Monthly Archives: May 2017

Karya Ilmiah “Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa”

Prisilia Santoro Pangestu 🙂

“JADIKAN MENULIS SEBAGAI TRADISI MAHASISWA”

 

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapakan rasa syukur kepada Allah SWT. Atas rahmat dan ridha Allah SWT sehingga penulis dapat menyusun karya tulis ilmiah ini yang berjudul “ jadikan menulis sebagai tradisi mahasiswa

Tujuan pembuatan makalah karya ilmiah ini untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah dalam acara die natualis ulang tahun kampus yang ke 45 institut seni Indonesia padangpanjang

Semoga makalah ini dapat menjadi bahan belajar bagi penulis dan semua orang, “Amin” dan apabila ada kesalahan di makalah ini kepada pembaca mahon diperbaikai, baik dari segi tulisan, kalimat maupun maknanya.

Wassalam

Tangerang, 19 Mei 2017

 

Prisilia S. P.

DAFTAR ISI

Kata pengantar…………………………………………………………………1

Daftar isi………………………………………………………………………..2

Pendahuluan……………………………………………………………………3

Latar belakang…………………………………………………………………3

Maksud dan tujuan……………………………………………………………4

a.a.  Maksud……………………………………………………………4

a.b. Tujuan……………………………………………………………..5

  1. Tinjauan Pustaka……………………………………………………5

Data, Fakta dan Analisa……………………………………………….……….6

  1. Data…………………………………………………………….….…6
  2. Fakta dan Analisa………………………………………..….….….7

Rencana Pemngembangan…………………………………….………….……9

Penutup……………………………………………………….…………………10

  1. Kesimpulan…………………………………………………………10
  2. Saran…………………………………………………………………11

Daftar pustaka…………………………………………………………………..12

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menulis adalah bagian dari media berekspresi. Seseorang menulis karena ingin menuangkan ide yang telah menumpuk dalam pikirannya. Banyak orang tertarik dalam bidang tulis menulis salah satunya ingin menjadi seseorang yang dikenal. Terlepas dari hal itu, menulis adalah suatu kegiatan positif yang mendayagunakan kata-kata. Seseorang yang tidak dapat menuangkan ide-ide secara lisan dapat mengungkapkannya melalui tulisan.

Mahasiswa sebagai generasi bangsa yang dihadapkan dengan ilmu pengetahuan yang berlimpah bisa menjadi modal dalam membudayakan  bangsa menulis. Setelah tersaji  pengetahuan yang tanpa batas tinggal bagaimana para mahasiswa menyikapinya. Jadi membudayakan menulis sekaligus pencerdasan bangsa.

Mahasiswa pada saat sekarang ini, banyak yang tidak mampu menulis. Yang dimaksudkan menulis disini adalah menulis karya ilmiah, karya tulis ilmiah dan menulis karya lainya. Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan-kegiatan organisasi dan kegiatan lainya, sehingga kebanyakan mahasiswa dididik hanya mampu berbicara saja.  Sedang apa yang dibicarakanya tidak mampu untuk dituliskanya, dan tidak mampu menyampaikan pengetahuannya malalui tulisan. Hanya sebagian kecil mahasiswa yang mampu menyampaikan pengetahuan dan apresiasinya melalui tulisan.

Setiap universitas dan perguruan tinggi selalu menuntut mahasiswa agar mampu untuk menulis. Seperti kegiatan belajar mengajar dalam kuliah, dosen sering memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat makalah. Begitu juga dengan tugas akhir mahasiswa selalu dipertanggung jawabkan dengan karya tulis yang berupa skripsi. tapi mahasiswa sering bermalas-malasan untuk menulis, bukan mahasiswa tidak mempunyai kemampuan tapi mereka tidak mempunyai kemauan menulis.

Banyak faktor yang menyebabkan banyak mahasiswa tidak suka dengan menulis. Salah satunya yaitu phobia menulis. Tidak jarang mahasiswa merasa khawatir  bila nanti tulisan-tulisan yang dibuatnya dinilai jelek oleh pembacanya. Itu sama sekali bukanlah masalah yang besar. Semuanya butuh proses, tinggal bagaimana kemauan dari mahasiswanya itu sendiri.

Menulis itu tidaklah sesulit yang sebagian orang bayangkan. Ketika ada orang yang berkata “saya tidak bisa menulis” itu adalah kesalahan pertama yang menjadikan dirinya semakin tidak mau untuk menulis. Selama dirinya masih bisa bertutur (ngobrol) tentu menulis pun pasti bisa, karena menulis itu sendiri tak ubahnya bertutur.

Dari permasalahan mahasiswa diatas dalam bidang menulis. supaya meningkatnya motivasi menulis bagi mahasiwa, sehingga disini penulis membuat sebuah karya tulis ilmiah dengan judul “jadikan menulis sebagai tradisi mahasiswa”  yang sesuai dengan tema “ kecintaan menulis menumbuhkan minat baca bagi mahasiswa.

Maksud dan tujuan

  1. Maksud

Mengingat banyaknya manfaat kegiatan menulis. Budaya menulis tentu perlu ditumbuh kembangkan, terutama di kalangan mahasiswa. Dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:

  1. Kegiatan menulis sejatinya adalah tradisi intelektual bagi mahasiswa. Karena dengan membiasakan diri untuk menulis akan sangat baik untuk melatih daya ingat. Menulis adalah berguna untuk mengikat wawasan dan ilmu yang kita dapatkan agar tidak lepas begitu saja. Lebih sering kita menulis a­kan lebih banyak ilmu dan wawasan yang kita ikat.
  2. Dengan adanya kecintaan menulis pada diri mahasiswa maka dapat menumbuhkan minat baca bagi mahasiswa
  3. Supaya timbulnya pada diri mahasiswa kegemaran untuk menulis
  4. Mahasiswa tidak hanya mempunyai kemampuan untuk berbicara saja tapi mampu juga membuktikan kebenaranya dengan tulisan
  5. Dengan adanya kecintaan mahasiswa menulis maka semakin banyak serjana nantinya yang menjadi penulis-penulis dan sastrawan, sehingga bukan hanya sastrawan yang bisa menulis dan menciptakan karya tulis. Tapi, serjana lainya juga mampu menulis menciptakan karya seni
  6. Ada banyak alasan mengapa mahasiswa harus mau menulis. Diantaranya dari tulisan-tulisan yang telah dibuat biasanya akan dapat merepresentasikan bagaiaman pola pikir dari si penulisnya. Apa wacana yang dibawa oleh si penulis terlihat dari bentuk-bentuk tulisannya sehingga menunjukan wawasan dan dinamika yang dimiliki si penulis.
  1. Tujuan

Ø  Meningkatkan motivasi untuk menulis dan membaca

Ø  Meningkatkan kemampuan menulis karya tulis ilmiah

Ø  Mendorong pada diri pribadi untuk mencintai menulis dan mencintai tulisan pribadi

Ø  Meningkatkan kemampuan untuk memperbanyak kosa kata

Ø  Meningkatkan budaya menulis dalam kehidupan sehari-hari dan dijadikan sebagai tradisi dalam kehipan

Ø  Memberi motivasi kepada mahasiswa untuk mencintai menulis dan meningkatan motivasi membaca

Tinjauan pustaka

            Atmazaki. 2006. Kiat-Kiat Mengarang dan Menyunting. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia. Buku ini penulis pergunakan untuk pedoman langkah-langkah pembuatan karya tulis ilmiah, pedoman untuk penggunaan tanda baca dan ejaan dalam kata dan kalimat, dan pedoman kiat-kiat mengarang dan menyuting isi tulisan.

Gary Provost. 1999. Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis. Semarang: Dahara Prize. Buku ini dipergunakan untuk pedoman memperbaiki tulisan, pedoman membentuk kalimat dan paragraf, pedoman mengembangkan paragraf, dan buku ini dipergunakan podoman untuk langkah-langkah pembuatan karya tulis ilmiah

DATA, FAKTA DAN ANALISA

Data-data

Data yang dari Prof. Dr. H. Imam Soeprayogo, Rektor UIN Maliki Malang

Menulis adalah kegiatan yang memberdayakan diri sendiri dan orang lain. Karena ide, pemikiran, hal baru, sejarah, ataupun cerita dapat disampaikan kepada orang lain secara lebih luas melalui media tulisan.  Kesempatan besar untuk menyebarkan ide dan pemikiran perlu didukung dengan kemampuan menuliskan dan menyampaikan dalam bentuk tulisan secara baik.

Mahasiswa selayaknya terlatih untuk menulis sejak sekolah dasar dan menengah. Bekal itu berguna di bangku kuliah ketika mereka dituntut melakukan analisis, dan berpikir kritis. Hasil pengamatan dan analisis kemudian dituangkan dalam tulisan yang bersifat ilmiah. Memang ada jenis tulisan yang tidak ilmiah, tetapi dalam kerangka akademik, mahasiswa diberdayakan untuk menulis karya tulis ilmiah.

Data yang diperoleh dari dodi faedllullaoh. Seringkali kita dengar bahwasanya mahasiswa adalah orang-orang yang mempunyai nalar kritis yang luar biasa. Sejarahpun mencatat bahwa gerakan-gerakan mahasiswa mampu menjadi pelopor dalam setiap aksi membela rakyat.Bahkan salah satu rezim otoritarian pernah berhasil diruntuhkan oleh gerakan mahasiswa.

Sebagai calon pemimpin patutlah memiliki kemampuan-kemampuan yang mumpuni. Retorika-retorika yang sering sekali diteriakan bisa menjadi salah satunya. Namun itu tidak cukup. Ada hal yang juga harus menjadi standar kemampuan para mahasiswa selain kepandain dan kemampuan mereka dalam berbicara yakni menulis.

Memang tidak seperti aksi-aksi demonstrasi, menulis masih menjadi suatu kegiatan yang miskin peminatnya. Kegiatan menulis tidak terlalu membumi dikalangan mahasiswa. Adapun menulis menjadi suatu pilihan terpaksa bilamana ada tugas-tugas kuliah yang mesti dikerjakan. Itupun belum jaminan mahasiswa akan menulis. Dewasa ini, dengan merebaknya serangan teknologi semacam internet, tidak sedikit dari mahasiswa yang lebih memilih jalan instan, semuanya cukup dengan copy-paste .

Dengan menulis kita sebenarnya bisa mengembangkan apa yang ada dalam benak dan hati kita yang kemudian dituangkan dalam media dengan rangkaian kata-kata. Diksi yang diambil tak perlulah berat namun tetap harus informatif. Karena menulis memang bukan ajang gaya-gayaan agar terlihat intelek. Menulis bisa menjadi media penyalur aspirasi atau luapan perasaan si penulis dengan begitu orang lain bisa menjadi tahu apa yang ada dalam persaan kita.

Fakta-fakta dan Analisa

Dalam sejarah pendidikan menerangkan bahwa bangsa Parsi Kuno dahulu, dikenal menjadi maju ilmu pengetahuannya tatkala berhasil menggerakkan bangsanya dalam tulis menulis. Ukuran kecerdasan seseorang di negeri itu dilihat dari kemampuannya dalam menulis atau mengarang. Sehingga untuk menguji para siswanya dilakukan dengan cara memberikan tugas untuk membuat karangan. Dalam ujian akhir suatu jenjang pendidikan, para siwa dimasukkan ke ruang yang telah disiapkan, kemudian mereka ditugasi untuk membuat karangan.

Begitulah pentingnya budaya menulis bagi generasi bangsa. Suatu bangsa tidak bakalan maju apabila para penulis tidak ada lagi di dalam bangsa atau Negara tersebut.  Di  Indonesia pada kenyataanya saat sekarang ini, dalam dunia pendidikan terutama di SMP dan SMA sangat jarang diajarkan budaya untuk menulis terutama karya tulis ilmiah, para siswa dihadapkan dengan soal-soal latihan sesuai kurikulum, diberi ujian pilihan ganda, sangat jarang seorang guru memberi tugas berbentuk karangan. kecerdasan siswa tidak dididik dengan menulis tapi dididik dengan berfikir saja.

Begitu juga dengan mahasiswa pada saat sekarang ini, mahasiswa lebih banyak ditekankan untuk berbicara daripada menulis. Sebenarnya keduanya sangat berkaitan dengan adanya  kecintaan menulis maka timbul juga kecintaan membaca, sehingga pengetahuan lebih luas dan berbicara didepan umum bisa lebih baik dan sesuai dengan fakta dan bisa dipertanggung jawabkan melalui bacaan dan tulisan.

