Daily Archives: April 23, 2017

Tugas 8 Betari Ayu

Pertanyaan:

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!
  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Status: Done

Pernyataan: Saya telah mengerjakan tugas tersebut

Pembuktian:

  1. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).contoh :
    • Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
    • Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santai karena masih mengantuk.
    • Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
    • Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
    • Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
    • Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
    • Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.
  2. Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek dan predikat. contoh klausa dibawah ini :
    1. Kondisinya sudah membaik.
    2. Rumah itu sangat mewah.
    3. Mobil itu sangat baru.
    4. Sudah baik keadaanya.
    5. Sangat mewah rumah itu.
    6. lapar sekali hari ini.
    7. keadaan akan baik-baik saja.
    8. bekerja sambil berjalan-jalan.
    9. berlibur itu sangat menyenangkan.
    10. makan makanan mewah.
  1. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Contoh istilah dalam teknologi informasi dan komunikasi:
    1) File merupakan identitas dari data yang disimpan di dalam computer yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
    2) Operating system merupakan seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak .
    3) Internet adalah system global dari seluruh jarigan komputer yang saling terhubung menggunakan standar.
  2. Pengertian Polisemi

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh Kalimat Polisemi

Darah:

    • Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)
    • Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)
  1. Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.

contoh :

Cerdas = Pintar = Pandai
Dani adalah anak yang cerdas.
Riki adalah anak yang pintar.
Shinta adalah anak yang pandai.

  1. Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim. Contoh :
    Hipernim = Sepatu
    Hiponim = High Heels, Wedges, Stilleto, Sneakers, Boot, Skate
    • Hipernim = Mobil
    Hiponim = Sedan, Chooper, SUV, Jeep, Minibus, Bus
  2. Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis. Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan; contoh:

  • Semangatnya keras bagaikan baja. (Asosiasi)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur (Metafora)
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut. (Personifikasi)
  • Melati, lambang kesucian. (Alegori)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api) (Metonimia)
  • Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Sinekdok)
  • Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. (Simile)

2). Majas Pertentangan;contoh:

  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. (Antitesis)
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. (Paradoks)
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa. (Hiperbola)
  • Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
    ini? (Litotes)

3). Majas Sindiran;contoh:

  • Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca. (Ironi)
  • Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu. (Sinisme)
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! (Sarkasme)

4). Majas Penegasan;contoh:

  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. (Pleonasme)
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. (Repetisi)
  • Cinta adalah pengertian (Pararelisme)
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja. (Tautologi)
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak. (Klimaks)
  • Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu. (Antiklimaks)
  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja? (Retorik)
  1. Homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda. contoh:

Aku bertemu Bang Indra di pasar kemarin.

Aku pergi ke Bank BRI kemarin. 

Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda. Contoh:

Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.

Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.

Essay: Tugas 8

1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
Frase adalah kelompok kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.Macam-macam Frase :
Frase terbagi menjadi dua, yaitu :
1) Frase Endosentrik (bertingkat) : frase yang terdiri dari inti dan tambahan.
Contoh :
-Rumah Indah (Rumah = Inti Frase, Indah = Tambahan)
-Tabrakan Beruntun (Tabrakan = Inti Frase, Beruntun = Tambahan)
2) Frase Ekosentrik (setara) : frase yang terdiri dari inti saja dan dua-duanya tidak penting.
Contoh :
– Tua muda
– Merah putih
Ciri-ciri Frase

– Frase setara : dapat dihubungkan dengan kata penghubung (dan, atau) semua unsurnya merupakan kata pokok.
– Frase bertingkat : tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung (dan, atau) tetapi bisa disisipi kata penghubung (yang, untuk, milik). Contoh : Murid pandai.

Bentuk Frase Endosentrik (Bertingkat)
1. Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
2. Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santai karena masih mengantuk.
3. Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
4. Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
5. Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
6. Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
7. Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu satunya.

2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!

