Daily Archives: May 2, 2018

SENNA 99624 BI103Z TUGAS10

  1. Pertanyaan  :
    1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
    2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
    3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
    4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
    5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!
  2. Status           : 100 %
  3. Keterangan  : Telah dikerjakan dengan baik
  4. Jawaban      :
    1. Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan / pengetahuan yang dapat bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Dalam pengertian yang lain, penalaran adalah suatu proses berpikir yang logis dengan berusaha menghubung-hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan.
    2. Untuk mendapatkan kesimpulan yang dapat di pertanggung jawabkan dari suatu penelitian ilmiah, dibutuhkan banyak fakta yang dikumpulkan dan harus melalui tahap pengujian untuk dicari tahu kebenaran dari fakta tersebut. Setelah semua fakta dan data terkumpul dan teruji, maka peran penalaranpun dibutuhkan. Bisa dengan metode induktif ataupun deduktif tergantung dari sifat data dan kebutuhan sang peneliti. Oleh karena itu proses penalaran ilmiah tidak akan pernah terlepas untuk mencari dan menghasilkan sebuah kesimpulan ilmiah yang dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.
    3. Jenis-jenis Silogisme :
      1. Silogisme Kategorial

        Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:

        Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor/ Premis Umum)
        Akasia adalah tumbuhan (Premis Minor / Premis Khusus).
        Akasia membutuhkan air (Konklusi / Kesimpulan

      2. Silogisme Hipotetik

        Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Contoh:

        Jika hujan saya naik becak.(mayor)
        Sekarang hujan.(minor)
        Saya naik becak (konklusi)

      3. Silogisme Alternatif

        Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:

        Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
        Nenek Sumi berada di Bandung.
        Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

      4. Entimen

        Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:

        Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
        Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

      5. Silogisme Disjungtif

        Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Contoh:

        Heri jujur atau berbohong.(premis1)
        Ternyata Heri berbohong.(premis2)
        Ia tidak jujur (konklusi).

    4. Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.

      Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.

    5. Contoh paragraf deduktif :
      Musim pancaroba atau disebut juga sebagai masa peralihan antara musim kemarau dengan musim penghujan merupakan suatu musim yang harus diwaspasai karena banyak penebaran bibit penyakit. Hujan turun tidak merata, dan masih ada daerah lain yang masih panas ini akan banyaknya debu yang berterbangan dimana-mana karean angin di kawasan hujan tidak merata.

      Sehingga pada musim ini banyak yang mengalami sakit terutama bagi anak-anak dan lansia yang merupakan paling rentan terkena penyakit. biasanya penyakit yang sering menginfeksi pada musim ini yaitu batuk, pilek, bersin, sesak napas, dan ada juga penyakit lain yang berbahaya seperti demam berdarah dan diare.

      Contoh paragraf induktif :

      Siapa yang tidak kenal dengan tanaman gelombang cinta, gelombang cinta salah satu jenis anthurium yang memiliki harga yang lumayan mahal. Selain gelombang cinta ada juga Jenmani juga yaitu jenis anthurium yang kini sedang banyak dicari, maka itu diberi harga yang cukup mahal.

      Bukan karena harganya yang mahal, tanaman jenmani banyak dicari oleh penghobi tanaman hias dikarenakan tanaman jenmani memiliki daun yang indah. Sebenarnya bukan hanya tanaman jenmani dan gelombang cinta yang banyak dicari penghobi tanaman hias, namun berbagai jenis anthurium pasti banyak dicari penghobi tanaman hias karena keindahannya.