Daily Archives: March 13, 2020

Kalimat Efektif

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif merupakan kalimat yang tersusun atas kaidah yang berlaku, seperti unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat), memperhatikan ejaan yang disempurnakan dan juga cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat.

Kalimat yang sesuai kaidah tersebut jelas akan lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. Menurut para ahli menyatakan pendapatnya tentang kalimat efektif, antara lain:

Menurut JS. Badudu, kalimat efektif yaitu kalimat yang baik karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si pembaca (si penulis dalam bahasa tulis) dapat diterami dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis) sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si penutur atau si penulis.

Definisi lain dari kalimat efektif merupakan jenis kalimat yang bisa memberikan efek tertentu dalam komunikasi. Efek yang ditujukan disini adalah kejelasan informasi.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Terdapat ciri-ciri kalimat efektif dan contohnya antara lain yakni:

Kesepadanan

Kesepadanan merupakan keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat bisa terlihat dari kesatuan pokok pikiran suatu kalimat yang kompak dan kesepadanan pikiran yang baik.

Ciri-ciri kesepadanan struktur suatu kalimat, antara lain:

  • Kalimat tersebut harus mempunyai subjek dan predikat yang jelas
  • Tidak ada subjek yang ganda
  • Kalimat konjungsi intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal
  • Predikat kalimat tidak didahului kata penghubung.

Dibawah ini adalah contoh kalimat efektif yang sepadan, antara lain adalah:

  • Dalam rapat itu bisa diambil tiga keputusan (salah)
    Rapat itu mengambil tiga keputusan (benar)
  • Di sekolah kami mengadakan lomba menulis (salah)
    Sekolah kami mengadakan lomba puisi (benar)

Kesajajaran

Kesejajaran merupakan kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang dipakai dalam kalimat. Apabila bentuk pertama memakai verba, yang kedua juga harus memakai verba dan jika kalimat pertama memakai kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat selanjutnya juga harus memakai kata kerja berimbuhan me-. Dibawah ini adalah contoh kalimat efektif yang sejajar, antara lain:

  • Dani menolong orang itu dengan digotongnya ke pinggir jalan (Salah)
  • Dani menolong orang itu dengan menggotongnya ke pinggir jalan (Benar)
Baca Juga:  √ Jenis-jenis Novel dan Contohnya (Pembahasan Terlengkap)

Ketegasan Makna

Ketegasan yaitu perlakuan, penekanan atau penonjolan kepada sebuah ide pokok dari suatu kalimat. Terdapat beberapa cara yang harus dijalankan untuk membuat penekanan dalam sebuah kalimat antara lain:

1. Meletakkan ide pokok di depan kalimat, contohnya seperti:

  • Harapan kami ialah supaya persoalan ini bisa kita bicarakan pada kesempatan lain (salah)
  • Pada kesempatan lain, kami berharap kita bisa membicarakan lagi soal ini (benar)

2. Membuat rangkaian kata yang bertahap, contohnya seperti:

  • Tidak seribu, sejuta, atau seratus tapi berjuta-juta rupiah sudah disumbangkan kepada anak yatim (salah)
  • Tidak seratus, seribu, atau sejuta tapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada anak yatim (benar)

3. Melakukan pengulangan kata (repetisi). Misalnya seperti: Cerita ini benar-benar menarik, cerita ini sangat menyedihkan.

4. Memakai partikal penegasan, misalnya partikel -lah, -pun, dan -kah. Misalnya seperti dapatkah mereka mengerti maksud pembicaraanku?

Kecermatan

Kecermatan merupakan tidak memakai kata yang mempunyai banyak arti atau tafsiran ganda, dan tepat dalam pilihan kata. Misalnya seperti:

  • Siswa kelas XI yang terkenal itu mendapatkan hadiah (salah)
  • Siswa yang terkenal di kelas XI itu mendapatkan hadiah (benar)

Kehematan

Kehematan ialah memakai kata, frasa atau bentuk lain dengan wajar dan seperlunya saja. Tetapi perlu diingat bahwa tidak menyalahi dengan kaidah tata bahasa. Pemakaian kata yang berlebih akan merusak maksud kalimat. Terdapat beberapa hal yang harus dicermati dalam penghematan kata, antara lain:

  • Menghilangkan pengulangan subjek
  • Menghindari pemakaian kata yang menggambarkan nama taksonomi dan anggotanya.
  • Menghindari sinonim dalam sebuah kalimat
  • Tidak menjamakkan kata yang berupa jamak

