Daily Archives: April 23, 2018

Pertemuan 8 – BI103Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Pertanyaan

  1. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  3. Berikan  penjelasan yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  4. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  5. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Jawaban


1.  Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh:

  • Api

Api berkobar di perumahan kencana hingga meluluh – lantakan seluruh harta benda warga. (Api berarti api)

Ani dan Budi sedang mesra-mesranya karena sedang terbakar api asmara. (Api asmara berarti rasa cinta)

  • Bulan

Budi dan keluarganya akan pergi umroh pada bulan Januari. (Bulan berarti bulan kalender)

Bulan malam ini terlihat sangat cantik sekali. (Bulan berarti bulan di langit)

Pacarku sedang marah kepadaku karena efek dari datang bulan. (Bulan berarti haid)

 

2. Sinonim adalah kosa kata yang memiliki perbedaan bentuk namun memiliki makna arti yang sama. Pada penerapannya pemilihan penggunaan kata hanya disesuaikan dengan kalimatnya. Sinonim dapat juga dikatakan sebagai persamaan kata ataupun padanan kata.

Contoh:

Dinding = Tembok
Kursi = Bangku
Ganteng = Tampan
Jelek = Buruk

 

3. Hiponim atau kata khusus adalah kata atau frase yang terdapat di dalam cakupan kata umum. Cakupan dari hiponim dapat dikatakan lebih sempit dan objektif. Seperti misalnya kata “apel, jeruk, anggur, semangka”, kata-kata tersebut memiliki kata umum “Buah” yang artinya semua kata apel, jeruk, anggur dan semangka merupakan bagian dari buah. Dengan kata lain, jika kata umum adalah kata yang mewakili berarti hiponim atau kata khusus adalah kata atau frase yang terwakili.

Contoh:

  • Hiponim dari Burung : Burung Camar, Burung Elang, Burung Kutilang, Burung Kakak Tua, Burung Love bird
  • Hiponim dari Pohon : Pohon Beringin, Pohon Akasia, Pohon Mangga, Pohon Durian, Pohon Cemara

 

4. Majas atau gaya bahasa merupakan pemanfaatan kekayaan bahasa dalam menggunakan kata-kata baik kata benda, kata sifat dan sebagainya, pemakaian ragam tertentu tersebut bertujuan untuk memperdalam makna yang diutarakan. Dengan kata lain, majas adalah bahasa kiasan yang digunakan penutur untuk mempertajam maksud yang diutarakan. Majas banyak digunakan dalam karya sastra antara lain seperti puisi dan prosa.

Pada dasarnya majas dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan pemanfaatan kekayaan bahasanya antara lain majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan, dan majas perulangan.
1.   Majas Perbandingan
 
Majas perbandingan merupakan gaya bahasa yang membandingkan antara satu benda dengan benda yang lain. Baik itu perbandingan yang nampak jelas atau eksplisit yang menggunakan konjungsi pembanding seperti, bagaikan, seumpama, bak, dan sebagainya maupun perbandingan yang tidak begitu jelas atau samar atau implisit yang ditandai dengan tak adanya penggunaan konjungsi pembanding. Majas perbandingan dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:

A.   Personifikasi

Personifikasi adalah gaya bahasa yang membandingkan benda yang tidak bernyawa seolah-olah menjadi bernyawa atau hidup.

Contoh: “Kemacetan di Jakarta membuat jutaan kendaraan yang terjebak macet bagaikan semut yang sedang berbaris.”

B.   Metafora

Metafora adalah majas yang membandingkan antara dua benda tanpa menggunakan kata penghubung.

Contoh: “Lidah adalah pedang yang paling tajam.”

C.   Simile

Simile adalah majas atau gaya bahasa yang membandingkan antara dua hal atau benda dengan menggunakan kata penghubung.

Contoh: “Pipi gadis itu memerah bak udang rebus ketika ia dipuji kekasihnya.”

