Monthly Archives: April 2017

Essay: Tugas 9

I. Berikan penjelasan Anda

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?

Tema adalah sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.
Tema merupakan pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu  yang akan disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Tema juga merupakan dasar cerita (yang dipercakapkan dsb), yang dipakai sebagai dasar mengarang, mengubah sajak,dsb

2.Apa yang dimaksud dengan TOPIK?

Pengertian topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
Topik merupakan pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb. Topik juga merupakan ide sentral yang mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.

3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi).
Judul merupakan kepala karangan (cerita, drama, dsb) atau perincian atau penjabaran dari topik dan judul dapat juga merupakan nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi buku atau bab.

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

1.Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
TEMA : Teknologi
TOPIK : Perkembangan teknologi sejak abad ke-19 hingga saat ini
JUDUL : Sejarah Perkembangan Teknologi

2.Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan

TEMA : Pendidikan
TOPIK : mengetahui pendidikan di masyarakat
JUDUL : Pendidikan di masyarakat
3.Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
TEMA : Kesehatan
TOPIK : Tidur cukup untuk kesehatam
JUDUL :  Manfaat Tidur Cukup Bagi Kesehatan

4.Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup

TEMA : Apakah sebab-sebab terjadinya banjir dan bagaimanakah cara mengatasi akibat banjir tersebut
TOPIK : Banjir di Bandung Selatan
JUDUL : Penanggulangan Akibat Banjir di Bandung Selatan

5.Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
TEMA : Nasionalisme dan Patriotisme
TOPIK : Sumpah Pemuda
JUDUL : Mengenal Sumpah Pemuda Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia

6.Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
TEMA : Bakti Sosial
TOPIK : Galang dana untuk korban longsor
JUDUL : Bakti sosial Ponorogo

7.Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi
TEMA : Peningkatan harga BBM
TOPIK : Dampak peningkatan harga BBM dalan 1 tahun
JUDUL : Pengaruh Kenaikan BBM terhadap Kelangsungan Hidup Masyarakat.

Tugas 9 Betari Ayu

I. Berikan penjelasan Anda

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA? -Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat.
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK? -Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan.
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL? -Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

  1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
    TEMA : Teknologi
    TOPIK : Perkembangan teknologi sejak abad ke-19 hingga saat ini
    JUDUL : Sejarah Perkembangan Teknologi
  2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
    TEMA : Pendidikan
    TOPIK : Wajib belajar 12 tahun bagi masyarakat
    JUDUL : Pentingnya Belajar 12 Tahun Bagi Generasi Muda
  3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
    TEMA : Kesehatan
    TOPIK : Tidur cukup untuk kesehatam
    JUDUL :  Manfaat Tidur Cukup Bagi Kesehatan
  4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup

    TEMA : Bencana Alam
    TOPIK : Banjir
    JUDUL : Penanggulangan Akibat Banjir di Jakarta Selatan

  5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
    TEMA : Nasionalisme dan Patriotisme
    TOPIK : Sumpah Pemuda
    JUDUL : Mengenal Sumpah Pemuda Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia
  6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
    TEMA : Globalisasi
    TOPIK : Sikap individualistis para remaja
    JUDUL : Dampak Sikap Remaja Saat Ini dalam Era Globalisasi
  7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi
    TEMA : Peningkatan harga BBM
    TOPIK : Dampak peningkatan harga BBM dalan 1 tahun
    JUDUL : Pengaruh Kenaikan BBM terhadap Kelangsungan Hidup Masyarakat.

Essay: Tugas 9

I. Berikan penjelasan Anda

1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?

Tema adalah sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.

2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?

Topik adalah pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.

3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

Judul adalah nama yang dipakai untuk nama buku atau bab dalam buku yang dapay menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku dalam bab itu.

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer

Tema : T.I dan Komputer

Topik : Apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Judul : Audit Teknologi Infomasi

2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan

Tema : Pendidikan

Topik : Melalui kompetensi yang dimiliki guru maka kualitas pendidikan akan terlihat dari hasil prestasi peserta didik, sehingga memudahkan untuk mengajak bekerja sama dengan orang tua, dan juga pemerintah minimal pemerintahan setempat mengingat ketika satu sekolah mampu mencetak peserta didik yang memiliki kualitas maka sekolah itu akan favorit di masyarakat, di sini menujukan bahwa prestasi kerja guru dan kepiawaian guru dalam pendidik sangat berpengaruh untuk menumbuhkan kepercayaan baik dari pemerintah, masyarakat serta di dalam intern sekolah.

Judul : Pelayanan Pendidikan yang Berkualitas Dapat Mengembangkan Potensi Peserta Didik Secara Maksimal

3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan

Tema : Kesehatan

Topik : Bahwa orang yang melihat bunga di rumah, terutama di pagi hari, akan mengalami peningkatan energi yang lebih tinggi ketimbang pada siang hari. Sifat ‘menenangkan’ menatap keindahan bunga akan membantu orang untuk merevitalisasi. Dan kita akan selalu bersemangat sepanjang hari.

Judul : Manfaat menaruh bunga dalam rumah

4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup

Tema : Apakah sebab-sebab terjadinya banjir dan bagaimanakah cara mengatasi akibat banjir tersebut.

Topik :  Banjir di Bandung Selatan.

Judul : Penanggulangan Akibat Banjir di Bandung Selatan.

5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum

Tema : Hukum

Topik : Hukum yang ada di Indonesia lebih dari cukup, tapi mengapa banyak yang tidak dijalankan? Apakah karena pasal-pasalnya tidak realistis? Kekurangan aparat penegak hukum? Tidak adanya teladan dari pemimpun? Bagaimana negara-negara lain menerapkan hukum yang dibuatnya?

