Monthly Archives: March 2016

skup bahasa indonesia

halo, perkenalkan nama saya Subhan Ahmad Saputra, saya adalah putra pertama dari dua bersaudara, hobi yang sangat digeluti adalah sepak bola dan futsal, di perguruan tinggi raharja saya mengambil jurusan sistem informasi konsentrasi bussines inteligence. Bahasa indonesia adalah salah satu mata kuliah yang saya ambil. sekian perkenalan singkat saya terimakasih ūüôā ūüôā :*

Assignment 1

Pertanyaan :

1. Silakan Anda enroll class dengan kode akses ZYPS-WRYJ

2. Membuat SKUP di iMe Class dengan terlebih dahulu mengirimkan permintaan untuk             dijadikan author

3. Membuat makalah secara berkelompok dengan tema pembahasan yang telah                           ditentukan dengan menggunakan Rinfo doc

4. Memindahkan link tugas makalah Anda ke iMe class dengan ketentuan (1. pertanyaan;         2. status; 3. keterangan; 4. pembuktian)

Status : 100%

Keterangan atau pernyataan : Saya sudah ngerjain

Bukti : 

SKUP bisa di lihat :  http://bl103.ilearning.me/2016/03/12/skup-ramdan-nugraha/

Makalah tentang Ragam Bahasa :

MAKALAH BAHASA I

NDONESIA

‚ÄúRagam Bahasa Indonesia‚ÄĚ

Nama : 

1. Ramdan Nugraha

2. Janizar Fallan

3. Boyke Dirman

4.

 

KELAS : BL103B

MATKUL  : Bahasa Indonesia

GREEN CAMPUS RAHARJA  JLN. JENDERAL SUDIRMAN NO.40 MODERN CIKOKOL. TANGERANG BANTEN

PHONE : 021-5529692

E-MAIL  & WEBSITE : www.raharja.ac.id

Kata Pengantar

 

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah bahasa Indonesia dengan tema ‚ÄúRagam Bahasa Indonesia‚ÄĚ.

 

Makalah ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen saya yang bernama ibu Mulyati Rasyid.

 

Dalam penyusunan makalah bahasa Indonesia ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kepada semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan makalah ini selesai.

                

Penulis menyadari bahwa penyusunan proposal penelitian tindakan kelas ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat penulis harapkan untuk lebih baiknya karya makalah ini kedepannya nanti.

Tangerang, Maret 2016

 

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ii

DAFTAR ISI iii

BAB I 1

PENDAHULUAN.. 1

1.1          Latar Belakang Masalah. 1

1.2           Tujuan Penulisan. 1

1.3           Pembatasan Masalah. 1

1.4       Metode Penulisan. 1

1.5           Sistematika Penulisan. 2

BAB II 3

ISI 3

2.1           Bahasa Pemrograman. 3

2.2          Macam-macam Bahasa Pemrograman. 3

BAB III 14

PENUTUP. 14

3.1           Kesimpulan. 14

DAFTAR PUSTAKA.. 15

         

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1        Latar Belakang Masalah

 

Bahasa indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyrakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasan bahasa Indonesia itu ada yang disebut ragam bahasa. Dimana ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan dan ada ragam bahasa tulisan. Disini yang lebih lebih ditekankan adalah ragam bahasa lisan, karena lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan ngobrol, puisi, pidato, ceramah, dll. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang  pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.

 

1.2        Tujuan Penulisan

 

Terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penulisan makalah yang membahas bahasa pemrograman ini, yaitu :

 

1.      Mengetahui pengertian ragam bahasa,

2.      Mengetahui macam-macam ragam bahasa,

3.      Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media,

4.      Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur,

5.      Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topic pembicaraan, dan

6.      Memenuhi tugas kelompok mata kuliah Bahasa Indonesia.

‚Äė

 

 

1.3        Metode Penulisan

 

Penulis menulis makalah ini menggunakan metode pustaka, yaitu metode penulisan karya tugas ilmiah dengan menggunakan bahan-bahan, materi-materi, data-data, informasi yang dikumpulkan dari, artikel-artikel dan tulisan-tulisan yang telah penulis baca.

