Daily Archives: April 11, 2017

TM pertemuan 8

Pertanyaan :

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!
  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Status : Tercapai
Keterangan : Saya telah mengerjakan assignment ini
Bukti :

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!Frase adalah kelompok kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.Macam-macam Frase :

    Frase terbagi menjadi dua, yaitu :

    1) Frase Endosentrik (bertingkat) : frase yang terdiri dari inti dan tambahan.
    Contoh :
    -Rumah Indah (Rumah = Inti Frase, Indah = Tambahan)
    -Tabrakan Beruntun (Tabrakan = Inti Frase, Beruntun = Tambahan)

    2) Frase Ekosentrik (setara) : frase yang terdiri dari inti saja dan dua-duanya tidak penting.
    Contoh :
    – Tua muda
    – Merah putih

    Ciri-ciri Frase

    – Frase setara : dapat dihubungkan dengan kata penghubung (dan, atau) semua unsurnya merupakan kata pokok.
    – Frase bertingkat : tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung (dan, atau) tetapi bisa disisipi kata penghubung (yang, untuk, milik). Contoh : Murid pandai.

    Bentuk Frase Endosentrik (Bertingkat)

    1) Frase Nomina (kata benda)
    contoh : Gedung Bertingkat
    2) Frase Verba (kata kerja)
    contoh : Sedang belajar
    3) Frase Adjektiva (kata sifat)
    contoh : Pintar sekali
    4) Frase Pronomina (kata ganti)
    contoh : Saya sendiri
    5) Frase Adverbia (kata keterangan)
    contoh : Kemarin sore
    6) Frase Numeralia (petunjuk bilangan)
    contoh : Hanya satu
    7) Frase idiomatik (kata ungkapan; frase yang bukan arti sebenarnya)
    contoh : Ringan tangan, anak emas, hidung belang.

  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!Klausa adalah kalimat yang tidak sempurna yang disusun dan memiliki setidaknya satu subjek dan satu predikat.
    Ciri-Ciri Klausa
    -Dalam sebuah klausa hanya terdapat satu predikat saja dan tidak lebih.
    -Klausa dapat berubah menjadi sebuah kalimat jika diimbuhi intonasi akhir.
    -Klausa merupakan bagian dari sebuah kalimat jika kalimat itu adalah kalimat plural.
    -Klausa bersifat meluas jika ditambahkan dengan atribut-atribut khusus yang belum terdapat pada klausa tersebut.

    Jenis-Jenis Klausa
    Berdasarkan jenisnya klausa dapat dibagi menjadi 4 jenis yakni :
    1) Berdasarkan kelengkapan unsurnya : Klausa tidak lengkap dan klausa lengkap
    2) Berdasarkan sifat predikat : Klausa positif dan klausa negatif
    3) Berdasarkan kategori predikat : Klausa verbal dan klausa non-verbal
    4) Berdasarkan kemapanannya : Klausa mandiri dan Klausa Tergabung

    Contoh Klausa :
    1. Kondisinya sudah membaik.
    2. Rumah itu sangat mewah.
    3. Mobil itu sangat baru.

  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!“ Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu”
    Istilah yang maknanya terbatas pada bidang tertentu saja adalah istilah khusus sedangkan istilah yang dipakai secara luas, menjadi unsur kosakata umum adalah istilah umum
    Contoh istilah dalam teknologi informasi dan komunikasi
    1) File merupakan identitas dari data yang disimpan di dalam computer yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
    2) Operating system merupakan seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak .
    3) Internet adalah system global dari seluruh jarigan komputer yang saling terhubung menggunakan standar
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu.Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna.

    Contoh Kalimat Polisemi

    1) Darah
    Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)
    Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)

    2) Anak
    Budi merupakan salah satu anak dari motivator kondang yang tidak diakui. (Anak berarti anak)
    Kemarin sore wanita itu tergelincir dari anak tangga. (anak tangga berarti tangga)
    Kapal itu memiliki cukup banyak anak buah kapal. (anak buah kapal berarti ABK)

     

    3) Api
    Api berkobar di perumahan kencana hingga meluluh – lantakan seluruh harta benda warga. (Api berarti api)
    Ani dan Budi sedang mesra-mesranya karena sedang terbakar api asmara. (Api asmara berarti rasa cinta)

  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip.Sinomin dapat juga disebut sebagai persamaan kata atau padanan kata.

    Contohnya :
    binatang = fauna
    tanaman = flora
    bohong = dusta
    haus = dahaga
    pakaian = baju
    bertemu = berjumpa

  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohnya!
    hiponim adalah kata atau frase yang terdapat di dalam cakupan hipernim.Hipernim adalah kata atau frase yang mewakilkan banyak kata yang termasuk di dalamnya. Cakupan dari hiponim dapat dikatakan lebih sempit dan objektif. Seperti misalnya kata “apel, jeruk, anggur, semangka”, kata-kata tersebut memiliki hipernim “Buah” yang artinya semuah kata apel, jeruk, anggur dan semangka merupakan bagian dari buah. Dengan kata lain, jika hipernim adalah kata yang mewakili berarti hiponim adalah kata atau frase yang terwakili.Contoh Hipernim dan Hiponim

    Hipernim: Handphone
    Ibu dan Adik membeli handphone dengan harga yang sangat murah
    Hiponim : Samsung, Nokia, Blackberry, Sony, LG, Xiaomi, Google Nexus
    Ibu dan Adik membeli Blackberry dengan harga yang sangat murah

    Hipernim: Burung
    Hiponim : Burung Camar, Burung Elang, Burung Kutilang, Burung Kakak Tua, Burung Love bird
    Hipernim: Pohon
    Hiponim : Pohon Beringin, Pohon Akasia, Pohon Mangga, Pohon Durian, Pohon Cemara
    Hipernim: Ikan
    Hiponim : Ikan Nila, Ikan Mas, Ikan Tuna, Ikan Lele, Ikan Hiu, Ikan Lumba – lumba
    Hipernim: Gunung
    Hiponim : Gunung Semeru, Gunung Krakatau, Gunung Rinjani, Gunung Kerinci,

  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!

    MAJAS ( klil disini )

  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya
    Homofon

    Ragam bahasa homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda.
    Sedikit berbeda dengan homonim, kata – kata yang berhomofon bisa kita identifikasi maknanya dengan melihat bentuk tulisannya. Namun, jika berbentuk lisan kita harus mendengarnya dalam sebuah kalimat utuh.

    Apabila kita mendengar kata bank, ada dua makna yang memungkinkan, yaitu apakah itu sebuah tempat atau panggilan untuk orang yang lebih tua. Oleh karena itu, kita harus mendengarnya dalam bentuk kalimat yang utuh.

    Perhatikan kalimat berikut!

    Aku bertemu Bang Indra di pasar kemarin.
    Aku pergi ke Bank BRI kemarin.

    Jika kita mendengar kata bang pada kalimat pertama, maka maknanya adalah panggilan untuk laki – laki yang lebih tua. Jika kita mendengar kalimat kedua, maka maknanya adalah tempat penyimpanan uang.

    Contoh – Contoh Kalimat Berhomofon
    a) Penyanyi rock legendaris itu memakai rok ketika beraksi di atas panggung.
    b) Sultan Abdurahman Syah telah sah menjadi suami Nur Khalisa kemarin.
    c) Syarat yang diajukan oleh Angga sarat akan kecurangan.

    Homograf

    Ragam bahasa yang terakhir adalah homograf. Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda. Homograf merupakan kebalikan dari homofon. Oleh karena itu, kita tidak bisa mengidentifikasi makna kata – kata yang berhomograf jika kita tidak mendengar atau membacanya dalam sebuah kalimat utuh.

    Apabila kita melihat kata keset, maka ada dua hal yang terlintas di otak kita, apakah itu kata sifat ataukah kata benda.

    Perhatikan kalimat berikut!

    Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.
    Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.

    Kata keset pada kalimat pertama berarti alat untuk membersihkan kaki atau sepatu dari kotoran. Sedangkan kata keset pada kalimat ke dua adalah keadaan tangan yang tidak halus.

    Contoh – Contoh Kalimat Berhomograf

    a) Anak yang sakit mental itu tersambar sepeda motor dan mental sejauh 3 meter.
    b) Para pejabat teras sedang melakukan rapat di teras rumah Budi.
    c) “Serang dan ambil alih kota serang dari tanggan Belanda,” perintah Komandan kepada anak buahnya.
    d) Setelah apel pagi kami memakan buah apel.

 

 

 

 

Majas

MAJAS

Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.
Macam Macam Majas :

  1. Majas Perbandingan

    Majas Perbandingan  ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca.

    a) Asosiasi atau Perumpamaan = perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama
    Contoh :
    Semangatnya keras bagaikan baja.
    Mukanya pucat bagai mayat.
    Wajahnya kuning bersinar bagaikan bulan purnama

    b) Metafora= majas yang memberikan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Contoh:
    Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
    Harta karunku (sangat berharga)

    c) Personifikasi = majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
    Contoh:
    Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
    Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
    Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

    d) Alegori = Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
    Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
    Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
    Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
    Contoh:
    Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

    e) Simbolik = majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
    Contoh:
    Ia terkenal sebagai buaya darat.
    Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
    Ia adalah seorang bunga desa
    Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
    Melati, lambang kesucian
    Teratai, lambang pengabdian

    f) Metonimia = majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.
    Contoh:
    Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
    Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
    Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

    g) Sinekdok = majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya.
    Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk :
    -Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan
    Contoh:
    (a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
    (b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
    -Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
    (a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
    (b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
    h) Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”.
    Contoh:
    Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

  2. Majas Pertentangan

    Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”.

    Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

    1) Antitesis = majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
    Contoh:
    a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
    b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

    2) Paradoks =  majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
    Contoh:
    a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
    b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

    3) Hiperbola =  majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
    Contoh:
    a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
    b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

    4) Litotes = majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
    Contoh:
    a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
    b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?

  3. Majas Penegasan

    Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

    Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

    1) Pleonasme = majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

    Contoh:
    a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
    b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

    2) Repetisi = majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

    Contoh:
    a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
    b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

    3) Paralelisme = majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
    Contoh:
    a) Cinta adalah pengertian
    b) Cinta adalah kesetiaan
    c) Cinta adalah rela berkorban

    4) Tautologi = majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan

    Contoh:
    a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
    b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

    5) Klimaks = majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

    Contoh:
    a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
    b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

    6) Antiklimaks =  majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.
    contoh :
    a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
    b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

    7) Retorik = majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

    Contoh:
    a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
    b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?

  4. Majas Sindiran

    Majas Perbandingan  ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

    Majas sindirian dibagi menjadi:
    1)Ironi = majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.
    Contoh:
    a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
    b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.

    2) Sinisme = majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain
    Contoh :
    a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.
    b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.

    3) Sarkasme =  majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
    Contoh:
    a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
    b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!