Klausa adalah kalimat yang tidak sempurna yang disusun dan memiliki setidaknya satu subjek dan satu predikat.
Ciri-Ciri Klausa
-Dalam sebuah klausa hanya terdapat satu predikat saja dan tidak lebih.
-Klausa dapat berubah menjadi sebuah kalimat jika diimbuhi intonasi akhir.
-Klausa merupakan bagian dari sebuah kalimat jika kalimat itu adalah kalimat plural.
-Klausa bersifat meluas jika ditambahkan dengan atribut-atribut khusus yang belum terdapat pada klausa tersebut.

Jenis-Jenis Klausa
Berdasarkan jenisnya klausa dapat dibagi menjadi 4 jenis yakni :
1) Berdasarkan kelengkapan unsurnya : Klausa tidak lengkap dan klausa lengkap
2) Berdasarkan sifat predikat : Klausa positif dan klausa negatif
3) Berdasarkan kategori predikat : Klausa verbal dan klausa non-verbal
4) Berdasarkan kemapanannya : Klausa mandiri dan Klausa Tergabung

Contoh Klausa :
1. Kondisinya sudah membaik.
2. Rumah itu sangat mewah.
3. Mobil itu sangat baru.

3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.

Contoh : komputasi awan, menyimpan file, copy-paste dokumen
Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!

Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.

Contoh : Saya masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Rani. (darah=kesaudaraan)

Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur tiang listrik. (darah=yang berada dalam tubuh)

4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh ;

  • Kemarin sore wanita itu tergelincir dari anak tangga. (anak tangga berarti tangga)
  • Kapal itu memiliki cukup banyak anak buah kapal. (anak buah kapal berarti ABK)

5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!

Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip.Sinomin dapat juga disebut sebagai persamaan kata atau padanan kata.

Contohnya :
binatang = fauna
tanaman = flora
bohong = dusta
haus = dahaga
pakaian = baju
bertemu = berjumpa

6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!

Hiponim atau kata khusus adalah sebuah kata atau frasa yang gugus semantiknya atau artinya tercakup di dalam kata lain yaitu hipernimnya atau kata umumnya. Dengan kata lain, suatu hiponim merupakan jenis dari suatu hipernim.
Sebagai contoh, merpati, gagak, elang, dan camar seluruhnya adalah hiponim dari hipernim burung, yang pada gilirannya merupakan hiponim dari kata hewan. Beberapa hiponim yang memiliki hipernim yang sama disebut dengan kohiponim.

Contoh hiperonim, hiponim serta kohiponim antara lain:

kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan
hewan adalah hipernim dari kucing, serangga, dan merpati
serangga dan merpati adalah kohiponim dari kucing sebagai hewan

7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!

MAJAS

Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.
Macam Macam Majas :

  1. Majas PerbandinganMajas Perbandingan  ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca.a) Asosiasi atau Perumpamaan = perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama
    Contoh :
    Semangatnya keras bagaikan baja.
    Mukanya pucat bagai mayat.
    Wajahnya kuning bersinar bagaikan bulan purnama

    b) Metafora= majas yang memberikan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Contoh:
    Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
    Harta karunku (sangat berharga)

    c) Personifikasi = majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
    Contoh:
    Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
    Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
    Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

    d) Alegori = Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
    Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
    Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
    Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
    Contoh:
    Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

    e) Simbolik = majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
    Contoh:
    Ia terkenal sebagai buaya darat.
    Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
    Ia adalah seorang bunga desa
    Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
    Melati, lambang kesucian
    Teratai, lambang pengabdian

    f) Metonimia = majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.
    Contoh:
    Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
    Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
    Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

    g) Sinekdok = majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya.
    Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk :
    -Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan
    Contoh:
    (a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
    (b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
    -Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
    (a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
    (b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
    h) Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”.
    Contoh:
    Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

  2. Majas Pertentangan Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”.Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

    1) Antitesis = majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
    Contoh:
    a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
    b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

    2) Paradoks =  majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
    Contoh:
    a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
    b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

    3) Hiperbola =  majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
    Contoh:
    a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
    b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

    4) Litotes = majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
    Contoh:
    a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
    b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?

