Monthly Archives: March 2017

Tugas 6

Pertanyaan :

Kita telah mempelajari dan mengenal paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan kalimat. Penggabungan kalimat tersebut membicarakan suatu gagasan atau topik. Seluruh kalimat memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah tersebut. Sebuah paragraf ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua sentimeter. Selain itu, dapat menambahkan tanda sebuah paragraf dengan memberikan jarak agak renggang dari paragraf sebelumnya. Dengan demikian, memudahkan para pembaca dalam melihat permulaan  tiap paragraf.

Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda mengenai paragraf silakan kerjakan tugas ke 6 ini dengan sebaik-baiknya.

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
  3. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
  4. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
  5. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Status : Tercapai 100%

Keterangan : saya telah mengerjakan assignment ini

Bukti :

Kita telah mempelajari dan mengenal paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan kalimat. Penggabungan kalimat tersebut membicarakan suatu gagasan atau topik. Seluruh kalimat memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah tersebut. Sebuah paragraf ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua sentimeter. Selain itu, dapat menambahkan tanda sebuah paragraf dengan memberikan jarak agak renggang dari paragraf sebelumnya. Dengan demikian, memudahkan para pembaca dalam melihat permulaan  tiap paragraf.

Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda mengenai paragraf silakan kerjakan tugas ke 6 ini dengan sebaik-baiknya.

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
    • Paragraf deduktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi, yaitu memaparkan hal umum terlebih dahulu kemudian menjabarkan hal – hal khusus. Dengan kata lain paragraf ini meletakkan gagasan utamanya pada kalimat utama di awal paragraf.
    • Contoh :
      Manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, seperti lahir, tumbuh, bahkan mati pun kita masih membutuhkan orang lain. Ketergantungan manusia dengan orang lain ini akan sangat menyulitkan jika tidak ada manusia lainnya, kita bisa mati tanpa adanya manusia lain. Bahkan tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa hidup sendiri. Meskipun mereka memiliki harta yang sangat banyak, mereka tetap membutuhkan makanan atau barang yang dijual oleh orang lain. Tentunya hal ini dikarenakan uang tidak bisa dimakan.
  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
    • Paragraf induktif adalah suatu paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi, yaitu dengan cara menjabarkan hal – hal khusus terlebih dahulu dan kemudian disimpukan menjadi suatu hal yang umum. Dengan kata lain, paragraf deduksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pola paragraf ini biasanya dipakai dalam paragraf generalisasi, sebab – akibat, akibat – sebab, dan analogi.
    • Contoh : Anton sangat menyukai pelajaran matematika. Dia selalu belajar dengan sangat tekun dan senang. Sangking senangnya dengan pelajaran matematika, Anton tidak pernah melewatkan satu hari pun pelajaran ini di sekolah. Jika dia tidak mengetahui suatu permasalahan, Anton tidak segan untuk bertanya baik kepada guru maupun temannya. Sedangkan jika dia sudah mengetahui tentang materi tersebut, dia akan terus berlatih. Oleh sebab itu, Anton sangat pintar dalam pelajaran matematika.
  1. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
    • Tiba-tiba dari kamar dekat dapur terdengar suara tangisan seorang wanita, semua anak muda itu pun kaget. Kobil dan Jamal berniat untuk menyelidikinya. Sesampainya di depan kamar dekat dapur itu, suaranya semakin keras terdengar. Tiba-tiba nenek penghuni rumah tua itu muncul di belakang mereka dan tangisan seorang cewek itu pun menghilang.
  2. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
    • Ditengah hutan terdapat sebuah rumah tua. Di rumah itu ada seorang nenek penghuni rumah tua tersebut, nenek itu kira-kira berumur 75 tahun. Setiap malam ia selalu melihat seorang wanita di rumah tersebut, mungkin itu setan. Tetapi nenek itu sudah terbiasa dengan hal-hal aneh semacam itu.
  3. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi
    • Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi  padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Buatkan jawabannya dengan standar iDu

Selamat belajar

 

 

Tugas 5

Pertanyaan :

Silakan kerjakan tugas ini sesuai tengat waktu yang diberikan

Pengertian kalimat efektif: adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Buat contoh kalimat efektif masing-masing 4 kalimat dengan kriteria (jadi ada 24 contoh kalimat yang harus dibuat)

  1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa
  2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
  3. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
  4. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
  5. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
  6. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.

