Diksi makalah ( Purwo Trisno Sadewo )

null
1. Definisi Data

Menurut Sutabri (2012:1), “Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata”. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi saat tertentu di dalam dunia bisnis. Bisnis adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Misalnya, penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda, dan yangbetul-betul ada dan terjadi. Dari definisi dan uraian data tersebut dapat disimpulkan bahwa data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan informasi.

Menurut John J. Longkutoy dalam Sutabri (2012:2), istilah data adalah suatu istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari faktayang (harusnya dipisah: fakta yang) mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol,gambar-gambar, angka-angka, huruf-huruf, atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi atau situasi dan lain-lain.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan data adalah hal, peristiwa, ataukenyataan lainnya yang mengandung suatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunanketerangan, pembuatan kesimpulan, atau sumber dari informasi.

2. Klasifikasi Data

Menurut Sutabri (2012:3), data itu sendiri dapat diklasifikasikan menurut jenis, sifat, dan sumber. Mengenai penjelasan klasifikasi data tersebut akan diurai dibawah ini:

1) Klasifikasi data menurut jenis data,yaitu:

a. Data Hitung (Enumeration atau Counting Data)

Data hitung adalah hasil penghitungan atau jumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah presentase dari suatu jumlah tertentu.

b. Data Ukur (Measurement Data)

Data ukur adalah data yang menunjukanukuran mengenai nilai sesuatu. Angka yang ditunjukan alat barometer atau termometer adalah hasil proses pengukuran.

2) Klasifikasi data menurut sifat data,yaitu:

a. Data Kuantitatif (Quantitative Data)

Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan.

b. Data Kualitatif (Qualitative Data)

Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu. Penggolongan fakultas-fakultas pada universitas negeri menjadi fakultas exacta dan fakultas non-exacta merupakan pemisahan menurut sifatnya.

3) Klasifikasi data menurut sumber data,yaitu:

a. Data Internal

Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.

b. Data External

Data external adalah data hasil observasi orang lain. Seseorang boleh saja menggunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut hasil kerja orang lain. Data external ini terdiri dari 2 (dua)jenis, yaitu:

a) Data External Primary

Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.

b) Data External Secondary

Data eksternal sekunder adalah data yangdiperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.

3. Pengolahan Data

Data merupakan bahan mentah untuk diolah yang hasilnya kemudian menjadi informasi. Dengan kata lain, data yang telah diperoleh harus diukur dan dinilai baik dan buruk, berguna atau tidak dalam hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Pengolahan data terdiri dari kegiatan-kegiatan penyimpanan data dan penanganan data.

Menurut Sutabri (2012:6), pengolahan data dapat diuraikan seperti dibawah ini, yaitu:

1) Penyimpanan Data (Data Storage)

Penyimpanan data meliputi pekerjaan pengumpulan (filing), pencarian (searching), dan pemeliharaan (maintenance). Data disimpan dalam suatu tempat yang lazim dinamakan “file”. File dapat berbentuk map, ordner, disket, tipe, harddisk, dan lain sebagainya. Jadi, file diartikan sebagai suatu susunan data yang terbnetuk dari sejumlah catatan (record) yang berhubungan satu sama lain(sejenis) mengenai suatu bidang dalam suatu unit usaha. Untuk memperoleh kemudahan dalam pencarian data (searching)di dalam file maka file dibagi menjadi 2 (dua) jenis,yaitu:

a. File Induk (Master File)

Fileinduk ini berisi data-data permanen yang biasanya hanya dibentuk satu kali sajadan kemudian digunakan untuk pengolahan data selanjutnya.

b. File Transaksi (Detail File)

File transaksi berisi data-data temporer untuk suatu periode atau untuk suatu bidang kegiatan atau suatu periode yang dihubungkan dengan suatu bidang kegiatan.

Pemeliharaan file (file maintenance) juga meliputi “peremajaan data” (data updating), yaitu kegiatan menambah catatan baru pada suatu data, mengadakan perbaikan, dan lain sebagainya.

