Monthly Archives: May 2018

Tugas 12 – BI103Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Selamat mencari dan membaca karya tulis ilmiah orang lain sebagai pembanding dan motivasi diri untuk mulai menulis dan menulis sesuatu agar kita terbiasa…..


Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Bukti


1. Karya Tulis Bidang Teknologi Informatika dan Komputer

2. Karya Tulis Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

3. Karya Tulis Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

 

Tugas 12

1. Pertanyaan :

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Selamat mencari dan membaca karya tulis ilmiah orang lain sebagai pembanding dan motivasi diri untuk mulai menulis dan menulis sesuatu agar kita terbiasa…..

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :

JAWAB

  1. MAKALAH PERTAMA : di sini
  2. JURNAL PERTAMA : di sini
  3. MAKALAH KEDUA : di sini

Tugas 12 [M. Nizar Ayubi]

Instructions

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan computer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Selamat mencari dan membaca karya tulis ilmiah orang lain sebagai pembanding dan motivasi diri untuk mulai menulis dan menulis sesuatu agar kita terbiasa…..

Status : 100%

Keterangan : Sudah dikerjakan

Pembuktian:

  1. Teknologi Informatika dan komputer

Judul : MAKALAH PENGANTAR TELEMATIKA TEKNOLOGI INFORMATIKA

Penulis : FIRZA ALFI, KHOLIDAH NASTA’IN, JAMALUDDIN NASUTION, JAKA SATRIA, JULIO CAESAR

Sumber : LINK

 

  1. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi

Judul : BAHASA INDONESIA SEBAGAI MATAKUIAH WAJIB DI PERGURUAN TINGGI

Penulis : LINDAWATI

Sumber : LINK

 

  1. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Judul : PENTINGNYA BUDAYA MENULIS BAGI MAHASISWA

Penulis : RAHMI RUSNAF

Sumber : LINK

Tugas 10

Pertanyaan:

Untuk membuat karya tulis yang baik dan benar diperlukan daya kreasi/imajinasi dan penalaran.

Kita sudah mempelajari materi bahan ajar yang membahas perihal penalaran dalam konteks membuat karya tulis.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan memahami materi tersebut, kerjakan tugas berikut ini :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

 

Status: Tercapai 100%

Keterangan: Saya sudah menyelesaikan assignment yang diberikan

Bukti:

 

1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

Penalaran adalah proses berpikir yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan.

2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan consequence (konklusi). Untuk mendapatkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan dari suatu penelitian ilmiah, dibutuhkan banyak fakta yang dikumpulkan dan harus melalui tahap pengujian untuk dicari tahu kebenaran dari fakta tersebut.
3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

1. Silogisme Kategorial      Contoh:

   Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
   Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
∴ Akasia membutuhkan air (Konklusi)
2. Silogisme Hipotetik
Contoh:

   Jika hujan saya naik becak.(mayor)
   Sekarang hujan.(minor)
∴ Saya naik becak (konklusi)
3. Silogisme Disjungtif
  Contoh:
 Heri jujur atau berbohong.(premis1)
   Ternyata Heri berbohong.(premis2)
∴ Ia tidak jujur (konklusi).

4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

Penalaran  Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

contoh Deduktif :

  • Misalnya:petani selalu ragu dalam mengembangkan usahanya. Kemudian dijabarkan fakta-fakta tentang angka-angka produksi dibandingkan modal usaha, dan sebagainya.
  • Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

contoh Induktif :

Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

 

Tugas 10

1. Pertanyaan :

Untuk membuat karya tulis yang baik dan benar diperlukan daya kreasi/imajinasi dan penalaran.

