Tugas 6 BL103 – Melinda

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
  3. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
  4. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
  5. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutupi

Postingkan jawaban dalam iMe Class

Buatkan jawabannya dengan standar iDu

Jawaban:

  1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang disusun mengikuti pola penalaran deduktif. Paragraf jenis deduktif ini disusun dengan cara menuliskan kalimat utama berisi kesimpulan bersifat umum pada awal paragraf, untuk dilanjutkan atau dilengkapi dengan kalimat penjelas berisi uraian tentang bukti, fakta, dan data sekaligus berfungsi memberikan alasan terhadap pernyataan penulis dalam kalimat kesimpulan tersebut. Berdasarkan sifat kalimat penjelasnya, paragraf deduktif dapat divariasikan menjadi 3 jenis yaitu; paragraf deduktif pola contoh, paragraf deduktif pola rincian, dan paragraf deduktif pola alasan. Contoh paragraf dedukatif pola:

    Paragraf ini disusun dengan cara menyajikan kalimat utama berisi kesimpulan untuk diuraikan dalam kalimat penjelas berisi contoh, penggambaran, atau ilustrasi sebagai pembuktiannya. Berikut ini contoh paragraf deduktif pola contoh:
    Olahraga termasuk kegiatan penting yang perlu dilakukan untuk menjaga kualitas hidup manusia. Guru besar Unair Surabaya, Prof. Dr. Martin Setiabudi, Ph.D., mengatakan bahwa orang yang jarang atau tidak pernah berolahraga, kapasitas cadangan tubuhnya akan menurun drastis. Padahal, kapasitas cadangan tubuh dibutuhkan ketika beraktivitas berat. Ia mencontohkan seorang yang jarang berolahraga ketika muda, “Pada usia 30 saja, seseorang akan tampak seperti orang berusia 50 tahun. Misalnya saat naik tangga atau berjalan jauh, mereka sangat capek dan ngos-ngosan. Sebaliknya, meskipun sudah berusia 50 tahun, orang yang rajin latihan bisa melakukan aktivitas layaknya orang berusia 30 tahun.”

    Contoh Paragraf Deduktif Pola Rincian

    Paragraf ini disusun dengan cara menyajikan kalimat utama berisi kesimpulan untuk diuraikan dalam kalimat penjelas berupa definisi, batasan, atau data statistiknya. Berikut ini contoh paragraf deduktif pola rincian
    Orang yang pernah mengalami serangan jantung dan langsung kembali bekerja, berisiko mengalami ketegangan psikis. Hasil ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan dr. Chantal Brisson dari Universitas Laval di Quebec, Kanada. Sekitar 50 persen pria dan wanita mengalami ketegangan psikologis tinggi pascaserangan jantung. Brisson dan timnya melibatkan 990 pria dan wanita berusia kurang dari 60 tahun yang bekerja beberapa bulan setelah serangan jantung. Semua responden diwawancarai setelah bekerja selama 4 minggu. Hasilnya, pengidap serangan jantung rentan gejala depresif, gelisah, marah, dan gangguan mental lain. Ketegangan psikologis meningkatkan resiko serangan jantung ulang, bahkan dapat memicu kematian.

