Daily Archives: May 3, 2017

Tugas 10

Tugas Pertemuan 10

Pertanyaan

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Status :

Tercapai 100(%)

Keterangan :

Sudah dikerjakan dengan baik

Pembuktian/Jawaban :

1. Pembuktian/Jawaban :Suatu proses berfikir manusia dengan pengetahuan yang dimiliki dan panca indra, melihat, mendengar, mencium, meraba, dan merasa sehingga dapat menyimpulkan tentang sesuatu pengetahuan yang baru.

2. Untuk melatih pola berfikir logis manusia, sistematis, dan terorganisasi saling terhubung antara data-data dan menganalisisnya untuk menghasilkan kesimpulan yang baru.

3. 1. Silogisme Kategorial adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis (premis mayor bersifat umum dan premis minor bersifat khusus) dan satu proposisi merupakan simpulan (terdapat subjek dan predikat). Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan term mayor.
contoh :
(premis mayor) Semua mahasiswa harus giat belajar.
(premis minor) Heri Kurniawan merupakan mahasiswa jurusan Teknik Informatika.(simpulan) Untuk mendapatkan nilai yang baik Heri Kurniawan harus giat belajar.

3. 2. Silogisme Hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berpropsisi kondisional hipotesis (bersyarat). Jika premis minornya membenarkan anteseden (sebab), simpulannya membenarkan konsekuen (akibat). Jika premis minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
contoh:
(premis mayor) Jika Heri Kurniawan giat belajar, heri kurniawan bisa menjawab soal UTS
(premis minor) Heri Kurniawan giat belajar
(simpulan) Jadi, Heri Kurniawan bisa menjawab soal ujian.
(premis mayor) Jika Heri Kurniawan giat belajar, heri kurniawan bisa menjawab soal UTS
(premis minor) Heri Kurniawan tidak giat belajar
(simpulan) Jadi, Heri Kurniawan tidak bisa menjawab soal ujian.

3. 3. Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif . jika premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
(premis mayor) Heri Kurniawan mahasiswa STMIK Raharja jurusan Manajemen Informatika atau Teknik Informatika
(premis minor) Heri Kurniawan mahasiswa STMIK Raharja Jurusan Teknik Informatika
(simpulan) Jadi, Heri Kurniawan bukan mahasiswa STMIK Raharja Jurusan Manajemen Informatika.
(premis mayor) Heri Kurniawan mahasiswa STMIK Raharja jurusan Manajemen Informatika atau Teknik Informatika
(premis minor) Heri Kurniawan mahasiswa bukan STMIK Raharja Jurusan Teknik Informatika
(simpulan) Jadi, Heri Kurniawan mahasiswa STMIK Raharja Jurusan Manajemen Informatika.
3. 4. Entinem adalah silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor tersebut sudah dikenal secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
contoh:
(premis mayor) Lulusan sarjana harus memiliki kecerdasan intelektual.
(premis minor) Budi lulusan sarjana STMIK Raharja.
(simpulan) Budi adalah orang yang intelektual karena dia lulusan STMIK Raharja.

4. 1. Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Proposisi tempat menarik simpulan disebut premis. Penarikan simpulan (konklusi) secara deduktif dapat dilakukan secara langsung simpulan ditarik dari satu premis dan tak langsung simpulan ditarik dari dua premis sebagai data.

4. 2. Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyatan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum dalam beberapa bentuk penalaran generalisasi, analogi, hubungan kausal, dan salah nalar.

5. 1. Contoh paragraf deduktif:
Tikus adalah musuh petani yang sangat merugikan. Berpuluh-puluh hektar lebih sawah di berbagai daerah mengalami gagal panen disebabkan padinya dimakan tikus.Tanaman lain seperti singkong pun tak luput menjadi korbannya, bahkan buah petai cina yang sudah tua juga habis digerogoti binatang ini. Tak hanya itu saja bahkan binatang ternak seperti ayam dan bebek pun juga diserang tikus.

Konklusi atau simpulan dalam paragraf di atas adalah kalimat yang pertama  yaitu, Tikus adalah musuh petani yang sangat merugikan.

5. 2. Contoh paragraf induktif:
Pada era persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif seperti saat ini. Seseorang yang menguasai Bahasa Inggri dan Ilmu Komputer akan memiliki peluang yang lebih besar di dunia kerja. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki kemampuan Bahasa Inggri dan Ilmu Komputer peluangnya akan semakin kecil untuk memasuki dunia kerja khususnya untuk dapat diterima sebagai karyawan. Itulah kenapa penguasaan Bahasa Inggris dan Ilmu Komputer sangat diperlukan untuk menambah kompetensi dunia kerja.
Paragraf di atas memaparkan hubungan sebab akibat.