Daily Archives: March 11, 2016

SKUP Danang Suprayogi

Hai semua….

Perkenalkan nama saya Danang Suprayogi, Biasa dipanggil Danang. Saya adalah salah satu mahasiswa semester 2 jurusan Sistem Komputer Konsentrasi CCIT(Creative Communicative Innovative and Technology) S1 di Perguruan Tinggi Raharja. Saat ini, saya memasuki  salah satu mata kuliah yang saya ambil di semester 2 yaitu mata kuliah Bahasa Indonesia dan di bimbing oleh dosen Ibu Mulyati, S.E.,M.Pd.

Bahasa merupakan media yang digunakan anggota suatu kelompok social untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan sebagai identitas diri. Bahasa dapat menggiring kita menembus ruang dan waktu. Melalui bahasa, kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan, sejarah, maupun adat istiadat suatu bangsa dalam masa tertentu. Bahasa mampu merekam berbagai hal tersebut dalam bentuk lisan maupun tulisan. Semua itu merupakan fungsi bahasa yang telah lama diemban oleh bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharihari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Dan berikut daftar assignments yang telah dikerjakan

NO. ASSIGNMENT STATUS GRADE
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

assingment

 

NIM : 1133469843

 

)*Tandatangan dibubuhi materai 6.000;

ABSTRAKSI

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi saat ini ditandai dengan bermunculannya alat-alat yang menggunakan menggunkan sistem digital dan otomatis. Elektronika adalah salah satu dari teknologi yang membantu kehidupan manusia agar menjadi lebih mudah dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam hal ini sering dengan berjalannya waktu ternyata masih banyak kekurangan-kekurangan terhadap sistem yang sedang berjalan, Keadaan sistem keamanan ruangan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang masih menggunakan kunci pintu dan gembok untuk mengunci ruangan, sehingga pada saat ingin mengunci ruangan yang di gunakan tidak efisien dan tidak dapat menajadi jaminan kemanan ruang tersebut. Berdasarkan kendala di atas, maka penulis ingin mengajukan perlu adanya suatu keamanan yang efisien dan aman, dengan melalui sistem keamanan berbasis Arduino Uno yang memudahkan pengguna untuk menjaga ruangan dari hal yang tidak di inginkan.

Kata kunci : Keamanan Ruangan Kantor Kementerian Agama, Sistem Keamanan Ruangan

ABSTRACT

With the rapid advancement of science and technology science today is characterized by the emergence of tools that use digital and use the automated system. Electronics is one of the technologies that assist human life to become easier in everyday life. But in this case often with the passage of time there are still many shortcomings of the current system, state of the security system indoor Head Office of the Ministry of Religious Tangerang district still uses the door lock and padlock to lock the room, so when you want to lock the room is in use is not menajadi efficient and can not guarantee the security space. Based on the above constraints, the authors would like to propose the need for an efficient security and safety, through Arduino Uno-based security system that allows users to keep the room from things that are not in want.

Keywords: room Security Office of Religious Affairs, Security Systems Room

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan seribu jalan, sejuta langkah serta melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan Skripsi Penulis dapat berjalan dengan baik dan selesai dengan semestinya.

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom) untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi Raharja, Cikokol Tangerang. Sebagai bahan penulisan, penulis mengambil data berdasarkan hasil observasi, wawancara, survey serta studi pustaka yang mendukung penulisan ini.

Hati kecil ini pun menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak penyusunan Skripsi ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah penulis menyampaikan selaksa pujian dan terimakasih kepada :

1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I selaku Ketua STMIK Raharja.

2. Bapak Drs. P2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom, selaku Pembantu Ketua I Bidang Akademik STMIK Raharja.

3. Bapak Ferry Sudarto, S.Kom., M.Pd selaku Kepala Jurusan Sistem Komputer STMIK Perguruan Tinggi Raharja dan juga sebagai Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.

4. Bapak Moch. Ibnu Safari, M.Kom selaku Dosen Pembimbing 2, yang telah meluangkan waktunya dan memberikan arahan serta saran-saran kepada penulis sehingga Laporan Skripsi ini bisa penulis selesaikan

5. Bapak M.Sarja, S.Ag, MM sekalu Stakeholder dalam dilakukannya skripsi ini.

6. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.

7. Kedua orang tua tercinta, yang telah memberikan dukungan baik moral maupun material.

8. Nurlela, yang telah memotivasi semangat, niat dan keinginan penulis untuk menyelesaikan pembuatan laporan Skripsi ini.

9. Teman-Teman seperjuangan yang telah memberikan saya semangat dalam menyelesaikan Laporan Skripsi ini.

10. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah ikut membantu dalam penyusunan Laporan Skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan sebagai pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Semoga Laporan Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Tangerang, 20 Januari 2016
Nama. Muhammad Akbar Fadillah
NIM. 1131469101

Daftar isi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Sistem pengendali loop terbuka

Gambar 2.2. Sistem pengendali loop tertutup

Gambar 2.3. Papan arduino USB standar

Gambar 2.4. Arduino USB

Gambar 2.5. Arduino Software

Gambar 2.6. Blok Hardware Mikrokontroller

Gambar 2.7. Arsitektur Mikrokontroller Von-Neuman

Gambar 2.8. Arsitektur Mikrokontroller Harvard

Gambar 2.9.. Bagan alir sistem (System Flow Charts)

Gambar 2.10. Bagan alir dokumen (Document Flow Chart

Gambar 2.11. Bagan alir Skematik (Schematic Flow Chart)

Gambar 2.12. Bagan Alir Program (Program Flow Chart)

Gambar 2.13. Bagan Alir Proses (Process Flow Chat)

Gambar 2.14. Contoh Variasi Aplikasi Flow Chart

Gambar 2.15. Basic4android Datasheet

Gambar 2.16. Basic4android Datasheet

Gambar 2.17. Tampilan Tools SDK

Gambar 2.18. Tampilan Android Simulator

Gambar 2.19 Sensor Ultrasonik

Gambar 2.20 Pemancar dan penerima pada sensor Ultrasonic

Gambar 2.21 Lampu LED

Gambar 2.22 Table baca Resistor

Gambar 2.23 Bentuk fisik dan symbol resistor tetap

Gambar 2.24 Bentuk fisik dan symbol resistor tidak tetap

Gambar 2.25 Rangkaian Power-On Reset

Gambar 2.26 Cara Kerja Motor DC

Gambar 2.27 Bentuk Fisik Dioda

Gambar 2.28 Keypad Membrane 4×4

Gambar 2.29 Rangkaian kolom dan bari Keypad Membrane 4×4

Gambar 2.30 LCD 16×2

Gambar 2.31 Banyak karakter yang dapat di tampilkan

Gambar 2.32 Banyak Pin yang digunakan

Gambar 2.33 Diagram-alir 4 bit antarmuka

Gambar 2.34 diagram-alir 8 bit antarmuka

Gambar 2.35 Buzzer

Gambar 3.1. Struktur Organisasi Kementerian Agama Kabupaten Tangerang

Gambar 3.2. Diagram blok rangkaian

Gambar 3.3. Rangkaian catu daya

Gambar 3.4. Rangkaian LCD

Gambar 3.5. Rangkaian Keypad Membrane 4×4

Gambar 3.6. Rangkaian Lampu LED

Gambar 3.7. Susunan kontrol relay

Gambar 3.8. Rangkaian Sensor Gerak

Gambar 3.9. Rangkaian Bluethooth HC-06

Gambar 3.10. Skema rangkaian sistem keseluruhan

Gambar 3.11. Memulai IDE Arduino

Gambar 3.12. Tampilan layar program Arduino

Gambar 3.13. Membuka Device Manager

Gambar 3.14. Memilih Arduino Mega pada port COM

Gambar 3.15. Menentukan koneksi port 15 pada Arduino

Gambar 3.16. Memilih jenis Board Arduino Uno

Gambar 3.17. Menyimpan file program pada Arduino

Gambar 3.18. Memilih lokasi penyimpanan Project

Gambar 3.19. Tampilan Listing Program yang ditulis

Gambar 3.20. Flowchart sistem

Gambar 4.1. Output dari pengujian rangkaian Catu daya

Gambar 4.2. Pengujian rangkaian Lampu LED

Gambar 4.3. Listing program pengujian lampu LED blink

Gambar 4.4 Listing program pengujian lampu LED

Gambar 4.5 Listing program pengujian lampu LED

Gambar 4.6 Rangkaian Sensor Gerak dalam kondisi LOW

Gambar 4.7 Rangkaian Sensor Gerak dalam kondisi HIGH

Gambar 4.8 Listing program pengujian sensor gerak

Gambar 4.9 Pengujian rangkaian LCD 16×2 karakter

Gambar 4.10 Listing Program pengujian rangkaian LCD 16×2 karakter

Gambar 4.11 Pengujian Keypad Membrane 4×3

Gambar 4.12 Listing Program keypad membrane 4×3

Gambar 4.13 Hasil uji coba Keypad Membrane 4×3

Gambar 4.14 Listing program untuk pengujian Motor DC

Gambar 4.15 Pengujian Rangkaian Motor DC

Gambar 4.16 Listing program keseluruhan

Gambar 4.17 Flowchart sistem yang diusulkan

Gambar 4.18 Tampilan listing program pada IDE Arduino

Gambar 4.19 Proses upload program kedalam arduino

Gambar 4.20 Tampilan prototype from Aplikasi Bluetooth

Gambar 4.21 Tampilan Program form Aplikasi Bluetooth

Gambar 4.22 Tampilan testing aplikasi Bluetooth dan Arduino

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Elisitasi Tahap I

Tabel 3.2. Elisitasi Tahap II

Tabel 3.3. Elisitasi Tahap III

Tabel 3.4. Final Draft Elisitasi

Tabel 4.1. Pola pemberian pada driver motor DC L293

Tabel 4.2. Pengolahan Jadwal proses pembuatan sistem

Tabel 4.3. Pengolahan jadwal penerapan

Tabel 4.4. Estimasi biaya yang dikeluarkan

DAFTAR SIMBOL

FLOWCHART (DIAGRAM ALIR)

DAFTAR SIMBOL ELEKTRONIKA

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A

  1. Surat Pengantar Skripsi
  2. Surat Penugasan Kerja
  3. Formulir Validasi Skripsi
  4. KSTF
  5. Daftar Nilai
  6. Kartu Bimbingan Pembimbing 1
  7. Kartu Bimbingan Pembimbing 2
  8. Formulir Seminar Proposal
  9. Formulir Seminar Presentasi
  10. Formulir Pendaftaran Sidang
  11. Formulir Validasi Sidang
  12. Kwitansi Pembayaran Skripsi
  13. Kwitansi Pembayaran Sidang
  14. Kwitansi Pembayaran Raharja Career
  15. Formulir Pergantian Judul
  16. Sertifikat OSPEK
  17. Sertifikat TOEFL
  18. Sertifikat IT Internasional
  19. Sertifikat Nasional
  20. Sertifikat Raharja Career
  21. CV

Lampiran B

  1. Bukti Uraian Kerja
  2. Formulir Penilaian Stakeholder
  3. Bukti Wawancara
  4. Surat Observasi
  5. Surat Implementas
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dengan bermunculannya(bermunculanya) alat-alat yang menggunakan menggunkan sistem digital dan otomatis. Elektronika adalah salah satu dari teknologi yang membantu kehidupan manusia agar menjadi lebih mudah.

Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan praktisi untuk selalu terus melakukan pemikiran-pemikiran baru yang berguna antara lain untuk membantu keamanan ruangan, oleh karena itu dalam rangka penulisan Skripsi ini dibuat keamanan ruangan menggunakan Arduino UNO. Arduino UNO sebenarnya adalah salah satu kit microkotroller yang berbasis pada ATmega328. Modul ini sudah dilengkapi dengan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mendukung mikrokontroler untuk bekerja.

Berawal dari pengalaman pribadi penulis pernah kehilangan berkas penting, sehingga menginspirasikan untuk membuat sebuah pengamanan berlapis di sebuah pintu ruangan. Selain itu penulis merancang sistem keamanan pintu ruangan berbasis Arduino UNO adalah solusi dari permasalahan tersebut. Sistem pengamanan ini dikendalikan menggunakan Voice Via Bluetooth untuk mengatur system yang ditanamkan di pintu ruangan. Sehingga, pemilik ruangan dapat mengontrol alat pengamannya ketika ditinggalkan olehnya.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan, maka dapat diurutkan permasalahan yang dihadapi, antara lain:

  1. Bagaimana membuat sistem media akses dengan menggunakan teknologi Voice ?
  2. Bagaimana membuat sistem media akses dengan menggunakan teknologi Bluetooth ?
  3. Bagaimana membuat input control pada sebuah system pengaman ruangan berbasis Arduino ?

Ruang Lingkup Penelitian

Sebagai pembatasan atas penyusunan laporan ini untuk tetap fokus dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, maka penulis memulai penelitian dari bagai mana membuat sistem keamanan ruangan pada Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.(seharusnya memakai titik  di kabupaten tangerang  dan keamanan ruangan seharusnya tidak memakai  titik) sampai perancangan alat untuk menunjang sistem keamanan ruangan sehingga para pegawai merasa aman dari kehilangan dokumen-dokumen penting.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapaun tujuan pokok yang dihasilkan dari laporan penelitian ini, yaitu:

  1. Memanfaatkan teknologi yang telah ada.
  2. Menciptakan sebuah inovasi terbaru.
  3. Merubah sistem konvensional menjadi sistem modern.

Manfaat Penelitian

Adapaun manfaat yang dihasilkan dari laporan penelitian ini, yaitu:

  1. Dapat mengurangi aksi pencurian
  2. Dapat mempermudah pengguna dalam melakukan aktivitas dengan smartphone yang dimiliki
  3. Dapat meminimalisir ketinggalan / kehilangan kunci

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

  1. Observasi (Pengamatan)

    Observasi ini dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan dengan studi kasus di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, dari observasi yang saya lakukan terdapat beberapa permasalahan diantaranya masih terdapat sistem akses konvensional tepatnya di pintu Kepala Kantor.

  2. Wawancara

    Laporan ini menggunakan metode wawancara, tanya jawab dengan narasumber dari tempat studi kasus Kementerian Agama Kabupaten Tangerang dengan Stakeholder bernama M.Sarja,S.Ag,M.Pd yaitu selaku Staf Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.

  3. Studi Pustaka

Metode Studi Pustaka, yaitu metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari beberapa sumber-sumber literature seperti buku, jurnal, makalah, internet, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian sebagai bahan referensi dalam penyusunan laporan skripsi ini.

Metode Analisa

Pada metode ini penulis menganalisa suatu sistem keamanan melalui Arduino apakah kekurangan dari sistem tersebut. Pada sistem sekarang pengamanan masih kurang efektif.

Metode Perancangan

Dalam metode perancangan ini kita dapat mengetahui bagaimana sistem itu dirancang dan alat apa saja yang dibutuhkan.

Metode Sistem

Sistem yang digunakan dalam penulisan Skripsi ini adalah pendekatan evolutionary, di mana penulis melakukan pengembangan terhadap Motor DC secara terkontrol melalui media Voice Via Bluetooth.

Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas tentang penulisan skripsi ini, maka penulis mengelompokan materi penulisan menjadi 5 bab yang yang masing-masing saling berkaitan antara bab satu dengan yang lainya, sehingga menjadi kesatuan yang utuh, yaitu:

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang uraian latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Berisi tentang uraian mengenai teori-teori dasar yang akan mendukung pembahasan masalah yang berkaitan dengan judul penelitian.

BAB III : PEMBAHASAN

Berisi tentang visi dan misi intansi kementerian agama kab.tangerang serta cara kerja “Sistem Keamanan Ruangan Menggunakan Voice Via Bluetooth Berbasis Arduino Pada Kementrian Agama Kabupaten Tangerang”.

BAB IV : HASIL PENELITIAN

Bab ini menjelaskan rancangan sistem yang diusulkan, rancangan basis data, flowchart sistem yang diusulkan, rancangan sistem tampilan layar, konfigurasi sistem yang berjalan, testing, evaluasi, implementasi, dan estimasi biaya. Serta pembahasan secara detail final elisitasi yang ada di bab sebelumnya, di jabarkan secara satu persatu dengan menerapkan konsep sesudah adanya sistem yang diusulkan.

BAB V : PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II
LANDASAN TEORI

Teori Umum

Konsep Dasar Sistem

  1. Definisi Sistem

    Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau bagian dari sistem-sistem. Komponen atau subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Ada banyak definisi mengenai sistem diantaranya adalah:

    Menurut Mustakini (2010:34)[1],“Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu”.

    Menurut Sutarman (2012:13), “Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.

    Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran/tujuan tertentu.

  2. Klasifikasi Sistem

    Menurut Mustakini (2010:54)[1], Suatu sistem memiliki klasifikasi sebagai berikut:

    a. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau subsistem-subsistem.

    Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama dalam membentuk suatu kesatuan. Komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk sub-sistem.

    b. Suatu sistem mempunyai batas sistem (boundary).

    Batasan sistem membatasi antara sistem yang satu dengan yang lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya.

    c. Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (environment).

    Lingkungan luar sistem adalah suatu bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut.

    d. Suatu sistem mempunyai penghubung (interface).

    Penghubung sistem merupakan media yang menghubungkan sistem dengan sub-sistem yang lain, dengan demikian dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk suatu kesatuan.

    e. Suatu sistem mempunyai tujuan (goal).

    Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goals) atau sasaran sistem (objective). Sebuah sistem dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuannya, jika suatu sistem tidak mempunyai tujuan maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

  3. Karakteristik Sistem

Menurut Mustakini (2010:53)[1], bahwa suatu sistem mempunyai karakteristik. Karakteristik sistem adalah sebagai berikut:

a. Sistem abstrak (abstact system) dan sistem fisik (phisical system)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tempak secara fisik, misalnya sistem teknologi yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sitem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

b. Sistem Alami (natural system) dan Sistem Buatan Manusia (human made system)

Sistem alami adalah sistem yang keberadaannya terjadi secara alami/natural tanpa campuran tangan manusia. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sebagai hasil kerja manusia. Contoh sistem alamiah adalah sistem tata surya yang terdiri dari atas sekumpulan planet, gugus bintang dan lainnya. Contoh sistem abstrak dapat berupa sistem komponen yang ada sebagai hasil karya teknologi yang dikembangkan manusia.

c. Sistem pasti (deterministic system) dan sistem tidak tentu (probobalistic system)

Sistem tertentu adalah sistem yang tingkah lakunya dapat ditentukan/diperkirakan sebelumnya. Sedangkan sistem tidak tentu sistem tingkah lakunya tidak dapat ditentukan sebelumnya. Sistem aplikasi komputer merupakan contoh sistem yang tingkah lakunya dapat ditentukan sebelumnya. Program aplikasi yang dirancangdan dikembangkan oleh manusia dengan menggunakan prosedur yang jelas, terstruktur dan baku.

d. Sistem Tertutup (closed system) dan Sistem Terbuka (open system)

Sistem tertutup merupakan sistem yang tingkah lakunya tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebaliknya, sistem terbuka mempunyai prilaku yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Sistem aplikasi komputer merupakan sistem relative tertutup, karena tingkah laku sistem aplikasi komputer tidak dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi diluar sistem

Konsep Dasar Kendali / Kontrol

1. Definisi Pengontrolan

Menurut Erinofiardi (2012:261)[2], “Suatu system control otomatis dalam suatu proses kerja berfungsi mengendalikan proses tanpa adanya campur tangan manusia (otomatis)”.

Kontrol otomatis mempunyai peran penting dalam dunia industri modern saat ini. Seiring perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem kontrol otomatis telah mendorong manusia untuk berusaha mengatasi segala permasalahan yang timbul di sekitarnya dengan cara yang lebih mudah, efisien dan efektif. Adanya kontrol otomatis secara tidak langsung dapat menggantikan peran manusia dalam meringankan segala aktifitasnya.

Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pengontrolan berasal dari kata kontrol. Kontrol sama dengan pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian. Pada industri besar dan modern sangat memerlukan tenaga ahli perencanaan sistem pengendali dan perancangan desain sistem pengendali, termasuk teknisi profesional sebagai operator. Tidak menutup kemungkinan bahwa pengontrolan berasal dari berbagai disiplin ilmu yang saling berhubungan karena teori sistem pengendali modern dikembangkan guna mengatasi kerumitan yang dijumpai pada berbagai system pengendalian yang menuntut kecepatan dan ketelitian yang tinggi dengan hasil output yang optimal.

Dalam sistem pengendali kita mengenal adanya sistem pengendali Loop Terbuka (Open-loop Control System) dan Sistem Pengendali Loop Tertutup ( Closed-loop Control System ).

Jenis- jenis Pengontrolan

  1. Sistem Kontrol Loop Terbuka

    Menurut Erinofiardi (2012:261)[2] sistem kontrol loop terbuka adalah ”suatu sistem kontrol yang keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi pengontrolan. Dengan demikian pada sistem kontrol ini, nilai keluaran tidak di umpan-balikkan ke parameter pengendalian.”

    Gambar 2.1 Sistem pengendali loop terbuka

    Sumber : Erinofiardi (2012:261)

    Gambar diagram blok diatas menggambarkan bahwa didalam sistem tersebut tidak ada proses umpan balik untuk memperbaiki keadaan alat terkendali jika terjadi kesalahan. Jadi tugas dari elemen pengendali hanyalah memproses sinyal masukan kemudian mengirimkannya ke alat terkendali.

  2. Sistem Kontrol Loop Tertutup

Menurut Erinofiardi (2012:261)[2] sistem kontrol loop tertutup adalah “Suatu sistem kontrol yang sinyal keluarannya memiliki pengaruh langsung terhadap aksi pengendalian yang dilakukan.” Yang menjadi ciri dari sistem pengendali tertutup adalah adanya sinyal umpan balik. Sinyal umpan balik merupakan sinyal keluaran atau suatu fungsi keluaran dan turunannya, yang diumpankan ke elemen kendali untuk memperkecil kesalahan dan membuat keluaran sistem mendekati hasil yang diinginkan.

Gambar 2.2 Sistem pengendali loop tertutup

Sumber : Erinofiardi (2012:261)

Gambar diatas menyatakan hubungan antara masukan dan keluaran dari suatu loop sistem tertutup. Sinyal input yang sudah dibandingkan dengan sinyal umpan balik menghasilkan sinyal selisih atau sinyal kesalahan yang akan dikirimkan ke dalam elemen pengendali sehingga kemudian menghasilkan sebuah sinyal keluaran yang akan dikirim ke alat terkendali.

Sinyal input berupa masukan referensi yang akan menentukan suatu nilai yang diharapkan bagi sistem yang dikendalsikan tersebut. Dalam berbagai sistem pengendalian, sinyal input dihasilkan oleh mikrokontroler.

Teori Khusus

Konsep Dasar Arduino

  1. Definisi Arduino

    Menurut Sulaiman (2012:1), arduino merupakan platform yang terdiri dari software dan hardware. Hardware Arduino sama dengan mikrocontroller pada umumnya hanya pada arduino ditambahkan penamaan pin agar mudah diingat. Software Arduino merupakan software open source sehingga dapat di download secara gratis. Software ini digunakan untuk membuat dan memasukkan program ke dalam Arduino. Pemrograman Arduino tidak sebanyak tahapan mikrocontroller konvensional karena Arduino sudah didesain mudah untuk dipelajari, sehingga para pemula dapat mulai belajar mikrocontroller dengan Arduino.

    Menurut Santosa (2012:1), arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open source yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel.

    Berdasarkan dua definisi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa arduino merupakan kit elektronik atau papan rangkaian elektronik yang didalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel serta sofware pemrograman yang berlisensi open source.

  2. Hardware Arduino

    Menurut Sulaiman (2012:1) Arduino merupakan platform open source baik secara hardware dan software. Arduino terdiri dari mikrocontroller megaAVR seperti ATmega8, ATmega168, ATmega328, ATmega1280, dan ATmega 2560 dengan menggunakan Kristal osilator 16 MHz, namun ada beberapa tipe Arduino yang menggunakan Kristal osilator 8 MHz. Catu daya yang dibutuhkan untuk mensupply minimum sistem Arduino cukup dengan tegangan 5 VDC. Port arduino Atmega series terdiri dari 20 pin yang meliputi 14 pin I/O digital dengan 6 pin dapat berfungsi sebagai output PWM (Pulse Width Modulation) dan 6 pin I/O analog. Kelebihan Arduino adalah tidak membutuhkan flash programmer external karena di dalam chip microcontroller Arduino telah diisi dengan bootloader yang membuat proses upload menjadi lebih sederhana. Untuk koneksi terhadap komputer dapat menggunakan RS232 to TTL Converter atau menggunakan Chip USB ke Serial converter seperti FTDI FT232.

    Gambar 2.3 Papan Arduino USB Standar

    Sumber : Djuandi (2011:5)

    Arduino board sendiri telah tersedia dalam banyak jenis baik yang sudah berkoneksi USB maupun serial. Contoh Arduino yang terkoneksi dengan USB seperti: Arduino Uno, Arduino Duemilanove, Arduino Diecimila, Arduino NG Rev. C , Arduino FIO, dan Arduino lilypad. Untuk lilypad memiliki ukuran sebesar kancing baju dan anti air sehingga dapat dicuci. Sedangkan Arduino Severino merupakan contoh untuk yang terkoneksi secara serial. Untuk para pemula yang bingung memiliih jenis board yang cocok, dapat memilih Arduino Duemilanove atau Arduino UNO karena kedua jenis ini yang paling banyak digunakan. Namun jika ingin berkreasi lebih maka dapat membuat board sendiri dengan menyesuaikan kebutuhan dan dana yang ada. Selain Arduino board, juga terdapat perangkat tambahan yang disebut shield untuk pengembangan Arduino. Dengan shield ini maka tidak perlu lagi repot menyolder karena semua sudah didesain sesuai dengan pin arduino. Contoh shield seperti : Ethernet shield untuk mengkoneksikan arduino dengan LAN, Xbee untuk memungkinkan beberapa arduino berkomunikasi secara wireless.

    Gambar 2.4 Arduino USB

    Sumber : (Djuan di 2011:5)

  3. Sofware Arduino

Menurut Sulaiman (2012:1) arduino diciptakan untuk para pemula bahkan yang tidak memiliki basic bahasa pemrograman sama sekali karena menggunakan bahasa C++ yang telah dipermudah melalui library. Arduino menggunakan Software Processing yang digunakan untuk menulis program kedalam Arduino. Processing sendiri merupakan penggabungan antara bahasa C++ dan Java. Software Arduino ini dapat di-install di berbagai operating system (OS) seperti: LINUX, Mac OS, Windows. Software IDE Arduino terdiri dari 3 (tiga) bagian:

1. Editor program, untuk menulis dan mengedit program dalam bahasa processing. Listing program pada Arduino disebut sketch.

2. Compiler, modul yang berfungsi mengubah bahasa processing (kode program) kedalam kode biner karena kode biner adalah satu–satunya bahasa program yang dipahami oleh mikrocontroller.

3. Uploader, modul yang berfungsi memasukkan kode biner kedalam memori mikrocontroller.

Struktur perintah pada arduino secara garis besar terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu void setup dan void loop. Void setup berisi perintah yang akan dieksekusi hanya satu kali sejak arduino dihidupkan sedangkan void loop berisi perintah yang akan dieksekusi berulang-ulang selama arduino dinyalakan.

Gambar 2.5 Arduino Software

Sumber : http://thingm.com

Konsep Dasar Mikrokontroler

  1. Definisi Mikrokontroller

    Menurut Setiawan (2011:1) Mikrokontroller adalah suatu IC dengan kepadatan yang sangat tinggi, dimana semua bagian yang diperlukan untuk suatu kontroler sudah dikemas dalam satu keping, biasanya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), RAM (Random Access Memory), EEPROM/EPROM/PROM/ROM, I/O, Serial & Parallel, Timer, Interupt Controller.

    Menurut Fauzi (2011:1) Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umunya dapat menyimpan program didalamnya.

    Berdasarkan definisi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa mikrokontroller adalah suatu IC yang didesain atau dibentuk dengan kepadatan yang sangat tinggi, dimana semua bagian yang diperlukan suatu kontroler sudah dikemas dalam satu keping, biasanya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), RAM (Random Access Memory), EEPROM/EPROM/PROM/ROM, I/O, Serial & Parallel, Timer, Interupt Controller dan berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik serta umunya dapat menyimpan program didalamnya.

    Menurut Setiawan (2011:10) Seperti umumnya komputer, mikrokontroler adalah alat yang mengerjakan instruksi-instruksi yang diberikan kepadanya. Artinya, bagian terpenting dan utama dari suatu sistem terkomputerisasi adalah program itu sendiri yang dibuat oleh seorang programmer. Program ini menginstruksikan komputer untuk melakukan jalinan yang panjang dari aksi-aksi sederhana untuk melakukan tugas yang lebih kompleks yang diinginkan oleh programmer.

    Gambar 2.6 Blok Hardware Mikrokontroller

  2. Arsitektur Mikrokontroller

    Menurut Setiawan (2011:11) arsitektur adalah rancangan hardware internal yang berkaitan dengan: tipe, jumlah dan ukuran register serta rangkaian lainnya. Arsitektur pada sebuah mikrokontroler sangat mempengaruhi kinerja pada saat melakukan proses pengendalian (control).

    Menurut Setiawan (2011:11) Semua jenis mikrokontroler didasarkan pada arsitektur Von-Neuman atau arsitektur Harvard.

    a. Arsitektur Von-Neuman

    Mikrokontroler yang di disain berdasarkan arsitektur ini memilik sebuah data bus 8-bit yang dipergunakan untuk fetch instruksi dan data. Program (instruksi) dan data disimpan pada memori

    utama secara bersama-sama. Ketika kontroler mengalamati suatu alamat di memori utama, hal pertama yang dilakukan dalah mengambil instruksi untuk dilaksanakan dan kemudian mengambil data pendukung dari instruksi tsb. Cara ini memperlambat operasi.

    Gambar 2.7 Arsitektur Mikrokontroller Von-Neuman

    b. Arsitektur Harvard

    Arsitektur ini memilik bus data dan instruksi yang terpisah, sehingga memungkinkan eksekusi dilakukan secara bersamaan. Secara teoritis hal ini memungkinkan eksekusi yang lebih cepat tetapi dilain pihak memerlukan disain yang lebih kompleks.

    Gambar 2.8 Arsitektur Mikrokontroller Harvard

    Didalam mempelajari mikrokontroler, kita dituntut untuk dapat menguasai dua hal yang sangat pokok, berdasarkan arsitektur mikrokontroler tersebut kedua hal tersebut adalah hardware dan software.

    dari mikrokontroler. Hardware akan sangat kita perlukan ketika kita akan manggunakan mikrokontroler untuk berhubungan dengan device (perangkat) yang sifatnya berada diluar mikrokontroler, software (instruksi) dalam hal ini juga tidak kalah penting karena didalam mengendalikan suatu system kita juga harus memahami instruksi dari mikrokontroler yang digunakan.

  3. Instruksi Mikrokontroller

    Menurut Setiawan (2011:12) Instruksi pada mikrokontroler dikenal ada 2 yaitu:

    • CISC

    Saat ini hampir semua mikrokontroler adalah mikrokontroler CISC (Complete Instruction Set Computer). Biasanya memiliki lebih dari 80 instruksi. Keunggulan dari CISC ini adalah adanya instruksi yang bekerja seperti sebuah makro, sehingga memungkinkan programmer untuk menggunakan sebuah instruksi menggantikan beberapa instruksi sederhana lainnya.

    • RISC

    Saat ini kecenderungan industri untuk menggunakan disain mikroprosesor RISC (Reduced Instruction Set Computer). Dengan menggunakan jumlah instruksi yang lebih sedikit, memungkinkan lahan pada chip (silicon real-estate) digunakan untuk meningkatkan kemampuan chip. Keuntungan dari RISC adalah kesederhanaan disain, chip yang lebih kecil, jumlah pin sedikit dan sangat sedikit mengkonsumsi daya.

  4. Macam Memory Pada Mikrokontroller

    Menurut Setiawan (2011:12) Mikrokontroller mempunyai beberapa macam memory antara lain :

    Eeprom – Electrically Erasable Programmable Read Only Memory

    Beberapa mikrokontroler memiliki EEPROM yang terintegrasi pada chipnya. EEPROM ini dugunakan untuk menyimpan sejumlah kecil parameter yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Jenis memori ini bekerja relatif pelan, dan kemampuan untuk dihapus/tulis nya juga terbatas.

    FLASH (EPROM)

    FLASH meberikan pemecahan yang lebih baik dari EEPROM ketika dibutuhkan sejumlah besar memori non-volatile untuk program. FLASH ini bekerja lebih cepat dan dapat dihapus/tulis lebih sering dibanding EEPROM.

    Battery Backed-Up Static RAM

    Memori ini sangat berguna ketika dibutuhkan memori yang besar untuk menyimpan data dan program. Keunggulan utama dari RAM statis adalah sangat cepat dibanding memori non-volatile, dan juga tidak terdapat keterbatasan kemampuan hapus/tulis sehingga sangat cocok untuk aplikasi untuk menyimpan dan manipulasi data secara lokal.

    Field Programming/Reprogramming

    Dengan menggunakan memori non-volatile untuk menyimpan program akan memungkinkan mikrokontroler tersebut untuk diprogram ditempat, tanpa melepaskan dari sistem yang dikontrolnya. Dengan kata lain mikrokontroler tersebut dapat diprogram setelah dirakit pada PCB.

    Otp – One Time Programmable

    Mikrokontroler OTP adalah mikrokontroler yang hanya dapat diprogram satu kali saja dan tidak dapat dihapus atau dimodifikasi. Biasanya digunakan untuk produksi dengan jumlah terbatas. OTP menggunakan EPROM standard tetapi tidak memiliki jendela untuk menghapus programnya.

    Software Protection

    Dengan encryption atau proteksi fuse, software yang telah diprogramkan akan terlindungi dari pembajakan, modifikasi atau rekayasa ulang. Kemampuan ini hanya dipunyai oleh komponen OTP atau komponen yang dapat diprogram ulang. Pada komponen jenis Mask ROM tidak diperlukan proteksi, hal ini dikarenakan untuk membajak isi programnya seseorang harus membacanya (visual) dari chip nya dengan menggunakan mikroskop elektron.

  5. Input/Output Mikrokontroller

    Menurut Setiawan (2011:14) Mikrokontroller mempunyai beberapa Input/Output diantaranya yaitu :

    • UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter) adalah adapter serial port adapter untuk komunikasi serial asinkron.

    • USART (Universal Synchronous/Asynchronous Receiver Transmitter) merupakan adapter serial port untuk komunikasi serial sinkron dan asinkron. Komunikasi serial sinkron tidak memerlukan start/stop bit dan dapat beroperasi pada click yang lebih tinggi dibanding asinkron.

    • SPI (serial peripheral interface) merupakan port komunikasi serial sinkron.

    • SCI (serial communications interface) merupakan enhanced UART (asynchronous serial port).

    • I2C bus (Inter-Integrated Circuit bus) merupakan antarmuka serial 2 kawat yang dikembangkan oleh Philips. Dikembangkan untuk aplikasi 8 bit dan banyak digunakan pada consumer elektronik, otomotif dan indistri. I2C bus ini berfungsi sebagai antarmuka jaringan multi-master, multi-slave dengan deteksi tabrakan data. Jaringan dapat dipasangkan hingga 128 titik dalam jarak 10 meter. Setiap titik dalam jaringan dapat mengirim dan menerima data. Setiap titik dalam jaringan harus memiliki alamat yang unik.