 

 

1.4        Sistematika Penulisan

 

Penulis membagi sistematika makalah ini menjadi tiga bagian, yang dapat penulis rinci sebagai berikut :

  1. Bab 1 Pendahuluan, penulis mengemukakan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu seputar bahasa pemrograman.
  2. Bab 2 Isi, penulis menjabarkan masalah-masalah yang dibahas sesuai dengan perumusan masalah.
  3. Bab 3 Penutup, sebagai penutup penulis menuliskan kesimpulan dan saran.

 

 

 

BAB II

ISI

2.1        Pengertian Ragam Bahasa

 

Ragam bahasa adalah  variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.

Pengertian ragam bahasa menurut para ahli adalah:

1. Pengertian ragam bahasa menurut Bachman

Menurut Bachman (1990), ‚Äúragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara‚ÄĚ.

2. Pengertian ragam bahasa menurut Dendy Sugono

Menurut Dendy Sugono (1999), ‚Äúbahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku‚ÄĚ.

 

2.2        Macam-macam Ragam Bahasa

 

Macam-macam bahasa bisa dibagi 3 berdasarkan media, cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.

2.2.1 Ragam bahasa Media (Lisan)

 

Bahasa yang di hasilkan menggunakan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan. Dalam ragam lisan kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

A.    Ciri-ciri ragam lisan :

 

1.          Memerlukan orang kedua/teman bicara,

2.          Tergantung kondisi, ruang, dan waktu,

3.          Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh,

4.          Berlangsung cepat.

 

       

B.         Kelebihan dan kelemahan ragam bahasa lisan 

  1. Dapat disesuaikan dengan situasi,
  2. Faktor efisiensi waktu,
  3. Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsure lain berupa tekan dan gerak anggota badan agah pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara,
  4. Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya,
  5. Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur,
  6. Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.

 

 

Adapun kelemahan ragam bahasa lisan antara lain :

 

  1. Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase sederhana,
  2. Penutur sering mengulangi beberapa kalimat,
  3. Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.

 

2.2.2  Ragam Tulis

 

Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata. Dengan kata lain dengan ragam bahasa tulis, kita tuntut adanya kelengkapan unsur kata seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

 

A.    Ciri-ciri ragam tulis  :

 

1.          Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara,

2.          Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu,

3.          Harus memperhatikan unsur gramatikal,

4.          Berlangsung lambat,

5.          Selalu memakai alat bantu,

6.          Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi, dan

7.          Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.

 

 

B.         Kelebihan dan kelemahan ragam tulis :

 

 

1.           Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan menyenangkan,

2.          Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat,

3.          Sebagai sarana memperkaya kosakata,

4.          Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.

 

 

Adapun kelemahan ragam bahasa lisan antara lain :

1.          Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.

2.          Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa.

3.          Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.

 

 

         Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan kata dan kosa kata) :

A.    Tata Bahasa :

a.           Ragam bahasa lisan

1.          Nia sedang baca surat kabar

2.          Ari mau nulis surat

3.          Tapi kau tak boleh menolak lamaran itu.

 

b.          Ragam bahasa tulisan

1.   Nia sedang membaca surat kabar.

2.   Ari mau menulis surat.

3.   Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.

 

 

B.     Kosa Kata :

a.           Ragam bahasa lisan

1.          Nia sedang baca surat kabar  

2.          Ari mau nulis surat

3.          Tapi kau tak boleh menolak lamaran itu.

 

b.          Ragam bahasa tulisan

1.   Nia sedang membaca surat kabar.

2.   Ari mau menulis surat.

3.   Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.

 

 

2.3.3 Ragam bahasa Indonesia menurut penutur.

 

Ragam Bahasa Berdasarkan penutur yaitu :

1.      Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat/dialek).

Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan/b/pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.

 

 

 

2.      Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur.

Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.

