Agreement iLP BI103Z – Bahasa Indonesia; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Thanks for filling out Agreement iLearning Plus
Here’s what we got from you:

Agreement iLearning Plus

Surat ini tertuang dalam SK nomor : xxx

KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan :

Calon mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja adalah lulusan pendidikan menengah atas atau sederajat yang mengikuti Ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Raharja. Mahasiswa Baru adalah mereka yang lulus Ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Raharja dan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja dengan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan. Pribadi Raharja Card adalah kartu identitas diri yang diberikan kepada mahasiswa baru yang telah memenuhi semua persyaratan sebagai mahasiswa. Registrasi adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) dengan bimbingan Kepala Jurusan, dan pembayaran uang kuliah yang terdiri dari biaya pokok perkuliahan (BPP), biaya SKS, biaya kemahasiswaan dan pencetakan Paket Orientasi Mahasiswa (POM). Kartu Studi Tetap (KST) adalah kartu yang diberikan kepada mahasiswa setiap semester setelah mahasiswa melakukan registrasi.Selain nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), KST berisi pula daftar nama mata kuliah yang berhak diikuti oleh mahasiswa pada semester yang bersangkutan.
Semester adalah waktu kegiatan perkuliahan yang terdiri atas 16 (enam belas) minggu kuliah yang telah di jadwalkan, yang terdiri dari semester ganjil dan genap.

Semester Pendek adalah satuan waktu kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik. Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa dalam satu semester. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah nilai rata-rata terakhir yang diperoleh mahasiswa selama menempuh perkuliahan. Mahasiswa aktif adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti seluruh kegiatan akademik.
Cuti kuliah adalah masa dimana mahasiswa secara resmi menghentikan studinya untuk sementara waktu.
Sivitas akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen, staf dan mahasiswa. Dosen adalah tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Mahasiswa Pribadi Raharja adalah mahasiswa yang terdaftar dan telah memenuhi persyaratan sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Raharja. Alumni adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan program diploma atau sarjana sesuai kurikulum yang berlaku di program studinya dan dinyatakan lulus diploma, sarjana dan pasca sarjana pada sidang komprehensif.

KETENTUAN KHUSUS
Pasal 2

Beberapa istilah yang digunakan dalam konteks penyelenggaraan Model Pembelajaran iLP sebagai berikut :
Program iLP merupakan program yang menerapkan proses pembelajaran secara jarak jauh melalui penggunaan 10 Pillar IT iLearning
Materi Ajar iLP adalah bahan ajar yang dikembangkan dan dikemas dalam beragam bentuk menggunakan 10 Pillar IT iLearning yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Belajar mandiri adalah proses belajar yang didasarkan pada inisiatif mahasiswa dengan bantuan minimal dari pihak lain. Bantuan Belajar adalah segala bentuk kegiatan pendukung yang dilaksanakan oleh pengelola iLP untuk membantu kelancaran proses belajar mahasiswa berupa pelayanan akademik dan administrasi, maupun pribadi menggunakan 10 Pillar IT iLearning. Tutorial adalah bentuk bantuan belajar akademik yang dapat dilaksanakan secara tatap muka maupun melalui pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning. Evaluasi hasil belajar mahasiswa adalah penilaian yang dilakukan terhadap hasil proses belajar mahasiswa dalam bentuk tatap muka (onsite class) dan diluar kelas (offsite class).

Evaluasi hasil belajar secara tatap muka (offsite class) adalah bentuk evaluasi yang dilakukan dengan pengawasan langsung.
Evaluasi hasil belajar secara offsite class adalah evaluasi dengan atau tanpa pengawasan langsung terhadap tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa secara mandiri menggunakan 10 Pillar IT iLearning. Praktik adalah pelatihan keterampilan penerapan teori dengan pengawasan langsung menggunakan sarana dan prasarana yang memenuhi standar minimum. Praktikum adalah tugas terstruktur dan berhubungan dengan validasi fakta atau hubungan antar fakta, yang mendukung capaian pembelajaran (iLearning Outcome) secara utuh sesuai dengan yang disyaratkan dalam kurikulum. 3P adalah 3 unsur yang harus terdapat didalam sebuah tulisan iMe, yang terdiri dari Penelitian, Pandangan, dan Pengalaman. Assignment adalah bentuk tugas mandiri atau kelompok yang diberikan kepada mahasiswa yang memilki batas akhir penyelesaian tugas. Pengalaman lapangan adalah tugas yang dilakukan dalam lingkungan kerja sesuai dengan yang diisyaratkan dalam kurikulum serta dilaksanakan dengan pengawasan langsung. Sistem pendidikan tinggi tatap muka (onsite class) adalah pendidikan tinggi yang menyelenggarakan melalui pertemuan langsung antara tenaga pendidik dengan mahasiswa.

