Tugas 8 [M. Nizar Ayubi]

Instructions

Silakan pelajari tuntas lesson 8 yang berhubungan dengan pembahasan Diksi atau Pilihan Kata. Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[rujukan?] Arti kedua, arti “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya..

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih luas lagi yang berhubungan dengan lesson 8 ini silakan kerjakan tugas berikut ini

Postingkan jawaban Anda di iMe Class

Buatkan jawaban sesuai standard idu

Pertanyaan :

  1. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  3. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  4. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  5. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Jawaban dapat dicari/diambil dari berbagai sumber (internet)

Selamat belajar dan mengerjakan tugas

Keterangan : 100%

Status : Sudah dikerjakan

Pembuktian:

  1. POLISEMI

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh Kalimat Polisemi

Darah:

Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)

Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)

 

  1. SINONIM

Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata.

Contoh :

Cerdas = Pintar = Pandai

Dani adalah anak yang cerdas.

Riki adalah anak yang pintar.

Shinta adalah anak yang pandai.

 

  1. HIPONIM

Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim.

Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.

Contoh :

Hipernim = Sepatu

Hiponim = High Heels, Wedges, Stilleto, Sneakers, Boot, Skate

Hipernim = Mobil

Hiponim = Sedan, Chooper, SUV, Jeep, Minibus, Bus

 

  1. MAJAS

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan

  • Semangatnya keras bagaikan baja. (Asosiasi)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur (Metafora)
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut. (Personifikasi)
  • Melati, lambang kesucian. (Alegori)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api) (Metonimia)
  • Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Sinekdok)
  • Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. (Simile)

 

2). Majas Pertentangan

  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. (Antitesis)
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. (Paradoks)
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa. (Hiperbola)
  • Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
    ini? (Litotes)

 

3). Majas Sindiran

  • Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca. (Ironi)
  • Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu. (Sinisme)
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! (Sarkasme)

 

4). Majas Penegasan

  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. (Pleonasme)
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. (Repetisi)
  • Cinta adalah pengertian (Pararelisme)
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja. (Tautologi)
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak. (Klimaks)
  • Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu. (Antiklimaks)
  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja? (Retorik)

 

  1. HOMOFON dan HOMOGRAF

Homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda.

Contoh:

  • Aku bertemu Bang Indra di pasar kemarin.
  • Aku pergi ke Bank BRI kemarin.

Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.

Contoh:

  • Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.
  • Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.

Leave a Reply