Monthly Archives: May 2020

Tugas 11

Pertanyaan :

Setelah Anda mempelajari materi pertemuan 11. Untuk menambah pemahaman, cari karya tulis (sumber, judul, bentuk bebas)

  1. Karya tulis ilmiah
  2. Karya tulis semi ilmiah
  3. Karya tulis non ilmiah.

 

Postingkan tiga tulisan tersebut di iMe.

Status :

100%

Keterangan :

Dikerjakan sesuai instruksi

Bukti :

 

1. Kaya Tulis Ilmiah

Menjaga Kesehatan Jantung

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Jantung merupakan salah satu organ yang sangat vital di dalam tubuh manusia. Karena itu banyak orang yang berusaha untuk selalu menjaga kesehatan jantung. Akan tetapi nampaknya masih banyak orang yang kurang peduli. Terbukti dari banyaknya korban jiwa akibat penyakit-penyakit yang menyerang jantungnya. Untuk itu penelitian mengenai menjaga kesehatan jantung perlu dilakukan.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana cara menjaga kesehatan jantung?

C. Tujuan Penelitian

Dapat mengetahui cara menjaga kesehatan jantung

BAB II

Pembahasan

Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Berbagai penyakit yang menyerang jantung memang masih menjadi masalah besar bagi sebagian orang. Padahal ada banyak cara mudah untuk menjaga kesehatan jantung. Setelah melalui riset yang mendalam, peneliti menemukan beberapa di antaranya.

Menghindari stres karena dapat memicu hormon adrenalin abnormal dan menyebabkan darah tinggi.
Menjaga kebersihan, baik kebersihan diri sendiri maupun lingkungan.
Mengatur pola makan. Kurangi lemak dan junkfood serta perbanyak memakan sayur dan buah.
Olahraga teratur.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Menjaga kesehatan jantung memang sangat penting bagi manusia demi mendapat umur yang panjang. Dan ternyata untuk memperoleh jantung yang sehat tidak memerlukan usaha yang terlalu sulit dan bisa dilakukan sehari-hari. Dengan menjaga kesehatan jantung diharapkan semakin sedikit korban yang jatuh akibat penyakit yang menyerang jantung.

 

2. Karya Tulis Semi Ilmiah

 

Apa perbedaan antara ‘pada’ dan ‘di’? Perbedaan antara ‘bagi’ dan ‘untuk’? Kata ‘dilarang’ dan ‘jangan’? Mendengar serangkaian pertanyaan tersebut, mungkin hanya sebagian dari kita yang dapat menjawab secara jelas. Hanya orang-orang yang menguasai tata bahasa Indonesia yang dapat menjelaskannya. Kalau pun ada diantara kita yang tidak terlalu mengerti tentang tata bahasa Indonesia dapat menjawab pertanyaan tersebut, pastinya tidak sebaik dengan penjelasan orang-orang yang lebih menguasai dan mengerti bahasa Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa bahasa Indonesia sangat penting untuk dipelajari lebih mendalam.

Akan tetapi, saya masih sering menjumpai orang-orang yang berpendapat bahwa, “Belajar bahasa Indonesia itu mudah” atau “Di era globalisasi sekarang ini, lebih baik kita mempelajari bahasa inggris daripada bahasa Indonesia”. Pernyataan-pernyataan seperti itu tidaklah benar karena sama halnya ketika kita mempelajari bahasa asing, kita harus membiasakan diri dengan pola-pola bahasa mereka yang tentunya tidaklah mudah.

Begitu juga dengan bahasa Indonesia, ketika kita tidak sering berlatih dan mempelajari bahasa Indonesia, tentu pengetahuan kita tentang bahasa Indonesia hanya sampai disitu saja dan ketika kita dihadapi dalam suatu hal yang memerlukan kemampuan lebih tentang bahasa Indonesia, tentu kita akan kebingungan dalam menghadapi hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan untuk belajar bahasa Indonesia lebih mendalam. Apalagi kita yang sebagai warga Negara Indonesia.