Contohnya adalah:

  • Doni memakai sepatu warna putih (salah)
  • Doni memakai sepatu putih (benar)

Kepaduan

Kepaduan merupakan penggunaan gabungan kata supaya informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah dan dapat dipahami. Terdapat beberapa hal yang harus dicermati dalam kepaduan kalimat, antara lain:

  • Kalimat tidak berkepanjangan dan tidak mencerminkan cara berpikir yang bukan sistematis.
  • Kalimat memakai bentuk aspek, agen, verbal secara tertib dalam kalimat yang berpredikat pasif pesona
  • Kalimat tidak harus menyelipkan kata seperti dibanding atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

Contohnya adalah:

  • Laporan ini mengulas tentang desain interior pada rumah modern (salah)
  • Laporan ini mengulas desain interior pada rumah modern (benar)

Kelogisan

Makna kelogisan dalam kalimat efektif adalah kalimat tersebut bisa dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan EYD. Dibawah ini adalah contoh kalimat efektif yang logis.

Pak Andi mengajar mata kuliah Jurnalistik di kampus (salah)
Pak Andi mengajarkan mata kuliah Jurnalistik di kampus (benar)

Baca Juga:  √ Pengertian Surat Niaga, Fungsi, Jenis dan Contohnya (Lengkap)

Lebih simpel, ciri-ciri kalimat efektif yakni:

  • Memakai diksi yang tepat
  • Mempunyai unsur pokok atau penting, minimal subjek predikat
  • Taat pada tata aturan ejaan yang disempurnakan (EYD) yang berlaku
  • Melakukan penekanan ide pokok
  • Memiliki acuan terhadap penghematan pemakaian kata
  • Memakai kesejajaran bentuk bahasa yang digunakan
  • Memakai variasi struktur kalimat
  • Memakai kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis
  • Mewujudkan koherensi yang baik dan kompak
  • Memperhatikan pararelisme
  • Merupakan komunikasi yang berharkat
  • Diwarnai kehematan
  • Berdasarkan pada pilihan kata yang baik

Syarat-Syarat Kalimat Efektif

Terdapat beberapa syarat atau prinsip kalimat efektif, antara lain:

Sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Kalimat efektif haruslah memakai ejaan maupun tanda baca yang tepat. Kata baku juga harus menjadi perhatian supaya kata yang ditulis mempunyai tepat ejaannya.

Sistematis
Kalimat paling sederhana merupakan kalimat yang mempunyai susunan subjek dan predikat, lalu ditambahkan dengan objek, pelengkap sampai keterangan. Sebisa mungkin untuk mengefektifkan kalimat, rancanglah kalimat yang urutannya tidak memusingkan. Apabila memang tidak ada penegasan, subjek dan predikat diusahakan selalu berada di awal kalimat.

Hemat Kata
Kalimat yang ditulis jangan terlalu banyak menghambur-hamburkan kata yang terlihat bertele-tele. Pastikan susunan kalimat yang dirumuskan pasti dan ringkas supaya orang yang membacanya mudah menangkap gagasan yang dituangkan.

Tidak Ambigu
Kalimat efektif sangat penting untuk menghindari pembaca dari multitafsir. Dengan susunan kata yang ringkas, sistematis dan sesuai kaidah kebahasaan, maka pembaca tidak akan kesulitan memaknai ide dari kalimat, menjadikan tidak ada kesan ambigu.

Pengertian Kalimat Efektif, Ciri-Ciri, Syarat, Contoh

Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Dibawah ini adalah beberapa contoh kalimat efektif dan tidak efektif:

  • Kepada bapak kepala desa waktu dan tempat kami persilahkan. (Kalimat tidak efektif)
    Kepada bapak kepala desa kami persilahkan. (Kalimat efektif)
  • Motor yang diparkir yang diujung itu milikku. (Kalimat tidak efektif)
    Motor yang diparkir di ujung itu milikku. (Kalimat efektif)
  • Hanya ini saja yang bisa kuberikan. (Kalimat tidak efektif)
    Hanya ini yang bisa kuberikan. (Kalimat efektif)
  • Buku itu telah dibaca oleh papa. (Kalimat tidak efektif)
    Buku itu telah papa baca. (Kalimat efektif)
  • Kesehatannya telah pulih kembali (Kalimat tidak efektif)
    Kesehatannya telah pulih. (Kalimat efektif)

 

Kalimat Majemuk

Pengertian Kalimat Majemuk

kalimat majemuk
pexels.com

Kalimat Majemuk adalah sebuah kalimat yang memiliki dua pola klausa atau lebih, yang terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Setiap kalimat yang ada pasti memiliki klausa di dalamnya yang terdiri dari gabungan antara subjek dan predikat, serta objek, atau pelengkap maupun keterangan.