Contoh:

1)           Ira mau nulis surat = Ira mau menulis surat

2)           Saya akan ceritakan tentang Kancil = Saya akan menceritakan tentang Kancil.

 

3)           Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur.

Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.

Contoh:

1. ¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Ragam resmi ¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† ¬†: ‚ÄúSaya sudah membaca buku itu‚ÄĚ

2. ¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Ragam tak resmi ¬†: ‚ÄúSaya sudah baca buku itu‚ÄĚ

 

2.3.4 Ragam bahasa Indonesia menurut topik pembicaraan.

 

Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.

Contoh:

Ragam hukum       : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.

Ragam bisnis             : Setiap pembelian diatas nilai tertentu akan diberikan diskon.

Ragam sastra             : Cerita itu menggunakanFlashback.

Ragam kedokteran : Anak itu menderita penyakit kuorsior.

 

Menurut Anton M. Moeliono (dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia,1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebaliknya, mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.

Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut :

  1. Ragam baku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
  2. Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
  3. Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
  4. Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
  5. Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.

Contoh Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar :

Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku :

* Ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang murid

Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?

Rino : sudah saya kerjakan pak.

Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.

Rino : Terima kasih Pak, akan segera saya kumpulkan.

BAB III

PENUTUP

 

3.1        Kesimpulan

 

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa lisan dan tulisan.

Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan ejaan bahasa yang telah disempurnakan (EYD), sedangkan ragam bahasa lisan diharapkan para warga Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahasa dengan baik serta bertutur kata sopan sebagai pedoman yang ada.

         

 

3.2        Saran

Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita semua mempelajari ragam bahasa yang kita miliki, kemudian mempelajari dan mengambil hal-hal yang baik, yang dapat kita amalkan dan kita pakai untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca dan menambah pengetahuan dan wawasan anda. Mohon maaf jika dalam penyusunan terdapat banyak kekeliruan penulis mohon maaf. Untuk kritik dan saran dari pembaca penulis harapkan karena itu menjadi acuan untuk penulis agar membuat makalah menjadi lebih baik lagi, Sekian dan terimakasih.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

www.google.co.id

http://tisnajelek.blogspot.com/2013/10/pentingnya-berbahasa-yang-baik-dan.html

http://rifqybawazier.blogspot.com/2013/10/ragam-bahasa-dan-pentingnya-

menggunakan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa

http://naufal101110.blogspot.com/2013/10/artikel-ragam-bahasa- indonesia.html Diposkan olehCandra Rosdianto di 23.31

http://sekapursirihpunya.blogspot.com/2013/05/contoh-makalah-ragam-bahasa.html

http://www.trigonalworld.com/2013/07/pengertian-ragam-bahasa-menurut-para.html

Assignment 1

  1. Pertanyaan
    1. Silakan Anda enroll class dengan kode akses ZYPS-WRYJ
    2. Membuat SKUP di iMe Class dengan terlebih dahulu mengirimkan permintaan untuk dijadikan author
    3. Membuat makalah secara berkelompok dengan tema pembahasan yang telah ditentukan dengan menggunakan Rinfo doc
    4. Memindahkan link tugas makalah Anda ke iMe class dengan ketentuan (1. pertanyaan; 2. status; 3. keterangan; 4. pembuktian)
  2. Status
    Tercapai (100%)
  3. Keterangan atau pernyataan
    Saya sudah mengerjakan tugas ini.
  4. Pembuktian
    Bukti yang di berikan berupa screenshot dan link iMe.

    a. Enroll Class

    b. SKUP bisa di lihat DI SINI

    c. Makalah tentang Ragam Bahasa

SKUP Diana F.

Assalamua’laikum Wr. Wb….

Perkenalkan nama saya Diana FatkulKhakim biasa dipanggil ian. Saya sekarang sedang menempuh pendidikan Strata satu di Perguruan Tinggi Raharja. Jurusan yang saya tempuh saat ini yaitu SK (Sistem Komputer) dengan konsentrasi CCIT (Creative Communication and Innovative Technology).
Mata kuliah yang saya pelajari di semester 2 ini adalah Bahasa Indonesia, yang di ajarkan oleh ibu Mulyati, SE.