    Analog to Digital Conversion (A/D). Fungsi ADC adalah merubah besaran analog (biasanya tegangan) ke bilangan digital. Mikrokontroler dengan fasilitas ini dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan informasi analog (misalnya voltmeter, pengukur suhu dll). Terdapat beberapa tipe dari ADC sbb:

    o Succesive Approximation A/D converters.

    o Single Slope A/D converters.

    o Delta-Sigma A/Ds converters.

    o Flash A/D.

    • D/A (Digital to Analog) Converters. Kebalikan dar ADC seperti diatas.

    • Comparator. Mikrokontroler tertentu memiliki ssebuah atau lebih komparator. Komparator ini bekerja seperti IC komparator biasa tetapi sinyal input/output terpasang pada bus mikrokontroller.

  6. Interupsi

Menurut Setiawan (2011:15) Interupt merupakan metode yang efisien bagi mikrokontroler untuk memproses periperalnya, mikrokontroler hanya bekerja memproses peripheral tsb hanya pada saat terdapat data diperiperal tsb. Pada saat terjadi interupt, mikrokontroler menunda operasi yang sedang dilakukan kemudian mengidentifikasi interupsi yang datang dan menjalankan rutin pelayanan interupsi. Rata-rata mikrokontroler memiliki setidak-tidaknya sebuah interupsi eksternal, interupsi yang dimiliki bisa dipicu oleh edge atau level. Edge triggered interupt bekerja tidak tergantung pada pada waktu terjadinya interupsi, tetapi interupsi bisa terjadi karena glitch. Sedangkan Level triggered interupt harus tetap pada logika high atau low sepanjang waktu tertentu agar dapat terjadi interupsi, interupsi ini tahan terhadap glitch Interrupts ada 2.

Maskable Interrupts

Dengan maskable interupt kita dapat bebas memilih untuk menggunakan satu atau lebih interupsi. Keuntungan maskable interupt ini adalah kita dapat mematikan interupsi pada saat mikrokontroler sedang melakukan proses yang kritis sehingga interupsi yang datang akan diabaikan.

Vectored Interrupts

Pada saat terjadi interupsi, interupt handler secara otomatis akan memindahkan program pada alamat tertentu yang telah ditentukan sesuai dengan jenis interupsi yang terjadi.

Konsep Dasar Flowchart

  1. Definisi Flowchart

    Menurut Sulindawati dan Muhammad Fathoni di dalam Jurnal SAINTIKOM Vol. 9, No. 2 (2010:8)[3], “Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dau urutan-urutan prosedur dari suatu program.

    Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Flowchart adalah bentuk gambar/diagram yang mempunyai aliran satu atau dua arah secara sekuensial.

    Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan di evaluasi lebih lanjut. Bila seorang analisi dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan

  2. Cara Membuat Flow Chart

    Ada beberapa petunjuk dalam pembuatan Flow chart Menurut Menurut Sulindawati dan Muhammad Fathoni dalam Jurnal SAINTIKOM Vol. 9, No. 2 (2010:8):

    1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan kiri ke kanan.

    2. Aktifitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.

    3. Kapan aktifitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas

    4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja.

    5. Setiap langkah dari aktifitas harus berada pada urutan yang benar

    6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati.

    7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar

  3. Jenis-Jenis Flow Chart

Ada lima macam bagan alir yang akan dibahas di modul ini, yaitu sebagai berikut:

a. Bagan Alir Sistem (Systems Flow Chart)

Merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam system secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada dalam system

Gambar 2.9 Bagan Alir Sistem (System Flow Charts)

Sumber : Rachman (2012:116)

b. Bagan Alir Dokumen (Document Flow Chart)

Menelusuri alur dari data yang ditulis melalui sistem. Fungsi utamanya untuk menelusuri alur form dan laporan sistem dari satu bagian ke bagian yang lain.

Gambar 2.10 Bagian Alir Dokumen (Document Flow Chart)

Sumber : Rachman (2012:117)

c. Bagan Alir Skematik (Schematic Flow Chart)

Mirip dengan Flow Chart sistem yang menggambarkan suatu sistem atau prosedur.

Gambar 2.11 Bagan Alir Skematik (Schematic Flow Chart)

Sumber : Rachman (2012:117)

d. Bagan Alir Program (Program Flow Chart)

Merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana setiap langkah program atau prosedur dilaksanakan

Gambar 2.12 Bagian Alir Program (Program Flow Chart)

Sumber : Rachman (2012:117)

e. Bagan Alir Proses (Process Flow Chart)

Merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang memecah dan menganalisis langkah selanjutnya dari sebuah sistem.

Gambar 2.13 Bagan Alir Proses (Process Flow Chart)

Sumber : Rachman (2012:116)

Gambar 2.14 Contoh Variasi Aplikasi Flow Chart

Sumber : Rachman (2012:116)

Konsep Dasar Android

  1. Definisi Android

    Menurut Teguh Arifianto (2011 : 1)[4], android merupakan perangkat bergerak pada sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis linux.

    Menurut Hermawan (2011 :1)[5], Android merupakan OS (Operating System) Mobile yang tumbuh ditengah OS lainnya yang berkembang dewasa ini. OS lainnya seperti Windows Mobile, i-Phone OS, Symbian, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, OS yang ada ini berjalan dengan memprioritaskan aplikasi inti yang dibangun sendiri tanpa melihat potensi yang cukup besar dari aplikasi pihak ketiga. Oleh karena itu, adanya keterbatasan dari aplikasi pihak ketiga untuk mendapatkan data asli ponsel, berkomunikasi antar proses serta keterbatasan distribusi aplikasi pihak ketiga untuk platform mereka.

    Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa android adalah sistem operasi berbasis linux yang sedang berkembang ditengah OS lainnya.

    Android adalah sebuah sistem operasi perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka.

    Android merupakan generasi baru platform mobile yang memberikan kesempatan kepada pengembang untuk melakukan pengembangan sesuai dengan yang diharapkan. Sistem operasi yang mendasari Android merupakan lisensi di bawah naungan GNU, General Public License Versi 2(GPLv2), yang biasa dikenal dengan istilah Copyleft. Istilah copyleft ini merupakan lisensi yang setiap perbaikan oleh pihak ketiga harus terus jatuh di bawah terms.

    Distribusi Android berada di bawah lisensi Apache Software(ASL/Apache2), yang memungkin untuk distribusi kedua atau seterusnya. Pengembang aplikasi Android diperbolehkan untuk mendistribusikan aplikasi mereka di bawah skema lisensi apapun yang mereka inginkan.

    Pengembang memiliki beberapa pilihan dalam membuat aplikasi yang berbasis Android. Namun kebanyakan pengembang menggunakan Eclipse sebagai IDE untuk merancang aplikasi mereka. Hal ini diikarenakan Eclipse mendapat dukungan langsung dari Google untuk menjadi IDE pengembangan aplikasi Android.

    Aplikasi Android dapat dikembangkan pada berbagai sistem operasi, diantaranya adalah:

    a. Windows XP/Vista/7

    b. Mac OS X (Mac OS X 10.48 atau yang lebih baru)

    c. Linux

    1. Perkembangan Android

    Menurut Wahana (2012:2)[6] didalam bukunya mengemukakan perkembangan Android dan keunggulannya diantaranya sebagai berikut:

    a. Android versi 1.1

    Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

    b. Android versi 1.5 (cupcake)

    Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake).Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

    c. Android versi 1.6 (Donut)

    Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus, kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan, CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, gestures, kemampuan dial kontak, teknologi text to change speech, pengadaan resolusi VWGA.

    d. Android versi 2.1 (Eclair)

    Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1. Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikutnya, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik. Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

    e. Android Versi 2.2 (Froyo: Frozen Yogurt)

    Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuanWiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.

    f. Android Versi 2.3 (Gingerbread)

    Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.

    g. Android Versi 3.0 (Honeycomb)

    Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis.

    h. Android Versi 4.0 (Ice cream sandwich)

    Ice Cream Sandwich didesain untuk baik itu telepon ataupun tablet. Android ICS menawarkan banyak peningkatan dari apa yg sudah ada di Gingerbread dan Honeycomb dengan pada saat yang sama memberikan inovasi-inovasi baru. Beberapa peningkatan itu antara lain kemampuan copy paste yang lebih baik, data logging dan warnings, dan kemampuan utk mengambil screenshot dengan menekan power dan volume bersamaan. Selain itu keyboardnya dan kamus juga mendapat perbaikan. Inovasi-inovasi baru di ICS antara lain penggunaan font “Roboto”. di Android 4.0 Ice Cream Sandwich System Bar dan Action Bar. adanya Android 4.0 Ice Cream Sandwich voice control yang memungkinkan kita mendikte teks yang ingin kita ketik. Selain itu Face Unlock merupakan salah satu hal yang menonjol di Android versi baru ini. Juga ada NFC based app yang disebut Android Bump, yang memungkinkan pengguna untuk bertukar informasi/data hanya dengan menyentuhkan gadget.

    i. Android Versi 4.1 (Jelly bean)

    Android Jelly Bean yaang diluncurkan pada acara Google I/O lalu membawa sejumlah keunggulan dan fitur baru. Penambahan baru diantaranya meningkatkan input keyboard, desain baru fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat. Tidak ketinggalan Google Now juga menjadi bagian yang diperbarui. Google Now memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat pula. Salah satu kemampuannya adalah dapat mengetahui informasi cuaca, lalu-lintas, ataupun hasil pertandingan olahraga. Sistem operasi Android Jelly Bean 4.1 muncul pertama kali dalam produk tablet Asus, yakni Google Nexus 7.

    j. Android Versi 4.4 (Kitkat)

    Android 4.4 KitKat adalah system operasi yang baru saja diluncurkan oleh Google dan Android 4.4 KitKat sebenarnya adalah versi update dari system operasi android yang lama yaitu Android 4.3 Jelly Bean. Tujutan diluncurkannya update terbaru adalah untuk memperbaiki bug (celah) ataupun menyempurnakan system operasi Android sebelumnya. Dari segi perbedaan yang paling terlihat pasti dari segi tampilan dan navigasi. Selain itu dari segi keamanan juga lebih baik dan sempurna karena telah menutup sejumlah bug (celah) yang ada. Selain penyempurnaan dan perbaikan, Android 4.4 KitKat juga memiliki sejumlah fitur unggulan yang tidak ada di pendahulunya yaitu Android 4.3 Jelly Bean.

  2. Definisi Basic4Android

    Basic4android adalah Development Tool sederhana yang powerful untuk membangun aplikasi android. Bahasa Basic4android mirip dengan bahasa Visual Basic dengan tambahan dukungan untuk objek. Aplikasi android (APK) yang di-compile oleh Basic4android adalah aplikasi android native/asli dan tidak ada extra runtime seperti di Visual Basic yang ketergantungan file msvbvm60.dll, yang pasti aplikasi yang di-compile oleh Basic4android adalah NO DEPENDENCIES (tidak ketergantungan file lain). IDE Basic4android hanya fokus pada Development Android.

    Gambar 2.15 Sumber: Basic4android Datasheet (2012:1)

    Sumber : Gambar 2.6. Tampilan Basic4android(2012:261)

    Basic4android termasuk designer GUI untuk aplikasi android yang powerful dengan dukungan Built-in untuk multiple screens dan orientations, serta tidak dibutuhkan lagi penulisan XML yang rumit.

    Gambar 2.16 Sumber: Basic4android Datasheet (2012:2)

    Sumber : Gambar 2.7. Desain Basic4android(2012:261)

  3. Android SDK

    Menurut Nazruddin Safaat H (2011:15)[7], “SDK (Software Development Kit) merupakan alat bantu dan API dalam mengembangkan aplikasi pada platform android menggunakan bahasa pemrograman JAVA”

    SDK Android sebenarnya adalah kumpulan tools yang di sediakan oleh google untuk para pengembang yang ingin mencoba mengembangkan aplikasi android nya. Sdk sendiri merupakan kependekan dari system development kits, dalam sdk ini terdapat tools tool yang di butuhkan dalam pengembangan android, diantaranya adalah:

    Basic4android termasuk designer GUI untuk aplikasi android yang powerful dengan dukungan Built-in untuk multiple screens dan orientations, serta tidak dibutuhkan lagi penulisan XML yang rumit.

    Gambar 2.17 Tampilan Tools SDK

    a. adb shell

    Adb sendiri merupakan bagian dari android development bridge yang dapat menjalankan terminal android seperti anda menjalankan terminal pada sistem operasi linux, dan command yang terdapat adalam adb shell sendiri sama seperti command linux pada umumnya, dan sistem yang berjalan pun juga hampir sama seperti linux pada umumnya.

    b. Android simulator

    Fungsi dari android simulator ini berguna untuk para programer yang ingin melakukan testing aplikasi yang di buat nya kedalam sistem operasi android secara virtual sebelum mengaplikasikanya kedalam handset android sebenarnya, bila kita menjalankan android virtual ini, yang kita lihat sama seperti kita menjalankan handset android yang sesungguh nya, dan versi versi android terdahulu juga bisa kita jalankan apabila kita menginstal dan mendownload nya pada situs resmi google.

    Gambar 2.18 Tampilan Android Simulator

    c. DDMS

    DDMS dapat mencatat semua log yang aktif yang di lakukan pada ponsel android, hal ini memungkinkan para pengembang juga dapat melakukan benchmark terhadap aplikasi yang dibuatnya apabila sudah di terapkan langsung dalam ponsel android.

  4. Apk Android

APK adalah paket aplikasi Android (Android PacKage). APK umumnya digunakan untuk menyimpan sebuah aplikasi atau program yang akan dijalankan pada perangkat Android.

APK pada dasarnya berupa compress file seperti zip file, karena berisi dari kumpulan file. APK dapat diperoleh melalui berbagai metode, seperti menginstall sebuah aplikasi melalui Play Store, download dari sebuah situs web kemudian diinstall secara manual, atau membuat dan mengembangkan sendiri dengan bahasa yang sebagian besar berbasis Java.

Konsep Dasar Bluetooth

  1. Definisi Bluetooth

    Menurut Yogyo Susaptoyono (2012:5) Bluetooth adalah teknologi yang memungkinkan dua perangkat yang kompatibel, seperti telepon dan PC untuk berkomunikasi tanpa kabel dan tidak memerlukan koneksi saluran yang terlihat. Teknologi ini memberikan perubahan yang Bluetooth sesungguhnya merupakan spesifikasi industri untuk jaringan wilayah pribadi nirkabel (WPAN). Bluetooth menfasilitasi koneksi dan pertukaran informasi di antara alat-alat seperti PDA, ponsel, komputer laptop, printer, dan kamera digital melalui frekuensi radio jarak dekat.

  2. Sejarah Bluetooth

    Nama Bluetooth sendiri diambil dari nama seorang raja di Denmark yang bertakhta pada abad ke 10, yakni raja Harald Bluetooth. Pada masa hidupnya, raja tersebut aktif berdiplomasi memfasilitasi perundingan-perundingan untuk mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa. Para penemu teknologi Bluetooth menganggap nama belakang raja tersebut sesuai dengan sifat teknologi nirkabel itu. Spesifikasi Bluetooth pertama kali dikembangkan oleh Ericsson, yang saat ini menjadi Sony Ericsson dan Ericsson mobile Platforms. Bluetooth kemudian diresmikan oleh Special Interest Group (SIG), yang berdiri pada 20 mei 1999. organisasi terssebut didirikan oleh Sony Ericsson, IBM, Intel, Toshiba dan Nokia. Sebagai standar radio dan protokol komunikasi, Bluetooth dirancang untuk bekerja hemat daya, dengan daya jangkau pendek, berbasis transceiver microchip murah. Untuk mengamankan komunikasi dari penyadapan, Bluetooth mengandalkan algoritma SAFER+ untuk otentikasi dan pembuatan kunci. Sementara itu, enkripsi paket data dipercayakan pada teknologi E0 StreamChipher.

  3. Versi Bluetooth

    Versi-versi pertama adalah Bluetooth 1.0 dan Bluetooth 1.0 B. Perbaikan terus dilakukan dengan kelahiran Bluetooth 1.1 . Versi ini antara lain mendukung untuk channel yang tidak dapat terenkripsi. Berikutnya tercipta Bluetooth 1.2 yang memiliki kecepatan transmisi lebih tinggidan lebih tahan terhadap interferensi frekuensi radio. Dan versi terbaru yang baanyak diadopsi gadget-gadget muthakhir pada saat ini adalah Bluetooth 2.0. Signifikan terhadap peralatan elektronik yang kita gunakan. Bluetooth memperbaiki penggunaan teknologi kabel yang cenderung menyulitkan ini dengan cara menghubungkan beberapa peralatan tanpa menggunakan kabel.

  4. Cara Kerja Bluetooth

Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz (antara 2.402 GHz sampai 2.480 GHz) yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host to host Bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Bluetooth dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) di mana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11 , hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah. Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel di dalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam. Bluetooth bekerja menggunakan frekuensi radio. Beda dengan inframerah yang mendasarkan diri pada gelombang cahaya. Jaringan Bluetooth bekerja pada frekuensi 2.402 Giga Hertz sampai dengan 2.480 Giga Hertz. Dibangkitkan dengan daya listrik kecil sehingga membatasi daya jangkaunya hanya sampai 10 meter. Penetapan frekuensi ini telah distandardisasi secara internasional untuk peralatan elektronik yang dipakai untuk kepentingan industri, ilmiah, dan medis. Kecepatan transfer data Bluetooth rilis 1.0 adalah 1 megabit per detik (Mbps), sedangkan versi 2.0 mampu menangani pertukaran data hingga 3 Mbps. Sepasang peralatan Bluetooth yang telah tersambung akan membentuk Personal Area Network, disebut juga piconet dan mengacak frekuensi. Akan terjadi transaksi dan percakapan antar peralatan secara otomatis apakah ada data yang hendak dipertukarkan dan pihak manakah yang akan mengontrol komunikasi. Jika dikaitkan dengan masalah keamanan data, maka dapat dikatakan bahwa banyak hal yang perlu mendapat perhatian ekstra pada penggunaan Bluetooth. Koneksi antar peralatan Bluetooth tidak memerlukan campur tangan dari pengguna, melainkan terjadi secara otomatis. Begitu peralatan Bluetooth terdeteksi dan koneksi terbentuk, maka siapa saja dapat mengirimkan data ke peralatan Bluetooth. Beberapa manufaktur peralatan mobile saat ini telah mulai menerapkan teknologi secure Bluetooth, yaitu dengan menggunakan password pada perangkat Bluetooth tersebut.

