Essay: Tugas 9

Pertanyaan

I. Berikan penjelasan Anda

Apa yang dimaksud dengan TEMA?
Apa yang dimaksud dengan TOPIK?
Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul untuk karya tulis yang…….

Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Status – 100% tercapai

Keterangan – sudah mengerjakan assignment 9

Pembuktian

Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/04/28/essay-tugas-9-bp/

Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

Pengertian Tema

1. Tema adalah gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra yang terkandung di dalam teks sebagai stuktur semantis dan menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan (Hartoko & Rahmanto, 1986;142.
2. Tema adalah makna keseluruhan yang mendukung sebuah cerita.
3. Tema adalah makna sebuah cerita yang secara khusus menerangkan sebagaian besar unsurnya dengan cara yang sederhana.Tema menurutnya kurang lebih dapat bersinonim dengan ide utama (central idea) dan tujuan utama (central purpose).(Stanton, 1965;21).
4. Tema adalah subyek wacana, topik umum, atau masalah utama yang dituangkan ke dalam sebuah cerita (Shipley, 1962;417)

C. Penggolongan tema

1. Tema Mayor
Tema mayor adalah makna pokok cerita yang menjadi dasar atau gagasan dasar umum karya tersebut, atau bisa juga disebut tema yang paling utama.

2. Tema Minor
Tema minor adalah makna yang terdapat pada bagaian cerita atau bisa disebut sebagai tema sebagian. Dengan demikian banyak sedikitnya tema minor tergantung pada banyak sedikitnya makna tambahan yang dapat ditafsirkan dari sebuah cerita novel.

3. Tema Tradisional
Tema tradisional adalah hal-hal yang daianggap otomatis terjadi sendiri di masyarakat. Pernyataan-pernyataan tema yang dapat dipandang sebagai bersifat itu misalnya berbunyi, “ Kebenaran dan keadilan mengalahkan kejaahatan, tindak kebenaran dan masing-masing akan memetik hasilnya (Jawa; becik ketitik ala ketara), atau (seperti pepatah- pantun) berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, setelah menderita, orang baru mengingat Tuhan ”, dsb. Tema tradisional walau banyak variasinya, boleh dikatakan selalu ada kaitanya dengan masalah kebenaran dan kejahatan (Maredith & fizgerald, 1972;66.

4. Tema non tradisional
Tema non tradisional adalah tema yang menyangkut sesuatu yang tidak lazim/non tradisional. Karena sifatnya yang non tradisional, tema yang demikian mungkin tidak sesuai dengan harapan pembaca, juga bersifat melawan arus, mengejutkan, bahkan boleh jadi mengesalkan, mengecewakan, atau berbagai reaksi afektif yang lain.

D. Tingkatan Tema Menurut Shipley

Tingkat pertama
Tema tingkat fisik, manusia sebagai (atau: dalam tingkat kejiwaan) molekul. Tema karya sastra pada tingkat ini lebih banyak menyaran dan ditunjukkan oleh banyaknya aktivitas fisik daripada kejiwaannya. Ia lebih menekankan mobilitas fisik dari pada kejiwaannya.

Tingkat kedua
Tema tingkat organik, manusia sebagai (atau: dalam tingkat kejiwaanya) protoplasma. Tema karya sastra tingkat ini lebih banyak menyangkut dan mempersoalkan masalah seksualitas. Suatu aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh makhluk hidup.

Tingkat ketiga
Tema tingkat sosial, manusia sebagai makhluk sosial. Kehidupan bermasyarakat yang merupakan tempat aksi-interaksinya manusia dengan sesama dan lingkungan alam, mengandung banyak permasalahan, konflik, dan lain-lain yang menjadi objek pencarian tema.

Tingkat keempat
Tema tingkat egoik, manusia sebagai individu. Disamping sebagai makhluk sosial, manusia sekaligus juga sebagai makhluk individu yang senantiasa “menuntut” pengakuan atas hak individualitasnya.

Tingkat kelima
Tema tingkat divine, manusia sebagai makhluk tingkat tinggi, yang belum tentu setiap manusia mengalami dan atau mencapainya. Masalah yang menonjol dalam tema tingkat ini adalah masalah hubungan manusia dengan sang pencipta, masalah religiositas, atau berbagai masalah yang bersifat filosofis lainnya seperti pandangan hidup, visi, dan keyakinan.