Belajar bahasa Indonesia itu sangatlah penting. Sebagai warga Negara Indonesia tidak hanya menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi semata atau bahasa pemersatu, melainkan sebagai identitas Negara yang diakui oleh undang-undang. Bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana cara berbahasa dan bertutur kata yang baik dan benar.

Selain itu, juga dapat menumbuhkan rasa kesopan-santunan, karena bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan kalimat baku dan sebagainya tetapi juga mengajarkan mengenai intonasi, penekanan kalimat, dan etika berbicara kepada orang lain. Sehingga kita juga dapat mengetahui jati diri atau sifat seseorang dari cara ia dalam berbicara. Tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi secara lisan, bahasa indoneisa juga berfungsi sebagai alat komusikasi secara tulisan. Dalam pembuatan surat, proposal, laporan, makalah, esai, dan sebagainya, hal tersebut memerlukan pemahaman lebih dalam proses pembuatanya, khususnya dalam hal tata bahasa.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat terkenal disemua negara di penjuru dunia. Bahasa Indonesia memiliki nilai dan struktur yang kesempurnaannya sudah di akui oleh beberapa negara di dunia. Sehingga di era sekarang ini, bahasa Indonesia tidak hanya digunakan oleh warga Negara  Indonesia itu sendiri melainkan banyak warga negara asing telah mempelajari bahasa Indonesia. Minat mereka yang tinggi karena ketertarikan mereka  dengan bahasa Indonesia yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.

Atau sebagian dari mereka yang tertarik mempelajari bahasa Indonesia karena ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya kita. Tentunya hal seperti ini harus disambut dengan positif dan menjadikan motivasi untuk kita agar lebih mendalam mempelajari bahasa Indonesia.

Kita tidak boleh melupakan bahasa Indonesia. Apalagi di era globalisasi sekarang ini dan ditambah dengan adanya “bahasa gaul” dikalangan masyarakat. Bahasa Indonesia merupakan warisan kebudayaan yang harus tetap kita jaga agar kelak dapat terus diwariskan ke generasi mendatang. Oleh karena itu, kita harus terus mempelajari bahasa indonesia karena masih banyak  hal-hal yang tentunya belumkita  ketahui tentang cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar agar karya dari bangsa kita tetap bisa dikenali hingga seterusnya.

 

3. Karya Tulis Non Ilmiah

Ayo Jangan Malas Cuci Tangan

Menjaga kesehatan tubuh bisa dimulai dari hal-hal yang paling sderhana. Mencuci tangan misalnya. Mulai sekarang jadikan cuci tangan sebagai bagian dari gaya hidup Anda.

Tangan adalah organ tubuh yang paling vital untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dari tangan inilah akan tercipta karya-karya indah. Namun, dari tangan jugalah berbagai penyakit bisa menular.

Tanpa disadari aktivitas sehari-hari membuat tangan selalu bersentuhan dengan benda-benda, mulai pulpen, keyboard computer, gagang pintu dan benda-benda lain. Semenara itu, kita tidak pernah tahu, apakah benda-benda yang kita pegang tersebut bebas kuman dan virus?

Tugas 9

RINGKASAN PERENCANAAN PENULISAN KARYA ILMIAH

Karya tulis ilmiah merupakan salah satu jenis karya tulis yang berisi berbagai informasi yang merupakan hasil pengamatan dan penelitian, seperti makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.

Ciri-ciri khusus karya ilmiah sebagai berikut :

  1. Logis, yaitu segala keterangan yang disajikan dapat diterima akal sehat.
  2. Sistematis, yaitu segala yang dikemukakan disusun dalam urutan yang berkesinambungan.
  3. Objektif, yaitu disajikan apa adanya.
  4. Tuntas, yaitu semua masalah dikupas secara terperinci dan lengkap.
  5. Kebenaranya dapat diuji.
  6. Berlaku umum bagi semua populasi.
  7. Memakai bahasa yang baku sesuai kaidah bahasa.

