Essay: Tugas 10

Pertanyaan

#

Status – 100% tercapai
Keterangan – sudah mengerjakan assignment 10

Pembuktian
Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/05/04/essay-tugas-10-bp/
Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

Penalaran adalah proses mempertimbangkan tentang baik dan buruknya dari suatu keadaan atau pengambilan keputusan. Umumnya sering dikaitkan dengan berpikiran logis / realis dimana banyak terdapat situasi yang mengharuskan penalaran dilakukan terlebih dahulu. Penalaran yang dimaksud adalah menggabungkan dan menghubungkan fakta-fakta yang terkumpul dari suatu kegiatan pengamatan sampai tercapai suatu kesimpulan, sebagai bahan untuk referensi pengambilan keputusan.

2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan

Penalaran akan sangat membantu manusia dalam membedakan mana baik dan buruk, mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam prosesnya, penalaran tidak boleh terpengaruh oleh emosi dan perasaan atau keyakinan, tapi harus didasari dengan fakta-fakta yang ada, agar bisa menghadapi semua kondisi.

3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

A. Silogisme Kategorial

Adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis (premis mayor bersifat umum dan premis minor bersifat khusus) dan satu proposisi merupakan simpulan (terdapat subjek dan predikat). Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan term mayor.

Contoh:

Semua siswa harus giat belajar. (premis mayor)

Irwan adalah seorang siswa. (premis minor)

Jadi, Irwan harus giat belajar. (simpulan)

B. Silogisme Hipotesis

Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang mempunyai proposisi kondisional hipotesis (bersyarat).
Jika premis minornya membenarkan anteseden (sebab), simpulannya membenarkan konsekuen (akibat).
Jika premis minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh:
Premis mayor : Jika air dipanaskan, air akan menguap.
Premis minor : Air dipanaskan
Simpulan : Jadi, Air menguap

Premis mayor : Jika air dipanaskan, air akan menguap.
Premis minor : Air dipanaskan
Simpulan : Jadi, Air tidak menguap

C. Silogisme Alternatif

Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif . jika premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :
Premis mayor : Dia mengendarai motor atau mobil.
Premis minor : Dia mengendarai motor
Simpulan : Jadi, dia bukan mengendarai mobil.

Premis mayor : Dia mengendarai motor atau mobil.
Premis minor : Dia mengendarai mobil
Simpulan : Jadi, dia bukan mengendarai motor.

D. Entinem

Adalah silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayo tersebut sudah dikenaal secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh:
Premis mayor : semua mahasiswa menggunakan iLearning.
Premis minor : Indra adalah seorang mahasiswa.
Simpulan : Jadi, Indra menggunakan ilearning.

Dari silogisme ini dapat ditarik satu entinem yaitu “Indra adalah seorang mahasiswa karena menggunakan iLearning”.

4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

Penalaran induktif adalah penalaran yang awalnya adalah fakta-fakta umum, lalu diakhiri dengan kalimat simpulan.

penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Paragraf deduktif

Masyarakat Indonesia cenderung konsumtif dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan dan kegiatan imitasi dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.

Paragraf Induktif

Pada saat ini remaja lebih menyukai kebudayaan dari jepang seperti cosplay, harajuku style, maid cafe dan lain sebagainya. Begitu pula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai j-rock, j-metal, maupun refferensi tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren jepang. Penerimaan terhadap budaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

Banyak sekali orang yang terkena penyakit sebagai akibat dari kurangya kesadaran menjaga kebersihan baik itu dari makanan, pakaian yang kita gunakan maupun lingkungan tempat kita tinggal padahal hampir semua dari kita sudah tau bahwa kebersihan itu sangat penting untuk kesehatan.

Leave a Reply