Daily Archives: February 22, 2017

Tugas 3 Betari Ayu

PERTANYAAN

  1. Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi!
  2. Bagaimanakahciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
  3. Apa maksud slogan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
  4. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa?
  5. Berikan penjelasan dan contohnya yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan tidak baku

JAWABAN

1. Ciri-ciri ragam bahasa resmi:

  • Digunakan dalam situasi resmi
  • Nada bicara yang cenderung datar
  • Kalimat yang digunakan kalimat lengkap

2. Ciri-ciri ragam bahasa ilmiah:

  • Menggunakan kata atau istilah yang non figurative
  • Menggunakan kalimat-kalimat efektif
  • Menghindari bentuk personal atau pengakuan dengan tujuan untuk menjaga objektivitas
  • Mengutamakan keterpaduan dan keruntutan isi.

3. Jadi, terkadang kita menggunakan bahasa bahasa yang baik, artinya tepat, tetapi tidak termasuk bahasa yang benar. Sebaliknya, terkadang pula mungkin kita menggunakan bahasa yang benar yang penerapannya tidak baik karena situasi mensyaratkan ragam bahasa yang baku. Maka anjuran agar kita “berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “ bahasa Indonesia yang baik dan benar”, sebaliknya, mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Kriteria bahasa Indonesia yang baik dan benar itu :

  • Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya;
  • Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.

4. Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.

5. Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui sebagian besar warga masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya. Contoh: Direktur perusahaan itu pergi ke luar negeri.

Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku. Contoh: Direktur perusahaan itu ke luar negeri.

 

Tugas 2 Betari Ayu

PERTANYAAN

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan makalah!
  2. Sebutkan beberapa jenis makalah dan berikan contoh setiap jenis makalah tersebut!
  3. Berikan penjelasan sistematika penulisan makalah!
  4. Sebutkan tahapan-tahapan menyusun makalah!
  5. Buat satu contoh topik dan tujuannya untuk sebuah karya tulis yang akan Anda tulis!

JAWABAN

  1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu. Makalah juga dapat diartikan sebagai karya akademis yang biasanya diterbitkan atau dipublikasikan pada jurnal yang bersifat ilmiah namun menurut pengertian dari beberapa ahli diantaranya menurut Tanjung dan Ardial mengartikan makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai analisis yang logis dan objektif sedangkan menurut Surakhmad makalah adalah segala jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang suatu pokok permasalahan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa makalah adalah suatu karya tulis yang membahas permasalahan tertentu dengan analisis yang logis dan objektif dan ditulis dengan sistematis.
  2. Dari sifatnya makalah dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu
    1. Makalah Deduktif yaitu makalah yang didasarkan pada kajian teoritis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas
    2. Makalah Induktif adalah makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat objektif berdasarkan apa yang diperoleh dari lapangan namun tetap relevan dengan pembahasan
    3. Makalah Campuran yaitu makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan kajian toritis dan data empiris. artinya makalah campuran ini adalah penggabungan antara makalah deduktif dan makalah induktif.

    Makalah campuran  terbagi lagi menjadi 6 jenis yaitu

    1. Makalah ilmiah – makalah ini biasanya membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah dan jenis makalah ini tidak berdasarkan pendapat atau opini dari penulis yang bersifat subyektif
    2. Makalah kerja – biasanya makalah ini diperoleh dari hasil sebuah penelitian dan memungkinkan seorang penulis makalah tersebut berargumentasi dari permasalahan yang dibahas yang didapatkan dari sebuah proses penelitian dan itu artinya opini yang bersifat subyektif dari penulis lebih memungkinkan pada makalah jenis ini
    3. Makalah kajian – isi dari makalah ini biasanya sebagai sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial
    4. Makalah posisi – istilah ini digunakan untuk karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan masalah yang kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan secara ilmiah
    5. Makalah analisis – sifat dari makalah ini adalah obyektif-empiris
    6. Makalah tanggapan – biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah bagi mahasiswa yang isinya merupakan reaksi terhadap suatu bacaan
  3. Bagian Pembukaa)      Sampulb)      Kata pengantarc)       Daftar isi

    Tubuh Tulisan

    a)      BAB 1 (Pendahuluan)

    1.1)  Latar belakang

    1.2)  Rumusan permasalahan

    1.3)  Tujuan penulisan makalah

    1.4)  Metode ilmiah

    1.5)  Sistematika penulisan

    1.6)  Tinjauan pustaka

    b)      BAB 2 (Pembahasan materi)

    c)       BAB 3 (Hasil dan pembahasan)

    d)      BAB 4 (Simpulan dan saran)

    Bagian Akhir

    a)      Daftar pustaka

    b)      Lampiran

  4. 1) Mempelajari/ menganalisa topik yang akan ditulis2) Menyusun pola pikir, meliputi :
    1. a)Pokok masalah dalam topik.
    2. b)Menentukan tujuan dan ruang lingkup.

    3) Pengumpulan bahan-bahan materi (referensi)

    4) Menulis/ menyusun makalah dituntut :

    1. Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    2. Susunan kalimat yang mudah dipahami.
    3. b)Rangkaian uraian yang berkaitan.
    4. c)Singkat, padat, tegas, dan jelas dalam uraian.
    5. d)Menulis/ menyusun makalah secara “tidak bombastis”, banyak atau panjangkalimatnya tanpa isi yang jelas
  5. Contoh: Makalah Manajemen Pengendalian Mutu Sekolah Di Kabupaten Boyolali