Tugas 3 – BI103Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Anda sudah memiliki karya tulis hasil searching  dari berbagai sumber, dua tulisan dalam bentuk Laporan Tahunan, satu tulisan dalam bentuk tulisan Jurnal Ilmiah. Dari ke tiga contoh tulisan tersebut, tugas Anda minggu ke tiga ini adalah :

  1. Buat uraian/penjelasannya minimal 3 paragraf. Apa manfaat dibuatnya Laporan Tahunan tersebut ditinjau dari kepentingan si pembuat (perusahaan/lembaga/kementerian dll.) dan kepentingan kita (masyarakat) yang membacanya, berikan uraian/penjelasannya. Pendapat dan jawaban  boleh Anda cari dari berbagai sumber.
  2. Apa perbedaan dan persamaan antara Laporan Tahunan dengan Jurnal Ilmiah? Silakan Anda gali dan analisis perbedaan dan persamaannya sebanyak yang Anda ketahui.
  3. Dari ketiga karya tulis yang sudah Anda dapatkan tersebut, buatlah ringkasannya (Sebelum Anda membuat ringkasan sebaiknya Anda baca dan pelajari cara membuat ringkasan di file berikut :  /files/2298583/Membuat_Ringkasan.docx   dan Link I N I

OK Dear. Selamat mengerjakan tugas………semangat terus n enjoy.


Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Jawaban


1.   Laporan Tahunan merupakan laporan perkembangan dan pencapaian yang diraih oleh organisasi dalam satu tahun. Data yang akurat merupakan dasar dalam penyusunan laporan tahunan. Secara umum, laporan tahunan merangkum laporan keuangan dan prestasi yang dicapai oleh organisasi dalam periode satu tahun. Laporan Tahunan juga memuat laporan keuangan dasar dan analisa manajemen atas operasi tahun lalu dan prospek organisasi di masa depan.

Terdapat dua jenis informasi yang diberikan dalam laporan tahunan ini, yaitu :

  • Bagian verbal yang seringkali disajikan sebagai surat dari direktur utama/pejabat berwenang yang menjelaskan hasil aktivitas organisasi di tahun lalu. Dilanjutkan dengan membahas perkembangan baru yang akan mempengaruhi aktivitas organisasi di masa yang akan datang. Penjelasan mengenai program-program kerja yang sudah dilaksanakan dan proyeksi di masa yang akan datang juga disampaikan secara verbal pada Laporan Tahunan.
  • Bagian kuantitatif yang menyajikan laporan keuangan dasar, seperti : Neraca (balance sheet), laporan Laba Rugi (income statement), Laporan Perubahan Modal, dan Laporan arus kas.

Materi kuantitatif dan verbal memiliki arti penting yang sama. Laporan kuantitatif melaporkan apa yang sebenarnya terjadi pada aset, laba dan deviden selama beberapa tahun terakhir. Sedangkan laporan verbal mencoba untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu terjadi dan apa kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Dari kepentingan pembuat, Laporan Tahunan adalah bentuk pertanggungjawaban dan juga sebagai evaluasi terhadap program-program kerja yang telah dilaksanakan oleh organisasi. Informasi yang terkandung dalam Laporan Tahunan diharapkan dapat digunakan untuk membantu meramalkan laba dan deviden di masa depan.

Sedangkan dari kepentingan kita (masyarakat), dengan adanya laporan tahunan kita bisa melihat informasi atas pencapaian kinerja organisasi dalam pencapaian visi, misi dan tujuan dari organisasi tersebut. Untuk laporan tahunan perusahaan, kita juga dapat mengetahui  seberapa besar kelangsungan hidup perusahaan serta prospek yang dialami oleh perusahaan tersebut.

2.   Perbedaan antara Laporan Tahunan dengan Jurnal Ilmiah:

  • Laporan Tahunan berisi tentang laporan perkembangan dan pencapaian yang diraih oleh sebuah organisasi, sedangkan Jurnal Ilmiah berisi artikel-artikel ilmiah yang berhubungan dengan pengetahuan dan penelitian atau temuan baru.
  • Laporan Tahunan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh pemangku kepentingan suatu organisasi, sedangkan Jurnal Ilmiah disusun untuk menyebarkan pengetahuan  kepada masyarakat utamanya kalangan profesional.
  • Isi dari Laporan Tahunan disusun oleh organisasi yang membuat Laporan, sedangkan artikel  isi pada Jurnal Ilmiah berasal dari penulis-penulis yang berbeda-beda (tidak dalam satu organisasi).

      Persamaan antara Laporan Tahunan dengan Jurnal Ilmiah:

  • Laporan Tahunan dan Jurnal Ilmiah sama-sama diterbitkan secara teratur pada interval tertentu.
  • Sama-sama disusun dalam bentuk dokumentasi tertulis.
  • Sama-sama bersifat Obyektif, berarti data dan informasi sesuai dengan fakta kebenarannya.

3.   Ringkasan Karya Tulis:

A. Laporan Tahunan Bank Mandiri – 2006;

Pada Laporan Tahunan Bank Mandiri – 2006, Bank Mandiri menyampaikan hasil-hasil kemajuan dalam perjalanan transformasinya yang dimulai pada pertengahan 2005. Untuk mewujudkan aspirasi Bank Mandiri untuk menjadi pelaku utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank, Bank Mandiri melakukan perbaikan tata kelola perusahaan
(corporate governance), manajemen risiko dan kualitas aktiva.

Pada tahun 2006 ini, Bank Mandiri membukukan peningkatan laba bersih sebesar 301%, bersamaan dengan membaiknya kualitas aktiva produktif dan meningkatnya kualitas pelayanan Bank Mandiri kepada nasabah.  Bank Mandiri tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank dalam memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance. Bank Mandiri juga tetap berusaha untuk merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang diambilnya.

Di tahun 2006 ini Bank Mandiri fokus pada efektivitas penerapan GCG. Kemajuan dalam implementasinya telah mengundang penghargaan dari masyarakat internasional. Empat Komite di Bank Mandiri yang bertanggung jawab atas Corporate Governance, Kebijakan Risiko, Audit dan Nominasi dan Remunerasi memastikan agar prinsip-prinsip good corporate governance diterapkan secara komprehensif, manajemen risiko dijalankan secara efektif dan efisien serta pengembangan manajemen dan sistem sumber daya manusia yang menunjang terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dalam pengembangan profesionalisme, baik untuk kepentingan karyawan maupun Bank Mandiri itu sendiri, dapat terlaksana dengan baik.

Bank Mandiri juga berupaya untuk memastikan bahwa manajemen risiko diterapkan
dengan efektif dan efisien dengan mengkaji risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional secara periodik serta memantau efektivitas pengawasan internal untuk menekan fraud.

B. Laporan Tahunan Ristekdikti – 2016;

Laporan Tahunan Ristekdikti – 2016 menyampaikan pencapaian yang diperoleh setelah peleburan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kementerian
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Proses transformasi dan sinergi antar kedua lembaga telah berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari pencapaian-pencapaian Kemenristekdikti sebagai akomodator kepentingan penelitian, kemajuan teknologi, dan perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Beberapa di antara capaian tersebut antara lain adanya peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK), akses beasiswa pendidikan tinggi bagi masyarakat yang semakin luas, terselesaikannya peraturan- peraturan strategis terkait riset dan pendidikan tinggi di Indonesia dan berbagai kegiatan untuk mendorong munculnya produk-produk inovasi di Indonesia.

Sepanjang tahun 2016, program-program unggulan Kemenristekdikti yang terangkum
dalam 7+1 bidang fokus terbukti menunjukkan hasil yang positif. Hal ini dapat terlihat dalam beberapa hal, pertama, saat ini hasil penelitian dan inovasi tidak hanya menjadi milik para peneliti maupun inovator saja, akan tetapi para pelaku bisnis dan masyarakat luas sudah dapat ikut merasakan manfaatnya. Pencapaian tersebut diraih melalui strategi hilirisasi penelitian dan inovasi oleh Kemenristekdikti. Dampaknya, masyarakat saat ini dapat lebih menikmati produk-produk yang memiliki manfaat untuk meningkatkan potensi ekonomi mereka. Kedua, telah terjadi perbaikan akses dan kualitas pendidikan tinggi. Masyarakat kini memiliki peluang yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan tinggi. Hal ini dapat terwujud dengan terus ditingkatkannya jumlah alokasi beasiswa dari Pemerintah kepada masyarakat
melalui penambahan jumlah kuota penerimaan atau dengan dibukanya beberapa program beasiswa baru. Ketiga, adanya peningkatan sumber daya pendidikan
tinggi melalui langkah-langkah revitalisasi institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

C. Pengembangan ADSB untuk Keselamatan Penerbangan.

Artikel ilmiah mengenai Pengembangan ADSB untuk Keselamatan Penerbangan ini dibuat sebagai tinjauan terhadap sistem navigasi yang ada di bandar udara serta memadukan terhadap sistem navigasi penerbangan yang telah dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi untuk dapat diaplikasikan pada bandar udara di Indonesia.

Automatic Dependant Surveilance Broadcast (ADS-B) merupakan sistem yang didesain untuk menggantikan fungsi radar dalam pengelolaan ruang udara bagi transportasi sipil, dapat berfungsi sebagai pengganti atau untuk suplemen surveillance tradisional pesawat terbang berbasis radar. Penggunaan ADS-B telah mendapat rekomendasi dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada Mei 2006. Dengan menggunakan ADS-B, maka deteksi akan lebih baik dan akurat dibanding apabila menggunakan sistem radar di mana sistem radar yang ada tidak dapat mendeteksi pesawat yang terhalang awan. Penggunaan sistem ADS-B di Indonesia dimulai sejak tahun 2006, dalam suatu kemitraan dengan SITA dan Thales. Secara umum kedua sistem pemantauan penerbangan sangat membantu operator APP (Approach and departure control) dalam hal memberikan gambaran kondisi lalu lintas penerbangan di sekitar bandara.

Dari total 295 bandar udara yang ada, sekitar 255 bandar udara nonradar di antaranya berpotensi membutuhkan perangkat ADS-B untuk Mini ATC dan Surface Movement Monitoring, serta penambahan Ground Station di lokasi lain. Merencanakan penerbangan dalam kaitannya terhadap sumber daya perusahaan yang efektif dan efisen diperlukan agar perusahaan tetap dapat bertahan dalam industri penerbangan. Perlunya peningkatan inovasi teknologi dalam navigasi penerbangan dengan disadari bahwa peran navigasi sangat diperlukan terutama bandar udara yang frekuensi lalu lintasnya cukup tinggi, dengan mengembangkan investasi bidang teknologi navigasi, mengembangkan kerja sama dan pemanfaatan dengan lembaga penelitian, dan meningkatkan peran swasta dalam dunia penerbangan.


About Adi Wibowo

Hobi oprak-oprek hardware komputer (entah untuk service atau hanya sekedar penasaran dengan jeroan pc atau laptop yang dibongkar), sedikit pemrograman aplikasi (vb & php, namun hanya syntax dengan algoritma dasar karena belajar otodidak), handheld gaming dan hanya yang ber-genre RPG, sedikit fotografi, dan independent budget travel (aka backpacking).

Leave a Reply