    Contoh Paragraf Deduktif Pola Alasan

    Paragraf ini disusun dengan cara menyajikan kalimat utama berisi kesimpulan untuk diuraikan dalam kalimat penjelas berupa latar belakang terjadinya sesuatu (penyebab secara umum). Berikut ini contoh paragraf deduktif pola alasan
    Peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan atau disebut masa pancaroba merupakan awal munculnya berbagai bibit penyakit. Pada masa ini hujan turun belum merata, pada suatu tempat sudah hujan, sedangkan pada tempat lain masih panas dan berdebu. Tidak meratanya angin di kawasan hujan akan mudah menerbangkan debu atau berbagai kotoran. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan terkena penyakit karena sistem pertahanannya tidak sebaik orang dewasa. Jalan infeksi paling mudah ialah inhalasi (terhirup) sehingga penyakit yang muncul meliputi batuk, pilek, bersin, hingga sesak napas. Penyakit lain yang juga harus diwaspadai yaitu kemungkinan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) dan diare.
    2. Paragraf induktif adalah paragraf yang berpola dari khusus ke umum, artinya paragraf yang diawali dengan beberapa kalimat penjelas kemudian ditarik kesimpulan yang berupa umum. Sehingga kalimat utamanya terdapat di akhir paragraf.
    Contoh Paragraf Induktif 1
    Penyair akan membuat sebuah puisi dengan cara menuangkan imajinasinya, barulah tercermin sebuah puisi. Pengarang novel merangkai ceritanya dengan pengembangan imajinasi. Demikian juga seniman akan menggoreskan lukisan didahului dengan imajinasinya ke arah yang sebenarnya. Memang benar imajinasi diperlukan dalam menciptakan suatu karya.
    Contoh 2
    Oleh sebab itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.
    Contoh 3
    Penampilannya unik, dalam 1 daun ada dua warna atau lebih. Kelangkaannya membuat ia diburu para kolektor. Harganya menyamai karya seni, meroket ratusan kali lipat. Hanya satu yang diinginkan para kolektor, yaitu keeksklusifannya. Bayangkan saja, peluang satu berbanding satu juta kelahiran. Itulah taman variegate.
    Contoh 4
    Demam yang tinggi yang terjadi selama beberapa hari dapat dicurigai sebagai demam berdarah. Seseorang yang menderita demam berdarah juga mengalami pendarahan dari lubang hidung atau biasa disebut mimisan. Selain itu, muncul bintik-bintik merah pada tubuh. Semua gejala tersebut hendaknya diperhatikan sehingga jika terjadi gejala-gejala tersebut, penderita bisa ditolong dan ditangani dokter.
    3. Paragraf Pengembang yaitu paragraf yang berfungsi menerangkan atau menguraikan gagasan pokok karangan.Fungsi paragraf pengembang adalah:

    • Menguraikan, mendeskripsikan, membandingkan, menghubungkan, menjelaskan, atau menerangkan

    Kata-kata yang lazim digunakan: mengidentifikasi, menganalisis, detail, fungsi, dll.

    • Menolak konsep: alasan, argumentasi, contoh, fakta, rincian, menyajikan dukungan.

    Kata-kata yang lazim digunakan: bertentangan dengan, berbeda dengan, tidak sejalan dengan, dll.

    • Mendukung konsep: argumen, argumentasi, fakta, rincian.

    Kata-kata yang lazim digunakan: tambahan pula, lebih jauh, sejalan dengan hal itu, dll.

    Pengembangan paragraph terdiri atas:

    1. Pengembangan Alamiah
    2. Pengembangan Deduksi- Induksi
    3. Pengembangan Analogi
    4. Pengembangan klasifikasi
    5. Pengembangan Komparatif dan Kontrstif
    6. Pengembangan Sebab Akibat
    7. Pengembangan Klimaks- Antiklimaks
    1. Pengembangan Alamiah

    Pengembangan paragraf secara alamiah adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan urutan waktu yang bersifat kronologis. Pengembangan ini dilakukan dengan menjelaskan pikiran utama dengan urutan ruang atau urutan waktu. Pengembangan dengan urutan ruang bisa dilakukan dengan menjelaskan ruang dari yang paling dekat hingga yang paling jauh atau sebaliknya. Pengembangan dengan urutan waktu bisa dimulai dari yang paling awal hingga akhir atau sebaliknya. Paragraf dengan pola pengembangan alamiah biasanya digunakan pada paragraf naratif atau prosedural.

    Contoh:

    Paragraf yang dikembangkan dengan urutan ruang

    Fasilitas produksi pabrik itu berada pada lokasi yang strategis. Sekitar dua kilometer di sebelah barat adalah gudang milik pemasok bahan baku. Di sebelah timur, terdapat aliran sungai bersih yang menjadi sumber air untuk proses pengolahan. Dan yang terpenting, akses menuju jalan tol yang berada sekitar dua kilometer di sebelah selatan pabrik.