Postingkan jawaban di iMe

Lengkapi jawaban dengan standar iDu

Status : Tercapai 100%

Keterangan : Saya telah mengerjakan assignment ini

Bukti :

Buat contoh kalimat efektif masing-masing 4 kalimat dengan kriteria (jadi ada 24 contoh kalimat yang harus dibuat)

  1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa
    • Prisilia pergi ke kampus
    • Prisilia datang ke café
    • Prisilia berangkat ke sekolah
    • Prisilia harus membayar uang kuliah
  2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
    • Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah
    • Buku sejarah itu baru terbit
    • Mahasiswa Fakultas teknik informasi mendapatkan kejuaraan Nasional
    • Tim Nasional menang piala ASEAN 2012
  3. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
    • Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku.
    • Dia sudah menunggumu sejak pagi.
    • Karena tidak belajar , ia tidak naik kelas
    • Prisila memakai seragam polisi
  4. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
    • Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini
    • Kepada Pak Lurah, kami persilakan untuk menyampaikan pidatonya.
    • Kepada kepala sekolah , kami persilahkan naik ke podium
    • Polisi berhasil mengamankan pengedar narkoba itu
  5. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
    • Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan
    • Ayah bekerja di perusahaan mobil, tetapi ia tidak senang dengan pekerjaannya itu.
    • Kita bisa merasakan dalam kehidupan sehari-hari, betapa kasih sayang dari orang tua itu seringkali merupakan tenaga pendorong yang amat kuat dalam tindak kehidupan kita
    • Shelly telah mencuci pakaiannya jam sembilan pagi, dan telah menyiapkan sarapan untuk adiknya.
  6. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.
    • Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes.
    • Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.
    • Kaka memetik setangkai mawar
    • Selain pelajar SLTA , panitia juga mengundang Mahasiswa UI

 

Tugas 5

Tugas Pertemuan 5

Pertanyaan

Pengertian kalimat efektif: adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Buat contoh kalimat efektif masing-masing 4 kalimat dengan kriteria (jadi ada 24 contoh kalimat yang harus dibuat)

  1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa
  2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
  3. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
  4. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
  5. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
  6. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.

Status :

Tercapai 100(%)

Keterangan :

Sudah dikerjakan dengan baik

Pembuktian/Jawaban :