Konsep Dasar Sensor Ultrasonik

1. Definisi Sensor Ultrasonik

Sensor Ultrasonik adalah alat elektronika yang kemampuannya bisa mengubah dari energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk gelombang suara ultrasonic. Sensor ini terdiri dari rangkaian pemancar Ultrasonic yang dinamakan transmitter dan penerima ultrasonic yang disebut receiver. Alat ini digunakan untuk mengukur gelombang ultrasonic. Gelombang ultrasonic adalah gelombang mekanik yang memiliki cirri-ciri longitudinal dan biasanya memiliki frekuensi di atas 20 Khz. Gelombong Utrasonic dapat merambat melalui zat padat, cair maupun gas. Gelombang Ultrasonic adalah gelombang rambatan energi dan momentum mekanik sehingga merambat melalui ketiga element tersebut sebagai interaksi dengan molekul dan sifat enersia medium yang dilaluinya.

Gambar 2.19 Sensor Ultrasonik

Sumber : komponenelektronika.biz

Ada beberapa penjelasan mengenai gelombang ultrasonic. Sifat dari gelombang ultrasonik yang melalui medium menyebabkan getaran partikel dengan medium aplitudo sama dengan arah rambat longitudinal sehingga menghasilkan partikel medium yang membentuk suatu rapatan atau biasa disebut strain. Proses lanjut yang menyebabkan terjadinya rapatan dan regangan di dalam medium disebabkan oleh getaran partikel secara periodic selama gelombang ultrasonic lainya. Gelombang ultrasonic merambat melalui udara dengan kecepatan 344 meter per detik, mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor ultrasonik. Seperti yang telah umum diketahui, gelombang ultrasonik hanya bisa didengar oleh makhluk tertentu seperti kelelawar dan ikan paus. Kelelawar menggunakan gelombang ultrasonic untuk berburu di malam hari sementara paus menggunakanya untuk berenang di kedalaman laut yang gelap.

Perhitungan waktu yang diperlukan modul sensor Ping untuk menerima pantulan pada jarak tertentu mempunyai rumus S= (tIN x V) : 2. Rumus diatas mempunyai keterangan sebagai berikut. (S) adalah jarak antara sensor ultrasonik dengan obyek yang terdeteksi. (V) adalah cepat rambat gelombang ultrasonik di udara dengan kecepatan normal (344 meter per detik) (tIN) adalah selisih waktu pemancaran dan penerimaan pantulan gelombang. Ada 3 prinsip kerja dari sensor ultrasonik yaitu, sinyal dipancarkan melalui pemancar gelombang ultrasonic. Sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan kecepatan bunyi berkisar 344 m/s. Dan yang terakhir sinyal yang sudah diterima akan diproses untuk menghitung jaraknya.

Gambar 2.20 pemancar dan penerima pada sensor ultrasonic

Komponen Elektronika

1. 1. Lampu LED

Lampu LED atau kepanjangannya (Light Emitting Diode) adaah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukan status dari perangkat elektronika tersebut. Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu led power dan power saving. Lampu led terbuat dari plastic dan diode semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 Volt DC). Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu led, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Bentuk fisik dari lampu led dapat dilihat pada gambar 2.7 sebagai berikut :

Gambar 2.21 Lampu Led

Sumber : diambil dari marktechopto.com

  1. Fungsi Lampu Led

    Led (Light Emitting Diode) merupakan lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita. Led dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel serta komputer. Sebagai pesaing lampu bolham dan neon, saat ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan kita bisa temukan pada korek api yang kita gunakan. Led sebagai model lampu masa kedepan dianggap dapat menekan pemanasan global karena efisiennya.

  2. Resistor

    Resistor atau tahanan adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur serta menghambat arus listrik. Resistor adalah komponen dasar elektronika yang dipergunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sesuai tempat resistor bersifat resitif dan biasanya komponen ini terbuat dari bahan karbon. Berdasarkan Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari resistor disebut Ohm atau dilambangkan symbol W (Omega). Untuk menghitung hambatan pada resistor dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

    Keterangan :

    V = tegangan listrik (Volt)

    I = arus yang mengalir (Ampere)

    R = tahanan (Ohm)

    Untuk mengetahui nilai resistor berdasarkan warnanya dapat dilihat pada gambar 2.6 sebagai berikut :

    Gambar 2.22 Table baca resistor

    Sumber : Rusmadi (2009:13)

    Penjelasan dari kode warna resistor pada gambar 2.13. sebagai berikut :

    Kode I, menyatakan angka ke satu

    Kode II, menyatakan angka ke dua

    Kode III, menyatakan factor pengali

    Kode IV, menyatakan nilai toleransi atau batas anatara nilai tahanan terbesar dengan nilai tahanan terkecil.

    Misalnya diketahui warna tahanan terdiri dari merah,-hijau-orange-emas, berarti nilai resistansinya = 25.000 ohm ± 5% = 25 K ohm ±5%.

    Nilai maksimal dari resistansinya = 25.000 + (25.000X5%)=26.250 ohm.

    Nilai maksimal dari resistansinya = 25.000 – (25.000X5%)=26.250 ohm.

    Menurut macamnya resistor terbagi dua macam yaitu :

    1. Resistor Tetap (Fixed Resistor)

    Resistor tetap adalah resistor yang memliki nilai hambatan yang tetap tidak dapat diubah-ubah. Apabila nilai tahannya semakin besar, maka arus semakin kecil. Sebaliknya bila nilai tahanannya kecil, maka arus yang mengalir semakin besar. Resistor sesuai dengan kemampuan dayanya. Adapun resistor tidak tetap dapat dilihat pada gambar 2.14. :

    Gambar 2.23 Bentuk fisik dan symbol resistor tetap

    2. Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

    Ialah Resistor yang nilai hambatannya atau resistansinya dapat diubah-ubah. Jenisnya antara lain : hambatan geser, trimpot dan potensiometer. Yang banyak digunakan ialah trimpot dan potensiometer.

    a. Tahanan Variable adalah jenis tahanan yang resistensinya bisa diubah-ubah, seperti Potensiometer dengan cara diputar dan Trimpot (trimer potensiometer).

    b. LDR (Light Dependent Resistence) adalah tahanan yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh cahaya, nilai tahannya akan mengecil apabila terkena cahaya dan membesar apabila tidak terkena cahaya.

    c. NTC (Negative Thermal Coeffisien) dan PTC (Positivethermal Coeffisien) adalah jenis tahanan yang nilai tahannya dipengaruhi oleh perubahan suhu.NTC pada suhu yang tinggi nilai tahannya turun dan pada suhu rendah nilai tahannya naik, sedangkan PTC kebalikan pada suhu yang tinggi nlai tahanannya naik dan pada suhu yang rendag nilai tahannya turun.

    Adapun resistor yang tidak tetap seperti pada gambar 2.15. :

    Gambar 2.24 Bentuk fisik dan symbol resistor tidak tetap

  3. Kapasitor

    Kapasitor adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-electron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor dinyatakan dalam farad.7

    Pengertian lain kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepas muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umu dikenal misalnya vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain.

    Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnyadan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat megalir menuju ujung kutup negatif dan sebaiknya negate tidak bisa menuju ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-kondukktif.

  4. Tombol Reset

Proses reset merupakan proses untuk mengembalikan sistem ke kondisi semula. Power-on reset merupakan peroses reset yang berlangsung secara otomatis pada saat sistem pertama kali diberi daya. Pin Reset juga dapat diberi rangkaian Manual Reset. beberapa rangkaian yang umum digunakan terdapat pada gambar 2.16. pemberian rangkaian ini membuat sistem dapat di-reset oleh user setiap saat dengan menekan tombol reset.

Gambar 2.25 Rangkaian Power-On Reset

Konsep Dasar Motor DC

1. Definisi Motor DC

Menurut Syahrul (2014:593)[8], Motor bekerja berdasarkan prinsip induksi magnetik. Sirkuit internal motor DC terdiri dari kumparan/lilitan konduktor. Setiap arus yang mengalir dibentuk menjadi sebuah loop sehingga ada bagian konduktor yang berada didalam magnet pada saat yang sama, Konfigurasi konduktor seperti ini akan menghasilkan distorsi pada medan magnet utama menghasilkan gaya dorong pada masing-masing konduktor. Pada saat konduktor ditempatkan pada rotor, gaya dorong yang timbul akan menyebabkan rotor berputar searah jarum jam.

Gambar 2.26 Cara Kerja Motor DC

Konsep Dasar Dioda

1. Definisi Dioda

Menurut Budiharto (2011:02), “Piranti semi konduktor yang mengalirkan arus ke satu arah”.

Kalau ia dialiri arus AC maka akan berhasil didapatkan arus DC dari arus AC ini. Karenanya pada sifat yang demikian maka dioda bisa digunakan sebagai perata arus yang biasa dipasang di adaptor.

Menurut Rusmadi (2011:32), bahwa “Dioda adalah termasuk komponen semi konduktor yang terdiri dari 2 buah elektroda yaitu anoda (bahan P) dan katoda (bahan N)”.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Dioda adalah piranti semi konduktor yang terdiri dari 2 buah elektroda yaitu anoda (bahan P) dan katoda (bahan N).Komponen elektronika dengan dua terminal, yang terbentuk dari dua jenis semi konduktor, yaitu type P yang biasa disebut dengan anoda dan type N yang biasa disebut dengan katoda, dimana kemudian kedua semi konduktor ini digabungkan. Untuk membuat diode dalam keadaan conduct, diperlukan tegangan biasnya sebesar 0,3 volt untuk dioda dengan bahan germanium atau 0,7 volt untuk dioda dengan bahan silikon.

Gambar 2.27 Bentuk fisik dioda

Perlu diketahui bahwa komponen dioda ini pada umumnya hamper selalu dipergunakan dalam rangkaian, terutama pada rangkaian Power Supply.

Menurut Rusmadi (2011:34)[9] Fungsi diode dalam suatu rangkaian adalah:

1. Penyearah tegangan listrik.

2. Pengaman tegangan listrik.

1. Memblokir tegangan listrik.

Konsep Dasar Keypad Membrane 4×4

Salah satu jenis perangkat antar muka yang umum dijumpai pada embedded adalah keypad matrik 3×4 atau 4×4. Keypad biasanya digunakan pada beberapa perlatan yang berbasis mikrokontrorel. Pada penggunanya keypad terdiri dari beberapa sakar, yang saing terhubung jika diakukan penekanan pada bagian keypad sehingga antara kolom dan baris terhubung. Agar mikrokontroer dapat melakukan scan keypad harus diberikan logika LOW (“0”) ketika tombol keypad tidak ditekan dan ogika HIGH (“1”) pada saat keypad ditekan.4

Gambar 2.28 Keypad Membrane 4×4

Keypad membrane yang digunaa dengan jumah kolom 4 dan jumah baris 4 yang dapat diguakan, rangkaian Keypad Membrane 4×4 dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2.29 Rangkaian kolom dan bari keypad membrane 4×4

Konsep Dasar LCD 16×2

1. Defenisi LCD 16×2

LCD Karakter adalah LCD yang tampilannya terbatas pada tampilan karakter, khususnya karakter ASCII (seperti karakter-karakter yang tercetak pada keyboard komputer). Sedangkan LCD Graphics = LCD Grafik, adalah LCD yang tampilannya tidak terbatas, bahkan dapat menampilkan foto. LCD Grafik inilah yang terus berkembang seperti layar LCD yang biasa dilihat di notebook / laptop. Dalam pembahasan kali ini akan dikonsentrasikan pada LCD Karakter.

Gambar 2.30 LCD 16×2

Jenis LCD karakter yang beredar di pasaran biasa dituliskan dengan bilangan matriks dari jumlah karakter yang dapat dituliskan pada LCD tersebut, yaitu jumlah kolom karakter dikali jumlah baris karakter. Sebagai contoh, LCD 16×2, artinya terdapat 16 kolom dalam 2 baris ruang karakter, yang berarti total karakter yang dapat dituliskan adalah 32 karakter.

Gambar 2.31 Banyaknya karakter yang dapat ditampilkan

LCD Karakter dalam pengendaliannya cenderung lebih mudah dibandingkan dengan LCD Grafik. Namun ada kesamaan diantara keduanya, yaitu inisialisasi. Inisialisasi adalah prosedur awal yang perlu dilakukan dan dikondisikan kepada LCD agar LCD dapat bekerja dengan baik. Hal yang sangat penting yang ditentukan dalam proses inisialisasi adalah jenis interface (antarmuka) antara LCD dengan controller (pengendali). Pada umumnya terdapat dua jenis antarmuka yang dapat digunakan dalam pengendalian LCD karakter: (4 bit dan 8 bit ).

Untuk dapat mengendalikan LCD karakter dengan baik, tentu perlu koneksi yang benar. Dan koneksi yang benar dapat diwujudkan dengan cara mengetahui pin-pin antarmuka yang dimiliki oleh LCD karakter tersebut. LCD karakter yang beredar di pasaran memiliki 16 pin antarmuka:

Gambar 2.32 Banyaknya pin yang digunakan

a. VCC = GND.

b. VDD = positif 5 V.

c. Vo : tegangan untuk mengatur kontras dari tampilan karakter.

d. RS.

e. R/W.

f. E = pin 4(RS) – pin 6 (E) digunakan untuk aktivasi LCD

g. DB0.

h.DB1.

i. DB2.

j. DB3.

k. DB4.

l. DB5.

m. DB6.

o. Anoda LED backlight LCD.

p. Katoda LED backlight LCD.

n. DB7.

Seperti yang dipaparkan di paragraph sebelumnya, bahwa ada dua jenis antarmuka yang dapat digunakan dalam mengendalikan LCD karakter: 4Bit, 8 Bit. Dalam 4 Bit-Antarmuka hanya membutuhkan empat pin data komunikasi data parallel, DB4 (pin 11) – DB7 (pin14), yang dikoneksikan dengan pengendali.Langkah-langkah inisialisasi haruslah bersesuaian dengan apa yang telah dituliskan pada datasheet LCD karakter yang digunakan (lihat datasheetLCD16X2). Tiap jenis antarmuka memiliki langkah inisialisasi yang unik, danlangkah-langkah pemrograman biasa dituliskan dalam bentuk diagram-alir (flowchart):

Gambar 2.33 diagram-alir 4 bit antarmuka

Gambar 2.34 diagram-alir 8 bit antarmuka

Konsep Dasar Buzzer

1. Defenisi Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsipkerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan

kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).

Gambar 2.35 Buzzer

Sumber : juniarto1985.wordpress.com

Definisi Voice

Agus Susanto,(2013:27), Bunyi adalah hasil getaran sebuah benda.

Menurut Fitriani, (2014:166) bunyi adalah jenis gelombang longitudinal yang membutuhkan medium untuk perambatannya.

Dari dua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium yang di hasilkan dari seseorang yang berbicara atau bernyanyi.

Kebanyakan suara adalah gabungan berbagai sinyal getar terdiri dari gelombang harmonis, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan getar osilasi atau frekuensi yang diukur dalam satuan getaran Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam satuan tekanan suara desibel (dB).

Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia berkisar antara 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

Konsep Dasar Mobile Applicatons

Menurut Edy Irwansyah (2010:61), mobile applicatons adalah aplikasi perangkat lunak yang dibuat khusus untuk dijalankan didalam tablet dan juga smartphone.

Umumnya untuk pembuatan Mobile applicatons para devepor moble app memerlukan IDE atau Integrated development environment dan juga SDK(software development kit), untuk pembuatan atau pengembangan dari mobile Apps.

Pada dasarnya mobile applicatons bekerja menggunakan tenaga batrei dan juga mendapat dukungan dari prosesor, mobile applicatons sebelum di lempar ke pasaran akan di uji terlebih dahulu menggunakan emulator.

Elisitasi

  1. Definisi Elisitasi

    Menurut Guritno, Sudaryono dan Untung Rahardja (2010:302)[10], “Elisitasi (elicitation) berisi usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi”.

    Menurut Nugroho (2010:10), Akuisisi informasi dari seseorang atau kelompok dengan cara yang tidak mengungkapkan maksud dari wawancara atau percakapan. Sebuah teknik pengumpulan intelijen sumber manusia, umumnya terbuka.

    Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa elisitasi adalah akuisi informasi dari seorang kelompok atay usulan rancangan sistem baru yang diinginkan oleh pihak terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.

  2. Jenis-jenis Elisitasi

Guritno, Sudaryono dan Untung Rahardja (2010:302), Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut:

  1. Elisitasi Tahap I

    Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.

  2. Elisitasi Tahap II

    Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi untuk dieksekusi.

    a. M pada MDI itu artinya Mandatory. Maksudnya requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

    b. D pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih perfect.

    c. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.

  3. Elisitasi Tahap III

    Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE.

    a. T artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara / tehnik pembuatan requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

    b. O artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.

    c. E artinya Economic, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun requirement tersebut di dalam sistem.

    Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu sebagai berikut:

    a. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena tehnik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

    b. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan.

    c. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan.