  3. Majas Penegasan Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

    1) Pleonasme = majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

    Contoh:
    a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
    b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

    2) Repetisi = majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

    Contoh:
    a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
    b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

    3) Paralelisme = majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
    Contoh:
    a) Cinta adalah pengertian
    b) Cinta adalah kesetiaan
    c) Cinta adalah rela berkorban

    4) Tautologi = majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan

    Contoh:
    a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
    b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

    5) Klimaks = majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

    Contoh:
    a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
    b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

    6) Antiklimaks =  majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.
    contoh :
    a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
    b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

    7) Retorik = majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

    Contoh:
    a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
    b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?

Majas Sindiran

Majas Perbandingan  ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

Majas sindirian dibagi menjadi:
1)Ironi = majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.
Contoh:
a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.

2) Sinisme = majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.

3) Sarkasme =  majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Homofon adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

Contoh homofon antara lain:

“buku” (bahan bacaan) dan “buku” (bagian di antara dua ruas)
“rok” (pakaian) dan “rock” (aliran musik)
“massa” (dalam perkataan media massa) dan “masa” (waktu)
“bank” (tempat menyimpan uang) dan “bang” (panggilan untuk kakak)
“tank” (kendaraan perang) dan “tang” (alat pekakas)

Homograf, homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan. Jadi, homograf adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya. Dalam bahasa Indonesia, contoh homograf antara lain :

“teras” (inti kayu atau bagian rumah)
“apel” (buah atau kumpul)
“serang” (perang atau nama tempat)
“tahu” (makanan atau situasi)
“memerah” (berubah warna atau memeras susu sapi)
“keset” (bersih atau pembersih/pengelap kaki)

 

 

Essay: Tugas 8

1. FRASE

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).

Frasa dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Frasa menurut distribusi unsur pembentuknya.
  2. Frasa menurut kedudukan unsur-unsurnya.
  3. Frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusat.

1. Distribusi unsur pembentuknya
Frasa menurut distribusi unsur pembentuknya ada 2 macam, yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris. Frasa endosentris terdapat 3 macam, yaitu : koordinatif, atributif, dan apositif. Frasa Eksosentri terdapat 2 macam, yaitu : proposional dan nondirektif

Frasa endosentris

1. Frasa endosentris koordinatif : frasa endosentris yang terdiri atas konstituen-konstituen yang setara. Kesetaraannya dapat dibuktikan dengan adanya kemungkinan konstituen itu dihubungkan dengan penghubung dan /atau.

contoh : Laki-laki dan permpuan itu berjalan di jalan

2. Frasa endosentris atributif : frasa endosentris yang terdiri atas konstituen-konstituen tidak setara. Konstituen-konstituen itu tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung danatau atau.
contoh : Gadis manisitu berjalan di jalan.

3. Frasa endosentris apositif : frasa yang mirip dengan frasa endosentris koordinatif dalam masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan.
contoh : Andi, laki-laki berjilbabitu berjalan di jalan.

Frasa eksosentris

Frasa eksosentris : frasa yang jika salah satu komponennya dihilangkan, akan menyebabkan frasa tersebut tidak baik

  • Budi makan di.
  • Budi makan dapur.

1. Frasa eksosentris proporsional : komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke,dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina.
contoh : Avin pergi ke pasar.

2. Frasa eksosentris nondirektif : frasa eksosentris yang konstituen perangkainya berupa artikula, sedangkan konstituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva.
contoh : Para hadirindipersilahkan untuk memakan hidangan yang telah disediakan.

2. Kedudukan unsur-unsurnya
Frasa menurut kedudukan unsur-unsurnya dibedakan menjadi 2, yaitu setara dan bertingkat.

1. Setara

– Kata benda – kata benda.
– Kata sifat – kata sifat.
– Kata kerja – kata kerja.
contoh :
=> Kata benda – kata benda :
– Hutan pinus.
– meja kayu.
– Sandal karet.
– Air sungai.
– dll
=> Kata sifat – kata sifat :
– Cantik jelita.
– Tumbuh kembang.
– Putih bersih.
– Terang benderang.
– dll
=> Kata kerja – kata kerja :
– Maju mundur.
– Maju jalan.
– Naik turun.
– Jatuh bangun.
– dll