  1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur Bahasa
  • Sekolah dapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan karakteristik kebutuhan dan potensi peserta didik, masyarakat dan lingkungan.
  • Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah menetapkan masa kampanye pilgub putaran II mulai 7 Maret sampai 15 April 2017.
  • Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mengirim telegram kepada Presiden Republik Indonesia.
  • Perguruan Tinggi Raharja menyelenggarakan model pembelajaran iLearning Plus.
  1. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
  • Ayah dan ibu pergih ke pasar.
  • Mahasiswa dan dosen Faculty of Pharmacy Universitas Teknologi Mara (UiTM) Malaysia melakukan kunjungan ke Universitas Padjadjaran.
  • Jangan memberi informasi kepada dia.
  • Presiden RI dan wakilnya menyambut kedatangan raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.
  1. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
  • Perguruan Tinggi Raharja Bahas MoU dengan Pemda Kab. Tangerang dalam Peningkatan Tridarma.
  • Dalam rangka penguatan Tridarma, Perguruan Tinggi Raharja bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa jalin kerjasama Dengan Pemda Kabupaten Tangerang.
  • Melalui teknologi informasi seseorang dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah, salah satunya yaitu internet.
  • Hadirin dipersilahkan duduk kembali
  1. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
  • Pemeriksaan data mencakup pengecekan data.
  • File transaksi berisi data-data temporer untuk suatu periode.
  • Data dapat diolah menjadi informasi.
  • Angka yang ditunjukan alat barometer atau termometer adalah hasil proses pengukuran.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat diikuti oleh kemajuan teknologi informasi.
  1. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
  • Atas kerja sama saudara, saya ucapkan terima kasih.
  • Data terbentuk dari karakter yang dapat berupa alfabet, angka, maupun simbol khusus dan merupakan bentuk yang masih mentah sehingga perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk menghasilkan informasi.
  • Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan, pengendalian dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya.
  • Internet menghubungkan ribuan bahkan jutaan jaringan komputer diseluruh dunia, sehingga memungkinkan setiap komputer yang terhubung dapat melakukan komunikasi satu sama lain.
  1. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.
  • Sesudah dipahami dan dihayati, Pancasila harus diamalkan.
  • Pengembangan program wirausaha diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, dan memperbaiki taraf hidup masyarakat.
  • Metode studi pustaka dilakukan untuk memperoleh dan menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti.
  • Pengolahan data terdiri dari kegiatan-kegiatan penyimpanan dan penanganan data

Essay: Tugas 6

Pertanyaan

Kita telah mempelajari dan mengenal paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan kalimat. Penggabungan kalimat tersebut membicarakan suatu gagasan atau topik. Seluruh kalimat memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah tersebut. Sebuah paragraf ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua sentimeter. Selain itu, dapat menambahkan tanda sebuah paragraf dengan memberikan jarak agak renggang dari paragraf sebelumnya. Dengan demikian, memudahkan para pembaca dalam melihat permulaan tiap paragraf.

Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda mengenai paragraf silakan kerjakan tugas ke 6 ini dengan sebaik-baiknya.

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
2. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
3. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
4. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
5. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Buatkan jawabannya dengan standar iDu

Selamat belajar
Status – Tercapai 100%

Keterangan – Sudah mengerjakan tugas 6

Pembuktian

1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang mengemukakan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang lebih khusus.

Contoh : Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli. Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena haanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk.

2. Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis, yaitu paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh : Padalah DPRD Surabaya sudah memproduksi banyak perda. Bila dihitung dari awal 2012, jumlah perda yang di sahkan DPRD mencapai belasan aturan. Namun, sampai kini tak pernak ada proses pengenalan kepada masyarakat.

3. Contoh paragraf pengembang : “Walaupun demikian, batasan di atas masih belum mencakup tentang misi dari pesan yang dibawa oleh surat secara keseluruhan. Dalam pengertian sehari-hari, surat umumnya hanya dikenal sebagai alat untuk menyampaikan berita secara tertulis. Pengertian tersebut adalah pengertian sempit dari anggapan masyarakat. Surat mengandung aspek yang lebih luas meliputi informasi tertulis berupa rekaman kegiatan secara tertulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu.”

4. Contoh paragraf pembuka : “Secara umum dapat dikatakan bahwa surat adalah alat untuk menyampaikan maksud atau pesan secara tertulis. Batasan itu mengandung pengertian yang sangat luas karena banyak sekali maksud atau pesan yang dapat dituangkan secara secara tertulis, misalnya karang berbentuk artikel, makalah, skripsi, dan buku. Oleh sebab itu, batasan tersebut perlu dipertegas lagi dengan penekanan bahwa maksud atau pesan yang disampaikan melalui surat dapat berupa permintaan, penolakan, dan sebagainya.”

5. Contoh Paragraf Penutup : “Berdasarkan uraian atau penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya surat adalah informasi tertulis yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi tulisan yang dibuat dengan persyaratan tertentu yang khususnya berlaku untuk kegiatan surat-menyurat.”