    Pargraf yang dikembangkan dengan urutan waktu

    Seluruh aktivitas penelitian akan diselesaikan dalam tahun 2012. Tahap penyusunan rencana penelitian akan selesai pada akhir bulan Januari. Tahap pengumpulan data dari sampel membutuhkan waktu tiga bulan dan akan selesai pada pertengahan bulan April. Tahap analisa data membutuhkan waktu lima bulan. Tahap ini akan selesai pada bulan Oktober. Tahap akhir penelitian adalah penulisan laporan. Tahap tersebut akan diselesaikan pada bulan Desember.

    1. Pengembangan Deduksi- Induksi
    1. Pola Pengembangan Deduksi

    Paragraph deduktif adalah paragraph yang diawali dengan hal-hal yang bersifat umum dan diperjelas dengan hal-hal yang bersifat khusus. Kalimat utama berada di awal paragraph.

    Contoh:

    Beberapa tips menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakn”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Mencocokkannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari dibuku.

    1. Pola Pengembangan Induksi

    Paragraph induktif adalah paragraph yang dikembangkan mulai dengan hal-hal yang khusus ke hal-hal yang umum. Kalimat utama berada di akhir paragraph.

    Pola pengembangan paragraph induksi dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

    1. Generalisasi, yaitu paragraph yang dikembangkan dengan pola hubungan dari khusus ke umum.

    Contoh:

    Gelombang Cinta merupakan salah satu jenis anthurium yang mempunyai harga mahal. Jenmani juga merupakan anthurium yang banyak dicari karena harganya yang fantastis. Selain karena harganya, Jenmani dicari penggemar tanaman hias karena keindahan daunnya. Tidak hanya Jenmani dan Gelombang Cinta yang dicari penggemar tanaman hias, namun semua jenis anthurium ikut diburu penggemar tanaman hias karena memiliki harga yang tinggi.

    1. Analogi, yaitu paragraph yang dikembangkan dengan membandingkan dua atau lebih benda yang dianggap memiliki kesamaan kemudian menarik kesimpulan.

    Contoh:

    Gelombang Cinta dapat dilihat dari gelombang daunnya. Indahnya Gelombang Cinta sama seperti gelombang air. Semakin banyak gelombang yang dihasilkan daunnya, semakin indah pula Gelombang Cinta. Begitu juga dengan gelombang air, semakin bergelombang air semakin indah untuk dinikmati. Dengan demikian, indahnya Gelombang Cinta dan air terletak pada gelombang yang dihasilkan.

    1. Sebab-akibat, yaitu paragraph yang dikembangkan berdasarkan hubungan sebab akibat. Dalam paragraph ini, akibat bertindak sebagai gagasan pokok atau kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan sebab bertindak sebagai gagasan penjelas atau perincian yang bersifat khusus.

    Gelombang Cinta memiliki daun yang bergelombang, harga Gelombang Cinta juga tinggi. Tidak hanya itu, kepopuleran Gelombang Cinta membuat orang ingin memilikinya. Tidak heran banyak orang ingin membudidayakan Gelombang Cinta.

    1. Akibat-sebab, yaitu paragraph yang dikembangkan berdasarkan hubungan akibat sebab. Sebab bertindak sebagai gagasan pokok atau kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan akibat bertindak sebagai gagasan penjelas atau perincian yang bersifat khusus.

    Contoh:

    Para pembeli Gelombang Cinta terpaksa berdesak-desakkan di luar toko. Mereka juga berdesak-desakkan di dalam toko. Mereka ada yang duduk, ada yang berdiri, ada pula yang antre. Bahkan, ada yang duduk beralaskan koran. Mereka rela mengantre karena harga Gelombang Cinta di toko itu sangat murah.