  4. Final Draft Elisitasi

Final draft merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

Literatur Review

Literature Review ini dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui landasan awal dan sebagai pendukung bagi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, sehingga dapat menghindari pengulangan hal yang sama dalam penelitian dan dapat melakukan pengembangan ketingkat yang lebih tinggi dalam rangka menyempurnakan/melengkapi penelitian yang nantinya akan dikembangkan lagi untuk kedepannya. Penelitian ini yang saya tulis dengan judul “SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN VOICE VIA BLUETOOTH BERBASIS ARDUINO PADA KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANGERANG”.

Adapun Literature Review sebagai landasan dalam mendukung penelitian adalah sebagai berikut:

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai sistem keamanan pintu dan voice. Dalam upaya pengembangan pengamanan pintu ini perlu dilakukan studi pustaka sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian penelitian yang akan dilakukan. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan, meneruskan penelitian sebelumnya, serta mengetahui orang lain yang spesialisasi dan area penelitiannya sama dibidang ini. Beberapa Literature review tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Reza Nusyah Putra (2014)[11] yang berjudul “Prototipe Alat Pembersih Toren Otomatis menggunakan SMS gateway pada PT. Cahaya Televisi Indonesia”. Penelitian ini membahas tentang sistem pengontrolan pembersih Toren air dengan media SMS Gateway untuk memberikan instruksi. Jadi saat pengguna ingin mengoperasikan pembersih toren air cukup mengirim SMS ke nomor yang terpasang di Modem SMS gateway tersebut.
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Roni Fitramadhana (2013)[12] yang berjudul “Aplikasi Sistem Keamanan Pada Ruangan Server Dilengkapi Sensor Suhu, Mekanik Pintu Dan Pengenalan Kode Akses Didukung Webcam Berbasiskan Client Server”. Penelitian ini membahas tentang bagaimana merancang, membuat dan mengimplementasikan komponen – komponen sistem yang meliputi pengontrol device ,Sensor photodioda,Sensor Suhu, Client dan Server dengan output pengontrolan Electronic Door Lock, Rotator pintu mekanis,Alarm dan rekaman file dari webcam sebagai pemantauan visual dari ruangan. Kemudian tujuan dan manfaat dari penelitian ini yaitu, bertujuan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi untuk diterapkan dalam sistem keamanan ruangan,dengan studi kasus adalah ruangan server. Manfaat yang didapat dari sistem ini adalah dapat meningkatkan keamanan dalam suatu ruangan dan dapat mempermudah pengguna sistem dalam memantau suatu ruangan dari jarak jauh.
  3. Penelitian yang dilakukan oleh Imam Sibro Malisi (2013)[13] yang berjudul “Prototype Alat Pengendali Gerbang Menggunakan SMS Gateway”. Penelitian ini membahas tentang bagaimana merancang, membuat sistem pengendalian gerbang rumah berbasis SMS Gateway, jadi saat pengguna ingin mengoperasikan gerbang pintu pengguna cukup mengirim SMS ke nomor yang terpasang di Modem SMS gateway tersebut.
  4. Penelitian yang dilakukan oleh Heri Kuswanto (2014)[14] yang berjudul “Sistem Proteksi Kendaraan Bermotor menggunakan Android Berbasis Mikrokontroller ATMega328”. Penelitian ini membahas tentang bagaimana merancang sistem keamanan pada kendaraan bermotor, dan dapat mengontrol hidup atau matinya mesin kendaraan pengguna tersebut pada handphone Androidnya. Disamping itu alat ini juga menggunakan sensor cahaya yang difungsikan untuk mendeteksi kendaraan ketika dihidupkan. Jadi kendaraan tidak akan takut dicuri karena sudah terproteksi dengan alat ini.
  5. Penelitian yang dilakukan oleh Dhida Restu GM (2014)[15] yang berjudul “Prototype Pengendali Pintu dan Jendela Mobil Menggunakan Smartphone Berbasis ATMega 328P Di Kelurahan Cibogo”. Penelitian ini membahas tentang bagaimana mengendalikan pintu dan jendela mobil hanya dengan smartphone yang sudah terkoneksi dengan bluetooth yang ada pada mikrokontroller. Sinyal yang sudah dikirim lewat bluetooth akan diterima oleh mikrokontroller dan mikrokontroller akan menjalankan motor servo untuk membuka pintu ataupun membuka jendela sesuai keinginan user.

Dari beberapa sumber literature review di atas, dapat diketahui bahwa penelitian tentang sistem pengontrolan Voice melalui media Bluetooth ini sudah ada pada Perguruan Perguruan Tinggi Raharja. Untuk itu saya melakukan penelitian ini yang berjudul “Sistem Kemanan Ruangan Menggunakan Voice Via Bluetooth Berbasis Arduino Pada KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANGERANG”.

Penelitian yang akan dilakukan oleh penulis mengambil konsep dari beberapa penelitian di atas, dan merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya. Sehingga penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian level 2.

BAB III
PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah Singkat Kementerian Agama RI

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius.Hal tersebut tercermin baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan bernegara.Di lingkungan masyarakat-terlihat terus meningkat kesemarakan dan kekhidmatan kegiatan keagamaan baik dalam bentuk ritual, maupun dalam bentuk sosial keagamaan.Semangat keagamaan tersebut, tercermin pula dalam kehidupan bernegara yang dapat dijumpai dalam dokumen-dokumen kenegaraan tentang falsafah negara Pancasila, UUD 1945, GBHN, dan buku Repelita serta memberi jiwa dan warna pada pidato-pidato kenegaraan.Dalam pelaksanaan pembangunan nasional semangat keagamaan tersebut menj adi lebih kuat dengan ditetapkannya asas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa sebagai salah satu asas pembangunan.Hal ini berarti bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual, moral dan etik pembangunan. Secara historis benang merah nafas keagamaan tersebut dapat ditelusuri sejak abad V Masehi, dengan berdirinya kerajaan Kutai yang bercorak Hindu di Kalimantan melekat pada kerajaan-kerajaan di pulau Jawa, antara lain kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat, dan kerajaan Purnawarman di Jawa Tengah. Pada abad VIII corak agama Budha menjadi salah satu ciri kerajaan Sriwijaya yang pengaruhnya cukup luas sampai ke Sri Lanka, Thailand dan India.Pada masa Kerajaan Sriwijaya, candi Borobudur dibangun sebagai lambang kejayaan agama Budha.Pemerintah kerajaan Sriwijaya juga membangun sekolah tinggi agama Budha di Palembang yang menjadi pusat studi agama Budha se-Asia Tenggara pada masa itu.Bahkan beberapa siswa dari Tiongkok yang ingin memperdalam agama Budha lebih dahulu beberapa tahun membekali pengetahuan awal di Palembang sebelum melanjutkannya ke India.Menurut salah satu sumber Islam mulai memasuki Indonesia sejak abad VII melalui para pedagang Arab yang telah lama berhubungan dagang dengan kepulauan Indonesia tidak lama setelah Islam berkembang di jazirah Arab. Agama Islam tersiar secara hampir merata di seluruh kepulauan nusantara seiring dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam seperti Perlak dan Samudera Pasai di Aceh, kerajaan Demak, Pajang dan Mataram di Jawa Tengah, kerajaan Cirebon dan Banten di Jawa Barat, kerajaan Goa di Sulawesi Selatan, keraj aan Tidore dan Ternate di Maluku, keraj aan Banjar di Kalimantan, dan lain-lain. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajahan Belanda banyak raja dan kalangan bangsawan yang bangkit menentang penjajah. Mereka tercatat sebagai pahlawan bangsa, seperti Sultan Iskandar Muda, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim, Sultan Agung Mataram, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Sultan Agung Tirtayasa, Sultan Hasanuddin, Sultan Goa, Sultan Ternate, Pangeran Antasari, dan lain-lain. Pola pemerintahan kerajaan-kerajaan tersebut diatas pada umumnya selalu memiliki dan melaksanakan fungsi sebagai berikut:

  1. Fungsi pemerintahan umum, hal ini tercermin pada gelar “Sampean Dalem Hingkang Sinuhun” sebagai pelaksana fungsi pemerintahan umum.
  2. Fungsi pemimpin keagamaan tercermin pada gelar “Sayidin Panatagama Kalifatulah.”
  3. Fungsi keamanan dan pertahanan, tercermin dalam gelar raja “Senopati Hing Ngalogo.” Pada masa penjajahan Belanda sejak abad XVI sampai pertengahan abad XX pemerintahan Hindia Belanda juga “mengatur” pelayanan kehidupan beragama. Tentu saja “pelayanan” keagamaan tersebut tak terlepas dari kepentingan strategi kolonialisme Belanda. Dr.C. Snuck Hurgronye, seorang penasehat pemerintah Hindia Belanda dalam bukunya “Nederland en de Islam” (Brill, Leiden 1911) menyarankan sebagai berikut: “Sesungguhnya menurut prinsip yang tepat, campur tangan pemerintah dalam bidang agama adalah salah, namun jangan dilupakan bahwa dalam sistem (tata negara) Islam terdapat sejumlah permasalahan yang tidak dapat dipisahkan hubungannya dengan agama yang bagi suatu pemerintahan yang baik, sama sekali tidak boleh lalai untuk mengaturnya.”

Pokok-pokok kebijaksanaan pemerintah Hindia Belanda di bidang agama adalah sebagai berikut:

  1. Bagi golongan Nasrani dijamin hak hidup dan kedaulatan organisasi agama dan gereja, tetapi harus ada izin bagi guru agama, pendeta dan petugas misi/zending dalam melakukan pekerjaan di suatu daerah tertentu.
  2. Bagi penduduk pribumi yang tidak memeluk agama Nasrani, semua urusan agama diserahkan pelaksanaan dan perigawasannya kepada para raja, bupati dan kepala bumiputera lainnya.

Berdasarkan kebijaksanaan tersebut, pelaksanaannya secara teknis dikoordinasikan oleh beberapa instansi di pusat yaitu:

  1. Soal peribadatan umum, terutama bagi golongan Nasrani menjadi wewenang Departement van Onderwijs en Eeredienst (Departemen Pengajaran dan Ibadah)
  2. Soal pengangkatan pejabat agama penduduk pribumi, soal perkawinan, kemasjidan, haji, dan lainlain, menjadi urusan Departement van Binnenlandsch Bestuur (Departemen Dalam Negeri).
  3. Soal Mahkamah Islam Tinggi atau Hofd voor Islamietische Zaken menjadi wewenang Departement van Justitie (Departemen Kehakiman). Pada masa penjajahan Jepang kondisi tersebut pada dasarnya tidak berubah. Pemerintah Jepang membentuk Shumubu, yaitu kantor agama pusat yang berfungsi sama dengan Kantoor voor Islamietische Zaken dan mendirikan Shumuka, kantor agama karesidenan, dengan menempatkan tokoh pergerakan Islam sebagai pemimpin kantor. Penempatan tokoh pergerakan Islam tersebut merupakan strategi Jepang untuk menarik simpati umat Islam agar mendukung cita-cita persemakmuran Asia Raya di bawah pimpinan Dai Nippon.

Secara filosofis, sosio politis dan historis agama bagi bangsa Indonesia sudah berurat dan berakar dalam kehidupan bangsa.Itulah sebabnya para tokoh dan pemuka agama selalu tampil sebagai pelopor pergerakan dan perjuangan kemerdekaan baik melalui partai politik maupun sarana lainnya.Perjuangan gerakan kemerdekaan tersebut melalui jalan yang panjang sejak jaman kolonial Belanda sampai kalahnya Jepang pada Perang Dunia ke II.Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.Pada masa kemerdekaan kedudukan agama menjadi lebih kokoh dengan ditetapkannya Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara dan UUD 1945. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang diakui sebagai sumber dari sila-sila lainnya mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang sangat religius dan sekaligus memberi makna rohaniah terhadap kemajuankemajuan yang akan dicapai. Berdirinya Departemen Agama pada 3 Januari 1946, sekitar lima bulan setelah proklamasi kemerdekaan kecuali berakar dari sifat dasar dan karakteristik bangsa Indonesia tersebut di atas juga sekaligus sebagai realisasi dan penjabaran ideologi Pancasila dan UUD 1945. Ketentuan juridis tentang agama tertuang dalam UUD 1945 BAB E pasal 29 tentang Agama ayat 1, dan 2:

  1. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa;
  2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu.Dengan demikian agama telah menjadi bagian dari sistem kenegaraan sebagai hasil konsensus nasional dan konvensi dalam_praktek kenegaraan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Visi dan Misi Kantor Kementerian Agama RI

a. VISI

“Terwujudnya masyarakat Indonesia yang TAAT BERAGAMA,RUKUN, CERDAS, MANDIRI, dan SEJAHTERA LAHIRBATIN.”

(Keputusan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2010)

b. MISI

  1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
  2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
  3. Meningkatkan kualitas raudhatul athfal, madrasah, perguruan tinggi agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan.
  4. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
  5. Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

(Keputusan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2010)

STURKTUR ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang organisasi dan tata Kerja intansi Vertikalbahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Kementerian Agama, dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Menteri Agamatentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama :

  1. Kepala Kantor:
  2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha:

a. Seksi Umum;

b. Seksi Kepegawaian;

c. Seksi Keuangan;

d. Seksi Haji dan Umroh;

e. Seksi Perencanaan;

f. Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren;

g. Seksi Bimas Islam;

h. Seksi Pendidikan Agama Islam;

i. Seksi Pendidikan Madrasah;

j. Seksi Syariah;

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang keagamaan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Agama menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keagamaan;
  2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama;
  3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Agama;
  4. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Agama di daerah;
  5. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional; dan
  6. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah.

e. Kepala Kantor

Kepala Kantor mempunyai tugas memimpin, membina, mengawasi, mengkoordinasikan, dan mengendalikan, kegiatan Kearsipan sesuai dengan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) dan (2).

f. KepalaSub Bagian Tata Usaha

Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai Tugas merencanakan, melaksanakan membina dan mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan ketatausahaan, yang meliputi perencanaan,umum dan kepegawaian serta keuangan.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi :

a. Perencanaan dan Pengelolaan (pengolahan) bahan perumusan kebijakan yang berkaitan dengan perencanaan, umum dan kepegawaian serta keuangan kantor ;

b. Pelaksanaan pemberian fasilitas dan dukungan pelayanan teknis administrasi dilingkungan kantor ;

c. Pelaksanaan penyusunan perencanaan program kegiatan, bagian tata usaha ;

d. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, rumah tangga, pelayanan dan pemeliharaan, penggandaan surat-surat dan administrasi perjalanan dinas, penyusunan rencana dan program kegiatan Kantor;

e. Pelaksanaan penyusunan administrasi kepegawaian dan pembinaan pegawai dan kesejahteraan pegawai, peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan pegawai ;

f. Pelaksanaan penyusunan administrasi keuangan, penyusunan anggaran kantor, pembuatan laporan penggunaan keuangan kantor, pengevaluasian anggaran dan penggunaan keuangan kantor, pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan kantor ;

g. Pelaksanaan penyiapan data di bidang keagamaan, pelaksanaan perencanaan kantor sesuai kebijakan yang ditetapkan ;

h. Pelaksanaan pemberian fasilitasi dan dukungan pelayanan teknis administrasi dilingkungan kantor;

i. Pelaksanaan penyusunan perencanaan program kegiatan umum dan kepegawaian serta keuangan kantor ;

j. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, tatanaskah(tata naskah) dinas perlengkapan rumah tangga, dan pemeliharaan kantor ;

k. Pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan inventarisasi barang, pemeliharaan sarana/prasarana, perlengkapan dan asset ;

l. Pelaksanaan pengelolaan administrasi dan penatausahaan keuangan;

m. Pelaksanaan dan pembinaan organisasi dan tatalaksana ;

n. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait kegiatan Keagamaan ;

o. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dan pelaporan kegiatan kantor ;

p. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai bidang tugasnya.