Menulis itu tidaklah sesulit yang sebagian orang bayangkan. Ketika ada orang yang berkata “saya tidak bisa menulis” itu adalah kesalahan pertama yang menjadikan dirinya semakin tidak mau untuk menulis. Selama dirinya masih bisa bertutur (ngobrol) tentu menulis pun pasti bisa, karena menulis itu sendiri tak ubahnya bertutur.

Mengingat banyaknya manfaat kegiatan menulis, budaya menulis tentu perlu ditumbuhkembangkan. Namun untuk menumbuhkan kebudayaan tersebut hal yang pertama kali yang harus dimiliki yaitu menumbuhkan dulu kecintaan dan kebiasaan kita dalam hal membaca. Sebab dibutuhkan kemampuan ataupun kecerdasan bahasa guna mengungkapakan pemikiran agar ketika menulis, seorang penulis dapat dengan mudah dalam hal pemilihan kata yang tepat didalam tulisannya. Dan membaca merupakan solusinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak juga kata-kata yang bisa diproduksi.

Suatu fenomena yang terjadi saat ini adalah, menulis ibarat sebuah momok yang menakutkan. Padahal dalam menempuh pendidikan, kita tidak dapat melepaskan aktivitas kita dari kegiatan membaca dan menulis. Seringkali kita menemukan, banyaknya jumlah mahasiswa yang harus tertunda kelulusannya karena terkendala dalam tugas akhirnya dalam penulisan skripsi.

Ada satu kejadian menarik yang pernah dialami oleh penulis. Ketika dikelas, seorang dosen bertanya tentang suatu hal yang terkait dengan mata kuliah namun tak ada satu-pun yang mampu menjawab. Pada akhirnya sang dosen tersebut menyuruh para mahasiswa-nya untuk menulis jawabannya di selembar kertas saja. Ternyata pasca suruhan tersebut, walau hanya untuk satu pertanyaan saja para mahasiswa menuliskan jawaban dikertasnya masing-masing dengan jawaban yang bisa dikatakan panjang, sekitar hampir satu halaman kertas terisi. Penulis berpikir ini terjadi karena memang tidak semua kata bisa diucapkan, maka dengan lewat menulislah bisa dijadikan alternatif saat terjadi kebisuan lisan menimpa kita.

RENCANA PENGEMBANGAN

Menulis juga ibarat sedang mengukir sejarah. Bisa jadi apa yang telah kita tuangkan dalam tulisan akan menjadi bukti sejarah. Suatu hari nanti para penerus kita menemukan tulisan-tulisan yang telah kita buat dan dijadikan referensi dalam menatap jejak kejadian-kejadian yang terjadi dimasa lalu dalam tulisan kita. Tulisan membuat kita akan dikenang oleh zaman dan juga bisa bisa mewariskan cita-cita dan perjuangan kita kepada generasi penerus.

Mengapa mahasiswa harus menulis? Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Bangsa menuntut mahasiswa untuk menulis, karena apabila para penulis sudah tidak ada lagi siapakah yang akan penggantinya. Yang pasti salah satunya adalah mahasiswa. Karena tulisan-tulisan yang dihasilkan mahasiswa mempunyai intelektual yang tinggi dan sangat bermafaat bagi perkembangan suatu bangsa dan negara.

Di sini mahasiswa dituntut menulis bukanya hanya diwaktu kuliah saja, dan bukan hanya menulis sesuia bidang dengan akademiknya. Tetapi bangsa dan negara menuntut mahasiswa setelah selesai kulyah bisa menghasilkan tulisan-tulisan, baik itu buku, majalah, berita di Koran, dan sebagainya yang sesuai dengan keahliannya. Yang dapat bemanfaat bagi kehidupan bangsa dan negra.

Yang bertanggung jawab terhadap terhadap tulisan, sejarah, peristiwa dan juga bahasa dan sastra bukan hanya hanya sejarahwan, sastrawan, ahli bahasa dan sebagainya. Tetapi, yang bertanggung jawab terhadap menulis adalah semua ong yang termasuk didalamnya adalah mahasiswa. Jadi kepada mahasiswa tingkatkanlah budaya menulis. Supaya nanti apabila tidak ada lagi penulis di dunia ini kata dapat menggantikannya sebagai penerus bangsa.

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari paparan diatas menjadi jelas bahwa sekarang tak ada alasan lagi untuk tidak menulis karena menulis sudah menjadi suatu keharusan. Mari membudayakan menulis dalam kehidupan kita, jadikan ini sebagai tradisi mahasiswa si calon pemimpin bangsa. Ada banyak media yang bisa dijadikan tempat  publikasi tulisan-tulisan kita. Saat ini teknologi berkembang pesat, taruh saja tulisan kita dalam fasilitas note di akun facebook kita atau yang sudah menjadi life style banyak orang semacam blog pribadi. Dengan begitu sebenarnya kita bisa lebih independen dan leluasa dalam menulis.

Para mahasiswa yang sudah berlatih untuk membiasakan diri menulis, maka sebenarnya yang bersangkutan sudah berlatih banyak hal terkait dengan intelektualnya, sosialnya, dan bahkan juga emosionalnya. Saya seringkali mengatakan bahwa, kehebatan seseorang, terutama di bidang ilmu-ilmu sosial, maka sebenarnya bisa diketahui dari dua hal, yaitu pertama, bagaimana hasil tulisannya selama itu. Dan kedua, dari bagaimana cara berbicaranya. Seseorang yang tidak pernah menulis dan berbicara dengan baik, maka ia tidak bisa diketahui sejauh mana kemampuan intelektualnya.

Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap menulis hal yang pertama kali yang harus dimiliki yaitu menumbuhkan dulu kecintaan dan kebiasaan kita dalam hal membaca. Sebab dibutuhkan kemampuan ataupun kecerdasan bahasa guna mengungkapakan pemikiran agar ketika menulis, seorang penulis dapat dengan mudah dalam hal pemilihan kata yang tepat didalam tulisannya. Membaca merupakan solusinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak juga kata-kata yang bisa diproduksi.

Dipenghujung tulisan ini, sekali lagi penulis mengingatkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin kepandaian beretorika tidaklah cukup, harus ada sinergi dengan kemampuan dalam menulis. Menulis itu sama sekali tidak sulit, asal ada kemauan dan motivasi untuk menulis, itu saja. Akhir kata sebagai penutup dari penulis, ada satu ajakan untuk semua mahasiswa diseluruh penjuru negeri ini, “Mari jadikan menulis sebagai tradisi mahasiswa!”

  1. Saran-saran

Ø  Mahasiswa yang cerdas bukan hanya mempunyai kemampuan untuk berbicara, tapi juga mempunyai kemampuan untuk menulis,

Ø  Bagi seluruh mahasiswa tingkatkanlah budaya menulis dan jadikanlah menulis sebagai terdisi dan kebisaan sehari hari,

Ø  Jangan pernah ragu untuk menulis, karena seburuk apapun tulisan kita itu adalah karya kita sendiri

Daftar Pustaka

Atmazaki. 2006. Kiat-Kiat Mengarang dan Menyunting. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia
Gary Provost. 1999. Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis. Semarang: Dahara Prize
http://muda.kompasiana.com/2010/11/09/menjadikan-menulis-sebagai-tradisi-mahasiswa/
http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&view=article&id=456:mengapa-kita-perlu-menulis-&catid=25:seni-budaya&Itemid=313
http://chandrasilaen.wordpress.com/2010/07/24/budaya-menulis/

Karya Ilmiah “Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi”

Prisilia Santoro Pangestu 🙂

“Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bahasa merupakan media yang digunakan anggota suatu kelompok social untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan sebagai identitas diri. Bahasa dapat menggiring kita menembus ruang dan waktu. Melalui bahasa, kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan, sejarah, maupun adat istiadat suatu bangsa dalam masa tertentu. Bahasa mampu merekam berbagai hal tersebut dalam bentuk lisan maupun tulisan. Semua itu merupakan fungsi bahasa yang telah lama diemban oleh bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharihari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang dikrarkan sejak 28 Oktober 1928 oleh para pejuang bangsa sampai dengan saat ini masih tetap eksis. Bahasa Indonesia sampai dengan saat ini masih dirasakan perannya dalam berbagai sendi kehidupan, antara lain sebagai alat komunikasi antarwarga dan antarmasyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia masih tetap memegang peranan penting dan masih tetap merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia masih lebih dominan digunakan di dalam berbagai kegiatan, seperti rapat-rapat, siaran radio, TV,  pidato kenegaraan, pidato politik, pelaksanaan administrasi kedinasan, dan bahasa pennngantar pada setiap level pendidikan.  Bahkan saat ini, sebagian besar komunikasi tidak resmi antarwarga pun sudah sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa daerah masing-masing. Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi bahasa kedua setelah bahasa daerah (bahasa ibu), kini justru bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa pertama, sedangkan bahasa daerah telah menjadi bahasa kedua bahkan telah menjadi bahasa ketiga (bahasa asing) bagi pemilikinya.

Bahasa Indonesia merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi lisan dan tulis, tetapi juga secara objektif berfungsi sebagai: (1) alat pemersatu, (2) pemberi kekhasan, (3) pembawa kewibawaan, dan (4) kerangka acuan (Alwi 2000:15; HP Ahmad dan A. Alek;  Muslich,  2010; Pateda dan Yennie P. Pulubuhu. 2007; Rahayu,  2007;Sugono, 2009; dan Widjono, 2010).   Di samping itu Mendiknas (Bambang Sudibyo dalam Nurjamal dan  Sumirat,  2010: 209), mengatakan bahwa Bahasa Indonesia tak hanya digunakan dan dipelajari di tanah air, tetapi juga telah tersebar dan telah dipelajari di berbagai perguruan tinggi mancanegara. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia di samping dipelajari oleh penutur asing yang ada di Indonesia yang dikenal dengan BIPA, juga telah menjadi salah satu mata kuliah wajib di beberapa negara, antara lain Australia. Dalam hal ini bahasa Indonesia telah menjadi mata kuliah yang diminati. Masalahnya adalah bagaimana dengan kita bangsa Indonesia sebagai pemilik bahasa ini?

Sebagai pemersatu, bahasa Indonesia berfungsi menghubungkan antarsesama penutur berbagai dialek bahasa Indonesia. Sebagai pemberi kekhasan, bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Melayu Malaysia, bahasa Melayu Singapura, bahasa Melayu Brunai Darussalam, atau bahkan bahasa bahasa Indonesia sudah jauh berbeda dari bahasa Melayu Riau/Johor sebagai induk bahasa Indonesia. Sebagai fungsi kewibawaan perkembangan bahasa Indonesia dapat dijadikan teladan bagi bangsa-bangsa lain, seperti di Asia Tenggara atupun mungkin juga di negara-negara di Afrika, yang juga memiliki bahasa-bahasa yang moderen karna penutur bahasa Indonesia yang baik dan benar akan memperoleh kewibawaan di mata orang lain. Sebagai fungsi kerangka acuan, bahasa Indonesia akan selalu berkembang. Perkembangan itu selalu disepakati melalui hasil keputusan pertemuan-pertemuan khusus untuk membicarakan tentang bahasa Indonesia atau melalui kongres Bahasa Indonesia. Keputusan-keputusan yang telah disepakati di masarakatkan secara resmi, baik melalui media maupun melalui pembelajaran pada setiap jenjang sekolah.

Untuk memelihara, melindungi, dan mewujudkan bahasa Indonesia agar tetap dicintai dan digunakan oleh bangsa Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang sistem pendidikan Nasional (SISDIKNAS) menetapkan bahasa Indonesia sebagai  pengantar dalam setiap tingkatan pendidikan nasional. Hal itu tercantum dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, BAB VII, Psl 33 ayat 1 yang berbunyi ’’Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan nasional’’. Sebagai implementasi dari UU SISDIKNAS tersebut, pemerintah menetapkan kurikulum Nasional dan Garis-Garis Besar Prorgram Pengajaran Bahasa Indonesia untuk setiap tingkatan sekolah yang ada di Indonesia.

Untuk melihat sejauh mana realisasi kecintaan, kesetiaan, dan kebanggan bangsa Indonesia sebagai pemilik terhadap  bahasa Indonesia, maka pihak-pihak yang terkait (teutama yang bergerak dalam bidang pendidikan) telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/MA/SMK  dan sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian di  PT yang wajib dicantumkan dalam kurikulum pada seluruh  Jurusan/Prodi/Fakultas dan wajib diambil/diprogramkan oleh seluruh mahasiswa sampai lulus. Selanjutnya, bahasa Indonesia ditetapkan pula sebagai mata pelajaran/mata kuliah yang diujikan secara nasional (UAN/UN).