Jadi bisa diartikan, kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki subjek, predikat, dan objek atau pelengkap lebih dari satu.

Biasanya ada kata sambung/konjungsi diantara dua kalimat tersebut. Kata penghubung ini berfungsi untuk mengaitkan satu kalimat pada kalimat lain.

Terkadang juga kita tak akan menemukan kata sambung dalam kalimat. Karena ada jenis kalimat yang sifatnya perluasan, jadi kata sambung tidak dibutuhkan dalam kasus ini. Tapi dari kebanyakan kalimat, kita lebih menjumpai kalimat yang memiliki kata sambung.

 

Ciri Ciri Kalimat Majemuk

  1. Terdiri dari dua klausa yang saling berhubungan menggunakan konjungsi.
  2. Dari penggabungan antar kalimat tersebut menghasilkan kalimat dan makna baru.
  3. Isi kalimat yang terdiri dari subjek, predikat serta kalimat penjelas lebih dari satu.

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

Ada beberapa jenis kalimat yang harus kemu ketehui dari kalimat majemuk, antara lain kalimat majemuk setara, ratapan, bertingkat, perluasan, campuran.

Kalimat Majemuk Setara

kalimat majemuk setara
pexels.com

Kalimat jenis ini mempunyai dua klausa yang sifatnya sama sederajat dan digabungkan melalui konjungsi. Kedua klausa ini bersifat koordinatif yang artinya dari kedua klausa ini mampu untuk menjadi kalimat sendiri apabila kata penghubungnya dihilangkan atau dihapus.

Konjungsi yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini adalah dan, sementara, lalu.

Contoh :

Klausa 1 : Kakak bermain voli.

Klausa 2 : Adik menonton pertandingan di pinggir lapangan.

Gabungan : Kakak bermain voli, sementara adik menonton pertandingan di pinggir lapangan.

Dari klausa pertama dan kedua, masing-masing memiliki bentuk klausa yang utuh yang terdiri dari subjek dan predikat. Kita bisa melihat apabila kata sambung ‘sementara’ dihilangkan, maka akan tetap bisa menjadi kalimat yang sempurna.

Kedua kalimat tersebut masih bisa berdiri sendiri dan menjadi kalimat yang baik, karena masih mengandung subjek dan predikat. Dari situlah kita bisa mengetahui kalau penggabungan dua klausa tersebut adalah jenis kalimat majemuk setara.

Baca juga : Pengertian Kalimat Efektif (lengkap) Ciri, Syarat dan Contoh Kalimat

Kalimat Majemuk Rapatan

kalimat majemuk rapatan
pexels.com

Kalimat jenis ini mirip dengan kalimat majemuk setara. Berbedaannya hanya pada subjeknya yang dari penggabungan kedua klausa tersebut dijadikan menjadi satu atau dirapatkan.

Konjungsi yang biasa digunakan dari kalimat majemuk jenis ini adalah dan, serta, juga, dan tanda koma (,)

Contoh :

Klausa 1 : Ihsan menulis cerpen

Klausa 2 : Galuh menulis cerpen

Gabungan : Ihsan dan Galuh menulis cerpen

Kita bisa lihat dari contoh di atas, kalimat pertama dan kalimat kedua memiliki predikat dan objek yang sama dan setingkat, hanya saja subjek dari contoh di atas yang membedakan.

Jadi kita bisa tau fungsi dari kalimat majemuk jenis ini adalah untuk menggabungkan dua subjek yang terdapat dari masing-masing klausa, sehingga menjadi satu kalimat yang digabungakan dengan menggunakan konjungsi ‘dan’.

Kalimat Majemuk Bertingkat

kalimat majemuk bertingkat
pexels.com

Kalimat jenis ini isi dari kalimatnya terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Dari sini kedua klausa yang terdapat dalam kalimat majemuk jenis ini tidak bisa dipisah jika konjunginya dihilangkan.

Karena anak kalimat dari klausa tersebut tidak akan menjadi kalimat yang sempurna tanpa ada induk kalimat. Kedua klausa tersebut atau lebih tidak sama tingkat atau sejajar. Karena dari ketidak sejajaran tersebutlah anak kalimat tidak bisa berdiri sendiri.