 
Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/03/13/essay-tugas-6-bp/

Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Essay: Tugas 5

Pertanyaan

Silakan kerjakan tugas ini sesuai tengat waktu yang diberikan

Pengertian kalimat efektif: adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Buat contoh kalimat efektif masing-masing 4 kalimat dengan kriteria (jadi ada 24 contoh kalimat yang harus dibuat)

1. Kesepadanan : yaitu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa
2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata : yaitu membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
3. Kehematan : maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
4. Kelogisan : ide kalimatnya dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
5. Kesatuan atau Kepaduan : adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
6. Keparalelan atau Kesejajaran : kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.
Postingkan jawaban di iMe

Lengkapi jawaban dengan standar iDu
Status – Tercapai 100%

Keterangan – Sudah mengerjakan tugas 5

Pembuktian

1.
– Semua pilot harus mengikuti kegiatan pelatihan penerbangan.
– Semua staff diharapkan hadir tepat waktu.
– Dalam menyusun proposal itu, kami dibantu oleh team design.
– Dia pergi meninggalkan saya.

2.
– Dia demam sehingga tidak dapat masuk sekolah.
– Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa.
– Saat itu bagi saya kurang jelas
– Aminah pergi ke sekolah, kemudian ia ke rumah temannya untuk belajar.

3.
– Karena tidak diajak, ia tidak ikut belajar bersama di rumahku.
– Saya tidak suka buah apel dan durian.
– Saya hanya memiliki 3 buah buku.
– Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.

4.
– Bapak kepala sekolah kami persilahkan!
– Saya sedang membuat nasi goreng.
– Selanjutnya, saya akan menjelaskan pentingnya air bagi kehidupan.
– Untuk menghemat waktu, mari kita lanjutkan acara ini.

5.
– Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan.
– Budi membicarakan pengalaman liburannya.
– Surat itu sudah saya baca.
– Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat.

6.
– Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes.
– Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
– Hal yang mesti diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan mengolahnya.
– Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat efektif.

 

Link IMe – http://bl103.ilearning.me/2017/03/13/essay-tugas-5-bp/

Link SKUP – http://bl103.ilearning.me/2017/02/06/bimoprakoso-1611493748-skup/

Essay: Tugas 3

Exercises

1. What do you know about varieties of language?

2. Referring to Clifford Geertz’s Linguistic Etiquette, explain how Javanese people use their language speech levels!

3. What is meant by register?. Give some examples of registers in different fields of sciences

Status: 100% done 

Note: i have done my Assignment 3 already

Verification:

  1. what is meant by a variety of a language?. Wardhaugh define it as “a specific set of linguistic items” or “human speech patterns (sounds, words, grammatical features) which can be associated with some external factor (geographical area or a social group) (Wardhaugh, 1986: 22). A language itself can be viewed as a variety of the human languages.
  2. In this relation, Clifford Geertz discusses in the frame of linguistic etiquette. As stated before, in Javanese language we recognize the complicated speech levels. By speech levels are language varieties in which the differences from one to another are determined by the differences of etiquette existing in a speaker and his listener. Those speech levels are ngoko, krama madya, and krama inggil (Geertz, 1960).
  3. register is a variety of a language used for a particular purpose or in a particular social setting. For example, when speaking in a formal setting, an English speaker may be more likely to use features of prescribed grammar than in an informal setting—such as pronouncing words ending in -ing with a velar nasal instead of an alveolar nasal(e.g. “walking”, not “walkin'”), choosing more formal words (e.g. father vs. dad, child vs. kid, etc.), and refraining from using words considered nonstandard, such as ain’t.

Tugas 3

Instruction :

1sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!

2.Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah ?

3.Apa maksud slogan “Gunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar?

4.Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?

5.Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku
keterangan :

saya sidah mengerjakan tugas 3
status :

tercapai 1000%

Bukti :

1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!