  1. Seksi Umum

    Seksi Umum mempunyai tugas :

    a. Menerima Surat Masuk dan Keluar

    b. Mengatur keperluan ATK Kantor

    c. Merapihkan Arsip Kantor Kementerian Agama.

    d. Memelihara Peralatan Negara

  2. Seksi Kepegawaian

    Seksi Kepegawaian mempunyai tugas:

    a. Memantau Absensi Pegawai Kantor dan KUA

    b. Merekap Absensi Pegawai

    c. Membuat Surat Peserta Diklat

    d. Membuat Surat Tugas Pejabat Kantor

    e. Mendokumentasikan SAKIP dan LAKIP

    f. Pembuatan Surat Keputusan Pegawai

    g. Pembuatan Surat Tugas Mutasi

    h. Membuat Surat Keterangan Kenaikan Pangkatat

  3. Seksi Keuangan

    Seksi Keuangan mempunyai tugas:

    a. Melakukan Pengajuan Belanja Langsung

    b. Melakukan Pengajuan Belanja Uang Persediaan

    c. Melakukan Perencanaan KAS

    d. Melakukan Rekonsiliasi Data dalam Aplikasi SAKPA

    e. Melakukan Pemrosesan Pengajuan Gaji

    f. Melakukan Pembuatan LPJ

    g. Melakukan Penarikan dan Pendistribusian Uang Kas pada Bendahara / BPP

    h. Melakukan Pembinaan Administrasi Keuangan

  4. Seksi Haji dan Umroh

    a. Melakukan pelayanan dan pembinaan di bidang penyuluhan haji dan umrah

    b. bimbingan jamaah dan petugas

    c. Input data Jamaah kedalam Aplikasi SISCO HARD

    d. dokumen dan perjalanan haji

    e. perbekalan dan akomodasi haji serta pembinaan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) dan pasca haji

  5. Seksi Perencanaan

    a. Mengumpulkan data primer dan skunder serta informasi

    b. Merencakan, menginput, men-tabulasi, dan mengelola data serta informasi

    c. Merencakan dan menyusun DIPA

    d. Merencakan dan menyusun RKAKL

    e. Melakukan Koordinasi dengan Kepala Kantor, Atasan Langsung dan Kepala Seksi

    f. Menyusun TOR usulan kegiatan dalam bentuk program kerja

  6. Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

    a. Melakukan Pembinaan Pengelola Paket A, B, C pada PPS.

    b. Melakukan Pembinaan Pengelolaan Program WajarDikdas tingkat Ula dan Wustha.

    c. Melakukan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengembangan PPS, MD dan TPQ/TKQ

    d. Melakukan peningkatan mutu Pimpinan lembaga keagamaan

    e. Melakukan pemutahiran Data santri Dikterapan

    f. Melakukan Kegiatan Mufakat Tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional

    g. Melakukan Subsidi Pendidikan terpadu anak harapan

    h. Melakukan Subsidi tunjangan Fungsional Guru Non PNS (sudah S1) dan (belum S1)

    i. Melakukan Pengelolaan Data EMMIS Pada PD Pontren

    j. Melakukan Pembinaan Lembaga Pendidikan Agama pada Pontren

  7. Seksi Bimas Islam

    a. Melakukan Pembinaan Triwulan NR ke KUA

    b. Memantau Kegiatan KUA

    c. Memantau Majelis Taklim

    d. Membuat Izin Operasional Majelis Taklim

    e. Membuat Izin Operasional Masjid / Musholla

    f. Membuat Blanko NA,N,NB, dan DN

    g. Memantau Produk Makanan yang Halal

    h. Melantik Kepala KUA dan Penghulu

  8. Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS)

    a. Merencanakan kegiatan pembinaan Guru Tingkat SD dan SMP

    b. Merenanakan kegiatan Pembnaan Guru Mata Pelajaran PAI pada TK (PAUD)

    c. Merencanakan Bantuan Kilat SD

    d. Merencanakan Bantuan Kilat SMP

    e. Bantuan KKG, MGMP SD/SMP/SMA

    f. Bantuan Sarana Ibadah Sekolah Umum

    g. Mengadakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pendidikan Agama Islam

    h. Memverifikasi SD/SMP/SMA

    i. Membuat Izin Operasional PAI dan TK (PAUD)

    j. Membuat Surat Izin Memimpin Kepala PAI dan TK (PAUD)

    k. Pemberian Subsidi Tunjangan Profesi Guru PNS PAI, SD, SMP, SMA/SMK

    l. Pemberian Subsidi Tunjangan Profesi Guru Non-PNS PAI, SD, SMP, SMA/SMK

    m. Pemberian Tunjangan Fungsional Guru Non-PNS PAI, SD, SMP, SMA/SMK

    n. Membuat Pemutahiran Data Tunjangan guru Non-PNS PAI

  9. Seksi Pendidikan Madrasah

    a. Menyiapkan Memfasilitasi pengadaan Dokumen Kurikulum RA, MI, MTs dan MA

    b. Melakukan Sosialisasi dan Pembinaan Kurukulum RA, MI, MTs dan MA

    c. Merencanakan, Mendata, Mengusulkan, dan Mendokumentasikan Calon Peserta Ujian Madrasah/Nasional MI,MTs dan MA

    d. Mendokumentasikan DNS dan DNT Peserta Ujian Madrasah/Nasional MI,MTs dan MA

    e. Memberian Tunjuangan Fungsional Guru Non-PNS RA,MTs dan MA

    f. Memberikan Tunjangan Fungsional Guru PNS RA,MTs dan MA

    g. Membuat Izin Operasional RA,MTs dan MA

    h. Membuat Surat Izin Memimpin Kepala RA,MTs dan MA

    i. Melakukan Monitoring ke RA,MTs dan MA

  10. Seksi Syariah

a. Menganalisa berkas Wakaf yang akan di ajukan ke BPN

b. Memverifikasi data yang akan di bawa ke BPN

c. Mengusulkan Berkas ke BPN

d. Menyiapkan proses pengukuran lokasi Tanah Wakaf

e. Mengambil gambar ukur ke BPN

f. Menyerahkan kembali Gambar ukur ke BPN

g. Menerima pendaftaran sertifikat Tanah Wakaf

h. Membuat pengantar / Rekomendasi proses sertifikasi Tanah Wakaf

i. Menerima dan mengumpulkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh untuk di serahkan ke BAZDA Kabupaten/Kota

j. Membuat pengantar / Rekomendasi Zakat Infaq Shodaqoh

PMA NO. 13 TAHUN 2012

TENTANG : ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL KEMENTERIAN AGAMA

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang

Konsep Perancangan Dan Pembahasan

Pada perancangan di sini yang dimaksudkan meliputi perancangan perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software). Perangkat keras yang akan digunakan meliputi Motor DC,Voice Via Bluetooth, motor servo, lampu led, arsitektur Arduino Uno, serta rangkaian sistem keamanan ruangan menggunakan Voice via Bluetooth dan berbasis Arduino Uno dan mekaniknya. Perancangan perangkat kerasnya menggunakan Arduino Uno sebagai media untuk menanamkan program ke dalam Arduino Uno dan perancangan perangkat lunak dilakukan dengan menggunakanprogram Arduino 1.0.

Secara umum pada perancangan alat ini adalah seperti yang di tunjukkan pada diagram Blok pada gambar 3.1. Alat yang dirancang akan membentuk suatu sistem “Sistem Keamanan Ruangan Menggunakan Voice Via Bluetooth Berbasis Arduino Pada Kementrian Agama Kabupaten Tangerang”.

Perancangan sistem secara keseluruhan memerlukan beberapa alat dan bahan yang digunakan dengan deskripsi alat danbahan sebagai berikut:

Alat yang digunakan meliputi :

  1. Personal Computer (PC).
  2. Solder timah.
  3. Software Arduino 1.0.
  4. Arduino Uno.

Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah :

  1. Arduino Uno
  2. Keypad Membrane 4×4
  3. Sensor Gerak
  4. Motor DC
  5. Buzzer
  6. IC regulator (LM7805, LM7806)
  7. Kapasitor Elco 2200 microFarad/35volt, 100 microFarad/16volt
  8. Kapasitor keramik 22 pf.
  9. Resistor 10 kohm, 330 ohm.
  10. Lampu led merah, led hijau.
  11. Heatshink (alumunium pendingin).
  12. Switch On/Off.
  13. Timah solder.
  14. Kabel konektor.
  15. Pin header.
  16. Relay
  17. lcd display 16×2
  18. Printed circuit board.

Perancangan Perangkat Keras (Hardware)

Agar mempermudah penulis dalam menjelaskan perancangan perangkat keras, maka di gambarkan alur dan cara kerja perangkat keras pada rangkaian diagram blok pada gambar 3.2 bawah ini:

Gambar 3.2 Diagram blok rangkaian

Pada gambar 3.2 merupakan alur dari diagram blok, yang dimana terdapat konfigurasi seluruh rangkaian yang digunakan. Prinsip dari kerja sistem yang dirancang adalah voice menjadi media untuk memberikan inputan pada Arduino Uno, ketika Arduino Uno menerima inputan darikeypad dan voice maka inputan tersebut akan menjadi perintah untuk mengaktifkan sistem arduino.

Rangkaian Power Supply

Agar alat yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, maka diperlukan sumber tegangan listrik sebagai catu daya 12 Volt 2A. Rangkaian catu daya yang digunakan mendapatkan sumber tegangan dari adaptor switching dengan output 12 volt. Tegangan tersebut kemudian diturunkan menjadi 6 volt dan 5 volt tegangan DC, melalui IC regulator LM7806 dan LM7805. Arus yang masuk dari adaptor switching akan melalui kapasitor yang bertujuan untuk mengurangi noise pada tegangan DC.

Setelah itu keluaran dari kapasitor tersebut masuk ke IC regulator yang fungsinya adalah untuk menstabilkan tegangan.IC regulator ini terdiri dari dua buah IC, yaitu LM7806 yang menghasilkan tegangan +6 volt, dan LM7805 yang menghasilkan tegangan +5 volt. Keluaran dari IC regulator ini kemudian akan masuk kembali ke kapasitor agar tegangan DC yang dikeluarkan dapat lebih halus lagi (smooth).

Gambar 3.3 Rangkaian catu daya

Pada rangkaian catu daya ini menggunakan empat buah sumber catu daya, yang akan digunakan terpisah untuk memberikan tegangan kerja pada masing – masing rangkaian. Rangkaian yang menggunakan tegangan sebesar +5 Volt DC adalah rangkaian relay, rangkaian sensor, rangkaian lcd display dan rangkaian sistem mikrokontroller.

Rangkaian Display LCD

Liquid Crystal Display (LCD) merupakan display yang serbaguna, karena dapat digunakan untuk menampilkan berbagai tampilan baik berupa huruf, angka dan karakter lainnya serta dapat menampilkan berbagai macam tulisan maupun pesan–pesan pendek lainnya. Penampil yang dipakai adalah LCD 16X2 bisa dilihat pada Gambar LCD digunakan untuk menampilkan informasi apa yang sedang dikerjakan oleh sistem arduino.

Gambar 3.4 Rangkaian LCD

Rangkaian Keypad Membrane 4×4

Keypad merupakan salah satu peripheral yang sangat penting dalam sistem komputer. Berbagai macam keypad bisa kita jumpai, misalnya untuk aplikasi sederhana dapat digunakan keypad 4×4 yang pada dasarnya merupakan konfigurasi saklar/tombolyang disusun berdasarkan baris dan kolom (4 baris dan 4 kolom).

Gambar 3.5 Rangkaian keypad membrane 4×4

Dalam susunan keypadpada rangkaian Gambar 3.3 diatas terdapat empat buah baris (P2, P3, P4, P5)dan empat buah kolom (P6, P7, P8, dan P9). Untuk mendeteksi penekanan tombol yangterdapat pada keypad 4×4 tersebut, maka harus dilakukan penyapuan (Scanning). Langkah-langkah scanning dijelaskansebagai berikut:

Jika P0, P1, P2 dan P3 berlogika ”0” berarti tombol 1, 2, 3, 4 dan # tertekan, dan jika P0, P6, P7, P8 dan P9 berlogika ”1” dan tombol yang tertekan 4, 3, 2 ,1 dan # untuk melakukan proses scanning terhadap tombol-tombol keypad yang lain baik itu dilakukan pada kolom 1, 2,dan 3 semuanya sama.

Rangkaian Lampu LED

Pada rangkaian di bawah ini menunjukansatu buah lampu led dengan berfungsi sebagai indikator sebuah inputan dari keypad, cara kerjanya pada saat menekan angka 1, 2, 3, dan 4 pada keypad data tersebut akan dikirim ke Arduino dan akan memberikan inputan ke lampu indikator kiri pada kondisi HIGH (“1”). Artinya lampu indikator untuk mengaktifkan rangkaian solenoid, Ketika menekan angka 4, 3, 2, 1 pada keypad akan memberikan inputan ke arduinodan akan berada pada kondisi LOW (“0”). artinya lampu indikator untuk menonaktifkan relay. Dan rangkaian lampu indikator dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 3.6 Rangkaian lampu led

Rangkaian Relay

Relay adalah komponen listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi medan elektromagnetis. Jika sebuah penghantar dialiri oleh arus listrik, maka di sekitar penghantar tersebut timbul medan magnet. Medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik tersebut selanjutnya diinduksikan ke logam ferromagnetis.

Gambar 3.7 Rangkaian kontrol relay

Perancangan rangkaian relay dimaksudkan untuk mengontrol arus yang mengalir untuk solenoid dan akan mengaktifkan jika kondisi HIGH dan LOW sehingga dapat dikontrol langsung dari handphone maupun keypad. Sedangkan relay 2 akan akti jika seseorang memasuki ruangan tersebut tampa ijin. rangkaian relay membutuhkan tegangan kerja sebesar +12 vdc yang bersumber langsung dari adaptor switching, sedangkan tegangan yang akan dikontrol adalah sebesar +12 vdc dan tegangan tersebut yang digunakan sebagai tegangan kerja untuk solenoid dan buzzer. Dan lampu indikator relay menunjukan saat dimana rangkaian relay diaktifkan maupun dinonaktifkan. Ketika relay aktif maka lampu akan menyala dan ketika relay dinonaktifkan maka lampu akan mati.

Fungsi dioda 1N4007 adalah sebagai penyearah untuk tegangan kerja relay dan transistor 2N2222 sebagai pembangkit sinyal aktif untuk relay, sedangkan resistor yang dihubungkan dari transistor ke pin digital 12 dan 13 mikrokontroller berfungsi sebagai penyetabil sinyal kontrol transistor.

Rangkaian Sensor Gerak

Rangkaian sensor gerak merupakan Pancaran infra merah masuk melalui lensa Fresnel dan mengenai sensor pyroelektrik, karena sinar infra merah mengandung energi panas maka sensor pyroelektrik akan menghasilkan arus listrik. Sensor pyroelektrik terbuat dari bahan galium nitrida (GaN), cesium nitrat (CsNo3) dan litium tantalate (LiTaO3). Arus listrik inilah yang akan menimbulkan tegangan dan dibaca secara analog oleh sensor. Kemudian sinyal ini akan dikuatkan oleh penguat dan dibandingkan oleh komparator dengan tegangan referensi tertentu (keluaran berupa sinyal 1-bit). Jadi sensor PIR hanya akan mengeluarkan logika 0 dan 1, 0 saat sensor tidak mendeteksi adanya pancaran infra merah dan 1 saat sensor mendeteksi infra merah. Sensor PIR didesain dan dirancang hanya mendeteksi pancaran infra merah dengan panjang gelombang 8-14 mikrometer. Diluar panjang gelombang tersebut sensor tidak akan mendeteksinya. Untuk manusia sendiri memiliki suhu badan yang dapat menghasilkan pancaran infra merah dengan panjang gelombang antara 9-10 mikrometer (nilai standar 9,4 mikrometer), panjang gelombang tersebut dapat terdeteksi oleh sensor PIR. (Secara umum sensor PIR memang dirancang untuk mendeteksi manusia). Adapun hasil rancangan rangkaiannya dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.8 Rangkaian Sensor Gerak

Dalam penggunaan penggunaan sensor gerak dalam sistem ini dimaksudkan untuk mendeteksi suhu panas pada tubuh manusia.

Rangkaian Bluetooth HC-06

Bluetooth adalah spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (personal area networks atau PAN) tanpa kabel. Bluetooth menghubungkan dan dapat dipakai untuk melakukan tukar-menukar informasi di antara peralatan-peralatan ataupun antara device. Dan adapun rangkaian bluetooth dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 3.9 Rangkaian Bluethooth HC-06

Rangkaian Sistem Keseluruhan

Setelah melakukan perancangan perangkat keras dari seluruh komponen dan bahan yang digunakan, maka rangkaian sistem keseluruhan akan terlihat seperti gambar 3.9 sebagai berikut:

Gambar 3.10 Skema rangkaian sistem keseluruhan

Keterangan dari jalur-jalur diatas:

a. Jalur merah sebagai arus positif (+).

b. Jalur hitam sebagai arus negatif ( – ).

c. Jalur biru sebagai jalur data.

d. Jalur hijausebagai jalur komunikasi Bluetooth dan arduino.

Cara Kerja Alat

Pada bagian ini menjelaskan bagaimana sebuah sistem arduino dengan interface handphone yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada sistem yang di bangun ini memiliki sebuah inputan yang berupa suara dan keypadyang tersedia memiliki fungsi masing-masing, dimana handphone digunakan sebagai untuk menginput suara dan keypad sebagai input password untuk membuka pintu.

Pembuatan Alat

Perangkat Keras (Hardware)

  1. Personal Computer (PC)

    Merupakan alat yang sangat berperan penting karena penulisan listing program dan merancang interface menggunakan komputer.

  2. Solder Timah

    Merupakan sebuah alat yang dapat mencairkan timah yang nantinya untuk menghubungkan koneksi antar satu komponen dengan komponen lainnya.

  3. Solder Karet

    Merupakan sebuah alat yang digunakan antara bahan seperti kayu sehingga tidak menggunakan alat perekat lain dalam membangun prototype.

  4. Arduino sebagai otak dari sistem

    Merupakan modul arduino yang menggunakan mikrokontroller Atmega yang dapat diprogram berulang kali, penggunaan modul mikrokontroller Atmega sudah sangat cukup karena pin yang di kontrol yang digunakan sudah lebih dari kebutuhan sistem.

  5. Sensor gerak pir

    Merupakan media yang memiliki fungsi yang dapat mendeteksi suhu tubuh manusia dengan memancarkan sinyal inframerah.

  6. IC Regulator

    Merupakan alat yang dapat merubah tegangan masuk menjadi tegangan keluar yang stabil.

  7. Kapasitor

    Merupakan komponen elektronika yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik dan merupakan komponen yang penting dalam membangun suatu rangkaian elektronika.

  8. Resistor

    Merupakan komponen elektronika dengan dua kutub yang didesain untuk megatur tegangan listrik dan arus listrik, resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronika dan sirkuit elektronika.

  9. Lampu led

    Merupakan komponen elektronika yang digunakan sebagai lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukan status dari perangkat elektronika tersebut.

  10. Dioda

    Merupakan komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor yang digunakan sebagai penyearah arus tegangan.

  11. Transistor

    Merupakan komponen elektronika yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan dan modulasi sinyal.

  12. Heatshink (Aluminium Pendingin)

    Merupakan alat pendingin IC yang dapat membantu menyetabilkan suhu pada IC Regulator.

  13. Jack Baterai

    Merupakan komponen yang dapat digunakan sebagai media untuk menghubungkan antara power supply dan rangkaian elektronika.

  14. Switch On/Off

    Merupakan alat yang biasa di gunakan untuk memutus dan menyambung arus listrik.

  15. Timah solder

    Merupakan alat yang dapat di cairkan ketika dipanaskan.

  16. Kabel konektor

    Merupakan alat yang digunakan sebagai jalur penghubung baik antara sesama piranti internal maupun piranti eksternal.