    1. Pola Pengembangan Deduksi-Induksi (Campuran)

    Paragraph campuran adalah paragraph yang kalimat utamanya terletak di awal dan akhir paragraph. Dalam paragraph ini terdapat dua kalimat utama. Kalimat terakhir umumnya mengulangi gagasa yang dinyatakan kalimat pertama dengan sedikit penekanan dan variasi.

    Contoh:

    Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab kumpulan soal-soal di buku kumpula soal. Mencocokkannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.

    1. Pengembangan Analogi

    Analogi menunjukkan ketidaksamaan (perbedaan) yang sisitematis antara dua barang atau hal yang berlainan kelasnya. Lain halnya dengan perbandingan dan pertentangan yang memberikan sejumlah ketidaksamaan antara dua hal. Bila seseorang mengatakan “awan dari sebuah atom itu membentuk sebuah cendawan raksasa”, maka perbandingan antara awan ledakan atom dan cendawa merupakan sebuah analogi, sebab sebuah hal itu sangat berbeda kelasnya, kecuali kesmaan bentuknya.

    Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang tidak atau kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal baik oleh umum, untuk menjelaskan hal yang kurang umum. Perhatikan contoh berikut:

    “Pencabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih, serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan dengan pencabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu batang pohon tadi mengeluarkan ranting-ranting yang baru. Demikian seterusnya. Begitu pula pencabangan pada bahasa.

    Tetapi harus diingat bahwa antara pencabangan bahasa dan pencabangan sebatang pohon terdapat suatu perbedaan. Setelah sebuah bahasa bercabang, maka antara bahasa-bahasa yang baru itu masih terdapat kontak timbal-balik, masih terjalin pengaruh mempengaruhi antara kedua bahasa itu. Lain halnya dengan cabang sebuah pohon atau ranting yang terpisah, ia tidak menghiraukan lagi nasib cabang atau ranting-ranting lainnya.”

    1. Pengembangan Klasifikasi

    Dalam pengembangan karangan kadang-kadang diperlukan pengelompokan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokan ini bekerja kedua arah yang berlawanan, yaitu pertama mempersatukan satuan-satuan ke dalam satu kelompok, dan kedua, memisahkan satuan-satuan tadi dari kelompok yang lain (Keraf dalam Mudlofar 2002: 103).

    Pola Paragraf Klasifikasi merupakan suatu pengembangan paragraf melalui pembentukan kelompok yang berdasar atas sifat-sifat tertentu. Kata atau ungkapan yang biasanya digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.

    Contoh Pola Pengembangan Paragraf Klasifikasi :

    1. Contoh 1:

    Pengklasifikasian pada tumbuhan memiliki tujuan dan manfaat. Klasifikasi tumbuhan merupakan suatu cara sebagai pembentukan kelas-kelas, kelompok, atau unit melalui pencarian keseragaman dalam keanekaragaman tumbuhan. Pengklasifikasian tumbuhan memiliki tujuan untuk menyederhanakan ruang lingkup obyek studi yang akan diteliti. Klasifikasi tumbuhan dapat membantu dalam mengetahui jenis-jenis tumbuhan, mengetahui hubungan antar tumbuhan dan mengetahui kekerabatan antar tumbuhan yang beraneka ragam. Perbedaan dasar yang digunakan dalam mengadakan klasifikasi tumbuhan tentu saja memberikan hasil klasifikasi yang berbeda-beda, yang dari waktu ke waktu menyebabkan lahirnya Sistem Klasifikasi yang berbeda. Namun pada prinsipnya, kesamaan-kesamaan atau keseragaman itulah yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi, misalnya klasifikasi berdasarkan lingkungan hidupnya, seperti tumbuhan air, tumbuhan darat, tumbuhan dataran tinggi, tumbuhan dataran rendah, atau berdasarkan kegunaannya seperti tumbuhan sandang, obat-obatan, hias, dan lain sebagainya.