Jawab :

1. Menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten;
2. Menggunakan imbukan secara lengkap;
3. Menggunakan kata ganti resmi;
4. Menggunakan kata baku;
5. Menggunakan EYD;
6. Menggunakan unsur kedaerahan.
2.Bagaimanakahciri-ciri ragam bahasa ilmiah?

Jawab :

– tidak di pengaruhi bahasa daerah
– Tidak di pengaruhi bahasa asing
– Bukan bahasa percakpan
– Pemakaian imbuhan secara eksplisit
– Pemakaian sesuai dengan konteks kalimat
– Tidak terkontaminasi,tidak rancu
– Tidak mengandung arti pleonasme
– Tidak mengandung hiperkorek
3.Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?

Jawab :

Kriteria bahasa Indonesia yang baik dan benar itu :
1. Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya;
2. Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.

4.Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?

Jawab:

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakain yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan (Depdikbud, 1991: 809)
5.Berikan penjelasan dan contoh ya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku?

Jawab:

-Ragam bahasa Baku ,Kata baku adalah “Kata yang telah dikodifikasi, diterima, dan difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas” (Achmad Mufid, 2013: 6).

-ragam bahasa tidak baku ,kata tidak baku menurut Achmad Mufid (2013: 7) adalah “kata yang digunakan dalam berbicara dan menulis yang berbeda pelafalan, tata bahasa, dan kosakatanya dari kata baku”.

Contoh :
Baku             Tidak baku
Saya               Gua
Mengapa       Kenapa
Dengan           Sama

 

Essay: Tugas 3

Pertanyaan :

  1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
  2. Bagaimanakahciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
  3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
  4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
  5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku.

Keterangan :

Saya sudah menyelesaikan Tugas 3

Status :

Tercapai 100 %

Bukti :

1.Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!

  1. Menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten;
  2. Menggunakan imbukan secara lengkap;
  3. Menggunakan kata ganti resmi;
  4. Menggunakan kata baku;
  5. Menggunakan EYD;
  6. Menggunakan unsur kedaerahan.

2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?

  1. struktur kalimat jelas
  2. wacana bersifat formal
  3. singkat, berisi analisis dan pembuktian
  4. menggunakan istilah khusus yang bersifat teknis dalam bidang ilmu tertentu
  5. objektif dan dapat diukur kebenarannya

 

3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?

  • Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya;
  • Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.

4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakain yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan (Depdikbud, 1991: 809).

5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku

  • Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan, Atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata.

Contoh :

Misalnya seperti: aktif, pasif, apotek, efektif, karena, foto, biosfer, bus, objek, november, praktik, negeri, teknik, daftar, nasihat dan lain-lain.

Kalimatnya: Mereka saling mengejek.

  • Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.

Contoh :

Misalnya seperti: aktip, pasip, apotik, efektip, karna, poto, biosfir, bis, obyek, nopember, praktek, negri, tekhnik, nasehat dan lain-lain.

Kalimatnya: Mereka saling ejek-mengejek.

 

 

Tugas 3

Tugas Pertemuan 3

Pertanyaan

1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku?

Status :

Tercapai 100(%)

Keterangan :

Sudah dikerjakan dengan baik

Pembuktian/Jawaban :

