Tugas Perkembangan Ejaan di Indonesia

1. Tuhan Yang Mahakuasa dan Maha Pemurah.
Alasan : Huruf kapital digunakan pada awal kata yang berhubungan dengan nama Tuhan dan nama gantinya. Kata maha digabung cara penulisannya dengan kata dasar yang menyertainya. Dan dipisah jika kata yang menyertainya berimbuhan.

2. Berpikirlah jauh ke depan.
Alasan : Kata depan di, ke dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali didalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata.

3. Rp 100.000,00 per bula.
Alasan : Partikel per- berarti ‘mulai’ dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya.

4. Februari s.d. November 2005.
Alasan : Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti tanda titik. Namun s/d ditulis s.d.

5. Satrio Pramudito Sohir, S.H., M.M.
Alasan : Tanda koma dipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya. Singkatan nama gelar diikuti dengan tanda titik.

6. Mahasiswa itu menulis skripsi yang berjudul “Hubungan antara Kenaiakan Harga BBM dan Produksi Pada PT Tonikum Jaya”.
Alasan : Singkatan nama resmi badan atau organisasi ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.

7. Artikel yang berjudul “Kredit Model Rambut Cepak” termuat di surat kabar Kompas hari ini.
Alasan : Tanda petik mengapit karangan yang dipakai dalam kalimat. Huruf miring dipakai untuk menuliskan nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

8. Kualitas, risiko, analisis, dan objek.
Alasan : Pembenaran kata baku.

9. Kepada Yth.
Ibu Gita Mawarni.
Alasan : Nama diikuti sapaan tidak memakai gelar.

10. Tahun 70-an.
Alasan : Lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara seperti yang tertulis disamping.

11. Perang Dunia I.
Alasan : Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan mengikuti cara seperti yang tertulis disamping.

12. Tindak lanjuti dan menindaklanjuti.
Alasan : Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

13. Pasca Reformasi dan Pasca Sarjana. Alasan : Huruf kapital dipakai huruf pertama peristiwa sejarah.

14. Perkuliahan bahasa Indonesia.
Alasan : Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

15. membahas ejaan, diksi, kalimat dan paragraf.
Alasan : Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian.

16. Riwayat Para Nabi menarik untuk dibaca.
Alasan : Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci.

17. 1.1 Latar Belakang Masalah.
Alasan : Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf pada suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

18. Dosen favorit itu tinggal di Jalan Bulak Serai Abdulrahman no. 99 Jakarta Barat.
Alasan : Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama dari geografi.

19. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia di Kampus Emas. Jika mengarah ke tempat sebaiknya menggunakan spasi dan tulisan kampus / tempat/ daerah menggunakan huruf kapital.

20. Salah satu suku terasing di Kalimantan Tengah adalah suku Dayak.
Alasan : Tulisan suku tidak perlu menggunakan huruf kapital.

Leave a Reply