2) Penanganan Data (Data Handling)

Penanganan data meliputi berbagai kegiatan seperti: pemeriksaan, perbandingan, pemilihan, peringkasan, dan penggunaan. Pemeriksaan data mencakup pengecekan data yang muncul pada berbagai daftar yang berkaitan atau yang datang dari berbagai sumber, untuk mengetahui berbagai sumber dan untuk mengetahui perbedaan atau ketidaksesuaian, pemeriksaan ini dilakukan dengan kegiatan pemeliharaan file(file maintenance). Pengguna data (data manipulation) merupakan kegiatan untuk menghasilkan informasi.

Konsep Dasar Sistem
1. Definisi Sistem

Menurut Sutabri (2012:10), “Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi,saling tergantung satu sama lain, dan terpadu”.

Menurut Gordon B. Davis dalam Sutabri (2012:12), “Ssistem bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling bergantung. Sedangkan sistemyang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapaisuatu tujuan”.

Menurut Norman L. Enger dalam Sutabri (2012:12), “Suatu sistem dapat terdiri dari atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan guna mencapai tujuan-tujuan perusahaan seperti pengendalian inventaris atau penjadwalan produksi”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan sistem adalah kumpulan komponen-komponen yang terdiri dari sub-sub sistem yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk menghasilkan output yang diinginkan.

2. Karakteristik Sistem

Menurut Mustakini dalam Magdalena (2013:09-25), suatu sistem mempunyai karakteristik tertentu, yaitu : mempunyai komponen – komponen atau sub – sub sistem,mempunyai batasan, mempunyai lingkungan luar yang mempengaruhi (environment), mempunyai penghubung dengan pengguna (user), dan mempunyai tujuan.

Sumber: Sutabri(2012:14) Gambar2.1 Karakteristik Suatu Sistem
Menurut Sutabri (2012:20), model umum sebuah sistem adalah input, proses,dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu, sebuah sistem dapat mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1) Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang seling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk su bsistem. Setiap sub sistem(harusnya di gabung : subsistem) memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering disebut “super sistem”.

2) Batasan Sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3) Lingkungan Luar Sistem (Environtment)

Bentukapapun (harusnya di pisah: bentuk apapun) yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

4) Penghubung Sistem (Interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentukkeluaran (harusnya dipisah: Bentuk keluaran) dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integritas sistem yang membentuk satu kesatuan.

5) Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemelihaaran dan sinyal. Contohnya, di dalam suatu unit sistem komputer,”program”(salah penempatan tanda : program) adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan “data” adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6) Keluaran Sistem (Output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi.Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi sub sistem lain.

7) Pengolah Sistem (Proses)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

8) Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tuujuan yang telah direncanakan.

3. Klasifikasi Sistem

Menurut Sutabri (2012:22), sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya:

1) Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistemabstak (harusnya dipisah : Sistem Abstrak) adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampaksecara (harusnya dipisah : tampak secara) fisik, misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiranhubungan (harusnya dipisah: pemikiran hubungan) antara manusia dengan Tuhan, sedangkan sistem fisik merupakan sistemyang (harusnya dipisah : sistem yang)ada secara fisik, misalnya sistem komputer, sistem produksi, sistempenjualan(harusnya dipisah : sistem penjualan), sistem administrasi personalia, dan lain sebagainya.

2) Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang malam, dan pergantian musim. Sedangkan sistem buatn manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine sistem. Sistem informasi berbasis komputer merupakan contoh human machine sistem karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3) Sistem Determinasi dan Sistem Probabilistik

Sistem yang berinteraksi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program komputer yang dijalankan. Sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistic.

4) Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkunagn luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar. Sedangkan sistem tebuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk sub sistem lainnya.

Konsep Dasar Sistem Informasi
1. Definisi Sistem Informasi

Menurut Nugroho (2011:128), “Sistem informasi adalah sebuah sistem yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses,menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik”.

Menurut Sutabri (2012:46), “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial(salah kata : manaterial) dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

Menurut O’Brien dalamYakub (2012:17), “sistem informasi (information system) merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi”.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan,pengolahan, pengendalian, dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya.