2.   Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah gaya bahasa yang menyatakan pertentangan terhadap maksud yang sebenarnya oleh pembicara atau penulis yang bertujuan untuk membuat pendengar ataupun pembaca seakan terheran-heran dengan ucapannya. Majas pertentangan dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:
A.   Hiperbola
Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang pengungkapannya terlalu dilebih-lebihkan sehingga membuat pendengar seakan terheran-heran.
Contoh: “Kekayaan Pak Andri tak akan habis tujuh turunan.”
B.   Litotes
Majas litotes adalah gaya bahasa yang penuturannya dengan cara merendahkan diri sendiri agar membuat orang seakan-akan merasa simpati.

Contoh: “Jika nanti ada waktu, mari mampir sejenak ke gubukku!”

C.   Ironi
Majas Ironi adalah gaya bahasa yang penuturannya merupakan sindiran dengan menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan fakta yang sesungguhnya.

Contoh: “Cerdas sekali kamu, bahkan dari sepuluh soal ujian matematika kamu hanya salah sembilan soal.”

D.   Oksimoron
Oksimoron adalah majas pertentangan yang mempertentangkan bagian demi bagian yang diungkapkan.

Contoh: “Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda.”

3.   Majas Pertautan
Majas Pertautan adalah gaya bahasa yang bertautan atau berasosiasi dengan gagasan atau ide pokok, ingatan maupun aktifitas panca indra pembicara atau penulisnya. Perbedaan asosiasnya atau pertautannya membuat majas pertautan dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:
A.   Metonimia

Majas yang dalam penuturannya terdapat asosiasi antara kata yang diungkapkan dengan merek atau benda yang memiliki kesamaan yang sama.

Contoh: “Belikan ayah Aqua di warung depan rumah!”

B.   Sinekdoke
Yaitu majas yang mengungkapkan sebagian untuk keseluruhan (pars pro toto) atau keseluruhan untuk sebagian (totem pro part).

Contoh: “Rakyat berpesta menyambut Jokowi yang akan datang pada pagi ini.”  (pars pro toto)
“Aku melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri.” (totem pro part)

C.   Alusio
Majas alusio adalah majas yang pengungkapannya menautkan peribahasa di dalamnya.

Contoh: “Jadilah orang yang banyak bicara karena biasanya orang yang banyak bicara itu adalah orang bodoh seperti tong kosong nyaring bunyinya.”

D.   Inversi
Majas inversi adalah gaya bahasa yang penngungkapannya dengan cara  mengubah susunan kalimat.

Contoh: “Hancurlah hatinya menyaksikan kekasihnya jatuh ke pelukan lelaki lain.”

4.   Majas Perulangan

Majas perulangan dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:

A.   Aliterasi
Majas aliterasi adalah gaya bahasa yang penuturannya dengan mengulang konsonan yang sama.

Contoh: “Malam kelam suram, hatiku semakin muram.”

B.   Antanaklaris
Majas antanaklaris adalah majas yang pengungkapannya menggunakan dan mengulang kata yang sama namun dengan arti yang berbeda.

Contoh: “Buah hatinya menjadi buah bibir tetangga-tentangganya.”

C.   Repetisi
Majas repetisi adalah gaya bahasa yang mengulang-ulang kata, frasa, ataupun klausa yang dipentingkan.

Contoh: “Di taman inilah aku bertemu dengan dia, di taman ini lah dua tahun yang lalu aku menyatakan cinta kepadanya dan di taman inilah satu tahun yang lalu hari terakhir aku bertemu dengan dirinya.”

D.   Paralelisme
Majas paralelisme adalah majas yang secara terus menerus mengulang kata yang sama dengan makna yang sama bertujuan untuk memperkuat makna.

Contoh: “Hidup adalah perjuangan, hidup adalah persaingan, hidup adalah kemenangan.”