1. Ciri-ciri ragam bahasa resmi sebagai berikut:
Tidak terpengaruh bahasa daerah;
Tidak terpengaruh bahasa asing;
Bukan bahasa percakapan sehari-hari;
Pemakaian imbuhan secara explisit;
Pemakaian sesuai dengan konteks kalimat;
Tidak terkontaminasi, tidak rancu;
Tidak mengandung arti pleonasme;
Tidak mengandung hiperkorek.
2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
Ragam bahasa ilmiah merupakan ragam bahasa yang digunakan untuk kegiatan yang bersifat ilmiah. Oleh karena itu ragam bahasa ilmiah harus singkat, padat, jelas, logis, formal, dan objektif karena ragam bahasa ilmiah digunakan sebagai sarana untuk mengungkapkan pola pikir atau gagasan secara ilmiah berdasarkan tulisan sehingga dapat diterima oleh orang lain atau pembaca dengan benar.
3. Yang dimaksud dengan slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar” yaitu:
Berbahasa Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai konteks (pembicaraan
atau penulisan) dan sesuai dengan kaidah (tata bahasa) bahasa Indonesia.
4. Penjelasan maksud dari ragam bahasa yaitu:
Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan.
5. Penjelasan ragam bahasa baku dan tidak baku beserta contohnya
a. Ragam bahasa baku:
Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui sebagian besar warga masyarakat
pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya.
b. Ragam bahasa tidak baku:
Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang
menyimpang dari norma ragam baku, menggunakan kata-kata yang biasa dan lazim dipakai sehari-hari.
Ragam bahasa baku: Ragam bahasa tidak baku:
– saya – gua
– mengapa – kenapa
– bertemu – ketemu
– tidak – enggak
– berkali-kali – berulang kali
– ia berkerja keras – ia kerja keras

 

Tugas 3

Instructions

Silakan kerjakan

Soal Essay :

  1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
  2. Bagaimanakahciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
  3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
  4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
  5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku

Postingkan jawaban Anda di bl103.ilearning.me

Jawab dan submit dengan standar jawaban iDu

Status : Tercapai
Keterangan : Sudah mengerjakan
Pembuktian :

  • 1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
    a. menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten,
    b. menggunakan imbuhan secara lengkap,
    c. menggunakan kata ganti resmi,
    d. menggunakan kata baku,
    e. menggunakan EYD,
    f. menghindari unsur kedaerahan.
  • 2. Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
    a. bahasa Indonesia ragam baku,
    b. penggunaan kalimat efektif,
    c. menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda,
    d. penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna luas,
    e. menghindari penonjolan pesona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan,
    f. adanya keselarasan dan keruntuhan antar proposisi dan antar alinea.
  • 3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar” ?       1. Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi penakainannya.
    2. Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.
  • 4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa ?
    Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai.
    Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.
    Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.
  • 5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku.
    A. Ragam bahasa baku menggunakan kaidah bahasa yang lebih lengkap dibandingkan dengan ragam tidak baku. Seringkali digunakan dalam bentuk tulisan dan jarang sekali digunakan dalam percakapan. Adapun ciri ragam baku adalah sebagai berikut.

    1. Memiliki sifat kemantapan dinamis. Bahasa baku harus memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes. Bahasa baku tidak dapat berubah setiap saat.
    2. Kecendekiaan. Kecendekiaan berarti bahwa bahasa baku sanggup mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di pelbagai ilmu dan teknologi, dan bahasa baku dapat mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis dan masuk akal.
    3. Keseragaman kaidah. Keseragaman kaidah adalah keseragaman aturan atau norma. Tetapi, keseragaman bukan berarti penyamaan ragam bahasa atau penyeragaman variasi bahasa (Depdikbud 1988).

    B. Sedangkan ragam bahasa tidak baku sering digunakan dalam percakapan, dan jarang sekali digunakan dalam bentuk tertulis. Banyak mengandung unsur-unsur dialek dan bahasa daerah sehingga terlampau banyak sekali variasinya. Selain dialek, ragam bahasa tidak baku juga bervariasi dalam hal lafal atau pengucapan, kosa kata, struktur kalimat dan sebagainya. Untuk mengatasi keanekaragaman pemakaian bahasa yang merupakan variasi dari bahasa tidak baku maka diperlukan bahasa bahasa baku atau bahasa standar.
    Contoh Bahasa baku dan tidak baku :
    Kata Baku – Tidak Baku 

    1. Abjad – abjat
    2. Aktif – aktip 
    3. Aktivitas – aktifitas 
    4. Andal – handal
    5. Analisis – analisa 
    6. Andal – handal 
    7. Antre – antri 
    8. Asas – azas
    9. Apotek – apotik 
    10. Atlet – atlit