Essay: Tugas 8

1. FRASE

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).

Frasa dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Frasa menurut distribusi unsur pembentuknya.
  2. Frasa menurut kedudukan unsur-unsurnya.
  3. Frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusat.

1. Distribusi unsur pembentuknya
Frasa menurut distribusi unsur pembentuknya ada 2 macam, yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris. Frasa endosentris terdapat 3 macam, yaitu : koordinatif, atributif, dan apositif. Frasa Eksosentri terdapat 2 macam, yaitu : proposional dan nondirektif

Frasa endosentris

1. Frasa endosentris koordinatif : frasa endosentris yang terdiri atas konstituen-konstituen yang setara. Kesetaraannya dapat dibuktikan dengan adanya kemungkinan konstituen itu dihubungkan dengan penghubung dan /atau.

contoh : Laki-laki dan permpuan itu berjalan di jalan

2. Frasa endosentris atributif : frasa endosentris yang terdiri atas konstituen-konstituen tidak setara. Konstituen-konstituen itu tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung danatau atau.
contoh : Gadis manisitu berjalan di jalan.

3. Frasa endosentris apositif : frasa yang mirip dengan frasa endosentris koordinatif dalam masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan.
contoh : Andi, laki-laki berjilbabitu berjalan di jalan.

Frasa eksosentris

Frasa eksosentris : frasa yang jika salah satu komponennya dihilangkan, akan menyebabkan frasa tersebut tidak baik

  • Budi makan di.
  • Budi makan dapur.

1. Frasa eksosentris proporsional : komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke,dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina.
contoh : Avin pergi ke pasar.

2. Frasa eksosentris nondirektif : frasa eksosentris yang konstituen perangkainya berupa artikula, sedangkan konstituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva.
contoh : Para hadirindipersilahkan untuk memakan hidangan yang telah disediakan.

2. Kedudukan unsur-unsurnya
Frasa menurut kedudukan unsur-unsurnya dibedakan menjadi 2, yaitu setara dan bertingkat.

1. Setara

– Kata benda – kata benda.
– Kata sifat – kata sifat.
– Kata kerja – kata kerja.
contoh :
=> Kata benda – kata benda :
– Hutan pinus.
– meja kayu.
– Sandal karet.
– Air sungai.
– dll
=> Kata sifat – kata sifat :
– Cantik jelita.
– Tumbuh kembang.
– Putih bersih.
– Terang benderang.
– dll
=> Kata kerja – kata kerja :
– Maju mundur.
– Maju jalan.
– Naik turun.
– Jatuh bangun.
– dll

2. Bertingkat

– Kata benda – kata kerja.
– Kata benda – kata sifat.
– Kata kerja – kata sifat.
contoh :
=> Kata benda – kata kerja :
– Gunung meletus.
– Bunga mekar.
– Jalan kaki.
– dll
=> Kata benda – kata sifat :
– Meja kotak.
– Kaca bersih.
– Kursi besar.
– dll
=> Kata kerja – kata sifat :
– Duduk manis.
– Jalan cepat.
– Lari kecil.
– dll

3. Kategori kata yang menjadi unsur pusat
Frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusat terdapat 7 macam, yaitu :

  1. Frasa nominal (kata benda).
  2. Frasa verbal (kata kerja).
  3. Frasa bilangan (numeral).
  4. Frasa adjektiva (kata sifat).
  5. Frasa preposisi (kata depan).
  6. Frasa adverbial (keterangan).
  7. Frasa pronominal (kata ganti).

contoh :

  1. Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
  2. Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santaikarena masih mengantuk.
  3. Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
  4. Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
  5. Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
  6. Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
  7. Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.

2. KLAUSA

Klausa adalah kelompok kat yang memiliki unsur subjek dan predikat. Beriku beberapa contoh klausa :

  1. Budi sedang sibuk
  2. Budi sedang mengantuk

3. ISTILAH

Istilah ialah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat khas dalam bidang tertentu.

Contohnya ; Para siswa sekolah jurusan komputer umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi tentang pembelajaran Teknologi informasi dan komunikasi.

4. POLISEMI

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh ;

  • Kemarin sore wanita itu tergelincir dari anak tangga. (anak tangga berarti tangga)
  • Kapal itu memiliki cukup banyak anak buah kapal. (anak buah kapal berarti ABK)
 5. SINONIM
Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh ;
Gembira = Senang
Hari ini Shinta terlihat gembira.
Hari ini Shinta terlihat senang.
6. HIPONIM

Hiponim adalah kata atau frase yang terdapat di dalam cakupan hipernim. Cakupan dari hiponim dapat dikatakan lebih sempit dan objektif. Seperti misalnya kata “apel, jeruk, anggur, semangka”, kata-kata tersebut memiliki hipernim “Buah” yang artinya semuah kata apel, jeruk, anggur dan semangka merupakan bagian dari buah. Dengan kata lain, jika hipernim adalah kata yang mewakili berarti hiponim adalah kata atau frase yang terwakili.

Contoh ;

  • kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan

7. MAJAS

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Macam – macam majas

Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan maupun kelompok.

Majas terdiri atas ;

  • Majas Perbandingan
  • Majas Pertentangan
  • Majas Sindiran
  • Majas Penegasan.
8. homofon dan homograf

Homofon

Istilah homofon berasal dari kata homo yang berarti ‘sama’ dan foni yang berarti ‘bunyi’ atau ‘suara’. Sehingga jika merujuk pada pengertian etimologinya, maka homofon didefinisikan sebagai kata atau istilah yang memiliki pelafalan yang sama namun, ejaan (cara penulisan) serta arti yang terkandung di dalamnya berbeda. KBBI juga mengartikan istilah homofon serupa, yakni sebagai kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya.

Contoh;

  1. Bank (lembaga keuangan) – Bang (panggilan kakak laki – laki)
  • Ayah menabung di bank.
  • Pagi tadi aku berangkat diantar oleh ayah karena bank tempat ayah bekerja sejalur dengan sekolahku.
  • Salah satu faktor yang menyebabkan pertanian on farm  sulit berkembang karena sulitnya petani mendapatkan pinjaman modal dari lembaga keuangan seperti bank.

Homograf

Istilah homograf berasal dari kata homo yang berarti ‘sama’ dan graf atau graph yang berarti ‘tulisan’. Sehingga secara etimologi, istilah homograf dapat diartikan sebagai kata atau istilah yang memiliki cara penulisan atau ejaan sama namun berbeda pengucapan atau pelafalannya.

contoh;

  1. Apel
  • Ibu membeli apel dua kilogram sebagai oleh – oleh ketika berkunjung ke rumah bibi. (buah)
  • Apel anak asrama PPKU Institut Pertanian Bogor dimulai tepat pukul 06.00 WIB. (upacara)

Leave a Reply