5. Homofon adalah ragam bahasa indonesia yang semakin memperkaya kekayaan dalam Bahasa Indonesia. Homofon merupakan kata-kata yang dalam pelafalannya sama namun dalam penulisan serta makna berbeda. Kata homofon dapat dikenali hanya dengan melihat bentuk penulisannya namun jika hanya mendengarkan seseorang yang menuturkannya, kata homofon sulit untuk dimaknai.
Contoh :
Bank = Bang
  1. Aku tadi pagi pergi ke bank untuk menabung.
  2. Bang Andi adalah orang yang selalu ada buatku.
Pada kalimat pertama makna bank berarti tempat menabung, meminjam uang, mengirim uang dan sebagainya.
Pada kalimat kedua makna bang adalah kakak atau mas.
Rok = Rock
  1. Indah menggunakan rok yang sangat indah sekali.
  2. Band rock asal India itu bersiap mengguncang Senayan akhir pekan ini.
Pada kalimat pertama makna rok berarti pakaian bawahan wanita.
Pada kalimat kedua rock berarti genre atau aliran musik.
Homograf adalah keragaman sastra Bahasa Indonesia yang terdapat pada kata yang memiliki kesamaan dalam penulisan namun perbedaan makna dan perbedaan bunyi. Kata homograf sulit dibedakan maknanya apabila hanya berbentuk kata. Namun jika disandingkan dengan kalimat makna tersebut baru bisa terlihat dan mudah untuk dimengerti maksudnya.
Contoh :
  • Ketika disandingkan cowok tampan itu, wajah bunga langsung memerah. (e pada merah)
  • Pak Usup setiap pagi selalu memerah sapi untuk dijual ke pedagang. (e pada emas)
  • Sebelum masuk rumah gunakan keset untuk membersihkan kotoran pada kakimu. (e pada merah)
  • Kaca itu terlihat sangat bersih dan keset jika dipegang. (e pada emas)
  • Kenapa pagi ini budi tidak datang apel? (e pada merah)
  • Buah apel sangat kaya akan Vitamin C di dalamnya. (e pada emas)

Tugas 8 [M. Nizar Ayubi]

Instructions

Silakan pelajari tuntas lesson 8 yang berhubungan dengan pembahasan Diksi atau Pilihan Kata. Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[rujukan?] Arti kedua, arti “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya..

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih luas lagi yang berhubungan dengan lesson 8 ini silakan kerjakan tugas berikut ini

Postingkan jawaban Anda di iMe Class

Buatkan jawaban sesuai standard idu

Pertanyaan :

  1. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  3. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  4. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  5. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Jawaban dapat dicari/diambil dari berbagai sumber (internet)

Selamat belajar dan mengerjakan tugas

Keterangan : 100%

Status : Sudah dikerjakan

Pembuktian:

  1. POLISEMI

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh Kalimat Polisemi

Darah:

Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)

Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)

 

  1. SINONIM

Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata.

Contoh :

Cerdas = Pintar = Pandai

Dani adalah anak yang cerdas.

Riki adalah anak yang pintar.

Shinta adalah anak yang pandai.

 

  1. HIPONIM

Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim.

Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.

Contoh :

Hipernim = Sepatu

Hiponim = High Heels, Wedges, Stilleto, Sneakers, Boot, Skate

Hipernim = Mobil

Hiponim = Sedan, Chooper, SUV, Jeep, Minibus, Bus

 

  1. MAJAS

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan

  • Semangatnya keras bagaikan baja. (Asosiasi)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur (Metafora)
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut. (Personifikasi)
  • Melati, lambang kesucian. (Alegori)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api) (Metonimia)
  • Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Sinekdok)
  • Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. (Simile)

 

2). Majas Pertentangan

  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. (Antitesis)
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. (Paradoks)
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa. (Hiperbola)
  • Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
    ini? (Litotes)

 

3). Majas Sindiran

  • Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca. (Ironi)
  • Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu. (Sinisme)
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! (Sarkasme)

 

4). Majas Penegasan

  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. (Pleonasme)
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. (Repetisi)
  • Cinta adalah pengertian (Pararelisme)
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja. (Tautologi)
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak. (Klimaks)
  • Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu. (Antiklimaks)
  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja? (Retorik)

 

  1. HOMOFON dan HOMOGRAF

Homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda.

Contoh:

  • Aku bertemu Bang Indra di pasar kemarin.
  • Aku pergi ke Bank BRI kemarin.

Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.

Contoh:

  • Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.
  • Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.