SENNA 99624 BI103Z TUGAS8

  1. Pertanyaan :
    1. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
    2. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
    3. Berikan  penjelasan yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
    4. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
    5. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya
  2. Status : 100 %
  3. Keterangan : Telah dikerjakan dengan baik
  4. Jawaban : 
    1. Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Contohnya :
      Buah
      Buah durian adalah salah satu buah terbaik sehingga banyak peminatnya. (Buah berarti buah)
      Kesuksesan adalah buah dari kesabaran dan kerja keras. (Buah berarti hasil)
      Anak itu selalu menjadi buah bibir tetangganya. (Buah bibir berarti bahan pembicaraan)
    2. Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Contohnya :
      Hadir = Datang = Mampir
      Pak guru hadir ke kelas kami tepat waktu.
      Pak guru datang ke kelas kami tepat waktu.
      Pak guru mampir ke kelas kami tepat waktu.
    3. Hiponim merupakan suatu kata yang memiliki arti hierarkies (anggota dari kata yang lebih umum), atau yang biasa disebut dengan kata-kata yang terwakili maknanya oleh kata yang lebih umum. Contohnya :
      Olah Raga : Basket.Voli,Senam
    4. Majas adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk memperindah pola kalimat dengan tujuan agar kalimat tersebut mendapat efek tertentu yang nantinya akan tercipta sebuah kesan imajinatif bagi pembaca atau pendengarnya. Jenis majas dan contohnya :
      1. Majas Personifikasi
        Ialah Majas kiasan yang menggambarkan benda mati yang seolah memiliki sifat kemanusiaan. Contoh: Angin malam ini sangat dingin sehingga membuat jantungku seperti serasa ditusuk ribuan jarum yang amat tajam.
      2. Majas Metafora
        Ialah Majas yang membandingkan dua hal secara langsung dalam waktu yang singkat, seperti mata hati, muka tembok dan sebagainya. Contoh: Pesawat itu membelah cakrawala.
      3. Majas Simile atau Persamaan
        Ialah Majas yang mengungkapkan sesuatu dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung. Seperti kata laksana, bagaikan, seandainya dll. Contoh: Bagaikan Romeo dan Juliet cinta kita takkan terpisahkan.
      4. Majas Metonimia
        Ialah Majas yang menggunakan arti sebuah benda untuk mewakilkan kata tersebut. Contoh: Besok aku akan terbang dengan Garuda Indonesia ( Garuda Indonesia mewakilkan pesawat terbang ).
      5. Majas Litotes
        Ialah Majas yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri dari keadaan sebenarnya. Contoh: Perkenankanlah diriku yang bukan apa-apa ini untuk singgah dihatimu.
      6. Majas Paradoks
        Ialah Majas yang berisi pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada. Contoh: Bentuknya sangar tetapi santun perangainya.
      7. Majas Hiperbola
        Ialah Majas yang berupa sebuah pernyataan yang berlebihan dari kenyataannya, agar terkesan mendalam atau meminta perhatian lebih. Contoh: Wanita itu cantik sekali, secantik bidadari surga.
      8. Majas Eufimisme
        Ialah Majas yang mengungkapkan sesuatu dengan cara yang lebih halus, lembut dan sopan. Contoh: Karena tidak disiplin, karyawan itu diistirahatkan (dipecat).
      9. Majas Asosiasi atau perumpamaan
        Ialah Majas perbandingan antara dua hal namun pada hakekatnya berbeda, tetapi dianggap sama. Contoh: Bisul itu bagaikan gunung yang akan meletus.
      10. Majas Metafora
        Ialah suatu majas yang membandingkan suatu benda dengan benda yang lain karena ada kesamaan atau memiliki sifat yang hampir sama. Contoh: Tika selalu menjadi anak emas di kelasnya.
    5. Homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda. Contohnya : 
      Penyanyi rock legendaris itu memakai rok ketika beraksi di atas panggung.

      Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda. Homograf merupakan kebalikan dari homofon. Contohnya :

      Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.
      Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.
       
      Kata keset pada kalimat pertama berarti alat untuk membersihkan kaki atau sepatu dari kotoran. Sedangkan kata keset pada kalimat ke dua adalah keadaan tangan yang tidak halus.

Leave a Reply