Judul : Bagaimana membuat hukum dipatuhi dan dijalankan

6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial

Tema :  Sosial

Topik : Bagaimana keadaan fasilitas umum di lingkungan anda? Apakah dalam keadaan baik atau rusak? Apa yang anda lakukan jika melihat fasilitas umum dalam keadaan rusak?

Judul : Rusaknya atau buruknya fasilitas umum

7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Tema : Ekonomi

Topik :Apa seharusnya strategi dari masing-masing daerah ? Apa keunggulan suatu daerah yang tak dimiliki daerah lain ?

Judul : Strategi Memacu Pertumbuhan Ekonomi Suatu Daerah

Essay: Tugas 9

Pertanyaan

I. Berikan penjelasan Anda

Apa yang dimaksud dengan TEMA?
Apa yang dimaksud dengan TOPIK?
Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul untuk karya tulis yang…….

Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Status – 100% tercapai

Keterangan – sudah mengerjakan assignment 9

Pembuktian

Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/04/28/essay-tugas-9-bp/

Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Jawaban

Pengertian Tema

1. Tema adalah gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra yang terkandung di dalam teks sebagai stuktur semantis dan menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan (Hartoko & Rahmanto, 1986;142.
2. Tema adalah makna keseluruhan yang mendukung sebuah cerita.
3. Tema adalah makna sebuah cerita yang secara khusus menerangkan sebagaian besar unsurnya dengan cara yang sederhana.Tema menurutnya kurang lebih dapat bersinonim dengan ide utama (central idea) dan tujuan utama (central purpose).(Stanton, 1965;21).
4. Tema adalah subyek wacana, topik umum, atau masalah utama yang dituangkan ke dalam sebuah cerita (Shipley, 1962;417)

C. Penggolongan tema

1. Tema Mayor
Tema mayor adalah makna pokok cerita yang menjadi dasar atau gagasan dasar umum karya tersebut, atau bisa juga disebut tema yang paling utama.

2. Tema Minor
Tema minor adalah makna yang terdapat pada bagaian cerita atau bisa disebut sebagai tema sebagian. Dengan demikian banyak sedikitnya tema minor tergantung pada banyak sedikitnya makna tambahan yang dapat ditafsirkan dari sebuah cerita novel.

3. Tema Tradisional
Tema tradisional adalah hal-hal yang daianggap otomatis terjadi sendiri di masyarakat. Pernyataan-pernyataan tema yang dapat dipandang sebagai bersifat itu misalnya berbunyi, “ Kebenaran dan keadilan mengalahkan kejaahatan, tindak kebenaran dan masing-masing akan memetik hasilnya (Jawa; becik ketitik ala ketara), atau (seperti pepatah- pantun) berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, setelah menderita, orang baru mengingat Tuhan ”, dsb. Tema tradisional walau banyak variasinya, boleh dikatakan selalu ada kaitanya dengan masalah kebenaran dan kejahatan (Maredith & fizgerald, 1972;66.

4. Tema non tradisional
Tema non tradisional adalah tema yang menyangkut sesuatu yang tidak lazim/non tradisional. Karena sifatnya yang non tradisional, tema yang demikian mungkin tidak sesuai dengan harapan pembaca, juga bersifat melawan arus, mengejutkan, bahkan boleh jadi mengesalkan, mengecewakan, atau berbagai reaksi afektif yang lain.

D. Tingkatan Tema Menurut Shipley

Tingkat pertama
Tema tingkat fisik, manusia sebagai (atau: dalam tingkat kejiwaan) molekul. Tema karya sastra pada tingkat ini lebih banyak menyaran dan ditunjukkan oleh banyaknya aktivitas fisik daripada kejiwaannya. Ia lebih menekankan mobilitas fisik dari pada kejiwaannya.

Tingkat kedua
Tema tingkat organik, manusia sebagai (atau: dalam tingkat kejiwaanya) protoplasma. Tema karya sastra tingkat ini lebih banyak menyangkut dan mempersoalkan masalah seksualitas. Suatu aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh makhluk hidup.

Tingkat ketiga
Tema tingkat sosial, manusia sebagai makhluk sosial. Kehidupan bermasyarakat yang merupakan tempat aksi-interaksinya manusia dengan sesama dan lingkungan alam, mengandung banyak permasalahan, konflik, dan lain-lain yang menjadi objek pencarian tema.

Tingkat keempat
Tema tingkat egoik, manusia sebagai individu. Disamping sebagai makhluk sosial, manusia sekaligus juga sebagai makhluk individu yang senantiasa “menuntut” pengakuan atas hak individualitasnya.

Tingkat kelima
Tema tingkat divine, manusia sebagai makhluk tingkat tinggi, yang belum tentu setiap manusia mengalami dan atau mencapainya. Masalah yang menonjol dalam tema tingkat ini adalah masalah hubungan manusia dengan sang pencipta, masalah religiositas, atau berbagai masalah yang bersifat filosofis lainnya seperti pandangan hidup, visi, dan keyakinan.

Tema dalam sebuah karya sastra selalu berkaitan dengan makna atau pengalaman kehidupan, melalui karyanya. Pengarang menawarkan makna tentang kehidupan, mengajak pembaca melihat, merasakan dan menghayati makna kehidupan tersebut dengan cara memandang permasalahan tersebut sebagaimana ia memandangnya. Tema dapat dipandang sebagai dasar cerita, gagasan dasar umum, sebuah karya novel. Gagasan umum inilah yang tentunya telah ditentukan sebelumya oleh pengarang yang dipergunakan untuk mengembangkan sebuah cerita.

Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.

