Essay: Tugas 6

  1. Paragraf deduktif

Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf ini diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus.

Contoh :

Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Kota Jakarta. Kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain. Pertama, jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan. Kedua, Kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna jalan raya. Ketiga, Kemunculan tempat-tempat yang menganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Yang terakhir, Ketidak tegasna aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggar lalu lintas.

2. Paragraf Induktif

Kalimat utama Paragraf induktf terletak pada bagian akhir Paragraf. Paragraf ini diawali dengan kalimat-kalimat penjelas yang berupa fakta, contoh-contoh, rincian khusus maupun  bukti-bukti yang kemudia disimpulkan atau digeneralisasikan ke dalam satu kalimat pada akhir Paragraf. Paragraf Induktif dikembangkan dari pola khusus ke umum.

Contoh :

Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra karenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyaknya pikiran yang mengagngu. Itulah mengapa dikatakan belajar di waktu tua seperti melukis di atas air.

3. Paragraf Pengembang

  1. Berdasarkan Tehnik :

1.Secara Alamiah

Dalam teknik ini penulis sekedar menggunakan pola yang sudah ada pada objek/kejadian yang dibicarakan. Susunan logis ini mengenal dua macam urutan, yaitu:

2.Urutan ruang (spasial)

Membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah ruang. Misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari luar ke dalam, dari bawah ke atas, dari kanan ke kiri dan sebagainya.

Contoh:

Fasilitas produksi pabrik itu berada pada lokasi yang strategis. Sekitar dua kilometer di sebelah barat adalah gudang milik pemasok bahan baku. Di sebelah timur, terdapat aliran sungai bersih yang menjadi sumber air untuk proses pengolahan. Dan yang terpenting, akses menuju jalan tol yang berada sekitar dua kilometer di sebelah selatan pabrik.

3.Urutan waktu (kronologis)

Menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan, atau tindakan.

Contoh:

Menurut prasasti Calcuta, Airlangga adalah putra Udayana dengan putri Mahendradatta. Pada tahun 1016 Airlangga datang ke Jawa untuk melangsungkan perkawinannya dengan putri Dharmawangsa, namun pada saat itu Kerajaan Dharmawangsa diserang oleh Kerajaan Wurawari. Pada tahun 1041 Airlangga mengundurkan diri sebagai raja, kemudian atas saran Empu Bharada kerajaan dibagi menjadi dua yaitu Janggala dan Panjalu. Pada tahun 1049 Airlangga wafat dan di makamkan di Tirtha (Candi Belahan) yang diwujudkan dalam bentuk arca Wisnu yang sedang menaiki Garuda.

4.Klimaks dan Antiklimaks

Gagasan utama mula-mula dirinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga gagasan yang paling tinggi kedudukan/kepentingannya.

Contoh:

Akhir-akhir ini banyak terjadi perampokan di berbagai tempat di Jakarta terutama pada toko swalayan seperti indomaret maupun alfamart. Dari kejadian perampokan tersebut pihak toko sangatlah merugi. Tetapi mulai sekarang pada setiap tempat maupun toko yang menurutnya rawan perampokan akan diberi petugas keamanaan seperti satpam.

5.Umum – Khusus & Khusus – Umum (deduktif & induktif)

Cara pengungkapan paragraf yang paling banyak digunakan adalah cara deduktif dan induktif.

Contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara deduktif :

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik  yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas Negara.

Contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara induktif :

Biasakan membaca dalam kelompok-kelompok kata. Hindari membaca kata demi kata. Jika ini kebiasaan kalian, ubahlah cara membaca itu dengan melihat satuan kalimat yang lebih tinggi dari pada kata, misalnya melihat frase demi frase. Jangan mengulang-ulang kalimat yang terlah dibaca. Itu semua adalah cara meningkatkan kecepatan membaca.

 

  1. Berdasarkan Isi :

1.Perbandingan dan Pertentangan

Untuk menambah kejelsan sebuah paragraf, kadang penulis berusaha untuk membandingkan atau mempertentangkan. Dalam membandingkan tentu saja penulis menunjukkan persamaan dan perbedaanya.

Contoh:

Pemakaian batubara di Indonesia sampai saat ini masih terbatas, belum mampu dimanfaatkan sepenuhnya. Di Negara maju batubara sudah bisa diolah menjadi sumber energi. Di samping itu, dengan teknologi tinggi batubara sudah bisa menghasilkan bahan baku industry kimia berupa gas sintetis.

2.Analogi

Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal umum dengan yang tidak atau kurang dikenal umum. Berguna untuk menjelasakn sesuatu yang kurang dikenal tersebut.

Contoh :

Bunga mawar adalah bunga yang eksotik. Memberikan keindahan dan keharuman. Banyak kumbang yang ingin hinggap di bunga itu. Namun, tidaklah mudah. Banyak duri tajam di sekelilingnya.Ibarat gadis nan elok rupawan, banyak nian rintangan untuk mempersunting ke pelaminan.

3.Berisi Contoh-contoh

Sebuah generalisasi yang terlalu umum, untuk bisa memberikan penjelasan kepada pembaca, kadang memerlukan contoh-contoh yang konkret.

Contoh :

Betapa sulitnya seorang pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Seberapa mahal pun harga rokok mereke tetap akan membelinya. Misalnya di Malaysia, harga 20 batang rokok menghabiskan uang untuk membeli rokok lebih banyak daripada yang dipakai untuk membeli gandum, daging, dan buah-buahan sebagai kebutuhan utama mereka.

4.Sebab – Akibat

Hubungan kalimat dalam sebuah paragraph  dapat berbentuk sebab akibat. Dalam hal ini sebab dapat berfungsi sebagai pikiran utama, dan akibat sebagai pikiran penjelas; atau sebaliknya.

Contoh:

Sudah beberapa hari ibunya Andi sakit. Ayahnya yang dinanti-nanti dari Samarinda untuk menjaga ibunya belum datang. Adik-adiknya yang masih kecil belum bisa menjaga ibunya. Terpaksa ia tidak masuk sekolah untuk menjaga ibunya.

5.Definisi Luas

Untuk memberikan batasan tentang sesuatu, penulis kadang harus menguraikan dengan beberapa kalimat, bahkan beberapa alinea.

Contoh :

Istilah Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

6. Klasifikasi

Dalam mengembangkan karangan, kadang penulis mengelompokkan hal-hal yang memiliki kesamaan atau perbedaan. Bahkan pengelompokkan ini bisa diperinci lagi ke dalam kelompok-kelompok yag lebih kecil.

Contoh :

Pada dunia hewan pengelompokan berdasarkan ada tidak adanya tulang belakang (Vertebrae),yaitu hewan bertulang belakang (Vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata). Hewan bertulang belakang digolongkan menjadi Ikan (Pisces), Hewan dua alam (Amfibi), Hewan melata (Reptil), Burung (Aves), dan Hewan menyusui (Mamalia). Sedangkan Hewan tak bertulang belakang (Avertebrata) digolongkan menjadi hewan bersel satu, hewan berpori, hewan berongga, hewan berkulit duri, cacing, hewan lunak, hewan berbuku-buku.

4. Paragraf Pembuka

Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.

Contoh:

Ditengah hutan terdapat sebuah rumah tua. Di rumah itu ada seorang nenek penghuni rumah tua tersebut, nenek itu kira-kira berumur 75 tahun. Setiap malam ia selalu melihat seorang wanita di rumah tersebut, mungkin itu setan. Tetapi nenek itu sudah terbiasa dengan hal-hal aneh semacam itu.

5. Paragraf Penutup

Paragraf  penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.

Contoh :

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi  padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Leave a Reply