Tema dalam sebuah karya sastra selalu berkaitan dengan makna atau pengalaman kehidupan, melalui karyanya. Pengarang menawarkan makna tentang kehidupan, mengajak pembaca melihat, merasakan dan menghayati makna kehidupan tersebut dengan cara memandang permasalahan tersebut sebagaimana ia memandangnya. Tema dapat dipandang sebagai dasar cerita, gagasan dasar umum, sebuah karya novel. Gagasan umum inilah yang tentunya telah ditentukan sebelumya oleh pengarang yang dipergunakan untuk mengembangkan sebuah cerita.

Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.

Menurut Sabarti Akhadiah (1994: 211), ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik:
1. Ada manfaatnya untuk perkembangan ilmu atau profesi.
2. Cukup menarik untuk dibahas.
3. Dikenal dengan baik.
4. Bahannya mudah diperoleh.
5. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.

Keraf (1979: 113) merumuskan kiat pembatasan topik adalah dengan langkah sebagai berikut:
Pertama, tetapkan topik yang ingin dibahas dalam suatu kedudukan sentral.
Kedua, ajukanlah pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat diperinci lebih lanjut atau tidak. Bila dapat, tempatkanlah perincian itu di sekitar lingkaran topik pertama tadi.
Ketiga, tetapkanlah yang mana dari perincian tadi yang akan dipilih.
Keempat, ajukanlah pertanyaan apakah sektor tadi masih perlu diperinci lebih lanjut atau tidak.
Demikian dilakukan berulang sampai diperoleh topik yang sangat khusus.

Pembatasan topik sekurang-kurangnya dapat membantu pengarang dalam beberapa hal:
• Memungkinkan penulis penuh dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar diketahuinya.
• Memungkinkan penulis mengadakan penelitian lebih intensif mengenai masalahnya

Judul adalah perincian atau jabaran dari topik yang diberikan untuk bahasan atau karangan. Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi atau maksud dari buku tersebut. Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Judul berfungsi sebagai slogan promosi untuk menarik minat pembaca dan sebagai gambaran isi karangan. Ada yang mendefinisikan judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniaturisi bahasan. Judul lebih spesifik dan sering menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas.

Fungsi Judul

Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.
Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membaca isinya.
Gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya.

Syarat Judul yang baik, yaitu :
a. Asli
Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.

b. Relevan
Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda ( harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.

c. Provokatif
Hindari judul yang terlalu sederhana, sehingga pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, jika pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi. Namun sekarang ini juga terdapat banyak judul karangan yang sangat sederhana namun menjadi best seller.

d. Singkat
Judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.

e. Harus bebentuk frasa.

f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi.

g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan.

h. Menarik perhatian.

i. Logis.

j. Sesuai dengan isi.

Judul Dibagi Menjadi Dua, Yaitu:

1. Judul langsung.
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.

2. Judul tak langsung.
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

————–

Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer

Tema : Cloud Computing
Topik : Penerapan Komputasi Awan
Judul : Cloud Computing Dan Ragam Pengertiannya Di Masyarakat

Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan

Tema : Kurikulum
Topik : Pengkinian Kurikulum
Judul : Kurikulum Statis atau Dinamis untuk masa depan Indonesia ?

Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan

Tema : Fasilitas Kesehatan
Topik : Puskesmas Keliling
Judul : Puskesmas Keliling Untuk Akses Kesehatan Merata Nusantara

Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup

Tema : Pengolahan Sampah
Topik : Pemilahan Jenis Sampah
Judul : Tipe sampah yang Harus Dibuang Terpisah

Berkaitan dengan masalah bidang Hukum

Tema : Alur Persidangan
Topik : Penjelasan Tentang Persidangan
Judul : Dari Tersangka Sampai Bebas, Ketahui Status Anda

Berkaitan dengan masalah bidang Sosial

Tema : Bahasa Komunikasi
Topik : Perbedaan dan Persamaan Lingustik
Judul : Semua Bahasa Sama, Yang Membedakan Hanya Kata

Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Tema : Upah Pekerja
Topik : Batas Minimum Gaji
Judul : Hidup Mewah Hanya Dengan Tiga Juta Sebulan

Leave a Reply