Menurut Sabarti Akhadiah (1994: 211), ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik:
1. Ada manfaatnya untuk perkembangan ilmu atau profesi.
2. Cukup menarik untuk dibahas.
3. Dikenal dengan baik.
4. Bahannya mudah diperoleh.
5. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.

Keraf (1979: 113) merumuskan kiat pembatasan topik adalah dengan langkah sebagai berikut:
Pertama, tetapkan topik yang ingin dibahas dalam suatu kedudukan sentral.
Kedua, ajukanlah pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat diperinci lebih lanjut atau tidak. Bila dapat, tempatkanlah perincian itu di sekitar lingkaran topik pertama tadi.
Ketiga, tetapkanlah yang mana dari perincian tadi yang akan dipilih.
Keempat, ajukanlah pertanyaan apakah sektor tadi masih perlu diperinci lebih lanjut atau tidak.
Demikian dilakukan berulang sampai diperoleh topik yang sangat khusus.

Pembatasan topik sekurang-kurangnya dapat membantu pengarang dalam beberapa hal:
• Memungkinkan penulis penuh dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar diketahuinya.
• Memungkinkan penulis mengadakan penelitian lebih intensif mengenai masalahnya

Judul adalah perincian atau jabaran dari topik yang diberikan untuk bahasan atau karangan. Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi atau maksud dari buku tersebut. Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Judul berfungsi sebagai slogan promosi untuk menarik minat pembaca dan sebagai gambaran isi karangan. Ada yang mendefinisikan judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniaturisi bahasan. Judul lebih spesifik dan sering menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas.

Fungsi Judul

Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.
Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membaca isinya.
Gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya.

Syarat Judul yang baik, yaitu :
a. Asli
Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.

b. Relevan
Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda ( harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.

c. Provokatif
Hindari judul yang terlalu sederhana, sehingga pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, jika pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi. Namun sekarang ini juga terdapat banyak judul karangan yang sangat sederhana namun menjadi best seller.

d. Singkat
Judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.

e. Harus bebentuk frasa.

f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi.

g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan.

h. Menarik perhatian.

i. Logis.

j. Sesuai dengan isi.

Judul Dibagi Menjadi Dua, Yaitu:

1. Judul langsung.
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.

2. Judul tak langsung.
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

————–

Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer

Tema : Cloud Computing
Topik : Penerapan Komputasi Awan
Judul : Cloud Computing Dan Ragam Pengertiannya Di Masyarakat

Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan

Tema : Kurikulum
Topik : Pengkinian Kurikulum
Judul : Kurikulum Statis atau Dinamis untuk masa depan Indonesia ?

Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan

Tema : Fasilitas Kesehatan
Topik : Puskesmas Keliling
Judul : Puskesmas Keliling Untuk Akses Kesehatan Merata Nusantara

Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup

Tema : Pengolahan Sampah
Topik : Pemilahan Jenis Sampah
Judul : Tipe sampah yang Harus Dibuang Terpisah

Berkaitan dengan masalah bidang Hukum

Tema : Alur Persidangan
Topik : Penjelasan Tentang Persidangan
Judul : Dari Tersangka Sampai Bebas, Ketahui Status Anda

Berkaitan dengan masalah bidang Sosial

Tema : Bahasa Komunikasi
Topik : Perbedaan dan Persamaan Lingustik
Judul : Semua Bahasa Sama, Yang Membedakan Hanya Kata

Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Tema : Upah Pekerja
Topik : Batas Minimum Gaji
Judul : Hidup Mewah Hanya Dengan Tiga Juta Sebulan

TUGAS 10

Pertanyaan :

Untuk membuat karya tulis yang baik dan benar diperlukan daya kreasi/imajinasi dan penalaran.

Kita sudah mempelajari materi bahan ajar yang membahas perihal penalaran dalam konteks membuat karya tulis.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan memahami materi tersebut, kerjakan tugas berikut ini :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?
  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan
  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!
  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjekasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.
  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

Postingkan tugas Anda di iMe dan buat jawabannya dengan standar iDu.

Selamat belajar dan memahami materi bahan ajar ke sepuluh ini.

status : Tercapai 100%

Keterangan : saya telah mengerjakan assigment ini

Bukti :

  1. Berikan penjelasan/uraian tentang apa makna penalaran berdasarkan pemahaman Anda?

    “suatu pola pemikiran manusia untuk menjelaskan fakta dan informasi yang diketahui dengan memanfaatkan panca indra yang dimiliki manusia dengan mengklarifikasi suatu hal untuk mencapai kesimpulan”

  2. Apa tujuan memahami dan mengetahui pentingnya kita memiliki penalaran (daya nalar)? Berikan penjelasan

    Tujuan dari penalaran ialah dengan maksud menemukan sebuah kebenaran atau fakta, penalaran sendiri bertolak dengan ilmu pengetahuan yang telah kita miliki dimana kita memang tau sesuatu yang benar dan yang salah.

  3. Dengan memiliki daya nalar yang baik diharapkan kita dapat menarik/membuat kesimpulan yang baik (silogisme), sebutkan beberapa jenis silogisme yang ada beserta contohnya!

    Jenis-jenis Silogisme

    Berdasarkan bentuknya, silogisme terdiri dari :

    Silogisme kategorik
    Silogisme kategorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

    Contoh:
    Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
    Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
    ∴ Akasia membutuhkan air (Konklusi)

    Hukum-hukum Silogisme Katagorik

    “Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga”.

    Contoh:
    Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
    Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
    ∴ Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).

    “Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga”.

    Contoh:
    Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
    Sebagian pejabat korupsi (minor).
    ∴ Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).

    “Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan”.

    Contoh:
    Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
    Bambang adalah politikus (premis 2).

    Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).

    “Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan”.

    Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.

    Contoh:
    Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
    Kucing bukan bunga mawar (premis 2).

    Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan

    “Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan”.

    Contoh:
    semua ikan berdarah dingin.
    Binatang ini berdarah dingin.
    Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.

    “Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya”.

    Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.

    Contoh:

    Kerbau adalah binatang.(premis 1)
    Kambing bukan kerbau.(premis 2)
    ∴ Kambing bukan binatang ?

    Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif

    “Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor”.

    Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.

    Contoh:

    Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
    Januari adalah bulan.(minor)
    ∴ Januari bersinar dilangit?

    Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.

    Contoh:
    Kucing adalah binatang.(premis 1)
    Domba adalah binatang.(premis 2)|
    Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
    Sawo adalah tumbuhan.(premis4)

    Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya

    Silogisme Hipotetik

    Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent”.

    Contoh:
    Jika hujan saya naik becak.(mayor)
    Sekarang hujan.(minor)
    ∴ Saya naik becak (konklusi).

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya”.

    Contoh:
    Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
    Sekarang bumi telah basah (minor).
    ∴ Hujan telah turun (konklusi)

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent”.

    Contoh:
    Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
    Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
    ∴ Kegelisahan tidak akan timbul.

    “Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya”.

    Contoh:
    Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
    Pihak penguasa tidak gelisah.
    ∴ Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
    Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:

    * Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
    * Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
    * Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
    * Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

    Silogisme Alternatif

    Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

    Contoh:
    Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
    Nenek Sumi berada di Bandung.
    ∴ Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

    Entimen

    Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
    Contoh entimen:

    * Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
    * Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

    Silogisme Disjungtif

    Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu:

    Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif.

    Contoh:
    Heri jujur atau berbohong.(premis1)
    Ternyata Heri berbohong.(premis2)
    ∴ Ia tidak jujur (konklusi).

    Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif.

    Contoh:
    Hasan di rumah atau di pasar .(premis1)
    Ternyata tidak di rumah.(premis2)
    ∴ Hasan di pasar (konklusi).

    Hukum-hukum Silogisme Disjungtif

    Silogisme disjungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid.

    Contoh:
    Hasan berbaju putih atau tidak putih.
    Ternyata Hasan berbaju putih.
    ∴ Hasan bukan tidak berbaju putih.

    Silogisme disjungtif dalam arti luas, kebenaran konklusinya adalah

    *Bila premis minor mengakui salah satu alternatif, maka konklusinya sah (benar).

    Contoh:
    Budi menjadi guru atau pelaut.
    Budi adalah guru.
    ∴ Maka Budi bukan pelaut.

    *Bila premis minor mengingkari salah satu alternatif, maka konklusinya tidak sah (salah).

    Contoh:
    Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogyakarta.
    Ternyata tidak lari ke Yogyakarta
    ∴ Dia lari ke Solo?

    Konklusi yang salah karena bisa jadi dia lari ke kota lain.

  4. Ada dua bentuk penalaran umum yang dikenal sebagai penalaran Deduktif dan Induktif. Berikan penjelasan penjelasan yang Anda pahami tentang penalaran Deduktif dan Induktif.

    Deduktif
    *Menarik simpulan secara langsung
    *Menarik simpulan tidak langsung

    Induktif
    *Generalisasi
    *Analogi
    *Hubungan kausal


    Penalaran deduktif
    Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

    Contoh :
    Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

    Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :

    Silogisme
    Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

    Entimen
    Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

    Ciri-ciri paragraf berpola deduktif :

    1) Letak kalimat utama di awal paragraph
    2) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
    3) Diakhiri dengan penjelasan

    Penalaran Induktif
    Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

    Contoh paragraf Induktif:
    Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

    Macam-macam penalaran induktif diantaranya :

    Generalisasi
    Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.

    Contoh generalisasi
    Jika ada udara, manusia akan hidup
    Jika ada udara, hewan akan hidup.
    Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
    ∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

    Macam-macam generalisasi:

    Generalisasi sempurna
    Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.

    Generalisasi tidak sempurna
    Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.

    Ciri-ciri paragraf berpola induktif:
    1) Letak kalimat utama di akhir paragraph
    2) Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum
    3) Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan

    Analogi
    Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra karenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyaknya pikiran yang mengagngu. Itulah mengapa dikatakan belajar di waktu tua seperti melukis di atas air.

    Sebab-Akibat
    Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan. Banyak sampah yang menumpuk akibat kita erring membuang sampah sembarangan. Terlebih lagi, mendangkalnya permukaan saat ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan banjir selalu datang setiap hari.

    Perbandingan
    Andi suka menolong setiap orang. Dia selalu ramah kepada siapapun. Tidak seperti adiknya Anto yang suka menjahili orang. Anto terkanal karena kenakalannya daripada prestasinya. Itulah mengapa kedua saudara ini mendapat perlakuan beda dari teman-temanya.

  5. Buat masing-masing contoh dua paragraf yang termasuk paragraf deduktif dan paragraf induktif!

    Contoh paragraf deduktif :

    (a) Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.

    (b) Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli.  Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena hanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk.

    Contoh paragraf induktif  :

    (a) Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih  maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.

    (b) Dalam APBD 2016, terungkap dana tersebut  mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan terhadap dua ribu orang. Namun, sampai sekarang  dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.

Tugas 9

Pertanyaan :

Kita sudah mempelajari bahan ajar ke 9 yang membahas tentang makalah, dengan segala pengertian dan syarat-syarat penulisannya yang berhubungan dengan karya tulis ilmiah..

Karya ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi suatu permasalahan yang diungkapkan dengan metode ilmiah (Soeparno, 1997:51); karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Arifin, 2003:1).

Sekarang kita akan segarkan kembali wawasan kita dengan hal-hal  yang berhubungan dengan syarat penulisan karya ilmiah, jawablah pertanyaan berikut dan postingkan dalam iMe. Update SKUP nya.