iLearning adalah proses belajar dan pembelajaran yang memanfaatkan paket informasi elektronik untuk kepentingan pembelajaran dan pendidikan yang diakses oleh mahasiswa, kapan saja dan dimana saja menggunakan 10 Pillar IT iLearning.
PAP (Penilaian Acuan Patokan) merupakan penilaian yang membandingkan hasil belajar mahasiswa terhadap suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian ini menunjukkan bahwa sebelum usaha penilaian dilakukan, terlebih dahulu ditetapkan patokan yang akan dipakai untuk membandingkan angka-angka hasil pengukuran agar hasil itu mempunyai arti tertentu. 10 Pillar IT iLearning adalah Sistem Arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari 10 (sepuluh) pilar IT iLearning, meliputi: Rinfo, iDu, iRan, iDuHelp!, Widuri, Rooster, MagicsChannel, iMe dan iSur. Rinfo (Email Raharja.info) adalah layanan komunikasi email (Why Rinfo) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk semua Pribadi Raharja, alat komunikasi utama dan paling vital untuk para Pribadi Raharja. Setiap user Rinfo diberikan kapasitas unlimited. Selain itu juga banyak tersedia aplikasi canggih seperti RinfoH (Why RinfoH). Semua kegiatan yang dilakukan akan mustahil tanpa adanya Rinfo ini. Selain itu, bisa juga dikatakan bahwa Rinfo terintegrasi semua pillar-pillar yang ada.

iDu (iLearning Education) (Why iDu?) merupakan sistem pembelajaran yang baru di kembangkan oleh perguruan tinggi raharja secara online untuk memudahkan civitas kampus dan mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan. iDU bukan merupakan website lokal, tetapi iDU dapat diakses dimanapun dan kapanpun.

iRan (iLearning Raharja Ask & News) (Why iRan) adalah media aplikasi yang dirancang untuk memberikan layanan informasi, kejadian, pengetahuan atau peristiwa umum, maupun khusus di Perguruan Tinggi Raharja. News biasanya berkaitan dengan pekerjaan Wartawan, Wartawan adalah orang yang bekerja memburu, meliput, kemudian menuliskan berita (News). Raharja News yang merupakan bagian dari Kumpulan aplikasi iRaharja.

iDuHelp! adalah pelayanan (Why iDuHelp!) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk melayani kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada Pribadi Raharja yang meliputi, menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan informasi, dan penanganan keluhan-keluhan yang berhubungan dengan TPi ataupun kegiatan kampus yang sesuai dengan ruang lingkup.

Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning) adalah media sharing dan kolaborasi (Why Widuri) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja yang bisa digunakan oleh seluruh Pribadi Raharja. Widuri bisa digunakan untuk membuat laporan penelitian, CV, dan keperluan lainnya yang nantinya bisa menjadi sarana kolaborasi.

Rooster (Role Online System Ticketing Raharja) merupakan sebuah sistem pelayanan informasi dengan menggunakan tiket online (Why Rooster) yang akan diberikan kepada pihak yang terkait, agar dapat memberikan informasi yang cepat, tepar dan akurat. ROOSTER ini telah digunakan pada perguruan Tinggi Raharja yang bertujuan untuk menunjang sistem pelayanan chat online dan offline yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, salah satu contohnya adalah pelayanan iDuHelp! yang sedang berjalan saat ini.

Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) magics adalah media penyimpanan gambar, podcast dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.

iMe (iLearning Media) adalah official portal information sharing (Why iMe?) yang dipersembahkan untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktifitas tridarma.

iSur (iLearning Survey) (Why iSur) adalah sistem survey berbasis web yang digunakan untuk Pribadi Raharja melakukan survey kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lainnya secara online.

SC (Special Contribution) adalah usaha mahasiswa untuk mendapatkan nilai lebih (nilai bonus atau nilai tambahan) dari ketentuan nilai yang sudah dituangkan (pada umumnya dalam bentuk Penilaian Objektif) didalam satu mata kuliah yang diambilnya.

Pasal 3
Prinsip Pendidikan Terbuka dan Pendidikan iLP

Penyelenggaraan Program iLP dilandasi prinsip pendidikan terbuka dan Pendidikan iLP. Pendidikan terbuka mencerminkan derajat kebebasan dalam penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Misalnya, terbuka bagi siapa saja untuk menjadi mahasiswa, berbuka bagi mahasiswa mengambil program studi apa saja atau mata kuliah apa saja yang diminati, terbuka bagi mahasiswa untuk ujian dalam beragam bentuk kapan saja dibutuhkan. Keterbukaan yang disediakan oleh Institusi Perguruan Tinggi Raharja ini menyediakan keluwesan belajar bagi mahasiswa, dalam berbagai derajat intensitas.

Pasal 4
Ciri dari iLP

5 (lima) ciri dari iLP adalah:
Keterpisahan geografis antara pendidik (dosen) dengan mahasiswa;
Keberagaman jalur komunikasi dan interaksi sinkron maupun asinkron antara peserta pendidik dengan mahasiswa, dengan dosen, dengan sumber belajar lainnya. Misalnya: Menggunakan RinfoHangout untuk chatting dan videocall dan email Rinfo antara pendidik dengan mahasiswa sebagai jalur komunikasi.
Pemanfaatan beragam media pembelajaran untuk menyampaikan pembelajaran. Misalnya: Menggunakan iDu sebagai media pembelajaran iLP.

Ketersediaan beragam layanan bantuan belajar bagi mahasiswa, misalnya menggunakan iDuHelp!
Pengorganisasian proses pendidikan dalam pendidikan dalam satu institusi secara garis besar menggunakan 10 Pillar IT iLearning.
iLP dilandasi pada pendidikan terbuka, sehingga menyediakan keluwesan belajar bagi mahasiswa lintas ruang dan waktu.