Kita sudah mempelajari materi bahan ajar yang membahas perihal penalaran dalam konteks membuat karya tulis.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan memahami materi tersebut, kerjakan tugas berikut ini :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :

JAWABAN :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

JAWAB :

Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap kali menghadapi masalah, peristiwa dan pilihan yang mengharuskan diri kita untuk dapat memahami, menghadapi serta mencari solusi. Dengan tujuan mencari jalan keluarnya. Disini peran penalaran kita butuhkan dalam pencapaiannya. Sebab dengan penalaran kita dapat mengetahui cara atau tahapan dalam proses pemahaman dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan sebuah informasi yang sebelumnya kita tidak ketahui. Di dalam proses penalaran kita juga telah merasakan proses berfikir secara induktif yang merupakan cara berfikir dimana dalam menarik suatu kesimpulan dimulai dari yang bersifat umum dari berbagai kasus ke yang bersifat individual. Sedangkan berfikir deduktif yaitu cara berfikir dalam rangka menarik kesimpulan yang dimulai dari pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus (individual) kemudian dilanjutkan dengan pernyataan bersifat umum. Yang dimana fungsi dari proses tersebut amatlah dibutuhkan pada saat kita menarik kesimpulan.


2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan

JAWAB :

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Untuk mendapatkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan dari suatu penelitian ilmiah, dibutuhkan banyak fakta yang dikumpulkan dan harus melalui tahap pengujian untuk dicari tahu kebenaran dari fakta tersebut.

Setelah semua fakta dan data terkumpul dan teruji, maka peran penalaranpun dibutuhkan. Bisa dengan metode induktif ataupun deduktif tergantung dari sifat data dan kebutuhan sang peneliti. Oleh karena itu proses penalaran ilmiah tidak akan pernah terlepas untuk mencari dan menghasilkan sebuah kesimpulan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

JAWAB :

  1. Silogisme Kategorik

contoh :

PMa : Semua tanaman membutuhkan oksigen
PMi : Pohon adalah tanaman
K : Pohon membutuhkan oksigen

2. Silogisme Hipotetik

contoh :

PMa : Jika masi sakit, Budi tak akan datang ke sekolah.
PMi : Hari ini Budi masih sakit.
K : Jadi Budi tak berangkat ke sekolah

3. Silogisme Disjungtif

contoh :

P1 : Heri cerdas atau bodoh
P2 : Heri bodoh
K : Berarti Heri tidak cerdas


4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

JAWAB :

Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

Macam-macam Penalaran Deduktif

Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :

Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

 

Penalaran Induktif
Pengertian Penalaran Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Macam-macam Penalaran Induktif
Macam-macam penalaran induktif diantaranya :

Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.

Contoh generalisasi:

Jika ada udara, manusia akan hidup.

Jika ada udara, hewan akan hidup.

Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.

∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

Macam-macam generalisasi:

Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.

Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki


5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

JAWAB :

PENALARAN DEDUKTIF :

Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

PENALARAN INDUKTIF :

Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

 

Tugas 10 [M.Nizar Ayubi]

Pertanyaan :

Untuk membuat karya tulis yang baik dan benar diperlukan daya kreasi/imajinasi dan penalaran.

Kita sudah mempelajari materi bahan ajar yang membahas perihal penalaran dalam konteks membuat karya tulis.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan memahami materi tersebut, kerjakan tugas berikut ini :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

Status : 100%

Keterangan : Sudah dikerjakan

Pembuktian :

Penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Definisi Penalaran Menurut Para Ahli:

Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk, yang menuju kepada suatu kesimpulan.

Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa penalaran atau reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.

Suria Sumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa  pengetahuan.

 

Tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)?

Tujuan dari penalaran ialah dengan maksud menemukan sebuah kebenaran atau fakta, penalaran sendiri bertolak dengan ilmu pengetahuan yang telah kita miliki dimana kita memang tau sesuatu yang benar dan yang salah.

 

Beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya

Silogisme adalah suatu argumen yang bersifat deduktif yang mengandung tiga proporsi kategori yakni dua premis dan satu kesimpulan. Masing-masing premis itu yakni premis mayor (premis umum) biasanya disingkat PU dan premis minor (premis khusus) bisanya disingkat PK.