I. Berikan penjelasan Anda

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?

II. Buatlah contoh Tema, Topik, Judul  untuk karya tulis yang…….

  1. Berkaitan dengan masalah bidang T.I dan Komputer
  2. Berkaitan dengan masalah bidang Pendidikan
  3. Berkaitan dengan masalah bidang Kesehatan
  4. Berkaitan dengan masalah bidang Lingkungan Hidup
  5. Berkaitan dengan masalah bidang Hukum
  6. Berkaitan dengan masalah bidang Sosial
  7. Berkaitan dengan masalah bidang Ekonomi

Selamat belajar……dan tetap semangat……….

Status : Tercapai
Keterangan : Saya telah mengerjakan assignment ini
Bukti :

  1. Apa yang dimaksud dengan TEMA?Tema adalah sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.
    Tema merupakan pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu  yang akan disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Tema juga merupakan dasar cerita (yang dipercakapkan dsb), yang dipakai sebagai dasar mengarang, mengubah sajak,dsb.
  2. Apa yang dimaksud dengan TOPIK?Pengertian topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
    Topik merupakan pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb. Topik juga merupakan ide sentral yang mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.
  3. Apa yang dimaksud dengan JUDUL?Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi).
    Judul merupakan kepala karangan (cerita, drama, dsb) atau perincian atau penjabaran dari topik dan judul dapat juga merupakan nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi buku atau bab.

Continue reading Tugas 9

Tugas 8

Pertanyaan:

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!
  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Status : Tercapai
Keterangan : sudah mengerjakan
Pembuktian :

  1. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).contoh :
    • Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
    • Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santai karena masih mengantuk.
    • Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
    • Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
    • Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
    • Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
    • Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.
  2. Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek dan predikat. contoh klausa dibawah ini :
    1. Kondisinya sudah membaik.
    2. Rumah itu sangat mewah.
    3. Mobil itu sangat baru.
    4. Sudah baik keadaanya.
    5. Sangat mewah rumah itu.
    6. lapar sekali hari ini.
    7. keadaan akan baik-baik saja.
    8. bekerja sambil berjalan-jalan.
    9. berlibur itu sangat menyenangkan.
    10. makan makanan mewah.
  1. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Contoh istilah dalam teknologi informasi dan komunikasi:
    1) File merupakan identitas dari data yang disimpan di dalam computer yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
    2) Operating system merupakan seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak .
    3) Internet adalah system global dari seluruh jarigan komputer yang saling terhubung menggunakan standar.
  2. Pengertian Polisemi

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh Kalimat Polisemi

Darah:

    • Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)
    • Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)
  1. Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.

contoh :

Cerdas = Pintar = Pandai
Dani adalah anak yang cerdas.
Riki adalah anak yang pintar.
Shinta adalah anak yang pandai.

  1. Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim. Contoh :
    Hipernim = Sepatu
    Hiponim = High Heels, Wedges, Stilleto, Sneakers, Boot, Skate
    • Hipernim = Mobil
    Hiponim = Sedan, Chooper, SUV, Jeep, Minibus, Bus
  2. Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis. Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan; contoh:

  • Semangatnya keras bagaikan baja. (Asosiasi)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur (Metafora)
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut. (Personifikasi)
  • Melati, lambang kesucian. (Alegori)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api) (Metonimia)
  • Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Sinekdok)
  • Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. (Simile)

2). Majas Pertentangan;contoh:

  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. (Antitesis)
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. (Paradoks)
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa. (Hiperbola)
  • Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
    ini? (Litotes)

3). Majas Sindiran;contoh:

  • Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca. (Ironi)
  • Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu. (Sinisme)
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! (Sarkasme)

4). Majas Penegasan;contoh:

  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. (Pleonasme)
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. (Repetisi)
  • Cinta adalah pengertian (Pararelisme)
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja. (Tautologi)
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak. (Klimaks)
  • Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu. (Antiklimaks)
  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja? (Retorik)
  1. Homofon adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

    Contoh homofon antara lain:

    “buku” (bahan bacaan) dan “buku” (bagian di antara dua ruas)
    “rok” (pakaian) dan “rock” (aliran musik)
    “massa” (dalam perkataan media massa) dan “masa” (waktu)
    “bank” (tempat menyimpan uang) dan “bang” (panggilan untuk kakak)
    “tank” (kendaraan perang) dan “tang” (alat pekakas)

Tugas 8 Betari Ayu

Pertanyaan:

  1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
  2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!
  3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!
  4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!
  5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!
  6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!
  7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!
  8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Status: Done

Pernyataan: Saya telah mengerjakan tugas tersebut

Pembuktian:

  1. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).contoh :
    • Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
    • Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santai karena masih mengantuk.
    • Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
    • Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
    • Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
    • Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
    • Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.
  2. Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek dan predikat. contoh klausa dibawah ini :
    1. Kondisinya sudah membaik.
    2. Rumah itu sangat mewah.
    3. Mobil itu sangat baru.
    4. Sudah baik keadaanya.
    5. Sangat mewah rumah itu.
    6. lapar sekali hari ini.
    7. keadaan akan baik-baik saja.
    8. bekerja sambil berjalan-jalan.
    9. berlibur itu sangat menyenangkan.
    10. makan makanan mewah.
  1. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Contoh istilah dalam teknologi informasi dan komunikasi:
    1) File merupakan identitas dari data yang disimpan di dalam computer yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
    2) Operating system merupakan seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak .
    3) Internet adalah system global dari seluruh jarigan komputer yang saling terhubung menggunakan standar.
  2. Pengertian Polisemi

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh Kalimat Polisemi

Darah:

    • Ayah dan Pak Budi merupakan saudara yang memiliki hubungan darah hanya saja mereka tak pernah bertemu. (Darah berarti saudara)
    • Darah bercucuran dipertandingan tinju tadi malam. (Darah berarti cairan tubuh)
  1. Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.

contoh :

Cerdas = Pintar = Pandai
Dani adalah anak yang cerdas.
Riki adalah anak yang pintar.
Shinta adalah anak yang pandai.