    1. Contoh 2:

    Dewasa ini ada berbagai sumber yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Sumber-sumber itu selain berupa tenaga air dan, tenaga matahari, dapat pula berupa tenaga panas bumi dan tenaga nuklir. Sebagai pembangkit listrik, nuklir telah dimanfaatkan hampir di seluruh dunia.

    1. Paragraph sebab akibat

    Paragraph sebab akibat adalah paragraph yang dimulai dengan mengemukakan atau embeberkan fakta khusus yang menjadi sebab dan samai pada kesimpulan yang menjadi akibat. Pengembangan paragraph ini seing menggunakan kata-kata padahal, akibatnya, oleh karena itu, dan karena. Paragraph sebab akibat ini dikembangkan dengan proses berfikir kausatif. Proses berfikir ini menyatakan bahwa suatu sebab pasti akan menimbulkan akibat. Sebb menjadi ide pokok sedangkan akibat menjadi ide penjelas.

    Contoh paragraph sebab akibat:

    Sekarang banyak sekali orang yang tidak sadar akan kebersihan lingkungannya. Mereka membuang sampah seenaknya sendiri tanpa rasa bersalah. Akibatnya jika pada musim hujan tiba seperti sekarang ini, terjadi banjir dimana mana. Banyak orang menyalahkan pemerintah karena berbagai alasan tanpa mereka sadari kalau banjir itu akibat ulahnya sendiri yang tidak menjaga kebersihan lingkungannya.

    1. Pengembangan Paragraf komparatif dan kontrastif

    Sebuah paragraf dalam karangan ilmiah juga dapat dikembangkan dengan cara diperbandingkan dimensi-dimensi kesamaanya. Kesamaan itu bisa cirinya, karakternya, tujuanya, bentuknya, dan seterusnya. Perbandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi kesamaan untuk mengembangkan paragraf yang demikian ini dapat disebut dengan model pengembangan komparatif. Sebaliknya, perbandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi perbedaannya dapat disebut dengan perbandingan kontrastif.

    Kesimpulan:

    “Pengembangan komparatif melakukan perbadingan dimensi dimensi yang sama. Sedangkan pengembangan konstrastif melakukan perbandingan”.

    4. Paragraf pembuka merupakan pembuka atau pengantar untuk sampai pada isi suatu pembicaraan yang akan dipaparkan kemudian di dalam karangan. Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Paragraf pembuka bertujuan untuk menutarakan sauatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan.

    Paragraf pembuka memiliki peran sebagai pengantar bagi pembaca untuk sampai pada masalah yang akan diuraikan oleh penulis. Karena itu, paragraf pembuka hendaknya menarik minat dan perhatian pembaca serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan berikutnya serta sanggup mempersiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Salah satu cara untuk menarik perhatian adalah dengan mengutip pernyataan atau pendapat yang merangsang dari para ahli atau orang yang terkenal di bidangnya. Usahakan paragraf pembuka ini tidak terlalu panjang agar pembaca tidak merasa bosan. Di samping untuk menarik perhatian pembaca, paragraf pembuka juga berfungsi untuk menjelaskan tujuan dari penulisan itu. Tiap jenis karangan akan mempunyai paragraf yang membuka atau menghantar karangan itu, atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Sebab itu sifat dari paragraf semacam itu harus menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan. Paragraf yang pendek jauh lebih baik, karena paragraf-paragraf yang panjang hanya akan meimbulkan kebosanan pembaca.

    Fungsi paragraf pembuka:

    • Mengantar pokok pembicaraan
    • Menarik minat dan perhatian pembaca
    • Menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.
    • Menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan selanjutnya. contoh paragraf pembuka adalah: Cara Pertama: Mulailah dengan mengungkapkan sesuatu yang sudah diketahui oleh publik.
      Contoh:
      Pemilu baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancar seperti yang diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bisa tidur dan tidak mau makan.