  17. Pin header

    Merupakan socket yang dapat disambungkan dengan kabel konektor.

  18. Trimpot 10 kOhm

    Merupakan jenis resistor yang memiliki nilai tidak tetap yang dapat di atur sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan.

  19. Printed Circuit Board (PCB)

    Merupakan alat yang digunakan untuk merakit komponen-komponen elektronika sehingga menjadi sebuah rangkaian yang diinginkan.

  20. Bluetooth

    Merupakan media komunikasi untuk handphone dan arduino

  21. Buzzer

Merupakan media indicator yang dapat menghasilkan suara

Perangkat Lunak (Software)

PerancanganSoftware Arduino

Merupakan software yang disediakan dalam penulisan listing program yang disediakan oleh developer arduino. Pada perancangan perangkat lunak akan menggunakan program Arduino digunakan untuk menuliskan listi program dan menyimpannya dengan file yang berekstensi .pde, dan bootloader Arduino Uno sebagai media yang digunakan untuk mengupload program ke dalam mikrokontroller, sehingga mikrokontroller dapat bekerja sesuai dengan yang diperintahkan. Adapun langkah-langkah untuk memulai menjalankan software Arduino dapat dilihat seperti gambar 3.11.sebagai berikut:

Gambar 3.11 Memulai IDE Arduino

Dalam pemrograman arduino yang akan dibuat, untuk menuliskan listing program dapat dilihat pada gambar 3.12. sebagai berikut:

Gambar 3.12 Tampilan layar program Arduino

Setelah form utama program Arduino ditampilkan, maka langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi pengalamatan port koneksi yang ada pada device manager.

Gambar 3.13 Membuka Device Manager

Langkah diatas merupakan langkah-langkah untuk membuka layar device manager, dimana langkah-langkah diatas dimulai dari membuka tombol start yang ada pada sistem operasi windows, setelah itu akan muncul layar yang terdapat pada gambar 3.14. sebagai berikut:

Gambar 3.14 Memilih arduino Mega pada port COM

Gambar 3.15 Menentukan koneksi port 15 pada Arduino

Seting koneksi port pada Arduino dilakukan agar pada saat program di upload tidak terjadi error karena kesalahan pada pengalamatan(pengamatan) port yang sebelumnya di setting juga melalui device manager.

Gambar 3.16 Memilih Jenis Board arduino uno

Gambar diatas menunjukan pemilihan board arduino yang akan dipakai, ketika hendak menggunakan board arduino yang akan dipakai yang perlu diperhatikan adalah tipe board arduino, karena arduino memiliki banyak sekali jenis yang dapat digunakan dalam project mikrokontroller. Dalam pembuatan project ini penulis menggunakan board arduino dengan tipe arduino uno, yang dimana arduino uno ini terdapat chip mikrokontroller yang di pakai dalam project ini.

Gambar 3.17 Menyimpan file program pada Arduino

Setelah IDE arduino terbuka yang perlu diperhatikan juga adalah bagaimana hasil dari program yang ditulis pada IDE arduino dapat disimpan dengan cara dan langkah-langkah seperti diatas dan menyimpan listing program dengan nama berekstensi .pde.

Gambar 3.18 Memilih Lokasi Penyimpanan Project

Jendela diatas menggambarkan dari proses penyimpanan sebuah project baik yang akan di buat maupun yang sudah di tulis yang nantinya akan disimpan dalam sebuah folder tergantung dimana drive yang diinginkan. Setelah melakukan penyimpanan file program, selanjutnya tahap penulisan listing program, dapat di lihat pada gambar 3.20 sebagai berikut:

Gambar 3.19 Tampilan Listing Program yang ditulis

Dan berikut adalah gambar listing program keseluruhan yang digunakan dengan demikian baru sistem arduino dapat bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan.

Flowchart Sistem yang berjalan

Pada pembuatan sebuah sistem kontrol diperlukan sebuah gambar yang dapat menjelaskan alur dan langkah-langkah dari cara kerja sebuah sistem yang dibuat, seingga dapat memberikan penjelasan dalam bentuk gambar. Penjelasan yang berupa gambar proses kerja sebuah sistem merupakan gambar alir diagram alur sistem yang akan dibuat. Tujuan dari pembuatan diagram alur adalah untuk mempermudah pembaca dan pembuat sistem itu sendiri untuk memahami langkah-langkah serta cara kerja sebuah sistem yang dibuat. Dari hasil observasi yang dilakukan menghasilkan flowchart sistem sebagai berikut:

Gambar 3.2 Flowchart Sistem

Permasalahan Yang Dihadapi Dan Alternatif Pemecahan Masalah

  1. Permasalahan Yang Dihadapi

    Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan dengan orang yang bertanggung jawab di tempat observasi, perlunya sistem yang dapat memudahkan pengawasan untuk memantau setiap saat apakah ruangan kantordalam keadaan aman atau tidak.

    Setelah mengamati dan meneliti permasalahan yang ada dapat dirincikan sebagai berikut:

    1. Proses pembuka dan pengunci pintu masih menggunakan cara konvesional.
    2. Sulitnya mengetahui dan mengawasi ruangan ketika dalam kondisi ditinggalkan.
    3. Pada saat orang tampa ijin memasuki ruangan kantor tidak dapat dipantau secara langsung.
  2. Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah mengamati dan meneliti dari beberapa permasalahan yang ada, terdapat beberapa alternatif pemecahan dari permasalahan yang dihadapi, antara lain:

  1. Membuat sistem keamanan yang dapat diakses menggunakan voice dan keypad.
  2. Membuat sistem yang dapat mendeteksi ketika orang memasuki ruangan tampa ijin.
  3. Membuat sistem yang dapat diketahui secara cepat, karena sistem ini dilengkapi dengan buzzer.

User Requirement

Elisitasi Tahap I

Elisitasi tahap I disusun berdasarkan hasil wawancara dengan stakeholder mengenai seluruh rancangan sistem akses ruangan menggunakan voice dan keypadyang(keypad yang) diusulkan. Berikut tabel Elisitasi Tahap I:

Tabel 3.1. Elisitasi Tahap I

Elisitasi Tahap II

Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan menggunakan metode MDI. Berdasarkan Tabel 3.2. terdapat 2 functional dan 1 non function optionnya Inessential (I) dan harus dieliminasi. Semua requirement tersebut merupakan bagian dari sistem yang dibahas, namun sifatnya tidak terlalu penting karena walaupun ke-3 requirement tersebut tidak dipenuhi, sistem pengontrolan dapat running tanpa error.

Sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka semua requirement di atas diberi opsi I (Inessential) dan yang dapat terlihat pada tabel elisitasi berikut ini :

Tabel 3.2. Elisitasi Tahap II

Keterangan :

M = Mandatory

D = Desirable

I = Nessential

Elisitasi Tahap III

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap III yang diklasifikasikan kembali dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Berikut tabel elisitasi tahap III tersebut:

Tabel 3.3.Elisitasi Tahap III

Keterangan :

T : Technical L : Low

O : Operational M : Middle

E : Economic H : High

Final Elisitasi

Final elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan sistem keamanan ruangan. Berdasarkan elisitasi tahap III diatas, dihasilkanlah 14 fucntional dan 2 non fucntional final elisitasi yang diharapkan dapat mempermudah dalam membuat suatu sistem pengontrolannya.

Tabel 3.4.Final Elisitasi

BAB IV
UJI COBA DAN ANALISA

Rancangan Sistem Usulan

Setelah melakukan perancangan dan pemasangan komponen, selanjutnya adalah melakukan serangkaian uji coba pada masing-masing blok rangkaian yang bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian spesifikasi dan hasil yang diinginkan. Untuk lebih jelas mengenai pembahasan hasil uji coba yang akan dilakukan dan dapat dilihat pada sub bab berikut.

Prosedur Sistem Usulan

  1. Pengujian rangkaian catu daya

    Catu daya sebagai power supply adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain yang sangat penting. Dalam realisasi perangkat keras yang berupa motor DC, driver L293, LCD display, sensor PIR dan keseluruhan rangkaian sistem keseluruhan arduino disini membutuhkan catu daya. Gambar 4.1 adalah merupakan gambar rangkaian catu daya yang terhubung dalam suatu rangkaian sistem. Uji coba dilakukan dengan menggunakan lampu led (light-emitting diode), sebagai output dari tegangan kerja pada sebuah rangkaian catu daya.

    1. Hasil pengukuran pada IC regulator satu yang merupakan output untuk mesin lcd display berupa tegangan DC sebesar +5 volt. Setelah dilakukan pengukuran adalah sebesar 4.82 volt DC.
    2. Hasil pengukuran keluaran dari IC regulator dua yaitu merupakan tegangan untuk driver motor IC L293 sebagai Vcc pada pin 16 dan tegangan untuk motor DC yang di pasang pada IC L293 di pin 8 sebasar 4.82 volt.
    3. Hasil pengukuran keluaran dari IC regulator tiga yaitu merupakan tegangan untuk sensor PIR sebesar 4.82 volt.
    4. Hasil pengukuran keluaran dari IC regulator empat yaitu merupakan tegangan input untuk rangkaian relay sebesar 4.82 volt.

    Dari hasil pengujian rangkaian catu daya didapatkan hasil yang cukup stabil untuk membuat sistem dapat bekerja seperti yang diharapkan, sehingga pada rangkaian catu daya ini sudah dapat digunakan dengan baik. Adapun hasil dari pengujian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

    Gambar 4.1 Output dari pengujian rangkaian catu daya

  2. Pengujian Lampu Indikator

    Lampu led adalah suatu komponen elektronika yang dapat mengeluarkan cahaya yang biasanya digunakan sebagai indikator dari sebuah rangkaian elektronika, pada pengujian lampu led disini menggunakan sebuah program yang terdapat pada program arduino yaitu dengan tipe lampu blink , uji coba dilakukan dapat dilihat pada gambar 4.2 sebagai berikut:

    Gambar 4.2 Pengujian rangkaian lampu led

    Adapun listing Program yang digunakan dalam uji coba dari rangkaian lampu indikator di atas dengan menggunakan 2 lampu infikator adalah sebagai berikut:

    Gambar 4.3 Listing program pengujian lampu led blink

    Program diatas akan dijalankan secara terus menerus selama arus listrik mengalir, dikarenakan program yang dipakai adalah tipe blink tampa ada device yang mengontrolnya. Dan adapun hasil ujicobanya dapat dilihat pada gambar 4.4 dan gambar 4.5 sebagai berikut.

    Gambar 4.4 Listing program pengujian lampu led

    Gambar 4.5 Listing program pengujian lampu led

  3. Pengujian rangkaian sensor gerak

    Rangkaian sensor gerak digunakan sebagai sensor pendeteksi suhu tubuh manusia, ketika seseorang memasuki ruangan tersebut maka akan diketahui. Pengujian yang akan dilakukan pada rangkaian sensor gerak adalah hanya untuk mengetahui dan memastikan bahwa sensor gerak dapat digunakan dengan baik, dan adapun pengujian rangkaian sensor gerak dapat dilihat pada gambar berikut ini.

    Gambar 4.6 Rangkaian Sensor gerak dalam kondisi LOW

    Pengujian rangkaian sensor gerak ini hanya untuk melihat apakah bekerja dengan semestinya. Pada rangkaian diatas menggunakan 1 buah lampu led yang dihubungkan dengan pin 13 arduino dan sensor gerak pada pin 2 arduino sedangkan untuk tegangan kerja sensor menggunakan tegangan yang bersumber dari arduino sebesar +5 volt, adapun hasil pengujiannya bisa dilihat pada gambar berikut.

    Gambar 4.7 Rangkaian Sensor gerak dalam kondisi HIGH

    Ketika melakukan pengujian sensor gerak diatas, pada saat sensor dalam kondisi LOW maka lampu akan mati, dan ketika sensor dalam kondisi HIGH maka lampu akan menyala berwarna hijau. Pada saat melakukan pengujian terhadap sensor gerak maka dibutuhkan listing program yang akan dimasukan kedalam arduino, adapun listing program yang digunakan dapat dilihat pada gambar berikut.

    Gambar 4.8 Listing program pengujian sensor gerak

  4. Prosedur Penggunaan LCD 16×2 Karakter

    Agar rangkaian LCD 16×2 Character dapat bekrja sesuai dengan apa yang diharapkan maka perlu dilakukan pengujian, yaitu dengan melakukan uji coba untuk menampilkan angka pada layar LCD 16×2 Character.

    Perlu diketahui bahwa pengujian rangkaian LCD 16×2 Character dapat menggunakan project board, yang merupakan papan untuk menghubungkan rangkaian arduino yang dapat digunakan untuk melakukan uji coba program arduino. Untuk uji coba rangkaian LCD 16×2 Character dapat dilihat pada gambar 4.7 sebagai berikut.

    Gambar 4.9 Pengujian rangkaian LCD 16×2 karakter

    Setelah melakukan uji coba maka rangkaian LCD 16×2 Charakter dapat digunakan dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada rangakaian LCD 16×2 Charakter memerlukan sumber tegangan kerja sebesar +5 vdc, tegangan tersebut akan diperoleh dari rangkaian catu daya.

    Untuk melakukan uji coba diatas yang menampilkan tulisan angka pada LCD 16×2 charakter dapat ditulis seperti gambar 4. 8 berikut ini.

    Gambar 4.10 Listing Program pengujian rangkaian LCD 16×2 karakter

  5. Rangkaian Keypad Membrane 4×3

    Keypad merupakan salah satu peripheral yang sangat penting dalam sistem komputer. Berbagai macam keypad bisa kita jumpai, misalnya untuk aplikasi sederhana dapat digunakan keypad 4×3 yang pada dasarnya merupakan konfigurasi saklar/tombol yang disusun berdasarkan baris dan kolom (4 baris dan 3 kolom).

    Gambar 4.11 pengujian keypad membrane 4×3

    Dalam susunan keypad pada rangkaian gambar 3.7 diatas terdapat empat buah baris (P0, P1, P2, dan P3) dan tiga buah kolom (P4, P5, dan P6). Untuk mendeteksi penekanan tombol yang terdapat pada keypad 4×3 tersebut, maka maka harus dilakukan penyapuan (scanning). Langkah-langkah scanning dijelaskan sebagai berikut:

    Jika P0, P1, P2 dan P3 berlogika ”0” berarti tombol 1, 4, 7, dan * tertekan, dan jika P0, P1, P2, dan P3 berlogika ”1” berarti tidak ada tombol yang tertekan, untuk melakukan proses scanning terhadap tombol-tombol keypad yang lain baik itu dilakukan pada kolom 1, 2,dan 3 semuanya sama.

    Gambar 4.12 Listing Program keypad membrane 4×3

    Hasil pengujian dibawah akan menyalakan lampu led hijau yang artinya kondisi dalam keadaan aktif. Dan berikut hasil pengujiannnya.

    Gambar 4.13 hasil uji coba keypad membrane 4×3

  6. Pengujian rangkaian pengendali motor DC

Rangkaian pengendali motor DC digunakan untuk mengendalikan motor DC untuk melakukan perputaran ke arah kanan dan kiri. Pengujian yang akan dilakukan pada rangkaian pengendali motor DC menggunakan IC L293, hanya untuk mengetahui dan memastikan bahwa arah putaran dan besar tegangan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan sistem tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah memberikan tegangan pada rangkaian L293 untuk menentukan tegangan yang sesuai dengan tenaga ( torsi ) yang dihasilkan dan tidak terlalu cepat perputarannya untuk motor DC. Berikut adalah merupakan hasil pengujian perbandingan antara tegangan dengan torsi yang dihasilkan.

  1. Motor DC diberikan tegangan sebesar 12 volt, torsi yang dihasilkan terlalu cepat, sehingga IC regulator akan cepat panas.
  2. Motor DC diberikan tegangan sebesar 9 volt, torsi yang dihasilkan dapat menggerakan motor dc , tetapi kecepatan motor dc masih terlalu tinggi sehingga terlalu cepat panas.
  3. Motor DC diberikan tegangan sebesar 5 volt, torsi yang dihasilkan mampu menggerakkan motor dc pada kecepatannya yang diinginkan.

Tabel 4.1 Pola pemberian pada driver motor DC L293

Setelah melakukan beberapa tahapan pengujian pada rangkaian pengendali motor DC, hasil pengujian yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan sistem. Sehingga tegangan 5 volt yang digunakan sudah cukup untuk mengendalikan motor DC tersebut, sedangkan lampu led digunakan sebagai penanda arah dari putaran motor dc. Lampu led berwarna merah menyala ketika motor dc berputar kearah kiri sedangkan lampu hijau menyala ketika motor dc berputar kearah kanan. Dalam pengujian motor dc dengan driver L293D menggunakan listing program seperti terlihat pada gambar 4.12 sebagai berikut.

Gambar 4.14 Listing program untuk pengujian motor dc

Gambar 4.15 Pengujian Rangkaian Motor dc

Analisa listing program pada sistem yang diusulkan

Proses analisa dilakukan untuk mendapatkan kesesuaian antara perangkat keras (hardware) yang sudah di uji coba dengan perangkat lunak (software) yang berupa listing program yang telah di masukan ke dalam sistem arduino.

Gambar 4.16 Listing program keseluruhan

Setelah melakukan penulisan listing program pada Arduino 1.0 di lakukan maka dapat dijelaskan seperti berikut:

penulisan listing program harus diawali dengan kode:

#include <Password.h>

#include <Keypad.h>

#include <LiquidCrystal.h>

LiquidCrystal lcd(19,18,17,16,15,14);

Kode di atas merupakan fungsi libraries yang ada pada software Arduino yang didalamnya terdapat fungsi-fungsi yang untuk digunakan pada keypad dan lcd display.