Pasal 4
3 (tiga) Prinsip Penyelenggaraan iLP

Secara umum, 3 (tiga) prinsip dalam penyelenggaraan iLP meliputi akses, pemerataan dan kualitas.
Akses: Keinginan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan telah menjadi pemicu utama untuk menyelenggarakan sistem iLP. Berdasarkan paradigma akses ini, sistem iLP menerapkan prinsip industrialisasi yaitu sifat pendidikan yang massal untuk mencapai keuntungan ekonomis. Secara khusus, Perkembangan Teknologi Informasi yang pesat mendukung sistem iLP sebagai sistem pendidikan fleksibel yang dapat meningkatkan keterbukaan pendidikan, meminimalkan keterbatasan waktu, tempat, dan kendala ekonomi maupun demografi seseorang untuk memperoleh pendidikan.
iLP memerlukan kemandirian dan disiplin dari peserta didik untuk menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri. Tanpa motivasi dan disiplin, peserta didik tidak bisa memanfaatkan iLP secara optimal. untuk itu akses terhadap pembelajaran pada sistem iLP ini diharuskan dosen dan peserta didik untuk meluangkan waktu secara khsusus untuk melakukan aktifitas belajar mengajar secara online. Tentang pengaturan jumlah jam yang harus disediakan waktu khusus ini diatur pada pasal 9.
Pemerataan: Dilandaskan pada keadilan dan kesamaan hak untuk memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam proses pendidikan, bagi siapa saja tanpa batasan kendala apapun. Karakteristik dari sistem iLP yang fleksibel lintas ruang, waktu dan sosial ekonomi dalam membuka akses terhadap pendidikan menyebabkan sistem iLP menarik bagi kalangan. Melalui iLP setiap orang dapat memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan keluarga, rumah, pekerjaan, dan tidak kehilangan kesempatan berkarir.

Kualitas: Berdasarkan karakteristik proses pembelajaran yang terjadi dalam sistem iLP, kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, dan bahan ujian biasanya dikemas dalam bentuk standar untuk didistribusikan lintas ruang dan waktu dengan menggunakan berbagai Teknologi Informasi. Untuk menjamin kualitas secara intrinsik, penyelenggaraan program iLP memenuhi persyaratan:

Didasarkan pada kegiatan perencanaan yang sistemik berkenaan dengan kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, instrumen, dan sistem evaluasi.

Berbasis TIK dengan menggunakan 10 Pillar IT iLearning
Memanfaatkan sistem penyampaian pembelajaran yang inovatif dan kreatif
Menyelenggarakan proses pembelajaran interaktif dengan memungkinkan kesempatan onsite class.
Mengembangkan dan membina tingkat kemandirian dan softskills mahasiswa.
Menyediakan layanan pendukung yang berkualitas (administrasi akademik, bantuan belajar mahasiswa, unit sumber belajar untuk layanan administrasi dan mahasiswa, akses dan infrastruktur).

Kualitas iLP bagaimana dapat diukur yaitu melalui pendapat peserta didik, dosen, pemangku kebijakan dengan survey. Ada beberapa unsur misalnya untuk dosen, untuk materi bahan ajar, untuk instrastruktur, dan lain sebagainya dengan memberikan nilai pada survey.

Audit Mutu Pembelajaran iLP dilakukan dengan sistem penjaminan mutu internal melalui ISO 9001:2008.

Pasal 5
Program iLP

Modus Ganda
Program yang dikembangkan oleh iLP adalah menggunakan Modus Ganda. Dimana Modus Ganda adalah berbentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan baik secara tatap muka (onsite class) maupun perkuliahan diluar kelas (offsite class). Modus ganda ini sering dikenal dengan nama “dual mode”.
Modus Ganda Paralel: satu program pendidikan secara utuh ditransformasikan ke dalam penyelenggaraan offsite class, sementara penyelenggaraan program pendidikan secara tatap muka masih tetap diselenggarakan dengan komposisi 20% Onsite Class dan 80% offsite class.

Modus Ganda Kombinasi: Satu program pendidikan mentransformasikan beberapa mata kuliahnya ke dalam penyelenggaraan modus offsite class sementara mata kuliah lain masih tetap diselenggarakan melalui offsite class. Modus Ganda Kombinasi ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak memenuhi kuota kelas pada setiap awal proses buka tutup kelas.
Modus konsorsium: berbentuk jejaring kerjasama penyelenggaraan pendidikan iLP lintas satuan pendidikan dengan lingkup wilayah nasional dan/atau internasional.

Pasal 6
Standar Nasional Pendidikan

Penyelenggaraan Program iLP dilaksanakan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (NSP) dengan mengutamakan hal berikut:
Penggunaan berbagai media komunikasi.
Penggunaan sistem penyampaian pembelajaran yang mahasiswa dan pendidikannya terpisah.
Penggunaan metode pembelajaran interaktif berdasarkan konsep belajar mandiri, terstruktur, terbimbing yang menggunakan berbagai sumber belajar dan dengan dukungan bantuan belajar serta fasilitas pembelajaran.
Menjadikan media pembelajaran sebagai sumber belajar yang lebih dominan daripada pendidik.

PERKULIAHAN
Pasal 7

Semua mahasiswa berhak mendapatkan pelayanan akademik secara penuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mahasiswa terikat untuk melaksanakan kewajiban akademik dan mengikuti semua ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Pasal 8
Kehadiran Perkuliahan

Kehadiran pada perkuliahan iLearning Plus dijalankan sebanyak 12 – 14 pertemuan melalui tatap muka (20% onsite class) dan dilakukan di luar kelas (80% offsite class). Kehadiran dicatat menggunakan Attendance pada iDu. 20% onsite class dijalankan banyak 1 (satu) atau 2 (dua) pertemuan diisi dengan presentasi individu atau presentasi kelompok dalam bentuk tugas assignment.