Masalahnya sekarang adalah apakah prospek penggunaan bahasa Indonesia oleh masyarakat Indonesia di era globalisasi ini masih sesuai dengan harapan sebagaimana yang dipaparkan sebelumnya? Pertanyaan ini perlu dilontarkan, sebab dengan diberlakukanya perdagangan bebas antar negara, batas teritorial secara geografis menjadi tidak penting. Sekat-sekat teritorial tersebut selama ini mulai berangsur-angsur hilang dengan masuknya informasi secara bebas ke seluruh sudut ruangan yang ada di seluruh penjuru dunia. Menghadapi permasalahan ini mampukah bangsa Indonesia  mempertahankan dan mengembagkan bahasa Indonesia di tengah pesatnya teknologi informasi dewsa ini? Agar bahasa  Indonesia tetap eksis dipergunakan oleh masyarakat Indonesia perlu adanya upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi muda (mahasiswa).

1.2  Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini adalah “Apa Manfaat Mempelajari Mata Kuliah Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi?”

1.3  Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar pembaca dan penulis dapat mengetahui apa sebenarnya manfaat mempelajari mata kuliah bahasa Indonesia bagi kita khususnya mahasiswa perguruan tinggi.

1.4  Manfaat

Setelah pembaca makalah ini, maka setidaknya pembaca akan memahami arti penting dari mata kuliah bahasa Indonesia, sehingga mata kuliah tersebut masih terus diajarkan bahkan sampai perguruan tinggi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 .Pengertian Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Sifat bahasa: (a) sistemis yaitu terdiri atas pola-pola yang beraturan dan saling berkaitan; (b) arbitrer yaitubentuk dan makna bersifat manasuka sesuai dengan masyarakat pemakainya; (c) konvensional yaitu bentuk dan makna ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakai; (d) dinamis yaitu bentuk dan makna berkembang/berubah sesuai perkembangan.

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

2.2 Mata Kuliah Bahasa Indonesia Bagi Mahasiswa

Bahasa Indonesia merupakan produk bahasa yang lahir di bangsa Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia tidak lahir begitu saja, namun juga melalui proses yang panjang. Bahkan hingga sekarang, bahasa Indonesia masih terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, setiap saat bahasa Indonesia dapat bertambah kosa katanya. Perkembangan zaman yang cepat terutama di era globalisasi ini menuntut bahasa Indonesia untuk selalu berbenah sehingga dapat menampung berbagai macam istilah-istilah baru yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.

Bahasa ini digunakan untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang setiap suku tersebut memiliki bahasa daerah masing-masing. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk menyatukan bahasa-bahasa tersebut ialah melalui bahasa Indonesia

Berbagai macam fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yang telah disebutkan di atas yaitu sebagai pemersatu bangsa. Selain itu ada beberapa fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yaitu sebagai bahasa baku dalam penulisan karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah dianjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun juga perlu diketahui, penulisan karya ilmiah tingkat internsional harus menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Meskipun demikian, karya ilmiah tersebut hendaknya juga ditulis dalam bahasa Indonesia agar anak negeri juga dapat mempelajari karya tersebut. Masih banyak lagi fungsi dari bahasa Indonesia, seperti menumbuhkan sikap nasionalisme, cinta produk sendiri (produk-produk Indonesia dan lain-lain), bahasa dalam forum formal, bahasa dalam kegiatan belajar mengajar, dan lain sebagainya.

Melihat dari berbagai fungsi di atas, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar.

Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diaku sebagai karyanya.

Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan unegunegmanusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

Gairah tulis menulis bagi mahasiswa Indonesia masih tergolong rendah. Dan adapun tulisan-tulisan yang dikaryakannya pun masih mengalami kerancuan bahasa yang menyimpang dari kaidah EYD. Untuk itulah perlu adanya mata kuliah bahasa Indonesia bagi mahasiswa.

Akan tetapi sudah tentunya mahasiswa yang telah melewati jenjang SD hingga SMA telah menerima pelajaran bahasa Indonesia dari A sampai Z. Dan apakah di perguruan tinggi ini hanya mengulangi materi yang teah disampaikan layaknya di sekolah-sekolah? Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada umumnya dosen mengajarkan kembali  materi mata kuliah sebagai mana yang telah disampaikan para guru bahasa Indonesia di SD hingga SMA. Para dosen kembali mengajarkan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Pedoman Umum  Ejaan yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Tidak jarang mahasiswa diperlakukan seperti mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di Fakultas Sastra dan Bahasa. Seolah-olah mereka dididik menjadi calon ahli bahasa atau calon sarjana Bahasa Indonesia. Oleh karena materi yang sama telah mereka peroleh sebelumnya, maka banyak mahasiswa baru yang mengikuti kuliah Bahasa Indonesia dengan setengah hati atau merasa sangat terpaksa, demi nilai atau indeks prestasi belaka. Sehingga tidak diherankan jika mahasiswa mengalami kejenuhan dalam belajar bahasa Indonesia. Akan tetapi apakah para mahasiswa telah mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik yang berupa tuliasan maupun lisan? Banyak riset yang memaparkan sebagaimana yang disampaikan oleh S. Sahala Tua Saragih dalam tulisannya “mahasiswa dan bahasai Indonesia” bahwa sebagian besar mahasiswa belum mampu menggunakan bahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan dengan baik dan benar.

Untuk itu, mahasiswa non bahasa perlu dilatih secara intensif berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dan hal tersebut sudah menjadi konskwensi para dosen, baik dosen pengampu bahasa Indonesia maupun yang lain. Artinya, setiap dosen baik pengampu mata kuliah bahasa Indonesia maupun yang lain harus mampu mendidik para mahasiswa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam konteks ilmu atau program studi masing-masing. Dengan kata lain, setiap dosen harus mampu menjadi dosen Bahasa Indonesia. Selain itu para mahasiswa pun perlu mendapatkan pelatihan jurnalistik maupun berkarya ilmiah serta mendapatkan wadah untuk berkreasi mengeluarkan segala kreativitasnya. Sehingga nantinya dalam penulisan karya ilmiah, mahasiswa mampu membuat karya ilmiah dengan penuturan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa adanya copy paste maupun plagiasi.

2.3 Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dituntut supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Selain itu bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari–hari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Dalam perguruan tinggi, kita akan sering membuat karya ilmiah. Bukan hanya karya ilmiah yang akan kita buat melainkan laporan praktikum, skripsi, thesis dan karya tulis lainnya. Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dilakukan supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Di dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, kita pasti mempelajari dan memahami arti pentingnya tata bahasa dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam pembuatan karya ilmiah dan sejenisnya. Setelah kita bisa memahami EYD dengan baik dan benar, kita akan bisa mengetahui konsep penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Sebagai seorang mahasiswa, selayaknya kita menambah kosakata yang sesuai dengan keilmuan yang kita tekuni di perguruan tinggi. Kita harus bisa menggunakan diksi-diksi yang baik dan kalimat-kalimat yang efektif sesuai jenjang pendidikan, bukan seperti anak SMA dan SMP lagi.

Dalam suatu karya ilmiah, penggunaan bahasa memiliki arti yang sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Untuk penggunaan bahasa dalam suatu karya ilmiah berarti menitikberatkan suatu bahasa sebagai alat komunikasi berupa tulisan. Karena itu, penggunaan bahasa dalam karya ilmiah sangatlah penting. Pengertian dari karya ilmiah sendiri adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Nah, untuk di tingkatan perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Selain itu karena alasan di atas, terdapat beberapa hal lain yang membuat bahasa indonesia harus dijadikan mata kuliah di perguruan tinggi.

Dengan demikian, sangat penting untuk mengadakan mata kuliah Bahasa Indonesia di setiap perguruan tinggi selain karena bahasa indonesia merupakan bahasa negara kita sendiri dan sebagai bahasa pemersatu dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga negara itu sendiri.

2.4.Tujuan dan Manfaat Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Diajarkannya mata kuliah Bahasa Indonesia di berbagai universitas dan perguruan tinggi memiliki tujuan umum yang meliputi:

  1. Menumbuhkan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat mendorong mahasiswa memelihara bahasa Indonesia.
  2. Menumbuhkan kebanggan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan mampu mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambing identitas bangsa.
  3. Menumbuhkan dan memelihara kesadaran akan adanya norma bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan agar mahasiswa terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

Selain tujuan umum, Mata kuliah Bahasa Indonesia ini juga memiliki tujuan khusus. Secara khusus mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa, calon sarjana, terampil dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik apakah itu secara lisan, ataupun tertulis, sebagai pengungkapan gagasan ilmiah.

Jika dilihat dari tujuan diberikannya mata kuliah ini sebenarnya cukup jelas apalagi di zaman seperti ini khususnya anak muda generasi penerus Bangsa saat ini kurang sadar akan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kurang merasa bangga dengan bahasa nasional, contohnya adanya bahasa gaul yang malah lebih sering digunakan sehari-hari sampai diterbitkan pula kamus bahasa gaul, apakah ini berarti bahasa Indonesia sudah dilupakan? Maka dari itu dengan adanya mata kuliah bahasa Indonesia ini setidaknya mempunyai harapan untuk para penerus bangsa agar tidak pernah melupakan bahasa Ibu mereka, yaitu bahasa Indonesia.

Manfaat Mempelajari Bahasa Indonesia secara umum ini dilakukan untuk:

  1. Menumbuhkan sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Indonesia;
  2. Menjadi bahasa pemersatu dari berbagai bahasa dari tiap daerah di Indonesia;
  3. Kebanggaan terhadap bangsa Indonesia;
  4. Kesetiaan akan bahasa Indonesia;
  5. Meningkatkan kesadaran akan adanya norma dalam berbahasa dan secara khusus bertujuan untuk terampil berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

BAB III

PENUTUP

3.1        SIMPULAN

bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu, karena di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar, bahasa Indonesia-pun penting untuk dilestarikan oleh penutur aslinya.

Melihat dari berbagai fungsi, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diakuI sebagai karyanya. Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan uneguneg manusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

3.2     Saran

Diharapkan makalah ini dapat mengingatkan pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya bahwa bahasa Indonesia perlu dipelajari, karena dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. Siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga Indonesia itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Subro, seno.1998. Seri Bahasa Indonesia. Semarang: CV Aneka ilmu

Muslich, Masnur. 2010. Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedududkan, Fungsi, Pembinaan, dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara

Rahayu, Mnto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Jakarta: PT Grasindo

Karya ilmiah ” Teknologi Informasi dan Komunikasi”

KARYA ILMIAH

“Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Remaja”

KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam kami ucapkan ke hadirat Allah SWT. karena berkat rahmat-Nyalah tugas karya ilmiah ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam karya kami ini, membahas mengenai “Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Remaja”, suatu permasalahan yang selalu dialami oleh remaja yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk mengakses suatu informasi.

Karya ilmiah  ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk memperdalam pemahan dalam pembuatan karya ilmiah maupun makalah, selain itu karya ilmiah ini adalah salah satu persyaratan untuk mengikuti Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).

Dalam proses penyusunan karya ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu rasa terima kasih kami khususkan kepada yang terhormat  Bapak Moh. Arief Harianto S.pd selaku guru bahasa indonesia di SMK Nurul Jadid yang telah membimbing kami dalam proses penyelesain karya ilmiah ini.

Kami menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan sehingga hanya yang demikian sajalah yang dapat kami buat.

Demikian karya kami ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

 

Tangerang, 19 Mei 2017

 

Prisilia S. P.

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

1.2           Rumusan Masalah

1.3           Tujuan Penulisan

1.4           Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1      Pengertian Teknologi Komunikasi

2.2      Dampak Positif Kemajuan Teknologi Komunikasi

2.3      Negatif Kemajuan Teknologi Komunikasi

2.4      Tindakan yang Dilakukan untuk Menghindari Penyalahgunaan

Teknologi Komunikasi

BAB III PENUTUP

3.1      Kesimpulan

3.2      Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehidupan manusia yang bermula dari kesederhanaan kini menjadi kehidupan yang bisa dikategorikan sangat modern. Di era sekarang, segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang praktis. Hal ini merupakan dampak yang timbul dari hadirnya teknologi. Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan manusia.

Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi. Penggunaan teknologi oleh masyarakat menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih. Komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya, kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak.

Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat ini, pepatah yang menyatakan bahwa“Dunia tak selebar daun kelor” sepantasnya berubah menjadi “Dunia seakan selebar daun kelor”. Hal ini disebabkan karena semakin cepatnya akses informasi dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di daerah lain atau bahkan di negara lain, misalnya Amerika Serikat walaupun kita berada di Indonesia.

Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Teknologi lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin canggih seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi penambahan fungsi teknologi yang semakin memanjakan kehidupan manusia. Salah satu contoh fasilitas canggih saat ini adalah handphone.

Di awal kemunculannya, handphone hanya dimiliki oleh kalangan tertentu yang benar-benar membutuhkannya demi kelancaran pekerjaan mereka. Namun, seiring perkembangan zaman, handphone telah dimiliki oleh semua kalangan baik yang benar-benar membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan tak terkecuali para remaja.

Kini handphone bukan lagi sekadar alat berkomunikasi, tetapi handphone juga merupakan alat untuk mencipta dan menghibur dengan suara, tulisan, gambar, dan video. Para remaja sekarang berlomba-lomba untuk memiliki handphone karena handphone bukan hanya merupakan alat berkomunikasi, namun juga di kalangan remaja handphone sekaligus sebagai gaya hidup, tren, dan lain-lain.

Selain itu, perkembangan pesat beberapa teknologi komunikasi lainnya seperti Internet berhasil memengaruhi para remaja. Sekarang internet tidak hanya sekadar teknologi untuk berbagi data via e-mail, ftp, dan lain-lain. Namun, internet juga menawarkan berbagai situs yang menyediakan berbagai hal seperti jejaring sosial yang sangat populer di kalangan remaja. Jejaring social ini memungkinkan remaja untuk berkomunikasi dengan orang lain di daerah lain atau di negara lain.

Di kalangan remaja, menggunakan teknologi komunikasi, seperti handphone dan internet sebagai alat multifungsi karena multifungsinya tersebut para remaja dapat menggunakan teknologi ini secara positif ataupun negatif tergantung setiap individu. Contoh positif dari penggunaan teknologi komunikasi adalah memanfaatkan teknologi ini untuk membantu mereka dalam proses pembelajaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu dikhawatirkan dalam pemanfaatan teknologi komunikasi oleh para remaja seperti penggunaan tidak sesuai kondisi. Mislanya, menggunakan handphone dalam proses belajar mengajar untuk sms-an dengan pacar atau menggunakan fasilitas internet untuk mengakses situs-situs porno, dan lain-lain.

Berdasarkan argumentasi di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang pengaruh kemajuan teknologi komunikasi di kalangan remaja.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam tulisan ini adalah :

  1. Apa pengertian teknologi komunikasi ?
  2. Bagaimana dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi ?
  3. Bagaimana dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi ?
  4. Apa tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi ?

 

1.3 Tujuan Penulisan

Tulisan ini bertujuan untuk :

  1. Untuk mengetahui pengertian dari teknologi komunikasi.
  2. Untuk mengetahui dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi.
  3. Untuk mengetahui dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi.
  4. Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi

.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat tulisan ini antara lain :

  1. Dapat menambah wawasan penulis dan khalayak tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengaruh kemajuan teknologi komunikasi terhadap remaja.
  2. Sebagai bahan referensi untuk pembaca.
  3. Dapat melatih siswa pada umumnya dan penulis khususnya dalam mengembangkan wawasan diri untuk menyusun buah pikiran secara sistematis dalam bentuk makalah.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1     Pengertian Teknologi Komunikasi

Teknologi merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani technología ‐ TECHNE, ‘kerajinan’ dan‐Logia, studi tentang sesuatu, atau cabang pengetahuan dari suatu disiplin. Teknologi juga dapat diartikan benda‐benda yang berguna bagi manusia, seperti mesin, tetapi dapat juga mencakup hal yang lebih luas, termasuk sistem, metode organisasi, dan teknik. Istilah ini dapat diterapkan secara umum atau spesifik: contoh‐contoh mencakup “teknologi konstruksi”, “teknologi medis”, atau “state‐of‐the‐art teknologi”.

Jadi, pengertian teknologi adalah alat-alat yang dibuat atau dirancang oleh manusia yang bertujuan untuk memudahkan kegiatan-kegiatan manusia.

Sementara, pengertian dari komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi(pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan pengertian teknologi komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video’ electronic data interchange and e-mail. Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan perangkat keras, struktur organisasi, dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan, memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan individu lain (Rogers, 1986).

 

2.2     Dampak Positif dari Kemajuan Teknologi Komunikasi

Saat ini teknologi komunikasi berkembang sangat pesat. Beberapa contoh hasil dari perkembangan teknologi komunikasi adalah hadirnya internet, handphone, televisi, dan lain-lain. Hal ini menyebabkan akses informasi menjadi semakin cepat dan tentunya alat-alat tersenut menjadi sumber informasi baik informasi positif maupun negatif. Sebuah informasi dikatakan bernilai positif jika informasi tersebut memberikan manfaat bagi penelitian.

Berikut ini akan dijelaskan dampak-dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi.

  1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
  2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
  3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
  4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).
  5. Mempermudah proses pembelajaran, layanan online dalam pendidikan pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (siswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi guru dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat didownload oleh siswa.
  6. Mempermudah komunikasi untuk menyambung silaturahmi, seperti pada telepon genggam yang dilengkapi dengan fitur pesanan dan telepon yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang di daerah lain ataupun di negara lain. Bahkan sekarang telepon genggam telah menganut sistem berbasis 3G dimana seseorang dapat berkomunikasi via telepon sekaligus melihat wajah lawan bicaranya.
  7. Sarana untuk hiburan. Beberapa perangkat hasil dari teknologi komunikasi menyediakan fasilitas game, audio, dan video.
  8. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
  9. Siswa tidak gagap teknologi, siswa dapat mengikuti perkembangan era teknologisasi dunia dan siswa dapat lebih produktif, efektif dan efisien dalam waktu, energi dan biaya karena ada sarana komunikasi yang memudahkan urusannya.

2.3     Dampak Negatif dari Kemajuan Teknologi Komunikasi

Kemajuan teknologi, adalah hal yang patut disyukuri. Sebab dengan sentuhan teknologi, berbagai pemenuhan kebutuhan hidup manusia menjadi lebih mudah. Pada dasarnya, teknologi membawa implikasi positif dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan, kemajuan teknologi menjadi bukti perkembangan kemampuan manusia untuk menggunakan nalar dan pikirannya dalam mengelola alam dan potensi diri manusia itu sendiri. Akan tetapi, jika hasil capaian teknologi kemudian disalahgunakan, maka yang muncul adalah beragam dampak buruk. Tidak hanya tujuan utama dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tercapai, namun penyalahgunaan rekayasa teknologi itu sendiri akan membuat hidup manusia semakin sulit. Tidak terkendali. Menjadi linglung. Bahkan menjadi ambigu.

Berikut ini adalah dampak-dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi.

  • Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

  • Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

  • Penipuan

Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

  • Carding

Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

  • Perjudian

Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya. Dan yang lebih mengkhawatirkan jika situs perjudian tersebut dikunjungi oleh remaja-remaja yang masih labil sehingga sangat rentan merusak moral mereka.

  • Mengurangi sifat sosial

Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).

  • Kecanduan

Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.

  • Mengganggu aktivitas siswa

Penggunaan tidak sesuai kondisi, Misalnya, menggunakan handphone pada saat proses belajar mengajar berlangsung untuk sms-an dengan teman atau pacar atau membuka situs jejaring sosial (facebook, twitter, plurk, yahoo koprol, dll) pada saat belajar.

 

2.4   Tindakan yang Dilakukan untuk Mengindari

PenyalahgunaanTeknologi Komunikasi

Tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi, antara lain:

  1. Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau sosial media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
  2. Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas positif yang sering melakukan pertemuan di dunia nyata atau biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi anda karena komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan anda.
  3. Menolak ajakan teman untuk menyimpan maupun melihat hal-hal yang meyangkut pornoaksi dan pornografi.
  4. Tidak membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone saat pelajaran berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
  5. Ketika berada dirumah sebaiknya mengatur waktu sebaik-baiknya antara belajar dan memanfaatkan teknologi komunikasi, seperti handphone, internet, dan lain-lain.
  6. Menghindari mengakses situs porno atau mendownload konten-konten porno.
  7. Memanfaatkan teknologi komunikasi seperlunya.

Dalam hal ini pengawasan dari orang tua juga sangat penting. Mengingat kenakalan remaja dilakukan mayoritas dilakukan oleh para remaja yang kurang mendapat perhatian dari orang tua.

BAB III

PENUTUP

3.1            Kesimpulan

  1. Teknologi adalah alat-alat yang dibuat atau dirancang oleh manusia yang bertujuan untuk memudahkan kegiatan-kegiatan manusia. Sementara, pengertian dari komunuikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.

 

  1. Pengertian Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi memfasilitasi komunikasi atar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telepon, telex, fax, radio, televisi, e-mail, dan lain-lain.

 

 

  1. Dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi, antara lain :

o   Internet sebagai media komunikasi

o   Media pertukaran data

o   Media untuk mencari informasi atau data

o   Fungsi komunitas

o   Mempermudah proses pembelajaran

o   Mempermudah komunikasi untu menyambung silaturahmi

o   Sarana untuk hiburan

o   Kebutuhan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan.

o   Siswa tidak gagap teknologi

  1. Dampak negatif kemajuan teknologi komunikasi adalah pornografi, violence and gore, penipuan, carding, perjudian, mengurangi sifat social manusia, bisa membuat seseorang kecanduan, dan penggunaan tidak sesuai kondisi.

 

  1. Tindakan yang dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi adalah dengan menggunakan teknologi komunikasi seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi.

 

3.1     Saran

  1. Diharapkan untuk para remaja untuk tidak perlu terpengaruh dengan kemajuan teknologi sekarang ini, karena dapat memberikan pengaruh yang buruk terhadap perkembangan remaja itu sendiri.
  2. Sebagai remaja yang tidak bisa lepas dari pengaruh kemajuan teknologi agar bisa membedakan hal-hal yang merupakan pengaruh yang baik dari kemajuan teknologi dan pengaruh yang buruk dari kemajuan teknologi.
  3. Kepada seluruh pembaca kiranya memberikan kritik yang bersifat membangun sehingga apa yang kita harapkan dari isi tulisan ringkasan ini dapat berguna bagi pembangunan pendidikan.

 

sumber : Contoh Karya Ilmiah tentang Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Remaja – See more at: http://pbsstainmetro.blogspot.co.id/2015/05/contoh-karya-ilmiah-tentang-pengaruh.html#.dpuf

Essay: Assignment 13

Instructions

Anda sudah diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai tata cara penulisan karya ilmiah dan dapat membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis non-ilmiah

Anda diharapkan juga nantinya memiliki kemampuan dan kemauan menulis dan menulis karya ilmiah. Untuk itu sudah siapkah Anda memulai menulis sesuatu dalam bentuk tulisan ragam ilmiah? (Dengan mengambil topik dan tema yang Anda sukai dan Anda kuasai, dalam bentuk jurnal, makalah, artikel dll).

Jawablah pertanyaan berikut ini :

  • Apakah Anda siap menulis? Jika jawaban Anda “SIAP” kapan Anda akan memulainya? Begitu juga jika Anda menjawab  “Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap? Buatlah jawaban dan postingkan di iMe (perlu kejujuran dan komitmen dari diri sendiri untuk menjawab pertanyaan ini). Postingan Anda di iMe akan menjadi “Saksi Hidup” akan keberhasilan Anda dalam menyelesaikan studi melalui perkuliahan kelas iLearningPlus ini.

Keterangan :

Saya sudah menyelesaikan Tugas 13

Status :

Tercapai 100 %

Bukti :

Saya “SIAP” untuk menulis, karena sudah mempelajari materi-materi yang di berikan.