  1. Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim. Contoh :
    Hipernim = Sepatu
    Hiponim = High Heels, Wedges, Stilleto, Sneakers, Boot, Skate
    • Hipernim = Mobil
    Hiponim = Sedan, Chooper, SUV, Jeep, Minibus, Bus
  2. Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis. Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan; contoh:

  • Semangatnya keras bagaikan baja. (Asosiasi)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur (Metafora)
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut. (Personifikasi)
  • Melati, lambang kesucian. (Alegori)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api) (Metonimia)
  • Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Sinekdok)
  • Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. (Simile)

2). Majas Pertentangan;contoh:

  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. (Antitesis)
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini. (Paradoks)
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa. (Hiperbola)
  • Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
    ini? (Litotes)

3). Majas Sindiran;contoh:

  • Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca. (Ironi)
  • Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu. (Sinisme)
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! (Sarkasme)

4). Majas Penegasan;contoh:

  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur. (Pleonasme)
  • Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap. (Repetisi)
  • Cinta adalah pengertian (Pararelisme)
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja. (Tautologi)
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak. (Klimaks)
  • Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu. (Antiklimaks)
  • Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja? (Retorik)
  1. Homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi yang sama tetapi bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon memiliki pelafalan yang sama meski memiliki tulisan dan arti yang berbeda. contoh:

Aku bertemu Bang Indra di pasar kemarin.

Aku pergi ke Bank BRI kemarin. 

Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda. Contoh:

Ibu membeli keset baru beberapa hari yang lalu.

Tanganku menjadi keset setelah mencuci piring.

Essay: Tugas 8

1. Apa yang dimaksud dengan frase, jelaskan dan berikan contohnya!
Frase adalah kelompok kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.Macam-macam Frase :
Frase terbagi menjadi dua, yaitu :
1) Frase Endosentrik (bertingkat) : frase yang terdiri dari inti dan tambahan.
Contoh :
-Rumah Indah (Rumah = Inti Frase, Indah = Tambahan)
-Tabrakan Beruntun (Tabrakan = Inti Frase, Beruntun = Tambahan)
2) Frase Ekosentrik (setara) : frase yang terdiri dari inti saja dan dua-duanya tidak penting.
Contoh :
– Tua muda
– Merah putih
Ciri-ciri Frase

– Frase setara : dapat dihubungkan dengan kata penghubung (dan, atau) semua unsurnya merupakan kata pokok.
– Frase bertingkat : tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung (dan, atau) tetapi bisa disisipi kata penghubung (yang, untuk, milik). Contoh : Murid pandai.

Bentuk Frase Endosentrik (Bertingkat)
1. Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
2. Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santai karena masih mengantuk.
3. Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
4. Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
5. Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
6. Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
7. Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu satunya.

2. Apa yang dimaksud dengan klausa, jelaskan dan berikan contohnya!

Klausa adalah kalimat yang tidak sempurna yang disusun dan memiliki setidaknya satu subjek dan satu predikat.
Ciri-Ciri Klausa
-Dalam sebuah klausa hanya terdapat satu predikat saja dan tidak lebih.
-Klausa dapat berubah menjadi sebuah kalimat jika diimbuhi intonasi akhir.
-Klausa merupakan bagian dari sebuah kalimat jika kalimat itu adalah kalimat plural.
-Klausa bersifat meluas jika ditambahkan dengan atribut-atribut khusus yang belum terdapat pada klausa tersebut.

Jenis-Jenis Klausa
Berdasarkan jenisnya klausa dapat dibagi menjadi 4 jenis yakni :
1) Berdasarkan kelengkapan unsurnya : Klausa tidak lengkap dan klausa lengkap
2) Berdasarkan sifat predikat : Klausa positif dan klausa negatif
3) Berdasarkan kategori predikat : Klausa verbal dan klausa non-verbal
4) Berdasarkan kemapanannya : Klausa mandiri dan Klausa Tergabung

Contoh Klausa :
1. Kondisinya sudah membaik.
2. Rumah itu sangat mewah.
3. Mobil itu sangat baru.

3. Apa yang dimaksud dengan istilah, berikan contohnya yang berkaitan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)!

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.

Contoh : komputasi awan, menyimpan file, copy-paste dokumen
Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!

Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.

Contoh : Saya masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Rani. (darah=kesaudaraan)

Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur tiang listrik. (darah=yang berada dalam tubuh)

4. Apa yang dimaksud dengan polisemi, berikan contohnya!

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh ;

  • Kemarin sore wanita itu tergelincir dari anak tangga. (anak tangga berarti tangga)
  • Kapal itu memiliki cukup banyak anak buah kapal. (anak buah kapal berarti ABK)

5. Apa yang dimaksud dengan sinonim, berikan contohnya!

Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip.Sinomin dapat juga disebut sebagai persamaan kata atau padanan kata.

Contohnya :
binatang = fauna
tanaman = flora
bohong = dusta
haus = dahaga
pakaian = baju
bertemu = berjumpa

6. Apa yang dimaksud dengan hiponim, berikan contohmya!

Hiponim atau kata khusus adalah sebuah kata atau frasa yang gugus semantiknya atau artinya tercakup di dalam kata lain yaitu hipernimnya atau kata umumnya. Dengan kata lain, suatu hiponim merupakan jenis dari suatu hipernim.
Sebagai contoh, merpati, gagak, elang, dan camar seluruhnya adalah hiponim dari hipernim burung, yang pada gilirannya merupakan hiponim dari kata hewan. Beberapa hiponim yang memiliki hipernim yang sama disebut dengan kohiponim.