Sedangkan motor DC tidak dikontrol langsung menggunakan arduino, kerena motor DC hanya berputar searah dengan jarum jam, maka dari itu dengan memanfaatkan driver motor L293D untuk mengontrol motor DC, maka motor DC dapat dikontrol dua arah yaitu searah dengan jarum jam dan sebaliknya bisa di kontrol dengan arah berlawanan jarum jam. Adapun listing program yang digunakan sebagai berikut:

int motor1pin1=14;

int motor1pin2=15;

int enabel=16;

Dan selanjutnya penjelasan deklarasi seluruh program yang digunakan dalam sistem ini dapat dilihat sebagai berikut.

int indterbuka =2;

int solenoid =12;

int buzzer=13;

int sensor=3;

int motor1pin1=14;

int motor1pin2=15;

int enabel=16;

Kode di atas merupakan fungsi untuk mendeklarasikan atau penamaan terhadap variabel komponen yang digunakan, sedangkan barisan kode yang digunakan sebagai fungsi scanning keypad dapat dilihat pada baris program berikut ini.

for (int row = 0; row < numRows; row++) {

pinMode(rowPins[row],INPUT);

digitalWrite(rowPins[row],HIGH);

}

for (int column = 0; column < numCols; column++) {

pinMode(colPins[column],OUTPUT);

digitalWrite(colPins[column],HIGH);

}

}

Sedangkan program yang digunakan untuk melakukan perintah-perintah eksekusi baik berupa input ataupun output dapat dilihat pada blok void setup. Pada bagian ini program akan dialamatkan sebagai media output dan input tergantung pada penggunaan dari device-device yang terhubung.

void setup(){

Serial.begin(9600);

lcd.begin(16,2);

//delay(200);

pinMode(indterbuka, OUTPUT);

pinMode(buzzer, OUTPUT);

for (int row = 0; row < numRows; row++) {

pinMode(rowPins[row],INPUT);

digitalWrite(rowPins[row],HIGH);

}

for (int column = 0; column < numCols; column++) {

pinMode(colPins[column],OUTPUT);

digitalWrite(colPins[column],HIGH);

}

}

Program diatas hanya dijalankan selama sekali ketika pada saat pertama kali sistem mendapat arus listrik, sedangkan program yang dapat berjalan berulang kali akan terlihat seperti baris program berikut ini.

void loop(){

while (Serial.available()){

delay(10);

char c = Serial.read();

if (c == ‘#’) {break;}

voice += c;

}

if (voice.length() > 0) {

Serial.println(voice);

if(voice == “*all on”) {

else if(voice == “*all off”){

alloff();}

else if(voice == “*TUTUP”) {digitalWrite(led1, HIGH);}

else if(voice == “*BUKA”) {digitalWrite(led1, HIGH);}

voice=””;}

char key = getKey();

if( key != 0) {

Serial.print(“TEKAN TOMBOL”);

lcd.setCursor(0,0);

lcd.print(“Tekan Password “);

Serial.println(key);

lcd.setCursor(0,1);

lcd.print(key);

delay(10);

switch (key) {

case ‘#’: checkPassword1(); delay(1); break;

case ‘*’:password1.reset(); delay(1); break;

default: password1.append(key); delay(1);

}

}

}

void checkPassword1(){

if (password1.evaluate()){

Serial.println(“benar”);

Serial.print(254, DEC);delay(10);

lcd.display();

lcd.setCursor(0,0);

lcd.print(” Pintu Terbuka “);

lcd.setCursor(0,1);

lcd.print(” Silakan Masuk “);

delay(2000);

digitalWrite(indterbuka, HIGH);

lcd.clear();

delay(1000);

lcd.setCursor (0,0);

lcd.print(“Silakan Masukan”);

lcd.setCursor (0,1);

lcd.print(” Password “);

delay(1000);

//lcd.clear();

}else{

Serial.println(“salah”);

Serial.print(254, DEC);

delay(10);

digitalWrite(buzzer, HIGH);

lcd.display();

lcd.setCursor(0,0);

lcd.print(” Password Salah “);

lcd.setCursor(0,1);

lcd.print(” Masukan Ulang “);

delay(3500);

digitalWrite(buzzer, LOW);

digitalWrite(indterbuka, LOW);

lcd.clear();

delay(1000);

//

lcd.setCursor (0,0);

lcd.print(“Silakan Masukan”);

lcd.setCursor (0,1);

lcd.print(” Password “);

}

}

char getKey() {

char key = 0;

for(int column = 0; column < numCols; column++) {

digitalWrite(colPins[column],LOW);

for(int row = 0; row < numRows; row++) {

if(digitalRead(rowPins[row]) == LOW) {

delay(debounceTime);while(digitalRead(rowPins[row]) == LOW) ;

key = keymap[row][column];

}

}

digitalWrite(colPins[column],HIGH);

}

return key;

}

Barisan program diatas akan dijalankan berulang kali selama arus listrik mengalir didalam sustem arduino.

Penjelasan struktur listing program

Setiap program yang menggunakan bootloader Arduino biasa disebut sketch mempunyai dua buah fungsi yang harus ada yaitu:

  1. Void setup() { }

    yaitu semua kode didalam kurung kurawal akan dijalankan hanya satu kali ketika program dijalankan untuk pertama kalinya.

  2. void loop( ) { }

yaitu fungsi ini akan dijalankan setelah fungsi setup (void setup () { }) selesai. Setelah dijalankan satu kali fungsi ini akan dijalankan lagi, dan lagi secara terus menerus sampai catu daya (power) dilepaskan.

Berikut ini adalah elemen bahasa C yang dibutuhkan dalam format penulisan.

  1. pinMode

    digunakan dalam void setup() untuk mengkonfigurasi pin apakah sebagai input atau output. Untuk output digital pin secara default di konfigurasi sebagai input sehingga untuk merubahnya harus menggunakan operator pinMode (pin, mode) dan digunakan untuk menetapkan mode dari suatu pin, pin adalah nomor pin yang akan digunakan dari 0-19 (pin analog 0-5 adalah 14-19). Mode yang bisa digunakan adalah INPUT atau OUTPUT.

  2. digitalWrite

digunakan untuk mengset pin digital. Ketika sebuah pin ditetapkan sebagai output, pin tersebut dapat dijadikan HIGH (ditarik menjadi 5 volts) atau LOW (diturunkan menjadi ground).

Flowchart Sistem Yang Diusulkan

Dalam pembuatan sistem dan perancangan program dapat digambarkan dalam bentuk flowchart sehingga dapat mempermudah dalam melakukan dan merancang langkah-langkah atau proses dengan benar. Adapun bentuk dari flowchart keseluruhan dari sistem yang dibuat dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 4.17 Flowchart sistem yang di usulkan

Rancangan Program

Tahap pertama untuk pembuatan suatu alat dan program, yang pertama kali harus dilakukan adalah tahap perancangan, sebagai tolak ukur perancangan yang pertama kali harus sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian hasil perancangan akan di jadikan sebagai acuan untuk perakitan alat dan pembuatan program.

Pada dasarnya tujuan dari perancangan program adalah untuk mempermudah didalam merealisasikan pembuatan alat dan program yang sesuai dengan apa yang diharapkan.

Perancangan Perangkat Lunak Untuk Arduino

Sistem perangkat lunak yang dimaksud adalah Ide Arduino yang merupakan perangkat lunak untuk menuliskan listing program arduino, sehingga sistem arduino yang di buat dapat bekerja sesuai dengan apa yang di inginkan.

Pada perancangan perangkat lunak untuk arduino menggunakan bahasa pemrograman C yang dimana listing programnya dapat di compile dan di upload langsung kedalam arduino dengan Ide Arduino, adapun tampilan jendela Ide Arduino pada saat lsiting program ditulis seperti yang terlihat pada gambar 4.16 berikut.

Gambar 4.18 Tampilan listing program pada Ide Arduino

Adapun tahap yang dilakukan adalah menulis listing program -> mengecek keslahan terhadap listing program yang ditulis -> mengupload listing program kedalam arduino. Adapun langkah-langkah tersebut dapat di lihat seperti gambar 4.17 berikut.

Gambar 4.19 Proses upload program kedalam arduino

Rancangan Prototype

Pada bagian ini merupakan hasil rancangan dari aplikasi android yang digunakan dalam pembuatan alat ini, adapun hasil dari prototype interface android dapat digambarkan sebagai berikut.

  1. Rancangan Prototype Form Blueterm

Gambar 4.20 Tampilan prototype form aplikasi Bluetooth

Gambar 4.21 Tampilan program form aplikasi Bluetooth

Gambar 4.22 Tampilan testing aplikasi Bluetooth dan arduino

Konfigurasi Sistem Usulan

Pada perancangan sistem usulan ini terdapat beberapa hardware atapun Software yang digunakan yaitu untuk melakukan perancangan dan membuat program, baik untuk sisem arduino maupun Interface nya. Adapun perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang digunakan dapat di lihat pada sub bab berikut ini.

Spesifikasi Hardware

Pada spesifikasi perangkat keras (hardware) dibawah ini merupakan perangkat keras atau modul yang digunakan, dan memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing, dan dapat digambarkan secara garis besar saja tidak secara detail dalam pembuatan suatu modul tersebut. Adapun perangkat keras (Hardware) yang digunakan meliputi sebagai berikut:

a. Arduino uno.

b. Laptop : Acer DualCore 14 inch, 2 Gb DDR3 of RAM, 320 GB of Hardisk

c. Printer Cannon PIXMA MP237

d. Motor dc

e. Rangkaian Elektronika

f. Sensor gerak PIR

g. Adaptor baterai

h. Motor dc

i. Bluetooth

j. Keypad

k. Lcd display 16×2

Spesifikasi Software

Pada spesifikasi perangkat lunak (software) dibawah ini merupakan Aplikasi yang digunakan untuk membuat program, merancang alur diagram, mengedit program, sebagai interface, media untuk mengupload program dan mengedit suatu gambar. Adapun perangkat lunak (software) yang digunakan meliputi sebagai berikut:

a. MIT APP inventor

b. Mozilla Firefox

c. Microsoft Office 2010

d. Notepad++

e. IDE Arduino 1.0.5

f. Paint

g. Fritzing.2013.12.17

Hak Akses

Dalam membuat sebuah aplikasi perangkat lunak (software) ataupun perangkat keras (hardware) harus dan perlu adanya sebuah hak akses baik oleh petugas yang berwenang atau seseorang yang menjabat sebagai pemegang hak akses sangat diperlukan untuk keamanan dari sistem perangkat lunak (software) ataupun perangkat keras (hardware) yang dirancang, karena aplikasi perangkat lunak (software) ataupun perangkat keras (hardware) yang tidak memiliki hak akses akan sangat tidak aman. Adapun sistem ini memiliki hak akses dengan menggunakan keypad 4×3 dan melalui aplikasi android.

Testing

Pada tahap testing dilakukan pengujian terhadap sistem yang dibuat yaitu dengan menggunakan metode BlackBox testing, adapun pengujian dilakukan melalui interface aplikasi bluetooth dan arduino, dimana pengujian tersebut agar dapat mengetahui fungsionalitas dari suatu interface, adapun tahapannya tersebut untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Dengan memperhatikan fungsi-fungsi yang digunakan, seperti fungsi untuk berkomunikasi dengan piranti lain dengan memperhatikan fungsionalitasnya.
  2. Memperhatikan kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi ketika melakukan debug ataupun running program.
  3. Dengan memperhatikan struktur performa sehingga aplikasi dapat digunakan dengan baik dan mendukung sistem yang dibuat.
  4. Dengan memperhatikan kesalahan-kesalahan inisialisasi fungsi yang digunakan dalam berinteraksi dengan piranti lain.

Pengujian dengan metode BlackBox sangat memperhatikan pada fungsi fungsional dari suatu program dengan melakukan pendekatan yang melengkapi untuk menemuka kesalahan.

Evaluasi

Berdasarkan uji coba dari keseluruhan sistem yang dibuat terdapat dua metode pengujian yang dilakukan baik secara software maupun secara hardware, pada saat melakukan pengujian pada aplikasi blueterm hanya kendala saat terkoneksi dengan device lainnya, masalah tersebut tidak terpengaruh terhadap program karena bukan kesalahan dalam program melainkan faktor dari koneksi bluetooth.

Lalu uji coba dilakukan lagi secara hardware yaitu dengan melakukan kontroling pada interface android. Hasil dari evaluasi baik secara Software dan Hardware mendapat hasil yang cukup baik sehingga sudah dapat diterapkan dalam bentuk Prototype.

Implementasi

Pada tahap ini merupakan tahap-tahap utnuk merealisasikan dari sistem yang dirancang yang dimulai dari tahap pengumpulan data-data yang diharapkan dapat membantu dan mendukung sehingga sampai tercapainya dalam penerapannya.

Schedule

Berdasarkan data yang dikumpulkan, sehingga sistem pengontrolan sistem akses dan keamanan ruangan dapat bekerja dengan baik, penulis pun melakukan pendekatan terhadap pihak yang berkaitan yang merupakan tempat observasi penulis, hal ini dilakukan demi kepentingan pengguna yang dimana pengguna menginginkan suatu sistem yang dapat membantu dalam melakukan pekerjaan, sedangkan penulis sangat perlu melakukan pendekatan tersebut karena ada beberapa hal yang mungkin akan menjadi kendala ketika dalam proses perancangan dan pembuatan. Adapun jadwal yang dilakukan dalam proses mulai hingga selesai disajikan dalam tabel sebagai berikut.

Tabel 4.2 Pengolahan Jadwal proses pembuatan sistem

Penerapan

Pada bagian ini hal yang dilakukan adalah bagian untuk menerapkan sistem yang dibuat agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan baik bagi penulis maupun oleh instansi yang bersangkutan, instansi dimana tempat melakukan riset.

Tabel 4.3 Pengolahan jadwal penerapan

Estimasi Biaya

Berikut adalah rincian dalam pembuatan prototype sistem keamanan ruangan adalah.

Tabel 4.4 Estimasi biaya yang dikeluarka

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Pengontrolan sistem keamanan ruangan menggunakan Arduino UNO melalui media Keypad Membrane 4×4 dan Voice Via Bluetooth ,Rancangan ini mempunyai komponen utama berupa Arduino dan komponen-komponen kecil lainya beserta Keypad Membrane 4×4 dan Voice Via Bluetooth sebagai I/O nya. Secara keseluruhan dari hasil pengamatan, percobaan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Dengan menggunakan Arduino UNO yang telah dimasukkan program untuk mengontrol Arduino UNO melalui Keypad Membrane 4×4 dan Voice Via Bluetooth sebagai media pengontrol Sistem.
  2. Dengan menggunakan Keypad Membrane 4×4, dan Voice Via Bluetooth sebagai media input ke Arduino untuk mengaktifkan atau menonaktifan Sistem.

Saran

Dengan melihat kesimpulan diatas, ada beberapa saran yang diberikan yaitu sebagai berikut :

  1. Sebagai negara berkembang, sistem ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan teknologi pada intansi pemerintah untuk mengamankan berkas – berkas penting.
  2. Sistem ini tidak hanya dapat digunakan pada ruangan saja, melainkan dapat digunakan juga sebagai media keamanan berkendaraan bermotor roda dua maupun roda empat dan sistem keamanan yang lainnya.
  3. Cara pengembangan yang harus harus dilakukan untuk mengetahui permasalahan dalam sistem keamanan yang berjalan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang adalah dengan menerapkan sistem keamanan berbasis mikrokontroler agar berjalan lebih baik dari sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. 1,0 1,1 1,2 Mustakini, Jogiyanto Hartono. 2010. Sistem Informasi Teknologi. Yogyakarta: Andi Offset.
  2. 2,0 2,1 2,2 Erinofiardi,Nurul Iman Supardi. Redi2012. Penggunaan PLC Dalam Pengontrolan Temperatur, Simulasi Pada ProtorypeRuangan. Jurnal Mekanikal, Vol.3 No.2-Juli 2012.
  3. Pengantar Analiasa Sistem. Jurnal SAINTIKOM Vol. 9. No. 2 Agustus 2010:2-19.
  4. Arifianto, Teguh 2011. Membuat Interface Aplikasi Android Lebih Keren dengan LWUIT. Andi Yogyakarta.
  5. Hermawan, S. Stephanus. 2011. Mudah Membuat Aplikasi Android. Yogyakarta : Andi Offset.
  6. Membuat Aplikasi Android Untuk Tablet Dan Handphone, Jakarta. PT. Elex Media Komputindo. 2012
  7. Safaat, Nazruddin. 2011. Android Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC Berbasis Android. Jakarta: Informatika.
  8. Pemrograman Mikrokontroler AVR Bahasa Assembly dan C. Informatika Bandung. 2014
  9. Rusmadi, Dedy. 2009. MENGENAL KOMPONEN ELEKTRONIKA. Bandung: Pionir Jaya.
  10. Theory and Application of IT Research Metodologi Penelitian Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi. 2011
  11. Prototipe Alat Pembersih Toren Otomatis menggunakan SMS gateway pada PT. Cahaya Televisi Indonesia.Laporan Skripsi. STMIK Raharja. Tangerang. 2014
  12. Aplikasi Sistem Keamanan Pada Ruangan Server Dilengkapi Sensor Suhu, Mekanik Pintu Dan Pengenalan Kode Akses Didukung Webcam Berbasiskan Client Server.Laporan Skripsi. STMIK Raharja. Tangerang.2013
  13. Prototype Alat Pengendali Gerbang Menggunakan SMS Gateway.Laporan Kuliah Kerja Praktek. STMIK Raharja. Tangerang.2013
  14. Sistem Proteksi Kendaraan Bermotor menggunakan Android Berbasis Mikrokontroller ATMega328.Laporan Skripsi. STMIK Raharja. Tangerang.2014
  15. Prototype Pengendali Pintu dan Jendela Mobil Menggunakan Smartphone Berbasis ATMega 328P Di Kelurahan Cibogo.Laporan Skripsi. STMIK Raharja. Tangerang.2014