Essay: Tugas 12

Instructions

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Keterangan :

Saya sudah menyelesaikan Tugas 12

Status :

Tercapai 100 %

Bukti :

1. Teknologi Informatika dan komputer

Judul : MAKALAH PENGANTAR TELEMATIKA TEKNOLOGI INFORMATIKA

Penulis : FIRZA ALFI, KHOLIDAH NASTA’IN, JAMALUDDIN NASUTION, JAKA SATRIA, JULIO CAESAR

Sumber : http://nastaui.blogspot.co.id/2015/10/makalah-teknologi-informatika-softskill.html

2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi

Judul : BAHASA INDONESIA SEBAGAI MATAKUIAH WAJIB DI PERGURUAN TINGGI

Penulis : LINDAWATI

Sumber : http://lindawati11083.blogspot.co.id/2013/11/bahasa-indonesia-sebagai-matakuiah.html

3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Judul : PENTINGNYA BUDAYA MENULIS BAGI MAHASISWA

Penulis : RAHMI RUSNAF

Sumber : http://rahmirusnaf0.blogspot.co.id/2015/02/makalah-pentingnya-budaya-menulis-bagi.html

Tugas 12 Betari Ayu

Pertanyaan:

Silakan selesaikan tugas ini sebaik-baiknya.

Carilah karya tulis ilmiah (judul bebas)  berupa jurnal atau makalah yang berhubungan dengan

  1. Teknologi Informatika dan komputer
  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi
  3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Postingkan  ke tiga karya tulis tersebut di iMe.

Jangan lupa mencantumkan nama penulis dan sumbernya.

Status: Done

Pernyataan: Saya sudah mengerjakan

Pembuktian:

Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

Karya ilmiah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaannya.

Dalam penulisan karya ilmiah ini saya mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam penyusunan ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal kepada mereka amin yaa rabbal alamin.

Weleri, 24 Maret 2013

Penyusun

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR ………………………………………………………

DAFTAR ISI …………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ………………………………………………………
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………..
  3. Tujuan Penulisan ……………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN

  1.  Pengertian TIK ………………………………………………………
  2.  Perkembangan TIK Dalam bidang Pendidikan ………………………
  3. Peranan TIK dalam Pendidikan ……………………………………..
  4. Dampak Positif dan Negatif TIK dalam Pendidikan ………………..
  5. Cara Mencegah dampak Negatif dalam Pendidikan ………………..

BAB III PENUTUPAN

  1. Kesimpulan ………………………………………………………….
  2. Saran …………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………..

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di masyarakat. Umumnya Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur gunak menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.

Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan.Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian buku, guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun, TIK juga memiliki banyak kekurangan. TIK tidak hanya memberikan dapak positif, namun juga memiliki dampak negative terhadap kehidupan, salah satunya yang menonjol adalah di bidang pendidikan.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang akan diidentifikasi dalam makalah ini yaitu :

  1. Apa Teknologi Informasi dan Komunikasi itu?
  2. Bagaimana perkembangan TIK dalam bidang pendidikan?
  3. Bagaimana peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan?
  4. Apa saja dampak positif dan negatif TIK dalam bidang pendidikan
  5. Bagaimana cara mencegah dampak negatif dari TIK dalam bidang pendidikan?
  1.  Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata Pelajaran TIK, yaitu:

  1. Untuk meningkatkan pengetahuan dalam memahami peranan, dampak positif dan dampak negatif TIK dalam bidang pendidikan
  2. Untuk mengatahui solusi yang tepat dalam mengangani dampak negatif TIK dalam bidang pendidikan

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian TIK

Terdapat banyak pengertian mengenai TIK atau Teknologi informasi dan komunikasi, namun jika dapat disimpulkan dari berbagai sumber Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang  segala kegiatan  yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media

Namun, ada pula yang mengartikan bahwa, TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta, dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.

  1. Perkembangan TIK dalam bidang pendidikan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata.

Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.

Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Dalam pengaksesan dan pemanfaatan metode ini, peran internet sangatlah diperlukan, karena melalui internet seseorang dapat mengirim file atau meng-upload file yang ingin dipublikasikan dan melalui internet juga seseorang dapat mengakses file yang ingin dicari. Selain metode distance learning, masih banyak metode-metode lain yang sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, diantaranya dengan adanya modul-modul pembelajaran gratis yang tersedia, portal pembelajaran online,dan lain-lain.

Jika kita melihat ke negara lain, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia bisa dibilang cukup tertinggal. Peran pemerintah sangat diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat menyamaratakan perkembangan teknologi informasi disemua daerah di negara ini. Pemerintah diharapkan dapat membantu daerah-daerah yang penyampaian proses informasinya masih minim dan tidak hanya fokus pada daerah atau kota-kota besar saja seperti yang terjadi pada saat sekarang ini, karena pada kenyataannya peran daerah dalam mendukung perkembangan teknologi informasi dan perkembangan pendidikan di Indonesia sangatlah penting.

Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan sektor yang paling dominan.

  1. Peranan TIK dalam Pendidikan

Terdapat 6 Peranan TIK dalam bidang pendidikan, antara lain :

  1. TIK sebagai skill dan kompetensi
  • Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya  TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.
  1. TIK sebagai infratruktur pembelajaran
  • Tersedianya bahan ajar dalam format digital
  • The network is the school
  • Belajar dimana saja dan kapan saja
  1. TIK sebagai sumber bahan belajar
  • Ilmu berkembang dengan cepat
  • Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
  • Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
  • Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran
  • Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama
  1. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
  • Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
  • Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
  • Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
  • Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
  • Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas
  1. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran
  • Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
  • Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
  • Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
  • Orang merupakan sumber daya yang bernilai
  1. TIK sebagai sistem pendukung keputusan
  • Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
  • Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
  • Profil institusi  pendidikan diketahui oleh pemerintah.
  1. Dampak Positif dan Negatif TIK dalam Pendidikan

Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan:

  1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
  2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
  3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
  4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

Tidak diragukan lagi, transformasi informasi ini memiliki banyak manfaat positif, namun sayangnya juga membawa berbagai dampak negatif diantaranya:

  1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
  2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
  3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention)
  1. Cara Mencegah dampak Negatif dalam Pendidikan

Dampak negatif TIK diatas dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  1. Menegakkan fungsi hukum yang berlaku, misalnya pembentukan chiber task yang bertugas untuk menentukan standar operasi pengendalian dalam penerapan teknologi informasi di instansi pemerintah. Hal ini meliputi keamanan teknologi, system rekap data, serta fungsi pusat penanganan bencana.
  2. Menghindari penggunaan telepon seluler berfitur canggih oleh anak-anak dibawah umur dan lebih mengawasi pemakaian ponsel.
  3. Televisi:
  • Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan, dan tayangan mistis.
  • Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang tengah ditayangkan.
  • Mengaktifkan penggunaan fasilitas Parental Lock pada TV kabel dan satelit.
  • Menghindari penempatan TV pribadi di dalam kamar.
  1. Komputer dan internet:
  • Mewaspadai muatan pornografi digital (online maupun offline).
  • Mewaspadai kekerasan pada game.
  • Cek history browser pada computer anak untuk melihat apa saja yang sudah dilihatnya.
  • Menggunakan program filtering dan Parental Control.
  • Meletakkan computer pada tempat yang dapat diawasi, hindari penempatan computer di dalam kamar.
  • Jika terpaksa meletakkan computer dalam kamar anak, jangan melengkapinya dengan fasilitas internet.
  1. Perbanyak buku yang bersifat edukatif di rumah.

Disamping Teknologi informasi memiliki manfaat yang sangat banyak. Tapi, selain itu masih banyak kendala dalam penerapan aplikasi teknologi informasi itu sendiri. Diantaranya :

  1. Kurangnya ketersediaan sumber daya manusia
  2. Belum memadainya infrastruktur telekomunikasi
  3. Belum memadainya perangkat hukum yang mengaturnya
  4. Memerlukan biaya yang cukup tinggi
  5. Belum meratanya jaringan di seluruh Indonesia

 

BAB III

KESIMPULAN

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi elektronika. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan.

Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Akan tetapi semua itu tidak terlepas dari sisi negatifnya. Menyikapi keadaan ini, maka peran pendidikan sangat penting untuk mengembangkan dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.

Saran :

Menurut pendapat para pakar informasi, dampak negative dari berbagai fasilitas komunikasi, termasuk internet, sama sekali tidak dapat dipandang sebelah mata, karena dampak negatif tersebut sangat mempengaruhi aktivitas penggunanya. Maka dari itu dalam hal ini peranan orang tua pun sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Dapat juga melakukan beberapa contoh solusi dibawah ini dalam menanggulangi beberapa dampak negative Teknologi Komunikasih yaitu;

  1. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur.
  2. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran.
  3. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
  4. Perlu ada kesadaran peran dan kerjasama antara seluruh pengguna layanan TIK.
  5. Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak.
  6. letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak.
  7. Untuk mencegah kecanduan, orang tua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer.
  8. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya.

                                                                 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://tinifeehily.wordpress.com/2012/09/05/cara-atau-solusi-untuk-menanggulangi-dampak-negatif-dalam-teknologi-informasi/

http://iinsetiyaningsih.wordpress.com/2009/01/13/pengertian-tik-2/

http://whitewishes.wordpress.com/2010/02/23/peranan-tik-dalam-bidang-pendidikan/

http://www.dedeyahya.com/2011/10/perkembangan-tik-di-bidang-pendidikan.html

http://umilestari67.wordpress.com/2011/04/03/makalah-dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-terhadap-aktivitas-pendidikan/

http://dianidah.wordpress.com/2012/06/07/makalah-tik-dalam-bidang-pendidikan/

Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bahasa merupakan media yang digunakan anggota suatu kelompok social untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan sebagai identitas diri. Bahasa dapat menggiring kita menembus ruang dan waktu. Melalui bahasa, kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan, sejarah, maupun adat istiadat suatu bangsa dalam masa tertentu. Bahasa mampu merekam berbagai hal tersebut dalam bentuk lisan maupun tulisan. Semua itu merupakan fungsi bahasa yang telah lama diemban oleh bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharihari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang dikrarkan sejak 28 Oktober 1928 oleh para pejuang bangsa sampai dengan saat ini masih tetap eksis. Bahasa Indonesia sampai dengan saat ini masih dirasakan perannya dalam berbagai sendi kehidupan, antara lain sebagai alat komunikasi antarwarga dan antarmasyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia masih tetap memegang peranan penting dan masih tetap merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia masih lebih dominan digunakan di dalam berbagai kegiatan, seperti rapat-rapat, siaran radio, TV,  pidato kenegaraan, pidato politik, pelaksanaan administrasi kedinasan, dan bahasa pennngantar pada setiap level pendidikan.  Bahkan saat ini, sebagian besar komunikasi tidak resmi antarwarga pun sudah sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa daerah masing-masing. Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi bahasa kedua setelah bahasa daerah (bahasa ibu), kini justru bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa pertama, sedangkan bahasa daerah telah menjadi bahasa kedua bahkan telah menjadi bahasa ketiga (bahasa asing) bagi pemilikinya.

Bahasa Indonesia merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi lisan dan tulis, tetapi juga secara objektif berfungsi sebagai: (1) alat pemersatu, (2) pemberi kekhasan, (3) pembawa kewibawaan, dan (4) kerangka acuan (Alwi 2000:15; HP Ahmad dan A. Alek;  Muslich,  2010; Pateda dan Yennie P. Pulubuhu. 2007; Rahayu,  2007;Sugono, 2009; dan Widjono, 2010).   Di samping itu Mendiknas (Bambang Sudibyo dalam Nurjamal dan  Sumirat,  2010: 209), mengatakan bahwa Bahasa Indonesia tak hanya digunakan dan dipelajari di tanah air, tetapi juga telah tersebar dan telah dipelajari di berbagai perguruan tinggi mancanegara. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia di samping dipelajari oleh penutur asing yang ada di Indonesia yang dikenal dengan BIPA, juga telah menjadi salah satu mata kuliah wajib di beberapa negara, antara lain Australia. Dalam hal ini bahasa Indonesia telah menjadi mata kuliah yang diminati. Masalahnya adalah bagaimana dengan kita bangsa Indonesia sebagai pemilik bahasa ini?

Sebagai pemersatu, bahasa Indonesia berfungsi menghubungkan antarsesama penutur berbagai dialek bahasa Indonesia. Sebagai pemberi kekhasan, bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Melayu Malaysia, bahasa Melayu Singapura, bahasa Melayu Brunai Darussalam, atau bahkan bahasa bahasa Indonesia sudah jauh berbeda dari bahasa Melayu Riau/Johor sebagai induk bahasa Indonesia. Sebagai fungsi kewibawaan perkembangan bahasa Indonesia dapat dijadikan teladan bagi bangsa-bangsa lain, seperti di Asia Tenggara atupun mungkin juga di negara-negara di Afrika, yang juga memiliki bahasa-bahasa yang moderen karna penutur bahasa Indonesia yang baik dan benar akan memperoleh kewibawaan di mata orang lain. Sebagai fungsi kerangka acuan, bahasa Indonesia akan selalu berkembang. Perkembangan itu selalu disepakati melalui hasil keputusan pertemuan-pertemuan khusus untuk membicarakan tentang bahasa Indonesia atau melalui kongres Bahasa Indonesia. Keputusan-keputusan yang telah disepakati di masarakatkan secara resmi, baik melalui media maupun melalui pembelajaran pada setiap jenjang sekolah.