2. Bertingkat

– Kata benda – kata kerja.
– Kata benda – kata sifat.
– Kata kerja – kata sifat.
contoh :
=> Kata benda – kata kerja :
– Gunung meletus.
– Bunga mekar.
– Jalan kaki.
– dll
=> Kata benda – kata sifat :
– Meja kotak.
– Kaca bersih.
– Kursi besar.
– dll
=> Kata kerja – kata sifat :
– Duduk manis.
– Jalan cepat.
– Lari kecil.
– dll

3. Kategori kata yang menjadi unsur pusat
Frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusat terdapat 7 macam, yaitu :

  1. Frasa nominal (kata benda).
  2. Frasa verbal (kata kerja).
  3. Frasa bilangan (numeral).
  4. Frasa adjektiva (kata sifat).
  5. Frasa preposisi (kata depan).
  6. Frasa adverbial (keterangan).
  7. Frasa pronominal (kata ganti).

contoh :

  1. Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
  2. Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santaikarena masih mengantuk.
  3. Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
  4. Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
  5. Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
  6. Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
  7. Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.

2. KLAUSA

Klausa adalah kelompok kat yang memiliki unsur subjek dan predikat. Beriku beberapa contoh klausa :

  1. Budi sedang sibuk
  2. Budi sedang mengantuk

3. ISTILAH

Istilah ialah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat khas dalam bidang tertentu.

Contohnya ; Para siswa sekolah jurusan komputer umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi tentang pembelajaran Teknologi informasi dan komunikasi.

4. POLISEMI

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh ;

  • Kemarin sore wanita itu tergelincir dari anak tangga. (anak tangga berarti tangga)
  • Kapal itu memiliki cukup banyak anak buah kapal. (anak buah kapal berarti ABK)
 5. SINONIM
Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh ;
Gembira = Senang
Hari ini Shinta terlihat gembira.
Hari ini Shinta terlihat senang.
6. HIPONIM

Hiponim adalah kata atau frase yang terdapat di dalam cakupan hipernim. Cakupan dari hiponim dapat dikatakan lebih sempit dan objektif. Seperti misalnya kata “apel, jeruk, anggur, semangka”, kata-kata tersebut memiliki hipernim “Buah” yang artinya semuah kata apel, jeruk, anggur dan semangka merupakan bagian dari buah. Dengan kata lain, jika hipernim adalah kata yang mewakili berarti hiponim adalah kata atau frase yang terwakili.

Contoh ;

  • kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan

7. MAJAS

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Macam – macam majas

Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan maupun kelompok.

Majas terdiri atas ;

  • Majas Perbandingan
  • Majas Pertentangan
  • Majas Sindiran
  • Majas Penegasan.
8. homofon dan homograf

Homofon

Istilah homofon berasal dari kata homo yang berarti ‘sama’ dan foni yang berarti ‘bunyi’ atau ‘suara’. Sehingga jika merujuk pada pengertian etimologinya, maka homofon didefinisikan sebagai kata atau istilah yang memiliki pelafalan yang sama namun, ejaan (cara penulisan) serta arti yang terkandung di dalamnya berbeda. KBBI juga mengartikan istilah homofon serupa, yakni sebagai kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya.

Contoh;

  1. Bank (lembaga keuangan) – Bang (panggilan kakak laki – laki)
  • Ayah menabung di bank.
  • Pagi tadi aku berangkat diantar oleh ayah karena bank tempat ayah bekerja sejalur dengan sekolahku.
  • Salah satu faktor yang menyebabkan pertanian on farm  sulit berkembang karena sulitnya petani mendapatkan pinjaman modal dari lembaga keuangan seperti bank.

Homograf

Istilah homograf berasal dari kata homo yang berarti ‘sama’ dan graf atau graph yang berarti ‘tulisan’. Sehingga secara etimologi, istilah homograf dapat diartikan sebagai kata atau istilah yang memiliki cara penulisan atau ejaan sama namun berbeda pengucapan atau pelafalannya.

contoh;

  1. Apel
  • Ibu membeli apel dua kilogram sebagai oleh – oleh ketika berkunjung ke rumah bibi. (buah)
  • Apel anak asrama PPKU Institut Pertanian Bogor dimulai tepat pukul 06.00 WIB. (upacara)