2. Komponen Sistem Informasi

Menurut Yakub (2012:20), sisteminformasi (harusnya dipisah : sistem informasi) merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen. Komponen sistem informasi tersebut terdiri dari:

a. Blok masukan (input block), input memiliki data yang masuk kedalam sistem informasi, juga metode-metode untuk menangkap data yang dimasukannya.

b. Blokmodel (harusnya dipisah : Blok Model) (model block), blok ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basisdata.

c. Blok keluaran (output block), produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

d. Blokteknologi (harusnya dipisah : Blok teknologi) (technology block), blokteknologi (harusnya dipisah : Blok teknologi) digunakan untuk menerima input,menyimpan, mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dari sistemsecara keseluruhan. Teknologi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

e. Basisdata (harusnya dipisah : Basis data)(database block), basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya,tersimpan di tempat keras komputer dan digunakan perangkat lunak (software) untuk memanipulasinya.

Menurut Mustakini (2009:43), input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karena merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Jika sistem informasi tidak pernah mendapatkan input, tetapi dapat menghasilkan output, inimerupakan hal yang ajaib. Input yang masuk ke dalam sistem informasi dapat langsung dioalh menjadi informasi ataujika belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu di storage dalam bentuk database.

Sumber Mustakini (2009:43)

Gambar2.4Komponen Dari Sistem Informasi

3. Tujuan Sistem Informasi

Menurut Mustakini (2009:36),“Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi”. Untuk dapatberguna(harus dipisah : dapat berguna), maka informasi harus didukung oleh tiga pilar, sebagai berikut: tepatkepada (harusnya dipisah : tepat kepada) orangnya atau relevan (relevance),tepat waktu (timeline), dan tepatnilainya(harusnya dipisah : tepat nilainya) atau akurat (accurate).Keluaran yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini tidak dapat dikatakansebagai (harusnya dipisah : dikatakan sebagai) informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah (garbage).

SumberMustakini (2009:36)

Gambar2.5Pilar-Pilar Informasi Yang Berguna

Metode Penelitian
1. Tahapan Pengumpulan Data

Menurut Rapina (2011:15), teknik pengumpulan data, yaitu:

1) Studi Lapangan

Yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung pada perusahaan yang bersangkutanuntuk (harusnya dipisah : bersangkutan untuk) memperoleh data primer dan informasi yang dibutuhkan, dengan cara :

a. Observasi

Observasimerupakan (harusnya dipisah : Observasi merupakan)suatu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan caramelakukan (harusnya dipisah : cara melakukan) pengamatan secara langsung ke tempat yang dijadikan objek penelitian.

b. Wawancara

Wawancaramerupakan (harusnya dipisah : wawancara merupakan) salah satu teknik untuk mengumpulkan data dengan cara menanyakansecara (harusnya dipisah : menanyakan secara) langsung kepada pihak yang berkaitan dengan penelitian.

c. Dokumentasi

Dokumentasiadalah (harus dipisah : Dokumentasi adalah) suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan semua hal yangdiperlukan (harusnya dipisah : yang diperlukan) yang dapat menunjang keberhasilan penelitian.

2) Studi Kepustakaan

Yaitumencari (harusnya dipisah : yaitu mencari) dan mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan masalah yang ditelitiuntuk (harusnya dipisah : diteliti untuk) memperoleh data sekunder dengan membaca, mempelajari, dan mendalami literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

2. Tahapan Analisa Sistem

Menurut Murad (2013:51), tahapanalisis (harusnya dipisah : tahap analisa) merupakan tahap dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sistem yang diteliti dengan melakukan metode-metode pengumpulan data sehingga ditemukan kelebihan dan kekurangan sistem serta user requirement. Selain itu, tahap ini juga dilakukan untuk mencari pemecah masalah dan menganalisa bagaimana sistem akan dibangun untuk memecahkan masalah pada sistem sebelumnya.