Berikut adalah daftar assigment yang telah diberikan :

NO. ASSIGNMENTS STATUS GRADE
1 Assignment 1  DONE
2 Assignment EYD  DONE
3 Assignment 3   DONE
4
5
6
7
8
9
 10
11
12
 13
14
15

tugas 6

pertanyaan :

Kita telah mempelajari dan mengenal paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan kalimat. Penggabungan kalimat tersebut membicarakan suatu gagasan atau topik. Seluruh kalimat memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah tersebut. Sebuah paragraf ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua sentimeter. Selain itu, dapat menambahkan tanda sebuah paragraf dengan memberikan jarak agak renggang dari paragraf sebelumnya. Dengan demikian, memudahkan para pembaca dalam melihat permulaan tiap paragraf.

Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda mengenai paragraf silakan kerjakan tugas ke 6 ini dengan sebaik-baiknya.

Jawaban dapat dicari dari berbagai sumber lain (literatur, buku, internet dsb)

  1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan berikan contohnya!
  2. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan paragraf induktif dan berikan contohnya!
  3. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pengembang
  4. Buatkan satu contoh paragraf fungsinya sebagai paragraf pembuka
  5. Buatkan satu contoh paragraf fungsnya sebagai paragraf penutup

 

Jawaban :

  1. Paragraf deduktif adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat kalimat penjelas. Contoh :   Tikus adalah musuh petani yang sangat merugikan. Berpuluh-puluh hektar lebih sawah di berbagai daerah mengalami gagal panen disebabkan padinya dimakan tikus.Tanaman lain seperti singkong pun tak luput menjadi korbannya, bahkan buah petai cina yang sudah tua juga habis digerogoti binatang ini. Tak hanya itu saja bahkan binatang ternak seperti ayam dan bebek pun juga diserang tikus.
  2. Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama. Contoh :  Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertentu. Selanjutnya, tampillah trotoar tersebut sebagai etalase khusus. Bahkan, banyak barang khas trotoar terkenal di Jakarta yang tidak bisa dijumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilanya yang khas.
  3. Menguraikan, mendeskripsikan, membandingkan, menghubungkan, menjelaskan, atau menerangkan
    Kata-kata yang lazim digunakan: mengidentifikasi, menganalisis, detail, fungsi, dll.
  4. Menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan selanjutnya.
  5. Menyimpulan bagian karangan atau simpulan seluruh karangan. Paragraf ini sering merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Mengingat paragraf penutup dimaksudkan untuk mengakhiri karangan.

Skup Ali Bl103d

 

 

Perkenalkan nama saya Muhamad ali. Sekarang saya kuliah di Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang-Indonesia mengambil Jurusan Sistem Informasi, konsentrasi Business Intellegence dan memulai perkuliahan pada tahun 2014. Semester ini saya sedang mengikuti semester dua mata kuliah Bahasa Indonesia yang diajarkan oleh Ibu Mulyati, S.E., M.Pd.

Dalam dunia kependidikan, bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar kependidikan pada semua jenis dan jenjang kependidikan dapat dibanggakan. Hal ini dibuktikan, bahasa Indonesia bukan saja sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan, tetapi berfungsi juga sebagai sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai fungsi sarana pengembangan dan pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perhatian khusus karena kepesatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kedinamisan bahasa Indonesia terutama dalam kaitan dengan pengembangan tata istilah keilmuan.

Sebagai bahasa nasional, mahasiswa berkewajiban untuk menggunakan, memelihara, dan mempertinggi harkat dan martabat bangsa dan negara Indonesia tercinta melalui idealisme bahasa Indonesia. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan meningkatkan rasa kebangaan memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai keperluan, menghindari penggunaan bahasa asing secara berlebihan atau di luar garis ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan, meningkatkan frekuensi pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia dalam kesempatan dan aktivitas, baik resmi maupun tidak resmi. Dari sudut pandang psikologi pendidikan, suatu keberhasilan bukan sekadar tercapai melalui pendidikan formal dan pelatihan, tetapi melalui pembiasaan penggunaan secara terus-menerus dalam lingkungan masyarakat dan di tengah-tengah keluarga.