Setiap Assignment harus memiliki due date minimal 1 (satu minggu) dan sebaiknya tidak ada perpanjangan waktu.

Pasal 9
Waktu Kuliah

Waktu kuliah iLP adalah:

Waktu kuliah iLP dilakukan secara fleksibel untuk hari dan jam kuliah. Maksudnya adalah iLP bebas mengatur jadwal dan mahasiswa dapat mengikuti mata kuliah dimana saja dan kapan saja.
iLP memerlukan kemandirian dan disiplin dari peserta didik untuk menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri. Tanpa motivasi dan disiplin, peserta didik tidak bisa memanfaatkan iLP secara optimal. Untuk mengatur kedisiplinan peserta didik dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri, misalnya satu matakuliah peserta didik harus menyediakan waktu khusus sebanyak 2 x 50 menit dalam sehari untuk satu mata kuliah. Misalnya peserta didik mengambil 8 mata kuliah dalam satu minggu peserta didik harus meluangkan waktu khusus (2 sks x 50 menit x 8 matakuliah x 7 hari) sebanyak 5600 menit atau 93 jam.

Pasal 10
Tahun Akademik

Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan dimulai pada bulan September.
Tahun akademik dibagi dalam 2 (dua) semester, yaitu semester ganjil dan genap.
Semester Ganjil adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 14-16 minggu kuliah ekuivalen dengan 12-14 kali tatap muka atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk 1-2 minggu kegiatan ujian.
Semester Genap adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 14-16 minggu kuliah ekuivalen dengan 12-14 kali tatap muka atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk 1-2 minggu kegiatan ujian.
Semester pendek adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 8 minggu kuliah dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Semester Pendek diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik.

Pasal 11
Persyaratan Lama Studi Program iLP

Program iLP bersifat fleksibel artinya, mahasiswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan kecepatan belajarnya. Hal ini menjadikan iLP dapat diikuti oleh mahasiswa secara fleksibel dalam hal masa studi.

Pasal 12
Kurikulum

iLP dapat diselenggarakan dengan lingkup mata pelajaran atau mata kuliah, program studi, atau satuan pendidikan.
Kurikulum program iLP memiliki beban studi dan ruang lingkup yang sama dengan kurikulum program studi yang diselenggarakan dengan modus tatap muka (onsite class), namun memberikan keluwesan belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan kesamaan capaian pembelajaran (iLearning outcomes) untuk setiap mata kuliah/mata pelajaran atau program studi.

Profil dan capaian pembelajaran lulusan program iLP adalah sama dengan profil dan capaian pembelajaran lulusan program pendidikan reguler dan iLearning yang sesuai.
Proses pembelajaran iLP dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan 10 Pillar IT iLearning termasuk layanan akademik yang diberikan dosen.
Evaluasi hasil belajar harus dapat mencerminkan tingkat kemampuan mahasiswa melalui mekanisme ujian secara tatap muka (onsite class) dan offsite class dengan pengawasan langsung. Untuk ujian dilakukan secara bersamaan waktunya dengan ujian program reguler.

Pasal 13
Sistem Perkuliahan

Penyusunan, perencanaan, dan pelaksanaan program pendidikan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS).
Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

Pasal 14
Satuan Kredit Semester

Satuan kredit semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 (satu) jam perkuliahan atau 2 (dua) jam praktikum, atau 4 (empat) jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.
Kegiatan terstruktur dilakukan dalam rangka kegiatan kuliah, misal : tugas menyelesaikan soal, membuat makalah, menelusuri pustaka dan lain-lain. Kegiatan mandiri merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara mandiri untuk mendalami dan mempersiapkan tugas-tugas akademik, misalnya : membaca buku referensi, mempersiapkan tugas akademik dan lain-lain yang berkaitan dengan tugas akademik.

Kuliah yang dilengkapi dengan praktikum, ketentuannya diatur oleh program studi masing-masing mengacu kepada kurikulum.
Biaya Satuan Kredit Semester (SKS) dibayarkan secara online melalui Rincian Biaya Kuliah (RBK) sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan sesuai dengan Kalender Akademik.
Mahasiswa yang terlambat melakukan pembayaran biaya Satuan Kredit Semester (SKS) akan dikenakan sanksi administrasi keterlambatan.

Pasal 15
Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran dalam Program iLP adalah menggunakan 2 (dua) Metode, diantaranya adalah:
Belajar Mandiri: Proses pembelajaran yang diinisiasi oleh mahasiswa dalam periode tertentu. Dosen menyampaikan beragam tugas dan pemicu yang dapat membantu mahasiswa belajar secara mandiri.

Belajar Terbimbing/Terstruktur: Proses pembelajaran yang disediakan oleh Perguruan Tinggi untuk membantu proses belajar mahasiswa dalam bentuk tutorial onsite class dan tutorial elektronik. dengan mengandalkan bimbingan dosen secara langsung maupun virtual, secara residensial maupun non-residensial. Belajar terbimbing dapat diselenggarakan secara residensial maupun non residensial.

Residensial merupakan proses pembelajaran offsite class yang dilaksanakan dengan:

Mempersyaratkan adanya residensial mahasiswa untuk belajar di kampus dalam periode dalam periode tertentu untuk satu program studi atau untuk setiap mata kuliah.