Menurut Sutabri (2012:220), proses analisissistem (harusnya dipisah : analisis sistem) dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan alternatif pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru atau sistem yang akan diusulkan dan dimodifikasi. Adapun tujuan utama dari tahap analisis sitem iniadalah (harusnya dipisah : ini adalah) sebagai berikut:

Memberikan pelayanankebutuhan (harusnya dipisah : pelayanan kebutuhan) informasi kepada fungsi-fungsi manajerial (salah katanya : manaterial) di dalam pengendalianpelaksanaan (harusnya dipisah : pengendalian pelaksanaan) kegiatan operasional perusahaan.
Membantu para pengambilkeputusan (harusnya dipisah : pengambil keputusan), yaitu para pemimpin, untuk mendapatkan bahan perbandingan sebagaitolak ukur hasil yang telah dicapainya.
Mengevaluasisistem-sistem(harusnya dipisah : mengevaluasi sistem-sistem) yang telah ada dan berjalan ssmpai saat ini, baik pengolahan datamaupun (harusnya dipisah : data maupun) pembuatan laporannya.
Merumuskan tujuan-tujuanyang (harusnya dipisah : tujuan yang) ingin dicapai berupa pola pengolahan data dan pembuatan laporan yang baru.
Menyusun suatu tahaprencana (harusnya dipisah : tahap rencana) pengembangan sistem dan penerapannya serta perumusan langkah dankebijaksanaan.
Selama tahap analisis sistem,analis sistem terus bekerja sama dengan manajer, dan komite pengarah terlibatdalam (harusnya dipisah : terlibat dalam) titik yang penting. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan padatahap analisis sistem adalah sebagai berikut:

1) Mengumumkan penelitian sistem

Ketikaperusahaan (harusnya dipisah : ketika perusahaan) menerapkan aplikasi komputer baru manajemen mengambil langkah untukmemastikan kerjasama dari para pekerja. Perhatian mula-mula ditunjukan padakekhawatiran (harusnya dipisah : pada khawatiran) pegawai mengenai cara komputer mempengaruhi kerja mereka.

2) Mengorganisasikan timproyek

Timproyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Banyak perusahaanmempunyai (harusnya dipisah : perusahaan mempunyai) kebijakan menjadi pemakai dan bukan spesialis informasi sebagaipemimpin (harusnya dipisah : sebagai pimpinan)proyek. Agar proyek berhasil, pemakai perlu berperan aktif daripadahanya pasif.

3) Mendefinisikankebutuhan informasi

Analisismempelajari (harus dipisah : analisis mempelajari) kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatanpengumpulan (harusnya dipsah : kegiatan pengumpulan) informasi, wawancara perorangan, pengamatan, pencarian catatan, dansurvey.

4) Mendefinisikan kriteriakinerja (harusnya dipisah : kriteria kinerja) sistem

Setelahkebutuhan (harus dipisah : setelah kebutuhan) informasi manajer didefinisikan, langkah selanjutnya adalahmenspesifikasikan (harusnya dipisah : adalah menspesifikasi)secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitukriteria kinerja sistem.

5) Menyiapkan usulanrancangan (harusnya dipisah : usulan rancangan)

Analisissistem (harusnya dipisah : analisis sistem) memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan untukmeneruskan (harusnya dipisahkan : untuk menurukan) atau menghentikan untuk kedua kalinya. Disini manajer harusmenyetujui (harusnya dipisah : harus menyetujui)tahap rancangan dan dukungan bagi keputusan itu termasuk di dalamusulan rancangan. (harusnya dipisah : di dalam usulan rancangan)

6) Menyetujui atau menolakrancangan (harusnya dipisah : menolak rancangan) proyek

Manajerdan komite sistem mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akanmemberikan (harusnya dipisah : akan memberikan) persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin dimintamelakukan (harusnya dipisah : diminta melakukan) analisis lain dan menyerahkan kembali atau proyek mungkinditinggalkan (harusnya dipisahkan: mungkin ditinggalkan). Jika persetujuan diberikan, proyek akan maju ke tahap rancangan.

Sumber : http://widuri.raharja.info/index.php?title=SI0812461120

null

Leave a Reply