      Cara Kedua: Mulailah dengan mengajukan pertanyaan retoris, yaitu pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban karena jawabannya sudah jelas.
      Contoh:
      Adakah orang yang tidak menginginkan kehidupan yang aman dan damai? Kehidupan yang aman dan damai selalu menjadi dambaan orang. Apa artinya kesejahteraan, kekayaan yang melimpah, jika tidak ada rasa aman dan rasa damai? Kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan fisik, tetapi lebih dari itu, kebahagiaan sangat ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan psikis.

      Cara Ketiga: Mulailah dengan mengutip slogan, peribahasa, atau pendapat seorang ahli dalam bidang yang sesuai dengan topik karangan.
      Contoh:
      Mabes Polri seharusnya tak hanya menahan pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, dalam kasus dugaan suap dan pemerasan. Polisi seharusnya juga menahan dua kakak beradik, Anggodo Widjojo dan Anggoro Widjojo.

    5. Paragraf penutup bertugas mengakhiri sebuah tulisan atau karangan. Semua karangan pasti diakhiri dengan paragraf penutup untuk menjamin bahwa permasalahan yang dipaparkan pada awal paragraf karangan itu terjawab secara jelas tegas dan tuntas di dalam paragraf-paragraf pengembang, dan disimpulkan atau ditegaskan kembali di dalam paragraf penutup.

    Jadi, isi paragraf itu dapat berupa simpulan atau penegasan kembali pemaparan yang telah disajikan sebelumnya. Atau, adakalanya pula sebuah paragraf penutup berisi rangkuman dari perincian-perincian jabaran yang telah dilakukan sebelumnya di dalam bagian isi karangan atau tulisan.

    Paragraf penutup dalam karangan ilmiah juga bertugas untuk meninggalkan bahan-bahan perenungan yang bisa disajikan didalam bentuk kalimat tanya refleksi dan retoris. Bukanlah maksud dari pertanyaan itu untuk mengundang jawaban yang baru di dalam paragraf itu, tetapi dengan pertanyaan itu, segala persoalan dan jawaban yang telah disampaikan di dalam tulisan atau karangan itu dipersilahkan untuk dibatinkan di kedalaman hati para pembaca. contoh paragraf penutup adalah:

    Contoh Paragraf Penutup Essay

    Paragraf penutup essay pendidikan

    Berdasarkan poin – poin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ujian nasional melalui sistem online bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada saat ini karena pada kenyataannya malah menimbulkan permasalahan baru seperti ketidaksiapan sekolah – sekolah, kekurangan fasilistas, dan menimbulkan kemungkinan kebocoran yang lebih mudah. Oleh karena itu, pelaksanaan ujian nasional online ini harus direvisi kembali agar dunia pendidikan kita menjadi lebih baik.

    Paragraf penutup essay ekonomi

    Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi mikro sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di suatu Negara. Hal ini dikarenakan ekonomi mikro akan mempercepat laju peredaran uang, menghasilkan devisa Negara, dan mengangkat pendapatan perkapita penduduk di dalam suatu Negara. Jadi, jika pertumbuhan ekonomi masyarakatnya baik, maka tidak diragukan lagi pertumbuhan ekonomi suatu Negara juga akan membaik.

    Paragraf penutup essay budaya

    Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa budaya akan mempengaruhi perilaku manusia dalam bersosialisasi di masyarakat. Budaya dapat membentuk karakter seseorang, mengarahkan kehidupan seseorang dan menciptakan suatu kebiasaan. Oleh karena itu, peran budaya tidak bisa lepas dalam membentuk suatu kehidupan bermasyarakat baik hal yang buruk maupun baik.

    Paragraf penutup essay kesehatan

    Tak diragukan lagi bahwa merokok bisa mengakhiri hidup para pengkonsumsinya karena di dalam rokok terkandung zat – zat berbahaya seperti nikotin, tar, Co, dan ammoniac yang sangat mematikan. Oleh karena itu, rokok adalah pembunuh masal yang berdarah dingin bagi manusia.

Leave a Reply