Melaksanakan belajar terbimbing dalam beragam bentuk (tutorial tatap muka langsung, tutorial elektronik, dan lain-lain).
Memberikan pembinaan dan pengembangan karakter serta sosialisasi dengan kehidupan kampus.

Memberikan kesempatan dan untuk memanfaatkan beragam fasilitas praktek/praktikum di kampus atau disediakan tutorial praktikum secara online.

Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang tugas-tugas dengan kelompok mahasiswa dan dosen.

Pasal 16
Beban Studi

Beban studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) sks dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) sks. Beban maksimum setiap semester adalah 24 (dua puluh empat).
Beban studi program diploma tiga sekurang-kurangnya 108 (Seratus Delapan) sks dan sebanyak-banyaknya 120 (seratus dua puluh) sks. Beban maksimum setiap semester adalah 24 (dua puluh empat) sks.

Pasal 17
Masa Studi Terpakai

Masa studi terpakai bagi mahasiswa iLP dengan beban belajar sebagai berikut:
Masa studi untuk jenjang pendidikan Strata Satu (S1) ditetapkan maksimum 5 (lima) tahun atau 10 (sepuluh) semester termasuk cuti akademik yang sah.
Masa studi untuk jenjang pendidikan Diploma Tiga ditetapkan maksimum 4 (empat) tahun atau 8 (delapan) semester termasuk cuti akademik yang sah.
Jika lewat dari batas masa studi dan mahasiswa masih berminat melanjutkan studi, maka mahasiswa akan diperlakukan sebagai mahasiswa baru dan wajib melakukan transfer dengan mengikuti ketentuan yang berlaku atau Drop Out.

Pasal 18
Beban Satuan Kredit Semester

Bagi mahasiswa yang karena suatu alasan khusus akan mengambil mata kuliah dengan beban lebih dari 20 (dua puluh) SKS, dimungkinkan untuk diberi kesempatan mengambil mata kuliah dengan beban maksimum 24 (dua puluh empat) SKS. Dalam hal ini diperlukan persetujuan kepala jurusan.
Bagi mahasiswa yang karena prestasi akademiknya akan mengambil mata kuliah dengan beban lebih dari 20 (dua puluh) SKS, maka ketentuan tentang jumlah SKS yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
Bila Indeks Prestasi Semester (IPS) terakhir (semester biasa, bukan semester pendek) >= 3,0, dapat diberi kesempatan mengambil mata kuliah dengan beban maksimum 24 (dua puluh empat) SKS.
Pengambilan beban SKS pada ayat (2) butir (a), dilakukan pada masa batal tambah sesuai dengan ketersediaan kelas.

Pasal 19
Pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning

Model proses pembelajaran iLP yang mengkombinasikan pembelajaran dengan menggunakan 10 Pillar IT iLearning disebut sebagai model pembelajaran Terpadu (hybrid/blended).
Dalam sistem pendidikan onsite class, pembelajaran onsite class sebagai bentuk belajar terbimbing, sedangkan pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning sebagai bentuk belajar mandiri hanya memperkaya dan membantu proses pembelajaran (panah terputus). Sementara itu, dalam sistem iLP pembelajaran offsite class mengandalkan modus utama pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning sebagai bentuk belajar mandiri, dan pertemuan onsite class sebagai bentuk belajar terbimbing sebagai pengayaan dan bantuan belajar.

Pasal 20
Pelatihan dan Sertifikasi

Untuk memastikan kesiapan peserta didik dan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLP, maka diharuskan mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi RiJP, iCP dan iCM.

License to Learn iLearning
Diberikan kepada mahasiswa iLearning yang telah menyelesaikan Training RiJP (Raharja iLearning Junior Professional).
RiJP bertujuan untuk memastikan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan pembelajaran iLearning dan iLP.

License to Teach iLearning
Diberikan kepada peserta Dosen iLearning yang telah menyelesaikan training iCP (iLearning Certified Professional).
iCP bertujuan untuk memastikan kesiapan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLearning.
iCP adalah syarat untuk mendapatkan iCM.
License to Teach iLearning+
Diberikan kepada Dosen iLearning yang telah menyelesaikan pelatihan /pendidikan iCM (iLearning Certified Master).
iCM bertujuan untuk memastikan kesiapan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLP.

Pasal 21
Metode Ujian

Metode ujian Perkuliahan iLP:
Dosen iLearning menyiapkan soal online yang diujikan minimal 25 soal pilihan ganda (multiple choice) serta soal benar atau salah (true/false) minimal 5 soal atau soal essay yang sifatnya opsional.
Soal online yang sudah dimasukkan ke dalam iDu selanjutnya diberikan kepada RPU sebagai arsip.
Dosen melakukan give assignment sebelum ujian dimulai.
Mahasiswa iLP diharuskan membawa perangkat laptop/notebook/mobile yang digunakan untuk ujian dan memastikan baterai yang digunakan cukup untuk mengikuti ujian.
Waktu dan tempat ujian iLP secara fleksibel diatur kemudian.

BAB V PENILAIAN
Pasal 22
Sistem Penilaian

Sistem Penilaian Perkuliahan iLP menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau ketentuan yang sesuai dan dapat pengesahan akademik.