Sikap berbahasa Indonesia secara positif akan dapat menjadikan bahasa Indonesia semakin berperan secara nyata sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Sudah saatnya kehidupan kebangsaan dibekali dengan semboyan ‚ÄúBangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi budaya dan bahasanya‚ÄĚ.

Berikut daftar assignments yang telah dikerjakan :

Kalimat Dalam Bahasa Indonesia

NOASSIGNMENTSTATUSGRADE
1Assignment 3Done

Assignment 3

1.Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda, beberapa mahasiswa menampilkan berbagai kegiatan seni
2.Dalam Menentukan tujuan penelitian, harus menyesuaikan dengan rumusan masalah yang ada
3.Tahap implementasi sistem dapat terdiri dari langkah merencanakan rencana implementasi, melakukan kegiatan implementasi, dan menindaklanjutkan implementasi
4. Output yang diperoleh merupakan hasil dari penelitian Tridarma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang diwadahi oleh raharja enrichment centre.
5. Segala usaha dilakukan dalam menangani masalah devaluasi dan perbaikan masalah keuangan.
6. Segenap sivitas akademika harap bergabung dengan para tamu
7. Jembatan layang itu belum selesai seperti yang sudah direncanakan disebabkan karena dananya belum dapat dicairkan semua.
8. Pada 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI), Diploma II (DII) dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Pratama , Ahli Muda dan Ahli Madya kepada lulusannya.
9. Saya belum memahami soal itu

10.Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka digunakan beberapa metode, adapun metode yang digunakan sebagai berikut :

Assignment EYD

Latar Belakang

Pemanfaatan media informasi dan promosi oleh suatu perusahaan secara garis besar bertujuan untuk memudahkan pengenalan akan profil perusahaan tersebut beserta produk dan jasa yang diperdagangkan. Diantaranya melalui media website, katalog, brosur. Pengenalan profil perusahaan dan jenis produk yang dipasarkan merupakan proses bisnis perusahaan dengan cara promosi dan informasi sehingga dapat memudahkan calon konsumen untuk mudah mengenal perusahaan kita. Untuk itu dengan menggunakan video profile maka perusahaan akan lebih menarik dalam menyampaikan informasi dan promosi suatu produk dan jasa yang di tawarkan.

PT. Ridho Jaya ( PT Ridho Jaya ) adalah perusahaan yang mempunyai motto kepuasan pelanggan dan kualitas terbaik adalah kebanggan kami PT. Ridho Jaya. Berlokasi di Jl. Jawaringan no 58 Cikupa Tangerang. PT. Ridho Jaya (PT Ridho Jaya) yang didirikan di Tangerang pada tahun 2001, oleh Bapak Sugiman, didasari oleh adanya kebutuhan masyarakat akan produk Plastic dan peluang usaha yang cukup menjanjikan pada saat itu, dimana pada awalnya banyak permintaan sehingga semakin memantapkan PT. Ridho Jaya( PT Ridho Jaya ) ini melebarkan sayap dan menambah mesin dan jumlah man power yang sangat profesional yang dibutuhkan.

Saat ini PT. Ridho Jaya (PT Ridho Jaya ) menggunakan media promosi dan informasi dalam bentuk media cetak dan website yaitu masih berupa katalog, terakhir pengembangan katalog produk pada tahun 2009 dan melakukan presentasi ke klien secara lisan, melakukan pemasaran dengan memperlihatkan foto-foto dan fasilitas yang belum di kemas ( dikemas ) dalam bentuk gambar yang sudah rapi dan terorganisir dengan baik, dan semakin berkembangnya perusahaan dan ( serta ) persaingan yang lebih kompetitif setiap tahun nya, kebutuhan perusahaan akan promosi akan terus bertambah sesuai perkembangan zaman.

