SKUP – Novita sari

Perkenalkan nama saya adalah Novita sari and you can call me Novi, untuk melihat biodata lebih lengkap silahkan klik Novita sari. Saya kuliah di Perguruan Tinggi Raharja jenjang pendidikan S1. Saya memulai perkuliahan pada tahun 2014. Saya mahasiswa baru semester 2 jurusan Sistem Informasi (Business Intellegence) S1 di Perguruan Tinggi Raharja. Saya sedang memulai untuk memasuki semester 2. walaupun baru Matrikulasi sebanyak 8 pertemuan.

     Bahasa Indonesia yang diampuh oleh dosen Ibu Mulyati, S.E., M.Pd. adalah salah satu matakuliah disemester 2 ini.

Bahasa merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain atau lebih. baik itu secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tersebut sangat benar dan sudah menjadi aksioma. Satu orang pun tidak ada yang akan membantah dengan pernyataan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa, baik menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa tubuh. Bahkan saat tidur pun terkadang kita tanpa sadar menggunakan bahasa.

Sebuah bangsa pasti memiliki bahasa, walaupun ada beberapa bangsa yang meminjam bahasa dari bangsa lain. Kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki bahasa Indonesia, walaupun sebenarnya bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu Riau. Akan tetapi, sekarang bahasa Indonesia adalah bahasa Indonesia, dan bahasa Melayu adalah bahasa Melayu, dua bahasa yang serumpun tapi tidak sama. Bahasa Indonesia berkembang dengan sendirnya sesuai dengan aturannya, dan bahasa Melayu berdiri sendiri menuju perkembangannya. Setujukah Anda bila bahasa Indonesia bukan bahasa Melayu?
Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia bukanlah bermaksud atau bersikap seperti “kacang yang lupa akan kulitnya”, melupakan bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Mungkin tanpa bahasa Melayu, bahasa Indonesia tidak akan pernah ada. Akan tetapi, kita ingin memposisikan bahasa Indonesia pada posisinya, seperti yang telah termaktub dalam Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda mengikrarkan tiga hal yang sakral dalam sejarah dan proses kemerdekaan Indonesia, satu diantaranya adalah “Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Menjunjung berarti menurut, menaati dan memuliakan (KBBI). Menjunjung tinggi bahasa Indoensia, berarti menaati dan memuliakan bahasa Indonesia sebagai bahasa peratuan dan nasional Indonesia. Demikianlah sumpah yang diikrarkan oleh pemuda-pemudi bangsa Indonesia pada tahun 1928. Bagaimana dengan pemuda-pemudi Indonesia sekarang??
Melihat kondisi pemakai bahasa Indonesia sekarang, sepertinya cape deh harus menggunakan bahasa Indonesia yang berkelit dan selalu berpedoman kepada yang baik dan benar.

“Yang penting apa yang ingin kita sampaikan orang mengerti dan paham, mau pake bahasa campur aduk kek, saya mau pake bahasa Indonesia campur bahasa Inggris kek,campur lagi dengan bahasa daerah kek, toh yang baca juga paham. Cape deh, please dong jangan diperbesar masalah-masalah kecil kayaki gini”.

Benar dan pantaskah bila kita sebagai pemilik bahasa Indonesia berasumsi demikian? Masyarakat Indonesia pada umumnya dwibahasawan. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa seenaknya mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa lain tanpa mengindahkan aturan dan kaidah yang ada. Bersikap positiflah terhadap bahasa Indonesia, karena bahasa yang kita gunakan menunjukkan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia. Jepang dan Prancis adalah contoh negara yang sangat taat dan menghargai bahasanya sendiri.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar pendidikan. Beberapa waktu lalu, pernah sempat menjadi suatu kecemasan bagi para pemerhati pendidikan di Indonesia. Bahwa penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan di sebagian sekolah-sekolah bertaraf internasional telah menggeser fungsi dan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi pendidikan di Indonesia.

Namun menurut saya, hadirnya kurikulum 2015 pada saat ini, telah membawa pencerahan terhadap wajah pendidikan di Indonesia dan pengguna bahasa Indonesia khususnya sebagai bahasa pengantar pendidikan yang sekaligus berfungsi sebagai pembawa ilmu pengetahuan ke bidang teknologi.

Penggunaan bahasa Indonesia sudah membuat kita lebih gampang untuk memahami istilah-istilah yang asalnya dari bahasa asing seperti Inggris, Yunani kuno/latin atau bahkan bahasa asing lainnya.

Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat juga ingin memiliki sumber daya manusia dan sumber daya teknologi berkualitas seperti dengan negara-negara maju. Untuk mewujudkan hal itu, salah satu variabel pendukung adalah alat komunikasi berupa kemapanan dan kemantapan bangsa Indonesia.

Berikut daftar assignments yang telah dikerjakan :

No Assignments Status Grade
1   SKUP  Done  A+
2   Assignmant 1  Done   A+
3   Assignmant 2  Done   A+
4   Assignmant 3  Done
5   Assignmant 4  Done   B
6   Sebelum UAS  Done   B
7   Kuesioner  Done
8  Done
9  Done
10  Done

 

2 thoughts on “SKUP – Novita sari

Leave a Reply