Pasal 23
Penilaian Hasil Belajar

Penilaian terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen.
Keberhasilan mahasiswa menempuh suatu mata kuliah ditentukan atas dasar sekurang-kurangnya dua kali penilaian, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)
Mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah C- maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus pada mata kuliah yang dimaksud.
Apabila nilai akhir telah dicantumkan di dalam KHS maka segala bentuk perubahan atau revisi nilai tidak dibenarkan untuk diproses.
Cara Menghitung IPK
Mutu = Angka Mutu * Kredit
IPK =Total Mutu Total Kredit
Grade untuk Perkuliahan iLP adalah dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) menggunakan Grade Map sebagai berikut:

Grade Minimum% Letter%
A+ 95 97.5
A 90 92.5
A- 85 87.5
B+ 80 82.5
B 75 77.5
B- 70 72.5
C+ 65 67.5
C 60 62.5
C- 55 57.5
D+ 50 52.5
D 45 47.5
D- 40 42.5
E 0 20

Penilaian hasil belajar untuk Nilai UTS, Nilai UAS dan Nilai PO menggunakan sistem penilaian 1000 poin yang terdiri dari:

Nilai UTS : 300 poin
Nilai UAS : 400 poin
Nilai TM : 300 poin

Jika nilai yang diperoleh lebih dari 1000 poin karena adanya Special Contribution (opsional) maka dihitung sebagai extra credit.

Skema Pembobotan Setiap Assignment (Tugas Terbimbing)
Skema pembobotan Setiap assignment menggunakan Weight by Percent maksudnya adalah setiap assignment dengan ukuran persen ditentukan dengan nilai akhir, yang diatur di samping nilai max-nya. Kontribusi dari assignment yang tersisa adalah jumlah yang sama dengan persentase yang tersisa.

Contoh: Jika A, B, C dan D memiliki bobot 10%, 20%, -, – setiap assignment, maka Setiap assignment memberikan kontribusi 10%, 20%, 35%, 35% untuk nilai akhir, terlepas dari nilai maksimalnya dari setiap assignment.

Assignment Categories (Kategori Tugas Terbimbing), terdiri dari :
TM Pengayaan, contohnya: TM Sertifikat Keahlian, TM Training IT, TM Debate, TM Diskusi, TM Partisipasi, TM Praktikum, TM Praktek, TM Group Meeting, TM Project, TM Quiz, TM Raharja Career, TM Poster Session.
TM Penelitian, contohnya: TM Hibah, TMJurnal Ilmiah.
TM Tridarma Pengabdian, contohnya: TM operator iDuHelp! dan lain-lain.

Selanjutnya diuraikan ke dalam Assignment Categories:

No Nama Penilaian Objektif Weight (%)
1 PO Pengayaan 10
2 PO Penelitian 15
3 PO Tridarma Pengabdian 5
4 PO UTS 30
5 PO UAS 40
Online Portofolio

Setiap mahasiswa yang lulus mata kuliah dapat dibuktikan melalui Online Portofolio dari setiap assignment (tugas terbimbing) yang telah diselesaikan. Maksudnya assignment tidak dibuktikan dengan printout (tercetak) namun dengan online yang dihimpun di dalam iMe Class.

Pasal 24
Derajat Keberhasilan

Derajat keberhasilan mahasiswa dalam satu semester dinyatakan dengan nilai rata-rata (NR).
Derajat keberhasilan mahasiswa untuk seluruh mata kuliah yang ditempuh dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP)
NR dan IP berkisar antara 0 (nol) sampai dengan 4 (empat).
Dalam menghitung NR dan IP, setiap mata kuliah hanya diperhitungkan satu kali dan digunakan nilai keberhasilannya yang tertinggi.
Perhitungan NR dan IP menggunakan rumus sebagai berikut: Mutu = Angka Mutu * Kredit
IPK = Total Mutu Total Kredit

BAB VI
Semester Pendek iLP

Pasal 25
Apabila diperlukan Perguruan Tinggi Raharja dapat menyelenggarakan semester pendek.
Semester pendek diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik.

Pasal 26

Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk:
Meningkatkan nilai rata-rata (NR) dan indeks prestasi (IP).
Menyelesaikan studi tepat waktu.
Menyelesaikan studi lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan dalam kurikulum, bagi mereka yang berprestasi.

Pasal 27

Kegiatan belajar mengajar pada semester pendek sama dengan kegiatan belajar mengajar pada semester biasa baik dalam jumlah tatap muka kuliah/responsi maupun dalam pelaksanaan asistensi, tugas, kuis, dan lain-lain.
Karena waktu pelaksanaan yang lebih pendek maka kegiatan belajar mengajar yang pada semester biasa dilaksanakan satu kali seminggu, pada semester pendek dapat dilaksanakan dua kali seminggu.

Pasal 28

Tidak semua mata kuliah pada semester biasa diselenggarakan pada semester pendek.
Mata kuliah dan jumlah kelas yang akan diselenggarakan pada semester pendek ditetapkan oleh program studi dengan persetujuan Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
Apabila jumlah calon peserta suatu mata kuliah kurang dari kapasitas kelas minimum yang sudah ditetapkan, maka kriteria untuk menentukan kelas tersebut dibuka atau ditutup ditetapkan oleh program studi.

Pasal 29

Mahasiswa yang dapat mengikuti semester pendek adalah mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester ganjil dan atau semester genap pada tahun akademik dimana semester pendek diselenggarakan.
Biaya pendaftaran dan biaya kuliah semester pendek ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur.