Untuk memelihara, melindungi, dan mewujudkan bahasa Indonesia agar tetap dicintai dan digunakan oleh bangsa Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang sistem pendidikan Nasional (SISDIKNAS) menetapkan bahasa Indonesia sebagai  pengantar dalam setiap tingkatan pendidikan nasional. Hal itu tercantum dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, BAB VII, Psl 33 ayat 1 yang berbunyi ’’Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan nasional’’. Sebagai implementasi dari UU SISDIKNAS tersebut, pemerintah menetapkan kurikulum Nasional dan Garis-Garis Besar Prorgram Pengajaran Bahasa Indonesia untuk setiap tingkatan sekolah yang ada di Indonesia.

Untuk melihat sejauh mana realisasi kecintaan, kesetiaan, dan kebanggan bangsa Indonesia sebagai pemilik terhadap  bahasa Indonesia, maka pihak-pihak yang terkait (teutama yang bergerak dalam bidang pendidikan) telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/MA/SMK  dan sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian di  PT yang wajib dicantumkan dalam kurikulum pada seluruh  Jurusan/Prodi/Fakultas dan wajib diambil/diprogramkan oleh seluruh mahasiswa sampai lulus. Selanjutnya, bahasa Indonesia ditetapkan pula sebagai mata pelajaran/mata kuliah yang diujikan secara nasional (UAN/UN).

Masalahnya sekarang adalah apakah prospek penggunaan bahasa Indonesia oleh masyarakat Indonesia di era globalisasi ini masih sesuai dengan harapan sebagaimana yang dipaparkan sebelumnya? Pertanyaan ini perlu dilontarkan, sebab dengan diberlakukanya perdagangan bebas antar negara, batas teritorial secara geografis menjadi tidak penting. Sekat-sekat teritorial tersebut selama ini mulai berangsur-angsur hilang dengan masuknya informasi secara bebas ke seluruh sudut ruangan yang ada di seluruh penjuru dunia. Menghadapi permasalahan ini mampukah bangsa Indonesia  mempertahankan dan mengembagkan bahasa Indonesia di tengah pesatnya teknologi informasi dewsa ini? Agar bahasa  Indonesia tetap eksis dipergunakan oleh masyarakat Indonesia perlu adanya upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi muda (mahasiswa).

1.2  Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini adalah “Apa Manfaat Mempelajari Mata Kuliah Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi?”

1.3  Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar pembaca dan penulis dapat mengetahui apa sebenarnya manfaat mempelajari mata kuliah bahasa Indonesia bagi kita khususnya mahasiswa perguruan tinggi.

1.4  Manfaat

Setelah pembaca makalah ini, maka setidaknya pembaca akan memahami arti penting dari mata kuliah bahasa Indonesia, sehingga mata kuliah tersebut masih terus diajarkan bahkan sampai perguruan tinggi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 .Pengertian Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Sifat bahasa: (a) sistemis yaitu terdiri atas pola-pola yang beraturan dan saling berkaitan; (b) arbitrer yaitubentuk dan makna bersifat manasuka sesuai dengan masyarakat pemakainya; (c) konvensional yaitu bentuk dan makna ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakai; (d) dinamis yaitu bentuk dan makna berkembang/berubah sesuai perkembangan.

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

2.2 Mata Kuliah Bahasa Indonesia Bagi Mahasiswa

Bahasa Indonesia merupakan produk bahasa yang lahir di bangsa Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia tidak lahir begitu saja, namun juga melalui proses yang panjang. Bahkan hingga sekarang, bahasa Indonesia masih terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, setiap saat bahasa Indonesia dapat bertambah kosa katanya. Perkembangan zaman yang cepat terutama di era globalisasi ini menuntut bahasa Indonesia untuk selalu berbenah sehingga dapat menampung berbagai macam istilah-istilah baru yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.

Bahasa ini digunakan untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang setiap suku tersebut memiliki bahasa daerah masing-masing. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk menyatukan bahasa-bahasa tersebut ialah melalui bahasa Indonesia

Berbagai macam fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yang telah disebutkan di atas yaitu sebagai pemersatu bangsa. Selain itu ada beberapa fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yaitu sebagai bahasa baku dalam penulisan karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah dianjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun juga perlu diketahui, penulisan karya ilmiah tingkat internsional harus menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Meskipun demikian, karya ilmiah tersebut hendaknya juga ditulis dalam bahasa Indonesia agar anak negeri juga dapat mempelajari karya tersebut. Masih banyak lagi fungsi dari bahasa Indonesia, seperti menumbuhkan sikap nasionalisme, cinta produk sendiri (produk-produk Indonesia dan lain-lain), bahasa dalam forum formal, bahasa dalam kegiatan belajar mengajar, dan lain sebagainya.

Melihat dari berbagai fungsi di atas, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar.

Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diaku sebagai karyanya.

Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan unegunegmanusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

Gairah tulis menulis bagi mahasiswa Indonesia masih tergolong rendah. Dan adapun tulisan-tulisan yang dikaryakannya pun masih mengalami kerancuan bahasa yang menyimpang dari kaidah EYD. Untuk itulah perlu adanya mata kuliah bahasa Indonesia bagi mahasiswa.

Akan tetapi sudah tentunya mahasiswa yang telah melewati jenjang SD hingga SMA telah menerima pelajaran bahasa Indonesia dari A sampai Z. Dan apakah di perguruan tinggi ini hanya mengulangi materi yang teah disampaikan layaknya di sekolah-sekolah? Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada umumnya dosen mengajarkan kembali  materi mata kuliah sebagai mana yang telah disampaikan para guru bahasa Indonesia di SD hingga SMA. Para dosen kembali mengajarkan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Pedoman Umum  Ejaan yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Tidak jarang mahasiswa diperlakukan seperti mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di Fakultas Sastra dan Bahasa. Seolah-olah mereka dididik menjadi calon ahli bahasa atau calon sarjana Bahasa Indonesia. Oleh karena materi yang sama telah mereka peroleh sebelumnya, maka banyak mahasiswa baru yang mengikuti kuliah Bahasa Indonesia dengan setengah hati atau merasa sangat terpaksa, demi nilai atau indeks prestasi belaka. Sehingga tidak diherankan jika mahasiswa mengalami kejenuhan dalam belajar bahasa Indonesia. Akan tetapi apakah para mahasiswa telah mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik yang berupa tuliasan maupun lisan? Banyak riset yang memaparkan sebagaimana yang disampaikan oleh S. Sahala Tua Saragih dalam tulisannya “mahasiswa dan bahasai Indonesia” bahwa sebagian besar mahasiswa belum mampu menggunakan bahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan dengan baik dan benar.

Untuk itu, mahasiswa non bahasa perlu dilatih secara intensif berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dan hal tersebut sudah menjadi konskwensi para dosen, baik dosen pengampu bahasa Indonesia maupun yang lain. Artinya, setiap dosen baik pengampu mata kuliah bahasa Indonesia maupun yang lain harus mampu mendidik para mahasiswa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam konteks ilmu atau program studi masing-masing. Dengan kata lain, setiap dosen harus mampu menjadi dosen Bahasa Indonesia. Selain itu para mahasiswa pun perlu mendapatkan pelatihan jurnalistik maupun berkarya ilmiah serta mendapatkan wadah untuk berkreasi mengeluarkan segala kreativitasnya. Sehingga nantinya dalam penulisan karya ilmiah, mahasiswa mampu membuat karya ilmiah dengan penuturan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa adanya copy paste maupun plagiasi.

2.3 Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dituntut supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Selain itu bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari–hari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Dalam perguruan tinggi, kita akan sering membuat karya ilmiah. Bukan hanya karya ilmiah yang akan kita buat melainkan laporan praktikum, skripsi, thesis dan karya tulis lainnya. Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dilakukan supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Di dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, kita pasti mempelajari dan memahami arti pentingnya tata bahasa dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam pembuatan karya ilmiah dan sejenisnya. Setelah kita bisa memahami EYD dengan baik dan benar, kita akan bisa mengetahui konsep penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Sebagai seorang mahasiswa, selayaknya kita menambah kosakata yang sesuai dengan keilmuan yang kita tekuni di perguruan tinggi. Kita harus bisa menggunakan diksi-diksi yang baik dan kalimat-kalimat yang efektif sesuai jenjang pendidikan, bukan seperti anak SMA dan SMP lagi.

Dalam suatu karya ilmiah, penggunaan bahasa memiliki arti yang sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Untuk penggunaan bahasa dalam suatu karya ilmiah berarti menitikberatkan suatu bahasa sebagai alat komunikasi berupa tulisan. Karena itu, penggunaan bahasa dalam karya ilmiah sangatlah penting. Pengertian dari karya ilmiah sendiri adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Nah, untuk di tingkatan perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Selain itu karena alasan di atas, terdapat beberapa hal lain yang membuat bahasa indonesia harus dijadikan mata kuliah di perguruan tinggi.

Dengan demikian, sangat penting untuk mengadakan mata kuliah Bahasa Indonesia di setiap perguruan tinggi selain karena bahasa indonesia merupakan bahasa negara kita sendiri dan sebagai bahasa pemersatu dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga negara itu sendiri.

2.4.Tujuan dan Manfaat Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Diajarkannya mata kuliah Bahasa Indonesia di berbagai universitas dan perguruan tinggi memiliki tujuan umum yang meliputi:

  1. Menumbuhkan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat mendorong mahasiswa memelihara bahasa Indonesia.
  2. Menumbuhkan kebanggan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan mampu mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambing identitas bangsa.
  3. Menumbuhkan dan memelihara kesadaran akan adanya norma bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan agar mahasiswa terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

Selain tujuan umum, Mata kuliah Bahasa Indonesia ini juga memiliki tujuan khusus. Secara khusus mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa, calon sarjana, terampil dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik apakah itu secara lisan, ataupun tertulis, sebagai pengungkapan gagasan ilmiah.

Jika dilihat dari tujuan diberikannya mata kuliah ini sebenarnya cukup jelas apalagi di zaman seperti ini khususnya anak muda generasi penerus Bangsa saat ini kurang sadar akan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kurang merasa bangga dengan bahasa nasional, contohnya adanya bahasa gaul yang malah lebih sering digunakan sehari-hari sampai diterbitkan pula kamus bahasa gaul, apakah ini berarti bahasa Indonesia sudah dilupakan? Maka dari itu dengan adanya mata kuliah bahasa Indonesia ini setidaknya mempunyai harapan untuk para penerus bangsa agar tidak pernah melupakan bahasa Ibu mereka, yaitu bahasa Indonesia.

Manfaat Mempelajari Bahasa Indonesia secara umum ini dilakukan untuk:

  1. Menumbuhkan sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Indonesia;
  2. Menjadi bahasa pemersatu dari berbagai bahasa dari tiap daerah di Indonesia;
  3. Kebanggaan terhadap bangsa Indonesia;
  4. Kesetiaan akan bahasa Indonesia;
  5. Meningkatkan kesadaran akan adanya norma dalam berbahasa dan secara khusus bertujuan untuk terampil berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

BAB III

PENUTUP

3.1        SIMPULAN

bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu, karena di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar, bahasa Indonesia-pun penting untuk dilestarikan oleh penutur aslinya.

