah media penyimpanan gambar, podcast dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.

iMe (iLearning Media) adalah official portal information sharing (Why iMe?) yang dipersembahkan untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktifitas tridarma.

iSur (iLearning Survey) (Why iSur) adalah sistem survey berbasis web yang digunakan untuk Pribadi Raharja melakukan survey kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lainnya secara online.

SC (Special Contribution) adalah usaha mahasiswa untuk mendapatkan nilai lebih (nilai bonus atau nilai tambahan) dari ketentuan nilai yang sudah dituangkan (pada umumnya dalam bentuk Penilaian Objektif) didalam satu mata kuliah yang diambilnya.

Pasal 3
Prinsip Pendidikan Terbuka dan Pendidikan iLP

Penyelenggaraan Program iLP dilandasi prinsip pendidikan terbuka dan Pendidikan iLP. Pendidikan terbuka mencerminkan derajat kebebasan dalam penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Misalnya, terbuka bagi siapa saja untuk menjadi mahasiswa, berbuka bagi mahasiswa mengambil program studi apa saja atau mata kuliah apa saja yang diminati, terbuka bagi mahasiswa untuk ujian dalam beragam bentuk kapan saja dibutuhkan. Keterbukaan yang disediakan oleh Institusi Perguruan Tinggi Raharja ini menyediakan keluwesan belajar bagi mahasiswa, dalam berbagai derajat intensitas.

Pasal 4
Ciri dari iLP

5 (lima) ciri dari iLP adalah:
Keterpisahan geografis antara pendidik (dosen) dengan mahasiswa;
Keberagaman jalur komunikasi dan interaksi sinkron maupun asinkron antara peserta pendidik dengan mahasiswa, dengan dosen, dengan sumber belajar lainnya. Misalnya: Menggunakan RinfoHangout untuk chatting dan videocall dan email Rinfo antara pendidik dengan mahasiswa sebagai jalur komunikasi.
Pemanfaatan beragam media pembelajaran untuk menyampaikan pembelajaran. Misalnya: Menggunakan iDu sebagai media pembelajaran iLP.

Ketersediaan beragam layanan bantuan belajar bagi mahasiswa, misalnya menggunakan iDuHelp!
Pengorganisasian proses pendidikan dalam pendidikan dalam satu institusi secara garis besar menggunakan 10 Pillar IT iLearning.
iLP dilandasi pada pendidikan terbuka, sehingga menyediakan keluwesan belajar bagi mahasiswa lintas ruang dan waktu.

Pasal 4
3 (tiga) Prinsip Penyelenggaraan iLP

Secara umum, 3 (tiga) prinsip dalam penyelenggaraan iLP meliputi akses, pemerataan dan kualitas.
Akses: Keinginan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan telah menjadi pemicu utama untuk menyelenggarakan sistem iLP. Berdasarkan paradigma akses ini, sistem iLP menerapkan prinsip industrialisasi yaitu sifat pendidikan yang massal untuk mencapai keuntungan ekonomis. Secara khusus, Perkembangan Teknologi Informasi yang pesat mendukung sistem iLP sebagai sistem pendidikan fleksibel yang dapat meningkatkan keterbukaan pendidikan, meminimalkan keterbatasan waktu, tempat, dan kendala ekonomi maupun demografi seseorang untuk memperoleh pendidikan.
iLP memerlukan kemandirian dan disiplin dari peserta didik untuk menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri. Tanpa motivasi dan disiplin, peserta didik tidak bisa memanfaatkan iLP secara optimal. untuk itu akses terhadap pembelajaran pada sistem iLP ini diharuskan dosen dan peserta didik untuk meluangkan waktu secara khsusus untuk melakukan aktifitas belajar mengajar secara online. Tentang pengaturan jumlah jam yang harus disediakan waktu khusus ini diatur pada pasal 9.
Pemerataan: Dilandaskan pada keadilan dan kesamaan hak untuk memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam proses pendidikan, bagi siapa saja tanpa batasan kendala apapun. Karakteristik dari sistem iLP yang fleksibel lintas ruang, waktu dan sosial ekonomi dalam membuka akses terhadap pendidikan menyebabkan sistem iLP menarik bagi kalangan. Melalui iLP setiap orang dapat memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan keluarga, rumah, pekerjaan, dan tidak kehilangan kesempatan berkarir.

Kualitas: Berdasarkan karakteristik proses pembelajaran yang terjadi dalam sistem iLP, kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, dan bahan ujian biasanya dikemas dalam bentuk standar untuk didistribusikan lintas ruang dan waktu dengan menggunakan berbagai Teknologi Informasi. Untuk menjamin kualitas secara intrinsik, penyelenggaraan program iLP memenuhi persyaratan:

Didasarkan pada kegiatan perencanaan yang sistemik berkenaan dengan kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, instrumen, dan sistem evaluasi.

Berbasis TIK dengan menggunakan 10 Pillar IT iLearning
Memanfaatkan sistem penyampaian pembelajaran yang inovatif dan kreatif
Menyelenggarakan proses pembelajaran interaktif dengan memungkinkan kesempatan onsite class.
Mengembangkan dan membina tingkat kemandirian dan softskills mahasiswa.
Menyediakan layanan pendukung yang berkualitas (administrasi akademik, bantuan belajar mahasiswa, unit sumber belajar untuk layanan administrasi dan mahasiswa, akses dan infrastruktur).

Kualitas iLP bagaimana dapat diukur yaitu melalui pendapat peserta didik, dosen, pemangku kebijakan dengan survey. Ada beberapa unsur misalnya untuk dosen, untuk materi bahan ajar, untuk instrastruktur, dan lain sebagainya dengan memberikan nilai pada survey.

Audit Mutu Pembelajaran iLP dilakukan dengan sistem penjaminan mutu internal melalui ISO 9001:2008.

Pasal 5
Program iLP

Modus Ganda
Program yang dikembangkan oleh iLP adalah menggunakan Modus Ganda. Dimana Modus Ganda adalah berbentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan baik secara tatap muka (onsite class) maupun perkuliahan diluar kelas (offsite class). Modus ganda ini sering dikenal dengan nama “dual mode”.
Modus Ganda Paralel: satu program pendidikan secara utuh ditransformasikan ke dalam penyelenggaraan offsite class, sementara penyelenggaraan program pendidikan secara tatap muka masih tetap diselenggarakan dengan komposisi 20% Onsite Class dan 80% offsite class.

Modus Ganda Kombinasi: Satu program pendidikan mentransformasikan beberapa mata kuliahnya ke dalam penyelenggaraan modus offsite class sementara mata kuliah lain masih tetap diselenggarakan melalui offsite class. Modus Ganda Kombinasi ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak memenuhi kuota kelas pada setiap awal proses buka tutup kelas.
Modus konsorsium: berbentuk jejaring kerjasama penyelenggaraan pendidikan iLP lintas satuan pendidikan dengan lingkup wilayah nasional dan/atau internasional.

Pasal 6
Standar Nasional Pendidikan

Penyelenggaraan Program iLP dilaksanakan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (NSP) dengan mengutamakan hal berikut:
Penggunaan berbagai media komunikasi.
Penggunaan sistem penyampaian pembelajaran yang mahasiswa dan pendidikannya terpisah.
Penggunaan metode pembelajaran interaktif berdasarkan konsep belajar mandiri, terstruktur, terbimbing yang menggunakan berbagai sumber belajar dan dengan dukungan bantuan belajar serta fasilitas pembelajaran.
Menjadikan media pembelajaran sebagai sumber belajar yang lebih dominan daripada pendidik.

PERKULIAHAN
Pasal 7

Semua mahasiswa berhak mendapatkan pelayanan akademik secara penuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mahasiswa terikat untuk melaksanakan kewajiban akademik dan mengikuti semua ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Pasal 8
Kehadiran Perkuliahan

Kehadiran pada perkuliahan iLearning Plus dijalankan sebanyak 12 – 14 pertemuan melalui tatap muka (20% onsite class) dan dilakukan di luar kelas (80% offsite class). Kehadiran dicatat menggunakan Attendance pada iDu. 20% onsite class dijalankan banyak 1 (satu) atau 2 (dua) pertemuan diisi dengan presentasi individu atau presentasi kelompok dalam bentuk tugas assignment.

Setiap Assignment harus memiliki due date minimal 1 (satu minggu) dan sebaiknya tidak ada perpanjangan waktu.

Pasal 9
Waktu Kuliah

Waktu kuliah iLP adalah:

Waktu kuliah iLP dilakukan secara fleksibel untuk hari dan jam kuliah. Maksudnya adalah iLP bebas mengatur jadwal dan mahasiswa dapat mengikuti mata kuliah dimana saja dan kapan saja.
iLP memerlukan kemandirian dan disiplin dari peserta didik untuk menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri. Tanpa motivasi dan disiplin, peserta didik tidak bisa memanfaatkan iLP secara optimal. Untuk mengatur kedisiplinan peserta didik dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri, misalnya satu matakuliah peserta didik harus menyediakan waktu khusus sebanyak 2 x 50 menit dalam sehari untuk satu mata kuliah. Misalnya peserta didik mengambil 8 mata kuliah dalam satu minggu peserta didik harus meluangkan waktu khusus (2 sks x 50 menit x 8 matakuliah x 7 hari) sebanyak 5600 menit atau 93 jam.

Pasal 10
Tahun Akademik

Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan dimulai pada bulan September.
Tahun akademik dibagi dalam 2 (dua) semester, yaitu semester ganjil dan genap.
Semester Ganjil adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 14-16 minggu kuliah ekuivalen dengan 12-14 kali tatap muka atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk 1-2 minggu kegiatan ujian.
Semester Genap adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 14-16 minggu kuliah ekuivalen dengan 12-14 kali tatap muka atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk 1-2 minggu kegiatan ujian.
Semester pendek adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 8 minggu kuliah dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Semester Pendek diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik.

Pasal 11
Persyaratan Lama Studi Program iLP

Program iLP bersifat fleksibel artinya, mahasiswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan kecepatan belajarnya. Hal ini menjadikan iLP dapat diikuti oleh mahasiswa secara fleksibel dalam hal masa studi.

Pasal 12
Kurikulum

iLP dapat diselenggarakan dengan lingkup mata pelajaran atau mata kuliah, program studi, atau satuan pendidikan.
Kurikulum program iLP memiliki beban studi dan ruang lingkup yang sama dengan kurikulum program studi yang diselenggarakan dengan modus tatap muka (onsite class), namun memberikan keluwesan belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan kesamaan capaian pembelajaran (iLearning outcomes) untuk setiap mata kuliah/mata pelajaran atau program studi.

Profil dan capaian pembelajaran lulusan program iLP adalah sama dengan profil dan capaian pembelajaran lulusan program pendidikan reguler dan iLearning yang sesuai.
Proses pembelajaran iLP dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan 10 Pillar IT iLearning termasuk layanan akademik yang diberikan dosen.
Evaluasi hasil belajar harus dapat mencerminkan tingkat kemampuan mahasiswa melalui mekanisme ujian secara tatap muka (onsite class) dan offsite class dengan pengawasan langsung. Untuk ujian dilakukan secara bersamaan waktunya dengan ujian program reguler.

Pasal 13
Sistem Perkuliahan

Penyusunan, perencanaan, dan pelaksanaan program pendidikan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS).
Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

Pasal 14
Satuan Kredit Semester

Satuan kredit semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 (satu) jam perkuliahan atau 2 (dua) jam praktikum, atau 4 (empat) jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.
Kegiatan terstruktur dilakukan dalam rangka kegiatan kuliah, misal : tugas menyelesaikan soal, membuat makalah, menelusuri pustaka dan lain-lain. Kegiatan mandiri merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara mandiri untuk mendalami dan mempersiapkan tugas-tugas akademik, misalnya : membaca buku referensi, mempersiapkan tugas akademik dan lain-lain yang berkaitan dengan tugas akademik.

Kuliah yang dilengkapi dengan praktikum, ketentuannya diatur oleh program studi masing-masing mengacu kepada kurikulum.
Biaya Satuan Kredit Semester (SKS) dibayarkan secara online melalui Rincian Biaya Kuliah (RBK) sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan sesuai dengan Kalender Akademik.
Mahasiswa yang terlambat melakukan pembayaran biaya Satuan Kredit Semester (SKS) akan dikenakan sanksi administrasi keterlambatan.

Pasal 15
Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran dalam Program iLP adalah menggunakan 2 (dua) Metode, diantaranya adalah:
Belajar Mandiri: Proses pembelajaran yang diinisiasi oleh mahasiswa dalam periode tertentu. Dosen menyampaikan beragam tugas dan pemicu yang dapat membantu mahasiswa belajar secara mandiri.

Belajar Terbimbing/Terstruktur: Proses pembelajaran yang disediakan oleh Perguruan Tinggi untuk membantu proses belajar mahasiswa dalam bentuk tutorial onsite class dan tutorial elektronik. dengan mengandalkan bimbingan dosen secara langsung maupun virtual, secara residensial maupun non-residensial. Belajar terbimbing dapat diselenggarakan secara residensial maupun non residensial.

Residensial merupakan proses pembelajaran offsite class yang dilaksanakan dengan:

Mempersyaratkan adanya residensial mahasiswa untuk belajar di kampus dalam periode dalam periode tertentu untuk satu program studi atau untuk setiap mata kuliah.

Melaksanakan belajar terbimbing dalam beragam bentuk (tutorial tatap muka langsung, tutorial elektronik, dan lain-lain).
Memberikan pembinaan dan pengembangan karakter serta sosialisasi dengan kehidupan kampus.

Memberikan kesempatan dan untuk memanfaatkan beragam fasilitas praktek/praktikum di kampus atau disediakan tutorial praktikum secara online.

Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang tugas-tugas dengan kelompok mahasiswa dan dosen.

Pasal 16
Beban Studi

Beban studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) sks dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) sks. Beban maksimum setiap semester adalah 24 (dua puluh empat).
Beban studi program diploma tiga sekurang-kurangnya 108 (Seratus Delapan) sks dan sebanyak-banyaknya 120 (seratus dua puluh) sks. Beban maksimum setiap semester adalah 24 (dua puluh empat) sks.

Pasal 17
Masa Studi Terpakai

Masa studi terpakai bagi mahasiswa iLP dengan beban belajar sebagai berikut:
Masa studi untuk jenjang pendidikan Strata Satu (S1) ditetapkan maksimum 5 (lima) tahun atau 10 (sepuluh) semester termasuk cuti akademik yang sah.
Masa studi untuk jenjang pendidikan Diploma Tiga ditetapkan maksimum 4 (empat) tahun atau 8 (delapan) semester termasuk cuti akademik yang sah.
Jika lewat dari batas masa studi dan mahasiswa masih berminat melanjutkan studi, maka mahasiswa akan diperlakukan sebagai mahasiswa baru dan wajib melakukan transfer dengan mengikuti ketentuan yang berlaku atau Drop Out.

Pasal 18
Beban Satuan Kredit Semester

Bagi mahasiswa yang karena suatu alasan khusus akan mengambil mata kuliah dengan beban lebih dari 20 (dua puluh) SKS, dimungkinkan untuk diberi kesempatan mengambil mata kuliah dengan beban maksimum 24 (dua puluh empat) SKS. Dalam hal ini diperlukan persetujuan kepala jurusan.
Bagi mahasiswa yang karena prestasi akademiknya akan mengambil mata kuliah dengan beban lebih dari 20 (dua puluh) SKS, maka ketentuan tentang jumlah SKS yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
Bila Indeks Prestasi Semester (IPS) terakhir (semester biasa, bukan semester pendek) >= 3,0, dapat diberi kesempatan mengambil mata kuliah dengan beban maksimum 24 (dua puluh empat) SKS.
Pengambilan beban SKS pada ayat (2) butir (a), dilakukan pada masa batal tambah sesuai dengan ketersediaan kelas.

Pasal 19
Pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning

Model proses pembelajaran iLP yang mengkombinasikan pembelajaran dengan menggunakan 10 Pillar IT iLearning disebut sebagai model pembelajaran Terpadu (hybrid/blended).
Dalam sistem pendidikan onsite class, pembelajaran onsite class sebagai bentuk belajar terbimbing, sedangkan pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning sebagai bentuk belajar mandiri hanya memperkaya dan membantu proses pembelajaran (panah terputus). Sementara itu, dalam sistem iLP pembelajaran offsite class mengandalkan modus utama pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning sebagai bentuk belajar mandiri, dan pertemuan onsite class sebagai bentuk belajar terbimbing sebagai pengayaan dan bantuan belajar.

Pasal 20
Pelatihan dan Sertifikasi

Untuk memastikan kesiapan peserta didik dan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLP, maka diharuskan mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi RiJP, iCP dan iCM.

License to Learn iLearning
Diberikan kepada mahasiswa iLearning yang telah menyelesaikan Training RiJP (Raharja iLearning Junior Professional).
RiJP bertujuan untuk memastikan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan pembelajaran iLearning dan iLP.

License to Teach iLearning
Diberikan kepada peserta Dosen iLearning yang telah menyelesaikan training iCP (iLearning Certified Professional).
iCP bertujuan untuk memastikan kesiapan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLearning.
iCP adalah syarat untuk mendapatkan iCM.
License to Teach iLearning+
Diberikan kepada Dosen iLearning yang telah menyelesaikan pelatihan /pendidikan iCM (iLearning Certified Master).
iCM bertujuan untuk memastikan kesiapan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLP.

Pasal 21
Metode Ujian

Metode ujian Perkuliahan iLP:
Dosen iLearning menyiapkan soal online yang diujikan minimal 25 soal pilihan ganda (multiple choice) serta soal benar atau salah (true/false) minimal 5 soal atau soal essay yang sifatnya opsional.
Soal online yang sudah dimasukkan ke dalam iDu selanjutnya diberikan kepada RPU sebagai arsip.
Dosen melakukan give assignment sebelum ujian dimulai.
Mahasiswa iLP diharuskan membawa perangkat laptop/notebook/mobile yang digunakan untuk ujian dan memastikan baterai yang digunakan cukup untuk mengikuti ujian.
Waktu dan tempat ujian iLP secara fleksibel diatur kemudian.

BAB V PENILAIAN
Pasal 22
Sistem Penilaian

Sistem Penilaian Perkuliahan iLP menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau ketentuan yang sesuai dan dapat pengesahan akademik.

Pasal 23
Penilaian Hasil Belajar

Penilaian terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen.
Keberhasilan mahasiswa menempuh suatu mata kuliah ditentukan atas dasar sekurang-kurangnya dua kali penilaian, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)
Mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah C- maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus pada mata kuliah yang dimaksud.
Apabila nilai akhir telah dicantumkan di dalam KHS maka segala bentuk perubahan atau revisi nilai tidak dibenarkan untuk diproses.
Cara Menghitung IPK
Mutu = Angka Mutu * Kredit
IPK =Total Mutu Total Kredit
Grade untuk Perkuliahan iLP adalah dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) menggunakan Grade Map sebagai berikut:

Grade Minimum% Letter%
A+ 95 97.5
A 90 92.5
A- 85 87.5
B+ 80 82.5
B 75 77.5
B- 70 72.5
C+ 65 67.5
C 60 62.5
C- 55 57.5
D+ 50 52.5
D 45 47.5
D- 40 42.5
E 0 20

Penilaian hasil belajar untuk Nilai UTS, Nilai UAS dan Nilai PO menggunakan sistem penilaian 1000 poin yang terdiri dari:

Nilai UTS : 300 poin
Nilai UAS : 400 poin
Nilai TM : 300 poin

Jika nilai yang diperoleh lebih dari 1000 poin karena adanya Special Contribution (opsional) maka dihitung sebagai extra credit.

Skema Pembobotan Setiap Assignment (Tugas Terbimbing)
Skema pembobotan Setiap assignment menggunakan Weight by Percent maksudnya adalah setiap assignment dengan ukuran persen ditentukan dengan nilai akhir, yang diatur di samping nilai max-nya. Kontribusi dari assignment yang tersisa adalah jumlah yang sama dengan persentase yang tersisa.

Contoh: Jika A, B, C dan D memiliki bobot 10%, 20%, -, – setiap assignment, maka Setiap assignment memberikan kontribusi 10%, 20%, 35%, 35% untuk nilai akhir, terlepas dari nilai maksimalnya dari setiap assignment.

Assignment Categories (Kategori Tugas Terbimbing), terdiri dari :
TM Pengayaan, contohnya: TM Sertifikat Keahlian, TM Training IT, TM Debate, TM Diskusi, TM Partisipasi, TM Praktikum, TM Praktek, TM Group Meeting, TM Project, TM Quiz, TM Raharja Career, TM Poster Session.
TM Penelitian, contohnya: TM Hibah, TMJurnal Ilmiah.
TM Tridarma Pengabdian, contohnya: TM operator iDuHelp! dan lain-lain.

Selanjutnya diuraikan ke dalam Assignment Categories:

No Nama Penilaian Objektif Weight (%)
1 PO Pengayaan 10
2 PO Penelitian 15
3 PO Tridarma Pengabdian 5
4 PO UTS 30
5 PO UAS 40
Online Portofolio

Setiap mahasiswa yang lulus mata kuliah dapat dibuktikan melalui Online Portofolio dari setiap assignment (tugas terbimbing) yang telah diselesaikan. Maksudnya assignment tidak dibuktikan dengan printout (tercetak) namun dengan online yang dihimpun di dalam iMe Class.

Pasal 24
Derajat Keberhasilan

Derajat keberhasilan mahasiswa dalam satu semester dinyatakan dengan nilai rata-rata (NR).
Derajat keberhasilan mahasiswa untuk seluruh mata kuliah yang ditempuh dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP)
NR dan IP berkisar antara 0 (nol) sampai dengan 4 (empat).
Dalam menghitung NR dan IP, setiap mata kuliah hanya diperhitungkan satu kali dan digunakan nilai keberhasilannya yang tertinggi.
Perhitungan NR dan IP menggunakan rumus sebagai berikut: Mutu = Angka Mutu * Kredit
IPK = Total Mutu Total Kredit

BAB VI
Semester Pendek iLP

Pasal 25
Apabila diperlukan Perguruan Tinggi Raharja dapat menyelenggarakan semester pendek.
Semester pendek diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik.

Pasal 26

Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk:
Meningkatkan nilai rata-rata (NR) dan indeks prestasi (IP).
Menyelesaikan studi tepat waktu.
Menyelesaikan studi lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan dalam kurikulum, bagi mereka yang berprestasi.

Pasal 27

Kegiatan belajar mengajar pada semester pendek sama dengan kegiatan belajar mengajar pada semester biasa baik dalam jumlah tatap muka kuliah/responsi maupun dalam pelaksanaan asistensi, tugas, kuis, dan lain-lain.
Karena waktu pelaksanaan yang lebih pendek maka kegiatan belajar mengajar yang pada semester biasa dilaksanakan satu kali seminggu, pada semester pendek dapat dilaksanakan dua kali seminggu.

Pasal 28

Tidak semua mata kuliah pada semester biasa diselenggarakan pada semester pendek.
Mata kuliah dan jumlah kelas yang akan diselenggarakan pada semester pendek ditetapkan oleh program studi dengan persetujuan Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
Apabila jumlah calon peserta suatu mata kuliah kurang dari kapasitas kelas minimum yang sudah ditetapkan, maka kriteria untuk menentukan kelas tersebut dibuka atau ditutup ditetapkan oleh program studi.

Pasal 29

Mahasiswa yang dapat mengikuti semester pendek adalah mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester ganjil dan atau semester genap pada tahun akademik dimana semester pendek diselenggarakan.
Biaya pendaftaran dan biaya kuliah semester pendek ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur.

Pasal 30
Untuk iLP, tidak ada persyaratan mengenai jumlah minimum peserta perkelas dan uang kuliah pada semester pendek ditetapkan tersendiri.

BAB VII
KKP, TA dan SKRIPSI

Pasal 31
Kuliah Kerja Praktek (KKP)

Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan dan membuat laporan tertulis Kuliah Kerja Praktek (KKP) sebagai persyaratan mengambil Tugas Akhir atau Skripsi.
Ketentuan mengikuti Kuliah Kerja Praktek (KKP):
Telah lulus minimum 70 sks untuk Diploma Tiga (D3) dan lulus minimum 100 sks untuk jenjang Strata Satu (S1).
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir >= 2,10.
Telah ambil mata kuliah: Analisa Sistem Informasi dan IT Research.
Telah menyelesaikan administrasi keuangan yang berlaku.
Kerja praktek dapat dilaksanakan pada perusahaan yang dianjurkan/diinginkan/dipilih.
Dibimbing oleh satu orang dosen pembimbing dari Institusi dan pembimbing lapangan dari perusahaan/instansi/lembaga.
Kegiatan kerja praktek diatur dalam Pedoman Kuliah Kerja Praktek (KKP) tersendiri yang ditetapkan oleh Direktur.

Pasal 32
Tugas Akhir (TA) dan Skripsi

Setiap mahasiswa diwajibkan membuat laporan Tugas Akhir untuk jenjang Diploma Tiga (D3) dan laporan Skripsi untuk jenjang Strata Satu (S1) sebagai persyaratan kelulusan.
Ketentuan mengikuti Tugas Akhir atau Skripsi:
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir >= 2,10.
Telah selesai (lulus) semua mata kuliah sesuai dengan kurikulum pada jurusan (program studi) dan konsentrasi masing-masing.
Memiliki 7 (tujuh) sertifikat yang berkaitan dengan kegiatan keilmuan di bidang ilmu yang berkaitan dengan IT/komputer.
Melakukan validasi mata kuliah kepada Kepala Jurusan masing- masing, paling lambat 2 minggu sebelum perkuliahan dimulai.
Telah menyelesaikan administrasi keuangan yang meliputi Biaya Pokok Perkuliahan (BPP), biaya Satuan Kredit Semester (SKS) dan biaya Bimbingan
Apabila dalam proses validasi persyaratan belum terpenuhi maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak layak mengikuti Tugas Akhir atau Skripsi.
Kegiatan Tugas Akhir dan Skripsi diatur dalam Buku Panduan TA/Skripsi yang ditetapkan oleh Direktur atau pejabat yang ditunjuk manajemen.

BAB VIII
YUDISIUM DAN KELULUSAN

Pasal 33
Yudisium Kelulusan

Setiap lulusan pendidikan program diploma maupun sarjana diberi yudisium kelulusan yang didasarkan pada suatu penilaian akhir yang mencerminkan kinerja akademik yang bersangkutan selama menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja.
Yudisium kelulusan diberikan dalam tiga jenjang, yaitu : jenjang tertinggi dengan predikat “dengan pujian” (cumlaude), jenjang menengah dengan predikat “sangat memuaskan”, jenjang dibawahnya dengan predikat “memuaskan”
Lulus jurusan Pada Program Diploma III :
Telah lulus ujian sidang Tugas Akhir.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- ( tidak boleh ada nilai D atau E)
Menyelesaikan jumlah sks minimal 108 (termasuk Tugas Akhir) berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Lulus Jurusan Dan Konsentrasi Pada Program Diploma III :
Telah lulus ujian sidang Tugas Akhir.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- (tidak boleh ada nilai D atau E)
Menyelesaikan semua jumlah sks berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan dan konsentrasi masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Lulus Jurusan Pada Program Strata Satu :
Telah lulus ujian sidang Skripsi.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- ( tidak boleh ada nilai D)
Menyelesaikan jumlah sks minimal 144 (termasuk Skripsi) berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/ keuangan.
Lulus Jurusan Dan Konsentrasi Pada Program Strata Satu :
Telah lulus ujian sidang Skripsi.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- (tidak boleh ada nilai D) atau lulus semua mata kuliah pada kurikulum MPK, MKK, MKB,MPB dan MBB.
Menyelesaikan semua jumlah sks berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan dan konsentrasi masing-masing
Mempunyai IPK minimal 2,0
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Apabila ada perubahan dalam pasal ini mengacu pada surat keputusan Direktur yang terakhir.

Pasal 34
Ketentuan Pemberian Yudisium

Pemberian yudisium kelulusan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
Yudisium dengan pujian (cumlaude), diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut :
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat yang mempunyai nilai akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang tinggi.
Memiliki IP antara 3,51 (tiga koma limapuluh satu) sampai dengan 4,00 (empat koma nol nol).
Menyelesaikan studinya maksimum dalam waktu (n + 1) tahun, dimana n = waktu studi menurut kurikulum program studi.
Yudisium sangat memuaskan diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut:
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang tinggi.
Memiliki IP antara 2,76 (dua koma tujuh puluh enam) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima puluh) dan menyelesaikan studinya maksimum dalam waktu (n + 2) tahun atau
Memiliki IP antara 3,51 (tiga koma lima puluh satu) sampai dengan 4,00 (empat koma nol nol) dan menyelesaikan studinya dalam waktu sama dengan atau lebih besar dengan (n + 1) tahun.
3. Yudisium memuaskan diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut:
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang cukup.
Memiliki IP antara 2,00 (dua koma nol nol) sampai dengan 2,75 (dua koma tujuh puluh lima) atau
Memiliki IP antara 2,76 (dua koma tujuh puluh enam) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima puluh) dan menyelesaikan studinya dalam waktu lebih besar dari (n + 1) tahun.

Pasal 35
Kewenangan Menetapkan Yudisium Kelulusan

Kewenangan menetapkan yudisium kelulusan mengikuti ketentuan sebagai berikut :

Yudisium “dengan pujian” (cumlaude) ditetapkan pada tingkat institusi oleh Direktur di forum rapat pimpinan dan atau rapat senat akademik perguruan tinggi.
Yudisium “sangat memuaskan” ditetapkan pada tingkat Jurusan oleh Pembantu Ketua/Pembantu Direktur I bersama para Kepala Jurusan masing-masing dalam satu jenjang.
Yudisium “memuaskan” ditetapkan pada tingkat program studi oleh Kepala Jurusan.

Pasal 36
Konsentrasi Unggulan

Konsentrasi Unggulan adalah Program Studi yang memiliki keunggulan kompetensi atau keahlian spesifik (khusus), diantaranya adalah:
Sistem Informasi dengan keahlian spesifik BI (Business Intelligence).
Teknik Informatika dengan keahlian spesifik MAVIB (Multimedia Audio Visual and Broadcasting).
Sistem Komputer dengan keahlian spesifik CCIT (Creative Communication and Innovative Technology)
Manajemen Informatika dengan keahlian WGD (Web Graphic Design).
Teknik Informatika dengan keahlian spesifik Artificial Informatics.
Komputerisasi Akuntansi dengan keahlian spesifik WBAS (Web Based Accounting System)
Persyaratan bagi peserta didik lulus dengan konsentrasi unggulan adalah telah menyelesaikan seluruh mata kuliah yang ada dalam kurikulum termasuk mata kuliah penunjang konsentrasi unggulan selanjutnya akan mendapat sertifikasi internasional. Jika mahasiswa tidak lulus mata kuliah penunjang konsentrasi unggulan yang ada di dalam kurikulumnya maka peserta didik lulus program studi namun tanpa konsentrasi unggulan.

Pasal 37
Ijazah

Sebagai tanda bukti telah lulus/menyelesaikan pendidikan program diploma dan sarjana, mahasiswa akan diberi ijazah atau surat tanda lulus selambatnya 30 hari setelah pelaksanaan wisuda.
Ijazah/surat tanda lulus diploma, sarjana dan ijasah pasca sarjana hanya dibuat satu kali.
Ijazah/surat tanda lulus sarjana yang hilang akan diganti dengan surat keterangan.

Pasal 38
Gelar
Gelar akademik dan singkatannya dicantumkan pada ijazah/surat tanda lulus.
Penggunaan gelar akademik ditempatkan di belakang nama yang bersangkutan.

BAB IX
KEHILANGAN
Pasal 39
Ijazah

Alumni yang mengaku kehilangan ijazah dapat mengajukan permohonan pembuatan surat keterangan sebagai pengganti ijazah yang hilang kepada Direktur dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.
Direktur akan menerbitkan surat keterangan tersebut setelah meneliti bahwa alumni yang bersangkutan benar-benar lulusan Perguruan Tinggi Raharja.
Surat keterangan sebagai pengganti ijazah yang hilang ditandatangani oleh Direktur atau Ketua sesuai dengan jenjang studinya masing-masing.
Biaya administrasi pembuatan surat keterangan pengganti ijazah yang hilang ditetapkan berdasarkan keputusan Direktur.

Pasal 40

Hal-hal yang belum tercantum dalam ketentuan Panduan Pelaksanaan iLP ini akan diatur kemudian dengan keputusan Direktur Perguruan Tinggi Raharja.

Your email address (adi.lestarianto@raharja.info) was recorded when you submitted this form.
 

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya telah membaca semua pernyataan diatas dan setuju dengan pernyataan diatas

*

 

 

NIM

*

 

1722499859

 

Nama

*

 

Adi Lestarianto Wibowo

 

Kode Kelas

*

 

BI101Z
BL101Z
DL101Z
DL301Z
EL104Z
GL201
IL101Z
IL201Z
KL101Z
KP100Z
LA103Z
LL101Z
MJ100Z
ML101Z
ML202
MT103Z
MT112Z
MT131Z
MT183Z
PA102Z
PA115Z
PL102Z
PL301Z
PR201Z
SI103Z
SI152Z
SI171Z
SI330Z
SL301Z
SL401
SL401Z
TA101Z
TI102Z
TI110Z
TI201Z
TI401Z
TI402Z
TI500Z
TL101Z
TL201Z
UL101Z
UL111Z
UM100Z
UM110Z
VL301Z
VL401

 

Kode Kelas
*Isikan kode kelas yang dimaksud bila tidak ada dalam list*

 

BI103Z

 

 

Continue reading Agreement iLP BI103Z – Bahasa Indonesia; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

SKuP BI103Z – Bahasa Indonesia; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Profile

Perkenalkan nama saya Adi Lestarianto Wibowo, mahasiswa Strata 1 Perguruan Tinggi Raharja, jurusan Teknik Informatika dengan konsentrasi Software Engineering.

Hobi oprak-oprek hardware komputer (entah untuk service atau hanya sekedar penasaran dengan jeroan pc atau laptop yang dibongkar 😛 ), sedikit pemrograman aplikasi (vb & php, namun hanya syntax dengan algoritma dasar karena belajar otodidak 😅), handheld gaming dan hanya yang ber-genre RPG, sedikit fotografi, dan independent budget travel (aka backpacking).  😀

 

Saya adalah salah satu mahasiswa baru yang akibat kesibukan pekerjaan 😵 menyebabkan saya sulit untuk mengikuti jadwal perkuliahan reguler hingga akhirnya saya mengambil sistem pembelajaran iLearning Plus Perguruan Tinggi Raharja.

Awal sempat agak kebingungan dengan langkah-langkah yang harus dijalani untuk mengikuti kelas dan mengerjakan tugas 🤔, namun berkat kesigapan dan kesabaran kakak-kakak trainer iLearning Plus yang bersedia menjawab semua pertanyaan 24 jam sehari, 7 hari seminggu… Kecuali saat sedang sibuk atau istirahat tentunya 😛 … Akhirnya saya mulai mengerti dan mulai terbiasa dengan sistem pembelajaran iLearning Plus Perguruan Tinggi Raharja. 😁


Assignment

Berikut adalah tabel assignment guna keperluan assignment historical log yang saya lakukan selama mengikuti perkuliahan di kelas ini.

NoAssignmentDue DateSubmitted DateStatusGrade
1Tugas 112 Feb 1806 Feb 18SubmittedA+

Other Works

Saat ini belum ada hasil karya lain terkait mata kuliah Bahasa Indonesia yang dapat dimasukkan di sub judul ini, namun sejalan dengan waktu… 😅

 

 


About

SKuP ini saya susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia kelas BI103Z yang diajar oleh Bapak Endang Suryana.

Mohon bantuan dan arahannya selama perkuliahan ya, pak. 😊