Pasal 30
Untuk iLP, tidak ada persyaratan mengenai jumlah minimum peserta perkelas dan uang kuliah pada semester pendek ditetapkan tersendiri.

BAB VII
KKP, TA dan SKRIPSI

Pasal 31
Kuliah Kerja Praktek (KKP)

Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan dan membuat laporan tertulis Kuliah Kerja Praktek (KKP) sebagai persyaratan mengambil Tugas Akhir atau Skripsi.
Ketentuan mengikuti Kuliah Kerja Praktek (KKP):
Telah lulus minimum 70 sks untuk Diploma Tiga (D3) dan lulus minimum 100 sks untuk jenjang Strata Satu (S1).
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir >= 2,10.
Telah ambil mata kuliah: Analisa Sistem Informasi dan IT Research.
Telah menyelesaikan administrasi keuangan yang berlaku.
Kerja praktek dapat dilaksanakan pada perusahaan yang dianjurkan/diinginkan/dipilih.
Dibimbing oleh satu orang dosen pembimbing dari Institusi dan pembimbing lapangan dari perusahaan/instansi/lembaga.
Kegiatan kerja praktek diatur dalam Pedoman Kuliah Kerja Praktek (KKP) tersendiri yang ditetapkan oleh Direktur.

Pasal 32
Tugas Akhir (TA) dan Skripsi

Setiap mahasiswa diwajibkan membuat laporan Tugas Akhir untuk jenjang Diploma Tiga (D3) dan laporan Skripsi untuk jenjang Strata Satu (S1) sebagai persyaratan kelulusan.
Ketentuan mengikuti Tugas Akhir atau Skripsi:
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir >= 2,10.
Telah selesai (lulus) semua mata kuliah sesuai dengan kurikulum pada jurusan (program studi) dan konsentrasi masing-masing.
Memiliki 7 (tujuh) sertifikat yang berkaitan dengan kegiatan keilmuan di bidang ilmu yang berkaitan dengan IT/komputer.
Melakukan validasi mata kuliah kepada Kepala Jurusan masing- masing, paling lambat 2 minggu sebelum perkuliahan dimulai.
Telah menyelesaikan administrasi keuangan yang meliputi Biaya Pokok Perkuliahan (BPP), biaya Satuan Kredit Semester (SKS) dan biaya Bimbingan
Apabila dalam proses validasi persyaratan belum terpenuhi maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak layak mengikuti Tugas Akhir atau Skripsi.
Kegiatan Tugas Akhir dan Skripsi diatur dalam Buku Panduan TA/Skripsi yang ditetapkan oleh Direktur atau pejabat yang ditunjuk manajemen.

BAB VIII
YUDISIUM DAN KELULUSAN

Pasal 33
Yudisium Kelulusan

Setiap lulusan pendidikan program diploma maupun sarjana diberi yudisium kelulusan yang didasarkan pada suatu penilaian akhir yang mencerminkan kinerja akademik yang bersangkutan selama menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja.
Yudisium kelulusan diberikan dalam tiga jenjang, yaitu : jenjang tertinggi dengan predikat “dengan pujian” (cumlaude), jenjang menengah dengan predikat “sangat memuaskan”, jenjang dibawahnya dengan predikat “memuaskan”
Lulus jurusan Pada Program Diploma III :
Telah lulus ujian sidang Tugas Akhir.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- ( tidak boleh ada nilai D atau E)
Menyelesaikan jumlah sks minimal 108 (termasuk Tugas Akhir) berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Lulus Jurusan Dan Konsentrasi Pada Program Diploma III :
Telah lulus ujian sidang Tugas Akhir.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- (tidak boleh ada nilai D atau E)
Menyelesaikan semua jumlah sks berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan dan konsentrasi masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Lulus Jurusan Pada Program Strata Satu :
Telah lulus ujian sidang Skripsi.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- ( tidak boleh ada nilai D)
Menyelesaikan jumlah sks minimal 144 (termasuk Skripsi) berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/ keuangan.
Lulus Jurusan Dan Konsentrasi Pada Program Strata Satu :
Telah lulus ujian sidang Skripsi.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- (tidak boleh ada nilai D) atau lulus semua mata kuliah pada kurikulum MPK, MKK, MKB,MPB dan MBB.
Menyelesaikan semua jumlah sks berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan dan konsentrasi masing-masing
Mempunyai IPK minimal 2,0
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Apabila ada perubahan dalam pasal ini mengacu pada surat keputusan Direktur yang terakhir.

Pasal 34
Ketentuan Pemberian Yudisium

Pemberian yudisium kelulusan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
Yudisium dengan pujian (cumlaude), diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut :
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat yang mempunyai nilai akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang tinggi.
Memiliki IP antara 3,51 (tiga koma limapuluh satu) sampai dengan 4,00 (empat koma nol nol).
Menyelesaikan studinya maksimum dalam waktu (n + 1) tahun, dimana n = waktu studi menurut kurikulum program studi.
Yudisium sangat memuaskan diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut:
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang tinggi.
Memiliki IP antara 2,76 (dua koma tujuh puluh enam) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima puluh) dan menyelesaikan studinya maksimum dalam waktu (n + 2) tahun atau
Memiliki IP antara 3,51 (tiga koma lima puluh satu) sampai dengan 4,00 (empat koma nol nol) dan menyelesaikan studinya dalam waktu sama dengan atau lebih besar dengan (n + 1) tahun.
3. Yudisium memuaskan diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut:
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang cukup.
Memiliki IP antara 2,00 (dua koma nol nol) sampai dengan 2,75 (dua koma tujuh puluh lima) atau
Memiliki IP antara 2,76 (dua koma tujuh puluh enam) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima puluh) dan menyelesaikan studinya dalam waktu lebih besar dari (n + 1) tahun.