Melihat dari berbagai fungsi, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diakuI sebagai karyanya. Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan uneguneg manusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

3.2     Saran

Diharapkan makalah ini dapat mengingatkan pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya bahwa bahasa Indonesia perlu dipelajari, karena dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. Siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga Indonesia itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Subro, seno.1998. Seri Bahasa Indonesia. Semarang: CV Aneka ilmu

Muslich, Masnur. 2010. Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedududkan, Fungsi, Pembinaan, dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara

Rahayu, Mnto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Jakarta: PT Grasindo

RENDAHNYA MINAT MENULIS DI KALANGAN MAHASISWA

(FAKTOR PENYEBAB, DAMPAK, DAN SOLUSI)

DISUSUN OLEH:

Muhaimin Anashir Nasuha (D0112060)

ILMU ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2012

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ………………………………………………………………………………  i

Daftar Isi …………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………………………. ……….. 3
  3. Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………………… 4

BAB II PEMBAHASAN

  1. Faktor penyebab ………………………………………………………………………………. 5
  2. Dampak yang ditimbulkan ………………………………………………………………..  8
  3. Solusi mengatasinya …………………………………………………………………………  9

BAB II PENUTUP

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………. 12
  2. Saran …………………………………………………………………………………………….. 13

Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………… 14

Lampiran ……………………………………………………………………………………….. 16

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Menulis merupakan kegiatan yang tidak asing lagi bagi manusia. Bahkan kegiatan menuilis sudah diajarkan oleh orang tua kita semenjak kita kecil. Menulis juga dapat diartikan sebagai menuangkan ide atau gagasan yang ada di pikiran kita. Kegiatan menulis juga diterangkan dalam kitab suci Al-Qur’an yaitu pada QS. Al Qamar: 53

 

  1. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.

Ayat diatas menerangkan bahwa kegiatan menulis sangat penting kegunaanya. Namun sekarang, menulis seakan-akan menjadi kegiatan yang membosankan bagi berbagai kalangan, termasuk bagi kalangan mahasiswa. Kegiatan menulis bagi sebagian mahasiswa merupakan kegiatan yang membosankan, bahkan menulis juga dianggap kegiatan yang membuang waktu. Menulis bagi kalangan mahasiswa hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, misalnya pada saat ujian serta hanya untuk menggugurkan kewajiban yakni pada saat mahasiswa diberi tugas oleh dosennya seperti mengerjakan tugas akhir semester dan sebagainya.

Menurut Kepala Balai Bahasa Bandung, Abdul Khak (2011) rendahnya minat menulis membaca juga dipengaruhi oleh rendahnya minat membaca seseorang. Ia juga mengatakan bahwa membaca merupakan kegiatan untuk mencari referensi bagi kegiatan menulis. Jika kegiatan tersebut tidak dilakukan oleh seseorang atau mahasiswa maka untuk menulis pun tidak akan berhasil. Ia juga menegengeluhkan tentang rendahnya minat dan kualitas mahasiswa dalam menulis, “Kualitas dan kemampuan menulis mahasiswa saat ini cenderung rendah. Ini juga membuktikan bahwa, minat membaca mahasiswa sekalipun rendah,” ujar Abdul.

Rendahnya minat menulis berdampak pada jumlah publikasi karya imliah yang masih kalah dengan negara-negara lain. Jumlah karya ilmiah Indonesia bahkan hanya sepertujuh dari negara tetangga yaitu Malaysia (Dirjen Dikti. 2012). Demikian pula jika dilihat dari jumlah penduduknya pertumbuhan karya tulis Indonesia sejak tahun 1996 hingga 2010 masih dibawah negara-negara lain.

 

Menulis penting bagi mahasiswa, yaitu sebagai sarana untuk menghilangkan stress dan untuk menyegakan pikiran (Kompasiana.com). Selain itu menulis juga berfungsi untuk melatih kekritisan mahasiswa yang tidak ada waktu untuk turun ke jalan terhadap suatu hal yang menjadi suatu permasalahan di masyarakat. Kita semua tahu mahasiswa disebut-sebut sebagai “agent of change” atau agen perubahan yang memilki kekritisan terhadap ketidakadilan di masyarakat atau di lingkungan di mana dia berada. Terkadang menulis dapat dijadikan sebagai senjata atau sarana yang paling efektif untuk menciptakan perubahan di masyarakat.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa saja faktor yang menyebabkan rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa?
  3. Apa saja dampak yang timbulkan akibat rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa?
  4. Bagaimana upaya atau solusi untuk mengatasi rendanya minat menulis di kalangan mahasiswa?
  1. Tujuan Penulisan
  2. Mengidentifikasi faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa.
  3. Mendeskripsikan dampak apa saja yang ditimbulkan oleh rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa.
  4. Mendeskripsikan upaya atau solusi untuk mengatasi rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Faktor Penyebab Rendahnya Minat Menulis di Kalangan Mahasiswa

Menulis merupakan kegiatan menuangkan pikiran atau gagasan, atau fakta dalam bentuk tulisan (Sumarwati & Suryanto 2008:15). Menulis dan Mahasiswa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain sebagai kegiatan dalam mengerjakan tugas-tugas mereka, menulis juga dapat digunakan dalam mengkritisi suatu ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat sebagaimana mahasiswa juga berfungsi sebagai “agent of change”. Rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa perlu mendapat perhatian khusus baik oleh para dosen, orang tua serta bagi mahasiswa itu sendiri. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa adalah sebagai berikut:

  1. Menulis merupakan kegiatan “aktif” sehingga kurang diminati

Tidak dapat dipungkiri penyebab rendanya minat mahasiswa dalam menulis adalah kegiatan menulis merupakan kegiatan yang aktif sehingga memerlukan energi, ruang, dan waktu serta akhirnya menimbulkan kesan di pikiran mahasiswa bahwa menulis merupakan kegiatan yang membosankan. Berbeda dengan membaca, membaca merupakan kegiatanya yang pasif sehingga dapat dilakukan di mana saja. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Balai Bahasa Bandung, Abdul Khak (2011),  “Kalau menulis itu orang butuh energi yang lebih ketimbang membaca karena kegiatan aktif. Kalau membaca bisa dilakukan di mana saja, bisa di rumah sambil santai atau dalam angkutan umum ketika dalam perjalanan,”.

  1. Takut jika tulisannya dinilai jelek

Hal ini timbul karena ketidakpercayaan seseorang atau mahasiswa terhadap kemampuannya dalam menulis. Mereka selalu menganggap bahwa kemampuannya di bawah orang lain. Ketakutan yang diakibatkan ketidakpercayaan seseorang terhadap tulisannya akan menghambat daya kreatfitas dan kekritisan. Serta ketidakpercayaan seseorang terhadap hasil karyanya akan menimbulkan tindakan yang tercela yaitu plagiarisme yang merugikan dirinya dan orang lain.

  1. Kesulitan dalam mencari ide karya tulis

Ada kalanya seseorang memiliki hasrat atau keinginan untuk menulis, namun belum atau tidak memiliki ide. Hal ini dapat terjadi jika seseorang tidak/kurang memilki informasi tentang hal yang ingin dia kaji.

  1. Kesulitan dalam memulai suatu penulisan

Hal ini dapat terjadi dikarenakan seseorang atau mahasiswa dalam hal ini tidak mengetahui langkah-langkah atau kerangka dalam penulisan. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana kerangka penulisan yang baik akan menyebabkan alur dalam suatu karya saling tumpang tindih sehingga menyebabkan suatu karya menyebabkan bingung bagi seseorang yang hendak membacanya.

  1. Malas Membaca

Malas membaca merupakan suatu “penyakit” bagi seluruh manusia termasuk mahasiswa itu sendiri.  Menurut Abdul (2011), mustahil seseorang bisa menulis kalau yang bersangkutan tidak suka membaca karena kedua kegiatan saling beriringan. Sejauh ini, kata dia, pihaknya memang belum mengantongi data pasti terkait rendahnya minat membaca serta menulis. Namun, kecenderungan tersebut sudah dapat diidentifikasi dari jumlah pengunjung perpustakaan per hari dan frekuensi kunjungan.
“Perpustakaan menjadi indikator kecenderungan tersebut, selain toko buku tentunya. Karena tidak ada alasan bagi yang haus membaca, sekalipun tidak ada uang. Dia bisa datang ke perpustakaan misalnya,” katanya. Selain itu rendahnya minat (malas) dalam membaca juga dapat membuat seseorang tidak memiliki wawasan sehingga karya tulis yang dimiliki kurang disenangi oleh pembaca.

  1. Pembelajaran yang dilakukan oleh dosen

Rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa juga dipengaruhi oleh faktor pembelajaran yang dilakukan oleh dosen. Kita akui tingkat proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen akan berpengaruh langsung pada kualitas dan minat menulis mahasiswa. Ada beberapa kebiasaan yang harus diubah oleh dosen (Tatang:2012), antara lain:

  1. a) Proses pengajaran yang dilakukan oleh kebanyakan guru/dosen hanya terbatas pada memberikan
  2. b) Kompetensi/tujuan pengajaran kebanyakan masih terbatas pada ranah kognitif dan psikomotor tingkat rendah,  kurang menekankan pada aspek kognitif  tingkat  tinggi, seperti ketajaman analisis dan evaluasi,
  3. c) Kurang menumbuhkembangkan kreativitas, kemandirian belajar, dan berkembangnya aspek-aspek afektif pelajar.
  4. d) Materi pengajaran  kurang  berorientasi pada bidang ilmu, hasil penelitian lapangan, dan kebutuhan jangka panjang.
  5. e) Guru/dosen menggunakan pola pembelajaran yang cenderung sama dari tahun ke tahun. Perubahan kurikulum tidak memberikan dampak pada perubahan materi ajar, metode, dan strategi pembelajaran.
  1. Dampak Yang Ditimbulkan Akibat Rendahnya Minat Menulis di Kalangan Mahasiswa

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan akibat rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa. Beberapa dampak yang dihasilkan dampat berpengaruh bagi pihak-pihak luar. Adapun dampak yang ditimbulkan antara lain:

  1. Menurunnya tingkat kreatifitas dan kekritisan mahasiswa

Rendahnya minat mahasiswa akan membuat kreatifitas dan kekritisan pada mahasiswa menurun. Hal ini akan membuat mahasiswa tidak dapat mengkaji dan menganalisis suatu ketidakadilan yang terjadi di masyarakat, sehingga mahasiswa tidak lagi dianggap sebagai “agen of change”.

  1. Berpengaruh terhadap peringkat universitas

Kita tahu bahwa jumlah publikasi karya ilmiah atau karya tulis yang dimiliki oleh suatu universitas akan berpengaruh terhadap peringkat suatu universitas itu sendiri. Seperti pada tabel diatas ( ) terlihat jelas bahwa Indonesia masih rendah dalam publikasi karya ilmiah dibanding negara-negara lain, bahkan kita masih kalah dengan Malaysia. Hal ini pun juga akan berdampak pada pandangan negara lain terhadap tingkat kecerdasan negara kita.

  1. Fungsi mahasiswa sebagai pengawal kebijakan pemerintah akan semakin hilang/kabur

Berbicara tentang Pemerintah tentu akan ada kaitannya dengan mahasiswa. Ya, mahasiswa selain sebagai civitas akademika juga sebagai pengawal suatu kebijakan yang akan diimplementsikan oleh Pemerintah. Selain turun ke jalan, menulis merupakan salah satu cara yang efektif untuk menyampaikan pendapat. Jika tingkat menulis mahasiswa dalam menulis rendah, maka yang terjadi adalah tidak adanya “social control” kepada kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.  Kita tahu sendiri bahwa “Mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat”.

  1. Solusi Mengatasi Rendahnya Minat Menulis di Kalangan Mahasiswa
  2. Mengubah paradigma mahasiswa bahwa menulis itu menyenangkan

Paradigma yang melekat di benak mahasiwa tentang menulis kebanyakan adalah membosankan. Oleh karena itu diperlukan suatu kebijakan yang dapat merubah paradigma atau “image” mahasiswa terhadap menulis. Oleh karena itu sebenarnya Balai Bahasa Pusat beserta cabang-cabangnya di seluruh Indonesia telah giat dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan minat menulis. Kegiatan tersebut mengarah pada kolaborasi kegiatan membaca dan menulis, seperti menceritakan kembali isi buku  melalui tulisan, dan menanggapi pemberitaan di surat kabar dengan menuliskannya ke dalam bentuk surat.

  1. Memotivasi mahasiswa agar percaya diri kepada hasil karyanya

Hal ini perlu dilakukan agar para mahasiswa terus terpacu untuk menulis. Karena jika tidak didorong dengan suatu motivasi maka kegiatan menulis hanya berjalan di tempat dan tidak mengalami perkembangan dan perbaikan. Dengan adanya semangat dari mahasiswa dalam menulis kita dapat mengetahui bagaimana dan sejauh mana mereka dapat menyerap pembelajaran yang diberikan oleh para dosen.