Dalam mengembangkan usahanya saat ini PT. Ridho Jaya (PT Ridho Jaya ) , sangat membutuhkan sarana media penyampaian informasi dan promosi yang mampu mengemas seluruh aset yang dimiliki perusahaan dalam menjalin relasi atau kerjasama baik dengan klien perseorangan, klien perusahaan, instansi atau lembaga terkait.

Dari hasil analisa kebutuhan yang dilakukan penulis terhadap PT. Ridho Jaya ( PT Ridho Jaya ), perusahaan tersebut membutuhkan media promosi yang menarik untuk memperkenalkan seluruh produk dan diharapkan melalui perancangan media komunikasi visual ini dapat meningkatkan omset perusahaan.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul, “PERANCANGAN VIDEO PROFILE SEBAGAI PENUNJANG MEDIA PROMOSI DAN INFORMASI PADA PT.RIDHO JAYA’’.

Perumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan diangkat dalam topik ini yaitu:
Media dalam bentuk apa yang dapat lebih menjelaskan secara detail mengenai profile perusahaan kepada setiap relasi PT. Ridho Jaya ( PT Ridho Jaya )?
Jenis media promosi dan informasi apa yang secara audio visual dapat menarik perhatian para calon konsumen untuk bisa ( dapat ) berkerjasama dengan PT. Ridho Jaya ( PT Ridho Jaya ) ?
Media video profile perusahaan seperti apa yang dapat memenangkan persaingan pemasaran produk dan jasa antara PT. Ridho Jaya ( PT Ridho Jaya ) dengan perusahaan lainnya?
Ruang Lingkup

Agar pembahasan permasalahan lebih terarah, maka penulis membatasi ruang lingkup permasalahan adalah ( mengenai ) hal-hal yang berhubungan dengan perancangan media komunikasi visual sebagai penunjang media promosi dan informasi dengan video profile pada PT. Ridho Jaya. berjudul, “ PERANCANGAN VIDEO PROFILE SEBAGAI PENUNJANG MEDIA PROMOSI DAN INFORMASI PADA PT.RIDHO JAYA ’’.

Tujuan & Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian
Agar dapat memberikan informasi yang lebih menarik, creative dan mengenai produk dan jasa yang di tawarkan ( ditawarkan ) perusahaan dengan media video profile.
Sebagai media informasi yang lebih creative, menarik, tentang perusahaan dalam bentuk desain komunikasi audio visual yang menarik untuk memenuhi kebutuhan calon konsumen, dan dapat diterima oleh seluruh kalangan perusahaan dan perseroan, sebagai media untuk menyampaikan tentang profile PT. Ridho Jaya.
Agar mendapatkan kepercayaan dari calon konsumen atau perusahaan yang ingin menjalin kerjasama dengan PT. Ridho Jaya.

Assignment 3

1.Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda, beberapa mahasiswa menampilkan berbagai kegiatan seni
2.Dalam Menentukan tujuan penelitian, harus menyesuaikan dengan rumusan masalah yang ada
3.Tahap implementasi sistem dapat terdiri dari langkah merencanakan rencana implementasi, melakukan kegiatan implementasi, dan menindaklanjutkan implementasi
4. Output yang diperoleh merupakan hasil dari penelitian Tridarma Perguruan Tinggi antara dosen dengan mahasiswa yang diwadahi oleh raharja enrichment centre.
5. Segala usaha dilakukan dalam menangani masalah devaluasi dan perbaikan masalah keuangan.
6. Segenap sivitas akademika harap bergabung dengan para tamu
7. Jembatan layang itu belum selesai seperti yang sudah direncanakan disebabkan karena dananya belum dapat dicairkan semua.
8. Pada 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI), Diploma II (DII) dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Pratama , Ahli Muda dan Ahli Madya kepada lulusannya.
9. Saya belum memahami soal itu

10.Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka digunakan beberapa metode, adapun metode yang digunakan sebagai berikut :