Contoh hiperonim, hiponim serta kohiponim antara lain:

kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan
hewan adalah hipernim dari kucing, serangga, dan merpati
serangga dan merpati adalah kohiponim dari kucing sebagai hewan

7. Apa yang dimaksud dengan majas, sebutkan kelompok majas berikut dengan contohnya!

MAJAS

Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.
Macam Macam Majas :

  1. Majas PerbandinganMajas Perbandingan  ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca.a) Asosiasi atau Perumpamaan = perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama
    Contoh :
    Semangatnya keras bagaikan baja.
    Mukanya pucat bagai mayat.
    Wajahnya kuning bersinar bagaikan bulan purnama

    b) Metafora= majas yang memberikan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Contoh:
    Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
    Harta karunku (sangat berharga)

    c) Personifikasi = majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
    Contoh:
    Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
    Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
    Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

    d) Alegori = Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
    Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
    Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
    Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
    Contoh:
    Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

    e) Simbolik = majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
    Contoh:
    Ia terkenal sebagai buaya darat.
    Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
    Ia adalah seorang bunga desa
    Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
    Melati, lambang kesucian
    Teratai, lambang pengabdian

    f) Metonimia = majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.
    Contoh:
    Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
    Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
    Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

    g) Sinekdok = majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya.
    Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk :
    -Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan
    Contoh:
    (a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
    (b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
    -Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
    (a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
    (b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
    h) Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”.
    Contoh:
    Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

  2. Majas Pertentangan Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”.Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

    1) Antitesis = majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
    Contoh:
    a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
    b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

    2) Paradoks =  majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
    Contoh:
    a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
    b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

    3) Hiperbola =  majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
    Contoh:
    a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
    b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

    4) Litotes = majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
    Contoh:
    a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
    b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?

  3. Majas Penegasan Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

    1) Pleonasme = majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

    Contoh:
    a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
    b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

    2) Repetisi = majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

    Contoh:
    a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
    b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

    3) Paralelisme = majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
    Contoh:
    a) Cinta adalah pengertian
    b) Cinta adalah kesetiaan
    c) Cinta adalah rela berkorban

    4) Tautologi = majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan

    Contoh:
    a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
    b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

    5) Klimaks = majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

    Contoh:
    a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
    b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

    6) Antiklimaks =  majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.
    contoh :
    a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
    b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

    7) Retorik = majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

    Contoh:
    a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
    b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?

Majas Sindiran

Majas Perbandingan  ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

Majas sindirian dibagi menjadi:
1)Ironi = majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.
Contoh:
a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.

2) Sinisme = majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.

3) Sarkasme =  majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

8. Apa yang dimaksud dengan homofon dan homograf, jelaskan dan berikan masing-masing-masing-masing contohnya

Homofon adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

Contoh homofon antara lain:

“buku” (bahan bacaan) dan “buku” (bagian di antara dua ruas)
“rok” (pakaian) dan “rock” (aliran musik)
“massa” (dalam perkataan media massa) dan “masa” (waktu)
“bank” (tempat menyimpan uang) dan “bang” (panggilan untuk kakak)
“tank” (kendaraan perang) dan “tang” (alat pekakas)

Homograf, homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan. Jadi, homograf adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya. Dalam bahasa Indonesia, contoh homograf antara lain :

“teras” (inti kayu atau bagian rumah)
“apel” (buah atau kumpul)
“serang” (perang atau nama tempat)
“tahu” (makanan atau situasi)
“memerah” (berubah warna atau memeras susu sapi)
“keset” (bersih atau pembersih/pengelap kaki)

 

 

Essay: Tugas 8

1. FRASE

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat).

Frasa dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Frasa menurut distribusi unsur pembentuknya.
  2. Frasa menurut kedudukan unsur-unsurnya.
  3. Frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusat.

1. Distribusi unsur pembentuknya
Frasa menurut distribusi unsur pembentuknya ada 2 macam, yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris. Frasa endosentris terdapat 3 macam, yaitu : koordinatif, atributif, dan apositif. Frasa Eksosentri terdapat 2 macam, yaitu : proposional dan nondirektif

Frasa endosentris

1. Frasa endosentris koordinatif : frasa endosentris yang terdiri atas konstituen-konstituen yang setara. Kesetaraannya dapat dibuktikan dengan adanya kemungkinan konstituen itu dihubungkan dengan penghubung dan /atau.

contoh : Laki-laki dan permpuan itu berjalan di jalan

2. Frasa endosentris atributif : frasa endosentris yang terdiri atas konstituen-konstituen tidak setara. Konstituen-konstituen itu tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung danatau atau.
contoh : Gadis manisitu berjalan di jalan.

3. Frasa endosentris apositif : frasa yang mirip dengan frasa endosentris koordinatif dalam masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan.
contoh : Andi, laki-laki berjilbabitu berjalan di jalan.

Frasa eksosentris

Frasa eksosentris : frasa yang jika salah satu komponennya dihilangkan, akan menyebabkan frasa tersebut tidak baik

  • Budi makan di.
  • Budi makan dapur.

1. Frasa eksosentris proporsional : komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke,dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina.
contoh : Avin pergi ke pasar.

2. Frasa eksosentris nondirektif : frasa eksosentris yang konstituen perangkainya berupa artikula, sedangkan konstituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva.
contoh : Para hadirindipersilahkan untuk memakan hidangan yang telah disediakan.

2. Kedudukan unsur-unsurnya
Frasa menurut kedudukan unsur-unsurnya dibedakan menjadi 2, yaitu setara dan bertingkat.

1. Setara

– Kata benda – kata benda.
– Kata sifat – kata sifat.
– Kata kerja – kata kerja.
contoh :
=> Kata benda – kata benda :
– Hutan pinus.
– meja kayu.
– Sandal karet.
– Air sungai.
– dll
=> Kata sifat – kata sifat :
– Cantik jelita.
– Tumbuh kembang.
– Putih bersih.
– Terang benderang.
– dll
=> Kata kerja – kata kerja :
– Maju mundur.
– Maju jalan.
– Naik turun.
– Jatuh bangun.
– dll

2. Bertingkat

– Kata benda – kata kerja.
– Kata benda – kata sifat.
– Kata kerja – kata sifat.
contoh :
=> Kata benda – kata kerja :
– Gunung meletus.
– Bunga mekar.
– Jalan kaki.
– dll
=> Kata benda – kata sifat :
– Meja kotak.
– Kaca bersih.
– Kursi besar.
– dll
=> Kata kerja – kata sifat :
– Duduk manis.
– Jalan cepat.
– Lari kecil.
– dll

3. Kategori kata yang menjadi unsur pusat
Frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusat terdapat 7 macam, yaitu :

  1. Frasa nominal (kata benda).
  2. Frasa verbal (kata kerja).
  3. Frasa bilangan (numeral).
  4. Frasa adjektiva (kata sifat).
  5. Frasa preposisi (kata depan).
  6. Frasa adverbial (keterangan).
  7. Frasa pronominal (kata ganti).

contoh :

  1. Frasa nominal (kata benda) : Galang membeli buku tebal.
  2. Frasa verbal (kata kerja) : Galang tetap jalan santaikarena masih mengantuk.
  3. Frasa bilangan (numeral) : Imam membeli kapas seberat 3 kg.
  4. Frasa adjektiva (kata sifat) : Raihan mempunyai badan yang tinggi besar.
  5. Frasa preposisi (kata depan) : Dari pagi, Galang hanya berdiri melamun.
  6. Frasa adverbial (keterangan) : Minggu pagi yang cerah.
  7. Frasa pronominal (kata ganti) : Galang selalu disuruh karena hanya dia anak satu-satunya.

2. KLAUSA

Klausa adalah kelompok kat yang memiliki unsur subjek dan predikat. Beriku beberapa contoh klausa :

  1. Budi sedang sibuk
  2. Budi sedang mengantuk

3. ISTILAH

Istilah ialah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat khas dalam bidang tertentu.

Contohnya ; Para siswa sekolah jurusan komputer umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi tentang pembelajaran Teknologi informasi dan komunikasi.

4. POLISEMI

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna atau arti yang lebih dari satu. Polisemi merupakan salah satu kekayaan dari suatu bahasa karena satu kata bisa jadi memiliki berbagai macam makna. Makna dari polisemi sendiri dapat ditentukan dengan melihat kalimatnya secara keseluruhan.

Contoh ;

  • Kemarin sore wanita itu tergelincir dari anak tangga. (anak tangga berarti tangga)
  • Kapal itu memiliki cukup banyak anak buah kapal. (anak buah kapal berarti ABK)
 5. SINONIM
Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh ;
Gembira = Senang
Hari ini Shinta terlihat gembira.
Hari ini Shinta terlihat senang.
6. HIPONIM

Hiponim adalah kata atau frase yang terdapat di dalam cakupan hipernim. Cakupan dari hiponim dapat dikatakan lebih sempit dan objektif. Seperti misalnya kata “apel, jeruk, anggur, semangka”, kata-kata tersebut memiliki hipernim “Buah” yang artinya semuah kata apel, jeruk, anggur dan semangka merupakan bagian dari buah. Dengan kata lain, jika hipernim adalah kata yang mewakili berarti hiponim adalah kata atau frase yang terwakili.

Contoh ;

  • kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan

7. MAJAS

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Macam – macam majas

Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan maupun kelompok.

Majas terdiri atas ;

  • Majas Perbandingan
  • Majas Pertentangan
  • Majas Sindiran
  • Majas Penegasan.
8. homofon dan homograf

Homofon

Istilah homofon berasal dari kata homo yang berarti ‘sama’ dan foni yang berarti ‘bunyi’ atau ‘suara’. Sehingga jika merujuk pada pengertian etimologinya, maka homofon didefinisikan sebagai kata atau istilah yang memiliki pelafalan yang sama namun, ejaan (cara penulisan) serta arti yang terkandung di dalamnya berbeda. KBBI juga mengartikan istilah homofon serupa, yakni sebagai kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya.

Contoh;

  1. Bank (lembaga keuangan) – Bang (panggilan kakak laki – laki)
  • Ayah menabung di bank.
  • Pagi tadi aku berangkat diantar oleh ayah karena bank tempat ayah bekerja sejalur dengan sekolahku.
  • Salah satu faktor yang menyebabkan pertanian on farm  sulit berkembang karena sulitnya petani mendapatkan pinjaman modal dari lembaga keuangan seperti bank.

Homograf

Istilah homograf berasal dari kata homo yang berarti ‘sama’ dan graf atau graph yang berarti ‘tulisan’. Sehingga secara etimologi, istilah homograf dapat diartikan sebagai kata atau istilah yang memiliki cara penulisan atau ejaan sama namun berbeda pengucapan atau pelafalannya.

contoh;

  1. Apel
  • Ibu membeli apel dua kilogram sebagai oleh – oleh ketika berkunjung ke rumah bibi. (buah)
  • Apel anak asrama PPKU Institut Pertanian Bogor dimulai tepat pukul 06.00 WIB. (upacara)