  1. Mencari informasi serta pengalaman

Mencari informasi terhadap  suatu peristiwa atau permasalahan yang ada akan merangsang mahasiswa berpikir tentang ide yang akan dituangkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Serta terjun ke masyarakat akan lebih memudahkan mahasiswa dalam mencari ide yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah. Karena secara langsung dan tidak langsung kita pun akan merasakan bagaimana menjadi bagian dari masyarakat dan permasalahannya. Dengan berawal dari pengamatan atau bacaan itulah biasaanya ide penulisan muncul dengan mudah.

  1. Membuat kerangka tulisan

Membuat kerangka tulisan akan lebih mempermudah kita dalam menulis. Karena di dalamnya terdapat langkah-langkah yang akan memudahkan kita dalam menulis serta membuat tulisan kita lebih tersusun dengan baik. Berikut ini adalah contoh langkah-langkah menulis (PUSTEKKOM:2005):

  1. Menentukan topik
  2. Mengumpulkan bahan sesuai topik
  3. Menuangkan ide yang berhubungan dengan topik dalam bentuk kerangka besarnya
  4. Mengembangkan kerangka menjadi uraian kalimat yang lengkap
  5. Membaca kembali tulisan sekaligus membetulkan dan merapikan urutan sajian secara logis dan berurutan.
  6. Mendorong mahasiswa untuk giat membaca

Saya rasa tidak ada jalan lain untuk memperoleh ilmu tanpa membaca. Untuk itulah membaca merupakan elemen penting dalam peningkatan minat menulis bagi mahasiswa. Tidak mudah memang untuk mendorong seseorang untuk membaca selain karena faktor lingkungan yang kurang mendukung kegiatan tersebut, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memungkinkan seseorang untuk mengakses hal-hal yang tidak penting namun hal ini (mendorong mahasiswa untuk membaca) harus dilakukan demi terciptanya generasi yang lebih baik lagi.

  1. Memperbaiki model pembelajaran (Tatang:2012)

Memperbaiki proses pembelajaran menulis untuk meningkatkan kualitas

karya tulis pelajar, pada era sekarang ini, merupakan langkah yang tepat dan strategis.  Alasannya, upaya ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan Nasional RI No.17 tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat di Perguruan Tinggi, dan  Peraturan Dirjen Dikti No.152/E/T tahun 2012 tentang  kebijakan publikasi ilmiah pada jurnal ilmiah  bagi  pelajar  calon sarjana (persyaratan kelulusan). Guru/dosen harus mau memperbaiki mindset-nya.  Guru/dosen harus mau berkolaborasi dan mau  sharing  dengan guru/dosen lain serta terbuka menerima berbagai  perbaikan  untuk meningkatkan kulaitas pembelajarannya.  Diantara  upaya yang disarankan untuk memperbaiki masalah di atas adalah dengan mengimplementasikan Lesson Study  dalam pembelajaran. Lesson Study  sudah diakui banyak pihak dapat merubah budaya  pembelajaran  yang dilakukan  guru/dosen, dan meningkatkan keprofesionalannya,  yang pada akhirnya akan meningkatnya kemampuan belajar siswa/pelajar.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Beberapa faktor penyebab rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa antara lain:
  3. Menulis merupakan kegiatan “aktif” sehingga kurang diminati
  4. Takut jika tulisannya dinilai jelek
  5. Kesulitan dalam mencari ide karya tulis
  6. Kesulitan dalam memulai suatu penulisan
  7. Malas Membaca
  8. Pembelajaran yang dilakukan oleh dosen
  9. Beberapa dampak yang ditimbulkan akibat rendahnya minat mahasiswa dalam menulis antara lain:
  10. Menurunnya tingkat kreatifitas dan kekritisan mahasiswa
  11. Berpengaruh terhadap peringkat universitas
  12. Fungsi mahasiswa sebagai pengawal kebijakan pemerintah akan semakin hilang/kabur
  13. Beberapa solusi untuk mengatasi rendahnya minat mahasiswa dalam menulis antara lain:
  14. Mengubah paradigma bahwa menulis itu menyenangkan
  15. Memotivasi Mahasiswa agar percaya diri kepada hasil karyanya
  16. Mencari informasi serta pengalaman
  17. Membuat kerangka tulisan
  18. Mendorong mahasiswa untuk giat membaca
  19. Memperbaiki model pembelajaran (Tatang:2012)
  1. Saran
  2. Bagi kalangan mahasiswa

Mahasiswa harus menyadari posisinya sangat kompleks selain sebagai insan akademik juga sebagai “penyambung lidah” bagi rakyat ke pemerintah. Dalam mengontrol suatu kekuasaan atau kebijakan tidak harus dengan cara yang anarkis. Kita dapat melakukannya dengan menulis. Untuk itu diperlukan keseriusan dan niat yang tulus untuk mengubah negara ini meskipun “hanya” lewat goresan tinta pada suatu event-evemt seperti LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah), Essay, PKM (Progam Kreatifitas Mahasiswa) dan lain-lain. Namun itu semua kembali kepada keseriusan masing-masing pribadi mahasiswa dalam menyikapi hal yang ada.

  1. Bagi para dosen

Hendaknya jadilah dosen yang dapat memotivasi mahasiswanya dalam memperoleh prestasi. Serta didukung proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga mahasiswa dalam belajar dan minat menulis semakin bersemangat pula.

DAFTAR PUSTAKA

Wedhaswary, I.D. (2011). Tradisi Menulis Lebih Rendah Daripada Minat Baca. Diperoleh pada 21 Desember 2012, dari http://www.kompas.com

Pustekkom (Pusat Teknologi dan Komunikasi). 2005. Menulis Itu Mudah. Diperoleh pada21 Desember 2012, dari http://soerya.surabaya.go.id

Pratama, K.S. (2012). Kurangnya Minat Mahasiswa Dalam Menulis. Diperoleh pada 21 Desember 2012, darihttp://akuhanya-inginmenulis.blogspot.com

Sayyari, R. (2012). Rendahnya Minat Baca Dan Tulis di Kalangan Mahasiswa. Diperoleh pada 3 Desember 2012 dari http://kompasiana.com

Tatang.2011. Perkembangan Keterampilan Menulis pada Anak Usia Dini. Jurnal Bahasa dan Sastra. ISSN 1412-0712 Vol. 11 No.2 Oktober 2011.

Kementrian Pendidikan Nasional. (2012). Panduan Program Perluasan Lesson Study Untuk Penguatan LPTK Bach V tahun 2012.Diperoleh pada 25 November 2012 dari http://www.dikti.go.id

Kementrian Pendidikan Nasional. (2012). Presentasi Sosialisasi Kebijakan Publikasi Ilmiah Pada Mahasiswa. Diunduh tanggal 15 Mei 2012, dari  http://www.dikti.go.id

Sifilia, A.A. (2011).  Meningkatkan Keterampilan Menulis di Kalangan Pelajar. Diperoleh pada 3 Desember 2012, dari http://ambar-sifilia.blogspot.com

Suryanto, E & Sumarwati. 2008. Modul Praktik Bahasa Indonesia. Surakarta

Sukarmin, Y dkk. (2011). Peningkatan  Kemampuan Menulis Ilmiah Populer bagi  Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar (PPM Universitas Negeri Yogyakarta). Diperoleh pada 25 Desember 2012, pada http://staff.uny.ac.id

Al-Qur’an. QS. Al Qamar: 53

Assignment 13

Pertanyaan

Anda sudah diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai tata cara penulisan karya ilmiah dan dapat membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis non-ilmiah

Anda diharapkan juga nantinya memiliki kemampuan dan kemauan menulis dan menulis karya ilmiah. Untuk itu sudah siapkah Anda memulai menulis sesuatu dalam bentuk tulisan ragam ilmiah? (Dengan mengambil topik dan tema yang Anda sukai dan Anda kuasai, dalam bentuk jurnal, makalah, artikel dll).

Jawablah pertanyaan berikut ini :

Apakah Anda siap menulis? Jika jawaban Anda “SIAP” kapan Anda akan memulainya? Begitu juga jika Anda menjawab “Tidak Siap” berikan alasan dan penjelasannya mengapa Anda tidak siap? Buatlah jawaban dan postingkan di iMe (perlu kejujuran dan komitmen dari diri sendiri untuk menjawab pertanyaan ini). Postingan Anda di iMe akan menjadi “Saksi Hidup” akan keberhasilan Anda dalam menyelesaikan studi melalui perkuliahan kelas iLearningPlus ini.
Selamat memulai untuk menulis……………yang bermanfaat.

Status – 100% tercapai
Keterangan – sudah mengerjakan assignment 13

Pembuktian
Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/05/15/assignment-13-bp/
Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

Saya siap untuk menulis karya tulis, karena disamping sudah dibekali oleh materi perkuliahan di kampus Raharja, sudah membaca dan memahami contoh-contoh karya tulis baik dengan cara browsing internet dan mencari hard copy di perpustakaan umum.

Tugas 12

Pertanyaan

#

Status – 100% tercapai
Keterangan – sudah mengerjakan assignment 12

Pembuktian
Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/05/15/tugas-12-bp/
Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

1. Teknologi Informatika dan komputer

Judul : Cyber Law dan Cyber Crime

Penulis : M Sarifal , Try Nurdiani, Seni Kurniasari, Dede Ruhimat, Annisa Rosyidah

Sumber : https://karyatulisilmiah.com/makalah-cyber-law-cyber-crime/

 

2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi

Judul : Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Penulis : Elviana

Sumber : http://elvianapbsi.blogspot.co.id/2013/10/pentingnya-bahasa-indonesia-di.html

 

3. Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa

Judul : MENINGKATKAN MINA BACA MAHASISWA DI ERA GLOBALISASI

Penulis : GIOFANNY BELLACYANE (1621490928)

Sumber : http://rijp.ilearning.me/2016/05/13/tugas-makalah-meningkatkan-kemampuan-dan-kemauan-menulis-di-kalangan-pelajar-dan-mahasiswa-bl103f/

Tugas 10 Betari Ayu

Pertanyaan:

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Status: Done

Pernyataan: Saya telah mengerjakan tugas tersebut

Pembuktian:

  1. Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
  2. Tujuan Penalaran:
    1. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat,  dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari  kekeliruan.
    2. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran.
    3. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai    prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.
  3. Silogisme Kategoris

    Silogisme kategoris merupakan silogisme yang terdiri dari tiga proposisi “premis” kategoris.

    Contoh:

    • Semua manusia ialah makhluk berakal budi “premis mayor”.
    • Afdan ialah manusia “premis minor”.
    • Jadi, afdan ialah makhluk berakal budi “kesimpulan”.
    Silogisme Hipotesis

    Silogisme hipotesis ialah silogisme yang premis mayornya berupa keputusan hipotesis dan premis minornya merupakan pernyataan kategoris.

    Contoh:

    • Jika hari ini tidak hujan, saya akan ke rumah paman “premis mayor”.
    • Hari ini tidak hujan “premis minor”.
    • Maka, saya akan kerumah paman “kesimpulan”.
    Silogisme Alternatif

    Silogisme alternatif ialah silogisme yang premis mayornya premis alternatif, premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya dan kesimpulannya menolak alternatif yang lain.

    Contoh:

    • Kakek berada di Bantaeng atau Makassar “premis mayor”.
    • Kakek berada di Bantaeng “premis minor”.
    • Jadi, kakek tidak berada di Makassar “kesimpulan”.
  4. Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. 

    Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

    1. Contoh paragraf deduktif :Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
    2. Contoh paragraf Induktif:Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

Tugas 10

Instruction :

1.Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
2.Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
3.Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
4.Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
5.Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!
Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

keterangan :

saya sudah mengerjakan tugas 10

status :

tercapai

bukti :

1.Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

penalaran adalah Suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan.

2.Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan

Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.

 

3.Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

Silogisme kategorial
Contoh :
semua siswa harus rajin belajar .(premis mayor)
Roni seorang Siswa.(premis minor)
Jadi,Roni harus rajin belajar.(simpulan)
Silogisme hipotesis
Contoh:
Premis mayor : jika lilin di panaskan ,lilin akan meleleh
Premis minor: lilin tidak di panaskan
Simpulan : jadi ,lilin tidak akan meleleh

Silogisme alternatif
Contoh :
Premis mayor : Albert adalah seorang guru atau dokter
Premis minor : Albert seorang dokter
Simpulan : jadi, Albert adalah bukan seorang guru

Entinem
Premis minor : menipu merugikan orang lain
Simpulan :menipu adalah dosa

 
4.Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

Penalaran induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyatan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum

Penalaran deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.

 
5.Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

penalaran induktif
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle,salsa (dan kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

Penalaran deduktif
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial