Daily Archives: April 27, 2017

TUGAS 10

Pertanyaan :

Untuk membuat karya tulis yang baik dan benar diperlukan daya kreasi/imajinasi dan penalaran.

Kita sudah mempelajari materi bahan ajar yang membahas perihal penalaran dalam konteks membuat karya tulis.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan memahami materi tersebut, kerjakan tugas berikut ini :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

status : Tercapai 100%

Keterangan : saya telah mengerjakan assigment ini

Bukti :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

    “suatu pola pemikiran manusia untuk menjelaskan fakta dan informasi yang diketahui dengan memanfaatkan panca indra yang dimiliki manusia dengan mengklarifikasi suatu hal untuk mencapai kesimpulan”

  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan

    Tujuan dari penalaran ialah dengan maksud menemukan sebuah kebenaran atau fakta, penalaran sendiri bertolak dengan ilmu pengetahuan yang telah kita miliki dimana kita memang tau sesuatu yang benar dan yang salah.

  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

    Jenis-jenis Silogisme

    Berdasarkan bentuknya, silogisme terdiri dari :

    Silogisme kategorik
    Silogisme kategorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

    Contoh:
    Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
    Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
    ∴ Akasia membutuhkan air (Konklusi)

    Hukum-hukum Silogisme Katagorik

    “Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga”.

    Contoh:
    Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
    Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
    ∴ Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).

    “Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga”.

    Contoh:
    Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
    Sebagian pejabat korupsi (minor).
    ∴ Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).

    “Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan”.

    Contoh:
    Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
    Bambang adalah politikus (premis 2).

    Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).

    “Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan”.

    Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.

    Contoh:
    Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
    Kucing bukan bunga mawar (premis 2).

    Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan

    “Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan”.

    Contoh:
    semua ikan berdarah dingin.
    Binatang ini berdarah dingin.
    Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.

    “Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya”.

    Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.

    Contoh:

    Kerbau adalah binatang.(premis 1)
    Kambing bukan kerbau.(premis 2)
    ∴ Kambing bukan binatang ?

    Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif

    “Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor”.

    Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.

    Contoh:

    Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
    Januari adalah bulan.(minor)
    ∴ Januari bersinar dilangit?

    Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.

    Contoh:
    Kucing adalah binatang.(premis 1)
    Domba adalah binatang.(premis 2)|
    Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
    Sawo adalah tumbuhan.(premis4)

    Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya

    Silogisme Hipotetik

    Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent”.

    Contoh:
    Jika hujan saya naik becak.(mayor)
    Sekarang hujan.(minor)
    ∴ Saya naik becak (konklusi).

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya”.

    Contoh:
    Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
    Sekarang bumi telah basah (minor).
    ∴ Hujan telah turun (konklusi)

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent”.

    Contoh:
    Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
    Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
    ∴ Kegelisahan tidak akan timbul.

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya”.

    Contoh:
    Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
    Pihak penguasa tidak gelisah.
    ∴ Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
    Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:

    * Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
    * Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
    * Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
    * Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

    Silogisme Alternatif

    Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

    Contoh:
    Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
    Nenek Sumi berada di Bandung.
    ∴ Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

    Entimen

    Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
    Contoh entimen:

    * Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
    * Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

    Silogisme Disjungtif

    Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu:

    Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif.

    Contoh:
    Heri jujur atau berbohong.(premis1)
    Ternyata Heri berbohong.(premis2)
    ∴ Ia tidak jujur (konklusi).

    Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif.

    Contoh:
    Hasan di rumah atau di pasar .(premis1)
    Ternyata tidak di rumah.(premis2)
    ∴ Hasan di pasar (konklusi).

    Hukum-hukum Silogisme Disjungtif

    Silogisme disjungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid.

    Contoh:
    Hasan berbaju putih atau tidak putih.
    Ternyata Hasan berbaju putih.
    ∴ Hasan bukan tidak berbaju putih.

    Silogisme disjungtif dalam arti luas, kebenaran konklusinya adalah

    *Bila premis minor mengakui salah satu alternatif, maka konklusinya sah (benar).

    Contoh:
    Budi menjadi guru atau pelaut.
    Budi adalah guru.
    ∴ Maka Budi bukan pelaut.

    *Bila premis minor mengingkari salah satu alternatif, maka konklusinya tidak sah (salah).

    Contoh:
    Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogyakarta.
    Ternyata tidak lari ke Yogyakarta
    ∴ Dia lari ke Solo?

    Konklusi yang salah karena bisa jadi dia lari ke kota lain.

  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

    Deduktif
    *Menarik simpulan secara langsung
    *Menarik simpulan tidak langsung

    Induktif
    *Generalisasi
    *Analogi
    *Hubungan kausal


    Penalaran deduktif
    Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

    Contoh :
    Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

    Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :

    Silogisme
    Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

    Entimen
    Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

    Ciri-ciri paragraf berpola deduktif :

    1) Letak kalimat utama di awal paragraph
    2) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
    3) Diakhiri dengan penjelasan

    Penalaran Induktif
    Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

    Contoh paragraf Induktif:
    Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

    Macam-macam penalaran induktif diantaranya :

    Generalisasi
    Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.

    Contoh generalisasi
    Jika ada udara, manusia akan hidup
    Jika ada udara, hewan akan hidup.
    Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
    ∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

    Macam-macam generalisasi:

    Generalisasi sempurna
    Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.

    Generalisasi tidak sempurna
    Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.

    Ciri-ciri paragraf berpola induktif:
    1) Letak kalimat utama di akhir paragraph
    2) Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum
    3) Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan

    Analogi
    Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra karenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyaknya pikiran yang mengagngu. Itulah mengapa dikatakan belajar di waktu tua seperti melukis di atas air.

    Sebab-Akibat
    Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan. Banyak sampah yang menumpuk akibat kita erring membuang sampah sembarangan. Terlebih lagi, mendangkalnya permukaan saat ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan banjir selalu datang setiap hari.

    Perbandingan
    Andi suka menolong setiap orang. Dia selalu ramah kepada siapapun. Tidak seperti adiknya Anto yang suka menjahili orang. Anto terkanal karena kenakalannya daripada prestasinya. Itulah mengapa kedua saudara ini mendapat perlakuan beda dari teman-temanya.

  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

    Contoh paragraf deduktif :

    (a) Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.

    (b) Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli.  Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena hanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk.

    Contoh paragraf induktif  :

    (a) Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih  maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.

    (b) Dalam APBD 2016, terungkap dana tersebut  mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan terhadap dua ribu orang. Namun, sampai sekarang  dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.

Tugas 9

Pertanyaan :

Kita sudah mempelajari bahan ajar ke 9 yang membahas tentang makalah, dengan segala pengertian dan syarat-syarat penulisannya yang berhubungan dengan karya tulis ilmiah..

Karya ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi suatu permasalahan yang diungkapkan dengan metode ilmiah (Soeparno, 1997:51); karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Arifin, 2003:1).

Sekarang kita akan segarkan kembali wawasan kita dengan hal-hal  yang berhubungan dengan syarat penulisan karya ilmiah, jawablah pertanyaan berikut dan postingkan dalam iMe. Update SKUP nya.

I. Berikan penjelasan Anda

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

  1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
  2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
  3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
  4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
  5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
  6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
  7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Selamat belajar……dan tetap semangat……….

Status : Tercapai
Keterangan : Saya telah mengerjakan assignment ini
Bukti :

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?Tema adalah sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.
    Tema merupakan pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu  yang akan disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Tema juga merupakan dasar cerita (yang dipercakapkan dsb), yang dipakai sebagai dasar mengarang, mengubah sajak,dsb.
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?Pengertian topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
    Topik merupakan pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb. Topik juga merupakan ide sentral yang mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi).
    Judul merupakan kepala karangan (cerita, drama, dsb) atau perincian atau penjabaran dari topik dan judul dapat juga merupakan nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi buku atau bab.

Continue reading Tugas 9