Pasal 35
Kewenangan Menetapkan Yudisium Kelulusan

Kewenangan menetapkan yudisium kelulusan mengikuti ketentuan sebagai berikut :

Yudisium “dengan pujian” (cumlaude) ditetapkan pada tingkat institusi oleh Direktur di forum rapat pimpinan dan atau rapat senat akademik perguruan tinggi.
Yudisium “sangat memuaskan” ditetapkan pada tingkat Jurusan oleh Pembantu Ketua/Pembantu Direktur I bersama para Kepala Jurusan masing-masing dalam satu jenjang.
Yudisium “memuaskan” ditetapkan pada tingkat program studi oleh Kepala Jurusan.

Pasal 36
Konsentrasi Unggulan

Konsentrasi Unggulan adalah Program Studi yang memiliki keunggulan kompetensi atau keahlian spesifik (khusus), diantaranya adalah:
Sistem Informasi dengan keahlian spesifik BI (Business Intelligence).
Teknik Informatika dengan keahlian spesifik MAVIB (Multimedia Audio Visual and Broadcasting).
Sistem Komputer dengan keahlian spesifik CCIT (Creative Communication and Innovative Technology)
Manajemen Informatika dengan keahlian WGD (Web Graphic Design).
Teknik Informatika dengan keahlian spesifik Artificial Informatics.
Komputerisasi Akuntansi dengan keahlian spesifik WBAS (Web Based Accounting System)
Persyaratan bagi peserta didik lulus dengan konsentrasi unggulan adalah telah menyelesaikan seluruh mata kuliah yang ada dalam kurikulum termasuk mata kuliah penunjang konsentrasi unggulan selanjutnya akan mendapat sertifikasi internasional. Jika mahasiswa tidak lulus mata kuliah penunjang konsentrasi unggulan yang ada di dalam kurikulumnya maka peserta didik lulus program studi namun tanpa konsentrasi unggulan.

Pasal 37
Ijazah

Sebagai tanda bukti telah lulus/menyelesaikan pendidikan program diploma dan sarjana, mahasiswa akan diberi ijazah atau surat tanda lulus selambatnya 30 hari setelah pelaksanaan wisuda.
Ijazah/surat tanda lulus diploma, sarjana dan ijasah pasca sarjana hanya dibuat satu kali.
Ijazah/surat tanda lulus sarjana yang hilang akan diganti dengan surat keterangan.

Pasal 38
Gelar
Gelar akademik dan singkatannya dicantumkan pada ijazah/surat tanda lulus.
Penggunaan gelar akademik ditempatkan di belakang nama yang bersangkutan.

BAB IX
KEHILANGAN
Pasal 39
Ijazah

Alumni yang mengaku kehilangan ijazah dapat mengajukan permohonan pembuatan surat keterangan sebagai pengganti ijazah yang hilang kepada Direktur dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.
Direktur akan menerbitkan surat keterangan tersebut setelah meneliti bahwa alumni yang bersangkutan benar-benar lulusan Perguruan Tinggi Raharja.
Surat keterangan sebagai pengganti ijazah yang hilang ditandatangani oleh Direktur atau Ketua sesuai dengan jenjang studinya masing-masing.
Biaya administrasi pembuatan surat keterangan pengganti ijazah yang hilang ditetapkan berdasarkan keputusan Direktur.

Pasal 40

Hal-hal yang belum tercantum dalam ketentuan Panduan Pelaksanaan iLP ini akan diatur kemudian dengan keputusan Direktur Perguruan Tinggi Raharja.

Your email address (adi.lestarianto@raharja.info) was recorded when you submitted this form.
 

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya telah membaca semua pernyataan diatas dan setuju dengan pernyataan diatas

*

 

 

NIM

*

 

1722499859

 

Nama

*

 

Adi Lestarianto Wibowo

 

Kode Kelas

*

 

BI101Z
BL101Z
DL101Z
DL301Z
EL104Z
GL201
IL101Z
IL201Z
KL101Z
KP100Z
LA103Z
LL101Z
MJ100Z
ML101Z
ML202
MT103Z
MT112Z
MT131Z
MT183Z
PA102Z
PA115Z
PL102Z
PL301Z
PR201Z
SI103Z
SI152Z
SI171Z
SI330Z
SL301Z
SL401
SL401Z
TA101Z
TI102Z
TI110Z
TI201Z
TI401Z
TI402Z
TI500Z
TL101Z
TL201Z
UL101Z
UL111Z
UM100Z
UM110Z
VL301Z
VL401

 

Kode Kelas
*Isikan kode kelas yang dimaksud bila tidak ada dalam list*

 

BI103Z

 

 

About Adi Wibowo

Hobi oprak-oprek hardware komputer (entah untuk service atau hanya sekedar penasaran dengan jeroan pc atau laptop yang dibongkar), sedikit pemrograman aplikasi (vb & php, namun hanya syntax dengan algoritma dasar karena belajar otodidak), handheld gaming dan hanya yang ber-genre RPG, sedikit fotografi, dan independent budget travel (aka backpacking).

Leave a Reply