Kriteria silogisme sebagai barikut :
Premis Umum (PU) : Menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B)
Permis KhusuS (PK) : Menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (=C) adalah golongan tertentu itu (=A)
Kesimpulan (K) : Menyatakan bahwa sesuatu atau sesorang itu (=C) memiliki sifat atau hal tersebut pada B (=B)

Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika dirumuskan sebagai berikut :
PU : A = B
PK : C = A
K : C = B
A = semua anggota golongan tertentu
B = sifat yang ada pada A
C = sesorang atau sesuatu anggota A

Contoh :
Silogisme salah yaitu silogisme yang salah satu premisnya salah atau mungkin penalarannya salah, maka kesimpulannyapun tentu akan salah sehingga penarikan kesimpulannya sering tidak logis dan tidak dapat dipercaya kebenarannya.

Contoh :
PU : Prasetyo pelajar teladan
PK : Prasetyo putra seorang guru
K : Putra seorang guru pasti pelajar teladan

 

Penjelasan tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang bermula dari peristiwa umum, yang telah diketahui dan diyakini kebenarannya, dan menghasilkan kesimpulan baru yang bersifat lebih khusus. Bentuk sederhana dari penalaran adalah silogisme, yaitu proses penalaran dimana dari dua pernyataan ditarik dalam satu pernyataa baru yang disebut konklusi.

Contoh :

Premis 1 : Jika matahari terik, maka jemuran akan kering

Premis 2 : Sekarang jemuran kering

Konklusi : Maka matahari terik

Penalaran Induktif adalah proses menarik kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus.

Dalam penalaran induktif pun masih terdiri dari 3 bentuk penalaran :

  1. Generalisasi

Adalah proses penalaran yang tidak sesuai dengan peristiwa individual dalam menuju kesimpulan umumnya.

Contoh :

–          Bunga mawar terlihat cantik, dan baunya harum.

–          Bunga melati bunga yang cantik dan baunya harum.

 

Contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif
a. Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Jenis Paragraf Induktif
Paragraf Induktif sendiri dibagi menjadi 3jenis yakni :
1. Paragraf Induktif generalisasi adalah suatu pola pengembangan paragraf yang bertolak dari sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju sebuah kesimpulan. Kesimpulan generalisasi didahului dengan penalaran generalisasi. Penalaran generalisasi pun dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf. caranya penulis lebih dulu menyajikan sejumlah peristiwa khusus dalam bentuk kalimat.Kemudian pada bagian akhir paragraf itu diakhiri dengan kalimat yang berisi generalisasi dari peristiwa khusus yang telah disebutkan pada bagian awal. Kalimat terakhir biasanya berisi gagasan utama paragraf.
2. Paragraf Induktif Analogi merupakan pola penyusunan paragraf berupa perbandingan dari dua hal yang mempunyai sifat sama.Pengembangan paragraf secara analogi ini didasarkan adanya anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam hal yang lain.
3. Paragraf Induktif Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan beberapa fakta yang mempunyai pola hubungan sebab-akibat.
Contoh Paragraf Induktif 1
Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertentu. Selanjutnya, tampillah trotoar tersebut sebagai etalase khusus. Bahkan, banyak barang khas trotoar terkenal di Jakarta yang tidak bisa dijumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilanya yang khas.
Contoh Paragraf Induktif 1
Di buku ada banyak ilmu yang dapat kita pelajari. Dengan membaca buku, kita dapat menguasai ilmu pengetahuan. Kita bisa tahu banyak informasi di bidang apa pun dari buku. Jadi, memang tak salah jika buku dijuluki sebagai gudang ilmu.
b. Paragraf Dedukatif adalah bagian suatu karangan yang mengandung satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas.Bedasarkan letak kalimat utama dan penjelasnya paragraf dibagi menjadi paragraf deduktif dan paragraf induktif.
Pengertian paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat kalimat penjelas.
Contoh paragraf deduktif 1:
 
Pemuda warga desa Tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk duduk di pinggir jalan pada saat jam jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi orang tua dan memberi pengertian pentingnya belajar bagi anak anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul – kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan dan diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul18.00 sampai pukul 20.00.Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah kalimat yang pertama  yaitu , Pemuda warga desa tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib.
Contoh Paragraf deduktif  2 :
Tikus adalah musuh petani yang sangat merugikan. Berpuluh-puluh hektar lebih sawah di berbagai daerah mengalami gagal panen disebabkan padinya dimakan tikus.Tanaman lain seperti singkong pun tak luput menjadi korbannya, bahkan buah petai cina yang sudah tua juga habis digerogoti binatang ini. Tak hanya itu saja bahkan binatang ternak seperti ayam dan bebek pun juga diserang tikus.

