Tugas 10 Betari Ayu

Pertanyaan:

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Status: Done

Pernyataan: Saya telah mengerjakan tugas tersebut

Pembuktian:

  1. Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
  2. Tujuan Penalaran:
    1. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat,  dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari  kekeliruan.
    2. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran.
    3. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai    prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.
  3. Silogisme Kategoris

    Silogisme kategoris merupakan silogisme yang terdiri dari tiga proposisi “premis” kategoris.

    Contoh:

    • Semua manusia ialah makhluk berakal budi “premis mayor”.
    • Afdan ialah manusia “premis minor”.
    • Jadi, afdan ialah makhluk berakal budi “kesimpulan”.
    Silogisme Hipotesis

    Silogisme hipotesis ialah silogisme yang premis mayornya berupa keputusan hipotesis dan premis minornya merupakan pernyataan kategoris.

    Contoh:

    • Jika hari ini tidak hujan, saya akan ke rumah paman “premis mayor”.
    • Hari ini tidak hujan “premis minor”.
    • Maka, saya akan kerumah paman “kesimpulan”.
    Silogisme Alternatif

    Silogisme alternatif ialah silogisme yang premis mayornya premis alternatif, premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya dan kesimpulannya menolak alternatif yang lain.

    Contoh:

    • Kakek berada di Bantaeng atau Makassar “premis mayor”.
    • Kakek berada di Bantaeng “premis minor”.
    • Jadi, kakek tidak berada di Makassar “kesimpulan”.
  4. Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. 

    Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

    1. Contoh paragraf deduktif :Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
    2. Contoh paragraf Induktif:Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

Leave a Reply