 

Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang bagus, seorang penulis harus terlebih dahulu merencanakannya dengan matang, berikut ini beberapa langkah dalam perencanaan penulisan ilmiah :

 

A. Pemilihan Topik
Pemilihan topik merupakan hal terpenting dalam penulisan ilmiah, karena pemilihan topik menentukan batasan-batasan isi atau permasalahan yang akan dibahas selanjutnya. Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :

  • Topik sebaiknya dicari yang sesuai dengan bidang karena masalah itu yang paling dikuasai.
  • Cermati bagaimana isi dari tulisan-tulisan itu: gagasan, pengembangan dan pengorganisasian gagasan dan bahasa.
  • Topik sebaiknya dicari yang sesuai dengan bidang karena masalah itu yang paling dikuasai.
  • Topik yang dipilih hendaknya menarik untuk dikaji.
  • Topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit.
  • Topik yang dikaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau berkaitan.

 

B. Pembatasan Topik
Bagi penulis harus bisa membatasi topik yang akan dibuatnya. karena harus betul-betul yakin bahwa jenis topik yang dipilihnya cukup dan terbatas sebab ketika membuat jenis topik yang akan dibuatnya apakah sudah ada atau belum sehingga topik yang dibuatnya dapat terfokus.

 

C. Pemilihan Judul
Dimana akan menggambarkan tingkat kedalaman dan cakupan dari sebuag penelitian yang akan dibahas. Bagi pembaca, judul akan dianggap memiliki bobot dari sebuah hasil penelitian yang ditulis, tidak sembarang menggunakan nama judul penelitian bahkan merupakan gambaran jenis mutu tulisan yang akan dikerjakannya.

 

D. Menentukan Tujuan Penulisan
Istilah menetapkan tujuan penulisan yaitu menyampaikan maksud dari gagasan penulisan atau penelitian yang akan di buat, sehingga pembaca dapat mengetahui manfaat yang diperoleh dari isi tersebut. sering kali penulis memberikan tujuan yang sangat luas sedangkan dalam pembuatan ada batasan jadi topik yang dibahas akan keluar dari apa yang sudah dibataskan.

 

E. Menentukan Kerangka Karangan
Penulisan akan lebih terarah dan sesuai dengan tujuan dibuatnya karangan ilmiah tersebut, Kerangka akan membuat supaya tidak melenceng terlalu jauh lagi sehingga kerangka merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu tulisan. Disusun dengan cara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.
fungsi dari kerangka karangan itu:

  1. Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
  2. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan tulisan dalam sekilas pandang.
  3. Memudahkan penulis menciptakan puncak klimaks yang berbeda-beda.
  4. Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih.
  5. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangkan, penulis lebih mudah untuk mengembangkan apa yang ingin dijabarkan.

 

F. Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
Metode penelitian dan pengembangan menulis karya ilmiah merupakan suatu cara dengan pelaksanaan secara sistematis dan objektif yang mengikuti aturan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan.
“Langkah awal dalam penulisan ilmiah yaitu melakukan pengamatan atas objek yang diteliti dan menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti.”

2. Menyusun hipotesis.
“Dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari objek penelitian.”

3. Menyusun rancangan penelitian.

4. Melaksanakan percobaab berdasarkan metode yang direncanakan.
Kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk uji percobaan terkait penelitian yang dilakukan.”

5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data.

6. Menganalisis dan menginterprestasikan data.
“Menjelaskan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan atau penelitian.”

7. Merumuskan kesimpulan.
“Menarik kesimpulan dari semua proses percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterprestasian terhadap objek penelitian.”

8. Melaporkan hasil penelitian.
“Merupakan proses yang telah menyusun sebuah karya tulis ilmiah yang akan memberikan manfaat bagi pembaca.”

 

Sumber : http://holongmarinacom.blogspot.com/2016/12/perencanaan-penulisan-karya-ilmiah.html