SENNA 99624 BI103Z TUGAS10

  1. Pertanyaan  :
    1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
    2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
    3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
    4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
    5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!
  2. Status           : 100 %
  3. Keterangan  : Telah dikerjakan dengan baik
  4. Jawaban      :
    1. Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan / pengetahuan yang dapat bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Dalam pengertian yang lain, penalaran adalah suatu proses berpikir yang logis dengan berusaha menghubung-hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan.
    2. Untuk mendapatkan kesimpulan yang dapat di pertanggung jawabkan dari suatu penelitian ilmiah, dibutuhkan banyak fakta yang dikumpulkan dan harus melalui tahap pengujian untuk dicari tahu kebenaran dari fakta tersebut. Setelah semua fakta dan data terkumpul dan teruji, maka peran penalaranpun dibutuhkan. Bisa dengan metode induktif ataupun deduktif tergantung dari sifat data dan kebutuhan sang peneliti. Oleh karena itu proses penalaran ilmiah tidak akan pernah terlepas untuk mencari dan menghasilkan sebuah kesimpulan ilmiah yang dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.
    3. Jenis-jenis Silogisme :
      1. Silogisme Kategorial

        Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:

        Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor/ Premis Umum)
        Akasia adalah tumbuhan (Premis Minor / Premis Khusus).
        Akasia membutuhkan air (Konklusi / Kesimpulan

      2. Silogisme Hipotetik

        Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Contoh:

        Jika hujan saya naik becak.(mayor)
        Sekarang hujan.(minor)
        Saya naik becak (konklusi)

      3. Silogisme Alternatif

        Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:

        Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
        Nenek Sumi berada di Bandung.
        Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

      4. Entimen

        Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:

        Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
        Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

      5. Silogisme Disjungtif

        Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Contoh:

        Heri jujur atau berbohong.(premis1)
        Ternyata Heri berbohong.(premis2)
        Ia tidak jujur (konklusi).

    4. Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.

      Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.

    5. Contoh paragraf deduktif :
      Musim pancaroba atau disebut juga sebagai masa peralihan antara musim kemarau dengan musim penghujan merupakan suatu musim yang harus diwaspasai karena banyak penebaran bibit penyakit. Hujan turun tidak merata, dan masih ada daerah lain yang masih panas ini akan banyaknya debu yang berterbangan dimana-mana karean angin di kawasan hujan tidak merata.

      Sehingga pada musim ini banyak yang mengalami sakit terutama bagi anak-anak dan lansia yang merupakan paling rentan terkena penyakit. biasanya penyakit yang sering menginfeksi pada musim ini yaitu batuk, pilek, bersin, sesak napas, dan ada juga penyakit lain yang berbahaya seperti demam berdarah dan diare.

      Contoh paragraf induktif :

      Siapa yang tidak kenal dengan tanaman gelombang cinta, gelombang cinta salah satu jenis anthurium yang memiliki harga yang lumayan mahal. Selain gelombang cinta ada juga Jenmani juga yaitu jenis anthurium yang kini sedang banyak dicari, maka itu diberi harga yang cukup mahal.

      Bukan karena harganya yang mahal, tanaman jenmani banyak dicari oleh penghobi tanaman hias dikarenakan tanaman jenmani memiliki daun yang indah. Sebenarnya bukan hanya tanaman jenmani dan gelombang cinta yang banyak dicari penghobi tanaman hias, namun berbagai jenis anthurium pasti banyak dicari penghobi tanaman hias karena keindahannya.