Konjungsi yang biasa digunakan pada kalimat majemuk jenis ini adalah ketika, walaupun, sebab, karena dan meskipun. 

Contoh :

Klausa 1 : Lisa sering terlambat datang ke sekolahan

Klausa 2 : rumahnya sangat jauh

Gabungan :Lisa sering terlambat sekolah karena rumahnya sangat jauh.

Penjelasanya adalah, kalimat yang pertama merupakan induk kalimat.

Kenapa bisa dikatakan dengan induk kalimat?

Karena pada klausa pertama terdapat unsur klausa yang lengkap, seperti subjek (Lisa), predikat (terlambat). Dari sini jugalah klausa bisa menjadi kalimat sempurna sendiri tanpa harus ada konjungsi maupun anak kalimat.

Sedangkan klausa yang kedua, maka kita sebut dengan anak kalimat. Karena tidak memenuhi unsur klausa yang lengkap, hanya ada predikat di dalam satu kalimat tersebut.

Baca juga : Memahami Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Pada Sebuah Cerpen

Kalimat Majemuk Perluasan

kalimat majemuk perluasan
pexels.com

Sama halnya di atas, kalimat ini memiliki induk kalimat dan anak kalimat. Pada jenis kalimat ini anak kalimat yang terdapat di dalamnya berupa perluasan atau pengembangan dari kalimat sebelumnya, yaitu induk kalimat.

Anak kalimat di sini sebetulnya sifatnya mampu untuk berdiri sendiri atau termasuk kalimat sempurna, tapi pada kalimat ini klausa kedua digunakan sebagai penjelasan dari klausa pertama.

Kenapa anak kalimat di sini bisa dikatan berdiri sendiri atau termasuk kalimat yang sempurna? Karena pada anak kalimat di sini terdapat unsur yang lengkap, seperti predikat dan objek.

Konjungsi yang digunakan biasanya menggunakan kata ‘yang’. Konjungsi ini berfungsi menghubungkan kepada anak kalimat menjelaskan sifat dari kalimat induk.

Contoh :

Klausa 1 : Kacamatanya mulai rusak

Klausa 2 : Kacamatanya dibeli pada tiga tahun lalu

Gabungan : Kacamatanya yang dibeli pada tiga tahun yang lalu mulai rusak

Begitulah salah satu contoh kalimatnya.  Jadi klausa yang kedua sebetulnya masih bisa menjadi kalimat yang sempurna sendiri apabila dihilangkan kata penghubungnya.

Namun karena sifat penjelas yang dimiliki klausa kedua, membuat dia menjadi anak kalimat yang menjelaskan dari kalimat induk sebelumnya.

Baca juga : 1001 Kumpulan Ucapan Romantis Selamat Pagi, Malam, dan Ulang Tahun yang Keren 2018

Kalimat Majemuk Campuran

kalimat majemuk campuran
pexels.com

Kalimat jenis ini adalah kalimat yang terdiri dari berbagai campuran klausa dan kalimat majemuk. Kalian akan mendapati campuran berbagai macam kalimat dari kalimat-kalimat majemuk perluasan, rapatan, maupun setara.

Dalam kalimat ini, kita akan menemukan kalimat konjungsi lebih dari satu, Entah itu bersifat koordinatif atau juga tidak. Jumlah klausanya pun lebih dari dua. Bisa tiga, empat ataupun lebih, tergantung pada panjang kalimat tersebut dan maknanya sendiri.

Contoh :

Klausa 1 : Saya bermain sepak bola di lapangan

Klausa 2 : Miqdad bermain sepak bola di lapangan

Klausa 3 : Buhori bermain sepak bola di lapangan

Klausa 4 : hujan deras

Gabungan : Saya, Miqda dan Buhori bermain sepak bola di lapangan, meskipun hujan deras

Dari contoh di atas kita bisa lihat bahwa klausa satu sampai tiga adalah induk kalimat yang bisa digabungkan menjadi kalimat majemuk rapatan. Karena dari ketiga klausa itu memiliki predikat, objek dan keterangan yang sama. Hanya dibedakan dari subjeknya saja.

Selain dari itu, klausa kata ‘hujan deras’ merupakan kalimat yang tidak sempurna dan menjadi anak kalimat. Jadi bila kata konjungsi dari contoh kalimat di atas dibuang, maka kata ‘hujan deras’ tidak bisa dikatakan menjadi kalimat yang sempurna.